Menyingkap Tabir Keraguan Terhadap Ahmadiyah:

5. Tentang Takdir

Diantara kesalahpahaman dari orang-orang yang belum mengenal Ahmadiyah ialah berhubungan dengan masalah takdir. Dikatakan oleh mereka, bahwa orang-orang Ahmadi menyangkal tentang takdir. Orang-orang Ahmadi sekali-kali tidak mengingkari ajaran tentang takdir ini. Dalam masalah ini kami memegang kepercayaan, bahwa Takdir Ilahi berlaku di dunia ini seterusnya hingga hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang dapat mengubah Takdir-Nya. Kami hanya menentang hal ini, bahwa kesalahan si pencuri karena mencurinya; kesalahannya yang lalai bersembahyang karena kelalaiannya; kesalahan pembohong karena kebohongannya; kesalahan penipu karena penipuannya; dan kesalahan penjahat karena kejahatannya; dilemparkan ke alamat Tuhan, seolah-olah orang yang tercoreng di mukanya, di usahakan hendak dipindahkan ke wajah Tuhan.

Kami berpendapat bahwa di dunia ini berlaku dua hukum, seibarat dua sungai yang mengalir sejajar berdampingan, yaitu Hukum Takdir dan Hukum Tadbir. Diantara kedua daerah itu telah ditentukan perbatasan. yang tidak memungkinkan keduanya bertemu, sesuai dengan firman Ilahi (Ar-Rahman : 21):

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ

Hukum Tadbīr mempunyai daerah tersendiri dan Hukum Takdir pun demikian juga. Terhadap hal-hal dimana Allah swt. melancarkan takdir disana tadbir tidak akan berdaya sedangkan dimana Dia membuka tadbir, lalu kita mengharap-harap takdir saja tanpa berbuat apa-apa, hal itu akan merusak masa depan kita sendiri.

Pendek kata, apa yang kami tentang ialah usaha orang yang menyembunyikan kelakuan buruknya di balik tabir takdir dan meletakkan istilah takdir kepada ekor dari pada kemalasannya dan kelengahannya, juga dimana Allah Taala memerintahkan untuk mempergunakan tadbir, di waktu itu ia duduk menantikan takdir. Kami menentang hal-hal itu, oleh sebab akibatnya senantiasa membahayakan.

Kaum Muslimin hanya duduk menantikan datangnya Takdir Ilahi, sambil meninggalkan aktivitas-aktivitas atau kegiatan-kegiatan yang justru diperlukan bagi satu kaum yang berjuang untuk mencapai kemajuan, hingga akibatnya nampak nyata sekali, bahwa di dalam perkara agama mereka mengalami kemunduran, begitu juga di dalam sepak terjang soal keduniaan pun mereka jauh ketinggalan. Jika sekiranya mereka memperhatikan, bahwa manakala Allah SWT. membukakan pintu tadbir di dalam sesuatu pekerjaan lalu mereka mengesampingkan takdir dan mempergunakan hukum tadbir itu sebaik-baiknya, niscaya keadaan mereka tidak akan sedemikian jatuhnya dan tidak begitu menyedihkan seperti keadaan mereka dewasa ini.

< Previous | Next >
Pandangan Ahmadiyah Tentang Jihad
(Visited 29 times, 1 visits today)