Tim Ahmadiyah.id bertanggung jawab penuh atas kesalahan atau miskomunikasi dalam sinopsis Khotbah Jumat ini.

Ringkasan Khotbah Jumat

KEIMANAN DAN ISLAM

oleh Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
di Masjid Baitul Futuh 
London, 11 September 2015

Seseorang yang menyatakan dirinya sebagai seorang Muslim akan dapat memperlihatkan keindahan keislamannya hanya jika ia memiliki keimanan yang kuat dan memahami hakikat ajaran Islam. Iman artinya menyerahkan dirinya secara sempurna hanya kepada Allah Ta’ala dan bersikap sesuai dengan ajaran dan perintah-perintah-Nya. Islam artinya seseorang menyelamatkan dirinya dari berbagai macam keburukan dan juga berusaha menjadi sumber terciptanya kedamaian bagi yang lain serta seraya senantiasa menempatkan di pikirannya segala perintah Allah Ta’ala. Inilah intisari Iman dan Islam. Jika dunia Islam memahami dua prinsip dasar ini, maka petampakan kedamaian dan keamanan akan terserbar di dunia ini yang akan menjadikan dunia ini surga.

Pada masa ini, Allah Ta’ala telah mengutus Hadhrat Masih Mau‘ud (Imam Mahdi) ‘alaihis salaam ke dunia adalah untuk menegakkan keimanan sejati ini di dalam lubuk hati manusia dan untuk memperlihatkan suri teladan Islam yang hakiki. Hal ini akan menjadi tanggung jawab kita setelah menerima dan menyatakan baiat kepada beliau as. Tegakkanlah keimanan hakiki, jadilah suri teladan bagi Islam, jadilah penolong Hadhrat Masih Mau‘ud as di dalam tugas beberkat beliau as, buatlah dunia sadar akan keimanan hakiki dan sebarkanlah kedamaian dan rasa aman.

Dengan karunia Allah Ta’ala, melalui Nizam ini, Jemaat Ahmadiyah sedang menjalankan tugas ini di seluruh dunia. Namun ini merupakan tugas setiap Ahmadi agar ia sendiri menjadi suri teladan dari ajaran Islam supaya setiap orang di antara kita dapat memenuhi tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya.

Sayangnya, kekacauan yang terjadi di negara-negara Islam telah mencemari nama baik Islam. Seandainya negara-negara Islam ini memahami betapa besar kerusakan yang telah disebabkan oleh kebijakan-kebijakan mereka demi mengejar kepentingan pribadi mereka dan berbagai kelompok garis keras telah muncul dan mendapatkan kekuatan karena kepentingan-kepentingan pribadi yang sama senantiasa menjalar kemana-mana. Kedamaian dari seluruh bangsa sedang mengalami kehancuran. Tidaklah mereka sendiri menikmati kedamaian, tidak pula mereka menjadi sumber penyebab kedamaian bagi orang lain. Banyak pemerintah tidak menegakan prinsip keadilan bagi masyarakatnya dan tidak pula masyarakatnya melaksanakan tanggung jawab mereka terhadap pemerintah.

Hadhrat Masih Mau‘ud as bersabda di suatu tempat tentang ketidakadilan kedua pihak ini, ―Selama kedua pihak ini (pemerintah dan warga atau pemimpin dan yang dipimpin) senantiasa terus berlaku dengan adil antara satu sama lain, akan tercipta kedamaian di negeri ini. Tapi, jika ketidakadilan tumbuh dari masyarakat atau dari penguasa, barulah kedamaian di negeri tersebut menjadi kacau dan terganggu.[1]

Malangnya, inilah yang senantiasa kita saksikan terjadi di mayoritas negara-negara Islam. Pada puncaknya, kita melihat berbagai pihak yang memusuhi Islam juga terlibat dalam upaya meraih keuntungan dari kondisi yang seperti ini. Di satu sisi, kedua pihak ini diberikan dukungan agar kekacauan yang terjadi menjadi semakin buruk. Sementara di sisi lain, segala kegiatan kelompok garis keras ini diliput dan berbagai kekacauan ditayangkan oleh pers dan media secara tak terbatas sehingga menyebabkan timbulnya fitnah terhadap Islam di mata dunia.

Pada kesempatan wawancara, saya mengatakan bahwa media telah berperan dalam menyebarkan kebencian terhadap Islam dan dalam memperlihatkan wajah Islam sebagai agama garis keras dan bahwa media tersebut tidak bersikap adil dalam menyampaikan isu-isu tersebut. Pergolakan politik disematkan terhadap Islam, perilaku para pemimpin politik begitu dipertontonkan dan dipublikasikan begitu banyaknya agar orang-orang berpikir Islam merupakan agama yang menakutkan.

