Suatu keberatan terhadap Ahmadiyah adalah keyakinan bahwa Nabi Isa as telah wafat selayaknya semua nabi-nabi yang lain, sedangkah sosok Nabi Isa as yang dijanjikan kedatangannya oleh Rasulullah saw di akhir zaman adalah Mirza Ghulam Ahmad.

Keyakinan Ahmadiyah terkait masalah diatas adalah suatu keyakinan yang rasional dan didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits nabi. Puluhan ayat Al-Qur’an menyatakan bahwa Nabi Isa as dari Bani Israil sudah wafat, salah satu diantaranya berbunyi:

إِذ قالَ اللَّهُ يا عيسىٰ إِنّي مُتَوَفّيكَ وَرافِعُكَ إِلَيَّ

“Ingatlah ketika Allah berfirman: ‘Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau dan akan mengangkat engkau kepada-Ku. (Ali Imran, 3:56)

Rasulullah saw bersabda:

اِنَّ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ عَاشَ عِشْرِيْنَ و مِائة سَنَة

“Sesungguhnya Isa Ibnu Maryam berumur 120 tahun.”

Berdasarkan ayat Al-Qur’an dan hadits tersebut jelaslah bahwa Nabi Isa as itu sudah lama wafat. Oleh karena itu Rasulullah saw menjanjikan kedatangan Nabi Isa as di akhir zaman itu adalah sosok yang berasal  dari umat Islam sendiri, maka tepatlah pengakuan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad berikut ini:

وَأنَّ اللهَ قَدْ عَلَّمَنِى اَنَّ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ قَدْ مَاتَ وَلَحِقَ الاَمْوَاتَ

وَاَمَّاالّذِي كاَنَ نَازِلا مِنَ السَّماءِ فَهُوَ هذا القَائمُ بَيْنَكُمْ كَمَ أوْحِىَ اِلَيَ مِنْ حَضْرَةِ الَكِبْرِيَاءِ

“Dan sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepadaku bahwa Isa Ibnu Maryam mengajarkan kepadaku bahwa Isa Ibnu Maryam itu sungguh telah wafat dan telah bertemu dengan orang-orang yang mati. Adapun orang yang turun dari langit itu adalah orang yang berdiri diantara kalian ini, sebagaimana hal itu telah diwahyukan kepadaku dari Tuhan yang menampaikkan keagungan-Nya. (Al-Khutbah Al-Ilhamiyah, halaman alif)[1]

 

Lihat: Kewafatan Nabi Isa


[1] Syamsir Ali (2009). Madu Ahmadiyah Untuk Para Penghujat. Wisma Damai, hal. 15-17

 

(Visited 43 times, 1 visits today)