بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH Vatba,

MIRZA MASROOR AHMAD

Tanggal 29 Juni  2007 dari  Mesjid Baitul Futuh, London UK

Setelah mengucapkan Syahadat, membaca ta’awwuz dan surat Al-Faatihah, Hudhur atba bersabda ;

Pada Khutbah Jumat yang lalu, telah saya jelaskan ajaran Islam tentang bagaimana menegakkan keadilan, perdamaian, keamanan dan keselamatan. Sesuai dengan ajaran Islam dasar perdamaian dan keamanan dunia dapat ditegakkan hanya jika tuntutan keadilan dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Untuk itu dasar utamanya adalah terletak pada taqwa. Didalam Al Quranul Karim, orang-orang muslim demikian tegasnya ditekankan untuk berpegang teguh kepada taqwa dan berulang kali diperintahkan sehingga sama sekali tidak diharapkan dari orang-orang beriman untuk berbuat sesuatu pelanggaran terhadap keamanan didunia ini.

Didalam Al Quran tidak sedikit telah dijelaskan bahwa orang-orang muslim secara perorangan ataupun sebagai suatu negara tidak patut memperlihatkan perilaku yang tidak baik terhadap suatu bangsa yang disebabkan rasa permusuhan sengaja tidak memenuhi tuntutan keadilan. Islam mengajarkan supaya orang-orang muslim memperkokoh hubungan perdamaian dengan setiap bangsa, kecuali bangsa yang secara langsung menyatakan perang atau menunjukkan sikap permusuhan. Sehubungan dengan itu pada khutbah hari ini akan saya jelaskan banyak lagi ajaran Al Quran  tentang itu kepada saudara-sudara, yaitu mengapa dan sampai dimana peperangan dapat diizinkan dan jika peperangan tidak dilakukan dizaman permulaan Islam yang telah diizinkan, maka bagaimana akibatnya yang sangat mengerikan dan bahaya kehancuran yang mungkin terjadi pada waktu itu.

Dari situ jelas terbukti bahwa izin melakukan peperangan diberlakukan untuk keselamatan dan keamanan serta kedamaian dunia semata, bukan untuk menimbulkan kerusuhan dan kehancuran diatas dunia ini. Sebagaimana pada zaman sekarang ini para penentang Islam atau orang-orang yang membuat propaganda anti Islam sedang ramai membicarakannya. Jika kita tinjau latar belakang para penentang Islam atau para pendukung mereka dan kita tinjau juga kelompok-kelompok agama dan pemerintahan mereka khususnya, pada dewasa ini mereka sedang berusaha menimbulkan permusuhan dan peperangan yang mengakibatkan banyak kehancuran sehingga keamanan serta keselamatan dunia menjadi terancam. Jika hal itu mulai dibicarakan dan diusut, mereka tidak akan dapat mengemukakan alasan yang bisa diterima. Akan tetapi disini kita tidak bermaksud untuk menyalakan api permusuhan atau membangkitkan kemarahan mereka. Oleh karena itu saya akan jelaskan ajaran Islam yang telah difirmankan oleh Allah swt didalam Al Quran, sehingga akan lebih terbuka lagi bagaimana izin peperangan telah diberikan dan atas dasar apa telah diberikan oleh Allah swt. Dari situlah ajaran Islam tentang peperangan ini akan nampak lebih jelas lagi. Ajaran (tentang peperangan) ini telah menunjukkan wajahnya yang sangat indah dan cerah dibanding dengan ajaran agama lain karena pada mereka tidak ada ajaran seindah ini (tentang peperangan). Oleh sebab itu setiap Ahmadi bila saja harus menjawab tuduhan pihak lawan Islam tidak usah merasa khawatir dan tidak perlu mengalah tentang itu. Setiap ajaran Al Quran penuh dengan kebijaksanaan dan tujuannya untuk menyempurnakan hak-hak terhadap Allah swt dan hak-hak terhadap sesama manusia.

            Hazrat Masih Mau’uda.s telah menjelaskan sebab-sebab terjadinya peperangan, baik yang dilakukan dizaman Rasulullahsaw maupun yang dilakukan dizaman para Khulafa Rasyidin. Beliau menyebutkan tiga macam sebab dilakukannya peperangan itu.

Pertama, untuk mempertahan diri dari serangan musuh, yakni untuk menjaga keamanan dan membela diri.

 

Kedua, sebagai hukuman, karena orang-orang Islam telah diserang. Maka untuk menghukum musuh-musuh yang telah menyerang dilakukan perang terhadap mereka. Diwaktu itu Pemerintahan Islam telah berdiri dan berdaulat karenanya mempunyai kekuasaan untuk menghukum para musuh Islam.

 

Ketiga, untuk menegakkan kemerdekaan, yakni membentuk kekuatan untuk menghadapi mereka yang telah menjadi musuh Islam. Hanya disebabkan mereka telah menjadi orang-orang muslim banyak yang dibunuh oleh pihak lawan Islam, dianiaya, dan disiksa secara biadab. Mereka telah diperlakukan demikian kejamnya oleh pihak lawan hanya disebabkan mereka telah masuk Islam.

            Kita lihat sekarang bagaimana ajaran Al Quran dalam situasi yang demikian terancam itu, seorang ahli hukum biasapun setelah melihat adanya perintah perang didalam Islam akan memahami, dikala orang-orang Islam telah diberi izin untuk berperang, jika perang tidak diizinkan pada waktu itu tentu keamanan dan keselamatan dunia secara total akan musnah.

            Bagaimana indahnya ajaran ini sebagaimana telah saya katakan sebelumnya, ajaran agama apapun, baik ajaran Kristen, ajaran agama Hindu, ajaran agama Budha atau agama apapun tidak akan dapat menyamainya.