Dalam kesempatan dan tempat terdapat kepentingan mereka di dalamnya, terkadang mereka juga meredam berita tersebut. Namun itu hanya jika perilaku buruk semacam itu tidak dilakukan oleh kalangan yang disebut Muslim [tapi dilakukan oleh sebangsa atau seagama dengan mereka]. Contohnya di Irlandia beberapa waktu lalu, ketika para pelanggar tata tertib sedang melakukan tindak kekerasan, pers memutuskan untuk tidak meliput berita tersebut atau mereka diminta tidak memberitakan mengenai kejadian tersebut. Walhasil, peristiwa tersebut menjadi memanas hanya di negeri itu saja dan pemerintah dapat mengembalikan keadaan menjadi normal kembali hanya dalam waktu yang singkat. Mungkin benar kekacauan yang diciptakan di negara- negara Islam oleh kelompok-kelompok garis keras ini atau oleh mereka yang menentang pemerintah lebih besar [dibandingkan di negeri-negeri non Islam]. Tetapi, bagaimana orang-orang seperti itu dapat terus melakukan kekacauan yang demikian? Sedangkan senjata yang mereka perlukan untuk aksi mereka diperoleh dari pihak luar.

Saya juga telah mengatakan kepada mereka bahwa ketika orang-orang yang merasa gelisah terbawa dalam aksi seperti ini di negara-negara Muslim, kemudian tingkat pemberitaan mengenai kejadian-kejadian ini begitu tinggi dan dilaporkan dengan sangat rinci yakni berapa orang yang telah terlibat melakukan hal ini dari pihak ini dan pihak itu dan sebagainya dan Islam diserang dengan suatu cara yang

semakin meningkatkan kegelisahan dan menimbulkan suatu reaksi. Namun sebaliknya, tatkala ribuan bahkan ratusan ribu umat Islam membicarakan perdamaian, media tidak mampu untuk meliputnya secara menyeluruh atau kegiatan ini tidak diliput dan ditayangkan sebanyak mereka meliput dan menayangkan orang-orang yang bersikap buruk tersebut.

Jemaat Ahmadiyah sedang menyebarkan ajaran kecintaan dan kasih sayang yang merupakan ajaran Islam yang unggul dari segalanya dan sedang dijalankan dengan sepenuh hati di seluruh dunia. Walhasil, ratusan ribu orang bergabung ke dalam Jemaat Ahmadiyah dan berada di bawah panji perdamaian seraya berjanji untuk membantu dalam menyebarluaskan kedamaian dan rasa aman. Namun, tidak ada media yang meliput berita ini dan tidak pula melihatnya – meskipun jika kita telah menyampaikannya kepada mereka. Sebagian besar liputan mereka adalah terhadap segelintir umat Islam atau kelompok Islam yang melakukan hal-hal negatif namun hanya inilah gambaran Islam yang mereka tunjukan kepada dunia. Akhirnya, orang-orang non-Muslim merasa satu-satunya tujuan Islam hanyalah tindak kekerasan dan ketidakadilan dan seperti inilah gambaran Islam yang mereka tampilkan. Oleh karena itu, sebagaimana yang saya telah katakan hal itu berakibat kebencian orang-orang non-Muslim terhadap Islam semakin meningkat.

Bagaimanapun juga, bisnis dan pekerjaan pers dan media adalah untuk memberikan headline (judul berita halaman depan) yang hangat dan menggoda sehingga dapat meraup keuntungan. Namun, sebagaimana yang telah saya katakan ratusan ribu orang berkumpul di bawah panji kedamaian dan keamanan setiap tahun dan saya menyampaikan beberapa kisah dari orang-orang tersebut selama Jalsah dan di tahun ini saya juga menyampaikannya pada hari kedua Jalsah.

Sekarang, saya akan menyampaikan beberapa suri teladan mereka yang melihat wajah Islam sejati melalui Ahmadiyah sehingga menimbulkan suatu kesan di dalam hati mereka. Diantara mereka, ada orang Islam dan juga non-Islam serta ada banyak di antara mereka yang masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah dengan melihat wajah Islam yang indah ini dan dengan berbaiat kepada Hadhrat Masih Mau‘ud as, mereka memberikan janji terbaik mereka untuk senantiasa mengkhidmati makhluk Allah Ta’ala dan mengamalkan ajaran Islam sejati. Mereka berjanji untuk menyebarkan ajaran Islam sejati, suatu ajaran yang menyebarkan kedamaian dan rasa aman.

Beberapa orang juga bersaksi bahwa dunia ini sedang memerlukan ajaran seperti ini dan media seolah-olah telah menghalang-halangi segala jalan mereka yang menerima pesan indah ini dengan cara menampilkan wajah Islam yang buruk secara terus-menerus. Kemudian upaya kita yakni upaya Jemaat Ahmadiyah adalah untuk menyelamatkan serta memperbaiki kesan buruk yang mereka pahami mengenai Islam.

Di Benin, seorang pendeta Kristen Apostolic Church (Gereja Apostolik) memberikan kesaksian pada kesempatan peresmian sebuah mesjid jemaat yang kecil di Cheriman, ―Hari ini merupakan hari yang luar biasa di dalam hidup saya. “Hari ini, umat Islam dan Kristen sedang duduk di satu tempat pada mimbar yang sama. Saya juga telah bekerja sebelum ini di kawasan umat Islam namun tidak pernah menyaksikan suatu kesempatan seperti ini dimana umat Islam dan Kristen duduk bersama. Tidak diragukan lagi Jemaat Ahmadiyah yang telah mengumpulkan kita semua. Saya mengucapkan salam kepada Ahmadiyah.”

