Khutbah 2-11-2001 Khu-O

            Di dalam khutbah sebelumnya, topik subbuwhiyyat-kemahasucian yang  tengah berjalan pada waktu itu, kini sedikit bagiannya masih tersisa,yang kurang lebih bahannya cukup untuk satu khutbah atau kurang.Akan tetapi, karena hari ini akan ada pengumuman tahun baru Tahrik Jadid,oleh karena itu topik bahasan khutbah yang saya pilih yang ada keterkaitannya  dengan   topik  razzaaqiyyat-(Tuhan) Maha Pemberi rezeki.

            arraaziqu warrazzaaqu tertulis dalam Mufradaat Imam Ragib bahwa kata rizqun kadangkala di gunakan untuk anugerah/pemberian  yang berlaku/berjalan, apakah itu anugerah dunia atau anugerah ukhrawi atau kadangkala di gunakan untuk nasiyb– bagian atau kadangkala untuk makanan yang masuk ke dalam perut.Di dalam Al-Quran Allah berfirman wattaquw minmaa razaqnaakum maksudnya adalah belanjakanlah  harta, kehormatan , ilmu dll milikmu. Kata Raaziq(un) digunakan untuk yang menciptakan kemudahan/kelancaran atau yang memberikan rezeki/pencaharian dan yang menjadi penyebab rezeki/ pencaharian dan itu adalah Allah.Begitu juga kata raaziq digunakan juga untuk manusia/orang  yang menjadi  perantara untuk sampainya rezeki kepada orang lain. Namun kata razzaaq digunakan hanya untuk Allah. Jadi Allah yang memberikan rezeki,  seterusnya yang memberi itu  pun menjadi raaziq-pemberi rezekinya.Namun tidak bisa menjadi razzaaq. Razzaaq-Maha Pemberi rezeki hanya khusus untuk Allah.Di dalam (Lisanu.arab) raaziq warrazzaaq adalah sifat-sifat  Tuhan. Dan sesuai dengan Lisanul ’Arab raaziq dan razzaaq adalah  sifat-sifat Tuhan. Karena Dia memberi rezeki kepada semua makhluk.

            Ayat pertama dalam seri ini adalah ayat ke tiga dan ke empat surah Al-Baqarah:dzaalika………yunfiquwn- Inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya pemberi petunjuk kepada orang-orang yang muttaqi, orang yang beriman pada yang gaib dan menegakkan shalat dan rezeki apa yang  kami berikan pada mereka dari itu mereka belanjakan.

            Hadhrat Sa’id Aththai berkata bahwa Abu Kabsyah Al-Ansri menerangkan padanya  bahwa beliau mendengar Rasulullah saw. bersabda:”Harta seseorang tidak menjadi kurang karena memberikan sedekah” Ini merupakan pengalaman  kita bahwa selalu akibat dari sedekah harta menjadi bertambah, tidak berkurang. Kapan saja  seorang hamba teraniaya dan dia bersabar atas hal itu maka Allah akan menambah kemuliaannya.Apabila seorang membuka pintu meminta-minta untuk dirinya maka Allah  membuka pintu kemiskinan/kemelaratan untuknya.Inipun merupakan pengalaman setiap hari/umum.Satu kali seseorang memulai kebiasaan meminta,maka akan selalu menjadi lapar dan telanjang/kekurangan dan akibat  dari meminta di dalam rezekinya tidak terjadi penambahan. Kemudian bersabda:Saya memberitahukan lagi padamu ingat pula itu. Yakni yang meriwayatkan menerangkan bahwa saya memberitahukan hal lain lagi kepadamu ingatlah pula itu.Kemudian Rasulullah saw. bersabda:Di dunia ini ada empat macam orang. Satu adalah orang yang Allah anugerahkan ilmu dan harta dan berkenaan dengan itu dia bertakwa pada  Tuhan  dan berlaku  baik pada  sanak keluarga dan dia mengetahui bahwa di dalam itu ada juga hak Tuhan,orang semacam ini menempati kedudukan/tempat yang  paling tinggi. Kedua, adalah orang yang memang Allah telah anugerahkan ilmu, tapi harta tidak Dia anugerahkan.Namun, niatnya baik dan dia menginginkan bahwa jika saya memiliki harta maka sayapun akan melakukan amal seperti si fulan. Jadi,dia akan diperlakukan sesuai dengan niatnya  dan  keduanya akan meraih ganjaran yang   sama. Ketiga, adalah orang yang Allah anugerahkan harta tapi ilmu tidak Dia anugerahkan.Dia membelanjakan hartanya tampa fikir-fikir.Berkenaan dengan itu dia tidak menempuh jalan takwa dan tidak pula  memperlakukan  keluarga dengan baik dan dia tidak juga mengatahui bahwa di dalam itu  juga ada hak Tuhan. Orang  serupa ini berada di tempat yang terburuk. Keempat, adalah orang yang Allah tidak anugerahkan harta dan tidak pula ilmu, namun dia menginginkan bahwa jika saya memiliki harta maka saya pun akan beramal seperti si fulan,kepadanyapun akan diperlakukan sesuai dengan niatnya dan beban keduanya akan sama.