Hazrat Mirza Masroor Ahmad menyampaikan pidato penutupan secara live dari London tentang Ajaran damai Islam.

Pemimpin Dunia Jamaah Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, menutup Jalsah Salanah (Pertemuan Tahunan) Jamaah Ahmadiyah Bangladesh yang ke-91 pada 8 Februari 2015 dengan pidato yang menggugah dan mengesankan.

Huzur menyampaikan pidato pada sesi penutupan melalui saluran satelit dari Masjid Baitul Futuh, London. Sekitar 4.000 orang hadir dalam Jalsah Bangladesh yang berlangsung selama tiga hari, sedangkan lebih dari 3.000 orang juga berkumpul di London untuk mengikuti acara penutupan.

Dalam pidatonya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad berbicara tentang sifat penyayang dan kedermawanan Rasulullah saw. Beliau mengatakan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah secara terus menerus sibuk dalam menyebarkan ajaran Islam yang benar dan damai.

Huzur juga menyebutkan kerusuhan politik dan kekerasan yang terjadi di Bangladesh dan beliau mengatakan bahwa para Anggota Ahmadi harus berdoa untuk kedamaian di negara ini.

Berbicara tentang perlunya penyebaran ajaran Islam yang benar, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Ini adalah tanggung jawab semua anggota Muslim Ahmadi untuk menyebarkan ajaran Islam yang damai di semua lapisan masyarakat dan ke segala penjuru dunia. Adalah tugas kita untuk memberikan pencerahan kepada orang lain tentang sifat mulia dari Nabi Muhammad saw.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Dunia harus diberikan informasi bahwa junjungan kita tercinta, Rasulullah saw dikirim ke dunia sebagai rahmat untuk semua umat manusia. Kedatangan beliau bukanlah untuk memenggal dan menyakiti orang yang tak bersalah, tetapi beliau diutus untuk menghidupkan kembali orang yang mati secara rohani dan memberikan kehidupan yang baru. Beliau datang untuk memberitahu umat manusia bahwa Kasih Sayang dan Kemurahan Allah taala meliputi segala sesuatu.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa segala bentuk kekerasan dan paksaan harus dikecam dengan tegas dan para anggota Ahmadi harus memanfaatkan sarana komunikasi modern untuk menyebarkan Islam yang benar kepada dunia.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Umat Islam di masa awal hanya diizinkan mengangkat pedang dalam perang yang bersifat bertahan ketika pihak lawan secara fisik telah mengangkat pedangnya untuk memusnahkan Islam. Namun di era ini, peperang agama tidak dilakukan secara fisik melainkan melalui media, yang digunakan untuk menyerang Islam dan mensalah-artikannya. Dengan demikian, kita pun harus menggunakan media untuk melawan serangan ini dengan memberitahukan dunia tentang ajaran Islam yang benar.”

Menjelaskan tentang tujuan Muslim Ahmadiyah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Jamaah Muslim Ahmadiyah bukanlah organisasi politik atau duniawi, dan kita pun tidak memiliki tujuan politis dan duniawi. Sebaliknya kita adalah jamaah rohaniah, di mana Hazrat Masih Mau’ud as. menetapkan untuk mendahulukan agama daripada hal-hal duniawi. Tujuan kita adalah untuk menyebarkan cinta, kasih sayang, dan saling menghormati di seluruh dunia sesuai dengan ajaran agama kita.”

Beralih kepada gangguan dan ketidakstabilan politik di Bangladesh saat ini, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Dalam beberapa pekan terakhir telah terjadi berbagai peristiwa kekerasan dan kekacauan di Bangladesh. Terjadi serangan terhadap bis dimana orang tak bersalah telah tewas dan disyahidkan. Kita menyaksikan orang-orang membunuh sesama warga negaranya, jenis Islam apakah ini? Hal yang sebenarnya terjadi adalah semua tindak kekerasan ini dilakukan bertentangan dengan ajaran Islam dan semata-mata demi memenuhi kepentingan pribadi yang dilakukan secara tidak adil.”

Acara Jalsah Salanah ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad dimana beliau meminta setiap anggota Ahmadi untuk berdoa bagi perdamaian di Bangladesh dan di dunia yang lebih luas.

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: 020 8544 7678 Email: press@amjinternational.org
Twitter: @AhmadiyyatIslam

Press Secretary AMJ International

URL sumber: ahmadiyah.id/20150209
(Visited 6 times, 1 visits today)