Kemudian banyak pihak yang mencintai keadilan juga merasa sangat terkesan dengan pekerjaan Jemaat ini. Beberapa diantaranya telah mengungkapkan perasaan mereka kepada kalian saat Jalsah. Dengan karunia Allah Ta’ala, ajaran Islam yang dipersembahkan oleh Jemaat Ahmadiyah, teladan yang diperlihatkan oleh para Ahmadi dan pengkhidmatan mereka terhadap masyarakat serta upaya-upaya lainnya dihargai serta disukai di seluruh dunia dan mereka melihat betapa indahnya ajaran-ajaran ini.

Pada saat peresmian mesjid di kampung Ganzougo, di Benin, salah seorang dari antara tamu yang datang ialah Menteri Transportasinya yang berkata, “Bagi kami, Jemaat Ahmadiyah bukan sebuah gerakan yang baru dikenal. Upaya kemanusiaan mereka nyata dan telah diketahui oleh semua kalangan. Kami yang merupakan perwakilan dari pemerintah menyelidiki semua kelompok dan gerakan dan merupakan pekerjaan kami untuk mengawasi tujuan mereka.

Saya dapat mengatakan kualitas pengkhidmatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah Benin serta upaya mereka dalam menyebarluaskan kecintaan dan perdamaian adalah yang terbaik – mereka adalah nomor satu. Dalam upaya menyebarluaskan kecintaan dan perdamaian, saya menyampaikan salam damai bagi Jemaat Ahmadiyah dan inilah kecintaan yang telah menarik saya untuk hadir pada kesempatan ini. Lebih lanjut beliau berkata bahwa seluruh institusi pemerintah hadir untuk membantu Anda dalam menjalankan tugas Anda sebagaimana tertera dalam moto ‘Love For All‘ dan ajaran yang Anda persembahkan telah memaksa kami untuk melakukannya.”

Media memainkan peranan yang begitu penting dalam mempengaruhi masyarakat sehingga mereka tidak hanya menyebabkan ketakutan di dalam diri orang dewasa namun juga menciptakan ketakutan di dalam hati anak-anak dan terkadang kejadian yang disayangkan tersebut terjadi di sekolah-sekolah yang mana anak-anak non-Muslim mengancam anak-anak Muslim dengan cara yang buruk dan hal ini menunjukan bahwa kebencian terhadap umat Islam sedang meningkat. Sementara di lain pihak, upaya yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah untuk membalikan pengaruh propaganda negatif terhadap Islam begitu luar biasa. Saya akan menceritakan suatu peristiwa berkenaan dengan hal ini.

Di Kababir (Haifa, Israel) kita memiliki sebuah mesjid yang kecil. Mubaligh kita menulis bahwa beberapa waktu lalu, seorang guru beragama Yahudi datang berkunjung dan memperkenalkan Jemaat kepada murid-muridnya di depan mesjid. Kemungkinan besar guru tersebut tahu bahasa Arab. Kalimat berikut tertulis di depan pintu masuk masjidnya:

وَمَن دَخَلَهُ كانَ آمِنًا

Dan barangsiapa yang memasukinya maka amanlah dia.” [3:98]

Setelah membacakan dan menterjemahkannya, guru tersebut berkata kepada murid-muridnya bahwa maksud dari ayat ini adalah bahwa seseorang yang memasuki tempat ini maka akan memasuki tempat yang penuh kedamaian. Guru tersebut melanjutkan, “Kata-kata ini disebutkan oleh umat Islam dan ditemukan di dalam Al-Quran serta dibaca berulang-ulang kali namun hendaknya kalian tahu bahwa makna sejati serta pengamalan dari kata- kata ini hanya dapat kalian temukan di dalam mesjid-mesjid Ahmadi.”

Kemudian juga perlu diperhatikan betapa indahnya Allah Ta’ala menarik perhatian orang-orang ke arah Jemaat. Di Kalambago, suatu daerah di Burkina Faso – suatu negara Afrika yang berbahasa Prancis – didirikan sebuah mesjid. Pada saat peresmiannya, seorang sahabat berkata, “Saya telah diperkenalkan dengan Jemaat 10 tahun yang lalu. Pada saat itu, saya berpandangan Jemaat ini sama saja dengan organisasi Islam pada umumnya jadi saya tidak mendapatkan pesan yang disampaikan Jemaat ini dan tidak pula menyinggungnya di daerah ini. Namun sekarang, melihat peresmian mesjid mereka, saya menyadari bahwa Jemaat Muslim yang sebelumnya saya anggap sama saja dengan Jemaat Muslim pada umumnya ternyata merupakan sebuah Jemaat yang sedang memperlihatkan ajaran Islam sejati dan mengkhidmati Islam; dan hari ini mereka juga telah mendirikan sebuah mesjid di kampung saya. Dan hari ini, telah menjadi jelas bagi saya bahwa Jemaat ini sungguh benar dan memperoleh pertolongan Allah Ta’ala.”

