Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

28 Juni 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

 

Topik sifat النور-An-nur Allah swt yang telah dimulai pada Jumaah yang lalu,hari ini pun,[bahasan sifat] ini yang akan berjalan dan jika Allah menghendaki mungkin pada khutbah yang akan datang juga.

Pertama-tama dari Lisanul-Arab saya akan terangkan beberapa arti-arti “nur”.Di dalam Lisanul-Arab tertulis النور-An-Nur adalah dari nama-nama[sifat] Allah

Allamah Ibnu-Atsiyr berkata bahwa An-nur ialah zat yang dengan nurnya memberikan cahaya pada yang buta dan dengan petunjuknya memberikan penyuluh jalan pada yang sesat. Dikatakan bahwa النور-An-Nur ialah Zat yang zahir dan jelas yang karena ruhnya[wujudnya] segala sesuatu menjadi jelas . Jadi,zat yang dia sendiri zahir/jelas dan yang menzahirkan juga benda-benda lainnya itu dikatakan “nur.”

Dalam menafsirkan [An-Nur 34] اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ [Allah cahaya langit dan bumi] dikatakan bahwa maksudnya ialah: Zat yang memberi petunjuk pada penghuni langit dan bumi. Nur ialah lawan kata “ gelap” dan التنوير-attanwir[menyinari] disebut untuk waktu apabila saat subuh tiba.

Dan maksud منار الحرام-manaarul-haram ialah batas-batas yang didirikan oleh Hadhrat Ibrahim a.s.disekeliling haram/Masjidilharam yang dengan itu dapat diketahui batas-batas daerah haram[suci] dan gunug [disekitanya]. Di dalam Al-Maidah 17:.( قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ[Sesungguhnya telah datang kepada kamu nur dan kitab yang nyata] maksud nur ialah Rasulullah saw dan arti lainnya ialah bahwa nabi dan kitab keduanya telah datang kepada kamu.Dikatakan bahwa berkenaan dengan sesuatu ditanyakan kepada Hadhrat Musa a.s.,maka beliau bersabda: سياتيكم النور-saya’tiykumunnur yakni, akan datang nur kepada kamu.

Dan maksud وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ [dan mengikuti nur terang yang diturunkan padanya] yaitu, ikutilah kebenaran yang kaitannya dengan hati seperti keterkaitan nur/cahaya dengan mata.

Bersabda bahwa: Ajaran yang dibawa oleh Muhammad saw dari segi memberikan pengaruh pada hati dan menjauhkan kegelapan adalah sama seperti cahaya. Dan diterangkan di dalam [keterangan] wajah [muka]Rasulullah saw yang beberkah bahwa beliau adalah انوارالمتجرد-anwaarul-mutajarrid,yakni, beliau pemilik tubuh yang cantik, berkilauan .(Lisanul-arab) يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ-Mereka ingin memadamkan nur Allah dengan mulut mereka dan Allah menolak [setiap hal lain] kecuali Dia memenangkannya atas semua agama betapapun orang-orang kafir tidak menyukainya.[Surah At-taubah 32]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda: Sesudahku orang-orang yang akan mengurus urusan-urusan kalian ialah mereka yang akan memadamkan (nur/cahaya) sunnah dan membiasakan/mentradisikan bida’ah-bid’ah dan akan menta’khirkan shalat dari waktunya yang telah ditetapkan. Perawi berkata bahwa saya berkata: Ya Rasulullah saw,jika saya mendapatkan orang-orang itu maka apa yang saya akan lakukan ? Beliau bersabda: Hai Ibni Ummi ‘abd ! Engkau menanyakan padaku apa yang saya lakukan ? – Pelaku ma’siat terhadap Allah tidak ada itaat padanya.

