GENAPNYA BERBAGAI NUBUATAN TENTANG ALMASIH YANG DIJANJIKAN

Ataul Wahid LaHaye, Canada


Sebelum masuk pada pokok bahasan – yakni apakah nubuatan tentang Almasih al-Mau’ud (Almasih yang dijanjikan) telah tergenapkan dalam diri pendiri Jamaah Ahmadiyah atau belum sebagaimana yang beliau klaim – mula-mula saya akan menjelaskan bagaimana konsep Almasih dan bagaimana kedatangan Almasih tersebut semestinya dipahami.

Pemahaman yang benar terhadap dua konsep ini merupakan prasyarat untuk mengaplikasikan berbagai nubuatan tentang Almasih dengan cara yang cerdas dan logis.

Keyakinan Tentang Sosok Juru Selamat (Reformer) Akhir Zaman

Kami menjumpai bahwa semua agama memiliki nubuatan tentang akan datangnya sosok rohaniah yang istimewa di akhir zaman. Umat Hindu tengah menunggu-nunggu datangnya Neha Kalank Avatar, yang telah dinubuatkan dalam kitab suci mereka. Orang-orang Kristen menunggu kedatangan kembali Almasih mereka; Pengikut agama Islam sedang menunggu kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa; Pengikut Zoroaster meyakini Mesio Darbahme akan datang. Sang Budha juga menubuatkan bahwa beliau akan datang kembali, dan Guru Baba Nanak juga menubuatkan munculnya seorang Reformer besar. Seandainya kedatangan para nabi di masa datang sudah tertutup, bagaimana mungkin semua orang bersepakat pada satu fakta tunggal bahwa akan datang seorang Tokoh Yang Dijanjikan di akhir zaman.

Akan tetapi jika semua nubuatan ini benar adanya seperti itu dan tergenapi, maka akan terjadi suatu perseteruan antara tiap-tiap yang mengaku sebagai perwujudan nubuatan itu, masing-masing akan mengajak orang lain kepada golongannya, sehingga hal ini tidak lain akan menimbulkan suatu kekacauan, kebingungan dan perseteruan. Dengan demikian, yang akan terjadi, justru bertentangan dengan apa yang harapkan, yaitu terwujudnya sebuah era dimana kedamaian mencapai puncaknya.

Di satu sisi, adanya kesamaan tanda-tanda dalam nubuatan-nubuatan tentang sosok yang dijanjikan tersebut menunjukkan bahwa hal tersebut tidak mungkin palsu, dan di sisi lain, tugas yang diberikan pada para sosok yang dijanjikan tersebut mustahil terwujud dalam waktu bersamaan dimana semua Juru Selamat yang ditunggu-tunggu akan mewujudkan kemenangan agama mereka masing-masing unggul atas semua yang lain.

Selama dua abad terakhir ini, manusia telah berkembang begitu pesat menuju kesatuan maksud dan tujuan, dan semua perkembangan yang terjadi telah menyebabkan adanya hubungan yang dekat antara golongan-golongan yang berbeda-beda satu sama lain, hal-hal ini secara sangat kuat mengindikasikan bahwa Almasih di akhir zaman nanti, akan mengejawantah dalam satu orang dengan beragam tugas, dan wujud tersebut dengan perantaraan kekuatan rohaninya akan menghimpun orang-orang dari semua agama kedalam satu naungan, dan membimbing semua bangsa di dunia menuju jalan yang benar.

Nabi Isa bin Maryam as Sebagai Almasih Umat Yahudi

Islam pun memiliki pemahaman bahwa Yesus Kristus (Nabi Isa as) adalah  Almasih bagi umat Yahudi, seorang Nabi Allah, sehingga pertanyaan yang muncul adalah, apa yang menjadi ciri khusus dari Almasih yang nampak dalam kehidupannya, dan faktor  apa yang menempatkan ia pada kedudukan yang berbeda dibanding dengan Nabi-Nabi Bani Israel lainnya?

Sangat jelas dari Alkitab bahwa sebelum zaman Nabi Isa, umat Yahudi telah diberikan izin untuk melakukan pembalasan dengan kekuatan dan mereka berhak untuk itu. Tindakan pembalasan dan pembelaan diri dengan cara pedang dibalas pedang telah diizinkan kepada semua Nabi Bani Israel sebelum kedatangan Nabi Isa as, sedemikian jauhnya sehingga izin untuk pembelaan diri tersebut telah berubah menjadi sarana menimpakan kekejaman terhadap orang lain. Tujuan sebenarnya dari yang sekedar melakukan tindak pembalasan telah benar-benar bergeser dari makna dan signifikansinya; dan agama Yahudi benar-benar telah melibatkan diri dalam tindak kekejaman, kebengisan dan kedegilan. Orang-orang Yahudi lebih jauh lagi menolak untuk patuh pada otoritas Tuhan dan Taurat, malah sebaliknya menerima otoritas pemimpin agama mereka, tak peduli betapapun salahnya apa yang mereka katakan. Agama tersebut telah kehilangan spiritualitasnya dan lebih berbentuk ritual semata.

Jadi, kedatangan Almasih merupakan obat bagi penyakit hati yang telah mengeras dan keji serta solusi bagi sikap pengingkaran kepada perintah Allah yang secara perlahan telah merasuk ke dalam agama Yahudi. Inilah penyakit umat Yahudi yang belum disembuhkan oleh para nabi sebelumnya. Nabi Daud dan Nabi Sulaiman juga telah diizinkan untuk melindungi hak-hak mereka dengan mengangkat pedang dan mereka bahkan nampak sebagai pelaku agresi alih-alih membela diri. Inilah sebabnya, mengapa dunia menganggap orang-orang Yahudi sebagai agresor, tak terkecuali nabi-nabi mereka; dan kedatangan Almasih bertujuan untuk meluruskan kesalahpahaman ini.

Hak-hak yang telah dianugerahkan oleh Kitab Taurat tetap berlaku kepada para pengikut Nabi Isa as, namun demikian beliau menitikberatkan bahwa demi untuk kepentingan agama, demi membela Taurat dan Nabi Musa, kita harus siap sedia mempersembahkan pengorbanan dan menjauhkan diri dari penggunaan kekerasan dalam rangka mempertahankan hak-hak. Oleh karena itu, sebuah revolusi besar telah terjadi dalam agama Yahudi.

Sekarang pedang itu telah berada ditangan musuh, pelanggaran kini telah beralih ke pihak mereka, kekejaman telah tertanam pada mereka, berbagai agresi kini telah menjadi praktek mereka; dan orang-orang beriman benar-benar dibuat tidak berdaya. Mereka tak memiliki pilihan lain selain harus menanggung berbagai macam pengorbanan, baik pengorbanan harta ataupun jiwa mereka. Inilah konsep Ke-Almasihan yang sebenarnya.