Kemudian di tempat lain di Benin (Afrika), yaitu di Mougnoun, Benin, orang-orang yang tinggal di sana beriman kepada banyak dewa. Semua orang yang tinggal di sana senantiasa mempersekutukan Allah Ta’ala. Mubaligh kita pergi mengunjungi sebuah kampung di daerah tersebut untuk bertabligh. Setelah memberikan ceramah memperkenalkan Jemaat, beliau berkata, “Jika ada yang mau bertanya silahkan bertanya. Seorang sesepuh berdiri dan berkata, “Saya sebelumnya memiliki pandangan yang sangat buruk mengenai Islam. Ketika Anda datang, saya pikir Boko Haram – yakni sebuah organisasi teroris yang menciptakan berbagai masalah di Nigeria khususnya akhir-akhir ini – telah datang dan masuk di kalangan kami. Namun kini, setelah mendengarkan ceramah anda, segala keraguan serta kekhawatiran saya mengenai Islam telah hilang. Saya katakan bahwa saya-lah orang pertama yang menerima pesan Jemaat Ahmadiyah.” Kemudian setelah beliau, sebanyak 40 orang menerima Islam dan Ahmadiyyat di kampung tersebut dan sebuah Jemaat baru didirikan di suatu tempat yang masyarakatnya beriman kepada banyak dewa.

Di kampung tersebut, mereka memiliki budaya melaksanakan ritual yang rumit terhadap seseorang yang meninggal dunia dengan menghabiskan banyak uang dan waktu. Tetapi, sesepuh ini berkata, “Saya ingin menjalankan tradisi Islam dan tradisi yang mereka miliki saat ini hendaknya tidak diikuti lagi.” Sesepuh tersebut juga memberikan kesaksian, “Suatu hari, tertanam suatu semangat baru di dalam diri saya setelah menerima Islam Ahmadiyah. Ketika datang waktu shalat, maka tubuh saya berkata bahwa sekarang adalah waktunya shalat. Demikianlah perubahan luar biasa yang terjadi di dalam diri saya yaitu ketika datangnya waktu shalat, saya senantiasa bangun dan mendirikan shalat dan jiwa serta raga saya merasakan kedamaian dan ketenangan.” Maka dari itu, mereka yang malas dalam mendirikan shalat hendaknya ingat bahwa seorang mubayi‘ baru ini memiliki perhatian yang luar biasa untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan melaksanakan shalat mereka dengan perhatian yang besar. Beliau berkata, “Sekarang saya merasakan perubahan yang sangat luar biasa terjadi di dalam diri saya.”

Hari ini, sebagaimana yang telah saya katakan, hanya melalui Hadhrat Masih Mau‘ud as saja-lah ajaran Islam sejati dapat tersebar di seluruh dunia. Banyak laporan sehubungan dengan betapa Allah Ta’ala dengan cara yang luar biasa menyebarkan pesan Islam Ahmadiyah sampai ke orang-orang tersebut dan bagaimana mereka terpengaruh dengan pesan ini. Saya akan menyebutkan beberapa riwayat untuk menggambarkannya.

Di suatu tempat yang kecil bernama Farana di Guinea Conakry (Afrika), kira-kira 500 km dari ibu kota negara tersebut, para dai Ahmadi kita pergi berkunjung ke suatu kampung di sana. Tn. Abu Bakr, salah seorang dari dai kita menyampaikan tabligh. Seorang ulama datang dan berusaha menciptakan kekacauan. Ia berkata, “Kalian para Ahmadi tidak dibolehkan bertabligh. Saya akan mengundang polisi untuk menangkap kalian.” Beberapa pemuda kampung itu yang telah mendengarkan tabligh kita berdiri dan berkata, “Kalian para ulama telah lama berada di sini namun belum pernah mengajarkan ajaran Islam yang indah seperti disampaikan para Ahmadi ini. Selama ini kalianlah yang telah menyesatkan kami. Kalian yang harus pergi dari sini!”. Walhasil, ulama itu pergi dan 15 orang masuk Ahmadiyah dari pertemuan itu.

Ada suatu peristiwa lainnya di Guinea Conakry (Afrika). Di sini, ketika mubaligh kita pergi ke suatu kampung sekitar 200 km dari ibu kota, seseorang berkata, “Jemaat Tabligh telah mengunjungi kami sebelumnya. Meski mereka juga berbicara mengenai Tuhan dan Nabi, namun mereka bersikap begitu buruknya sehingga kami tidak dapat menjelaskan keburukan mereka dengan kata-kata. Jadi jika Anda datang untuk hal yang sama, kami ingin Anda pergi saja sebelum kami mengusir Anda dengan cara yang akan merugikan anda.”

Orang-orang Ahmadi meminta izin untuk berbicara dan permintaan mereka didukung oleh seorang sesepuh masyarakat tersebut yang menasehatkan, “Hendaknya kita terlebih dahulu mendengarkan mereka karena orang-orang ini tampak agak berbeda dengan yang lainnya.” Disampaikan kepada mereka mengenai tujuan kedatangan Hadhrat Masih Mau‘ud as, hari pembalasan, dan bahwa Baginda Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam telah menubuatkan berkenaan dengan akhir zaman dan kedatangan Hadhrat Masih Mau‘ud di zaman tersebut.

Orang-orang menjadi sangat terkesan sehingga seluruh kampung tersebut termasuk Imam mereka dan warga kampung sekitarnya, dengan karunia Allah Ta’ala, menerima Ahmadiyah dalam kurun waktu satu minggu. Sayangnya, para pemimpin Islam telah berpaling dari Islam karena sikap para ulama dan akibatnya orang-orang non-Muslim mendapatkan cara untuk menyerang Islam. Sekarang saya akan sampaikan satu atau dua contoh bagaimana Jemaat Ahmadiyah membawa orang-orang yang telah patah semangat terhadap Islam, kembali bergairah.

