Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

22 Maret 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Seri khutbah-khutbah yang tengah berjalan pada sifat عزيز-‘aziyz, hari ini juga, dan mungkin pada Jum’ah yang akan datang juga akan bertemakan sifat ini.

            وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ

اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Dan demikian juga diantara manusia dan hewan berkaki empat dan binatang ternak ,beragam-ragam warnanya. Sesungguhnya dari antara hamba-hamba Allah hanya mereka yang dilimpahi ilmu takut kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa Maha Pengampun .(Surah Al-Fatir ayat 27)

Hadhrat Makhul r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Keistimewaan/keutamaan seorang عالم-‘alim-orang yang berilmu[ulama] dari seorang abid (yang tekun beribadah) adalah sebagaimana keutamaan saya atas seorang yang terendah diantara kalian. Kemudian beliau membaca ayat ini إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ– [Sesungguhnya orang-orang yang takut dari antara hamba-hamba-Nya adalah para ulama] Kemudian beliau bersabda:Barangsiapa yang mengajarkan kebaikan pada orang-orang, maka Allah,malaikat-malaikat-Nya, penghuni-penghuni langit dan bumi dan ikan-ikan di lautan mengirimkan salam padanya dan berdoa untuknya”.

{Sunan Addarami Kitabulmuqaddimah}

Nah, kini “ikan-ikan di lautan mengirim salam “, merupakan sebuah pribahasa. Maksudnya, adalah segala sesuatu tengah mengirimkan salam padanya. Dari itu bukanlah maksudnya bahwa ikan-ikan di lautan berenang kesana kemari mengirimkan salam padanya dan mendoakannya.

Hadhrat Ibni Abbas berkata: إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ bahwa siapa yang takut pada Allah pada hakekatnya dialah yang ‘alim/berilmu.

Sunan Addarami Kitabulmuqaddimah

Yakni, di dalam itu kata takut yang didahulukan dan kata ilmu yang diletakkan sesudahnya.Yakni, عالم-‘aalim sejati ialah yang takut pada Allah dan yang tidak takut pada Allah dia bukanlah seorang yang berilmu.

Hadhrat Qais bin Katsir r.a. meriwayatkan bahwa seorang dari Madinah datang ke Damaskus menemui Abu Darda r.a. Maka Abu Darda bertanya padanya: Hai saudaraku,untuk tujuan apa kamu datang kemari ? Dia berkata: Saya datang kemari untuk maksud [memperoleh]sebuah hadis,yang berkenaan dengan itu saya telah mengetahui bahwa Tuan telah meriwayatkannya dari Rasulullah saw. Abu Darda berkata:Apakah kamu bukan pulang dari suatu urusanmu ? Dia menjawab:Tidak. Abu Darda kembali bertanya.Apakah kamu bukan datang kemari untuk maksud bisnis ? Dia berkata:tidak,bahkan saya hanya murni datang untuk memperoleh hadis itu. Maka, Hadhrat Abu Darda berkata: Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda:Barangsiapa yang berjalan di suatu jalan dengan tujuan menuntut ilmu, maka Allah akan memasukkannya pada suatu jalan yang menuju ke surga. Dan malaikat karena geambiranya pada orang yang menuntut ilmu, mereka membentangkan sayapnya di depannya.dan untuk seorang عالم-‘aalim/berilmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semua beristigfar untuknya”

Kini,disini yang dimaksud sayap jangan hendaknya dianggap bahwa malaikat memiliki sayap secara alami yang digunakan terbang,bahkan maksud sayap ialah sifat-sifat malaikat. Mereka membentangkan sifat-sifatnya di depan mereka. ”Semua beristigfar sehingga ikan-ikan di airpun beristigfar untuknya Dan keistimewaan seorang عابد-‘aabid [tekun beribadah] sebagaimana keistimewaan bulan atas semua bintang-bintang dan ulama-ulama adalah waris para nabi. Dan warisan para nabi bukanlah dinar dan dirham, bahkan warisannya ialah ilmu. Maka barangsiapa yang meraihnya,maka dia telah meraih bagian yang banyak.

Tirmizi Kitabul-‘ilm

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Orang-orang yang takut pada Allah yang Mahagagah ialah mereka yang memahami akan keagungan,kekuasaan,kebaikan, keindahan dan kejuitaan-Nya.Takut dan Islam pada hakekatnya dari segi mafhumnya merupakan sebuah benda,karena mafhum takut yang sempurna merupakan satu keharusan dalam mafhum Islam. Jadi, inilah rujukan arti-arti mafhum ayat Al-Quran suci bahwa sarana sempurna untuk meraih Islam adalah ilmu keagungan zat dan sifat Sang Mahapencipta.

