Kunjungan Sir Wilson ke Qadian


Pada tanggal 21 Maret 1908, Sir Wilson sebagai Financial Commissioner propinsi Punjab berkunjung ke Qadian. Hazrat Ahmad as memerintahkan warga Ahmadi menyambut dan menghormati Sir Wilson, serta menyediakan sebuah kemah di lapangan sekolah, dan memberikan jamuan kepadanya.

Para penentang Hazrat Ahmad as sudah lama menyebarluaskan isu bahwa beliau anti pemerintah, sebab tidak suka bergaul dengan para pembesar negeri. Maka dengan amal perbuatan nyata beliau as telah membersihkan tuduhan itu. Hazrat Ahmad as sendiri beserta tujuh atau delapan tokoh Ahmadi lain pergi menemui tamu tersebut. Sir Wilson pun menerima Hazrat Ahmad as dengan sangat hormat di depan pintu kemahnya, dan menanyakan berbagai hal tentang Jemaat Ahmadiyah. Satu hal yang penting dalam pembicaraan tersebut ialah tentang Muslim League yang baru saja didirikan pada waktu itu. Para pembesar pemerintah Inggris waktu itu sangat menyetujui anggaran dasar partai Muslim League tersebut, dan menganggap bahwa partai ini benar-benar akan dapat menjauhkan kesalahan-kesalahan yang ditimbulkan oleh partai Kongres. Bahkan ada juga para pembesar negeri yang dengan halus menganjurkan tokoh-tokoh terkemuka dan rakyat untuk masuk ke dalam partai tersebut. Sir Wilson pun menceritakan tentang Muslim League ke Hazrat Ahmad as dan menanyakan tanggapan beliau as. Hazrat Ahmad as menerangkan, beliau tidak begitu menyetujuinya. Sir Wilson memuji lagi lembaga itu. Hazrat Ahmad as menerangkan bahwa lembaga itu dapat membahayakan. Sir Wilson menyatakan, lembaga ini jangan disamakan dengan partai Kongres, karena dari permulaan pun telah kelihatan bahwa partai Kongres akan melampaui batas-batas yang diinginkan, tetapi lembaga yang satu ini telah didirikan atas undang-undang dan peraturan yang sedemikian rupa sehingga tidak akanmenyerupai partai Kongres.

Seorang murid Hazrat Ahmad as bernama Khwaja Kamaluddin — yang mendirikan Woking Mission dan menerbitkan majalah Muslim India — juga menyatakan persetujuannya atas keteranngan Sir Wilson. Ia menerangkan bahwa ia pun ikut menjadi anggota partai tersebut karena undang-undang dasarnya bagus dan jauh dari bahaya. Tetapi Hazrat Ahmad as menjawab, ” Saya merasa lembaga ini pun nanti pada suatu waktu akan menyerupai partai Kongres, dan caranya ikut campur dalam politik negeri akan berbahaya juga.”

Kini setiap orang yang memperhatikan masalah politik dapat menyaksikan kebenaran ucapan Hazrat Ahmad as yang telah menjadi sempurna itu.

(Visited 5 times, 1 visits today)