Bila kita mempelajari sejarah agama Yahudi dan Nabi-nabinya secara menyeluruh konsep ini akan nampak dengan jelas dan inilah yang membedakan sosok Almasih dari Nabi Nabi Bani Israel lainnya. Akan tetapi, sejarah pengorbanan dan ketidakberdayaan ini dalam menghadapi musuh yang sangat kuat, serta tanpa dilengkapi sarana kemenangan yang memadai – jelas telah memperlihatkan kepada kita suatu kemenangan luar biasa yang berhasil diraih oleh kaum yang lemah lagi tak berdaya melawan pihak yang sangat berkuasa, inilah yang dimaksud ‘Almasih’ itu.

Nabi Musa yang merupakan pembawa dan pendiri syariat Yahudi, sejak saat itu muncullah tuduhan terhadap beliau. Tuduhan tersebut adalah bahwa beliau bukan sosok yang rasional dan beliau cenderung meraih kemenangan melalui cara kekerasan dan penindasan. Tuduhan ini terus berlangsung dari zaman Nabi Musa as sampai pada masa Nabi Isa as. Agama Yahudi selanjutnya dipandang sebagai agama kekerasan dan tersebar melalui kekerasan. Lalu, bagaimana Nabi Isa as membantah tuduhan ini dan membuktikan bahwa tuduhan tersebut semuanya tidak berdasar?

Nabi Isa as harus mengubah seluruh konsep agama Yahudi dengan mengalihkan pedang tersebut ke tangan musuh, dan tidak memberikan pilihan kepada para pengikutnya selain mempersembahkan pengorbanan dan kepasrahan pada penganiayaan dengan tanpa kekerasan. Jika kekuatan pedang mendapatkan kemenangan di masa awal dan setelahnya ketidakberdayaan yang menjadi pemenang, bila ketidakberdayaan telah berhasil menaklukkan orang-orang tak bertuhan yang menghunus pedang, Bukti apakah ini?

Ini membuktikan bahwa inilah keindahan dan kekuatan risalah Tuhan, dan pertolongan Allah lah yang telah menganugerahkan kemenangan akhir. Inilah yang dimaksud Almasih.

Almasih Akhir Zaman

Fenomena yang sama persis telah berulang di masa kita, Rasulullah saw adalah pembawa syariat sebagaimana halnya Nabi Musa as. Menurut Kitab Suci Al Quran, beliu saw adalah serupa dengan Nabi Musa as:

“Sesungguhnya, Kami telah mengirimkan kepada kamu seorang rasul, yang menjadi saksi atasmu, sebagaimana Kami telah mengirimkan seorang rasul kepada Firaun” (73:16)

Ayat ini sebenarnya mengacu pada nubuatan di dalam Alkitab,

“Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.” (Ulangan 18:18-19)

Semata-mata untuk menegakkan kebebasan beragama, Rasulullah saw telah diizinkan untuk membela diri beliau disebabkan penganiayaan terhadap beliau dan para sahabat telah sedemikian rupa melampaui batas. Begitu beliau mulai mengangkat senjata, tuduhan yang sama yang telah dilemparkan kepada Nabi Musa as dilontarkan juga kepada Beliau saw. Musuh-musuh beliau menuduh bahwa Islam adalah agama barbar dimana kunci penyebaran dan keberhasilan Islam menurut mereka adalah pedang dan bukan melalui risalahnya. Pedang telah dihubung-hubungkan dengan proses penyebaran Islam, dan Islam beserta para pengikutnya telah dicap sebagai kaum yang sarat dengan kekerasan.

Sayangnya, kesalahpahaman ini justru didukung sendiri oleh para pemikir terkenal Islam masa kini yang menyatakan bahwa selama Rasulullah saw bergantung pada argumen dan kekuatan rohaniah, beliau tidak berhasil menyebarkan Islam di Arabia. Dan secara keliru mereka mengatakan bahwa orang-orang Arab tersebut baru menerima Islam pada saat Rasulullah saw telah mengangkat pedang dan memaksa mereka untuk menerima risalah beliau saw.

Jika Tuhan telah membersihkan Nabi Musa dari tuduhan serupa, tidak mungkin Tuhan tidak membela Nabi Muhammad saw yang lebih mulia di sisi-Nya? Sebagaimana Nabi Isa as sebagai Almasih memiliki hubungan erat dengan risalah Nabi Musa as maka Almasih yang ditahbiskan untuk pengikut Rasulullah saw juga akan membawa revolusi yang sama. Sebuah revolusi yang mengandung arti bahwa meskipun mereka tidak menggunakan kekerasan tetapi mereka akhirnya yang akan menang. Penganiayaan yang harus mereka pikul, tidak akan membuat mereka lemah melainkan malah membuat mereka lebih kuat. Itulah fenomena Almasih Pertama yang akan diulang kembali oleh Almasih Kedua, dan ini adalah fenomena yang sama dimana Muslim Ahmadiyah saat ini tengah melewatinya. Seratus tahun pertama dari sejarah Ahmadiyah telah nampak persis seperti seratus tahun pertama Agama Kristen, dan setelah setiap penganiayaan demi penganiayaan kami tumbuh semakin kuat, serta berpengaruh lebih kuat lagi. Bukannya menyusut, Ahmadiyah malah dianugerahi peningkatan dalam hal jumlah dan kekayaan. Inilah fenomena Almasih. Penganiayaan tidak mengakibatkan kerugian bagi mereka sebaliknya malah membawa kebaikan.

Ini adalah cara bagaimana kita membela Nabi Muhammad saw dan Islam. Melalui pengorbanan dan darah kita. Pada masa awal Islam, Al-Qur’an dengan ajarannya-lah yang menang, bukan pedang; di masa sekarang ini orang-orang beralih menggunakan pedang, dan Al-Qur’an nampak seakan-akan tak berdaya. Akan tetapi, rasionalitas dan keindahan Al-Qur’an memberikan kemenangan di setiap peperangan, dan Islam yang murni menguasai arena saat ini. Ini adalah fenomena sejati Almasih dan persamaannya nampak sangat jelas. Lebih dari itu, Nabi Muhammad saw telah menubuatkan bahwa Almasih akan muncul di awal abad keempat belas Islam. Nabi Isa telah datang pada awal abad empat belas setelah Musa as. Dan pendiri Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad muncul pada awal abad keempat belas Islam (setelah Rasulullah saw. terj). Nabi Isa as menyatakan bahwa beliau tidak datang untuk mengubah syariat Musa as. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi… (Matius 3:17) Demikian pula Nabi Muhammad saw datang untuk menyempurnakannya dalam hal esensi dan prakteknya.