Ainah Kamalati Islam. Hal 185

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

عالم-‘aalim rabbani bukanlah maksudnya bahwa hanya sekedar tampa tanding seorang mahir dalam sharaf,nahuw dan mantik,bahkan maksud ‘aalim rabbani –ulama sejati]ialah orang yang selalu takut kepada Tuhan.dan tidak bicara sia-sia. Akan tetapi, pada masa kini zaman telah sedemikian rupa berubah sehingga orang tukang memandikan mayatpun menyebut dirinya ulama dan kata ini dimasukkan dalam marga mereka yang mana dengan cara demikian merupakan penghinaan berat terhadap kata ini dan mafhum yang dimbil bertentangan dengan maksud dan keinginan Tuhan sementara di dalam Al-Quran inilah sifat ulama yang diterangkan إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ –Yakni, sesungguhnya orang-orang yang takut pada Tuhan ialah hamba-hamba Allah yang berilmu. Nah,kini penting untuk mendapat perhatian bahwa pada orang yang tidak ada sifat takut, khusu’dan takwa, dia sama sekali tidak layak disebut dengan gelar itu.

Pada asasnya kata علماء-‘ulama adalah jama’ عالم-‘aalim dan ilmu disebut untuk benda yang mutlak ada dan pasti dan ilmu yang hakiki didapat dari Al-Quran.Ini tidak sama dengan falsafah Yunani dan tidak sama dengan falsafah Inggris,bahkan ini diraih dengan falsafah iman yang benar. Kesempurnaan dan mi’raj orang mu’min ialah. sampai pada darjah/tingkatan ulama dan mencapai darjah haqqulyakin yang merupakan tingkatan tertinggi ilmu. Namun,mereka yang justru tidak meraih bagian ilmu hakiki, jalan-jalan makrifat dan bashirat/ilmu tidak terbuka padanya, mereka sendiri disebut berilmu/ ‘aalim. Mereka kosong dengan keindahan ilmu dan ciri-ciri ilmu sama sekali tidak ada padanya,serta cahaya dan nur yang dihasilkan oleh ilmu hakiki tidak didapatkan padanya,karenanya mereka bukannya berilmu,bahkan mereka ialah orang-orang yang sepenuhnya berada dalam kerugian. Orang-orang ini memenuhi akheratnya dengan asap dan kegelapan. Mereka yang dianugerahi ilmu makrifat hakiki dan ilmu yang sebagai hasilnya mereka dianugerahi takut/ketakwaan pada Tuhan itulah orang-orang yang dimisalkan dengan nabi-nabi Bani Israil”.

(Alhakam jilid 11No. 10Tanggal 23 Maret 1905hal.5)

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda: Ingatlah, tersandung selalu orang yang dungu. Syaitan yang tergelincir bukanlah karena ilmu, bahkan karena kebodohan. Jika dia meraih kesempurnaan ilmu maka dia tidak akan tergelincir. Di dalam Al-Quran ilmu bukannya dikecam, bahkan difirman إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ [Sesungguhnya orang-orang yang takut dari hamba-hamba-Nya ialah ulama-ulama]-dan ada pula ungkapan pribahasa yang sangat terkenal نيم ملا خطره ايمان-nim mulla khathrah iman-setengah kiyai atau kiyai tanaggung membahayakan/berbahaya bagi iman. Jadi, para penentang saya bukanlah ilmu yang menghacurkan mereka, bahkan kebodohan.” .

(Alhakam jilid 6 No. 25 Tanggal 17 Jui 1902 hal.2)

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Dari kata ulama-ulama hendaknya jangan tertipu. Seorang yang ‘aalim/ulama adalah yang takut pada Allah إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ-Yakni sesungguhnya orang yang takut pada Allah diantara hamba-hamba-Nya adalah para ulama. Di dalam diri mereka penghambaan sempurna dan takut pada Tuhan sedemikian rupa sampai pada tingkat tertinggi sehingga mereka sendiri mempelajari ilmu dan makrifat dari Allah dan mereka memperoleh berkat dari-Nya dan ini diperoleh dengan mengikuti secara sempurna Rasulullah saw dan dengan kecintaan sempurna kepada beliau.sehingga manusia sama sekali menjadi terwarnai dalam diri beliau. (Alhakam jilid 1No. 29 Tanggal 10 Maret 1905hal.3)

Kini ayat surah Shaf 10-12:

 أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّاب.أَمْ لَهُمْ مُلْكُ

 السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ.جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ

-Adakah mereka itu memiliki hazanah-hazanah Tuhan engkau Yang Maha Perkasa Maha Pemberi karunia.? Atau kepunyaan merekakah kerajaan seluruh langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya itu ? Maka biarkanlah mereka naik dengan sarana-sarana yang ada pada mereka.Mereka itu lasykar golongan-golongan perserikatan yang akan digulung disini.

Ini merupakan ayat-ayat sebelum surah Al-Ahzab yang maksudnya ialah dari sebelumnya ada habar suka dari Allah bahwa orang yang ikut serta dalam ahzab itu akan binasa dan akan menemui kekalahan.

Hadhrat Aifa’ bin Abdul Kala’iy meriwayatkan bahwa seorang bertanya: Ya Rasulullah saw ,yang manakah ayat Al-Quran yang paling agung ? Beliau bersabda: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . Orang itu kemudian kembali bertanya: Yang manakah ayat Al-Quran yang paling agung ? Beliau bersabda: ايةالكرسى-aayatul kursi. Orang itu kemudian kembali bertanya : Hai Nabi Tuhan !Ayat manakah yang Tuan inginkan supaya itu terkabul untuk Tuan dan untuk ummat Tuan ? Beliau bersabda: Bagian akhir surah Al-Baqarah karena ini merupakan hazanah-hazanah rahmat Tuhan dan Tuhan telah menganugerahkan pada ummat ini dari bawah arasy-Nya.dan tidak ada kebaikan dunia dan akherat yang tidak termasuk di dalamnya.