Di suatu tempat di Afrika diadakan suatu pameran buku dan Al-Quran. Dua orang datang dan ketika diperkenalkan mengenai Ahmadiyah, telah datangnya Hadhrat Masih Mau‘ud as (Imam Mahdi) dan dikatakan bahwa beliaulah Imam Zaman, lalu mereka bertanya, “Tetapi Hadhrat Rasulullah saw merupakan Khataman-Nabiyyin, akankah seseorang datang setelah beliau saw?‘ Mereka kemudian diberikan beberapa buku tentang kebenaran Hadhrat Masih Mau‘ud as dalam bahasa Prancis dan diberi pengertian akan nubuatan-nubuatan yang ada dalam berbagai hadits Hadhrat Rasulullah saw mengenai kondisi menyedihkan yang akan dialami Umat Islam di akhir zaman. Mereka diceritakan mengenai Ahmadiyah, mengenai Islam sejati yang telah Hadhrat Rasulullah saw bawa dan ajarkan dan mengenai keindahan wajah Islam yang tampak begitu buruk pada saat ini. Mereka tidak tahu Islam mengajarkan kecintaan, kedamaian, keharmonisan dan ketenangan.

Setelah mendengarkan ini semua, dua orang ini berkata, “Sungguh kami merupakan orang Islam hanya sebatas keyakinan saja. Namun kami begitu muak dengan ekstrimisme dan tindak kekerasan di dalam Islam sehingga kami memutuskan untuk masuk Kristen. Tetapi sekarang, setelah mendengarkan gambaran Islam sejati dari para Ahmadi, kami menyadari bahwa Islam bukanlah agama yang seperti para ulama ini ajarkan. Pandangan buruk kami terhadap Islam telah diperbaiki.”

Mubaligh tersebut menulis bahwa mereka mengucapkan rasa terima kasih mereka karena telah menyelamatkan mereka dari meninggalkan islam dan dari memeluk agama Kristen.

Bahkan ketika orang bukan Muslim mendengar ajaran Islam sejati, hati mereka tersentuh ingin menyebarkan pesan ini dan mulai memberikan pertolongan terhadap pekerjaan kita. Di Jepang, seorang beragama Buddha mendatangi pameran buku kita lalu berkata bahwa pengetahuannya tentang Islam sangat sedikit. Ketika disampaikan kepadanya mengenai ajaran Islam sejati serta ditunjukan apa yang telah Al-Quran ajarkan berkenaan dengan keyakinan yang lain, beliau kemudian sangat menyukainya. Tidak hanya berterima kasih atas pengetahuan tersebut namun beliau juga berkata, “Ajaran yang indah ini pantas disebarkan di seluruh dunia dan kesalahpahaman orang-orang mengenai Islam hendaknya dihapuskan. Jika diizinkan, saya ingin menghabiskan hari saya ini bersama kalian [orang Ahmadi yang sedang bertabligh lewat pameran] untuk menyebarkan pesan ini kepada masyarakat dan mengatakan kepada dunia bahwa Islam merupakan agama yang penuh dengan kedamaian.” Jadi, suatu hari beliau datang ke pameran kita. Meskipun beliau sendiri merupakan seorang yang beragama Buddha, namun beliau menghabiskan waktu hari penuh, dari pukul 10 pagi hingga 4 sore, mendakwahkan dengan suara yang keras bahwa Islam merupakan agama kedamaian dan beliau senantiasa terus menyebarkan brosur-brosur kepada masyarakat.

Demikian pula, di Karnatak, India diadakan sebuah pameran buku dan seorang non-Muslim datang menghampiri. Setelah melihat- lihat buku kita, beliau berkata, “Saya telah melihat pameran-pameran buku lainnya namun saya merasa tidak pernah melihat orang-orang yang menyebarkan pesan Islam yang indah berkenaan dengan kedamaian dan ketentraman dengan cara seperti ini.” Beliau merasa sangat terkesan dan membeli banyak buku dari pameran kita.

Di sebuah kota di Luxemburg diadakan pameran buku. Pada kesempatan tersebut, Bapak Walikota datang berkunjung dan diperkenalkan kepada Jemaat. Beliau juga melihat berbagai macam buku. Ketua Jemaat lokal sedikit memperkenalkan Jemaat dan juga memberikan hadiah sebuah buku kepada beliau. Setelah mendengarkan pemaparan itu, Walikota tersebut berkata, “Jemaat kalian sedang melakukan suatu karya yang luar biasa. Hendaknya kalian menyebarkan ajaran Islam yang indah ini ke seluruh dunia secepat mungkin.”

Mari saya (Hudhur V atba) sampaikan suatu kisah dari Tn. Amir kita di Belanda mengenai seorang Muslim berkebangsaan Belanda bernama Bilal yang telah menjadi sangat putus asa dan sedih melihat keadaan umat Islam saat ini. Suatu kali, beliau pergi ke suatu toko dengan niat untuk membeli sebuah hadiah bagi anaknya. Ketika melihat pameran buku Jemaat, beliau berhenti dan untuk pertama kalinya melihat Al-Quran yang diterbitkan oleh Jemaat. Beliau berbicara dengan seorang pemuda Jemaat yang ada di pameran tersebut dan mengambil beberapa literatur lainnya untuk dibawa pulang.

