Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

5 Juli 2002

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

            اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Allah adalah nur/ cahaya seluruh langit dan bumi. Perumpamaan nur/cahaya-Nya seperti sebuah relung yang di dalamnya ada suatu pelita . Pelita itu ada dalam suatu semperong kaca.Semperong kaca itu seakan-akan bintang yang gemerlapan , yang dinyalakan dengan minyak dari sebatang pohon kayu yang diberkati, ialah pohon zaitun yang bukan di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Nur di atas nur. Allah membimbing kepada nur-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memrbuat tamsil-tamsil-Nya bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hadhrat Abu Dzar r.a.meriwayatkan bahwa saya bertanya kepada Rasulullah saw apakah Tuan telah melihat Rabb Tuan ? Beliau bersabda:( Dia itu )adalah nur, bagaimana saya melihat-Nya ?

Muslim Kitabul Iman

عن عبد الله بن شقبق قا ل قلت لابى ذر: لو رابت رسول الله لسأ لته, ان اى شيء كنت تساءله ؟ قال كنت اسئله: هل رابت ربك ؟ قا ل ابو ذر, قد سالته ، فقال رايت نورا.

An ‘abdillahibni shaqiyq qaala:qultu liabi dzar : lau raitu Rasulullah saw lasaaltuhu ,faqaala an ayyu shain kunta tas’aluhu ? qaala kuntu as ‘aluhu, hal raita rabbaka qaala abu dzar qad saaltuhu , faqaala raitu nuwra.

Muslim Kitabul Iman bab fi qaulihi alaihissalam nuwr. inni araaahu wa fi qaulihi raitu nuwra.

Abdullah bin shaqiq berkata bahwa saya berkata kepada Hadhrat Abu Dzar r.a, jika saya melihat/berjumpa dengan Rasulullah saw maka saya menanyakan ini kepada beliau. Hadhrat Abu Dzar bekata, apa yang Tuan tanyakan pada beliau ? Abdulah bin Shaqiq berkata bahwa saya berkata bahwa saya bertanya kepada Huzur, apakah Huzur pernah melihat Tuhan Tuan ? Maka Hadhrat Abu Dzar r.a.berkata bahwa saya telah menanyakan ini kepada Huzur lalu Huzur memberikan jawaban ” Saya telah melihat nur “ .

Akramah meriwayatkan bahwa saya telah mendengar Ibni Abbas tengah berkata bahwa Muhammad telah melihat Tuhan-nya.Saya berkata, apakah Allah tidak berfirman bahwa تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ لا-Mata tidak bisa mencapai-Nya,namun Dia mencapai/dekat mata. Beliau berkata semoga Tuhan memberkati kamu.Pemandangan/penglihatan terjadi takala Allah memanifestasikan/menjelmakan diri-Nya dengan peranataraan nur-Nya. Dan beliau berkata bahwa manifestasi/ penampakan ini diperlihatkan dua kali.

Turmudziy Tafsirul- Quran

Hadhrat Ibni Abbas meriwayatkan bahwa pernah pada suatu kali saya menginap semalam di rumah bibi saya ummulmu’miniyn,Hadhrat Maimunah r.a. Rasulullah saw pergi untuk menunaikan qadha hajat/ buang hajat. Setelah selesai, beliau membasuh wajah, mencuci tangan lalu tidur.( Tidak lama kemudian ) beliau bangun.lalu pergi ke kantong air kemudian membukanya lalu berwudhu.Dimana beliau tidak terlalu lama dan tidak pula terlalu cepat…….Sayapun bangun berwudhu.Huzur berdiri untuk melaksanakan shalat maka sayapun berdiri di kiri beliau.Beliau sambil memegang daun telinga saya mendirikan saya di sebelah kanan beliau lalu melakukan shalat tiga belas rekaat. Kemudian beliau berbaring sehingga mulai terdengar surat nafas beliau.Apabila beliau tidur maka pada umumnya selalu terdenganr suara nafas beliau.Kemudian Bilal memanggil beliau untuk melakukan shalat.Maka beliau melakukan shalat dan tidak kembali berwudhu.Beliau selalu membaca dalam doa beliau : Ya Allah, letakkanlah nur di dalam kalbuku dan letakkanlah nur di mataku dan juga di telingaku pun letakkanlah/anugerahilah nur dan di kananku dan di kiriku juga letakkanlah nur. Letakkan pula nur di atasku dan di bawahku dan di depanku dan dibelakangku dan untukku ciptakanlah sepenuhnya nur.