(Sunan Addarami Kitab Fazailul-quran)

Nah,disinipun ada pribahasa juga. Maksud penganugerahan dari bawah arasy ialah, Allah sesuai sifat-sifat-Nya telah menganugerahkan benda-benda ini dan tiga surah ini diterangkan secara terpisah. Maksudnya ialah Rasulullah saw mendahulukan dan menta’khirkan dengan memperhatikan orang yang ditujukan.

Allamah Fakhruddin Razi dibawah ayat :

 أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ [Shaad 10] bersabda bahwa setelah menerangkan sifat عزيز-aziyz telah dijelaskan bahwa kedudukan kenabian merupakan kedudukan yang sangat agung dan tinggi.dan atas dasar penganugerahan padanya harus bagi Wujud Yang kuasa supaya Dia sebagai wujud yang عزيز-aziyz,yakni, wujud yang memiliki kekuasaan yang sempurna dan juga وهاب-wahhaab,yakni, Mahadermawan/Mahapenganugerah. Dan yang berkedudukan di tempat itu hanya Allah karena Allah-lah yang sempurna kekuasan dan sempurna kedermawanan-Nya.”.

Tafsir Kabir Imam Razi

Maksud dari كامل الجود-kamiljuwd adalah sempurna dalam kedermawanan.

Surah Shaad 67:

 رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

Rabb langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya Mahaperkasa Mahapengampun.

Hadhrat Ibni Abbas meriwayatkan bahwa Nabi Yang mulia saw selalu membaca doa ini : Ya Allah, segenap pujian adalah untuk Engkau. Engkau Rabb langit dan bumi. Segenap pujian hanya untuk Engkau,segenap pujian hanya untuk Engkau Engkau-lah penegak cahaya langit dan bumi dan apa yang terdapat di dalamnya. Segenap pujian hanya untuk Engkau Engkau adalah cahaya seluruh langit dan bumi. Kalam Engkau benar dan janji Engkau benar. Perjumpaan dengan Engkau merupakan hal yang benar/pasti terjadi. Surga benar,Jahannam benar dan kiamat benar [pasti akan terjadi]. Ya Allah, saya hanya itaat demi untuk Engkau. Dan saya hanya beriman kepada Engkau dan hanya kepada Engkau-lah saya bertawakkal dan hanya kepada Engkau-lah saya tunduk.dan saya berperang hanya dengan kekuatan yang telah Engkau berikan dan hanya dari Engkau-lah saya memohon keputusan. Maka maafkanlah saya berkenaan dengan yang telah saya dahulukan dan yang telah saya tinggalkan dan yang telah saya sembunyikan dan yang saya zahirkan . Engkau-lah sembahanku dan tiada sembahanku selain Engkau. Bukhari Kitabuttauhid

Pada zaman itu mengenai langit dan bumi nampak semua pandangan itu sama bahwa langit dan bumi itu satu,tetapi berkenaan dengan apa yang ada diantara keduanya tidak ada yang mengetahui. Ini merupakah mu’jizat Al-Qiran bahwa dia menerangkan berkenaan dengan apa yang diantara langit dan bumi bahwa ruang yang terbentang yang nampak kelihatan kosong bukanlah kosong, di dalam itu banyak kekuatan-kekuatan/potensi-potensi yang tengah mondar-mandir. Banyak sinar-sinar dan banyak benda-benda yang membayangkannya pun manusia tidak bisa. Jadi, ini merupakan keterangan keagungan dan kebijaksanaan Al-Quran.

 تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ-[Diturunkan dari Tuhan Yang Mahaperkasa Mahabijaksana]

 [Surah Azzumar 2.Surah Al-Jattsiah:3Surah Al-Haqaf: 3.

Kemudian Surah Al-Mu;min ayat:3:

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيم-Diturunkannya kitab ini dari tuhan yang Mahaperkasa Mahabijaksana.

Hadhrat Syahar bin Khosyab r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Keistimewaan kalam Allah atas kalam manusia sedemikian rupa sebagaimana keutamaan Allah atas makhluk.