Sunan Ibni Majah Kitabuljihad

Allamah Fakhruddin Razi dalam menafsirkan ayat

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ menulis:Ketahuilah bahwa maksudnya itu ialah merupakan penzahiran pekerjaan-pekerjaan buruk pemimpin-pemimpin Yahudi dan Nasrani yang berupaya membatilkan urusan[missi] kenabian Muhammad saw. Di dalam ayat ini maksud nur yang telah disebutkan adalah dalil-dalil yang menzahirkan kenabian beliau.Dan itu sbb:

(1) Mu’jizat dahsyat yang zahir melalui tangan beliau,karena mu’jizat-mu’jizat atau tentu menunjuk pada kebenaran. Dan jika itu menunjukkan kebenaran maka dari itu terbukti akan kebenaran Hadhrat Muhammad saw dan jika mu’jizat-mu’jizat tidak menzahirkan kebenaran maka lalu ini merupakan suatu hambatan dalam kebenaran kenabian Hadhrat Musa dan Isa a.s..

(2) Mu’jizah kedua Hadhrat Muhammad saw ialah dalam bentuk Al-Quran yang agung yang zahir dari sabda-sabda beliau yang penuh berkah meskipun pada awal umur beliau tidak memperoleh pendidikan secara rutin dari suatu institusi,tidak pernah mutalaah, tidak pernah memamfaatkan buku-buku bahkan melihat kitabmanapun pun juga tidak . Mu’jizah Al-Quran ini merupakan salah satu dari mu’jizah-mu’jizah beliau yang paling besar.

(3) Intisari syareat beliau ialah pengagungan Allah,puji dan sanjung terhadap-Nya,selalu itaat pada-Nya, mengalihkan jiwa dari kecintaan dunia.dan menempa diri pada jalan pencaharian kebahagian-kebahagiaan akherat.Dan akal memberikan petunjuk bahwa keredhaan Allah bisa diraih dengan berjalan di atas jalan itu.

(4) Syareat beliau bersih dari semua aib.

Dan dari itu dalil-dalil diberi nama nur . Sebab, sebagaimana nur memberikan petunjuk kepada urusan yang benar,serupa itu pula dalam agama-agama dalil-dalil juga memberikan petunjuk pada jalan yang benar.

Tafsir Kabir Imam Razi

Allamah Ibnu Hayyan dalam menafsirkan ayat surah Taubah:

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونmenulis : Di dalam ayat ini berkenaan dengan keinginan mereka,bahwa mereka ingin membatilkan kenabian Muhammad saw dengan pendustaan mereka Allah memberikan misal seperti orang yang ingin memadamkan dengan mulut mereka nur agung yang telah tersebar di seluruh alam raya Dan maksud nur Allah ialah petunjuk Allah yang ada dalam Al-Quran yang turun bersama-sam dan ditafsirkan melalui penelitian/penyempurnaannya..

Sekelompok para mufassirin mengartikan “nur” ialah Al-Quran.Dan memadamkan nur Allah dengan mulut merupakan perumpamaan.yang maksunya ialah bahwa upaya-upaya mereka lemah dan kecil/sedikit. Seolah-olah Allah memberitahukan bahwa urusan yang sedemikian besar mereka ingin padamkan dengan suatu upaya yang sangat hina.dan perbuatan mereka ini seperti berupaya memadamkan nur Ilahi dengan tiupan mereka.

Tafsir Bahrul Muhiyth.

Ibni Abi Hatim Dhahhak r.a.berkenaan dengan ayat

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ menerangkan perkataan ini bahwa mereka menginginkan supaya Muhammad saw dan sahabah beliau binasa dan tidak bisa beribadah kepada Allah di bumi Tuhan ini. Maksud “ يُرِيدُونَ ialah orang-orang kafir Mekah dan ahli kitab yang memerangi Rasulullah saw dan mengingkari ayat-ayat Allah”

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Orang kafir yang jahat/nakal ini ingin memadamkan nur Allah dengan tiupan mulut mereka. Allah yang menyempurnakan nur-Nya. [Walaupun] Orang-orang kafir menganggap buruk hal itu.