Bukhari Kitabuddakwat

Hadhrat Abu Said Khudri r.a.meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:Hindarilah/takutlah pada firasat orang mu’min karena dia melihat dengan nur Allah. Kemudian beliau membaca surah Al-Hajar ayat nomer 76:

 إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِلْمُتَوَسِّمِينَ-Sesungguhnya dalam yang demikian itu benar-benar merupakan tanda-tanda bagi para pemerhati.

Allamah Fakhruddin Razi dalam menafsirkan ayat اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ[Allah cahaya langit dan bumi] menambahkan bahwa maksud اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ialah Allah pemilik cahaya langit dan bumi dan maksud nur ialah petunjuk.Dan hanya اهل السماوات ahlussamaawaat-penghuni [orang-orang punya ikatan] langit-lah yang meraih petunjuk. Jadi ringkasnya ialah Allah pemberi petunjuk pada penghuni langit dan bumi.Dan ini merupakan pedapat Ibnu Abbas dan sebagian besar para sahabah.

Dan satu maksudnya ialah bahwa sesuai dengan hikmah-Nya yang sempurna dan hujjat-Nya yang terang Allah merupakan pengatur/ yang menjalankan urusan-urusan langit dan bumi. Dan Allah menyatakan diri-Nya persis bersifat dengan sifat اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ ini. Sebagaimana seorang pemuka suatu negeri yang berilmu disebut” nur/cahaya negara”. Oleh karena itu apabila seorang pemuka yang berpendidikan/bijak menjalankan urusan masyarakat dengan cara yang terbaik maka dia untuk mereka merupakan nur, yakni seperti cahaya.yang membawa kepada jalan-jalan yang benar.Sebagaimana Jarir berkata و انت لنا نور و غبث و عصمة-wa anta lana nuwrun wa gaistun wa ishmatun- “Yakni engkau-lah nur bagi kami dan merupakan hujan dan tameng untuk kami”

Satu artinya ialah bahwa Dia pengatur seluruh langit dan bumi dengan cara yang terbaik.Dan terkadang maksud nur diacukan juga arti sistim-cara sebagaimana dikatakan bahwa saya tidak mendapatkan suatu nur untuk urusan ini, yakni sistim.

Dan satu artinya bahwa Allah yang menyinari langit dan bumi.Dan menyinari itu dengan tiga cara. (1) Dia menyinari langit dan bumi dengan perantaraan para malaikat dan menyinari bumi dengan perantaraan para nabi. (2) Dia menyinari langit dan bumi dengan matahari, bulan dan bintang-bintang. (3)Dia telah menyinari langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang dan Dia telah menyinari bumi dengan para nabi dan para ulama.

Imam Razi berkata bahwa yang paling benar ialah perkataan pertama bahwa maksud nur ialah petunjuk karena di akhir ayat berfirman: يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ (Allah menunjuki pada nur-Nya siapa yang Dia kehendaki)kalimah ini memberitahukan bahwa disini maksud nur ialah pembimbingan pada ilmu dan amal.

Tafsir Kabir Razi

Allamah Ibni Hayyan di bawah tafsir surah An-Nur ayat اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ menulis bahwa Ibni Abbas berkata bahwa maksud اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ(Allah cahaya langit dan bumi)Wujud Yang memberikan bimbingan pada para penghuni/orang-orang langit.

Mujahid berkata bahwa maksudnya ialah yang mengurus urusan-urusan langit. Hasan Basri berkata maksudnya ialah para wujud/benda-benda yang menyinari langit dan bumi.Ubai bin Kaab berkata bahwa cahaya seluruh langit itu dari Tuhan atau berkata bahwa dari Dia-lah cahaya seluruh langit, yakni sinarnya.

