Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

21 Juni 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hari ini akan disampaikan khutbah mengeanai sifatالنور-An-Nur.Untuk menerangkan arti-arti nur Imam Ragib Isfahani rahmatullah ‘alaih dalam kitabnya Mufradat fi gariybilquraan menulis:

Nur dikatakan untuk cahaya yang menyebar luas dan sejuk (jika) dipandng. Ini ada dua macam,cahaya jasmani dan cahaya ruhani.Cahaya jasmani(lahiriah) juga ada dua. Satu adalah cahaya yang hanya dimengerti dengan penglihatan hati seperti nur/cahaya akal/kebijaksanaan dll.

Cahaya jenis kedua ialah cahaya yang bisa dirasakan juga dengan kasat mata.dan maksudnya ialah bintang-bintang yang memberikan/memancarkan cahaya seperti matahari, bulan dan bintang-bintang dan demikian pula bintang-bintang lain yang memancarkan cahaya.. Menyangkut cahaya ruhani dalam Al-Quran Tuhan berfirman:Al-Hadid 12:

 يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ-[cahaya akan berlari-lari di belakang mereka dan di sebelah kanan mereka] dan berfirman: انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ[tunggulah kami sejenak supaya kami dapat meminjam cahaya kamu sedikit] dll.

Allah memberikan nama Diri-Nya “nur/cahaya” karena Dia-lah Yang menganugerahkan cahaya. [An-Nur 35:]. اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ [Allah cahaya langit dan bumi] Dan Tuhan menggunakan bagi diri-Nya kata “nur” karena ini merupakan bab mubalagah,yakni, yang sangat banyak memberikan cahaya.

            اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ-Allah ialah sahabat/Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang ingkar, teman mereka ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka akan menetap lama di dalamnya.

Hadhrat Abu Said Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw . Hati itu ada empat macam.Pertama ialah اجرد-ajrad. Dalam hati serupa itu ada semacam lampu yang bersinar.Kedua,اغلف-aglaf,ketigaمنكوس-mankus,keempat,مسفح-musfah.

[Hati] ajrad, yakni hati yang kosong/bersih dari dengki, penipuan dll yang merupakan hati orang mu’min.Di dalamnya lampu yang ada merupakan cahayanya.dan اغلف-aglaf ialah(hati yang terbungkus dalam tirai-tirai) hati orang-orang kafir.Dan hati منكوس-mankus ialah hati orang munafik.yang meskipun mengenal kebenaran namun dia mengingkarinya.Dan musfah ialah hati dengki/iri yang di dalamnya menyatu iman dan kemunafikan.dan didalamnya perumpamaan iman itu semisal sebatang tanaman yang dikuatkan oleh air yang bersih dan di dalamnya misal kemunafikan ialah semisal bisul yang di dalamnya terdapat nanah dan darah dua-duanya.dan keduanya itu, yakni dari iman dan kemunafikan itu manapun yang unggul pada yang lain itulah yang akan unggul pada hati..

(Musnad Ahmad bin Hanbal. Musnadul-Mukatstsariyn minassahabah)

Hadhrat Khalifatul-Masih a.s.1 menerangkan:

(اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا)-Allah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui. Bagaiamana cara pengenalannya Bersabda bahwa Dia menjadi pelindung orang yang beriman.Kini [ciri] pengenalan orang-orang beriman memberitahukan bahwa mereka setelah keluar dari kegelapan lalu datang pada cahaya.Apa kegelapan itu ?Yang di dalamnya tidak ada perbedaan, Cahaya itu apa ? Yang di dalamnya sesuatu bisa dibedakan.. Cahaya yang biasa/umum ialah cahaya matahari. Kemudian lebih dari itu ialah cahaya ketabiban/kedokteran yang darinya diketahui penyakit-penyakit dalam diri manusia. Kemudian lebih dari itu nur/cahaya Falsafah mengetahui seluk beluk,rambut,suara,hidung,bibir dan akhlak seseorang. Kemudian lebih dari itu yang diberikan nur-nur, ialah orang yang beriman. Sesuai dengan itu bersabda:اتقوا فراسة المؤمن فانه ينظر بنور الله-ittaquw firaasatalmu’min fainnahu yanzhuru binuwrillah [Takutlah pada firasat orang yang beriman karena dia melihaat nur Allah] Jadi, tanda menjadi orang mu’min ialah potensi pisah [ kemampuan membedakan] menjadi terus bekembang .dan lama kelamaan setelah keluar dari kegelapan terus datang/menuju pada cahaya. dan dari hari ke hari mendapatkan perubahan yang menonjol dalam kondisi pribadinya