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 dalam menafsirkan ini menerangkan: Sifat orang muttaqi yang ketiga di tempat ini yang  diterangkan bahwa minma razaqna hum yunfiquwn-Rezeki apa yang kami telah anugerahkan padanya  dari itu mereka membelanjakan di jalan Allah. Beliau mengeluarkan satu point/pokok bahasan dari minma razaqna humyunfiquwn- bahwa  rezeki apa yang  kami telah berikan padanya, dari itu sebagian mereka belanjakan di jalan Allah.Yakni, mereka tidak  mendapat taufik untuk memberikan semuanya.Namun apapun yang Allah berikan padanya  dari itu sedikit banyak/ada saja yang mereka. belanjakan..Berhubung karena itu merupakan tingkatan awal dari seorang yang bertakwa,maka jangkauan pandangan tidak begitu luas dan di dalam pengenalan Tuhan(kedudukan ‘arifbillah) baru disebutkan hanya sekedar baru  masuk.Oleh karena itu berfirman: Apapun  rezeki yang telah kami berikan kepada mereka dari itu mereka membelajakan di jalan kami. Pada dasarnya semua itu adalah milik Allah dan Allah-lah yang menganugerahkan.Oleh karena itu  yang  telah Dia berikan  kepada Dialah dia memberikan/membelanjakan.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam kaitan ini bersabda:sab kuch teri hi ‘atha he ghar se to kuc nah laae(segala sesuatu adalah anugerah engkau (kami) tidak membawa apa-apa dari rumah).Pada hakekatnya memang merupakan  anugerah Tuhan.Namun walhasil merupakan  perintah Allah bahwa untuk diri sendirpun simpan dan untuk keluaragapun. Dan janganlah meninggalkan orang-orang yang di belakang menjadi meminta-minta. Oleh karena itu, inipun karena perintah Tuhanlah bahwa apa yang telah Dia anugerahkan itu kita tidak  kembalikan semua Karena Dia  telah memberikan rezeki pada kita untuk kekuatan kita juga. Dia telah menganugerahkan rezeki untuk kita hidup  ,Dia telah menganugerahkan rezeki  untuk kita menghidupkan sanak keluarga kita. Jadi, semua rezeki ini adalah di bawah minma bahwa dari apa yang Allah anugerahkan dari itu sebagian  harus kembalikan kepada Tuhan.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 menulis: Point ini satu kali Hadhrat Masih Mauud a.s. telah terangkan bahwa disini maksud rezeki tidak hanya barang-barang makanan saja bahkan maksudnya segenap nikmat yang manusia dapatkan dari Tuhan.Yakni, setiap saat  selalu siap  bersolidaritas  pada ummat manusia dan dari setiap segi dan sisi melakukan pengkhidmatan ini. Contohnya adalah ajaran nabi saw yang  beliau telah berikan pada manusia itu sesuai kondisi dan sesuai rasa/ naluri manusia. Dari cara-cara   (infaq)beliau itu, sebagaimana  seorang pedagang  berniaga sesuai peraturan Islam  dia meraih ridha Ilahi, begitu juga seorang yang suka/ mencari alasan untuk  berperang  dengan mengambil pelajaran perang dia bisa  meraih ridha Ilahi. Merubah adat kebiasaan demi meraih keridhaan Tuhan,meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk inipun merupakan infaq fi ssabilillah-membelanjakan harta di jalan Allah. Begitu juga  memberitahukan hal yang baik kepada orang-orang dengan lisan dan mencegah  keburukan juga termasuk di dalamnya. Jika Tuhan telah memberikan ilmu maka ajarkanlah kepada orang-orang dan jika harta dan kekayaan Tuhan berikan maka sesuai dengan cara-cara yang Allah beritahukan belanjakanlah harta itu.

