Islam Rahmatan lil Alamin

Hazrat Mirza Masroor Ahmad
Pidato Peresmian Masjid Maryam, Irlandia, 26 September 2014

masjid maryam, islam rahmatan lil alamin

Para hadirin yang terhormat Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakatuh

Pertama-tama dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang telah hadir bersama kami hari ini, dalam rangka peresmian masjid pertama Jamaah Muslim Ahmadiyah di Galway. Mengingat acara ini adalah peresmian masjid yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim, maka kehadiran Anda telah memperlihatkan keterbukaan hati dan pikiran yang luas Anda sekalian, jadi saya sangat berterima kasih kepada kalian.

Ungkapan terimakasih ini perlu saya sampaikan karena pendiri Islam, Nabi Muhammad SAW, mengajarkan para pengikutnya supaya menunjukkan rasa terima kasih kepada orang lain. Bahkan beliau bersabda bahwa seseorang yang tidak berterima kasih (bersyukur) kepada orang lain ia dianggap tidak bersyukur kepada Allah, dan orang yang tidak bersyukur kepada Allah ia tidak dapat dianggap sebagai mukmin sejati. Jadi ungkapan terima kasih ini merupakan kewajiban yang diajarkan agama saya.

Baca Juga: Masjid Merupakan Sumber Perdamaian

Rasa syukur ini semakin besar mengingat sekarang ini kita jumpai banyak non-muslim yang takut atau menyimpan keberatan terhadap Islam atau Muslim. Melihat realita kalian semua lepas dari ketakutan semacam itu, tentu saja saya menaruh hormat yang lebih besar dari hati terdalam kepada kalian semua.

Jika anda memendam keberatan di hati mengenai Islam, maka satu sisi, saya dapat membenarkan kekhawatiran semacam itu, karena memang sangat disayangkan, banyak terjadi kekacauan dan konflik di dunia Muslim saat ini. Faktanya, di negara-negara Islam kita menyaksikan setiap hari umat Islam merampas hak-hak orang lain. Kita melihat pemerintah muslim tidak memenuhi kewajiban mereka terhadap warganya, sementara di sisi lainnya masyarakatnya berupaya menumbangkan pemerintah mereka melalui cara-cara yang tidak benar dan tidak demokratis. Selanjutnya kita menyaksikan bagaimana kelompok-keolpok teroris menyebarkan kekacauan dan melahirkan ketakutan besar di seluruh dunia melalui tindakan dan ideologi jahat mereka.

Dalam situasi seperti ini, tanpa ragu saya sampaikan bahwa ada banyak orang-orang yang menyebut diri mereka Islam yang telah melakukan tindakan kejahatan yang besar dengan mengatasnamakan Islam. Tetapi saya juga ingin menegaskan bahwa tindakan tercela yang dilakukan kelompok-kelompok atau pemerintah Islam itu, sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam sejati. Sebaliknya, Islam adalah agama yang mengajarkan pada umatnya untuk menjalani hidup mereka dengan menerapkan cinta, kasih sayang dan dan belas kasih antar satu sama lain. Bahkan umat Islam tidak hanya diperintahkan berlaku kasih sayang antara satu sama lain, tetapi Al-Quran juga mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh memperlakukan musuh dengan cara yang bertentangan dengan keadilan atau merampas hak-hak mereka. Islam mengajarkan bahwa siapa saja yang bertindak melanggar hukum tidak berhak disebut mukmin, dan dalam pandangan Tuhan ia tidak akan dipandang sebagai orang yang saleh dan bertakwa.

Ajaran Universal Rasulullah

Ketika kita mempelajari ajaran Al-Qur’an lebih dalam, kita menemukan bahwa Allah Taala telah memberikan Rasulullah saw status dan derajat istimewa. Allah menyebut beliau sebagai ‘rahmat bagi seluruh umat manusia’ – ‘rahmat bagi seluruh dunia.’ Sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, kasih sayang beliau bersifat universal dengan menerapkan simpati dan kasih sayang bagi semua orang di seluruh dunia, tanpa memandang agama atau latar belakang mereka.

Baca Juga: Revolusi Akbar Melalui Rasulullah

Standar cinta dan kasih sayang beliau sedemikian rupa besarnya, sehingga beliau lebih memilih tidak tidur dengan menghabiskan malam untuk bersujud dengan penuh keperihan di hadapan Allah, dengan penuh ratapan beliau mengatakan:

“Ya Tuhanku, dunia telah meninggalkanmu dan terus melangkah pada kebinasaan, maka tunjukilah mereka jalan yang lurus sehingga mereka selamat.”

