Al-Wasiat


Pada bulan Desember 1905, Hazrat Ahmad as mendapat ilham yang menerangkan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, oleh karenanya beliau menulis sebuah buku yang berjudul Al-Wasiat, yang disebar luaskan kepada seluruh warga Jemaat Ahmadiyah.

Di dalamnya beliau as memberitahukan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, dan menasihatkan agar Jemaat tenteram serta berbesar hati. Demikian pula, berdasarkan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as mengumumkan untuk membuat sebuah areal perkuburan khusus (Bahesyti Maqbarah), dan orang-orang yang akan dikebumikan disana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Yakni mengurbankan paling sedikit 1/10 harta bendanya dan 1/10 dari penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan Islam. Hazrat Ahmad as menjelaskan :

“Allah Taala telah memberi kabar suka kepada saya, bahwa di perkuburan itu hanya orang-orang ahli surga saja lah yang akan dikuburkan.”

Dan beliau as juga membentuk sebuah badan untuk mengurus harta benda yang akan diserahkan oleh orang-orang yang akan dikuburkan di pekuburan tersebut, untuk digunakan bagi pengembangan Islam. Selain ketentuan tersebut, beliau as memberikan sebuah kabar ghaib :

“Untuk menjaga dan mengurus Jemaat ini setelah kewafatanku Allah Taala sendiri yang akan mengaturnya sebagaimana Dia telah mengatur setelah (kewafatan) nabi-nabi terdahulu. Allah akan menegakkan orang yang akan mengurus Jemaat ini sebagaimana Hazrat Abu Bakar ra mengurus umat Islam sesudah kewafatan Junjungan Yang Mulia Nabi Muhammad saw.

Sebelum Al-Wasiat terbit, terlebih dahulu sudah ada badan-badan yang mengurus masalah pekerjaan-pekerjaan, pendidikan dan tabligh, yakni yang mengurus sekolahsekolah dan majalah. Kemudian untuk mengurus Bahesyti Maqbarah, tempat perkuburan tersebut, telah pula dibentuk sebuah badan baru. Namun atas permintaan beberapa murid beliau as, pada bulan Desember 1906, badan urusan wasiat atau Bahesyti Maqbarah itu diganti dengan sebuah lembaga yang mengurus sekolahsekolah, majalah Review of Religions, Bahesyti Maqbarah tempat perkuburan itu, dan urusan-urusan lainnya. Yakni sebuah lembaga yang dinamakan Sadr Anjuman Ahmadiyah yang berpusat di Qadian.

(Visited 107 times, 1 visits today)