Dan negeri kita khususnya Hindustan nasib yang  paling sial/malang adalah bahwa apapun ilmu yang Allah telah berikan  secara istimewa padanya itu secara tidak formal dari orang ke orang mereka teruskan /ajarkan karena  takut jangan-jangan ada orang lain yang  dengan mengambil faedah dari ilmu itu lalu seperti mereka orang lain mulai meraih keuntungan..Akibatnya ilmu menjadi terbatas dan tidak berkembang untuk seterusnya.Orang-orang Eropa dari hal/pokok ini sangat banyak mengambil faedah.Apapun ilmu yang diperoleh mereka pada waktu itu langsung menyebarkannya. Bahkan mereka mengundang untuk percobaan bahwa kamupun boleh mengadakan  percobaan  bahwa  ilmu ini  persis sama.Sebagai hasilnya coba perhatikan, langit dan bumi perbedaannya. Mana  perbandingan dunia Timur yang karena membatasi/ menahan ilmu mereka,  mereka ditimpa kehancuran/kemunduran yang luar biasa dan mana dunia Barat yang karena mempromosikan/ meneruskan ilmu berapa besar nikmat-nikmat yang mereka ambil mamfaatnya. Jadi, jika nasehat Rasulullah saw. yang kecil sekalipun  diamalkan maka   faedah-faedah yang sangat agung yang akan  diraih.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 selanjutnya menulis syair Hadhrat Masih Mauud a.s.(Farsi) Tidak pernah dilihat orang yang  membelanjakan harta di jalan Allah menjadi miskin/peminta-minta Allah sendiri yang menjadi penolongnya jika dia menciptakan   tekad yang kuat. Pada zaman ini tempat/peluang pembelanjaan harta yang paling besar adalah meninggikan gejolak dan semangat   demi untuk menyebarkan Jemaat Ahmadiyah,Jemaat Ilahi dengan cara pembelanjakan harta benda. Pada saat inipun(itupun?) siapa yang tidak mencintai harta dan dalam pengkhidmatan agama  dia telah membelanjakan lewat tangan Rasulullah saw. dialah yang telah meraih kedudukan tinggi dan telah menjdi siddiq.Kinipun siapa yang melakukan, akan menjadi itu dan Tuhan tidak akan menyia-nyiakan usaha dan kerja kerasnya.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:wa minma razaqna hum yunfiquwn maksud rezeki tidak hanya harta, bahkan apa yang telah diberikan padanya dalam bentuk ilmu, hikmat, ketabiban, ini semua termasuk rezeki. Dari itu membelanjakan harta di jalan Allah. Manusia di jalan ini secara bertahap tingkat demi tingkat akan meraih kemajuan.Di dalam hal bertahap tingkat-demi tingkat mengalami kemajuan Hadhrat Masih Mauud a.s. telah menerangkan  point/pokok bahwa dengan membelanjakan harta di jalan Allah di masa permulaan terasa lebih susah dan seberapa terus menerus membelajakan maka hatinya menjadi terus terbuka. Sehingga orang yang membelanjakan sedikit sekalipun  pada akhirnya akan menjadi siap melenyapkan yang banyak di jalan Tuhan. Bagian ke dua dari takwa ini adalah minma razaqna hum yunfiquwn– apa yang kami telah berikan dari itu mereka belanjakan.Pada umumnya orang –orang menganggap rezeki itu adalah barang makanan, ini adalah salah. Apapun kekuatan yang diberikan itupun rezeki.Ilmu-ilmu, keahlian dll makrifat dan hakekat yang dianugerahkan itu   secara zahir untuk kemudahan dalam mata pencaharian. Pemerintahan termasuk di dalam katagori rezeki. Nah, inipun merupakan point yang sangat agung yang kurang lebih Hadhrat Masih Mauud a.s. untuk pertama kali beliau berikan dalam topik ini bahwa siapa yang dianugerahi pemerintahan  itupun adalah rezeki dari Tuhan dan haknya/kewajibanya pun  harus dilunasi/penuhi. Jika kamu diberikan penerintahan karena  dianggap jujur  maka ini merupakan hadiah Tuhan kepada kalian.Dari itu kalian harus dengan ketakwaan membayar haknya sepenuhnya.Sehingga kemudian bersabda:Akhlak muliapun termasuk rezeki.Seorang yang meraih akhlak mulia itupun merupakan satu corak rezeki dari Tuhan. Dan dari  apa yang kami telah berikan  mereka belanjakan,yakni berperangai  akhlak mulia.Dan  akhlak mulia mana Allah ajarkan padanya dari itu mereka belanjakan.Dari roti mereka memberikan roti, dari ilmu ilmu,mereka memberikan ilmu dan dari akhlak memberikan akhlak.. Memberikan ilmu  merupakan hal zahir.Hal ini perlu diingat bahwa orang yang bakhil bukan hanya  yang  tidak memberikan pada yang  berhak,bahkan merekapun juga bakhil yang Allah telah anugerahkan ilmu padanya lalu mengajakan pada orang-orang dengan  main-main.Hanya dengan fikiran supaya ilmu dan keahliannya  jangan diketahui orang lain karena  kalau dia  mengetahui maka kita tidak akan dihargai  atau pendapatan akan berkurang adalah syirik. Karena dalam corak itu dia menganggap ilmu dan keahlian itulah yang dia  anggap sebagai pemberi rezekinya. Begitu juga  yang tidak berakhlak dengan akhlanya yang baik diapun juga kikir. Memberikan akhlak adalah  bahwa akhlak mulia yang hanya dengan karunia-Nya Tuhan telah berikan padanya, dengan  akhlak-akhlak itu dia  memperlakukan makhluk-Nya.Yang dengan melihat contoh orang-orang mereka sendiri     akan berusaha menciptakan akhlak. Akhlak bukanlah  maksudnya hanya sekedar memperlakukan orang-orang dengan bahasa yang lemah lembut. Tidak. Bahkan dengan keberanian,prikemanusiaan,kesucian,seberapa potensi yang diberikan kepada manusia itu pada dasarnya adalah potensi akhlak.Menggunakannya pada tempatnya akan membawa  pada kondisi akhlak.(yang benar). Penggunaan/perlakuan marah pada tempatnya juga menunjukkan corak akhlak.Akhlak itu adalah bahwa semua kekuatan yang Allah telah anugerahkan digunakan pada tempatnya, semua potensi yang Allah telah anugerahkan di gunakan pada tempatnya.Misalnya akal  diberikan pada seseorang dan ada orang lain yang di dalam suatu urusan  tidak ada pengetahuan dan memerlukan musyawarahnya dan dia ini  dibandingkan dengan dia sepenuhnya memiliki pengetahuan  maka hendaknya tuntutan akhlak adalah menolongnya  dengan akalnya yang baik dan memberikan musyawarah yang baik. Orang-orang mengaggap  ringan hal itu dan berkata apa ruginya kami,biarkanlah dia rusak.Ini merupakan pekerjaan syaitan. Merupakan hal yang jauh dari perikemanusiaan  melihat orang lain rusak dan tidak siap untuk menolongnya  Bahkan hendaknya dengan penuh perhatian dan dengan hati yang tulus  mendengar kata-katanya dan dengan akal dan pengertiannya harus menolongnya.