Kesedihan dan duka cita yang dirasakan oleh Rasulullah diabadikan dalam Alquran. Dia dua tempat berbeda (dalam Al-Quran) beliau menyatakan kegundahan beliau karena manusia berpaling dari Tuhan sehingga mengarahkan mereka pada kehancuran dan kebinasaan yang telah ditetapkan. Melihat kesedihan beliau, Allah berfirman kepada Rasulullah saw bahwa apakah beliau akan membinasakan diri karena mereka menolak seruan beliau. Inilah standar belas kasih yang tak tertandingi dari wujud yang memendam kepiluan demi umat manusia, yang setiap relung hatinya dipenuhi cinta dan kasih sayang.

Bagaimana mungkin seorang yang sangat khawatir akan keselamatan manusia dari murka Ilahi dapat mengajarkan kekejian dan ketidakadilan? Tidak mungkin.

Alasan lain mengapa Rasulullah SAW diliputi oleh kesedihan dan keprihatinan terhadap umat manusia adalah karena beliau merupakan Nabi Allah yang hakiki.

Dalam Alquran, Allah taala telah menyeru manusia kepada perdamaian dan keamanan berkali-kali. Maka, sebagai Rasul Allah yang sejati, Rasulullah saw merasakan kesedihan dan kekhawatiran yang begitu dalam karena manusia tidak mengindahkan seruan Allah. Tentu saja, ketika Allah taala mengajak manusia kepada perdamaian, maksudnya adalah Dia menginginkan perdamaian begi semua manusia di dunia. Begitu juga, karena Allah menghendaki perdamaian maka Allah menurunkan Rasul-Nya untuk membimbing umat manusia. Rasulullah saw adalah wujud yang paling dicintai Allah dan menurut keyakinan kami, beliau diutus sebagai Nabi pembawa syariat terakhir, yang melalui beliau syariat menjadi sempurna.

Ketika Al-Quran menyebutkan bahwa Allah Taala menginginkan supaya makluk-Nya hidup damai dan rukun, bagaimana mungkin Rasulullah saw mengajak manusia pada sesuatu yang bertentangan dengan perdamaian, keamanaan, dan segala bentuk keberhasilan? Tentu saja beliau memenuhi semua tugasnya dengan menyeru dunia pada perdamaian dengan cara yang sangat agung. Naudzubillah, beliau tidak pernah memprovokasi atau menanamkan segala bentuk kekacauan atau perselisihan. Jadi beliau sangat mengecam dan menolak segala bentuk kekacauan, ekstremisme, dan kebencian.

Sebagai contoh, ketika Rasulullah saw berada di Madinah dan mendirikan suatu pemerintahan, terdapat beberapa non-muslim yang berupaya meracuni masyarakat dengan menciptakan kekacauan. Namun, walaupun mereka cenderung pada kejahatan Rasulullah saw tetap memperlakukan mereka dengan kebaikan dan kasih sayang. Siapapun yang mempelajari sejarah awal Islam dengan baik ia akan menemukan bahwa setiap saat Rasulullah mengupayakan segala cara untuk menyebarkan perdamaian dan keamanan universal kepada semua orang dan berusaha menghilangkan segala bentuk kekacauan, diskriminasi, dan ketidakadilan.

Rahmat Allah untuk Seluruh Makhluk-Nya

Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan bahwa Allah adalah robbul alamiin, Tuhan semesta alam. Pernyataan ini terdapat dalam Surah pertama Alquran. Maknanya adalah Tuhan merupakan Wujud Pemelihara dan Penopang seluruh alam dan memenuhi segala kebutuhan jasmani dan rohani umat manusia. Tuhan adalah Wujud Yang Maha Pencipta segala sesuatu dan wujud yang memerintahkan Muslim sejati untuk mencari keridhaan-Nya dengan menerapkan dan mewujudkan sifat-sifat Allah sebaik mungkin.

Dan di antara sifat-sifat Allah adalah ‘As Salaam dan Al-Mu’min yang artinya adalah Dia-lah yang menganugerahkan keamanan dan perdamaian untuk semua. Seperti telah saya sampaikan Dia juga “Tuhan seluruh alam,” yang juga merupakan sifat Tuhan. Jadi ketika Tuhan menghendaki umat manusia untuk menerapkan sifat-sifat-Nya, bagaimana mungkin mukmin sejati, yang beriman kepada Tuhan dan mengadopsi sifat-sifat-Nya akan menjadi kejam atau tidak adil?

