Pendiri Ahmadiyah tidak pernah mengatakan kafir atau bukan Islam kepada orang yang mengaku beragama Islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadat. Kalau orang Ahmadiyah mengucapkan ghair Ahmadi kepada orang yang belum menyatakan baiat masuk ke dalam Jemaat Islam Ahmadiyah bukan berarti ia orang kafir, sama sekali tidak. Ghair Ahmadi itu artinya bukan seorang anggota Ahmadiyah. Hal ini dapat diketahui dengan mudah dari pernyataan Pendiri Ahmadiyah berikut ini:

“Dari sejak awal aku berpendapat bahwa tidak ada seorangpun akan menjadi kafir atau Dajjal karena menolak pengakuanku. Tetapi yang pasti adalah orang itu berada dalam kesalahan dan menyimpang dari jalan yang lurus. Aku tidak akan menyebut yang bersangkutan sebagai orang yang tidak beriman, namun ia yang menolak kebenaran yang telah dibukakan Allah yang Maha Kuasa kepadaku adalah orang yang berada dalam kesalahan dan menyimpang dari jalan yang lurus. Aku tidak akan menyebut siapapun yang mengikrarkan Kalimah Syahadat sebagai seorang kafir, kecuali jika ia karena manolakaku serta mengafirkan diriku laludirinya sendiri yang menjadi kafir. Berkenaan dengan hal ini, para lawanku selalu memulai lebih dahulu. Mereka telah menyebut aku sebagai kafir dan mengeluarkan berbagai fatwa menyangkut diriku. Aku tidak ada prakarsa untuk mengeluarkan fatwa terhadap mereka. Mereka harus bersiap mengakui bahwa jika aku ini ternyata seorang muslim di pandangan Allah Swt. Maka dengan mereka menyebutku sebagai kafir terjadilah bahwa mereka sendiri yang menjadi kafir sebagaimana fatwa dari Rasulullah Saw. Karena itu aku tidak akan menyebut mereka sebagai kafir, mereka sendiri yang akan terjerumus dalam kategori dari fatwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihiwasallam tersebut.” (Tiryāqul Qulūb, sekarang dicetak dalam Rūhāni Khazāin Vol. 15 halaman 432-433, London 1984) [1]

 

Ahmadiyah Difatwakan Kafir oleh Konferensi Islam Sedunia

Justru sebaliknya Ahmadiyah-lah yang difatwa kafir oleh tokoh-tokoh Islam yang dijadikan pedoman oleh orang-orang Islam lainnya untuk menunjukkan bahwa Ahmadiyah itu adalah salah.

Tetapi walau bagaimanapun fatwa itu tidak mengikat, karena bukan Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw bahkan seringkali fatwa itu salah, seperti fatwa kepada Imam Husein ra, Imam Malik bin Anas ra, Imam Hanafi ra, Imam Syafi’i ra dan Imam Bukhari ra. Agar bertambah jelas perhatikanlah fakta sejarah berikut ini:

 

  1. Fatwa yang mengkafirkan Imam Husein ra berbunyi:

Bismillahirrahmaanirrahiim”.

Menurut saya sudah terbukti bahwa Husein bin Ali telah keluar dari agama Rasulullah saw (Islam) oleh karena itu wajiblah ia dihukum mati.

Tanda tangan Qadhi,

SYURAIH

Note: Fatwa ini disertai stempel dan tanda tangan 100 orang Qadhi dan Mufti (Jawahirul Kalam hal. 88 cetakan 1462 H, Ilmi Tibris, Iran)