Apakah sebenarnya tiupan mulut itu ? Tepat sebagaimana seorang mengungkapkan”ada yang mengatakan kafir dan pembual’. Walhasil orang-orang ini menginginkan hal-hal yang dapat memadamkan nur Allah, tetapi mereka tidak akan bisa sukses. Dan dalam upaya mereka memadamkan nur Allah, mereka sendiri terbakar hina

Al-Hakam Jilid 5 nomer 3 tanggal 24 Januari 1907 hal.3

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

Orang-orang ini dengan bualan kotor mereka mengatakan bahwa agama itu tidak akan sukses. Agama ini akan binasa dengan tangan kami,tetapi Tuhan tidak akan pernah menyia-nyiakan agama ini dan tidak akan meninggalkannya selama belum menyempurnakannya……..Kini Al-Quran itu ada.Yang hafal Al-Quran juga ada/banyak. Coba cermatilah,orang-orang kafir betapa dengan propagandanya menapilkan/men zahirkan padangan-pandangannya bahwa agama ini pasti akan binasa; kami akan memusnahkannya. Sebagai tandingannya di dalam Al-Quran dinubuatkan bahwa ini pasti tidak akan hancur ,bahkan akan menjadi sebatang pohon besar yang akan berkembang dan akan terdapat raja-raja di dalamnya.

(Jang Muqaddas Ruidaad 5 Juni 1893)

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

Dalam zaman yang beberkah ini, Allah menghendaki agar kegagahan-Nya tampak jelas. Kini tidak ada lagi yang bisa menghalanginya Sebagaimana pada zaman para sahabah sebelumnya keempat sifat itu telah zahir satu corak manifestasi yang khas Kini, zaman serupa itulah tiba kermbali,zaman rabbubiyyat/pemeliharaan dan perawatan. Para penentang dungu bertekad mensapih bayi itu ,namun rabbubiyyat/pemeliharaan Tuhan tidak menghendaki,bahkan rahmat-Nya turun bagaikan hujan.Para mulla yang disebut pembela agama sambil menentang ingin memadamkan nur Allah,tetapi nur ini pasti akan sempurna sebagaimana Tuhan menghendaki

Malfuzat jilid 2 hal. 192

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Tidak lain keinginnan mereka kecuali ingin memadamkan nur Ilahi dengan tiupan mulut mereka,tetapi itu tidak akan bisa padam karena tangan Tuhan yang telah menyalakannya. Tidak dimengerti, kenapa untuk mendustakan saya mereka sedmikian rupa bersusah payah. Jika di bawah kolong langit ini ada lagi lain yang mendapat dukungan dan dia seorang yang mendustakan penda’waan saya sebagai Masih Mauud a.s., maka kenapa mereka tidak turun ke lapangan berhadapan dengan saya ? Membuat hal-hal seperti tingkah laku perempuan siapa yang tidak bisa lakukan ? Orang-orang ingkar yang tidak bermalu memang selalu melakukan hal serupa itu. Akan tetapi sementara saya berdiri di arena dan hampir tiga ribu para alim bijaksana, para fakir dan orang cerdik pandai bersama saya dan seperti hujan rahmat dari langit tengah zahir,maka apakah hanya dengan tiupan mulut Jemaat Ilahi ini bisa musnah ? Sama sekali tidak akan pernah hancur.Mereka itulah yang akan hancur, yang ingin menghancurkan apa yang Tuhan telah urus/pelihara.

Tuhfah Gulurwiyah Ruhani Hazain Jilid 17 hal.180-181

Jika Jemaat ini datang dari selain Allah maka nubuatan-nubuatan ini tidak akan sempurna dan saya pun akan binasa sebagaimana halnya seorang pendusta binasa.Kalian melihat Jemaatku ini berkembang dengan pesatnya. Lawan-lawan tidak meninggalkan upaya-upaya apapun dalam rencana mereka memadamkan nur Allah,namun nur Allah tetap pasti akan sempurna.dan mereka lari ketakutan mencari lubang –lubang persembunyian karena takut cahaya..Mereka dengan sengaja tidak siap melepaskan kebencian.

Apakah semua hal-hal ini dari pihak selain Allah ? Apa gerangan dengan diri kalian, sama sekali tidak merasa malu dan tidak mau merenungkan ? Apakah kalian memerangi Tuhan dengan senjata yang patah-patah dan tangan terborgol ? Terkutuklah kalian dan apa yang kalian lakukan.