Maka, Islam yang saya ikuti dan yakini bukanlah Islam yang kejam dan dendam. Bukan juga yang mengajarkan segala bentuk kekerasan kekerasan, penindasan atau ketidakadilan. Rasulullah saw juga tidak diutus untuk menyebarkan kekejaman atau kebencian, melainkan, beliau diutus sebagai sumber rahmat, yang mengalir dengan dengan kasih sayang abadi dan universal untuk seluruh umat manusia.

Kebenaran Rasulullah menjadi semakin jelas terlihat ketika seseorang menyaksikan bagaimana nubuatan beliau tentang akhir zaman telah tergenapi. Beliau menubuatkan bahwa akan tiba suatu masa ketika umat Islam akan masuk pada periode penurunan keimanan dan kegelapan, ketika ajaran Islam menjadi rusak dan sebagian besar umat Islam akan tersesat. Beliau menubuatkan suatu masa akan datang ketika umat Islam menjadi sangat tidak berakhlak dan sama sekali tidak menerapkan perdamaian, keamanan, dan kasih sayang. Beliau bersabda bahwa walaupun Alquran akan tetap terpelihara dalam bentuk aslinya, tetapi umat Islam tidak bertindak berdasarkan ajarannya. Ulama-ulama hanya gelar semata tetapi perilaku mereka sangat bertentangan dengan ajaran Islam hakiki. Setelah menubuatkan semua ini, Rasulullah bersabda bahwa di zaman seperti itu lah Allah akan menurunkan wakil-Nya sebagai Almasih yang Dijanjikan untuk memperbarui Islam dan mengembalikan kembali keimanan. Ia akan diutus untuk menegakkan kembali ajaran Islam sejati ke seluruh dunia sesuai dengan Alquran dan sunnah Rasulullah saw

Menurut keyakinan saya, Almasih yang dijanjikan itu telah datang. Saya dan semua muslim Ahmadi meyakini bahwa pendiri Jamaah kami, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian adalah wujud Almasih yang dijanjikan dan Imam Mahdi, yang diutus untuk menyebarkan ajaran-ajaran Islam sejati tentang perdamaian dan kasih sayang ke penjuru dunia.

Beliau datang untuk menerangi dunia dengan keindahan Islam sejati. Beliau datang untuk melakukan jihad melawan segala bentuk kekejaman, penindasan, dan paksaan. Beliau datang untuk mengajarkan umat manusia untuk memenuhi hak satu sama lain. Beliau datang untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang dan menjadikan dunia sebagai tempat yang penuh kedamaian, persatuan, dan persaudaraan. Inilah misi dan pesan beliau. Maka sekarang pesan inilah yang disebarkan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah ke seluruh penjuru dunia.

Jadi inilah kewajiban setiap Ahmadi, di mana pun mereka berada, mereka harus menyerukan dan mengajarkan pesan damai ini dengan luas dan jelas. Ini adalah pesan yang berasal dari semua masjid Ahmadiyah di seluruh dunia. Semua masjid kami adalah pusat perdamaian dan kerukunan, yaitu orang-orang yang berusaha menciptakan persatuan umat manusia melalui cinta, bersama-sama menyebarkan rasa saling menghormati, yang senantiasa beribadah dan berdoa untuk perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan seluruh umat manusia.

Masjid-masjid kami dipenuhi oleh orang-orang yang tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi mereka melakukan berbagai usaha untuk menciptakan perdamaian dan keamanan bagi setiap orang. Tentunya, sejarah telah menjadi saksi bagi setiap upaya kemanusiaan kami dan upaya menumbuhkan perdamaian dan keadilan sejati semua lapisan masyarakat.

Masjid di Irlandia ini juga dibangun untuk tujuan yang sama. Masjid ini diberi nama ‘Masjid Maryam.’ Maryam atau yang Anda kenal sebagai Mary adalah sosok yang sangat dihormati oleh umat Islam sebagaimana beliau juga dihormati oleh umat Kristen. Bahkan di dalam Alquran, Allah telah menyebutkan Maryam di berbagai tempat dengan menyorot status kehormatan beliau. Maryam adalah nama seorang wanita suci dan saleh yang dihormati dalam Islam, sehingga Alquran menyatakan semua orang beriman selayaknya Maryam. Hal itu karena Maryam senantiasa menjalin hubungan yang istimewa dengan Allah dan menjunjung tinggi kebajikan dan kesucian. Beliau telah menjalin ikatan cinta yang istimewa dengan Tuhan, sehingga Allah berbicara langsung kepada maryam dan Allah sendiri membuktikan kebenaran Maryam.