Kegelapan-kegelapan juga ada beberapa macam.Pertama, tradisi/adat istiadat,misalnya,datang waktu pernikahan. Tradisi menuntut, kini belanjakanlah sepuluh ribu [juta]rupiah.Di rumah sendiri tidak ada uang,lalu pergi ke Bank meminjam uang bunga.Tuhan berfirman, barang siapa yang menggunakan uang bunga dia berperang dengan Tuhan. Kemudian seperti itulah dia berani melangkah dan terus melangkah dari satu dosa menjadi pelaku beberapa dosa.

Kemudian kegelapan adat istiadat. Adat ini merupakan kebiasaan yang sangat buruk. Sesuatu yang telah terbiasa, itu tidak akan melepaskan. Sebagian orang hobi mendengar kisah-kisah,sebagian hobi membaca novel, senang meminum cae/teh,huqqah/merokok ,makan sirih. Kemudian dari kegelapan syahwat,tamak,marah,malas dan senang bersantai/malas-malasan. Jadi ingatlah dengan ajaran mana “potensi daya membedakan” menjadi berkembang. Itulah ajaran yang benar.

Lampiran Surat Kabar Badar Qadian 6 Mei 1909

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Takut sepenuhnya pada Tuhan tidak mungkin terlahir tampa keyakinan Melangkah pada jalan-jalan halus ketakwaan dan membersihkan amal dari terkontaminasi riya tidak akan mungkin terjadi tampa keyakinan. Demikian pula melaknat kekayaan dunia,kemegahan, kemewahan dunia serta tidak menghiraukan meraih kedekatan dengan raja-raja dan menganggap Tuhan sebagai hazanahnya tampa keyakinan sama sekali tidaklah mungkin. Kini, beritahukanlah, hai orang-orang yang dinamakan Islam, bagaimana kalian dari keraguan yang gelap pekat menuju nur keyakinan. Sarana keyakinan jelas kalam Tuhan yang merupakan penyempurnaan يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ [Mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya]

Nuzulul Masih hal. 92

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan Kami telah turunkan kepadamu cahaya yang menerangi.

Hadhrat Yazid bin Hayyan meriwayatkan bahwa saya dan Husen bin Sabrah dan Umar bin Muslim pada suatu kali pergi kepada Zaid bin Arqam.Ketika kami sampai duduk di dekatanya maka Hushen berkata: Hai Zaid! Anda telah meraih banyak kebaikan. Anda telah melihat Rasulullah saw, mendengar kata-kata beliau,ikut serta dengan beliau dalam peperangan dan melakukan shalat di belakang beliau. Wahai Zaid ! Tuan benar-benar telah meraih kebaikan yang sangat banyak. Apa yang telah Tuan dengan dari Rasulullah saw perdengarkanlah pula kepada kami. Zaid berkata: Hai keponakanku ! Umur saya telah lanjut dan zaman yang panjang telah saya lalui dan apa yang telah didengar dan diingat dari Rasulullah saw itu dari itu ada yang telah lupa. Maka apa yang saya terangkan di hadapanmu terimalah itu dan apa yang saya tidak bisa terangkan, janganlah paksakan itu untuk saya terangkan.

Kemudian beliau berkata bahwa pada suatu kali di dekat sebuah mata air bernama Khum diantara Mekah dan Madinah Rasulullah saw berceramah dihadapan kami.Beliau memuji Allah kemudian sambil menasehatkan beliau bersabda:Hai orang-orang saya juga adalah manusia,Hampir utusan Yuhan turun kepada saya dan saya menyambut seruannya. Saya meningggalkan dua hal padamu.Dari itu yang pertama ialah kitab Allah.yang di dalamnya terdapat nur dan petunjuk.Maka berpeganglah pada kitab Allah dengan kuat dan lekatlah selalu dengan itu. Jadi, seperti itulah beliau menegaskan berkenaan dengan kitabullah.