Sunan Addarami Kitab Fazailul-quran

Hadhrat Ali r.a. meriwaytkan bahwa beliau mendengarkan Rasulullah saw bersabda: Hai orang-orang, dengarlah,sesungguhnya fitnah akan merebak. Hadhrat Ali berkata bahwa saya bertanya:Ya Rasulullah saw, bagaimana caranya keluar dari itu ? Beliau bersbda: KitabAllah.Di dalam itu ada berita-berita orang-orang sebelum kamu.dan ada nubuatan-nubuatan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan di dalamnya ada juga keterangan keputusan-keputusan perkara diantara kalian dan merupakan kalam pamungkas yang di dalamnya sama sekali tidak ada ayunan[permainan/tidak adil-turun naik]. Jika,ada orang zalim yang meninggalkannya maka Allah akan meremukkan pinggangnya. Dan barangsiapa menginginkan petunjuk selain itu dari tempat manapun, maka Allah akan menyatakannya sesat. Inilah kitab yang merupakan tali Allah yang sangat kuat dan inilah zikir yang bijaksana, dan inilah jalan yang lurus dan inilah yang karennya tidak akan menimbulkan keinginan-keinginan buruk dan tidak pula lidah/hati akan terjerumus dalam keraguan dan kebimbangan. Hati para ulama tidak akan pernah penuh/bosan karennya dan tidak akan timbul kebosanan dengan berkali-kali membacanya. Keajaiban-keajibannya tidak akan pernah habis Inilah kalam yang begitu mendengarnya para jin mengtakanسَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا.يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ-Kami telah mendengar Al-Quran yang aneh yang memberikan petunjuk kepada kebaikan. Maka kami beriman kepadanya.

Barangsiapa yang berbicara dengan mempergunakan itu sebagai landasan,maka dia telah berkata benar.Dan barangsiapa yang telah mengamalkannya maka dia telah memperoleh ganjaran. Dan barangsiapa memberi keputusan dengan perantaraan itu, maka dia telah berbuat adil dan siapa yang menyeru ke arah itu maka dia telah memberi petunjuk pada jalan yang lurus.

Tirmizi Kitab Fazailulquran.

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda: Orang-orang sangat menghargai pigur-pigur terhormat dan para tabib. Allah berfirman bahwa ini adalah kitab yang Yang Mahaperkasa Mahabijaksana

Lampiran Surat Kabar Qadian 17 Nofember 1910

Hadhrat Khalifatul Masih I dalam Haqaaiqul-quran bersabda:

Seluruh kalam Ilahi penuh dengan hikmah dan kebenaran. Yang darinya menjadi zahir kehormatan dan kebesaran-Nya serta zahir kehormatn dan kebesaran rasul dan orang-orang mu’min وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ.[Al-Munafiquwn:9] Memuliakan orang-orang mu’min dan lebih dari itu memberikan kemuliaan kepada para rasul-Nya.serta kecintaan sejati dan keagungan hakiki hanya layak bagi Allah.Walhasil dalam setiap ucapan dan perbuatan orang-orang mu’min harus memperhatikan kemuliaan Allah.Karena Dia adalah  ِ الْعَزِيزِ-Maha Perkasa.

(Haqaiqul-Quran jilid 2hal.83)

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda:

Kebangkitan Rasul diantara orang-orang Mekah merupakan suatu bukti nyata akan kemuliaan Allah, karena pada waktu Rasulullah saw dibangkitkan ….penduduk dunia terhadap ikatan yang perlu manusia jalin dengan penciptanya sama sekali tidak kenal dan tidak tahu menahu. Beribu-ribu kesulitan telah lahir dalam memahami hubungan itu Mendirikan itu dan tetap menegakkannya tambah lagi menjadi semakin sulit Di dalam kitab-kitab Ilahi dan kitab-kitab para nabi ‘alaihimus-salam akidah-akidah batil telah mengambil alih posisi akidah-akidah yang benar/asli dan kemudian perlawanan terhadap itu sudah luar dari kemampuan manusia Penyembahan dunia telah meraih keunggulan. Para sufi,pendeta dan para pastur nampak tidak mungkin meninggalkan kedudukan dan wibawa mereka….Ini semua hanya karunia Ilahi yang diturunkan pada Bani Adam yang secara khusus apa yang telah diperbuat oleh Rasul itu terhadap orang-orang Arab:

يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍPekerjaan pertama yang ia telah lakukan ialah membacakan pada mereka ayat-ayat Allah ( يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ) Kemudian dengan sekedar membacakan [ayat ?] jelas, tidak bisa terjadi apa-apa . Oleh karena itu pekerjaan keduanya yang dia lakukan, adalah(َيُزَكِّيهِمْ)-membersihkan dan mensucikan mereka.

Betapa mulia dan agung martabat Rasulullah saw. Dia tidak pernah berfirman berkenaan dengn nabi manapun bahwa (وَيُزَكِّيهِمْ). Dari itu bisa diperkirakan kekuatan daya pensucian dan pengaruh Rasulullah saw bahwa pengaruh apa yang beliau telah tanamkan pada orang-orang Arab dan kepada kaum-kaum yang lain. Orang-orang yang mengerti sejarah bangsa Arab mereka mengetahui bahwa Rasulullah saw datang pada mereka dengan menciptakan perobahan dahyat dalam diri mereka. Di dalam akhlak, tradisi dan iman mereka sedemikian rupa beliau menciptakan perobahan yang sama sekali tidak nampak dalam kaum seorang mushlih atau nabi lainnya.Barangsiapa yang merenungkan hanya pada hal yang satu ini,maka tampa ragu-ragu dan bimbang lagi terpaksa mengakui bahwa nabi kita dalam hal kekuatan pensucian dan kekuatan menanankan pengaruh dan penyampaian berkah-berkah lebih afdhal dan lebih besar dari semua nabi-nabi;dan inilah satu hal yang merupakan bukti yang sangat jelas akan pentingnya Al-Quran dan pentingnya Rasulullah saw dalam perbandingan/keberadaan semua kitab-kitab dan nabi-nabi yang lain”