Allah swt berfirman didalam Al Quran Surah Al. Hajj ayat 40-41 sebagai berikut :

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقتَلُوْنَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوْا وَاِنَّ اللهَ عَلى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ- اَلَّذِيْنَ اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَغَيْرِ حَقٍّ اَلاَّ اَنْ يَّقُوْلُوْا رَبُّنَااللهُ وَلَوْلاَ دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَّ صَّلَوَاتٌ وَّمَسَجِدُ يُذْكَرُ فِيْهَا اسْمُ اللهِ كَثِيْرًا وَّلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَّنْصُرُهُ اِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيْرٌ

 

Artinya : Telah diperkenankan untuk mengangkat senjata bagi mereka yang telah diperangi , disebabkan mereka telah diperlakukan dengan aniaya dan sesungguhnya Allah berkuasa menolong mereka- Orang-orang yang telah diusir dari rumah mereka tanpa sebab yang benar, hanya karena mereka berkata “Tuhan kami ialah Allah”. Dan sekiranya Allah tidak menangkis sebagian orang dengan perantaraan sebagian yang lain, niscayalah biara-biara serta gereja-gereja Nasrani dan rumah-rumah ibadah Yahudi serta mesjid-mesjid yang didalamnya nama Allah banyak disebut telah dibinasakan. Dan pasti Allah akan menolong siapa yang menolong Dia. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, Maha Perkasa.

 

Yakni perang telah dilakukan karena :

pertama يُقتَلُوْنَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوْا artinya, telah diperlakukan dengan aniaya, tanpa alasan mereka telah dibunuh, oleh sebab itu perang telah diizinkan supaya kamu membalas mereka karena negara kamu juga sudah berdiri. Atau sekarang negara kamu sudah berdiri maka para pembunuh yang datang untuk membunuh kamu itu harus diberi hukuman sebagai pembalasan.

Kedua, Tuhan berfirman lagi :  اُخْرِجُوْا مِنْ دِيَارِهِمْ بَغَيْرِ حَقٍّ artinya, Orang-orang yang telah diusir dari rumah-rumah mereka tanpa sebab yang benar. Apa kesalahan mereka? Tiada lain karena mereka mengatakan  رَبُّنَااللهُ yakni Tuhan kami ialah Allah!!  Sesudah itu Allah berfirman : Jika peperangan itu tidak dilakukan, yang telah diizinkan kepada orang-orang muslim setelah bersabar menanggung penderitaan, penganiayaan dan penyiksaan dalam tempoh yang cukup lama, tentu keadaan dunia pada waktu itu menjadi resah dan keamanan serta keselamatan diatas dunia menjadi musnah.

Disini dasarnya telah disebutkan dengan jelas mengapa perang diizinkan, karena setelah orang-orang muslim menjadi sasaran penganiayaan dan penyiksaan dalam waktu yang cukup lama maka akhirnya perang telah diizinkan kepada mereka. Negara mereka telah terbentuk, karena itu mereka telah mempunyai hak untuk melancarkan perang melawan para penentang yang zalim itu setelah mereka menerima izin dari Allah swt. Akan tetapi maksud dan tujuan perang itu semata-mata untuk menghapus kezaliman dan melawan ketidak adilan yang sedang dilancarkan oleh pihak lawan terhadap mereka. Bukan berperang secara membabi buta untuk melancarkan pembalasan sekehendak hati sampai melampaui batas. Perkara ini secara khusus telah disinggung didalam firman Tuhan tersebut. Didalam perintah yang penuh hikmah ini dapat diketahui, jika perang tidak diizinkan maka tempat ibadah agama-agama lain juga akan mengalami nasib yang sama, akan mengalami kehancuran akibat perlakuan orang-orang zalim itu. Karenanya kebencian akan timbul dan keamanan serta keselamatan akan lenyap dari muka bumi. Didalam ayat ini Allah swt memberi izin selamanya untuk mengikis habis kezaliman.

            Maka jika para penentang yang menuduh terhadap pemerintahan Islam tentang izin peperangan ini, maka tuduhan sangat salah dan mengelirukan pikiran manusia. Yang tidak mau berhenti dari perbuatan kezaliman harus diadakan tindakan keras terhadapnya dengan menggunakan kekuatan. Islam tidak menggunakan kekerasan diatas nama agama dan sama sekali tidak ada paksaan didalam urusan agama dan tidak pula mengajak seseorang untuk masuk agama Islam dengan paksaan dan tidak ada perintahnya untuk itu, dan tidak mungkin  dilakukan demikian. Masalah agama diserahkan kepada hati setiap orang. Oleh karena itu setiap orang mempunyai hak menjalani kehidupannya sesuai dengan kehendak hatinya dan beribadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Dalam perintah dan peraturan ini setiap orang muslim diingatkan bahwa dimana saja pemerintahan kalian telah berdiri disana kalian harus menjaga diri dari tindakan yang sewenang-wenang, seperti menghancurkan tempat-tempat ibadah penganut agama lain. Akibatnya akan sangat buruk dan peristiwa semacam itu akan terus berlanjut saling balas-membalas. Sangat disesalkan sekali apa yang kita khawatirkan ini justru sedang terjadi dibeberapa negara yang penduduknya banyak  beragama Islam termasuk diantaranya juga negara Pakistan. Sebuah berita yang telah kita baca dalam media cetak, orang-orang Islam disana telah melancarkan tindak kekerasan terhadap orang-orang Kristen. Banyak orang yang mencari-cari alasan untuk kepentingan mereka sendiri diantaranya juga para Mullah yang atas nama agama giat melakukan tindak kekerasan terhadap orang-orang Kristen dan penganut agama lainnya. Hal itu telah dimuat baru-baru ini didalam surat-surat kabar, bahwa para mullah mengancam akan membunuh mereka jika mereka tidak masuk Islam dan kuil-kuil atau gereja-gereja tempat ibadah mereka akan dihancur-leburkan. Dan beberapa tahun yang sudah lampaupun telah dilakukan juga ancaman-ancaman demikian. Tindakan seperti itulah yang telah membuat nama baik Islam telah tercoreng dimuka masyarakat dunia dan memberi kesempatan kepada para penentang untuk mengacungkan telunjuk menuduh dan memburuk-burukkan Islam. Perbuatan mereka yang keji itu sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam karena tidak mengikuti perintah Allah swt dan karenanya telah mempermalukan orang-orang Islam diseluruh dunia.