Abu Aliah berkata bahwa maksud اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ para wujud/benda yang mengihiasi seluruh langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang dan mengiasi bumi dengan para nabi dan ulama-ulama.

Tafsir Bahrul Muhith.

Allamah Alusi membahas panjang lebar tafsir ayat ِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ yang ringkasannya bahwa cahaya Allah ialah zat/peribadi sementara segenap cahaya yang lain diambil dari nur Allah.

Talkhis az ruwhul maani/ Ringkasan dari Ruhulmaani

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bersabda:

Tatkala manusia meraih kedekatan dengan Allah, karena Dia نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ [cahaya langit dan bumi] maka dia mulai keluar dari kegelapan dan di dalam dirinya timbul potensi yang cemerlang /mebedakan. Kegelapan itu ada beberapa macam.Satu kegelapan kejahilan.Kemudian kegelapan adat kebiasaan, tradisi-tradisi dan kegelapan rapuhnya keteguhan. Seberapa banyak dia terlibat dalam kegelapan sebanyak itu pulalah dia terus menjauh dari Allah.Dan seberapa banyak meraih kedekatan sebanyak itu pula meraih kekuatan/potensi yang cemerlang/istimewa.

Jadi, apabila dengan tinggal dalam sebuah pergaulan, kegelapan bertambah, maka jelas sekali bahwa itu bukanlah sebagai faktor kedekatan dengan Tuhan,bahkan sebagai faktor menjauhnya dan mahrumnya. Karena seberapa manusia dekat dengan Tuhan maka sebanyak itu pula terbebasnya mereka dari kegelapan dan akan terus meraih bagian-bagian dari nur-Nya.Oleh karena itu,hendaknya senantiasa introspeksilah diri dalam segenap ucapan dan perbuatan.

Bawah dan atas merupakan dua kata yang digunakan juga dalam istilah para ahli sains dan juga dalam istilah agama. Saya telah mencermati benda-benda yang naik ke atas dan turun ke bawah.Timba apabila terus turun ke bawah maka dalam daya tekannya menjadi bertambah cepat dan demikian pula layang-layang tatkala naik ke atas.Mula-mula untuk menaikkannya ke atas nampak susah,tetapi pada akhirnya itu dengan cepatnya naik ke atas.Inilah asal jiwa kemajuan dan kemunduran atau di dalam naik dan turun.Manusia apabila cenderung/menengok pada keburukan maka kecepatannya sangat lemah dan lambat,tetapi di dalam itu sedemikian rupa dia mencapai kemajuan sehingga jahannam /kehancuran sebagai titik ahirnya Inilah (falsafah)turun.Dan apabila mulai mencapai kemajuan dalam kebaikan dan berjalan meniti pada jalan kedekatan pada Tuhan,maka pada awalnya timbul kesulitan.dan terpaksa harus menjalani zhalim/aniaya terhadap diri sendiri. Akan tetapi tatkala di medan ini mulai berderap maju maka kekutannya pasti akan bertambah.dan dia sedemikian rupa naik/ maju sehingga dia menjadi pemenang dalam kebaikan. Orang yang merenungkan asas ini dan mengintrospeksi dirinya bahwa kami tengah menuju pada kemajuan atau menuju kemunduran maka dia pasti akan mengambil faidah dari itu.

Al- Hakam 31 Januari 1903 hal 6-7

Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bersabda:

Suatu benda yang berada dalam gelap tidak diketahui keindahan dan kekurangannya. Betapapun indahnya taman bunga yang berada di dalam gelap dan betapapun halusnya pakaian, selama cahaya tidak datang /tidak ada,maka tidak ada yang bisa dibedakan

 اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ Allah swt berfirman bahwa apapun keajaiban-keajaiban yang ada yang kamu lihat di alam ini merupakan nur Allah swt.Yakni,merupakan penampakan nur Allah swt.