Haqaiqul –quran jilid 4 hal 85 –88

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam kumpulan qasidah dalam bahasa Arab, berkenaan dengan Al-Quran, syair-syair yang beliau terangkan degan begitu indah beberapa syair saya akan terangkan dalam bahasa unrdu:

“Dan Al-Quran telah menerangi makhluk dengan nurnya,tetapi kamu buta ,maka bagaimana saya bisa memberikan penglihatan kepadamu. Itu merupakan kitab terhormat/ mulia yang merupakan kumpulan semua keistmewaan –keistimewaan Dia meminumkan piala makrifat yang banyak. Jadi betapa aneh keindahannya Saya mendapatkan mutiara,kasturi dan anbar/kasturi yang harum. Itu adalah kitab yang mulia.Ayatnya muhkan dan kehidupannya menghidupkan hati dan meneranginya . Dan sungguh kitab Allah merupakan samudera makrifat dan di dalamnya kita pasti akan mendapatkan sumber mata air yang dengan meminumnya kita akan mendapatkan kelezatan.

Nurulhak- Jilid awwal

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:Menurut kami seorang mu’min ialah yang mengikuti Al-Quran dengan benar dan meyakini kitab Al-Quran sebagai kitab khatamulkutub/kitab yang terbaik dan syareat yang Rasulullah saw bawa ke dunia itulah dia yakini sebagai syareat untuk selama-lamanya. Dan di dalam itu satu zarrahpun atau satu katapun tidak ada yang berubah. Dan setelah fana dia melarutkan diri dalam mengikutinya.dan setiap zarrah dari kehidupannya disiapkan untuk itu. Dan tidak menentang syareat-Nya, baik secara peraktik maupun ilmu,maka baru menjadi orang Islam yang sejati. Al-Hakam 6 Mei 1908

Surah Az-Zumar ayat 6:

 خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

-Dia telah menciptakan langit dan bumi sesuai dengan tuntutan hikmah kebijaksanaan. Dia meliputi malam ke atas siang dan Dia meliputkan siang ke atas malam dan Dia menundukkan mata hari dan bulan masing-masing menempuh jalan peredaran hingga suatu masa yang ditentukan . Ingatlah Dia-lah Mahaperkasa Mahapengampun

Allamah Fakhruddin Razi di bawah ayat surah Az-zumar dalam menafsirkan sifat عزيز-aziyz dan غفار-gaffaar Tuhan menerangkan: Tuhan yang telah menciptakan benda-benda besar langit menunjukkan bahwa meskipun Dia adalah عزيز-Mahaperkasa ,yakni, pemilik kekuasaan yang Maha Agung ,namun berbarengan itu pula Dia adalah Gaffar juga. Yakni, Dia adalah Maha pemberi rahmat , karunia dan kebaikan yang agung.

Di dalam sifat عزيز-aziyz apabila Allah memberitahukan bahwa Dia pemilik kekuasasaan, maka sebagai dampaknya pasti akan timbul rasa takut akan wibawa Tuhan, dan غفار-gaffaar-Nya [Maha pengampun], yakni hasil akhir banyaknya rahmat adalah akan secara otomatis rahmat-Nya akan diharapkan.dan akan timbul kecenderungan pada-Nya.

(Tafsir Imam Razi surah Az-Zumar ayat 6)

Surah Mu’min ayat 9:

 رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ ءَابَائِهِم

ْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

-Hai Tuhanku,masukkanlah mereka dalam surga yang abadi yang telah engkau janjikan kepada mereka dan begitupun kepada orang-orang saleh daari antara ayah-ayah mereka dan istri-istri merekadan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Yang Mahaperkasa Mahabijaksana

Hadhrat Rufaah Al-Juhani meriwayatkan bahwa kami keluar bersama Rasulullah saw maka beliau bersabda: Demi Zat yang di tangan-Nya berada jiwa Muhammad saw ! Seorang hamba yang beriman dan beramal dengan tulus sesuai dengan itu Allah akan memasukkannya ke dalam surga. Dan saya mengharapkan bahwa sebelum orang-orang mu’min yang lainnya masuk ke dalam surga kamu dan dari anak keturunanmu yang saleh mungkin telah menempati rumah kamu di surga.Dan Tuhan-ku telah menjanjikan pada-ku bahwa dari ummatku ada 70 ribu dari mereka akan dimasukkan dalam surga tampa hisab.

Sunan Ibnu Majah Kitabuzzuhud

Nah, tujuh puluh ribu juga menunjukkan banyaknya. Kalau tidak, dari ummat Rasulullah saw berapa banyak orang-orang saleh yang tidak terhitung dan saya yakin bahwa lebih dari 70 ribu ,bahkan mungkin lebih dari 700 ribu.yang Allah akan masukkan dalam surga tampa hisab.