Pada sa’at ini perkembangan orang-orang Islam akan menghadapi situasi yang beku* disebabkan oleh kegiatan mereka yang keliru seperti itu. Hal itu terjadi karena mereka sedang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah swt. Padahal Allah swt telah berjanji bahwa, jika kalian berhenti dari perbuatan kerusuhan dan keburukan seperti itu, maka pertolongan dan bantuan-Nya akan menyertai kalian. Sekarang kita dapat menyaksikan dinegara manapun juga Allahswt sama-sekali sedang berhenti menurunkan pertolongan dan bantuan-Nya kepada orang-orang Islam. Keadaan mereka pada sa’at ini sangat susah dan menyedihkan. Selain dari itu kita saksikan juga mereka sedang melakukan kezaliman dan provokasi anti terhadap orang-orang Ahmadi, menghancurkan mesjid-mesjid tempat ibadah orang-orang Ahmadi, dibeberapa tempat mereka berhasil berbuat jahat seperti itu. Sesungguhnya perbuatan mereka itu semua semata-mata melanggar hukum-hukum Allah swt. Oleh sebab itu mereka sudah kehilangan berkat-berkat dari Allah swt. Lihatlah sekarang apa yang sedang terjadi dinegara Pakistan, sebagaimana telah saya katakan sebelumnya, dibeberapa negara muslim lainnyapun sedang mengalami situasi serupa dengan itu, pemerintahan mereka sama-sekali tidak mengambil tindakan yang sewajarnya terhadap para mullah penentang Jema’at Ahmadiyah. Di Pakistan jika pemerintah tidak melakukan pengawasan terhadap para mullah yang dungu itu, maka sesungguhnya tindakan kekerasan yang mereka lakukan itu semata-mata sedang melakukan perlawanan terhadap Allah swt. Mereka akan menghadapi akibat yang sangat buruk.

            Sejauh mana tentang orang-orang Ahmadi, mereka sedang melaksanakan hukum-hukum Allah swt dengan patuh ta’at sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Hazrat Masih Mau’uda.s, mereka tidak akan membalas perlakuan jahat mereka itu dengan perlakuan yang serupa. Dinegeri manapun mereka tinggal sesuai dengan undang-undang negeri itu mereka mematuhi undang-undang negara dan menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran dalam menghadapi perbuatan zalim dan aniaya dari pihak lawan.

            Dizaman Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdia.s peperangan menggunakan senapan atau senjata telah dilarang oleh Islam, maka para Ahmadi tidak mungkin melakukan perlawanan balasan dengan cara yang sama dengan perlakuan jahat mereka. Namun Allah swt sesuai dengan janji-Nya pasti akan turun menolong Jema’at Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdia.s.  Maka negara-negara orang Islam dimana orang-orang Ahmadi tinggal sedang memperlakukan mereka secara tidak adil dan secara aniaya, mereka harus menyadari betul-betul akan adanya akibat dari kezaliman yang telah melampaui batas terhadap orang-orang Ahmadi itu. Allahswt akan menjaga dan melindungi orang-orang Islam sesuai dengan firman-Nya : دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ artinya Allah menangkis sebagian orang dengan perantaraan sebagian yang lain. Ayat ini dapat juga diaplikasikan atau diterapkan kepada mereka yang sedang dianiaya atau dizalimi dari penganut agama manapun. Dalam hal ini orang-orang Ahmadi dibanyak tempat didunia, yang sedang mendapat perlakuan zalim dan aniaya hanya disebabkan mereka telah beriman kepada Hazrat Imam Zaman yang telah dijanjikan oleh Hazrat Rasulullahsaw. Sesungguhnya  mereka akan mendapat pertolongan dan perlindungan Allahswt. Mereka inilah yang telah mengikuti perintah Rasulullahsaw lebih dari yang lain, mereka memahami benar kalimah toyyibah لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ  dan menanamkannya didalam kalbu mereka lebih dari yang lain dan mereka mengimani kalimah toyyibah ini lebih dari yang lain. Jika pihak lawan berlaku tidak adil dan menganiaya mereka, mesjid-mesjid tempat beribadah mereka dihancurkan, maka sesuai dengan hadis Rasulullahsaw, orang muslim yang menyerang orang muslim lainnya, maka dia bukan orang muslim lagi. Yang disebut orang Islam, sebagaimana telah saya katakan, adalah dia yang dengan yakin mengucapkan kalimah laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ dan beriman kepadanya.

            Maka didalam Jema’at Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdia.s tidak akan ada orang yang berani menyerang atau memerangi orang lain, sebab kita tinggal berada dibawah kuasa pemerintah dan tidak mempunyai pemerintahan sendiri. Tetapi selain itu peperangan sebenarnya telah dilarang jauh sebelumnya diakhir zaman ini. Bagi mereka yang telah mengucapkan kalimah toyyibah dengan hati yang sungguh-sungguh dan telah banyak menyerap sifat-sifat Rasulullahsaw, mereka tidak mungkin akan melakukan penyerangan terhadap siapapun.

Kekerasan apapun yang para penentang lakukan terhadap kita tidak mungkin kita akan membalasnya dengan kekerasan lagi, karena kita adalah orang-orang penyebar kedamaian dan keselamatan dimuka bumi. Bagaimanapun kerasnya tindakan penganiayaan mereka, namun kita yakin pada sa’at yang sangat genting dan berbahaya ini Allahswt akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita dan membuka jalan kemenangan bagi kita. Jika tidak pada hari ini maka kapanpun waktunya, Allahswt jpasti akan menurunkan pertolongan-Nya karena pintu pertolongan telah terbuka dari pada-Nya untuk kita. Sehingga orang-orang Ahmadi akan menjalani kehidupan yang bebas dan merdeka penuh kedamaian dan keselamatan, insya Allahswt.