Kemudian bersabda: Hal kedua ialah keluargaku.Berkenaan dengan keluargaku saya menekankan padamu supaya bertakwa kepada Allah dan berkenaan dengan keluargaku saya menekankan padamu supaya bertakwa.

Maka Hushen berkata padanya:.Hai Zaid Siapa keluarga beliau ? Apakah perempuan-perempuan(keluarga) beliau termasuk keluarga beliau ? Beliau berkata: sungguh, perempuan-perempuan(keluarga) beliau juga termasuk keluarga beliau. Namun, disini maksud keluarga adalah orang-orang yang haram sedekah pada mereka. Hushen kemudian menanyakan,siapa orang-orang ini? Zaid kemudian menjawab bahwa ini adalah keluarga Ali r.a., keluarga Aqil r.a,. keluarga Ja’far dan keluarga Abbas. Hushen bertanya,apakah pada semuanya sedekah haram ? Zaid menjawab : Ya.

Muslim Kirtabul- fazaa-ilusahaabah

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Hai orang-orang!Al-Quran adalah sebuah keterangan /dalil.yang engkau telah dapatkan dari Tuhan dan suatu nur nyata yang diturunkan kepadamu “

Karamutussadiqin

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ(15)يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍHai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari apa yang kamu sembunyikan, dan banyak hal-hal yang dibiarkan. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang yang bercahaya juga. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan izin-Nya pula Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang , dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Diriwayatkan dari Hadhrat Ibni Abbas bahwa tatkala Hadhrat Jibril duduk di samping nabi saw maka dari atas terdengar suatu suara.Maka beliau mengangkat kepala beliau ke atas sambil berkata: Ini merupakan suara terbukanya sebuah pintu dari langit,pintu ini dari sebelum hari ini belum pernah dibuka. Kemudian dari pintu itu turun seorang malaikat. Maka beliau bersabda: Ini adalah seorang malaikat yang turun ke bumi,ini sebelum hari ini tidak pernah turun. Maka malaikat itu mengucapkan salam dan berkata ( hai Muhammad) Kepada engkau diberikan habar suka dengan dua nur yang sebelum engkau tidak pernah diberikan kepada nabi manapun .Keduanya ini adalah surah Al-fatehah dan akhir surah Al-Baqarah.Dari keduanya itu huruf manapun yang Tuan baca sebagai doa, itu akan akan dianugerahkan.

Muslim Kitabushshalat ulmusaafir

Hadhrata Khalifatul Masih 1 r.a.:

يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِSetiap orang hendaknya melihat bahwa jika tidak setiap hari keluar dari kegelapan kepada cahaya maka dia bukanlah orang yang beriman.”

Lampiran Surat Kabar Al-BadarQadian 5 Agustus 1909

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari manusia menjadi kekasih Tuhan. Maka yang pada jalannya berjalan diatasnya menjadikan manusia menjadi kekasih Ilahi,lebih dari itu siapakah yang berhak memberikan namanya “cahaya”. Oleh karena itu, Allah memberikan nama di dalam Al-Quran“ nur”kepada nabi saw.sebagaimana Allah berfirman قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ-yakni telah datang nur Tuhan kepada kamu.”

Jawaban Empat Pertanyaan Sirajuddin Kristiani hal. 46.

Surah Al-An’am 2:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ ثُمَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Segala puji bagi Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi, dan mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abdullah Bin Umar .r.a.bahwa saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda: Allah telah menjadikan makhluknya dalam gelap. Kemudian Dia memasukkan nur-Nya,kemudian pada siapa yang nur menerpa dia telah mendapatkan petunjuk dan pada siapa yang nur ini tidak sampai,maka dia telah sesat.

(Turmuzhi Kitabul –Iman).

Hadhrat Abu Malik r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Diantara kalian barangsiapa yang memasuki waktu subuh maka bacalah doa ini : Kami telah memasuki waktu subuh dalam kondisi semua kerajaan adalah milik Allah Tuhan sekalian alam. Wahai Allah saya memohon kepada –Mu kebaikan hari ini, kemenangan dan pertolongannya,nur,berkah dan petunjuknya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari keburukan hari ini dan sesudahnya keburukan yang akan timbul. Kemudian apa bila datang waktu sore maka bacalah doa ini.