  1. Fatwa yang ditujukan kepada Imam Malik bin Anas ra. Akibat fatwa itu beliau disiksa dengan dicambuk 70 kali di depan khalayak ramai di kota Madinah hingga punggung beliau bermandikan darah, kemudian beliau diletakkan di atas punggung unta dan diarak keliling kota Madinah dalam keadaan bermandikan darah (Sirat Aimmah Arbiah oleh Mln. Syaid Rais Ahmad Jaffari hal. 293-294).
  1. Fatwa yang ditujukan kepada Imam Syafi’i. Akibat fatwa ulama Irak dan Mesir itu Imam Syafi’i dihina dianiaya. Beliau dibawa dari Yaman ke Bagdad untuk dipenjarakan. Sepanjang perjalanan ribuan orang mencaci maki beliau dan meneriakkan kematian beliau, sedang beliau hanya menundukan kepala (Kitab Harba’i Takfir 23 cet. 2 April 1933).
  1. Fatwa kafir kepada Imam Abu Hanifah akhirnya beliau disiksa dan dianiaya dengan sangat kejam sekali yang mengakibatkan kematian beliau. Di penjara beliau diracun dan ketika diracun terasa, beliau bersujud hingga beliau wafat dalam keadaan bersujud. Akibat fatwa itu bahkan kuburan beliau digali dan ditempat yang sama dikubur anjing dan dijadikan wc umum nauzubillah (Kitab Najalissul Mukminin 381, Siratun Nukman Sibli hal 63, Tarikhul Khulafa hal 141)
  1. Fatwa ulama-ulama Samarkand kepada Imam Bukhari ra sebagai kafir dan tidak bertuhan yang akibatnya beliau dibuang ke luar

Kini coba renungkan, pantaskah para Imam tersebut dikafirkan? Boleh dikata semua orang Islam sekarang ini menghormati dan mengikuti ilmu yang mereka wariskan. Kalau fatwa itu dibenarkan berarti semua orang Islam sekarang ini adalah kafir, karena mereka itu pengikut dan penerus mereka. Betapa besar dosa ulama yang membuat fatwa tersebut, kerena dapat membangkitkan kebencian dan kekerasan umat kepada para imam yang sangat mencintai Allah swt dan Rasul-Nya serta meninggalkan warisan yang sangt berharga dan abadi bagi umat Islam hingga akhir zaman. [2]

Benarkah Para Penentang Ahmadiyah adalah Kafir dan akan dilaknat, dicekal dan dihancurkan?

Para penentang Ahmadiyah mengatakan bahwa orang-orang Ahmadiyah menganggap bahwa pihak yang menentang Ahmadiyah adalah kafir dan mereka akan di laknat.

Dasar alasan mereka berkenaan dengan pernyataan di atas adalah wahyu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s yang beliau terima dari Allah Swt, yang berbunyi sebagai berikut:

1  اَنْتَ اِمَامٌ مُباَرٌك 

Engkau adalah Imam yang diberkati.”

2  لعنت الله على من كفر      

“Laknat Allah orang orang yang ingkar.”

3   اِنِّي مَعَكَ فِى السَّمَاءِ وَ اْلاَرْضِِ

“Aku (Allah) beserta denganmu di langit dan di bumi.”

4  انِِّي مَعَكَ فِى الدُّ نْياَ وَ ْالاَ خِرَةِ

“Aku (Allah) beserta denganmu di dunia dan di akhirat.” 

 5  اِنََّ اللهَ مَعَ الذِّ يْنَ التَّقَوْا وَ الذِّيْنَ هُمْ مُحْسِنُوْنَ

“Sesungguhnya Allah itu beserta dengan orang-orang yang bertakwa dan mereka yang berbuat kebajikan.”

6  اَيْنَمَا ثُقِفُوْا اُخِذُوْا وُ تُقْتِلُوْا تَقْتِيْلاً

“Dimanapun mereka ditemukan, mereka akan ditangkap dan dihabiskan dengan tuntas.”

(Tadzkirah, Edisi 1969, hal 750-751, Tgl. 9 Febr 1908, Urdu)

Berkenaan dengan wahyu di atas, terdapat beberapa penjelasan:

  1. Wahyu ini menegaskan peran Ilahi yang telah mengutus beliau sebagai Imam Zaman, yang Dia sendiri menyatakan pemberkatannya.
  2. Wahyu tersebut menyatakan status orang-orang yang mengingkari nikmat samawi di dalam pandangan-Nya.
  3. Wahyu ke-4 dan ke-5 tersebut di atas menunjukkan janji Ilahi yang akan memberikan perlindungan-Nya terhadap Imam Zaman, baik itu di langit, di bumi, di dunia dan juga di akhirat.
  4. Wahyu ke-6 khusus peringatan ditujukan bagi orang-orang yang memusuhi, memerangi atau mereka yang ingin melawan Imam Zaman yang diutus Allah Swt dan bukan ditujukan kepada khalayak ramai atau yang tidak percaya kepada keimaman atau kebenaran Hadhrat Ahmad a.s
  5. Wahyu ini berisikan kabar suka dan janji dari Allah Ta’ala kepada Hadhrat Ahmad a.s bahwa Dia akan menyelamatkan beliau dan menghancurkan musuh-musuh beliau. Bukan orang-orang Ahmadi yang akan memerangi/menghukum mereka yang mengingkari beliau, namun perbuatan buruk merekalah yang akan menimpa atas mereka sendiri sebagaimana arti dari kalimat wahyu itu sendiri, yaitu:

اُخِذُوْا وَ تُقتِْلُوْا تَقْتِيْلااً

“Mereka akan dicekal dan akan dihancurkan sehancur-hancurnya.”

Kalimat ini bershigah Majhul (Pasive voice), yakni kalimat pasif; yang berarti mereka akan dicekal dan akan diperangi atau akan dihancurkan sehancur-hancurnya. Siapa yang akan mencekal dan siapa yang akan memerangi? Tentu dan pastinya bukanlah orang-orang Ahmadi; melainkan, cepat atau lambat, akhirnya mereka akan dicekal/mati secara terhina/terbunuh sebagai akibat perbuatannya sendiri.

Sejarah telah mencatat beberapa orang yang telah mengundang kematian mereka sendiri setelah menantang mubahalah dengan Hadhrat Ahmad a.s diantaranya:

  1. Cheraghudin dari Jammu Kasymir dengan 2 anaknya (1906),
  2. Ilahi Bakhs dari Lahore (1907),
  3. Dulmiyar (Ramadhan 1907), ketiganya mati karena pes, setelah bermubahalah;
  4. Hakim Abdul Kadir dari Talipur (1908)
  5. Muhammad Jan Abdul Hasan dari Pasrur (1908),
  6. Sa’adullah dari Ludhianah
  7. Muhyidin dari Lakhoke (1893),
  8. Rasyid Ahmad dari Ganggoi,
  9. Syahin dari Ludhianah, menjadi gila
  10. Ghulam Dastagir, 3 bulan kemudian mati setelah menulis buku kotornya,
  11. Ismail dari Aligar,
  12. Rasul Baba, Muhammad Hassan dari Bien,
  13. Abdullah, Abdul Aziz dan Muhammad ketiganya mati akibat membuat makar jahat.
  14. Achar Chaode, Sunardi dan Badgram dari golong an Hindu, sangat keras mencaci maki Hadhrat Ahmad dalam bukunya ”Sabtiantik”, mengatakan bahwa Mirza akan mati kena pes. Kenyataannya justru merekalah yang mati karena wabah pes tahun 1907.
  15. Alexander Dowie (Kristen) dari Amerika
  16. Pandit Lekhram (Hindu),

Selain itu ada beberapa pemimpin negara yang menentang Jemaat dan berusaha untuk membubarkannya. Mereka yang mendapat hukuman samawi diantaranya:

  1. Perdana Menteri Pakistan Zulfikar Ali Bhutto dia adalah salah seorang yang dengan kekuasaannya sangat memusuhi dan  menentang Ahmadiyah. Tentang  kematian seseorang tersirat dalam sebuah wahyu yang diterima Hadhrat Ahmad s di dalam Tazkirah halaman 185 tahun 1891, Edisi 1969 sebagai berikut:

كَلْبٌ يَمُوْتُ عَلِى كَلْبٌ

“Anjing akan mati di atas (nilai hijaiyyah  كَلْبٌ) anjing.”

Nilai huruf hijaiyah كَلْبٌ  adalah 52. Wahyu ini mengisyaratkan kepada seorang yang akan mati pada umur 52 tahun (Izalah Auham, hal. 187). Faktanya, dia mati dihukum gantung pada hari ulang tahunnya  52 tahun.