Nabi Muhammad saw juga menubuatkan bahwa para pengikut beliau di zaman Almasih nanti kondisinya akan memiliki kesamaan seperti Yahudi di zaman kedatangan Almasih mereka (Nabi Isa). Beliau saw menggambarkan kesamaan tersebut layaknya seperti sepatu kiri dan kanan. Mereka akan menderita penyakit yang sama dan hati yang membatu. Maka, jika mereka menderita penyakit yang sama, maka obatnya pun haruslah sama, yaitu Almasih. Seorang Almasih harus muncul untuk membawa mereka kembali dari sekedar ritual menuju spiritual, dari agresi kepada korban agresi.

Nabi Isa as muncul di masa Kekaisaran Romawi, dan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad muncul di India, negara yang berada dibawah kekuasaan Inggris pada waktu itu. Winston Churchill sendiri mengakui bahwa Kerajaan Inggris tidak lebih dari perpanjangan dari Kekaisaran Romawi. Kaum Muslim di India dibanding dengan Kerajaan Inggris sama tak berartinya orang-orang Yahudi pada masa Kekaisaran Romawi tatkala Almasih Pertama muncul. Pada saat itu timbul pertentangan antara Nabi Isa dan ulama-ulama Yahudi. Dalam upaya mengalahkan Almasih, orang-orang Yahudi memperkarakan  Nabi Isa ke pengadilan Romawi dengan tuduhan palsu dan menuntut agar beliau dijatuhi hukuman. Mereka menuduh bahwa beliau bersikap tidak setia kepada pemerintah dan berupaya mengangkat dirinya sebagai raja. Upaya yang sama juga telah dilakukan untuk menentang Almasih Kedua, yakni Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, namun beliau dinyatakan tak bersalah dan dibebaskan oleh hakim Inggris sebagaimana Nabi Isa as oleh Pilatus, Hakim penguasa Romawi.

Teori tentang keselamatan umat manusia, berkisar pada konsep Almasih Yang Dijanjikan, misalnya orang Kristen percaya bahwa masa keemasan (golden era) umat manusia tidak akan tercapai sampai Almasih Yang Dijanjikan muncul. Dan dalam konteks ini, mereka menunggu-nunggu kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Mereka menanti-nantikan era baru dimana umat manusia akan dikumpulkan di bawah satu bendera dan akan berhimpun di bawah seruan Kristus sebagai satu jamaah. Hal ini telah menjadi impian mereka selama sembilan belas abad. Begitu juga umat Islam memegang kepercayaan yang sama. Mereka juga meyakini bahwa keselamatan umat manusia berkisar pada turunnya Nabi Isa untuk kedua kali. Keduanya percaya bahwa Nabi Isa secara fisik telah naik ke langit dan akan turun kembali dari langit di akhir zaman. Perbedaannya hanya terletak pada kenyataan bahwa orang-orang Kristen percaya pada Ketuhanan Yesus sedangkan orang-orang Islam menerimanya hanya sebagai seorang nabi dan utusan Tuhan. Kami juga percaya pada kemunculan kembali Nabi Isa, tetapi dalam cara pandang yang berbeda.

Corak Kedatangan Almasih di Akhir Zaman

Nubuatan tentang kembalinya seorang Nabi adalah sebuah elemen umum diantara banyak agama. Budha, Krishna, Confusius dll telah dinubuatkan kedatangannya kembali. Setiap kali nubuatan tersebut dibuat, hal itu selalu dipahami secara keliru oleh orang-orang yang kepada mereka kedatangan kedua kali itu akan terjadi. Sehingga mengakibatkan suatu kenyataan bahwa orang-orang terus mencari ke arah yang sangat berbeda dari mana ia akan muncul, dan akhirnya mereka gagal mengenali kedatangannya.

Bukankah ini telah terjadi ini terjadi di zaman Nabi Isa? Bukankah orang Yahudi menanti-nantikan kedatangan Elia (Nabi Ilyas, pent) dari langit dan juga kedatangan Almasih sebagai seorang raja duniawi? Benar, Yesus memang datang sebagai Almasih itu, tetapi tak seorangpun menyaksikan Nabi Elia turun dari surga sebelum kedatangan Yesus.

Inilah yang menjadi keberatan utama orang-orang Yahudi. Mereka memperolok-olokkan para pengikut Yesus dengan mengatakan, “Tentu saja kami akan percaya pada Almasih Anda, tetapi pertama-tama perlihatkanlah, mana Elia?” Jawaban atas ejekan tersebut dapat dibaca dalam Perjanjian Baru: Yohanes Pembaptis adalah Elia yang disebut-sebut akan turun dari langit itu, percaya atau tidak kembali pada diri anda masing-masing. Ini adalah fenomena yang berulang di seluruh dunia setiap kali seorang reformer suatu agama dikatakan akan datang.

Sang Reformer, tidaklah turun dari atas langit, melainkan selalu dilahirkan dari seorang manusia biasa yang dianggap paling rendah di negeri itu. Orang-orang dari belahan dunia lain tidak memahami bahwa seorang Reformer atau utusan dari Tuhan bisa muncul dengan cara seperti itu. Sebaliknya, mereka terus saja mengharap-harap ia akan turun dari langit. Namun, tiada orang semacam itu atau nabi yang pernah muncul kembali, turun dari langit, meskipun banyak yang telah beranggapan ia naik ke langit. Keyakinan kami adalah apa yang belum pernah terjadi sebelumnya tidak akan pernah terjadi di masa depan. Sayangnya manusia kembali terjerumus ke dalam kesalahan yang sama, dan fenomena keagamaan ini kembali mengemuka, persis seperti yang telah terjadi sebelumnya.

Menurut pandangan kami, kemunculan agung yang sama telah terulang dalam pribadi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Seandainya  kemunculan Almasih Kedua terjadi dengan cara yang lain, tentunya seluruh tujuan agama akan hilang sirna. Jika seseorang muncul dalam jasad kasarnya dengan cara agung semacam itu sehingga setiap orang mau tidak mau harus beriman kepadanya, sebagaimana munculnya matahari, bagaimana mungkin umat akan direformasi. Manusia tidak akan mencapai perubahan nilai apapun. Bila fenomena reformasi tidak dipahami dengan benar, maka anda tidak bisa diharapkan akan memahami bagaimana dan dimana semestinya menantikan sosok Reformer itu.