(Sunan Abu Daud Kitabul Adab)

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. bersabda:

Perbedaan nur dan gelap dapat diketahui pada waktu siang dan pada waktu tengah malam. Di dalam nur ada perbedaan dan di dalam kegelapan tidak ada (sesuatuyang bisa dibedakan ) perbedaan…..Disini juga terdapat isyarah bahwa di dalam tidak adanya pembedaan dan dapat membedakan juga merupakan wewenang Tuhan . dan dalam saat seperti inilah terdapat bukti (Perlunya).kebangkitan kenabian. Di dalam alam ruhani apabila kegelapan berkembang maka nur perlu.

Lampiran surat Kabar Badar Qadian 26 Agustus 1909

Di dalam kutipan hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Minanurrahman tertulis:

Apabila terbukti bahwa Tuhan kita adalah nur segala sesuatu dan merupakan Zat yang menerangi langit dan bumi,maka terbukti bahwa Dia-lah merupakan sumber semua berkah dan Dia-lah pencipta langit dan bumi dan sebaik-baik pencipta.Dia yang telah memberikan mata dan lidah dan bibir dan telah menujukkan punting-punting susu pada bayi (secara alami).dan tidak ada yang bisa menciptakan kesempurnaan manusia seperti ini yang kearah mana manusia perlukan dan setiap maksud Dia laksanakan dengan sebaik-baiknya “ Minanurrahman hal 45-55

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Baba guru Nanak Sahib berkata:

Yakni,setelah Allah menciptakan nur, baru Dia menciptakan seluruh alam ini dari nur itu. Jadi, dari segi kelahiran semua ruh adalah cahaya,.yakni dari amal/perbuatan baik dan buruk timbul perbedaan. Kalau tidak, dari segi penciptaan/kejadian, hanya kegelapan belaka tidak pernah dicptakan.Di dalam segala sesuatu tersembunyi/terselubung zarrah/elemen nur. Di dalam ini Baba guru Nanak sahib mengambil kutipan dari . اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ[Allah cahaya langit dan bumi[ Oleh karena itu, firman kata “ Allah dan nur” dalam syair itu dia biarkan tetap ada supaya itu menunjukkan bahwa itu merupakan kutipan.Dan demikian pula dalam hadis mengisyarahkan pada :اول ما خلق الله نوري-awwalu ma khalaqallahu nuwri.( Yang pertama yang Allah jadikan adalah nurku”.

Sat Bachan hal 14

Surah Al-An’am 123

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ -Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda:

Ranungkanlah setiap harinya bahwa dibandingkan kemarin kemajuan apa yang kamu telah capai dalam hal meraih kedekatan pada Tuhan dan mencintai makhluk Allah,.supaya kamu memahami bahwa dari kegelapan kepada cahaya, yakni dari tidak ada perbedaan sehingga sampai dalam pembedaan sampai dimana kamu telah sampai ? Rasulullah saw bersabda:من استوا يوماه فهو مغبون-manistawaa yaumaahu fahua magbuwnun-(Barangsiapa yang dua harinya sama maka dia itu rugi)Maka senantiasa introspeksilah dirimu dan telah membertahukan salah satu ciri pengenalan “kenabian”.Yakni orang-orang besar [takabbur]ialah orang yang mengadakan pemutusan hubungan dengan para nabi Allah. Sampaikanlah nasehat demi untuk kebesaran Tuhan,maka kemudian kamu pun akan mempunyai musuh.

Di hadapan saya seseorang telah bertanya.Kasib,Diyanand,Sir Sayyid dan Mirza Gulam Ahmad keempatnya mereka mendakwakan diri sebagai muslih/ orang yang memperbaiki. Diantara mereka apa perbedaan ? Saya berkata: Inilah bahwa orang-orang besar hanya musuh Mirza Sahib[orang besar yang takut kehilangan pamor pasti menjadi musuh Hadhrat Masih Mauud a.s.].

