Imam Mahdi Adalah Al-Masih yang Dijanjikan

Ada orang yang suka memutar-balik keterangan itu dengan mengatakan: “Nabi Isa Israili a.s. akan datang untuk menjadi pemimpin kita, sedang Al-Qur’an kita tetap menjadi Imam kita”. Betapa mereka dengan berani telah memutar-balik hadits ini dengan mengikuti hawa nafsunya, padahal di dalam hadits tersebut tidak tercantum kata Al-Quran. Apakah Al-Qur’an Syarif itu merupakan makhluk hidup seperti umat manusia?

Hadits berikut ini yang juga diriwayatkan oleh Imam Muslim membantah pendapat keliru tersebut:

كيف انتم ا ذا نزل ابن مريم فيكم وامامكم منكم

“Bagaimana keadaan kamu, apabila Ibnu Maryam turun diantara kamu, maka ia menjadi Imam kamu?” (HR. Muslim).

Ada pula di dalam satu riwayat: “Fa-imaamukum minkum” artinya “maka dia (Isa) menjadi Imam kamu, sedang dia ada di antara kamu juga” (Lihat Muslim, Juz I, bab Nuzulul-Masih).

Betapa jelasnya keterangan ini! keterangan di atas menyatakan bahwa bukan Nabi Isa Israili a.s. yang akan datang ke dunia ini, melainkan Isa a.s. yang dijanjikan itu adalah seorang yang berasal dari umat Islam sendiri. Ada orang berkata bahwa Isa yang dijanjikan itu adalah “Ibnu Maryam” (Nabi Isa Israili a.s.), bukan orang lain. Kalau bukan Ibnu Maryam (Nabi Isa Israili a.s.) sendiri yang akan datang bagaimana maksud kata “Ibnu Maryam” itu? Jawabannya adalah: Memang Rasulullah saw. bersabda bahwa Isa Ibnu Maryam akan datang, akan tetapi menurut firman Allah Ta’ala dan sabda Nabi-Nya bahwa Nabi Isa Israili a.s. sudah wafat oleh karena itu tidak mungkin datang lagi”, dengan demikian pasti bahwa Nabi Isa yang dijanjikan itu adalah seorang dari umat Islam sendiri yang banyak memiliki persamaan seperti Isa Ibnu Maryam Israili a.s., sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits-hadits tadi.

Dari berbagai jawaban di atas mengenai Nabi Isa yang dijanjikan, kalau diperhatikan benar-benar maka akan menjadi nyata, bahwa pada hakikatnya Al-Mahdi di akhir Zaman tiada lain adalah Nabi Isa a.s. yang dijanjikan itulah. Berikut adalah beberapa alasannya:

1.) Nabi kita Muhammad, Rasulullah saw. bersabda:

لا مهدى الا عيسى

“Tiada Mahdi kecuali Isa” (Ibnu Majah, bab Syiddatuz- Zaman).

Ada seorang meriwayatkan hadits ini bernama Muhammad bin Khalid Al-Jundi, kata sebagian orang bahwa perawi itu tidak  diketahui keadaannya (majhul). Tetapi Imam Yahya bin Muin, yang sudah diakui sebagai Imam dalam hal memeriksa keadaan perawi-perawi hadis, menyatakan:

“Sesungguhnya Al-Jundi itu seorang perawi yang dipercayai” (Muqaddamah Ibnu Khaldun, hal. 363).

Apalagi Imam Syafi’i rahmatullah ‘alaihi menerima riwayat ini dari Al-Jundi, telah disebutkan demikian:

ِ“Apabila seorang yang adil meriwayatkan suatu riwayat dari seorang lain, maka berarti bahwa orang lain ini adalah seorang yang dipercaya, terkecuali kalau diketahui suatu cacat lagi”. (Zadul-Ma’ad, Jilid II, hal.232).

Maka jelaslah bahwa riwayat ini shahih karena Imam Syafi’i rahmatullah ‘alaihi menerima riwayat itu dari Al-Jundi tadi.

Doktor Al-Haj Abdul Karim Amrullah (Ayah HAMKA), mengatakan dalam bukunya “Al-Qaulush-Shahih” bahwa hadits ini tidak ada sama sekali dalam hadits Ibnu Majah, bahkan buatan kaum Ahmadiyah sendiri, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Berkaitan dengan hadits ini, ulama Ahli Tashawwuf telah menulis:

َ“Tiada akan ada Mahdi, melainkan Mahdi yang berhubungan dengan syariat Muhammad sama seperti perhubungan Isa dengan syariat Musa, yakni sebagaimana Isa mengikuti syariat Musa dengan tidak memansukhkan dan membatalkan suatu hukum pun, begitu juga Imam Mahdi akan mengikuti syari‘at Muhammad dengan tidak membatalkan hukum apa pun dari syari‘at Islam ini. (Muqaddamah Ibnu Khaldun, hal. 367 dan Hujajul-Kiramah, hal. 421).

2.) Nabi kita Muhammad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:

يوشك من عاش منكم أن يلقى ابن مريم اماما مهديا وحكما عدلا

“Hampir-hampir orang yang berada di antara kalian akan bertemu Isa Ibnu Maryam sebagai Imam Mahdi”. (Musnad Ahmad bin Hanbal, Jilid II, hal. 411).

Dalam hadits ini Isa Ibnu Maryam itu dikatakan sebagai Imam Mahdi.

(3) Allamah Umar Ath-Thibi rahmatullah ‘alaihi berkata:

ِ“Sesungguhnya sebagian besar Mufassir Ahlis Sunnah Wal-Jamaah berkata bahwa, “Tidak ada Mahdi kecuali Isa” (Jaridah Alif, Bab Adad, hal. 3499).

(4) Bukan hanya Ahlus-Sunnah Wal-Jamaah saja yang mengakui begitu, bahkan sudah disebutkan dalam kitab-kitab golongan Syi’ah juga, bahwa Imam Mahdi a.s. akan berkata kepada manusia:

“Wahai manusia! Dengarkanlah, siapa saja yang hendak melihat Isa dan Syam‘un, maka lihatlah saya ini adalah Isa dan Syam‘un” (Kitab Biharul-Anwar, Jilid XIII, hal. 202).

(5) Semua indikator tersebut adalah sama-sama berhubungan dengan Imam Mahdi dan Isa a.s., yaitu:

  • Kedua-duanya akan datang di akhir Zaman.
  • Kedua-duanya berwarna kuning langsat (Al-Bukhari, Juz II, hal. 159 dan Hujajul-Kiramah, hal. 360).
  • Kedua-duanya akan membagikan harta (Al-Bukhari, Juz II, hal. 159 dan Musnad Ahmad, Jilid III, hal. 37).
  • Kedua-duanya akan menjalankan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (Muslim, Jilid I, hal. 72 dan Hujajul-Kiramah, hal. 361).
  • Kedua-duanya akan memecahkan salib (Al-Bukhari, Jilid II, hal. 159 dan Hujajul-Kiramah, hal. 393).
  • Kedua-duanya berlaku adil (Muslim, Jilid I, hal. 72 dan Hujajul-Kiramah, hal. 372).
  • Kedua-duanya akan tinggal 7 tahun (Al-Misykat, hal. 481 dan Hujajul-Kiramah, hal. 359).

Semua indikator tersebut menyaksikan bahwa kedua nama gelar itu hanya cocok bagi seorang saja.

(Visited 2,112 times, 1 visits today)