Kita tidak takut jika seandainya Pemerintah (Pakistan) ini dan para Mullah disana yang jahat tidak mau berhenti meninggalkan kezaliman mereka itu dan mereka semakin melampaui batas kezaliman mereka, maka sesuai dengan janji Allah swt mereka akan ditimpa oleh hukuman yang sangat keras dari pada-Nya. Diantara mereka banyak yang tidak mengikuti dan mengamalkan ajaran Islam, dan mereka itulah yang melakukan banyak kekerasan terhadap orang-orang yang telah beriman kepada Hazrat Imam Zaman, Imam Mahdi Masih Mau’uda.s. Kita harus berdo’a untuk mereka juga, semoga Allah swt dengan karunia-Nya memberi akal yang sehat dan pikiran yang bijak kepada mereka.

            Pesan ini disatu pihak memberi ketenteraman hati kepada orang-orang beriman yang dianiaya, dipihak lain bagi mereka yang menamakan diri muslim dan tidak mau berhenti dari penganiayaan dan kezaliman bagi mereka merupakan ancaman yang sangat menakutkan. Padahal pesan ini merupakan jaminan keamanan bagi setiap orang. Mereka yang menamakan diri sebagai muslim namun tidak mengikuti  ajaran Islam dengan sungguh-sungguh, mereka akan ditimpa kemalangan sebagai hukuman dari Allah swt. Mereka yang hanya mulut saja menamakan diri sebagai muslim jangan hendaknya mencemari nama baik Agama Islam dengan jalan kebrutalan perilaku mereka, namun sebaliknya mereka harus berusaha mencari berkat dan rahmat dari Allahswt dengan merubah diri kepada perilaku yang baik. Mereka harus sungguh-sungguh berusaha mencari berkat dan rahmat dari Allahswt, kalau tidak mereka akan bernasib sangat buruk dan malang untuk selama-lamanya karena sampai waktu kapanpun mereka tidak akan menerima anugrah pertolongan dari Allahswt. Semoga Allah memberi akal dan pengertian yang bijak kepada mereka untuk memahami perkara ini semua. Dan semoga Allah swt memberi perlindungan kepada orang-orang Ahmadi yang menjadi sasaran kezaliman dan keaniayaan disana, dan semoga Allahswt menolong mereka semua. Perlindungan terhadap orang-orang muslim termasuk juga didalam rangkaian hukum Tuhan ini.

Didalam ayat lain Allah swt berfirman didalam surah Al Hajj ayat 42 :

اَلَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّـنّهُمْ فِى اْلاَ رْضِ اَقَامُ الصَّلوةَ وَاَتُوْاالزَّكوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِوَلِلَّهِ عَاقِبَةُ اْلاُمُوْرِ

 

Artinya : Mereka yang, jika Kami teguhkan mereka di bumi ini, akan mendirikan shalat dan membayar zakat dan mengajak kepada kebajikan dan melarang dari kejahatan. Dan kepada Allah-lah terserah akibat dari segala urusan.

 

            Itulah sesungguhnya tugas orang-orang yang memegang kekuasaan dan dengan karunia dan pertolongan Allahswt mereka akan menang diatas orang-orang yang zalim. Dan mereka akan mampu membentuk pemerintahan sendiri sehingga mereka akan menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Allahswt Yang Maha Kuasa. Maka sekarang kewajiban orang-orang beriman untuk mengadakan pemeriksaan kedalam diri masing-masing dan pikirlah baik-baik bahwa apapun yang sudah diperoleh itu semata-mata karunia dari Allahswt. Kita tidak boleh menjadi seperti orang-orang yang bertujuan untuk merampas kemerdekaan pihak lain, melainkan pemerintahan Islam memberi kebebasan berpikir tanpa menghiraukan perbedaan agama atau mazhab. Harus menegakkan keadilan untuk setiap orang. Setiap orang diberi kebebasan didalam politik negara dengan cara yang aman dan damai. Rakyat mempunyai hak-hak yang sama untuk maju didalam segala bidang, menjadi kewajiban pemerintahan Islam untuk menyediakan ruang seperti itu. Kewajiban itu semua dapat membuka kemungkinan untuk dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya jika yang berkuasa merasa yakin bahwa Allahswt sedang mengawasi kinerjanya itu. Dalam hatinya ia berkata, saya bekerja bukan untuk merampas hak-hak orang lain. Hal itu tidak dapat melepaskan aku dari pada hukum Tuhan karena Dia selalu mengawasi segala sesuatu.

Oleh karena itu setiap orang muslim atau suatu negara orang muslim bila saja keamanan sudah ditegakkan dan kekuasaan sudah diperoleh, mereka harus menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh mendirikan shalat, karena tanpa menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya tidak akan ada rasa takut kepada Tuhan didalam hati mereka. Shalat yang sesungguhnya adalah apabila ia dilaksanakan dengan hati penuh rasa sadar bahwa Tuhan hadir dihadapan mereka. Karena Allahswt berfirman, bahwa banyak orang-orang menunaikan shalat namun shalatnya itu hanya menyebabkan kehancuran bagi dirinya, tidak membawa faedah apa-apa. Bahkan mereka akan dihancurkan karena shalat mereka itu. Shalat mereka itu dilemparkan kembali keatas muka mereka. Maka dari itu mereka harus berpikir apakah shalat-shalat mereka itu telah dilakukan sesuai dengan perintah Allahswt  atau tidak ?

            Masalah kedua adalah pengurbanan. Mereka tidak boleh merampas hak-hak orang lain dengan melakukan korupsi. Disamping itu ada nasihat untuk berbuat kebaikan dan harus meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk yang tidak disukai Tuhan. Hal itu semua tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya pertolongan Allahswt dan tanpa adanya rasa takut terhadap Allah swt.