Kemudian, ketika bertemu kembali dengan pemuda Jemaat tersebut. Beliau berkata, “Saya sangat terkesan dengan Jemaat. Tetapi ketika dengan rasa bahagia saya memperkenalkan Jemaat Ahmadiyah kepada teman-teman saya dari kelompok Sunni (Ahlus Sunnah), mereka menjadi marah bahkan hendak berkelahi dengan saya. Terlebih lagi, istri saya yang berasal dari Maroko pun bersikap sama. Sekarang tidak mungkin untuk membicarakan Ahmadiyah di rumah saya.

Namun demikian, saya memutuskan untuk mempelajari Ahmadiyah secara diam-diam dan Allah Ta’ala memberikan taufik kepada saya untuk bertemu kembali dengan pemuda Jemaat yang saya temui di pameran tersebut. Saya diundang untuk mengikuti Jalsah Salanah di Belanda dan menghabiskan 2 hari di Jalsah. Selama Jalsah, saya mendapatkan beberapa video berbahasa belanda di YouTube yang banyak menolong. Melalui video tersebut, istri saya pun berubah pikiran mengenai Ahmadiyah. Inilah cara Allah Ta’ala menyatakan kebenaran Ahmadiyah kepada saya dan saya mendapatkan taufik untuk berbaiat. Sekarang saya ikut serta dalam berbagai kegiatan Jemaat dan merasakan kemajuan rohani serta mengakhiri kegelisahan yang saya rasakan sebelumnya.”

Bagaimana pengaruh ajaran Al-Quran terhadap orang-orang juga dirasa perlu untuk disampaikan di sini. Ada seorang teman yang secara dawam (kontinyu, terus-menerus) mengajak orang-orang kepada Allah Ta’ala, menulis dari Kanada bahwa sepasang suami-istri (Kristen) mendatangi pameran buku kita. Sembari melihat-lihat Al-Quran, mereka bertanya apa karakteristik dan kualitas yang khusus ada pada Al- Quran. Kepada mereka kemudian disampaikan secara singkat mengenai pengantar mempelajari Al-Quran.

Sang suami berkeinginan untuk membeli Al-Quran tersebut namun sang istri yang merupakan seorang Kristiani tulen menolaknya. Sang suami berkata kepada Ahmadi yang ada di pameran tersebut, “Yakinkanlah istri saya, katakan sesuatu padanya tentang Al-Quran yang akan membuatnya yakin.” Sang suami ingin membeli Al-Quran namun juga tidak ingin kedamaian rumah tangganya menjadi berantakan. Jadi para Ahmadi kita mengatakan kepadanya, “Ada suatu surah di dalam Al-Quran yang menceritakan kisah Yesus dan ibunda beliau, Maryam. Anda akan mendapatkan pembahasan dan keterangan yang tidak akan Anda dapatkan di dalam Bible.”

Ahmadi tersebut kemudian membuka surah tersebut di dalam Al- Quran dan memberikannya kepada mereka. Sang istri pun mulai membacanya. Setelah membacanya berkali-kali, ia berkata, “Sungguh (Al-Qur‘an) ini merupakan Kitab yang menarik. Media dan surat kabar telah mengatakan kepada kami bahwa Al-Quran penuh dengan kebencian tetapi buku ini nyatanya yang penuh dengan kecintaan mengandung pembahasan perihal Yesus dan ibunda beliau.” Walhasil, mereka pun membeli Al-Quran.

Beberapa minggu kemudian, ketika mereka lewat di depan pameran kita, mereka menyampaikan rasa terima kasih dan berkata, “Kami telah membaca Al-Quran tersebut. Jika seseorang membaca Al-Quran atau bahkan melihatnya sepintas, maka kebencian yang sedang tersebar melalui media dan surat kabar terhadap Hadhrat Rasulullah saw dan Islam serta segala kesalahpahaman di dalamnya akan dijernihkanSaya katakan kepada teman-teman saya untuk membaca Al-Quran meskipun mereka adalah orang-orang Kristen.”

Satu dari empat pameran buku kita di Benin (Afrika) didatangi oleh seorang guru. Ketika melihat dan mempelajari ajaran Islam yang indah, beliau berkata, “Saya menginginkan literatur Jemaat bagi murid-murid saya sehingga mereka dapat mempelajarinya dan juga supaya masyarakat kita dapat menjadi penuh kedamaian dan rasa aman. Untuk menanamkan kecintaan, keharmonisan dan kedamaian di dalam masyarakat, apa yang diperlukan sebenarnya adalah ajaran Islam yang indah. Oleh sebab itu, saya mengambil literatur Jemaat dan memberikannya kepada murid-murid saya.” Setelah itu, beberapa muridnya mendatangi pameran kita dan melihat literatur kita lalu berkata bahwa mereka telah mendapatkannya dari guru mereka.

Umat Islam yang berpikiran positif juga terkesan dengan Nizam Jemaat yang merupakan ajaran Islam dan hal ini menjadi sarana bagi mereka agar senantiasa mendapatkan bimbingan ke arah yang benar.

Muballigh kita dari Burkina Faso, “Kami pergi ke suatu tempat bernama Silaboubo. Kami disambut dengan ramah dan baik. Kaum pria dan wanita di kampung itu berkumpul mendengarkan kami. Pertablighan mereka berlangsung hingga larut malam, yaitu jam 2 dini hari. Pada pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Jemaat kita disatukan di atas satu tangan.