Fenomena reformasi (tajdid) biasanya diawali dengan adanya penganiayaan. Sebentuk tembok penghalang berupa penyiksaan, penindasan dan tuntutan-tuntutan selalu diciptakan mengepung sosok Pembaharu itu, dan setiap kali orang-orang berupaya menyeberangi tembok itu, mereka harus menanggung perlakuan yang kejam. Bahkan ada yang terpaksa harus kehilangan istri dan karib kerabat dalam proses tersebut. Begitu hal itu terjadi, artinya, separuh dari perjuangan telah dimenangkan. Ingin bertemu dengan Tuhan  sementara diri bergelimang dosa dan tidak memahami nilai-nilai agama yang benar; ingin bertemu dengan Tuhan tetapi tidak mau bekerja keras dan tidak mau berkorban, adalah upaya sia-sia. Untuk bergerak ke arah Tuhan seseorang harus siap memikul penderitaan demi meraih Tuhan, cara itu yang akan menyucikan jiwanya, dan hanya jiwa yang suci saja yang dapat berjumpa dengan Tuhannya. Karena itu, manusia harus meraih kondisi ini, supaya mampu memikul tanggung jawab keagamaan, dan perkara ini adalah bagian yang sangat sulit diterima oleh masyarakat yang jauh dari agama.

Jika manusia dengan sukarela menerima fenomena ini, maka mereka akan diselamatkan, jika tidak bisa, maka mereka akan hancur. Berbagai peradaban masa lalu yang menjadi ilustrasi kebenaran fenomena ini. Pompei, Kerajaan Romawi, Peradaban Maya Amerika Selatan adalah bukti-bukti nyata. Bangsa-bangsa selalu mengalami kehancuran manakala mereka tengah berada dalam masa-masa penuh kemewahan dan bukan pada masa-masa mereka.

Tiada belas kasih bagi Kaum Nabi Nuh dan Firaun, tatkala mereka menolak Utusan Allah. Pelajarilah sejarah bangsa Yahudi, dan saksikanlah kehancuran mereka yang ditimpakan oleh Kekaisaran Romawi tatkala mereka tidak mengindahkan peringatan dari Almasih mereka. Jika meninjau kembali sejarah masa lalu, sedemikian mudah dan menjadi tempat bersama untuk menyaksikan betapa bodohnya mereka yang telah mengabaikan hal yang sangat pasti. Namun, bila anda mengandaikan diri anda sendiri kembali kepada periode tersebut anda akan mulai memahami apa yang terjadi pada orang-orang ketika seorang utusan itu muncul. Mereka menginginkan agar utusan Allah itu tunduk kepada nilai-nilai, pandangan dan doktrin yang ada pada mereka. Mereka tidak menyangka bahwa sosok Utusan tersebut akan muncul dari kalangan mereka sendiri, dan mengesampingkan masyarakat dan menganggapnya sama sekali tersesat dan tidak berguna; mereka tidak pernah menyangka bahwa sosok Utusan itu akan berkata kepada mereka bahwa mereka harus melakukan perubahan diri, atau kalau tidak, mereka akan mengalami kehancuran.

Fenomena ini selalu terjadi, dan pendiri Jamaah kami, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad benar-benar melewati situasi semacam ini. Para Reformer selalu muncul dari orang-orang yang dipandang rendah oleh peradaban besar, dan pada tahun 1889, ketika pondasi gerakan Ahmadiyah diletakkan oleh pendirinya, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, inilah klaimnya, dan persis seperti itulah bagaimana ia diperlakukan oleh Kerajaan Inggris, rakyat India dan umat Islam. Mereka semua mengolok-olok beliau, seorang yang lahir di sebuah desa kecil, dua belas mil dari bibit peradaban yang terdekat, tanpa jalur kereta api ataupun kantor telegraf. Sebuah desa terbelakang, kecil dan terpencil.

Terdengar sebuah suara dan menyeru bahwa Tuhan telah menunjukku, dalam nama Isa, agar aku memanggil seluruh dunia menuju persatuan yang telah dinanti-nantikan selama berabad-abad, baik oleh Kaum Muslim maupun Kristen.

Beliau bersabda:

“Saya tahu bahwa saya akan ditolak, namun mereka yang benar-benar berdiri diatas nilai-nilai agama, dan telah diutus oleh Allah, dialah yang pada akhirnya akan menang.”

Demikianlah beliau membuat nubuatan, di tengah-tengah penolakan terhadap beliau, bahwa jamaahnya akan tersebar ke seluruh dunia, dan tidak akan ada satupun negara di dunia dimana pesannya tidak akan sampai. Dari satu orang, sendiri dan dikucilkan, dari sebuah desa terpencil di India, gerakan ini sekarang telah mencapai bilangan puluhan juta dan telah didirikan di 184 negara. (Sekarang sudah di 209 negara, Pent.)

Nubuatan Kedatangan Almasih kedua Kali di Akhir Zaman menurut Alkitab

  • Penganiayaan Terhadap umat Almasih di Akhir Zaman

Menurut Alkitab, Nabi Isa sendiri, membenarkan kedua konsep ini, baik tentang  Mesiah maupun pembaruan (reformasi). Nabi Isa ditanya apa tanda-tanda kedatangan Almasih yang dijanjikan. Beliau menjawab bahwa akan banyak muncul Kristus palsu, akan ada terjadi banyak peperangan dan rumor tentang peperangan, penyakit pes dan gempa bumi (Matius 24: 4, 5, 7). Beliau kemudian menggambarkan bagaimana orang-orang yang menerima Almasih yang kedua akan diperlakukan.

”Pada waktu itu kamu akan diserahkan untuk disiksa, dan mereka akan membunuhmu dan kalian akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku. (Matius 24:9)

Lagi dalam kitab lain beliau menggambarkan bagaimana nasib mereka yang menerima ’dia yang datang atas namanya.

“Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. “(Lukas 21:12, 16,17,18)

Betapa jelas dan menakutkan deskripsi yang disampaikan oleh Nabi Isa tentang pengikut Almasih di akhir zaman. Mereka bakal menderita penganiayaan, dikhianati oleh keluarga mereka sendiri, dibunuh, disiksa, dipenjara dan diperlakukan dengan cara yang sangat kejam. Namun kekejaman itu sama sekali tidak akan menghalangi kemajuan gerakan ini, sebagaimana yang Nabi Isa sabdakan: ”Tetapi tak sehelaipun rambut akan hilang dari kepalamu.”

Keadaan ini persis sekali dengan keadaan bagaimana Ahmadiyah telah diperlakukan, akan tetapi Ahmadiyah terus mendapatkan kekuatan dan pengikut yang semakin bertambah. Sebagai contoh, orang pertama yang baiat ke dalam Ahmadiyah dari Afganistan telah dirajam sampai mati karena tidak mau mengingkari risalah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, sama seperti halnya  para pengikut Kristen awal telah disyahidkan. Pada bulan April 1984, Pakistan menerbitkan ordonansi yang memidanakan anggota Ahmadiyah jika mereka menyebut diri sebagai Muslim; atau mendirikan shalat, atau berperilaku sebagaimana halnya seorang Muslim. Hukuman yang ditetapkan adalah berupa denda tak terbatas dan tiga tahun penjara.

