Keberatan

Salah satu keberatan dari para peragu terhadap kebenaran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi adalah terkait silsilah keturunan beliau bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan dari  keturunan Quraisy.

JAWABAN:

Pernyataan itu salah, karena Ibu beliau keturunan Fatimah binti Rasulillah saw dan suami Fatimah adalah Ali bin Abi Tholib ra dua-duanya dari kaum Quraisy, sedangkan ayah beliau keturunan bangsa Persia. Dalam Al-Qur’an surah Jumu’ah ayat 4 dijanjikan akan kedatangan Rasulullah saw untuk yang kedua kalinya dalam kaum yang lain ( akhorin) yang bukan kaum Quraisy. Tafsir ayat tersebut dinyatakan dengan jelas oleh Rasulullah saw sendiri dalam hadis Bukhari bahwa kedatangan beliau yang kedua kali adalah dalam wujud seorang atau beberapa orang lelaki dari keturunan Salman Al Farisi. Pada masa itu Islam mengalami titik terendah dalam kemundurannya.

Dalam hadis lain dinyatakan Islam hanya tinggal namanya, Al-Qur’an hanya tinggal tulisannya dan masjid-masjid ramai tapi sunyi dari petunjuk. Jelasnya yang dimaksud dengan kedatangan Rasulullah saw yang kedua kali itu adalah kedatangan Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu. Di hadis lain yang diriwayatkan Imam Mahdi itu dari keturunan (aulad) Fatimah. Jadi pengakuan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Al-Mahdi yang dijanjikan sesuai dengan indikasi yang di kabar-gaibkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi saw.[1]

 

[1] Syamsir Ali (2009). Madu Ahmadiyah Untuk Para Penghujat. Wisma Damai, hal. 25

(Visited 217 times, 1 visits today)