Lampiran surat Kabar Badar Qadian.23 September 1909

Hadhrat Aqdas dalam menafsirkan ayat ini bersabda:

Apakah orang yang tadinya mati dan Kami telah menghidupkannya dan kami telah menganugerahkannya suatu nur yang bersamanya dia berjalan diantara orang-orang, yakni dengan berkat nur itu orang-orang mengetahui. Apakah orang semacam itu sama seperti orang sepenuhnya terperangkap dalam kegelapan.dan dia tidak bisa keluar dari itu ? Maksud nur dan kehidupan ialah ruhulqudus karena dengan itu kegelapan menjadi jauh. dan itu menghidupkan hati. Oleh karena itulah namanya ruhulqudus,yakni ruh kesucian yang dengan masuknya diraih suatu kehidupan yang suci.

Ainah Kamalati Islam hal- 99

Surah Al-A’raf 158:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ ءَامَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ -(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang mereka dapatkan tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya , mereka itulah orang-orang yang sukses.

Hadhrat Zuher meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: Orang-orang yang adil akan berada di atas mimbar-mimbar nur di tangan kanan Tuhan.( Dan sesungguhnya kedua tangan-Nya terhitung sebagai tangan kanan) orang-orang ini dalam keputusannya dan di dalam keluarganya dan untuk siapapun mereka dijadikan sebagai pengawas mereka berlaku adil.

Muslim Kitabul Imarah

Diriwayatkan dari Ummi Salmah bahwa Rasulullah saw datang kepada kepada Abu Salmah.Pada waktu itu mata Abu salmah telah pecah.(Yakni setelah wafatnya nya matanya terbuka) beliau menutup matanya dan bersabda: Apabila ruh telah terputus mata juga mengikutinya. Maka diantara keluarganya ada yang mulai berteriak . Lalu beliau bersabda: Berkenaan dengan diri kalian berdoalah yang baik karena apa yang kalian katakan malaikat juga mengaminkan hal itu. Kemudian beliau berdoa.Wahai Allah ampunilah Abu Salamah.dan tinggikanlah derajatnya diantara orang-orang yang telah mendapat petunjuk dan jadilah Engkau khalifah/pengganti baginya diantara anak-anaknya yang masih tertinggal Wahai Tuhan sekalian alam,maafkan juga kami dan maafkan juga dia dan perluaslah kuburannya dan untuknya letakkanlah nur di dalamnya “

Muslim Kitabul-Janaaiz .

Hadhrat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang perempuan tua berkulit hitam atau kurang lebih seorang pemuda biasa membersihkan mesjid. Kemudian untuk sementara waktu beliau tidak melihat perem,puan itu atau kata sebagian perawi bahwa beliau tidak melihat pemuda itu, maka beliau menanyakan pemuda itu. Kepada beliau dibertahukan bahwa dia telah wafat.Beliau bersabda:Kenapa kalian tidak memberitahukan kepada saya ? Perawi berkata seolah-olah orang-orang tidak menganggap penting terhadap urusan perempuan atau si pemuda itu. Beliau bersabda: Beritahukanlah kepada saya dimana kuburannya.?Sahabah membertahukan kepada beliau mengenai kuburannya.Baru beliau menyembahyangkan jenazahnya dan bersabda: Kubur-kubur ini bagi ahli kubur penuh dengan kegelapan dan dengan saya mendoakan mereka Allah memberikan penerangan di dalam ku burannya.

Muslim Kitabul janaaiz

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Mereka itulah orang-orang yang beriman pada Rasul, Nabi itu, yang di dalamnya terdapat dua kekuasaan Kami yang sempurna. Satu ialah tanda luar yang berkenaan dengannya terdapat nubuatan-nubuatan di dalam Taurat dan Injil yang ada mereka dapatkan dalam kitab-kitab mereka. Kedua ialah tanda yang terdapat dalam zat nabi itu sendiri. Dan itu ialah meskipun ummi dan tidak bisa tulis baca, dia telah membawa petunjuk sempurna sedemikian rupa yang setiap jenis kebenaran hakiki yang kebenarannya akal dan syariat mengenalnya dan yang tidak lagi tersisa di permukaan bumi Dia telah terangkan untuk petunjuk ummat manusia; dan memerintahkan untuk mengamalkannya; dan melarang dari segala hal yang tidak pantas yang kebenarannya akal dan syareat mengingkarinya; dan menyatakan bersih barang yang bersih dan menyatakan kotor barang yang kotor.Dan menurunkan dari kepala orang-orang Yahudi dan Nasrani beban berat yang menimpa mereka dan membebaskan mereka dari belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, dan mendukungnya , menolongnya dan mengikuti sepenuhnya cahaya yang diturunkan kepadanya mereka itulah orang-orang yang selamat/beruntung.