            Merupakan kebiasaan Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa jika ada seorang perempuan tua sekalipun yang mencegat beliau di jalan dan berkata, dengarlah kata-kata saya maka dengan pernuh perhatian beliau sambil berdiri mendengar kata-katanya.Seorang gelandangan/pengemis sekalipun yang berdiri mencegat beliau  maka   dengan penuh perhatian beliau mendengar kata-katanya. Jadi, ini adalah merupakan contoh seorang ulama yang beramal. Yangmana ilmu yang Hadhrat Masih Mauud a.s. ajarakan  persis seperti itu yang beliau amalkan.

            Kini adalah ayat kedua dzaalikal kitaabu laa raibafiyhi hudan lil muttaqiyn ……yunfiquwn-Ini adalah kitab yang di dalamnya tidak ada keraguan,pemberi petunjuk bagi orang  yang bertakwa,orang yang beriman pada yang gaib dan menegakkan shalat dan  rezeki apa yang  kami berikan pada mereka dari itu mereka belanjakan.

Hadhrat Said Aththai berkata bahwa kepada beliau Abu Kabsyah Al-ansari menerangkan bahwa beliau mendengar Rasulullah saw.bersabda:Harta seseorang tidak berkurang karena  memberikan sedekah.Kapan saja seseorang teraniaya dan  dia bersabar atas hal itu maka Allah menambah kemuliaannya.Apabila ada orang yang membuka pintu meminta-minta untuk dirinya maka Allah akan membukakan pintu kemiskinan/kemelaratan untuknya.Saya memberitahukan satu hal lain padamu itupun ingatlah. Kemudian Huzur bersabda:di dunia ini ada empat corak  manusia.Satu, adalah orang yang Allah telah berikan harta dan ilmu dan berkenaan dengan itu dia bertakwa kepada Tuhannya dan dia memperlakukan  baik pada keluarganya dan dia mengetahui bahwa di dalam itu juga ada hak Tuhan Orang ini adalah orang yang duduk di tempat yang paling tinggi.Kedua, adalah orang yang Allah telah berikan ilmu tapi harta tidak dianugerahkan dan niatnya  baik dan dia menghendaki bahwa jika saya mempunyai harta maka sayapun melakukan amal seperti si fulan.Maka kepadanya akan diperlakukan sesuai dengan niatnya  dan ganjaran keduanya sama.Ketiga, adalah orang yang Allah berikan harta, namun ilmu tidak Dia berikan padanya. Dia membelanjakan hartanya tampa fikir panjang. Berkenaan dengan harta itu dia tidak menempuh jalan takwa  dan tidak juga dia bersikap  baik kepada keluarga dan tidak pula dia mengetahui bahwa di dalam itu juga ada hak Tuhan. Orang yang semacam itu berada  di tempat  terburuk.Keempat adalah orang yang Allah tidak berikan harta dan tidak pula ilmu, namun dia menginginkan bahwa jika saya mempunyai harta maka saya pun akan beramal seperti si fulan. Maka dia akan diperlakukan  sesuai dengan niatnya dan beban keduanyapun  sama.

            Ayat 23 Al-Baqarah:alladzy…….. ta’lamuwn-Yang telah menjadikan bumi  sebagai hamparan dan langit sebagai pondasi (kelangsungan) hidupmu.Nah, jelasnya langit bukanlah pondasi/dasar,karena itu bagaikan atap.Tapi di atas itu ada asas  keberlangsungan hidup manusia dan di dalam itu banyak rahasia yang tersembunyi.Bagaimana  hal dengan manusia yang Allah telah anugerahkan langit, dari itu  rezeki ruhani dan rezeki  jasmani juga turun. Segala jenis (keberlansungan) hidup punya kaitan dengan itu.Coba perhatikan awan bagaimana itu terbang naik keatas dan  kemudian  Tuhan kembali menurunkan itu dalam bentuk air hujan. Petir yang berbunyi dengan perantaraan itu terjadi air. Jadi, pekerjaan Tuhan  merupakan hal yang sangat mengherankan dan aneh. Jika hanya  satu saja pekerjaan Tuhan  terus direnungkan maka itu merupakan rangkaian yang tidak putus-putusnya.Jadi maksud dari binaa an adalah langit itu tidak difirmankan asas/pondasi, bahkan asas rezeki dan  telah Dia jadikan sebagai asas anugerah. Kemudian berfirman: Dan segenap jenis buah-buahan untukmu Dia telah keluarkan sebagai rezeki.Berapa banyak buah-buahan manusia makan dan tidak juga merenungkan bahwa kenapa saya tengah makan, dari mana ini datang.Setiap hari buah itu keluar dari tanah dan manusia tidak pernah bisa merenungkan bahwa setiap hari dari tanah segenap jenis anggur, apel,berbagai jenis buah-buahan dalam berbagai rasa pisang dll, ini semua tercipta dan manusia tidak terfikirkan bahwa Tuhan demi untuk kita betapa Dia telah menciptakan sistim kehidupan. Jadi, dengan mengatahui segala-galanya janganlah menyekutukan Tuhan.

            Diriwayatkan dari anak Khalid Abba dan Sawa. Yakni riwayat  Abba dan Sawa r.a. Ini bukanlah Khalid bin Walid bahkan Khalid bin Walid  lain yang  bukan  sahabah bahkan anaknya Abba dan Sawa adalah sahabah.Mereka berkata bahwa kami pergi kepada nabi Karim saw .Beliau sedang melakukan perkerjaan maka kami menolong beliau.Beliau bersabda; Selama di atas kepala kamu/ubun-ubun ada denyutan janganlah putus asa dengan rezeki.Karena manusia ketika ibunya melahirkannya maka itu dalam kondisi yang sama sekali tidak berdaya hanya gumpalan darah yang sampai kulit/lapisan pun sama  sekali tidak ada.Kemudian Allah memberikan rezeki padanya.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1 dengan memberikan misal sirkus  bersabda:Mungkin kalian melihat di sirkus bagaimana  binatang berjalan sesuai  perintah pemiliknya. Padahal pemilik itu tidak memberikan jiwa dan tidak  menciptakan barang-barang  makanan dan minuman. Jika dengan kebaikan sederhana  sedemikian rupa dia diitaati maka apa sebabnya manusia tidak berkurban pada Tuhannya yang Maha mulia yang telah memberikan hidup padanya dan memberikan rezeki kemudian menyiapkan sarana hidup/tinggal di dunia. Coba perhatikan, bagaimana Dia telah berbuat baik kepada kalian.Dia telah menciptakan bumi untukmu dan betapa itu merupakan tempat yang tenteram  yang melahirkan  berbagai jenis buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang dari itu kamu makan.Kemudian Dia telah menciptakan langit yang bagaikan atap dan itu berjalan mengiringi bumi.Kemudian menurunkan air dari awan/langit dan menumbuhkan berbagai jenis buah-buahan yang berwarna warni. Inilah karunia, baru  kamu menjadikan  sekutu bagi-Nya.Ini merupakan hal sangat disayangkan. Apa menciptakan sekutu/lawan itu  ? Dengarlah,mengatakan bahwa teman telah datang, demi untuk melayaninya shalat ketinggalan.”.