Hadhrat Abdullah r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw lewat dari dekat saya ketika saya tengah shalat. Beliau bersabda: Hai anak Ummi Abd ! mintalah,engkau akan diberi. Maka Hadhrat Abu Bakar Siddik r.a. dan Umar r.a. datang berlarian. Hadhrat Umar berkata bahwa Abu Bakar r.a. kapan saja ingin mendahului saya dalam suatu perkara maka dia selalu mendahalui. Sesuai dengan itu keduanya menanyakan berkenaan tentang doa itu kepada Abdullah. Maka Abdullah menjawab bahwa sebuah doa saya yang saya tidak pernah tinggalkan adalah: . اللهم انى اسئلك نعيما لا يبيد وقرة عين لاتنفدومرافقة النبي صل الله عليه وسلم فى اعلى الجنة جنةالخلد

Allaahumma inni as aluka na’iyman la yabiydu wa qurra ta ainan la tanfadu wa mura faqatannbiyyi shallallaahu ‘alahi wasallam fi a’lal janaati jannatilkhuldi-Ya Allah!saya memohon pada-Mu ni’mat yang tidak pernah rusak dan memohon penyejuk mata yang sedemikian rupa yang tidak pernah habis dan memohon surga yang tinggi, yakni surga yang kekal bersama Nabi saw.

Musnad Ahmad bin Hanbal Musnad Almukatsssiriyn minashshahaabah.

Surah Al-Mu’min ayat 42-43

 وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ.تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّار

-Dan hai kaumku betapa anehnya akan halku. Aku mengajak kamu kepada keselamatan dan kamu menagajak diriku kepada api.Kamu menyeru diriku supaya aku tidak percaya kepada Allah dan menyekutukan kepada-Nya sesuatu yang aku tidak mempunyai pengetahuan tentang itu sedang aku mengajakmu kepada Zat yang Mahaperkasa Mahapengampun

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Sedekah tidak mengurangi harta dan tidak ada seorang hamba yang memaafkan yang lainnya, namun Tuhan menganugerahi kemuliaan padanya. Dan tidak ada yang bersikap rendah diri dan lemah lembut tetapi Tuhan meninggikan derajanya.

Muslim Kitabulbirri washilah

Allamah Fakhruddin Razi dalam menafsirkan ayat surah mu’min di bawah kata الْعَزِيزِ -Al-aziyz bersabda: Di dalam kata Al-Aziyz terdapat isyarah akan sempurnanya kekuasaan Allah Dan di dalam inipun juga terdapat peringatan juga bahwa yang sempurna kekuasaanlah yang bisa menjadi sembahan. Dan sejauh yang berkaitan dengan Firaun, itu jelas sangat lemah luar biasa, karena itu bagaimana bisa menjadi sembahan;dan sejauh berkaitan dengan berhala-berhala ini merupakan batu-batu yang dipahat Maka bagaimana bisa dikatakan benar keberadaannya sebagai Tuhan.

Tafsir Kabiyr Imam Razi Tafsir surah Mu’min ayat 43

Surah Asy-syura:4

كَذَلِكَ يُوحِي إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

-Demikian-lah Allah Yang Mahaperkasa Mahabijaksana mewahyukan kepada engkau seperti Dia mewahyukan kepada orang yang sebelum engkau.

Surah Az-Zukhruf: 10

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

Dan jika engkau menanyakan kepada mereka ,” Siapakah yang menciptakan seluruh langit dan bumi ?” Tentulah mereka akan berkata “ Tuhan Yang Mahaperkasa Mahatahu yang menciptakan semua itu.

Dari ini hendaknya diingat bahwa tidaklah semuanya yang menjadi kafir dan musyrik.Diantara mereka ada yang beriman kepada Allah dengan hati yang tulus dan apabila ditanyakan bahwa siapakah yang telah menciptakan ? Maka tampa ragu-ragu mereka akan mengatakan Allah Yang Maha perkasa yang telah menciptakan.

Surah Al-Jatsiah ayat 38:

وَلَهُ الْكِبْرِيَاءُ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ-dan kepunyaan-Nya-lah segala keagungan di seluruh langit dan bumi Dan Dia-lah Mahaperkasa Mahabijaksana.

Diriwayatakan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:Allah berfirman bahwa keagungan adalah selimut-Ku dan kemuliaan hamparan-Ku. Jadi siapapun diantara mereka yang berusaha menjadi sekutu saya dalam salah satu dari itu maka saya akan memasukkannya ke dalam api.

(Musnad Ahmad bin Hanbal selainya Musnad aAl-Mukatstsiriyn)

Surah Fatah ayat 6:

 وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا-Dan,kepunyaanAllah-lah lasykar-lasykar seluruh langit dan bumi dan Allah adalah Maha perkasa Mahabijaksana.