Tazkiratusysyhadatain Ruhani Hazain jilid 20 hal 82

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Simaklah bahwa dengan perlawanan mereka sedikitpun Islam tidak akan rugi. Mereka sendiri akan mati bagaikan ulat-ulat. Tetapi nur Islam hari demi hari akan terus meraih kemajuan. Allah telah mengambil keputusan untuk menyebarkan nur Islam di dunia ; kini berkat-berkat Islam dengan bicara lancang para mulla yang duduk sia-sia tidak akan bisa terhenti.Tuhan dengan jelas berkata pada saya:

اناالفتاح لك.ترىنصراعجبا ويخرون علىالمساجد -anal fattahu laka taraa nashran ‘ajaba wa yakhirruwna ‘alal masaajid [Saya akan membukakan pintu kemenangan kepada engkau dan engkau akan melihat pertolongan yang ajaib dan mereka akan menjatuhkan/bersujud di mesjid-mesjid] …. Di dalam sebuah ilham lain beberapa kali terulang dan berfirman dalam kata-kata yang sedikit berbeda: Saya akan menganugerahkan kehormatan padamu dan akan menambahkan jumlah engkau dan saya akan menaruh berkah-berkah pada bekas-bekas/ jejak-jejak engkau sehingga raja-raja akan mencari berkat dari pakaian-pakaian engkau.”

Kini, hai para mulla ! yang bernasib bakhil! Jika kalian mampu perlihatkanlah bahwa nubuatan-nubuatan Tuhan ternyata tidak terbukti.Kerahkalah segenap tipuan kalian,jangan lagi ada kekuatan tipuan kalian yang tersisa maka baru lihatlah, pada akhirnya tangan Tuhan yang selalu unggul atau tangan kalian”.

(Tablighi-risalat Jilid 2 hal 92)

Kini ilham 1883: يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّه.قل الله حافظه.عنائة الله حافظك. نحن نزلناه وانا له لها فظون.الله حير حا فظا وهو ارحم الراحمين”-yuriyduwna an-yuthfiuw nurallaahi qulillaahu haafizhu ’inaayatullaahi haafizhuka .nahnu nazzalnaahu wa innaa lahuw lahafizhuwn. allaahu khairun haafizhan wahua arhamuraahimiyn-Para penentang akan mengingikan/akan berusaha memadamkan nur Allah Katakanlah, Tuhan sendirilah sebagai penjaga nur itu.Anugerah Ilahi sebagai pelindung engkau.Kami yang menurunkan dan kamilah penjaganya.Tuhan sebaik-baik pelindung dan Dia Maha penyayang dari semua yang penyayang.

Tazkirah hal 107 Cetakan 1969

Ilham 1893:

الحمد لله الذى جعلك المسيح ابن مريم.قل هذافضل ربى وانى اجرد نفسىمن ضروب الخطاب.وانى احد من المسلمين. يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ ويحى الدين.نريد ان ننزل عليك ايات من السماء ونمزق الاعداء كل ممزق.حكم الله الرحمن لخليفة الله السلطان.-alhamdu-lillaahilladziy ja’alakal-masiyhabna maryama.qul haadzaa fadhlu rabbiy wa inni ujarridu nafsiy min dhuruwbil-khithaabi.wa inniy ahadun minal muslimiyn.yuriyduwna an yuthfiuw-nuwrallaahi biafwaahihim waya’ballaahu illa an yutimma nuwrahu wa yuhyiddiyna.nuriydu an nunazzila ‘alaika aayaatin minassamaai wa numazziqal a’kdaa kulla mumazzakin hukmu-llahirrahmaani likhaliyfatillaahissulthaan.- Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Masih Ibni Maryam. Katakanlah, ini merupakan karunia Tuhan-ku Dan saya memisahkan diri saya dari segala macam gelar dan saya salah satu dari orang-orang muslim. Mereka ingin memadamkan nur Allah dengan tiupan mulut mereka,tetapi Allah akan menyempurnakan nur-Nya dan menghidupkan agama-Nya .Kami ingin menurunkan tanda-tanda dari langit padamu dan ingin benar-benar memporak porandakan musuh-musuh. Ini merupakan perintah Tuhan Yang Maharahman bagi khalifah-Nya yang bertahta samawi /kerajaan langit[pembawa kerajaan langit].