Seseorang berkata bahwa ia melihat mimpi dimana ia diminta untuk memberikan sumbangan kepada sebuah Jemaat yang memiliki sistem keuangan yang layak. Ia pun memberikan sumbangan 10.000 Franc kepada mubaligh kita setelah mubaligh tersebut menjelaskan berkenaan dengan candah. Banyak orang menyaksikan kebenaran mimpinya tersebut. Lebih dari 200 orang di kampung ini masuk Jemaat dan mereka mulai membayar candah dengan dawam.”

Selama pembagian pamflet di Guatemala (Amerika Latin), dilakukan tabligh dengan seorang pemuda di sana. Beliau pun menerima Ahmadiyah. Beliau baru saja masuk Islam beberapa bulan yang lalu. Beliau tidak merasa tentram dengan memasuki mesjid non-Ahmadi. Beliau bermimpi melihat seorang suci yang memintanya untuk mengikutinya. Kemanapun orang ini pergi, jalan yang ditempuhnya menjadi jelas. Beliau diperlihatkan foto Hadhrat Masih Mau‘ud as dan mengetahui inilah sosok yang beliau lihat di dalam mimpi.

Amir Jemaat Prancis melaporkan ada seorang Mubayi‘ baru, bernama Tn. Kamal, yang datang kepadanya dan menceritakan masa sebelum baiat bahwa meski ia orang Muslim tapi keislaman dirinya hanyalah sebatas nama saja. Beliau merasa ragu dan menginginkan bukti kebenaran Islam. Beliau diperkenalkan oleh suami saudarinya (ipar) mengenai Jemaat dan diberikan Tafsir Al-Quran karya Hadhrat Khalifatul Masih II ra. Beliau merasa kagum terhadap penafsiran yang diberikan. Beliau menyaksikan MTA dan menyadari mereka merupakan orang suci dan akan memberikan dalil-dalil. Beliau merasa telah menemukan suatu harta karun dan segala keraguannya menjadi hilang dan beliau pun masuk Jemaat.

Ketika pesan Islam sampai ke berbagai belahan dunia, pesan yang berisi amanat kecintaan, keamanan dan perdamaian yang disampaikan oleh Jemaat Ahmadiyah, mereka yang berfitrat baik dan berbahagia pun menerimanya. Telah saya sampaikan peristiwa di Prancis, ada juga peristiwa di Amerika selatan. Muballigh kita di Guatemala melaporkan kepada saya. Di Guatemala, sejumlah 91 orang menerima pesan Ahmadiyah – yang kita sebarkan melalui selebaran-selebaran- termasuk seorang pendeta Kristen, yang telah berkhidmat sebagai pendeta Gereja Katholik selama 33 tahun dan setelahnya berpindah gereja dan menjadi pendeta Protestan selama 5 tahun.

Seorang lain bernama Tn. Domingo juga telah baiat. Beberapa mahasiswa dari Jamiah Kanada kita kirimkan ke Guatemala. Mereka menyebarkan 100.000 pamflet serta mengunjungi berbagai kota. Seorang hakim juga mengunjungi rumah misi kita dan berkata bahwa beliau akan menyebarkan pesan ini di kotanya. Beberapa hari kemudian beliau datang dengan 7 orang lainnya menginap lebih kurang 10 hari di rumah misi seraya mendiskusikan mengenai Islam, Trinitas, keindahan ajaran Islam dan juga mengenai Jemaat Ahmadiyah. Dengan karunia Allah Ta’ala, sang hakim beserta istrinya menerima Ahmadiyah. Ketika kembali ke kampung halamannya, beliau mulai bertabligh dengan mengadakan suatu pertemuan dengan mengundang warga kampung sekitarnya. Kita juga diundang ke sana. Para acara tersebut, para Ahmadi Guatemala menceritakan kesan-kesan bagaimana mereka berbaiat. Walhasil 89 orang laki-laki dan perempuan menyatakan baiat.

Di Swiss, ada seseorang non Ahmadi yang menerima selebaran kita lalu berkata bahwa beliau benar-benar sangat menyukainya. Yang lain berkata, “Saya menyukai topik yang disampaikan di dalam pamflet ini. Saya menginginkan bahwa ada di antara kalangan umat Islam yang menyampaikan pesan seperti ini dan Anda telah memenuhi keinginan saya ini.” Di Zurich, ada seseorang aktifis Gereja, Tn. Yakob yang berkata sangat mengakui peranan khidmat Jemaat dan ia sangat menyukai Jemaat. Gerejanya mengambil moto ‘Love for all hatred for none’ itu untuk mereka dan telah memutuskan untuk merayakan motto kita selama seminggu pada tahun 2015. Selebaran yang mereka persiapkan untuk kampanye menyebutkan Jemaat dengan cara yang indah. Mereka mengatakan Jemaat Ahmadiyah memiliki dua prinsip dasar. Pertama yaitu ‘Love for all hatred for none’. Kedua adalah Laa ikrooha fiddiin – tidak ada paksaan dalam agama. Mereka berkata bahwa dengan mengikuti dua prinsip dasar Jemaat Ahmadiyah tersebut, maka kedamaian di dunia ini akan dapat tercipta. Di Swiss, banyak pendapat yang menentang Islam namun di sana juga terdapat orang yang memuji Islam dalam jumlah yang semakin banyak, dengan karunia Allah, Dia mendirikan orang-orang guna menyokong Islam, jika tidak, bagaimana mungkin orang-orang lain di sana menghargai ajaran Islam?