Di hari-hari Jalsah Salanah nampak banyak hal ini terjadi. Orang-orang duduk-duduk berbincang-bincang di malam hari dan  tidurnya telat baru  berkata bahwa shalat subuh ketinggalan.Jadi semua hal-hal ini hendaknya perlu diperhatikan dengan baik..-Demi untuk melayaninya/teman shalat menjadi tertinggal.Karena terfikir akan pakaian anak-anak dan perhiasan  istri tidak bisa ikut dalam shalat.Pada  malam hari karena sibuk bincang-bicang dengan  teman  akhirnya menjadi telat/ lama. Oleh karena itu shalat subuh terlewaati dalam tidur pulas.Perhatikanlah, mengenai teman atau orang yang untuknya kamu tidak mengindahkan perintah Tuhan.Apakah dia telah melakukan kebaikan sebagaimana Tuhan telah melakukan kebaikan kepada kamu ? Begitu juga hari-hari ini/dewasa ini saya mendapat surat bahwa  hujan turun  dan waktu untuk musim tanam telah tiba.Jika Tuan memberikan izin maka puasa akan kami lakukan di musim panas.Ini adalah menganggap enteng perintah Tuhan.Bertaubahlah, ini adalah menjadikan pekerjaan dunia menjadi tandingan  T uhan yang termasuk  pengingkaran  nikmat/ingkar terhadap nikmat Tuhan.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Hai orang-orang, sembahlah Tuhan yang telah menciptakan kamu.Dialah yang layak disembah yang telah menciptakan kamu dan Dialah yang kekal, cintailah Dia. Iman adalah menciptakan jalinan yang  istimewa dengan Tuhan.Dan menganggap semua benda-benda lainnya sama sekali  tidak ada.dan orang yang sedemikian rupa mencintai anak-anak dan ibu Bapak yang menjadikannya setiap saat selalu berfikir untuk itu maka itupun merupakan  penyembahan berhala..Penyembahan berhala bukanlah artinya  hanya  seperti orang Hindu duduk sambil membawa patung lalu  kemudian bersujud di depannya.Mencintai secara  berlebihan pun juga adalah juga ibadah.

            Kini adalah surah Al-Baqarah 173: ya ayyuhalladziyna aamanuw………..ta’buduwn-Hai orang-orang yang beriman, rezeki yang kami telah berikan kepada kamu dari itu makanlah dari barang yang bersih  dan bersyukurlah kepada Tuhan jika kamu beribadah pada-Nya.

            Rezeki, adalah segala sesuatu/jenis yang Tuhan  telah berikan. Namun bersama itu Dia berfirman bahwa dari itu  makanlah yang bersih. Dari rezeki itu ada juga barang-barang yang kotor dan meskipun halal di dalam itu terdapat kekotoran. Misalnya kadal/cecak halal, namun makruh.Maka Allah memerintahkan pada orang-orang Islam bahwa untuk kamu yang halal juga banyak yang kami telah ciptakan.Dari yang halal juga banyak yang tayyib/bersih,yang merupakan rezeki  yang lebih tinggi dari yang halal. Jadi kepada orang-orang mu’min Tuhan berfirman bahwa dari rezeki kami gunakanlah barang-barang yang terbaik .

             Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a.bahwa Nabi yang mulia saw bersabda:Kepada orang  jika dia dianugerahi  harta  tampa dia pernah memintanaya maka barang itu hendaknya diterima, karena itu adalah rezeki yang Allah telah giring kepadanya.Ingatlah, berkeinginan lalu meminta pada seseorang ini merupaka  dosa.Ini adalah bertentangan dengan ajaran Rasulullah saw. Akan tetapi orang yang dengan senang hati memberikan sesuatu mengingkarinya pun merupakah dosa.Bersabda:Allah sendiri yang menggiring lalu membawanya kepadamu.

            Hadhrat Khalid bin Juhani r.a. berkata bahwa saya mendengar Rasulullah saw. bersabda:Orang yang mendapat sesuatu dari saudaranya tampa dia meminta itu atau di dalam hati tidak pernah tamak/menginginkannya ..Urusan orang yang tamak/rakus pun merupakan masaalah yang serius.Jika tidak meminta sekalipun, namun jika  di dalam hati terdapat ketamakan/keinginan  bahwa saudara ini akan memberikan pada saya maka inipun juga merupakan satu jenis syirik.Jika tidak demikian, tamak juga tidak dan tidak juga meminta maka itu hendaknya diterima dan jangan hendaknya dikembalikan.Karena itu merupakan  rezeki yang Allah giring bawa kepadanya.

            Surah Al-Baqarah ayat 255 :yaa aayyuhalladzyn aamanuw………zhaalimuwn –Hai orang-orang yang beriman belanjakanlah dari apa yang kami telah berikan padamu sebelum datang hari yang mana tidak ada jual beli dan tidak ada persahabatan dan tidak ada syafaat dan orang kafirlah yang aniaya.

            Hadhrat Saad Bin Abi Waqas r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apapun yang kamu belanjakan demi untuk mencari ridha Allah ganjarannya kamu pasti akan peroleh.

