Kewafatan Nabi Isa ibnu Maryam as.


3. Ijma’ Para Sahabat Nabi

Sekarang saya hendak mengemukakan ijma’ para Sahabat yang menyatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam sudah wafat. Perhatikanlah ijma’ ini dengan cermat:

3. IJMA’ PARA SAHABAT NABI_Al-Bukhari Juz IIIbab Maridhun-Nabi

“Hadhrat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anh meriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat hadhrat Abu Bakar radhiyallahu ‘anh keluar sedang Umar radhiyallahu ‘anh bercakapcakap dengan orang-orang di luar. Apa kata Umar? Telah disebutkan dalam riwayat lain bahwa dia berkata: Nabi kita belum mati dan orang yang mengatakan bahwa Nabi kita sudah mati, akan saya pancung lehernya. Hadhrat Abu Bakar radhiyallahu ‘anh berkata kepada Umar radhiyallahu ‘anh: Wahai Umar, duduklah! – akan tetapi Umar radhiyallahu ‘anh tidak mau duduk, maka semua orang pergi kepada Hadhrat Abu Bakar radhiyallahu ‘anh, lalu beliau mulai berkhuthbah, kata beliau: Amma ba’du, siapa di antara kami menyembah kepada Muhammad, maka hendaklah ia mengetahui bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat, dan siapa yang menyembah kepada Allah, maka Allah itu hidup, tidak akan mati, Allah berfirman: Dan tidaklah Muhammad, melainkan seorang Rasul- sebenarnya semua Rasul yang sebelumnya itu sudah wafat.

Kata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anh, demi Allah! Seakan-akan orang Islam belum mengetahui bahwa ayat itu sudah diturunkan oleh Allah Ta’ala sehingga ayat itu dibaca oleh Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, maka semua orang menerima ayat itu dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, maka saya tidak mendengar seorangpun, melainkan membaca ayat itu. Dan Sa’id bin Musayyab radhiyallahu ‘anh memberi tahukan kepada saya bahwa Umar radhiyallahu ‘anh berkata: Demi Allah! Mendengar ayat itu dibaca oleh Hadhrat Abu Bakar, maka seakan-akan kaki saya sudah terpotong sehingga kaki saya tidak dapat menahan saya dan saya terjatuh ke bumi mendengar ayat yang dibacanya itu bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat” (Hadis Al-Bukhari Juz III, bab Maridhun-Nabi wa wafatuhu)

Riwayat ini menyatakan bahwa:

a. Pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat, para Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkumpul.

b. Hadhrat Umar radhiyallahu ‘anh tidak percaya bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.

c. Hadhrat Abu Bakar radhiyallahu ‘anh membaca ayat (QS. 3, Ali Imran: 145)

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ

dan menjelaskan bahwa sebagaimana semua Rasul yang terdahulu sudah wafat, begitu juga Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah wafat.

d. Mendengar khuthbah Abu Bakar radhiyallahu ‘anh tersebut tidak ada Sahabat Nabi, walau seorang pun yang telah menolak keterangan Hadhrat Abu Bakar itu. Jadi, sebagaimana Sahabat-sahabat Nabi sudah ijma’ berkenaan dengan wafatnya Nabi kita, begitu juga semua Sahabat itu sudah ijma’ pula bahwa semua Nabi yang terdahulu itu sudah wafat, baik Musa ‘alaihis salam, Isa ‘alaihis salam maupun Nabi-nabi lainnya.

Pada masa itu juga, di negara Bahrain Hadhrat Al-Jarud telah berkhuthbah di hadapan orang-orang Islam katanya:

3. IJMA’ PARA SAHABAT NABI_Tarihul-Kamil Ibnu Atsir Al-JuzriJilid 2hal179

“Adakah kamu mengetahui bahwa ada juga Nabi-nabi Allah di masa dulu? Ya, kata mereka. Bagaimana keadaan mereka (para Nabi) itu, dia berkata lagi: Semuanya telah wafat, jawab mereka. Maka Nabi kita pun sudah wafat seperti mereka itu, kata dia lagi.” (Tarihul-Kamil Ibnu Atsir Al-Juzri, Jilid 2, hal. 179)

Kejadian ini juga menunjukkan bahwa orang-orang Islam di masa Nabi tetap mengaku bahwa semua Nabi yang diutus sebelum Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sudah wafat.