Tazkirah hal.240-241 Cetakan 1969

Kemudian ilham 19 Oktober 1902:

يريدون ان يطفئوا عرضك.انى معك ومع اهلك-yuriyduwna an yuthfiuw ‘irdhaka . inni ma’aka wa ma’a ahlika.-Musuh ingin memadamkan nur engkau. Mereka ingin memperkosa/menghancurkan kehormatan engkau.Akan tetapi, saya beserta engkau dan beserta keluarga engkau.

Tazkirah hal.426 Cetakan 1969

Kemudian surah Yunus ayat 16

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan sebagai nur/bercahaya dan telah menetapkan manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.

Hadhrat Abu Musa r.a. meriwayatkan pada suatu kali Rasulullah saw berdiri di hadapan kami lalu menerangkan lima hal: Beliau bersabda: Allah tidak tidur dan tidak pula tidur layak untuknya.Dia terkadang mengebawahkan timbangan adil dan terkadang meninggikannya. Amal-amal yang diperbuat di malam hari diajukan di hadapan -Nya sebelum dilakukan amal siang hari. Tirai-Nya nur. Jika Dia menurunkan itu , maka sinar-sinar wajah-Nya, keagungan dan kebesaran-Nya akan membakar makhluknya sampai sepenglihatan mata.

Sunan Ibni Majah Kitabul mukaddimah

Hadhrat Ibni Abbas r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Karim saw apabila beliau melaksanakan shalat tahajjud maka beliau membaca doa ini. Ya Tuhan kami, segenap pujian bagi Engkau. Engkau-lah Rabb seluruh langit dan bumi dan apa yang diantara keduanya Segenap pujian hanya untuk Engkau. Engkau-lah nur langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Engkau hak/benar. Firman Engkau hak,janji Engkau hak,pertemuan dengan Engkau hak,surga benar,jahannam benar,dan kiamat benar. Ya Allah-ku, saya itaat hanya pada-Mu.dan saya beriman pada-Mu dan hanya bertawakkal pada-Mu dan semua perselisihan kami kami ajukan di hadapan-Mu.Dan saya memohon keputusan dari-Mu . Maafkanlah semua kesalahan ku, baik yang telah lalu maupun yang akan datang, baik yang zahir maupun yang terselubung.dan kesalahan yang Engkau lebih mengetahuinya. Tidak ada sembahan selain Engkau.

Bukhari Kitabuttauhid

Tertulis dalam Taajul-urus, Allamah Zamakhsyari berkata bahwa ضياء-dhiya- sinar/cahaya lebih keras/dahsyat dari nur.Berfirman : جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا– Yakni, Dia telah menjadikan matahari sebagai sarana cahaya/bercahaya dan bulan sebagai nur.Dan dikatakan pula bahwa ضياء-dhiya disebut untuk yang memancarkan cahaya sendiri.sementara nur disebutkan untuk nur/sinar yang dipinjamkan.

Taajul urus

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Dari sejak semula Allah swt telah menghendaki, supaya di dalam makhluk-makhluk-Nya,yakni mulai dari tanam-tanaman/sayur mayur,benda-benda tidak bernyawa, hewan-hewan sampai bintang-bintang yang tinggi/benda-benda langit juga terdapat kedudukan-kedudukan yang berbeda-beda,sebagaian bermamfaat dan sebagian dapat mengambil mamfaat. Oleh karena itu di dalam ummat manusia ini juga Dia telah menetapkan undang-undang dan dari segi itu Dia menciptakan manusia dalam dua tingkatan.Pertama, orang-orang yang berpotensi tinggi seperti matahari diberikan cahaya tampa melalui perantara. Kedua, orang-orang tingkat kedua.yang dengan perantaraan matahari meraih nur dan tidak bisa meraih nur dengan sendirinya. Bagi dua tingkatan itu matahari dan bulan merupakan contoh yang sangat indah. sebagaimana dalam Al-Quran dalam kata-kata itu mengisyarahkan: وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا.وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا(Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya,).Sebagaimana halnya jika matahari tidak ada, maka wujud bulan tidak akan mungkin ada.Begitu juga jika wujud para nabi itu tidak ada yang merupakan wujud-wujud sempurna maka wujud para wali juga keluar dari posisinya”.Yakni, tidak mungkin sama sekali, tidak mungkin.” Dan ini merupakan undang-undang alam yang nampak di hadapan mata”