Banyak masjid yang telah dihancurkan, disegel dan dirusak. Ratusan orang telah dipenjarakan dan puluhan orang telah dibunuh. Untuk mendapatkan visa ke luar negeri, pada bagian formulir harus ditandatangani satu pernyataan pengingkaran terhadap kebenaran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Pemerintah Arab Saudi telah menolak memberi izin bagi Ahmadi untuk menunaikan ibadah haji. Di Pakistan kami tidak diperbolehkan memakamkan jenazah dengan cara yang layak. Di sebagian besar negara-negara Muslim, kami dilarang untuk berdakwah. Mengapa hal itu terjadi? Hanya karena kami menyatakan bahwa Allah Taala telah memberkati kembali umat manusia dengan seorang Utusan, yang datang dalam nama Isa as, yang mengajarkan perdamaian dan cinta kepada semua orang dan tidak menaruh kebencian kepada siapapun. Penganiayaan ini, bagaimanapun bukannya tanpa manfaat, gerakan ini telah menyebar lebih cepat dibandingkan masa-masa sebelumnya dalam sejarah.

  • Almasih Berdakwah dengan Hikmah

Pendiri Jamaah kami, Hadhrat Masih Mau’ud, menyerukan umat Islam agar meletakkan pedang dan meninggalkan kekerasan, sebaliknya beliau menyerukan untuk menyebarkan dan membela Islam dengan cara-cara yang logis, melalui argumentasi yang cerdas dan penuh cinta kasih. Sekali lagi Nabi Isa as menjelaskan kepada kita bahwa Sosok yang Dijanjikan itu akan menggunakan metode ini untuk mengajak manusia.

“Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.” (Lukas 21:15)

Betapa gamblangnya deskripsi dari metode yang digunakan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad untuk menyebarkan Islam. Semasa hidupnya, beliau telah menulis delapan puluh empat buku, dan telah menantang secara terbuka semua penentang-penentang beliau agar menulis karya-karya seindah karya tulis beliau. Para penentang tak berani menerima tantangan ini, bahkan iming-iming hadiah uang pun tidak berhasil menggoda mereka.

  • Nubuatan Tentang Banyaknya Kehancuran di Akhir Zaman

           lagi, Nabi Isa menyatakan:

“..dan semua bangsa di bumi akan meratap” (Matius 24:30)

Disini Nabi Isa as menyajikan bukti nyata bahwa Almasih Yang Dijanjikan tidak akan setuju dengan pemikiran-pemikiran kontemporer dan ia tidak akan mendukung kelompok manapun, baik agama ataupun politik. Melalui kebijaksanaannya dan seruan kepada umat manusia agar mereka mereformasi diri atau jika tidak mereka akan menderita kehancuran, akan menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran dikalangan bangsa-bangsa. Begitu juga Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad mengkritisi semua agama, dengan memperlihatkan kepada mereka bahwa dalam beberapa hal mereka telah rusak dan menjauh dari kebenaran. Bacalah tulisan beliau sendiri dimana beliau memperingatkan manusia akan nasibnya bila ia mengabaikan peringatan dari Almasih.

“Sebuah tanda akan muncul dalam beberapa hari lagi, ia akan mencengkeram negeri, kota dan padang rumput. Orang-orang akan dicengkeram dalam gelombang kemurkaan Ilahi, begitu mendadaknya sehingga seorang yang tidak berpakaian tidak akan memiliki waktu untuk memakai cawatnya. Dengan tiba-tiba gempa bumi yang dahsyat akan mengguncang manusia, pohon-pohon, batu-batu dan lautan. Dalam sekejap mata bumi akan kacau-balau dan darah mengalir bagaikan air pasang. Mereka yang pada malam hari memakai pakaian putih seperti melati akan bangun dengan pakaian berkabung seolah dibalut warna merah. Manusia dan hewan-hewan akan keluar dari jiwa mereka, sedang merpati dan burung bulbul akan lupa nyanyian mereka. Saat itu akan menjadi sangat berat dimana para musafir dan orang orang dalam perjalanan akan tersesat dalam kebingungan. Air dari sungai-sungai gunung akan mengalir memerah darah orang mati laksana anggur merah. Manusia baik yang tinggi maupun rendah akan mengejang dalam ketakutan dan Tsar sendiri pada saat itu akan berada pada keadaan yang menyedihkan. Tanda Ilahi tersebut akan menjadi contoh kengerian. Langit akan menyerang dengan pedang terhunus. Janganlah terburu-buru menolak hal ini, wahai orang bodoh, karena dari penggenapan inilah kebenaranku bergantung. Ini adalah nubuatan berdasarkan wahyu Ilahi dan pasti akan tergenapi, tunggulah barang sejenak dalam sikap seorang yang beriman dan sabar. Wahyu Ilahi telah berulang kali menyebut kata gempa dalam keadaan ini, tetapi saya tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa yang terjadi adalah gempa bumi sesungguhnya tetapi beberapa bencana yang mengerikan yang belum pernah dilihat sebelumnya, yang akan membawa kepada kehancuran jiwa dan harta benda. Jika orang-orang tidak secara terbuka memperbaiki cara hidup mereka, dan jika tanda-tanda luar biasa ini tidak muncul, saya dalam hal ini akan terbukti palsu.” 1905

Sejarah telah menjadi saksi bagaimana nubuatan mengerikan ini telah terbukti. Sembilan tahun setelah nubuatan ini, dunia menyaksikan kerusakan dahsyat akibat Perang Dunia Pertama. Enam puluh lima juta tentara dikerahkan ke dalam kancah militer dan sepuluh juta orang tewas. Seluruh penduduk dunia menanggung derita akibat wabah kelaparan, penyakit dan kehilangan tempat tinggal. Kerugian harta benda diperkirakan mencapai dua ratus miliar dolar. Tsar turun tahta pada tahun 1917 dan dibunuh secara brutal tak lama setelah itu.

Kita akan lihat bukti lebih lanjut untuk mendukung konsep Almasih dan konsep reformasi (tajdid) ini ketika Nabi Isa as memberikan indikasi yang jelas bahwa Almasih Yang Dijanjikan akan menjadi seorang yang datang dalam namanya.

“Dan Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu tidak akan melihat Aku lagi, hingga kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!” (Matius 23:39)

  • Tanda-tanda dari Langit.

Nubuatan lain dibuat oleh Almasih Pertama, Nabi Isa, yang telah genap pada masa hidup Hadhrat  Ahmad.