Maryam beriman kepada kitab-kitab Allah, beliau orang yang benar, dan mencapai tingkatan istimewa dalam ketaatan kepada Tuhan. Dan tentu saja beliau adalah teladan bagi semua mukmin sejati. Derajat beliau yang tinggi tercermin sebuah fakta bahwa Alquran menyatakan Muslim sejati harus mencapai derajat Maryam, dan jika mereka melakukannya maka mereka tidak akan pernah menjadi orang-orang yang menyakiti atau menimbulkan penderitaan kepada siapapun. Oleh karena itu setiap muslim Ahmadi harus menanamkan dalam diri mereka dengan kesucian, kemuliaan, dan kesalehan seperti Maryam.

Jadi perhatikanlah contoh indah yang telah digambarkan oleh Al-Quran bagi orang-orang mukmin. Jika umat Islam mengikuti standar ini maka mereka tidak akan pernah terlibat dalam berbagai bentuk kekacauan dan tidak akan pernah menyebabkan kesakitan dan penderitaan kepada orang lain. Sekarang masjid ini telah dibangun, anda akan menyaksikan sendiri bagaimana ajaran-ajaran indah yang saya sampaikan ini akan bersinar dari masjid ini ke segala arah. Tentunya, ajaran-ajaran ini telah tersebar dari ribuan masjid Ahmadiyah di seluruh dunia.

Baru-baru ini, sebuah masjid Ahmadi dibuka di sebuah kota Afrika dan seorang pemimpin Kristiani, yang sebelumnya tidak mengenali komunitas kami juga hadir pada acara peresmian tersebut. Ketika ia hadir, ia mengatakan bahwa ia hadir bukan karena adanya hubungan dengan Muslim Ahmadi atau ingin menghormati komunitas kami. Tetapi, ia mengatakan bahwa ketika ia menerima undangan ia terkejut sebuah komunitas Muslim mengundang seorang Kristiani untuk hadir di acara peresmian masjid. Maka ia pun terdorong oleh rasa penasarannya untuk melihat sendiri Islam seperti apa ini dan kelompok Muslim seperti apa yang mengundang seorang Kristiani hadir di acara peresmian masjid. Ia mengatakan ketika ia datang, ia sangat terkejut saat melihat orang-orang dari semua agama dan latar belakang yang berbeda hadir.

Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa setelah menyaksikan semangat inklusivitas ini, ia mengerti bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah tidak hanya membangun sebuah masjid baru, tetapi juga membuka kehidupan baru dan mengajarkan warga setempat cara hidup berdampingan secara harmonis dengan saling mencintai dan mengasihi.

Dan juga pada hari ini, seperti saya katakan sebelumnya, masjid Ahmadiyah pertama di Republik Irlandia ini dibangun sebagai simbol nilai-nilai persamaan dan memiliki tujuan yang sama dengan semua masjid kami. Masjid ini akan menjadi sarana untuk menunjukkan apa itu ajaran Islam sejati. Ketika di lain pihak, kami muslim Ahmadi mengumandangkan nama Allah di dalam masjid kami di dunia dan mengajak semua orang untuk beribadah kepada-Nya, kami juga berupaya untuk membantu sesama sekuat tenaga kami.

Sehingga, Insyaallah, Anda semua akan menyaksikan nilai-nilai yang sama di masjid ini. Anda pun akan melihat para anggota Jamaah Muslim Ahmadiyah memiliki keinginan tulus dan kuat supaya semua manusia dapat hidup damai dan bahagia, tanpa melihat keyakinan mereka, bahkan sekalipun mereka tidak beragama. Anda akan menyaksikan semua muslim Ahmadi menjunjung rasa cinta, simpati, dan perdamaian kepada semua anggota masyarakat.

Akhir kata, saya sekali lagi ingin menyampaikan terima kasih kepada kepada anda semua yang telah hadir di acara ini dan menyimak apa yang saya sampaikan. Semoga Allah memberkati Anda semua. Terima kasih banyak.

Sumber: Mosque of Mary
Penerjemah: Taufiq Khalid Ahmad
Editor: Jusmansyah