            Alhasil, apabila pemerintahan muslim telah berdiri dan kekuasaan telah diperoleh, maka kekuasaan itu tidak boleh digunakan untuk tujuan yang negatif dan dengan cara yang salah. Mereka harus berlaku adil dan tidak boleh melakukan diskriminasi karena warna kulit atau karena perbedaan agama dan bangsa. Itulah cara-cara untuk menciptakan keharmonian dan kedamaian didalam negara-negara itu. Harus memberi kebebasan kepada setiap penduduk untuk memilih agama yang mereka sukai sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Rakyat harus diberi jaminan untuk beribadah sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Itulah jaminan yang utama untuk menciptakan kedamaian dan keamanan yang sesungguhnya dikalangan masyarakat dunia. Hal itu semua menjadi kewajiban para penguasa negara-negara Islam untuk menunjukkan sikap dan gambaran ajaran agama Islam yang sebenar-benarnya.

Jemaat Ahmadiyah tidak mempunyai sesuatu pemerintahan, namun kita dapat memanjatkan do’a kepada Allah swt, semoga Dia memberi kekuatan dan kemampuan kepada mereka yang duduk didalam pemerintahan untuk menunjukkan gambaran sejati Agama Islam kepada dunia seluruhnya. Supaya serangan-serangan pihak lawan terhadap Islam dari setiap penjuru yang sedang hangat terjadi pada sa’at ini, yang disebabkan tidak adanya pengetahuan tentang Islam dan disebabkan perlakuan orang-orang Islam sendiri yang keliru, dapat disingkirkan dari muka bumi ini.

Allahswt berfirman bahwa sekalipun peperangan yang telah diizinkan kepada pemerintahan Islam dengan syarat-syarat yang telah dijelaskan sebelumnya, namun perang tidak dapat dilakukan secara bebas tanpa menghiraukan persyaratannya lebih dahulu. Jika pihak lawan melakukan kezaliman tidak ada perintah untuk membalas dengan kezaliman lagi terhadap mereka, sehingga kalian nanti dikatakan orang-orang zalim. Melainkan kewajiban kalian adalah, sedapat mungkin mengurangi atau meredam tensi perlawanan mereka itu atau berusaha untuk menghentikan peperangan itu. Jenis kekerasan apapun yang sifatnya melampaui batas tidak diizinkan oleh ajaran Islam.

Allah swt berfirman didalam surah Al Baqarah ayat 191-194 :

وَقَاتِلُوْا فِى سَبِيْلِ اللهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوْا اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ اْلمُعْتَدِيْنَ-وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوْهُمْ وَاَخْرِجُوْهُمْ مِّنْ حَيْثُ اَخْرَجُوْكُمْ وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ تُقَاتِلُوْهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتّى يُقتِلُوْكُمْ فِيْهِ فَاِنْ قتَلُوْكُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ كَذَالِكَ جَزَاءُ الْكـفِرِيْنَ فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ وَ قتِلُوْهُمْ حَتّى لاَتَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَّيَكُوْنَ الدِّيْنُ لِلّهِ فَاِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ اِلاَّ عَلَى الظّلِمِيْنَ

 

Artinya : Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangimu, namun jangan kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menykai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka dimanapun mereka kamu dapati, dan usirlah mereka dari tempat  mereka telah mengusirmu, dan fitnah itu lebih buruk dari pada pembunuhan. Dan janganlah kamu memerangi mereka di dekat Masjidil Haram sebelum mereka memerangimu disana. Tapi jika mereka memerangimu, maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.Tetapi jika mereka berhenti, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.  Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan agama itu hanya untuk Allah. Tetapi jika mereka berhenti maka tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang zalim.

Itulah ajaran Islam mengenai keadilan dan kejujuran. Perang boleh dilakukan hanya semata-mata karena Allah. Pekerjaan apapun yang dilakukan atas nama Allahswt tidak dapat dikatakan zalim. Maka perang karena Allahswt maksudnya kalian berperang dengan orang-orang yang menghalangi atau melarang ibadah kepada Allahswt, yang berbuat tidak adil terhadap kalian sebagaimana telah dijelaskan diatas, dan mereka yang tidak mau berhenti dari perbuatan zalim sampai melampaui batas. Jadi peperangan yang dilakukan semacam itu tidak mempunyai maksud lain kecuali tujuannya karena Allah swt semata. Akan tetapi jika peperangan dilakukan untuk kepentingan pribadi atau karena mengikuti hawa nafsu serakah atau untuk memperkuat kedudukan pribadi dalam pemerintahan, maka peperangan semacam itu sama sekali tidak diizinkan oleh ajaran Islam. Allahswt berfirman, peperangan dapat diizinkan jika musuh menyerang lebih dahulu kepada kalian. Dan tidak pula diizinkan perang terhadap setiap orang yang tinggal dinegeri yang sedang diperangi itu. Jika kalian lakukan demikian maka perbuatan itu sudah melampaui batas dan Allahswt tidak menyukai perbuatan demikian. Peperangan hanya dilakukan terhadap orang-orang yang ikut berperang melawan kalian sebagai anggota militer. Batasilah ruang-lingkup peperangan itu, jangan sengaja mendesak musuh untuk memperluas daerah bahaya perang. Dan jangan berperang dekat dengan tempat beribadah kecuali musuh memaksa berperang disana dan tidak boleh menghancurkan tempat-tempat ibadah. Hazrat Rasulullahsaw dengan tegas memberi nasihat kepada pasukan Islam secara khusus untuk tidak merusak tempat-tempat ibadah, dan sama-sekali tidak ada alasan untuk berperang disekitar Masjid-masjid karena mesjid adalah rumah Allah sebagai rumah kedamaian dan keamanan, tempat untuk mempersatukan manusia dibawah satu orang pemimpin dan tempat untuk menghimpun mereka menjadi satu bangsa atau kaum.