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. (Matius 24:29)

Abad yang lalu bertaburan komet, hujan meteror, dan gerhana. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tahun 1835 dan wafat tahun 1908. Tahun-tahun itu, seperti yang akan kita lihat, aktifitas astronomi antara 1833 dan 1910, dan tahun kelahirannya dan kewafatannya ditandai dengan tanda-tanda samawi.

Komet Bielids pertama kali ditemukan pada tahun 1772. Pada tahun 1832, komet ini melewati bumi dengan jarak yang sangat dekat. Pada tahun 1845 komet ini teramati pecah menjadi dua, dan pada masa kembalinya yang diperkirakan pada tahun 1866 komet itu tidak ditemukan. Hujan meteor dari komet ini teramati pada tahun 1830, 1838, dan tahun 1885. 39.546 meteor nampak dalam empat jam. Sejak tahun 1899, sangat sedikit hujan meteor dari komet ini yang teramati. Antara tahun 1866-1867, komet Leonid menyebabkan hujan meteor paling spektakuler di zaman modern. Komet besar pada tahun 1882, salah satu yang paling terang di zaman modern dengan jarak tiga juta mil dari matahari. Komet pada tahun 1843 memiliki ekor sepanjang 200 juta mil.

Komet Haley muncul pada tahun 1835 dan selanjutnya pada tahun 1910. Komet Holmes muncul pada 1899 dan memiliki diameter lebih dari satu juta mil. Komet besar lainnya muncul pada tahun 1861 yang dapat dilihat di siang hari. Komet Morehouse pada tahun 1908 menunjukkan variasi yang paling cepat dalam kemunculannya yang dari hari ke hari tidak dianggap sebagai komet yang sama. Pada bulan Juni 1908 jatuh meteorit terbesar yang tercatat dalam sejarah terjadi di Siberia. Kehancuran yang disebabkannya masih bisa dilihat sampai hari ini. Apa yang disebutkan diatas adalah daftar komet dan tahun dimana mereka muncul paling dekat dengan matahari.

  • Tempat Munculnya Almasih Yang Dijanjikan

Mengenai tempat munculnya Almasih Yang Dijanjikan, Nabi Isa as menyatakan:

“Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. (Matius 24:27)

Nabi Isa berada di Yerusalem ketika beliau menyampaikan nubuatan ini, dan Qadian India, tempat kelahiran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad berada di sebelah Timur Yerusalem. Alkitab memberikan makna khusus ke arah timur di banyak tempat.

“Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur.” (Yeh 43:2).

“Datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem.” (Mat. 2:1),

“Bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka..”(Mat 2:9),

“Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit.” (Wah 7:2)

Dalam istilah Alkitab, timur merepresentasikan cahaya Allah, bimbingan dan kebijaksanaan Tuhan dan itu adalah pesan yang Hazrat Mirza Ghulam Ahmad bawa untuk manusia.

  • Nubuatan tentang Peperangan dan Kapitalisme

Dalam Matius ayat 24 Nabi Isa as juga menyatakan:

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” (Mat 24:12)

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad lahir ke dunia di tengah-tengah dunia yang penuh perbudakan, kekejaman, pelanggaran hukum, dan pemusnahan ras. Dunia pada masa itu adalah ketika kapitalisme berada pada titik yang paling buruk, dan terjadinya revolusi industri. Bahkan anak anak tidak luput dari kekejaman dan eksploitasinya. Selanjutnya Nabi Isa as menjelaskan:

“Kamu akan mendengar deru perang atau kabar kabar tentang perang.” (Mat 24:6)

Berikut ini adalah sebagian daftar peperangan yang tercatat dalam sejarah selama abad terakhir.

  1. Peperangan antara Cina dan Inggris, dan berhenti dengan lepasnya Hongkong ke tangan Inggris dan perjanjian ditandatangani pada 1842.
  2. Perang Crimean, Inggris, Perancis dan Turki melawan Rusia pada tahun 1854
  3. Pemberontakan Seopy 1857-1858
  4. Perancis dan Italia berperang melawan Austria 1859
  5. Perang Sipil Amerika Serikat, 1861-1865
  6. Perang Franco Prusia 1870-1871
  7. Perang Rusia Turki 1877-1878
  8. China dan Jepang 1890-1900
  9. Turki dan Yunani 1890-1900
  10. Invasi terhadap Cina oleh semua kekuatan besar pada tahun 1890 sampai 1900
  11. Perang Boar 1890-1900
  12. Perang tahun 1812 antara Kanada dan Amerika Serikat.
  • Kemunculan Almasih Palsu

Tanda lain dari kedatangan Almasih adalah akan banyak Almasih palsu yang muncul, dan di masa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad terdapat beberapa pengakuan dalam hal tersebut.

Nubuatan dari berbagai Kitab Suci lain

Nubuatan dari berbagai Kitab Suci lain mengenai munculnya sosok Reformer besar di akhir zaman akan disebutkan dibawah ini.

Guru Baba Banak yang merupakan seorang yang sangat saleh dan suci yang menerima wahyu dari Allah. Kata-katanya dicatat dan disimpan dalam Kitab Suci agama Sikh. Kita menemukan pernyataan beliau:

“Pemerintahan Dinasti Mogul akan berlangsung antara 1578-1897 di Era Bikram, kemudian seorang Reformer akan muncul.” (Jaham Sakhi dari Bhai Bala h.272)

“Akan datang suatu masa di akhir zaman ketika orang bertindak tidak berdasarkan kitab suci mereka dan tidak lagi melaksanakan puasa atau ibadah, Jogi, Sanyansi, Barhamcharvi dan Brahmin akan dianggap sebagai Guru. Kemudian seorang guru sempurna akan menghancurkan mereka semua. Demikianlah ketetapan surga yang pasti akan terjadi.” (Janam Sakhi h. 527)

Guru Nanak juga menubuatkan bahwa ia akan menjadi seorang Muslim, yang benar dan lurus, dan ia akan datang dari Batala dekat distrik Gurdaspur dan ia akan berasal dari suku Mogul (Janam Sakhi h. 234, 251, dan 452)

Kesamaan antara nubuatan Guru Nanak dan Nabi Isa yang ditemukan dalam Perjanjian Baru adalah sangat jelas. Mereka menunjukkan lokasi umum yang sama dari kedatangannya dan keduanya sepakat bahwa ia akan menjadi seorang yang sangat bijaksana. Masa kedatangannya juga sama, dan semua nubuatan ini telah digenapi oleh Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian.

Nubuatan Al-Qur’an Tentang Almasih Yang Dijanjikan

Al-Qur’an, kitab suci yang setiap Muslim meyakininya sebagai Firman Allah yang diwahyukan, juga menyebutkan beberapa nubuatan tentang sosok Reformer di akhir zaman.