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bersabda: “ Dan Allah akan menghukum orang munafik laki dan munafik perempuan, musyrik laki dan musyrik perempuan yang berburuk sangka kepada orang yang beriman dan pada mereka akan ditimpakan lingkaran/belenggu keburukan.Dan Allah murka kepada mereka dan melaknat mereka dan menyiapkan Jahannam untuk mereka dan itu merupakan tempat yang buruk.(Dan orang –orang ini janganlah larut dengan kekayaan, jumlah,kekuatan dan waktu mereka yang hukumannya kini masih gaib, janganlah dengan secara sepintas menganggap itu sebagai zaman tenang/damai lalu mereka menjadi sombong. Memberantas/membasmi mereka luar dari akal dan pemikiran manusia. Tidaklah susah bagi Kami untuk menghancurkan mereka dengan sarana-sarana yang berbahaya Sarana-sarana adalah milik Kami dan Kami-lah pencipta sarana-sarana itu) Dan lasykar –lasykar langit dan bumi berada pada genggaman Allah. Dan Allah Maha unggul dan Mahabijaksana. Kami,hai nabi,telah mengirim engkau sebagai saksi,pemberi habar suka dan sebagai pemberi peringatan.. (Kini harus bagi kalian)beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dukung dan muliakanlah Rasul itu dan sucikanlah nama Allah pagi dan petang.

 (Tashdiq/pembenaran Barahin Ahmadiyah 236)

Pada akhirnya saya akan menyampaikan ilham-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. di hadapan saudara-suudara:

Ilham pertama:وبعزتى وجلالى انك انت الاعلى –wa bi ‘izzatiy wa jalaaliy innaka antal a’laa

Anwarul Islam Ruhani Hazain Jilisd 9 hal 4 Terjemah dari hal 2 Tazkirah 261 Cetakan 1969

“Demi kemuliaan-Ku dan kejalalan-Ku bahwa engkaulah yang akan menang ( Ini tertuju kepada yang lemah ini)”. Ini Hadhrat Masih Mauud a.s.tulis bersama terjemahannya.

ولا تعجبوا ولاتحزنوا و انتم الاعلون ان كنتم مؤمنين وبعزتى وجلالى انك انت الاعلى.ونمزق الاعداء كل ممزق.ومكر اولئك هو يبور.

Walaa ta’jabuw wa laa tahzanuw wa antumul a’launa inkuntum mu’miniyna wa bi ‘izzatiy wa jalaaliy innaka antal a’kla wa numazziqul a’daa’ kulla mumazzaqin wamakaru ulaaika huwa yabuwru-Dan janganlah engkau heran. Dan janganlah bersedih hati. Jika kamu teguh pada iman,maka engkaulah yang akan menang.Dan demi kemuliaan dan kejalalanku bahwa kemenangan bersama engkau dan kami akan menghancurkan musuh-musuh dan makar mereka akan menjadi binasa”.

Tazkirah 280 dan 287

Kemudian 21 Agustus 1897

1.انى مع العزيز الاكبر-inni ma’l ‘aziyzil zkbar-Yakni saya bersama Allah Yang Mahaperkasa Mahabesar.

2.انت منى وانامنك-anta minni wa anaa minka- Yakni,engkau dari-Ku dan Saya dari engkau.

 (Zikri habib hal 221 Tazkirah 774. Edisi 1969)

Maksud انت منى وانامنك-anta minni wa anaa minka,adalah ,Saya adalah milikmu dan engkau adalah milik-Ku.

Pada tanggal 20 November 1898:Pada malam senin yang lalu,di dalam itu kurang lebih dekat jam tiga berkenaan dengan beliau saya mendapat ilham”.Ini beliau tulis dalam sebuah surat atas nama Nawwab Muhammad Ali Khan Sahib. “فباي عزيزبعده تعلمون”-fabiayyi ‘aziyzin ba’dahu ta’lamuwn-Ini merupakan kalam Tuhan yang Mahaperkasa. Dia sambil menujukan pada beliau berfirman bahwa sesudah kecelakaan itu kecelakaan apa lagi yang lebih besar yang darinya kamu akan mengambil pelajaran ? ”.

(Surat Hadhrat Masih Mauud a.s. atas nama Nawwab Muhammad Ali Khan Sahib 22 November 1898 tetera dala Al-Hakam jilid 7 nomer 36 tanggal 30 September 1903 hal. 5)

Kemudian ilham tanggal 14 September 1899:Suatu gelar kehormatan.Suatu gelar kehormatan. لك خطاب العزة-laka khithaabul ‘izzati –untuk engkau suatu gelar kehormatan yang akan bersamanya sebuah tanda yang besar”.

Dalam kaitan itu Hadhrat Aqdas dalam sebuah syair beliau bersabda:

Untuk menganugerahiku martabah istimewa kepada saya telah diberikan nama nabi.dan saya dianugerahi sebuah gelar kehormatan.”

(Surat Hadhrat Masih Mauud a.s.Tanggal 24 Mei 1908 Tertulis dalam Surat Kabar umum 26 Mei 1908 Tazkirah hal.339 cetakan 1969)

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s.:”Hari ini hari senin malam tanggal 18 September 1899 saya melihat dalam mimpi tengah turun hujan.Hujan turun dengan rinti-rinti/pelan-pelan. Mungkin saya mengatakan dalam mimpi bahwa kami tadinya ingin berdoa supaya hujan,maka itu telah terjadi.