Kesucian rumah Allah itu harus tetap dijaga dan dipertahankan. Kecuali dalam keadaan terpaksa, musuh menyerang diarea sekitar Masjid itu dan meletusnya perang tidak dapat dielakkan lagi. Sesungguhnya perang itu diizinkan untk mencegah terjadinya kerusuhan dan kerusakan dimuka bumi ini. Maka apabila kerusuhan sudah lenyap dan musuh sudah berhenti melakukan serangan, maka orang-orang muslim harus menjaga diri betul-betul jangan sampai melakukan hal-hal yang melampaui batas. Apabila kemerdekaan dan kebebasan sudah ditegakkan maka untuk memperkuat politik tidak diizinkan untuk melakukan perang lagi. Itulah ajaran Islam yang sebenarnya. Jika Islam bermaksud untuk menyebarkan agama hanya dengan kekuatan dan kekerasan maka tidak akan ada perintah seperti ini   فَاِنِ انْتَهَوْا فَلاَ عُدْوَانَ  jika mereka berhenti maka tidak ada permusuhan lagi. Sama sekali tidak diperbolehkan mencari-cari alasan untuk melancarkan perang terhadap sesuatu bangsa. Setiap orang mempunyai hak untuk menjalani kehidupan sesuai dengan kepercayaan agama masing-masing. Perang dapat diberlakukan apabila pihak musuh mulai memerangi kalian, bukan sekehendak hati melancarkan perang terhadap siapapun. Allahswt berfirman didalam surah Al Anfal ayat 39-41:

قُلْ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا اِنْ يَّنْتَهُوْا يُغْفَرْ لَهُمْ مَّا قَدْ سَلَفَ وَاِنْ يَّعُوْدُوْا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ اْلاَوَّلِيْنَ – وَقَاتِلُوْهُمْ حَتّى تَكُوْنَ فِتْنَةٌ وَيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهُ لِلّهِ فَاِنِ انْتَهَوْا فَاِنَّ اللهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ- فَاِنْ تَوَلَّوْا فَعْلَمُوْا اَنَ اللهَ مَوْلـكُمْ نِعْمَ الْمَوْلى وَ نِعْمَ النَّصِيْرُ

 

Artinya : Katakanlah kepada orang-orang yang ingkar, jika mereka berhenti dari apa-apa yang telah lampau, mereka akan diampuni dan jika mereka kembali kepada perbuatan salah maka sesunguhnya telah berlalu sunnah Allah terhadap orang-orang terdahulu. Dan, perangilah mereka itu, sehingga tak ada lagi fitnah dan supaya agama menjadi seutuhnya bagi Allah. Tetapi jika mereka berhenti, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang mereka kerjakan. Dan, jika mereka berpaling maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah adalah Pelindung kamu, sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong !

 

Maka pengumuman ini dikumandangkan oleh Allahswt melalui Hazrat Rasulullahsaw, bahwa perang yang kami lakukan ini bukan atas dasar kezaliman atau penganiayaan tetapi sesungguhnya kalianlah (orang-orang kuffar Mekkah)  yang telah menjadikan kami target penganiayaan dan kezaliman kalian. Pengumuman ini dilakukan terhadap orang-orang kuffar Mekkah setelah Perang Badar berakhir. Dan oleh karena perang Badar itu berlangsung tidak lama setelah Rasulullahsaw dan para sahabat beliau hijrah dari Mekkah ke Madinah, kesusahan badan dan kesengsaraan pikiran akibat perlakuan zalim dari orang-orang Mekkah masih segar didalam ingatan dan perasaan orang-orang muslim yang telah dijadikan sasaran kezaliman oleh orang-orang Mekkah dan kezaliman dan yang berlaku kepada Rasulullahsaw sendiri juga masih belum terhapus dari ingatan dan perasaan beliau. Walaupun demikian didalam Perang Badar orang-orang kuffar Mekkah sendiri, yang telah memulai penyerangan, harus menanggung kekalahan yang sangat berat. Sebaliknya semangat dan mental orang-orang muslim sendiri kian bertambah tinggi, dan keyakinan terhadap adanya pertolongan Allah swt semakin kuat tertanam didalam hati mereka. Akan tetapi Allahswt telah mengumumkan bahwa hati orang-orang muslim bersih dari pada kedengkian dan rasa dendam kesumat terhadap mereka. Orang-orang muslim diharapkan agar mereka berjalan kemanapun harus selalu berusaha menyampaikan amanat kedamaian dan keselamatan kepada ummat manusia. Oleh karena itu Allahswt telah mengumumkan ditengah-tengah orang kuffar Mekkah bahwa kezaliman kalian yang sudah lalupun telah dima’afkan. Serangan yang telah kalian lakukan dalam peperangan telah kami ma’afkan juga. Dimasa depan jika kalian hendak membuat perjanjian dengan kami untuk menghentikan peperangan, maka buatlah perjanjian itu dan kalian harus mentaatinya. Kamipun akan menerima perjanjian itu dan menghormatinya. Namun demikian jika kalian melakukan penyerangan lagi, kamipun akan melakukan pembalasan demi mempertahakan diri kami karena Allahswt. Jika diperlukan untuk mempertahankan keamanan dunia harus berperang maka kamipun akan terjun kemedan perang.

Hal ini juga telah dikritik dan mendapat tuduhan dari pihak lawan dan mereka mengutip firman Tuhan ini : وَيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهُ لِلّهِ supaya agama menjadi seutuhnya bagi Allah. Mereka mengatakan jika agama seutuhnya bagi Allah, mereka menyerang dengan kritikan bahwa orang-orang muslim diperintahkan untuk terus melancarkan perang menggunakan pedang dan senjata sampai akhirnya agama Islam dominan diatas dunia. Kritikan itu mereka lakukan disebabkan kurangnya pengertian tentang agama dan sengaja melancarkan tuduhan yang dibuat-buat terhadap agama Islam tanpa dasar. Jika mereka perhatikan apa yang tercantum didalam konteks ayat itu dan digabungkan dengan ayat-ayat lainnya yang sudah saya jelaskan sebelumnya, maka makna dan artinya sangat bertentangan dengan apa yang mereka tuduhkan itu.