Tatkala Hadhrat Ali radhiyallahu ‘anh wafat, Hadhrat Hasan radhiyallahu ‘anh berkhuthbah di hadapan orang-orang Islam, demikian:

3. IJMA’ PARA SAHABAT NABI_Thabaqat Ibnu Saad Jilid III hal26

“Hadhrat Ali sudah wafat pada malam ruh Nabi Isa itu diangkat, yaitu pada 27 Ramadhan” (Thabaqat Ibnu Sa’ad, Jilid III, hal. 26)

Jadi, hari wafatnya Nabi Isa ‘alaihis salam dan Ali itu sama, yaitu 27 Ramadhan. Di antara 4 Imam, Hadhrat Imam Malik rahmatullah ‘alaih berkata:

3. IJMA’ PARA SAHABAT NABI_Ikmalul-Ikmal Syarah Muslim Juz I hal 26

“Imam Malik berkata bahwa Isa bin Maryam sudah mati” (Ikmalul-Ikmal, Syarah Muslim, Juz I, hal 26).

Sedang 3 Imam lainnya tidak menyalahkan perkataan Imam Malik rahmatullah itu.

Alhamdulillah saya dapat menunjukkan keterangan dari Al-Quranul-Majid, Hadis-hadis Nabi, Ijma’ para Sahabat dan kata-kata Imam yang menyatakan bahwa Nabi Isa itu sudah wafat, tidak hidup lagi.

Tuan Mufti yang mulia! Saya mohon dengan hormat supaya keterangan-keterangan ini diperhatikan, bukan untuk membantah dan menolak melainkan untuk mencari yang benar.

Kemudian, kalau tuan-tuan tidak setuju dengan arti ayat dan Hadis yang saya sebutkan, saya harap dibantah satu persatu dengan keterangan pula.

Sekian dulu, saya sudah dengan hormat dan As-salamu’alaikum warahmatullahi , dari saya (Muhammad Shadiq-Al-Mubasysyir Al-Islamiy Al-Ahmadiy).

Inilah keterangan yang telah saya serahkan kepada Tuan Mufti Fairuq yang dihormati itu pada 27 Juli 1952. Akan tetapi beliau berkata: “Tidak perlu kita membahas lagi”.

Saya jawab: “Bagaimana perjanjian kita semalam?”.

Mendengar pertanyaan saya ini, Tuan Haji Asy’iya Qadhi Kuala Kangar Campur berkata: “Kita mau membahas berkenaan dengan “Mirza Ghulam Ahmad sebagai seorang Nabi”. Boleh juga, jawaban saya asal Tuan-tuan mau membahas!”.

Akan tetapi Tuan Mufti tidak mau membahas lagi.

Saudara-saudara para Ulama Al-Azhar dan Mesir sudah berfatwa pula:

3. IJMA’ PARA SAHABAT NABI_Majalah Ar-Risalah 11 Mei 1942

“Tiada dalam Al-Quranul-Majid ataupun dalam Hadis satupun keterangan yang patut dijadikan aqidah yang menetapkan hati bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam sudah diangkat ke langit dengan tubuh kasarnya dan dia masih hidup di sana”(Majalah Ar-Risalah 11 Mei 1942).

Inilah fatwa para Ulama terkemuka di Mesir.

Di kota Amritsar (Punjab) ada satu majalah yang bernama “BALAGH” yang diterbitkan para Ulama yang memusuhi Ahmadiyah, dalam terbitan bulan Januari tahun 1933 dia telah menyiarkan keterangan berkenaan dengan wafatnya Nabi Isa ‘alaihis salam. Ringkasnya ialah bahwa banyak Imam Besar telah mengakui wafatnya beliau itu. Jangan jauh-jauh, Haji Rasul (ayah HAMKA) sudah menjelaskan dalam bukunya (AL-QAULUSH-SHAHIH” bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam sudah wafat.

(Penerangan Ahmadiyah, hlm. 49-73)

[⇑]


(Visited 47 times, 1 visits today)