(Barahin Ahmadiyah jilis 4 hal.73)

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Tuhan telah mengumpamakan hati Nabi Islam bagaikan kaca bersih yang tidak terdapat noda-noda kotor didalamnya . Inilah nur hati. Kemudian daya pemahaman Rasulullah saw,daya serap/nalar, akal sehat,dan semua akhlak mulia Rasulullah saw baik secara alami dan fitrati telah diumpamakan dengan minyak halus yang terdapat banyak kilauan/sinar dan perantara sinar lampu di dalamnya. Inilah nur akal. Karena potensi akal merupakan sumber dan tempat lahir semua kebaikan-kebaikan batin. Kemudian Dia memfirmankan bahwa lebih dari semua nur itu ialah turunnya wahyu yang merupakan suatu berkas cahaya langit. Menyatunya nur wahyu dan ketiga cahaya Dia nyatakan sebagai sarana petunjuk bagi orang-orang. Inilah asas-asas kebenaran yang merupakan undang-undang azali berkenaan dengan wahyu dari pihak Yang abadi kekudusan-Nya dan selaras dengan Zat-Nya Yang Mahasuci. Jadi, dari semua penelitian ini terbukti bahwa selama nur kalbu dan nur akal pada manusia manapun belum dicapai tingkat kesempurnaan maka sampai pada waktu itu dia tidak akan meraih nur wahyu.”

Barahin Ahmadiyah Jilid 3 Ruhani Hazain Jilid 1Catatan kaki hal. 197-198

Ilham tahun 1883

Saya akan memperlihatkan kecintaan-Ku. Saya akan mengangkat engkau dengan dengan penzahiran kekuasaan-Ku Di dunia ini seorang pemberi ingat telah datang namun dunia tidak menerimannya,akan tetapi Tuhan akan menerimanya dan akan menzahirkan kebenarannya dengan serangan-serangan dahsyat.”

Barahin Ahmadiyah Jilid 4 hal.557 catatan kaki dibawah catatan kaki no.4

Bersabda:Inilah nur/cinta kasih yang memiliki keselasan dengan nur kasih sayang bukit Tursina. Dan maksudnya ialah mu’jizat jalali/penuh kegagahan. Sebagaimana di lembah Tursina diperlihatkan kepada Bani Israil mu’jizat Jalali/gagah.”

Ilham 1891:Saya akan memperlihatkan nur kecintaan-Ku dan akan mengangkatmu dengan penzahiran kekuasaan-Ku. Hai Ibrahim, salam sejahtera atasmu. Kami telah memilih engkau dengan persahabatan yang murni. Tuhan akan membetulkan semua pekerjaanmu dan akan memberikan kepadamu semua keinginan-keinginan engkau.

Tazkirah hal 185Cetakan 1969

Ilham 21 september 1892:

سيولدلكم الولدويدنى منكم الفضل. ان نورى قريب-sayuwladu lakumulwalad wa yudna minkumulfadhl inna nuwri qariybun-.Tidak lama lagi akan diciptakan anak untukmu dan karunia akan didekatkan padamu. Sesungguhnya nur-Ku itu dekat.

Tazkirah hal.202 Cetakan 1969

Sebuah ilham 30 September 1892 :”ظلمات الابتلاء هذا يوم عصيب يولد لك الولدويدنى منك الفضل ان نورى قريب اجئ من حضرة الوتر-zhulumaatul ibtilaa’ haadha yaumun ‘ashiyb yuw ladu lakal waalad wa yudna minkal fadhl inna nuriy qariybun ajiy’u min hadhratil witr.- Kegelapan-kegelapan cobaan. Ini merupakan hari yang sangat dahsyat.Engkau akan dianugerahi seorang anak. Dan karunia akan dekat denganmu.Nur Saya dekat. Saya datang dari Tuhan yang Mahapencipta.

(Catatan dari hafalan-hafalan yang berbeda-beda dari Hadhrat Masih Mauud a.s. Hal. 50 Tazkirah hal 202 Cetakan 1969.

Qamaruddin Shahid