            Memilih agama adalah hak setiap orang dan urusannya dengan Allahswt. Siapapun berhak menerima atau menolak sesuai dengan pilihannya. Sejauh mana tentang penyampaian ajaran Islam keberbagai pelosok dunia adalah kewajiban mutlak diatas orang-orang muslim, namun sama sekali tidak dibenarkan menggunakan kekerasan dan paksaan supaya orang percaya atau menerima Islam. Arti sebenarnya dari ayat ini adalah apa saja yang orang Islam lakukan atas nama agama, dasarnya harus karena Allahswt, bukan menggunakan cara sewenang-wenang terhadap orang lain. Apabila seseorang menolak tidak mau menerima kebenaran, hal itu hak dan tanggung jawab dia sendiri. Allahswt melihat apa saja yang dilakukan oleh hamba-Nya. Dia akan berlaku kepada hamba-Nya sesuai dengan apa yang Dia sukai. Hazrat Rasulullahsaw sendiri telah menjadi sasaran tuduhan, bahwa beliau saw mengajak orang-orang masuk Islam dengan cara paksa dengan melalui peperangan, na’uzu billah! Alasan yang mereka kemukakan selain dari ayat suci Al Quran itu, mereka juga menuduh Rasulullahsaw apabila mengirim surat tabligh kepada raja-raja disertai oleh serombongan tentera bersenjata dengan pesan :  aslim ! taslim!  اَسْلِمْ ! تَسْلِمْ!  Artinya, Terimalah masuk Islam! Engkau akan selamat!  Orang-orang yang sengaja mencari-cari alasan untuk menuduh telah mengambil kesimpulan sendiri bahwa cara tabligh demikian berisi sebuah ancaman, yaitu terimalah engkau masuk Islam kalau tidak engkau akan dipaksa dengan kekerasan masuk Islam!  Itu penafsiran mereka yang salah!

            Pertama kita jelaskan bahwa Rasulullah saw bertabligh menggunakan kata-kata itu semata-mata untuk menyampaikan keselamatan dan kedamaian. Dan kita harus menerima pesan itu karena pesan itu demi mengajak kepada keselamatan, mengajak  kebawah naungan kedamaian dan keselamatan.

Mereka tidak berpikir, bagaimana dalam waktu yang sama banyak surat-surat tabligh dikirim kepada raja-raja yang besar, yang kuat dan berdaulat dengan nada yang sama, yaitu terimalah Islam kalau tidak siaplah menghadapi perang dengan kami! Itulah kesimpulan yang diambil oleh para penentang Islam sebagai tuduhan. Tidak akan ada manusia waras yang dapat berpikir seperti itu. Yakni dalam waktu yang sama melancarkan konfrontasi besar-besaran dengan semua raja-raja yang kuat dan berdaulat seperti itu. Suatu hal yang tidak masuk akal, apalagi kekuatan Islam pada waktu itu sangat terbatas dan sangat lemah. Mereka sekurang-kurangnya harus menggunakan akal yang wajar dan sehat sebelum melancarkan tuduhan yang tidak sesuai dengan kenyataan itu.

Nabi Muhammadsaw seorang utusan Allahswt, beliau mempunyai keyakinan dan kepercayaan sepenuhnya kepada Zat Allahswt dan kepada segala jaminan-Nya. Beliau menyampaikan amanat itu dengan tujuan untuk kesejahteraan dan keselamatan serta kebaikan umat manusia. Dan beliau mempunyai keyakinan penuh bahwa hanya didalam agama inilah terdapat kedamaian dan keselamatan untuk setiap orang. Dan inilah agama yang giat menyebarkan kedamaian kesegenap penjuru. Oleh karena itu dunia harus menerimanya. Untuk tujuan itulah beliau saw telah menyampaikan surat-surat tabligh kepada raja-raja yang berdaulat didunia pada waktu itu.

Tidak ada orang yang dapat melebihi Rasulullahsaw dalam melaksanakan hukum-hukum itu, oleh karena itulah Allahswt telah menurunkan syaria’at-Nya  yang terakhir kepada beliau bahwa inilah amanat keselamatan yang dapat menjamin keamanan dunia. Oleh sebab itulah beliaupun telah mengirimkan amanat keselamatan itu kepada raja-raja dengan pesan seperti tersebut diatas (اَسْلِمْ ! تَسْلِمْ!  ) dan pesan inilah pula yang disampaikan oleh beliau sebelum perang dilangsungkan kepada musuh-musuh beliau yang berlaku zalim yang melampaui batas kemanusiaan, bahwa Islam membawa amanat keselamatan dan kedamaian. Sekarang mengapa kalian melancaran perang terhadap kami. Tapi kami sampaikan selalu amanat kedamaian dan keselamatan ini kepada kalian. Jika kalian ingin tetap berpegang teguh kepada agama kalian, kalian bebas untuk berlaku demikian dan beribadah menurut kepercayaan agama kalian. Namun kalian harus berhenti melancarkan provokasi atau persekongkolan melawan Islam dimuka bumi. Tapi kalian telah melakukan penekanan untuk berperang diatas kami. Sekarang apabila kalian mengalami kekalahan dimedan perang, kalian terpaksa harus patuh ta’at kepada peraturan yang kami lancarkan. Jika tanpa melakukan peperangan kalian berada dibawah peraturan pemerintahan Islam dan menta’ati ketentuan-ketentuan pemerintah tentu baik bagi kalian dan hak-hak kalian akan dipenuhi.

Jadi tuduhan-tuduhan itu sama sekali tidak benar bahwa, na’uzu billah !! dalam penyampaian tabligh Islam disertai ancaman atau paksaan. Hal itu hanyalah sebagai pelaksanaan perintah Tuhan : وَيَكُوْنَ الدِّيْنُ كُلُّهُ لِلّهِ yakni ; dan supaya agama menjadi seutuhnya bagi Allah! Yakni berusaha untuk menegakkan suasana aman damai dan menciptakan suasana bebas bagi setiap pemeluk agama masing-masing.

