Pidato Lahore


Selama dalam perkara yang berlarut-larut di Gurdaspur, Hazrat ahmad as pernah melakukan perjalanan penting. Pertama pada bulan Agustus 1904, beliau as pergi ke Lahore untuk 15 hari lamanya. Orang datang berduyun-duyun untuk menjenguk beliau as. Setiap hari di dekat tempat tinggal beliau, orang-orang pada berkumpul ramai. Para musuh beliau pun datang untuk membuat keributan dan mencaci maki beliau. Ada seseorang yang lolos menembus dan masuk ke dalam rumah, sehingga terpaksa dikeluarkan dengan cara kekerasan.

Atas permintaan saudara-saudara di Lahore, Hazrat Ahmad as menyusun sebuah pidato yang kemudian dicetak dalam bentuk buku. Pidato ini dibacakan oleh Hazrat Maulvi Abdul Karim Sialkoti dalam sebuah pertemuan besar yang dihadiri oleh sekitar 8000 orang. Hazrat Ahmad as sendiri hadiir pada acara itu. Setelah selesai dibacakan, hadirin minta supaya beliau as juga menyampaikan beberapa ucapan dari mulut suci beliau sendiri. Oleh karena itu Hazrat Ahmad as berdiri dan berbicara dengan ringkas selama setengah jam.

Pengalaman yang berulang-ulang telah menyatakan bahwa di setiap tempat yang beliau as kunjungi, orang-orang dari berbagai agama — terutama dari kalangan yang menamakan diri sebagai Muslim — bangkit untuk melawan dan memperlihatkan kebencian mereka pada Hazrat Ahmad as. Maka para pejabat polisi telah mengatur dengan sebaik-baiknya. Polisi pribumi maupun polisi Eropa dengan senjata lengkap telah mengawal acara itu. Pejabat Polisi telah mendapat kabar terlebih dahulu bahwa beberapa orang yang tidak bertanggung jawab telah berkumpul di luar tempat pertemuan, sengaja untuk menimbulkan keributan. Maka polisi pun telah mengatur kepulangan beliau secara khusus dengan selamat. Di bawah pengawalan yang ketat, di depan dan di belakang serta di tengah-tengah kendaraan, Hazrat Ahmad as pulang ke tempat beliau menetap. Orang-orang berniat jahat itu tidak berhasil melaksanakan apa yang mereka rencanakan. Dari sana Hazrat Ahmad as kembali lagi ke Gurdaspur.

(Visited 5 times, 1 visits today)