Sat Bacan Ruhani Hazain jilid 10 hal. 189-190

Surat Ibrahim 2:

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ

الْحَمِيدِاناالله ارى-anallaahu araa- Saya adalah Allah.Saya melihat. Inilah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Hadhrat Abdullah meriwayatkan bahwa Al-Quran merupakan seruan dari Tuhan maka sedapat mungkin ambillah faidah dari seruannya Sesungguhnya Al-Quran merupakan tali Allah, cahaya yang terang, obat penawar yang berguna dan sarana perlindungan bagi setiap orang yang dengan kuat berpegang padanya .Dan merupakan keselamatan bagi yang mengikutinya. Orang yang semacam itu tidak begeser dari kebenaran sehingga sesudahnya dia terpaksa harus minta maaf dan tidak pula dia terjerumus pada kebengkokan sehingga dia harus diperbaiki.Keajaiban-keajiban Al-Quran tidak kunjung habis.Orang yang membacanya tidak akan bosan meskipun membacanya berulang –ulang. Maka senatiasa bacalah itu karena Allah memberikan ganjaran sepuluh kebaikan dalam setiap hurup yang dia baca.Saya tidak mengatakan bahwa bahwa الم –alif lam itu satu huruf, bahkan Dia menganugerahkan dari itu untuk alif sepuluh ganjaran kebaikan, untuk lam juga mendapatkan sepuluh ganjaran kebaikan.dan untuk mim juga memperoleh sepuluh ganjaran kebaikan.

Sunan Addarami Fazaa-ilul quran

Hadhrat Khalifatul Masih I bersabda: Disini difirmankan Rasulullah saw sebagai wujud yang mengeluarkan dari kegelapan pada cahaya.Dari itu dapat diketahui bahwa pada manusia pernah datang suatu masa untuknya dimana nasehat Rasulullah saw menjadi penyebab mengeluarkan dari kegelapan kepada cahaya. Namun di suatu tempat berfirman اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ-Seolah-olah inilah kaiatan sebagaimana yang telah dinisbahkan kepada Rasulullah saw sebelumnya Kemudian inilah pekerjaan yang Allah nisbahkan kepada diri-Nya Ini merupakan hal yang perlu direnungkan.

Orang-orang datang kepada Rasulullah saw , mendengar kata-kata beliau kemudian secara pelan-pelan hal-hal inilah yang meresap ke dalam hati dan dengan demikian dari itu mereka meraih kedudukan iman.dan keluar dari berbagai kegelapan menuju kepada cahaya. Kegelapan pertama ialah majlis/masyarakat orang-orang kafir yang mereka tinggalkan lalu hadir dalam majlis Rasulullah saw.”

Khutbah-khutbah Nur hal 449-449

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Kitab yang agung ini kami turunkan kepada engkau dengan maksud supaya engkau mengeluarkan orang-orang yang berada dalam kegelapan kepada cahaya. Oleh karena itu , Tuhan menamai zaman itu “zaman gelap”.

Barahin Ahmadiyah jilid 4 hal 540-541 Cetakan I

Hadharat Masih Mauud a.s. bersabda:

Kami telah menurunkan kitab yang agung ini kepada engkau supaya engkau mengeluarkan orang-orang dari segenap kegelapan lalu memasukkan mereka kepada cahaya.Ini merupakan isyarah bahwa sebagaimana di dalam diri manusia berlalu berbagai macam was-was dan timbul berbagai macam syak wasangka semuanya Al-Quran jauhkan. Al-Quran menghilangkan segala macam khayalan-khayalan kotor, memberikan nur makrifat yang sempurna bagi siapaun yang kembali kepada Tuhan dan ilmu-ilmu makrifat dan kebenaran-kebenaran yang diperlukan untuk membawa mereka pada keyakinan semuanya Dia anugerahkan”