Muballigh kita di Kongo melaporkan bahwa seorang pendeta gereja Orthodox setelah mendengar radio kita berkata, “Saya sangat terkesan dengan bagaimana cara Anda berpidato dan telah memutuskan untuk masuk Islam. Namun sebelumnya saya ingin anak saya memeluk Islam lewat Jemaat Ahmadiyah.” Dan seperti yang ia katakan, anaknya telah baiat dan masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah.

Muballigh kita di Bandundu di Kongo melaporkan, direktur radio Bandundu FM berkata, “Saya telah melihat ceramah umat Kristen namun cara Anda menyampaikan ceramah sangat berbeda. Di semua program, Anda tidak menyerang orang lain. Anda hanya fokus pada keindahan Islam dan mengajarkan orang bagaimana menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat.”

Di Nigeria, ada seorang ustadz Muslim yang berkata, “Seluruh Jemaat Anda memiliki keindahan yang luar biasa seperti yang dimiliki oleh para sahabat Hadhrat Rasulullah saw. Semoga Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa Khalifah Anda dalam membela Islam. Amin.”

Mubaligh kita dari Benin menulis bahwa pada saat peresmian mesjid, seorang Raja dari daerah Doso tersebut juga telah datang. Ia berkata, “Saya akan mengatakan kepada setiap orang untuk menjadi Ahmadi karena mereka merupakan orang-orang yang benar.” Salah seorang penyair yang hadi membacakan beberapa bait syair dalam bahasa lokal, Oraon, yang berarti: “Suatu tanaman yang ditanam oleh manusia akan menjadi kering jika tidak diberi air tetapi pohon yang ditanam oleh Allah Ta’ala tidak memerlukannya. Ahmadiyah pohon yang ditanam oleh Allah Ta’ala dan pembangunan mesjid merupakan tanda lahiriah dari hal tersebut. Rumah saya berada di dekat mesjid sehingga mengapa saya harus pergi jauh ke gereja untuk beribadah.”

Maka, tanaman ini sungguh merupakan tanaman Islam yang ditanam oleh Allah Ta’ala. Dia mengutus Hadhrat Masih Mau‘ud as untuk merawat dan mengairi tanaman ini, di masa ini, pada zaman ini, sesuai dengan nubuatan Hadhrat Rasulullah saw. Kemudian, pohon ini akan terus berkembang dan diairi oleh Allah Ta’ala dengan meneruskan aliran berkat dan karunia Hadhrat Rasulullah saw. Dan, Allah menyediakan air rohaniah untuk menyuburkannya dan tetap menyediakan di masa mendatang juga sesuai janji-Nya, insya Allah, dan tanaman ini akan senantiasa subur, insya Allah.

Sesungguhnya saya telah menceritakan beberapa saja dari ribuan kisah lainnya supaya dunia menjalani jalan-jalan ridha Ilahi, supaya kecintaan dan perdamaian tersebar luas di dunia. Tampak di depan kita contoh-contoh peristiwa seperti ini yang memperkuat keimanan kita. Bagaimana Allah Ta’ala membuka hati orang-orang di seluruh dunia dan bagaimana Dia membuat dari mulut orang-orang itu keluar pembicaraan yang mendukung kebenaran kita. Dari antara mereka terdapat orang- orang yang tinggal negeri-negeri Arab, Eropa dan dari Afrika Selatan. Tapi, semuanya merasa terkesan karena ajaran universal adalah satu ajaran; dan itu adalah ajaran Islam. Setiap orang yang adil – baik itu yang menerima Ahmadiyah kemudian atau belum – terpaksa menyadari hanya Islam-lah satu-satunya yang menjamin kedamaian dunia.

Tidak akan ada seorang berpikiran adil pun yang menganggap bahwa tindakan-tindakan penguasa-penguasa Muslim yang tengah menjabat dan kelompok radikal yang merusak tersebut dapat memberi manfaat bagi wajah Islam (atau berasal dari ajaran Islam). Hanya mereka yang bersikap tidak adil saja yang akan berkata demikian. Betapa pun banyaknya propaganda yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menentang Islam, namun hanya Islam- lah yang akan menunjukan kepada dunia jalan menuju Allah Ta’ala dan untuk menyebarkan kedamaian dan rasa aman. Jika tidak hari ini, maka besok dunia akan harus menerima bahwa hanyalah Islam yang dapat memberikan jaminan akan kedamaian dan ketentraman dunia.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk menjadi bagian dari kesuksesan ini di masa mendatang dan memasukan kita di kalangan orang-orang yang menjadi bagian dari keberhasilan ini dan menyaksikan karunia-karunia yang berlipat ganda dari Allah Ta’ala serta untuk menjadi orang-orang yang amal perbuatannya sesuai dengan yang Islam ajarkan.  Aamiin.

[1] Casymah Ma‟rifat, Ruhani Khazain jilid 23 h. 33

Penerjemah: Hafizhurrahman

Editor: Dildaar Ahmad