            Hadhrat Abu Masuud Ansari r.a. meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah saw. memerintahkan kepada kami untuk melakukan sedekah maka sebagian dari kami pergi ke pasar dan mencari pekerjaan berburuh/memikul  dan mencari untuk sekedar satu takaran  dan mereka membelanjakan itu di jalan Allah. Bagaimana agungnya Rasulullah saw. memberikan akhlak  mulia kepada para sahabahnya dan beliau juga memberikan jiwadan semangat  berdikari.Jika tidak ada uang untuk memberikan sedekah maka mereka pergi ke pasar menjual kayu api  dan mereka  mengusahakan sesuatu dan membawa itu dan kemudian dari itu mereka belanjakan untuk sedekah.Dan selanjutnya  hari ini kondisinya  telah berubah pada mereka yang melakukan cara seperti itu kini ratusan ribu jumlahnya.Dari itupun orang-orang Ahmadi hendaknya mengambil pelajaran.Banyak orang-orang Ahmadi yang telah menjadi jutawan dengan karunia Tuhan.,yang penyebabnya adalah ibu bapak mereka adalah pengkhidmat dan mereka membelanjakan harta mereka demi untuk agama  dan mereka itu dulunya  orang yang membelanjakan hasil kerja keras mereka.Maka hadiah inipun adalah dari Tuhan akibat dari baiknya ibu Bapak dan nenek moyang mereka.Jadi berterimakasihlah pada Tuhan dan berdoalah juga untuk mereka.

            Hadhrat Hasan r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Selamatkanlah hartamu dengan memberikan zakat”..Dengan zakat harta menjadi terpelihara dan menjadi bertambah.dan arti zakat secara leterlik juga adalah “bertambah” dan dengan riba harta itu menjadi berkurang dan dengan zakat menjadi bertambah. Jadi bersabda: Jagalah hartamu dan pengobatan orang-orang yang sakit dari kalian pun lakukanlah dengan zakat.dan perlawanan terhadap  musibah –musibah yang datang bagaikan gelombang di berbagai daerah lakukanlah  dengan doa-doa yang   penuh kekhusyukan.

Kinipun musibah-musibah  turun dalam corak yang sangat  sangat berbahaya sekali Negeri kitapun juga mendapat bagian dan di Afganistan dllnya juga. Jadi, mengenai gelombang demi gelombang musibah-musibah yang yang tengah melanda Rasulullah saw. bersabda bahwa  berusahalah menjauhkan itu dengan sedekah dan doa.Kemudian sarana ke lima untuk mencapai maksud sebenarnya yang Tuhan telah tetapkan adalah mujahadah.Yakni  dengan perantaraan membelanjakan harta di jalan Allah dan dengan membelanjakan kekuatan di jalan Allah dan dengan perantaraan mengorbankan jiwa di jalan Allah dan dengan perantaraan membelanjakan akal di jalan Allah carilah Dia dicari.Sebagaimana  berfirman jaahiduw biamwalikum wa anfusikum– yakni berjihadlah dengan perantaraan harta dan jiwa  demi untuk-Nya wa minmarazaqnahum yunfiquwn –dan apa yang kami telah berikan pada mereka belanjakanlah di jalan-Nya.walladziyna jaahaduw fiyna lanahdiyannahum subulana-Siapapun yang berjihad demi untuk kami dan mereka berjuang dan bekerja keras merupakan pekerjaan kami untuk memberikan petunjuk kepada mereka kepada jalan kami. Yakni dengan harta, jiwa dan raga sendiri beserta  semua kekuatan belanjakanlah di jalan Allah Dan apa yang berikan pada mereka dari akal, ilmu pemahaman, keahlian  semuanya belanjakanlah di jalan Allah.Orang yang melakukan segala macam usaha di jalan kami,  maka kami sendiri akan memperlihatkan jalan kami kepada mereka.

            Pada tanggal 5 Juli 1903 dalam  pertemuan  beliau, beliau bersabda:Ummat hendaknya dengan segala macam cara harus melakukan pengkhidmatan untuk Jemaat ini,  dan pengkhidmatan dari segi harta juga  hendaknya jangan ada kekurangan.Coba lihatlah, di dunia ini tidak ada Jemaat yang bisa jalan tampa candah.Rasulullah saw, Hadhrat Musa a.s. dan Hadhrat Isa a.s. di waktu semua rasul candah dikumpulkan. Jadi, orang-orang Jemaat kita pun perlu memperhatikan hal ini Jika orang-orang ini dengan teratur memberikan satu sen untuk setiap tahun maka akan  banyak sesuatu yang bisa di lakukan.Ya, kalau ada yang tidak memberikan satu sen juga maka apa perlunya tinggal di dalam Jemaat” Coba perhatikan itulah uang yang Hadhrat Masih Mauud a.s. meminta kini telah berubah menjadi ratusan ribu bahkan  jutaan rupis(ber-miliar-miliar).Jadi  berkah yang sebenarnya adalah mereka itulah, yang dengan berkah Hadhrat Masih Mauud a.s. kita dapatkan . Di dalam diri kita hendaknya jangan ada kesombongan  dalam membelanjakan harta di jalan Tuhan. Itulah awal yang mulai dari bebrapa sen yang kini berubah menjadi jutaan dan bermiliar-miliar rupiah.

            Kemudian Tuhan dalam surah An-Nahl ayat 76 berfirman:dharaballahu matsalan………laa ya’lamuwn-Kemudian Allah menerangakan perumpamaan seorang sahaya yang menjadi milik seseorang yang dalam hal apapun dia tidak memiliki kekuasaan dan kepada yang kami anugerahkan dari sisi kami rezeki yang beik dan dari itu mereka membelanjakan dengan diam-diam dan secara terang-terangan juga,apakah itu bisa sama ? Segenap pujian adalah untuk Allah namun pada hakekatnya adalah kebanyakan orang tidak mengetahui.Berkenaan dengan ayat ini Hadhrat Abu Hurairah r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:Setiap subuh ada dua malaikat yang turun dari itu seorang berkata: Hai Tuhan,perbanyaklah harta dermawan yang membelanjakan hartanya dan perbanyaklah  orang yang mengikuti jejaknya.Yang kedua berkata:Hai Allah, hancurkanlah  orang kikir yang  menahan  harta benda mereka .