Barahin Ahmadiyah jilid 3 hal. 205 Catatan kaki nomer 11 Cetakan I

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Di dalam wujud yang mulia Hadhrat Khatamul-anbiya saw terkupul beberapa nur.Maka suatu nur samawi lain yang merupakan wahyu Ilahi turun pada nur-nur itu dan dengan masuknya nur itu wujud pribadi khatamul-anbiya menjadi tempat berkumpulnya nur.Jadi di dalam ini Dia mengisyarahkan bahwa inilah falsafah turunnya nur Ilahi bahwa itu masuk/turunnya pada nur bukan pada kegelapan.karena untuk [adanya] kesesuaian merupakan syarat, sementara kegelapan tidak ada keterkaitan dengan cahaya dan Hakim mutlak/Tuhan tampa keringanan/rekomendasi yang selaras tidak melakukan sesuatu.Demikian pula dalam berkah-berkah nur inilah undang-undang -Nya yang berlaku bahwa yang padanya ada nur, dia diberikan/ditambahkan juga nur yang lain,sementara yang tidak memiliki sesuatu tidak diberikan apa-apa padanya. Barangsiapa yang memiliki nur mata[daya penglihatan] dialah yang meraih nur [dapat melihat] matahari dan bagi yang tidak memiliki nur matahari, dia pun akan senantiasa buta dari cahaya matahari; barangsiapa yang mendapatkan kurang nur fitrat/alami maka diapun kurang meraih nur ; dan bagi yang meraih banyak nur fitrah, diapun meraih banyak nur yang lain . Dan semua rangkaian para nabi yang membedakan/mengistimewakan fitrah manusia ialah wujud-wujud agung yang dianugerahi sedemikian banyak dan sempurna nur batin sehingga mereka semua merupakan penjelmaan nur. Dari aspek inilah di dalam Al-Quran nama Rasulullah saw lampu yang menerangi/terang sebagaimana firman-Nya surah Al-Maidah 16:قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ:[Dan sesungguhnya telah datang kepadamu nur dan kitab yang nyata] dan berfirmanوَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا[yang menyeru pada Allah dengan perintah/izin-Nya dan matahari/lampu yang terang]Al- Ahzab 45. Inilah hikmahnya sehingga untuk meraih nur wahyu sempurna dan luhurnya nur fitrah[insani] merupakan syarat mutlak yang hanya diraih oleh para nabi dan dikhaskan hanya untuk mereka”.

Barahin Ahmadiyah jilid 3 Ruhani Hazain jilid I Catatan kaki hal. Hal. 195 -196

Takut sepenuhnya pada Tuhan tidak mungkin timbul tampa keyakinan. Melangkah di jalan –jalan halus kertakwaan dan membersihkan amal dari terkontaminasi riya dan pamer tidak mungkin tampa keyakinan. Dan demikian pula melaknat harta dunia, kemegahan, kemewahannya serta tidak menghiraukan meraih kedekatan dengan raja-raja dan menjadikan Tuhan sebagai hazanahnya tampa keyakinan tidak akan mungkin. Kini, beritahukanlah hai orang-orang yang disebut Islam, bagaimana kalian bisa sampai pada nur keyakinan dari kegelapan ? .Kalam Ilahi merupakan sarana keyakinan yang merupakan penyempurnaan ayat:

يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ-[mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya].

Nuzulul Masih hal. 92

Ilham 1893:Demi Allah Yang Mahagagah bahwa Allah Yang Mahaagung kemuliaan-Nya berfirman kepada saya dalam ilham-Nya bahwa Hadhrat Masih tampa dipilah-pilah adalah manusia sebagaimana manusia lainnya. Akan tetapi, dia adalah Nabi Tuhan yang sejati, utusan dan pilihan-Nya.Dan kepada saya juga difirmankan bahwa apa yang diberikan kepada Al-Masih, engaku telah diberikan dengan berkat itaat pada Nabi saw. Engkau adalah Masih Mauud . Bersama engkau tersedia senjata ruhani yang akan menghancurluluhkan kegelapan dan akan merupakan penyempurnaan dari kalimat

يكسر الصليب ِ-yaksirushshalib -mematahkan salib.

Ini adalah ilham 1896: Saya akan memperlihatkan nur kecintaan-Ku dan akan mengangkat engkau dengan kekuasaan dahsyat-Ku dan akan menyebarkan berkat-berkat engkau sehingga raja-raja akan mencari berkah dari pakaian-pakaian engkau.

Tazkirah hal 281 Cetakan 1969

Qamaruddin Shahid