“Dan ingatlah  ketika Isa Ibnu Maryam berkata, “Hai, Bani Israil, sesungguhnya aku Rasul Allah kepadamu membenarkan apa yang ada sebelumku yaitu Taurat, dan memberi khabar suka tentang seorang rasul yang datang sesudahku namanya Ahmad.” Maka tatkala ia datang kepada mereka dengan bukti-bukti jelas, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.” Dan, siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah, padahal ia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang aniaya. Mereka berkehendak memadamkan Cahaya Allah dengan mulut mereka, tetapi Allah akan menyempurnakan Cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dia-lah Yang mengirimkan Rasul-Nya dengan petunjuk dan dengan agama yang benar supaya Dia memenangkannya di atas semua agama, walaupun orang musyrik tidak menyukai.” (Q.S 61: 7-10)

Ayat-ayat ini menubuatkan utusan yang akan datang, yang akan menghilangkan semua kesalahan dan kekeliruan yang telah merebak ke semua agama, hingga menjadikannya unggul. Sebagai catatan mereka yang disebut ‘musyrik’ disini adalah orang Kristen, sehingga ayat-ayat ini menyiratkan bahwa sosok utusan ini akan muncul ketika agama Kristen berada pada puncaknya, dan akan nampak ajarannya sangat merusak. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad memulai misi beliau ketika Kerajaan Inggris sedang menguasai dunia, dan para misionaris Kristen memiliki dana dan sumber daya tak terbatas. Beliau datang menghancurkan doktrin Kristen dengan membuktikan bahwa Yesus selamat dari penyaliban dan dimakamkan di Kashmir.

“Dia-lah Yang telah membangkitkan di tengah-tengah bangsa  yang buta huruf seorang rasul dari antara mereka, yang membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya, dan mensucikan mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah, walaupun sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata. Dan, Dia akan membangkitkannya pada kaum lain dari antara mereka, yang belum bertemu dengan mereka. Dan, Dia-lah Yang Maha Perkasa, Maha bijaksana.” (62:3-4)

Seorang sahabat meriwayatkan:

‘Pada suatu hari kami sedang duduk-duduk bersama Nabi Besar Muhammad Saw ketika Surah Al-Jumu’ah diturunkan. Saya bertanya kepada Nabi Muhammad saw:  Siapakah orang yang disebut dalam kalimat ‘dan dari antara mereka yang belum bertemu dengan mereka?” – Salman al-Farsi  sedang duduk diantara kami. Setelah saya berulang-ulang mengajukan pertanyaan itu, Nabi Besar Muhammad saw  meletakkan tangan beliau pada Salman Al-Farisi dan bersabda: “Bila iman telah terbang ke Bintang Tsuraya, seorang lelaki dari mereka ini pasti akan mengambilnya kembali.” (Bukhari)

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang dari keturunan Persia, dan dengan membuktikan Islam lebih unggul diatas semua agama dan dengan menghapus interpolasi yang telah merasuk ke dalam Islam selama berabad-abad, beliau telah menegakkan kembali ajaran Islam yang benar dan telah menyelamatkan Islam, yang secara kiasan, beliau telah mengambil kembali iman dari bintang Tsuraya.

“Maka datang dari bagian terjauh kota itu seorang laki-laki dengan berlari-lari; ia berkata, “Hai kaumku, ikutilah para rasul itu. Ikutilah mereka yang tidak meminta upah dari kamu dan mereka yang telah mendapat petunjuk.” (36:21-22)

‘Bagian terjauh dari kota’ menandakan tempat yang jauh dari pusat Islam. Kata ‘berlari’ menunjukkan bahwa orang ini akan bekerja untuk Islam tanpa lelah, dan ‘mengikuti Rasul’ maksudnya bahwa ia tidak akan membawa pesan baru, melainkan hanya akan menghidupkan kembali pesan tersebut yang sudah diberikan kepada umat manusia. Yaitu pesan Islam. Sekali lagi kehidupan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad adalah refleksi dari ayat-ayat ini.

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Rasulullah saw telah menubuatkan tentang Imam Mahdi dengan menjelaskan bahwa akan banyak muncul pengakuan-pengakuan palsu seputar Imam Mahdi, dan Imam Mahdi akan datang dari antara umat Islam. Hanya satu yang akan menjadi Imam Mahdi, yaitu ia yang menjadi pengikut sejati Rasulullah saw. Untuk mendukung kebenaran klaimnya, dua tanda samawi akan nampak. Tanda-tanda itu adalah berupa terjadinya gerhana matahari dan bulan di bulan Ramadhan. Gerhana bulan akan terjadi pada awal pertama dari kemungkinan terjadinya gerhana, tanggal 13, dan matahari akan terjadi pada hari kedua kemungkinan terjadinya gerhana. Nubuatan ini tergenapi dengan cara ini.

Pada tahun 1890 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menyatakan kepada dunia bahwa beliau adalah Almasih Yang Dijanjikan dan Mahdi; beliau telah datang untuk menggenapi nubuatan-nubuatan Alkitab dan Al-Qur’an. Gerhana bulan dan matahari telah terjadi persis seperti yang diperkirakan yaitu pada tahun 1894 di belahan bumi timur dan pada tahun 1895 di belahan barat. Nubuatan ini juga disebutkan di dalam Alkitab.

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. (Mat 24:29)

Rasulullah saw juga membuat beberapa pernyataan mengenai identitas Imam Mahdi. Beliau bersabda:

  1. Namanya akan menyerupai nama Rasulullah saw
  2. Dia keturunan Persia dan memiliki hubungan keturunan dengan Rasulullah saw
  3. Dia akan datang dari timur Damaskus
  4. Dia akan berkulit gelap, tidak putih atau hitam, memiliki mata tajam, rambut lembut dan jenggot yang panjang
  5. Dia akan menderita dua penyakit
  6. Dia akan menerima wahyu Ilahi
  7. Lama misinya adalah 40 tahun
  8. Dia akan didukung oleh tanda-tanda samawi
  9. Dia akan memiliki dua misi, untuk mereformasi umat Islam dan untuk menunjukkan kepalsuan dari doktrin-doktrin lainnya
  10. Dia akan menegakkan kembali khilafah

Semua pernyataan itu cocok dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Kemungkinan satu orang memenuhi ciri ini dan pada saat yang bersama ia terbukti palsu adalah 1 berbanding 10 berpangkat 20.