Sejarah menjadi saksi bagaimana Rasulullahsaw sangat memperhatikan orang-orang yang berada dibawah kekuasaan beliau sebagai tahanan perang. Dan kepada para sahabat beliau sendiri, beliau senantiasa menasihatkan supaya mereka jangan melakukan penipuan didalam peperangan, peperangan harus dilakukan pada waktu siang hari, jangan membunuh anak-anak, jangan membunuh orang-orang perempuan, tidak boleh membunuh orang-orang tua dan orang-orang yang tidak ikut dalam peperangan sekalipun ia seorang anak muda tidak boleh dibunuh. Dan apabila masuk kedalam daerah musuh tidak boleh menakut-nakuti rakyat disana dan tidak boleh menimbulkan penghancuran dan ancaman-ancaman dan lain sebagainya. Tentara (prajurit) perang harus ditempatkan disatu daerah yang tidak menimbulkan gangguan ketenteraman kepada masyarakat sekitar. Maka jika peperangan dilakukan diluar peraturan-peraturan tersebut diatas, tentu peperangan itu bukan dilakukan karena Allahswt akan tetapi karena kepentingan diri pribadi. Dan peperangan yang dilakukan bukan karena Allah didalamnya pasti terdapat kezaliman dan keaniayaan. Oleh karena itu setiap pekerjaan yang dilakukan harus berdasarkan karena Allahswt.

Lihatlah rasa simpati yang tinggi terhadap manusia, beliau saw bersabda, jangan melukai muka musuh. Harus diusahakan agar musuh mendapat penderitaan yang seringan-ringannya. Harus memperhatikan keadaan para tawanan perang dengan sebaik-baiknya.

Pada waktu perang Badar telah usai, seorang tahanan perang telah menyatakan bahwa: “Dirumah siapa saya ditempatkan sebagai tahanan, perlakuan pemilik rumah itu sangat baik terhadap saya dan beliau sendiri yang selalu menyediakan makanan bagi saya. Sehingga pernah pada suatu hari makanan dibawakan oleh seorang anak perempuan kecil dan dihidangkannya untuk saya. Lalu katanya lagi, kadang-kadang saya merasa malu terhadap yang punya rumah. Ketika saya kembalikan lagi makanan itu, namun sudah menjadi ajaran Islam, maka dengan ramahnya anak kecil itu berulang kali menyuruh saya dengan mengatakan, paman! makanlah makanan ini!!” Demikianlah ajaran Islam, sampai kepada anak-anak kecilpun tahu berbuat baik seperti itu.

 

Itulah ajaran Islam tentang keselamatan, ajaran kedamaian, ajaran cinta-kasih terhadap sesama, menegakkan hak-hak sesama manusia yang telah diajarkan oleh Rasulullahsaw, sehingga anak-anak kecilpun tahu bahwa Islam tidak mengajarkan yang lain selain keselamatan bagi semua.

Sejauh mana hubungan baik dengan orang lain dan kebaikan yang diajarkan oleh Islam, harus berbuat baik terhadap para Duta Asing dan para delegasi bangsa-bangsa, terdapat perintah untuk berlaku sangat baik terhadap para wakil atau delegasi bangsa itu, bahkan jika mereka berbuat kesalahanpun mereka harus dima’afkan dan ditutup-tutupi kesalahannya itu, sehingga demi menciptakan kedamaian dan keselamatan jika terjadi perlakuan yang tidak wajar terhadap tahanan karena kesalahan pihak orang Islam maka sebagai imbalannya tahanan itu harus dibebaskan tanpa tebusan apapun.

Demikianlah kita ketahui dari tarikh hukum-hukum Islam dengan jelas membuktikan bahwa perang dizaman permulaan Islam semata-mata dilakukan karena Allahswt dan hanya untuk mempertahankan keadilan, kebebasan hidup dan kebebasan beragama dan untuk menciptakan kedamaian dan keselamatan dunia.

Kemudian ajaran Islam menjelaskan tentang perlakuan terhadap para tahanan. Jika keluarga seorang tahanan tidak mampu memberi uang tebusan atau tidak ada orang lain yang dapat memberi jaminan untuk membebaskannya dari tahanan, maka untuk itu Allah swt  berfirman didalam surah An Nur ayat 34 sebagai berikut :

          وَلَّذِيْنَ يَبْتَغُوْنَ الْكِتبَ مِمَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ فَكَاتِبُوْهُمْ اِنْ عَلِمْتُمْ فِيْهِمْ خَيْرًا وَّاتُوْهُمْ مِنْ مَّالِ اللهِ الَّذِيْ اَتَكُمْ

 

Artinya : Dan orang-orang yang menhendaki surat pembebasan budah, dari apa yang dimiliki oleh tangan kananmu, maka tuliskanlah bagi mereka, jika kamu mengetahui sesuatu kebaikan dalam diri mereka; dan berikanlah kepada mereka dari harta Allah, yang telah dia berikan kepadamu.

 

Jadi, siapa saja yang mempunyai sahaya atau budak tahanan ia harus memelihara dan menanggung segala perbelanjaan hidupnya, bukan minta-minta kepada orang-orang muslim lainnya untuk membiayai hidupnya. Berapapun adanya kemampuan, kalian harus memberi biaya untuk hidupnya sehingga kemudian ia dapat bekerja sendiri sebagai orang bebas dan merdeka. Jika ia mempunyai kemampuan atau kebolehan (keahlian) dalam sesuatu pekerjaan, ia akan menjadi salah seorang penduduk negeri yang berguna bagi dirinya sendiri dan bagi negaranya juga. Itulah bukti keindahan ajaran Islam yang berusaha memberi kemerdekaan dan kebebasan kepada setiap orang serta menyebarkan pesan keselamatan kepada setiap lapisan manusia didalam masyarakat.

Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap orang Ahmadi untuk mengamalkan ajaran Islam yang sangat indah ini, sambil menerapkan ajaran-ajaran itu pada dirinya masing-masing, harus memberi pengkhidmatan kepada manusia lainnya supaya mayarakat dunia semakin cemerlang. Amin!

*Kualitas audio berbahasa urdu kali ini kurang bagus, sehingga ada beberapa perkataan Huzuraba yang kurang jelas.

* * *