Saya tidak tahu bahwa tidak lama lagi akan turun hujan.Atau berkenaan dengan ilham kami tanggal 13 September 1899,” Sebuah gelar kehormatan. لك خطاب العزة-laka khithaabul ‘izzati –untuk engkau akan ada gelar kehormatan yang bersamanya tanda yang besar”.Berkenaan dengan itu rahmat Tuhan dan hujan kemenangan dan pertolongan Ilahi akan turun pada Jemaat kita atau kedua-duanya itu terjadi. Mimpi kami benar.Pasti itu akan sempurna.Salah satu dari keduanya satu hal pasti akan terjadi.Yakni, untuk makhluk Tuhan akan terbuka pintu rahmat dari langit. Atau akan ada sebuah tanda kemenangan ruhani dan pertolongan secara luar biasa. Akan tetapi, tanda pasti akan ada . Bukan hal yang biasa.”

(Al-Hakam jilid 3no. 36 tanggal 10 Oktober 1899)

Kemudian pada tanggal 10 Oktober 1899 di dalam mimpi saya diperlihatkan bahwa ada seorang anak yang namanya عزيز-aziyz dan di ujung nama bapaknya ada kata Sultan. Anak itu dipegang lalu dibawa kepda saya dan didudukkan di hadapan saya. Saya melihat bahwa dia itu adalah seorang anak kurus yang berkulit putih.

Saya telah mena’birkan mimpi ini bahwa عزيز-aziyz disebut untuk orang yang memperoleh kemuliaan.Dan Sultan yang ada dalam mimpi dianggap bapak anak itu. .Kata ini, yakni kata Sultan dalam bahasa Arab disebut bagi dalil yang sedemikian rupa jelas kezahirannya sehingga menanamkan pengaruhnya di dalam hati. Seolah-olah kata Sultan diambil dari kata tasalluth.-kekuasaan. Dan kata Sulthan dalam bahasa Arab digunakan untuk setiap dalil,bahkan digunakan untuk dalil yang karena pengabulan/kemasyhuran dan sinarnya dapat menguasai hati dan terjadi penguasaan/kemenangannya yang sempurna pada tabeat yang benar. Jadi dari segi itu عزيز-aziyz di dalam mimpi yang nampak merupakan anaknya Sultan .Takbirnya adalah bahwa akan zahir sebuah tanda yang sedemikian rupa akan menguasai hati orang-orang.Dan sebagai hasil dari zahirnya tanda itu, yang dalam kata-kata lain kita bisa katakan anak tanda itu, di dalam hati akan menjadi عزيز-aziyz –kesayangan saya,yang di dalam mimpi dizahirkan dengan perumpamaan عزيز-aziyz.

(Lampiran Taryaaqululuwb no. 4 hal 2 dari selebaran 22 Oktober 1899)

Kini ilham Hadhrat Masih Mauud a.s.ini telah sempurna secara kata demi kata.Tetapi lama sesudah kewafatan beliau dalam masa Hadhrat Khalifatul Masih I1,Hadhrat Mirza Aziyz Ahmad yang adalah anak paling besar Hadhrat Mirza Sultan Ahmad beliau beriman pada zaman itu dan lelucon beliau inipun sangat masyhur bahwa ketiika beliau pergi ke istri kakak bapak.beliau dan memberitahukan bahwa saya beriman pada Masih Mauud a.s….Jadi nubuatan dimana diperlihatkan Sultan dan anak beliau Aziz diperlihatkan itu sempurna secara kata demi kata setelah Hadhrat Masih Mauud a.s. wafat.

Kini ilham 1900

“Sebuah gelar kehormatan. Sebuah gelar kehormatan لك خطاب العزة-laka khithaabul izzati-untukmu sebuah gelar kehormatan dan akan bersamanya suatu tanda yang sangat besar….Allah telah menghendaki untuk membesarkan namamu dan di dunia Dia akan memperlihatkan kilauan namamu. Saya akan memperlihatkan kasih sayang-Ku dan akan mengangkat engkau dengan penzahiran kekuasaan-Ku. Dari langit turun beberapa tahta,namun tahta engkau yang paling tinggi . Para malaikat telah menolong engkau tatkala pertemuan dengan musuh-musuh….. Allah akan memperbaiki semua pekerjaan-pekerjaan engkau dan akan meyempurnakan semua maksud-maksud engkau.Lasykar-lasykar Allah akan datang ke arah ini. Jika dilihat ke arah Masih Nasiri maka akan diketahui bahwa pada tempat ini dari itu tidak kurang berkat-berkatnya. Dan janganlah takut-takuti aku dengan api karena api adalah sahaya kami, bahkan sahaya dari sahaya-sahaya kami”.

(Arba’iyn nomer 3 hal. 37-38)

Dalam kaitan ini Hadhrat Masih a.s. menerangkan:

Nampak maksud dari gelar kehormatan adalah bahwa akan lahir sarana-sarana yang mana orang-orang akan mengetahui. Dan ini baru akan terjadi apabila suatu tanda akan zahir.

(Arba’iyn nomer 3 hal, 37)

Qamaruddin Syahid