Tanda-Tanda dari Weda

Mempelajari agama-agama dari India kita akan menjumpai Shri Krishna, dari semua tokoh spiritual India, ia merupakan suatu kebenaran yang terbesar. Tak satupun dari Resi Vedi dan Avatar bisa menyamainya dalam hal keagungan dan kemuliaan. Krishna menerima cahayanya dari langit, membersihkan Aryavarta dari segala dosa dan membimbing semua umatnya ke jalan yang benar. Rasulullah saw pernah bersabda. “Di India, telah ada seorang nabi dengan kulit kehitaman, ia dipanggil Kahin.” Kita membaca dalam Bhagavad Gita:

“Setiap kali ada pembusukan karma, wahai Bharata, dan akan ada peningkatan dan pengagung-agungan kejahatan, maka saya sendiri akan datang, untuk menyebarkan kebaikan, dan untuk menghancurkan para pelaku kejahatan dan demi tugas menegakkan kebenaran. Saya lahir dari zaman ke zaman.” (Gita 4:7-8)

Zaman telah berlalu sejak pernyataan ini dibuat oleh Krishna. Dunia kerapkali digoncang oleh kerusakan, dan hanya satu orang yang telah mengklaim mewakili kedatangannya kedua kali (yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad). Zaman sekarang ini dari segala sisi telah diakui sebagai zaman kegelapan spiritual dan kekafiran, tepatnya disebut sebagai Kalyuga. Jika Krishna bakal datang kembali, masa sekaranglah masa yang paling tepat untuk kedatangannya. Masa ketika Krishna datang lagi yang dalam Kitab Suci Hindu disebut sebagai zaman Kalyuga. Maha Rishi Vuyas menyebutkan sejumlah besar tanda-tanda dalam Gita untuk mengenali Kalyuga.

“Akan terjadi kerusakan secara bertahap dalam kebenaran dan iman, peradaban dan kebudayaan, kesalehan dan kesucian, usia dan kekuatan. Orang-orang akan berpostur pendek, dan umurnya rata rata hanya 30 tahun saja. Orang kaya akan dipandang dengan penuh penghormatan dan penghargaan, dan orang miskin akan dianggap najis dan terkucilkan. Brahmana hanya tanda yang menjadi rangkaian kesucian-Nya, seperti sanyase, jubah kulit leopardnya. Para terpelajar dan bodoh akan mengaku sebagai orang suci bijaksana dan akan menyampaikan khutbah dari mimbar-mimbar yang tinggi. Dengan memelihara rambut panjang dan kuku pada tubuh mereka, orang-orang akan menjadi Wahatura. Sadhus akan meninggalkan kehidupan hutan dan akan kembali ke kota dan menikmati perzinahan. Sejumlah besar orang akan menjadi ateis dan akan berpaling dari menyembah satu Tuhan yang benar. Tempat-tempat ibadah tidak akan dikunjungi lagi dan akan sunyi sepi, dan toko-toko anggur dan kedai-kedai minuman akan banyak dikunjungi. Orang-orang meskipun miskin tetapi akan larut dalam kesenangan-kesenangan sensual. Gaya rambut yang beraneka ragam akan dianggap sebagai tanda kecantikan. Perempuan dengan wajah yang tak tertutup akan berjalan-jalan di pasar-pasar bagaikan pelacur. Gadis-gadis berusia delapan tahun sudah menjadi ibu. Anak-anak  akan memanggil orang tua mereka bodoh. Hasil dari lahan akan menjadi sedikit, curah hujan sedikit dan telat. Sungai-sungai akan berbelok dari alirannya. Para penguasa akan menindas dan memusnahkan rakyat mereka. Dalam Kalyuga, raja-raja akan duduk di atas tahta Inggris, Turki Jepang dan Cina. Ini adalah masa ketika Shri Jishkalan Avtar akan muncul di panggung dunia. Tapi seperti halnya Nasi Bhagat, ia akan dibangkitkan dari suatu tempat yang tidak akan sesuai dengan harapan orang Hindu, oleh karena itu para pengamat superfisial, tak akan berhasil mengenalinya.”

Abad ke 19 telah menjadi saksi, untuk pertama kalinya, aliran sungai berubah, karena revolusi industri menghasilkan mesin yang mampu melakukan tugas ini. Terusan Suez selesai pada tahun 1869 dan Terusan Panama pada tahun 1903. Raja-Raja telah duduk diatas tahta negara-negara yang disebutkan dalam waktu Kalyuga. Hanya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian saja yang lahir di zaman ini, menyatakana diri sebagai wujud kembalinya Krishna.

Kemajuan Jamaah Almasih Akhir Zaman

Mengenai Jamaahnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad bersabda:

“Dengarlah wahai orang-orang, ini adalah nubuatan dari Dia yang telah menciptakan langit dan bumi. Dia akan menyebarkan jemaat-Nya ini ke setiap penjuru negeri dan akan membuatnya unggul atas semuanya, melalui nalar dan argumentasi. Hari-hari itu akan datang, dan sungguh itu telah dekat, saat jemaat ini akan menjadi satu-satunya agama yang akan kemuliaan. Tuhan akan menganugerahkan berkat yang luar biasa pada agama dan Jemaat ini. Dia akan menggagalkan setiap orang yang berusaha untuk menghancurkannya. Keunggulan ini akan berlangsung sampai hari penghakiman.

Ingatlah bahwa tidak akan ada yang turun dari langit. Semua lawan-lawan kami yang masih hidup hari ini pada akhirnya akan mati dan tidak akan pernah ada yang melihat Yesus putera Maryam turun dari langit. Begitu juga, generasi mereka berikutnya pun akan berlalu dan tidak ada diantara mereka yang akan melihat pemandangan itu. Kemudian generasi berikutnya setelah itu akan berlalu tanpa melihat Putera Maryam turun dari langit. Kemudian Allah akan membuat mereka gelisah bahwa meskipun masa keunggulan salib telah berlalu, dan dunia telah mengalami perubahan besar, namun Putera Maryam tidak akan turun dari langit. Kemudian orang-orang bijak sekonyong-konyong akan mencampakkan keyakinan ini. Abad ketiga setelah saat ini belum lagi akan berakhir tatkala mereka yang memegang keyakinan ini, baik Muslim maupun Kristen, akan kehilangan semua harapan dan akan mencampakkan pemikiran ini dengan rasa jijik. Kemudian nanti hanya akan ada satu agama yang akan menang di dunia ini dan memiliki satu pemimpin. Aku datang hanya untuk menabur benih, yang  telah disemaikan melalui tanganku. Sekarang ia akan bertunas dan tumbuh berkembang dan tidak ada yang dapat menghalangi pertumbuhannya.”


Penerjemah: Khaeruddin Ahmad Jusmansyah

Editor          : Abdul Mukhlis

Sumber       : www.alislam.org

(Visited 421 times, 1 visits today)