  1. Presiden Zia ul Haq, ambisinya hancur bersama pesawat Hercules yang hancur meledak di udara, telah menghancurkan diri dan kehidupannya.

Di antara mereka itu bersikeras ingin membubarkan Jemaat Ahmadiyah dari muka bumi ini. Akibatnya, ada yang mati gila, mati dipatuk ular, mati karena penyakit pes, mati ditembak, mati digantung dan ada pula mati karena tragedi pesawatnya meledak di udara. Tidak sedikit yang mati secara terhina, sebagaimana telah diwahyukan kepada beliau:

اِنِّي مُهِيْنٌ مَنْ اَرَا دَ اِهَاَ نَتَكَ وَ اِنِّي معِيْنٌ مَنْ اَرَا دَ اِعَاَ نَتَكَ

“Aku (AllahSwt) akan menghinakan dia yang beriradah menghinakan engkau dan Aku akan menolong dia yang beriradah menolong engkau.”

Hadhrat Ahmad a.s menulis:

“Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman kepadaku, ‘Sesungguhnya Aku adalah Tuhan-mu Yang Rahman, Empunya Kemuliaan dan Kekuasaan. Orang yang memusuhi kawan-Ku adalah seakan-akan jatuh dari langit. Aku ada maka tunggulah. Azab dari Tuhan mereka akan menimpa mereka. Dan, Kami tidak akan menurunkan azab sebelum Kami menurunkan seorang Rasul. Sejahteralah orang yang mensucikan dirinya dan hancurlah orang-orang yang merusaknya. Katakan kepada mereka, ‘Aku telah diutus untuk kamu, maka lakukanlah seperti yang aku perintahkan. Hari ini adalah berkat. Wahai hamba-hamba Allah, Aku beserta engkau. Kami bersaksi pada cahaya siang yang kian cemerlang dan kami bersaksi kepada kesunyian malam hari, bahwa Tuhan-mu tidak meninggalkanmu dan tidak pula Dia tidak senang denganmu.” (Isytihar /Pengumuman, 5 Nopember 1907)

Wahyu lain begini bunyinya:

Terhinanya dan hancurnya lawan-lawanmu sudah ditetapkan dengan tanganmu. Ini berarti bahwa orang-orang yang ingin menghinakan dan menghancurkan aku, akan terhina dan hancur sendiri. (Isytihar / Pengumuman, 5 Nopember 1907)

Kesimpulannya:

Jadi, bukan Hadhrat Ahmad a.s dan para pengikutnya yang akan menangkap dan membunuh mereka, tetapi Allah Ta’ala sendirilah yang akan melakukannya, dikarenakan perbuatan mereka sendiri.

Hadhrat Ahmad a.s bersabda:

“Aku katakan kepada seluruh kaum Muslimin dan Muslimat, kaum Kristiani, kaum Hindu dan juga Arya, bahwa di dunia ini, aku tidak punya musuh. Aku mencintai umat manusia begitu rupa cintanya, tak ubahnya seperti seorang ibu yang dengan penuh kasih sayang menyayangi anak-anaknya, bahkan lebih dari itu. Aku menjadi musuh hanyalah terhadap akidah-akidah palsu, si pembunuh kebenaran itu. Berbuat kasih sayang terhadap umat manusia merupakan kewajibanku. Asas hidupku adalah membenci kebohongan, syirik, kezaliman, setiap pekerjaan buruk, ketidakadilan dan juga setiap keburukan akhlak.” (Rukhani Khazain, jilid 17; Arba’in bag. I, hal) [3]

[1] Syamsir Ali (2009). Madu Ahmadiyah Untuk Para Penghujat. Wisma Damai, hal. 28-29

[2] Syamsir Ali (2009). Madu Ahmadiyah Untuk Para Penghujat. Wisma Damai, hal. 30-32

[3] H.R. Munirul Islam Yusuf (2011). Bantahan Lengkap Menjawab Keberatan Atas Beberapa Wahyu di Dalam Tadzkirah & Tabayyun (Penjelasan). Bogor: Bintang Grafika

(Visited 312 times, 1 visits today)