            Perlu diingat bahwa  dua malaikat yang turun itu hendaknya jangan diacukan secara lahiriah.Malaikat dalam setiap keadaan selalu bersama manusia.Disini maksud turun adalah dengan membawa perintah Tuhan.nuzuwl-turun segala sesuatu dari Tuhan yang turun ke bumi itu di nyatakan karunia Tuhan. Jadi  malaikat juga nuzuwl-turun maksudnya bahwa dengan perintah Tuhan memberikan pada hamba-hamba/ manusia.dan mereka mnyampaikan perintah Tuhan kepada hamba-hamba.

             Hadhrat Abu Musa Asy’ari meriwayatkan dari kakeknya. Bersedekah wajib  bagi setiap muslim.Orang-orang bertanya,jika  ada yang tidak berkemampuan ? Bekerjalah dengan tangan sendiri dan sampaikan juga faedah untuk diri sendiri dan sedekahkanlah.Sahabah r.a. berkata bahwa  jika  tidak mempunyai kemampuan atau tidak melakukan seperti itu maka apa perintah untuk orang lemah yang memerlukan.Orang-orang kemudian bertanya- aneh-aneh  pertanyaaan yang   mereka tanyakan- Orang-orang kemudian bertanya jika ini pun tidak mereka kerjakan ? Beliau berkata lakukanlah kebaikan.Coba dengan keingintahuan itu  kitapun mendapat  faedah.Kepada siapa yang tidak mempunyai kekuatan diantara kita kepadanya diberitahukan jalan. Bersabda:Lakukanlah kebaikan.Kemudian bersabda:perintahkanlah untuk melakukan kebaikan.Orang-orang kemudian berkata:Jika inipun dia tidak lakukan maka bersabda:Hindarilah selalu keburukan  inipun untuknya merupakan sedekah”.

            Hadhrat Khalifatul Masih 1r.a. bersabda:Di dalam misal ini orang-orang musyrik Arab diberikan pengertian bahwa kalian berada di satu pihak dan di satu pihak adalah  Muhammad saw dan Jemaatnya. Di dalam itu  siapa yang mengerjakan pekerjaan ajaran/pengajaran Tuhan dan siapa yang berfikir untuk kebaikan ummat manusia.Jelas sekali bahwa Rasulullah saw. –lah yang tengah mengerjakan pekerjaan solidaritas  pada ummat manusia. Tuhan telah memberikan lidah dan kemampuan kepada  dua kelompok itu. Satu kelompok duduk-duduk tidak bekerja apa-apa dan yang kedua yang tengah mengorbankan jiwa raga. Di hadapan Tuhan orang yang bekerjalah yang  akan memperoleh kehormatan dan kemuliaan.

            Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Di dalam ini diterangkan mengenai terpilihnya Rasulullah saw. yang merupakan karyawan sempurna,setia sang  majikannya  dan seorang hamba yang saleh”. Kini, di dalam ini Hadhrat Masih Mauud a.s.bersabda mengenai titik permasaalahan  bahwa Allah juga tidak begitu saja memilih hamba-Nya.Dengan mengingat di dalam dirinya ada kemampuan dan keahlian Dia memilihnya.Jadi Rasulullah saw. adalah karyawan sang majikan, setia,pekerja yang adil/memberi petunjuk pada keadilan,hamba yang saleh yang karenanya Tuhan telah memilih beliau.

            Kemudian dalam surah Azzariat ayat 58 dan 59: maa uriyduminhum……..matiyn-Aku tidak menginginkan rezeki dari mereka dan Aku tidak menginginkan supaya mereka memberi pada-Ku makan sesungguhnya Tuhan-lah yang Maha pemberi rezeki Pemilik kekuatan/kekuasaan, Maha perkasa.

            Hadhrat Jarir bin Abdullah meriwayatkan bahwa ada beberapa orang Badui datang kepada Rasulullah saw. yang  mengenakan pakaian bulu domba.Beliau memperkirakan kondisi buruk mereka bahwa orang ini adalah orang yang memerlukan. Sesuai dengan itu beliau mengingatkan orang-orang untuk bersedekah.Namun orang-orang tidak begitu menanggapi yang karenanya di wajah beliau nampak kemarahan. Kemudian dari ansor ada yang datang dengan membawa tas yang di dalam itu ada uang perak kemudian datang seorang. Seperti itulah orang-orang pada berdatangan sehingga di wajah Rasulullah saw. nampak bahagia. Kemudian Rasulullah saw. bersabda:Orang yang di dalam Islam meletakkan asas sunnah yang baik dan sesudah itu orang-orang memulai mengamalkan sunnah itu maka orang yang  memulai sunnah itu juga akan terus mendapatkan ganjaran sama dengan orang yang mengamalkan sunnh itu Sedangkan ganjaran dan pahala dari orang yang mengamalkan sedikitpun tidak akan kurang.Dan orang yang meletakkan asas sunnah yang buruk dalam Islam dan sesudah itu, itu  mulai diamalkan  maka seberapa dosa  orang yang mengamalkan sunah buruk itu maka sebegitu juga dosa  orang yang memulai sunnah buruk itu. Sedangkan beban dosa mereka tidak akan kurang  sama sekali.

            Allamah Fakhruddin Razi dalam menafsirkan ayat ini menulis;innallaah ………matiyn- di ayat yang lalu disebabkan perkara yang telah diterangkan difirmankan firman Tuhan huwarrazzaaq diterangkan karena tidak adanya permohonan  rezeki,yakni  razzaaq bukanlah maksudnya bahwa kalau ada yang meminta baru diberi rezeki. Sedemikian banyak manusia   di dunia, bahkan sampai hewan sekalipun semuanya Dia anugerahkan rezeki,karena itu disebut razzaq. Dia menganugerahkan rezeki tampa meminta.Dan firman Tuhan dzulquwwat-Permilik Kekuatan/Pemerintahan adalah diterangkan tampa   permohonan amal.Karena yang meminta rezeki itu adalah peminta-minta dan memerlukan dan orang yang menginginkan pekerjaan/amal dari seorang yang lain dia sedemikian lemahnya  seolah-olah  tidak ada kekuatan.Maka kesimpulanya adalah seolah-olah Allah berfirman bahwa Saya rezeki apapun  tidak menginginkan dari mereka  karena saya adalah razzaaq-Maha Pemberi rezeki dan Saya tidak menginginkan  suatu amal dari mereka,karena Saya adalah Maha perkasa.

            Rasulullah saw. yang mendidik para sahabah r.a.beliau di dalam itu adalah bahwa janganlah biasakan meminta kepada siapapun.Ada disebutkan mengenai seorang sahabah bahwa dia sedang berjalan  menunggang kuda maka dari tangannya cemeti/cambuk jatuh.Maka beliau turun dan mengikat/mendirikan  kuda dan lalu mengambil cambuk  dan kemudian naik diatas punggung kuda.Seorang anak kecil yang sedang berjalan berkta:Tuan, jika kepaa saya mengatakan  maka saya akan mengambilkan cambuk  Tuan.Beliau berkata, sama sekali tidak.Rasulullah saw. telah mendidik saya untuk tidak  meminta kepada siapaun..

            Ilham Hadhrat Masih Mauud a.s.:aataitukum kullana’iym innalladziynattaqauwalladziynaamanuw lahum magfiratun wa rizqun kaariym-saya telah memebrikan kepadamu segala macam nikmat.orang –orang yang  bertakwa dan mereka yang beriman  untuk mereka ada ampunan dan  rezeki yang mulia.

            Kemudian surah Azzariaat ayat 58 –59:maa uriydu……matiyn- Saya tidak mengingikan rezeki dari mereka dan Saya tidak mengingikan supaya mereka memberikan makan pada Saya Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Maha Pemberi rezeki Maha Kuasa dan Maha Perkasa.(Ini telah saya baca)

            Kini,setelah penjelasan ayat suci dan hadis-hadis ini, saya akan mengumumkan tahun baru Tahrik Jadid.Dengan karunia dan berkah Tuhan ada 120 negara yang telah mendapat taufik  ikut dalam Tahrik Jadid. Sesuai  laporan yang diterima  sampai  31 Oktober 2001, jumlah seluruh penerimaan Jemaat seluruh dunia dua juta seratus empat puluh lima ribu empat ratus  ponsterling. Ini adalah penerimaan Tahrik Jadid. Penerimaan ini dibandingkan penerimaan tahun sebelumnya ada lebih seratus tujuhpuluh ribu delapan ratus ponssterling.Alhamdulillah.Di Pakistan juga,pada  tahun ini meskipun terus menerus  kondisi yang tidak mendukung mereka  telah memberikan pengorbanan yang luar biasa.Tahun yang lalu diantara Jemaat di Pakistan Rabwah berada pada urutan  ke tiga.Pada waktu itu saya sambil mengingatkan kepada jemaat di Rabwah berkata: Rabwa`h kinipun bisa menjadi nomer satu”. Maka dari sesuai laporan yang diterima  –alhamdulillah ,Rabwah dalam tahun yang berjalan dengan karunia Tuhan luar biasa mereka telah berusaha dan setiap lapisan saling berlomba memberikan pengorbanan.Sesuai dengan itu dengan karunia Tuhan di Pakistan Rabwah naik menduduki posisi pertama dari posisi ke tiga.

            Amerika juga di tahun ini- dengan karunia Tuhan – di negara-negara  di luar Pakistan, di Jemaat  seluruh dunia menduduki posisi pertama dan di dalam itu mereka meninggalkan Jerman  dibelakang dengan selisih seratus sepuluh ribu ponsterling.

            Jumlah orang yang ikut dalam sistim pengorbanan harta Tahrik Jadid, dengan karunia Tuhan, telah lebih dari tiga ratus tujuh puluh tiga ribu enam ratus orang.Yakni inilah orang-orang yang dari para mubayyiin baru dan dari yang lama juga bersama-sama  mengambil bagian dalam jihad Tahrik Jadid. Dibandingkan tahun yang lalu, tahun ini ada dua puluh tujuh ribu para pejanji baru yang ikut. Di dalam penambahan ini Jemaat Pakistan dan Hindustan memegang peran yang menonjol.

            Dari segi penerimaan secara keseluruhan secara tertib susunan sepuluh nama Jemaat yang utama adalah:Pakistan, Amerika, Jerman, Inggris-Jemaat Inggris selalu nomer empat –Kanada, Indonesia, Hindustan, Maritius, Switzerland dan Abu Dabi.

            Cabang-cabang  Jemaat di Pakistan yang telah bekerja keras tampil  menonjol dari semuanya ada sepuluh jemaat besar adalah : Rabwah, Lahor, Karaci, Islamabad, Rawalpindi, Sialkot, Queta, gujranwala, Ukara dan Sargoda. semoga Allah menganugerahi semuanya ganjaran yang baik.

Qamaruddin Syahid