Kepada siapapun nur Allah menerpa ,diantara itu sebagian telah Dia ciptakan menjadi mat0ahari dan sebagian menjadi bulan. مَثَلُ نُورِهِ [misal nur-Nya] Dari antara nur-nur Allah satu misal nur ialah كَمِشْكَاةٍseperti sebuah relung/ semperong kaca.Di dalamnya terletak lampu الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍdi atasnya diletakkan cerobong asap. Dengan meletakkan cerobong asap (diatas) dengan terbakaranya arang semua asap akan terus hilang. الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ Kemudian di atas cerobong asap itu diletakkan sebuah (penutup/atap) bulat. Dengan meletakkan benda bulat itu bagian-bagian benda-benda rusak akan menjadi terbakar.Maka lampu itu menjadi seperti bintang. دُرِّيّ(berkilauan)yang menjauhkan kegelapan,yang asapnya tidak tersisa lagi. يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍdi dalam lampu itu terdapat minyak,minyak yang beberkah. Yang tidak didapatkan di Timur dan tidak pula di barat, yakni bukan minyak dunia, yakni karunia Ilahi dimasukkan di dalamnya.Kemudian وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ [meskipun api tidak menyentuhnya]minyak itu tidak perlu disentuhkan api karena itu merupakan karunia Ilahi.Dia akan menjadi bintang karunia Ilahi yang bernyala نُورٌ عَلَى نُورٍ Itu sebelumnya memang merupakan nur/cahaya . Kemudian dengan [tiga unsur]relung/semperong kaca .cerobong asap dan atap /penutup bulat, itu menjadi nur di atas nur. يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ [Dia memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki] Di atas nur itu jalan-jalan ini bagaimana terlihat ? Petunjuk yang akan tampak ”.

Lampiran Surat Kabar Qadian 7 Juli 1910

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

 اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ Yakni, Tuhan adalah cahaya langit dan bumi.Dari itulah dalam tingkatan terendah dan tertinggi terdapat cahaya hidup dan kekal/kekealan.”

Purani Tahriri hal.19

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Tuhan adalah cahaya langit dan bumi.Yakni, segenap nur yang nampak di ketinggian dan tempat rendah, baik terdapat pada ruh-ruh maupun pada tubuh-tubuh manusia,baik pribadi maupun sesecara kemuliaan , baik zahir maupun batin,baik terdapat dalam fikiran maupun dari unsur luar, semua itu merupakan hadiah berkah-Nya. Ini menunjukkan bahwa anugerah umum Tuhan semesta Alam melingkupi segala sesuatu dan tidak ada yang terlepas dari anugerah-Nya.Dia-lah awal/sumber dari semua karunia.dan tujuan segenap nur.dan merupakan sumber semua rahmat. Pada wujud Yang hakiki itulah bergantung segenap alam ini dan Dia pulalah tempat berlindung seluruh yang di bawah dan yang di atas,yang telah mengelurkan segala sesuatu dari kegelapan ketidak beradaannya /tidak berwujudnya lalu menganugerahkan jubah keberadaan.Selain Dia tidak ada sedemikian rupa suatu wujud yang mutlak keberadaan pada zatnya dan qadim [ada dari semenjak semula] atau tidak mengambil faidah dari-Nya,bahkan tanah,langit,manusia,hewan,batu,pohon dan ruh dan jasad dapat terbentuk/terwujud dengan berkah-Nya. Ini jelas merupakan berkah umum yang keterangannya diterangkan dalam ayat Al-Quran اللَّهُ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ.Inilah berkah-berkah yang bagaikan sebuah lingkaran yang telah melingkupi segala sesuatu di dalamnya.Yang di dalam mana ada potensi dan kemampuan untuk menerimanya,yakni wujud –wujud sempurna para nabi a.s. yang mana diantara yang paling tinggi dan paling unggul ialah wujud yang merupakan kumpulan/pengumpul semua berkat, Hadhrat Muhammad Mustafa saw. sama sekali tidak terdapat pada yang lain.Dan berhubung berkah-berkah itu merupakan suatu kebenaran yang sangat halus dan suatu masaalah yang sangat halus dari antara masaalah/rahasia-rahasia yang penting,oleh karena itu sambil menerangkan berkah-berkah umum ( yang jelas telah zahir) yang jelas-jelas nyata baru kemudian Dia menerangkan dalam sebuah misal berkah-berkah yang khas dengan maksud menzahirkan kondisi nur Muhammad saw yang mulai dari ayat مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ…… sampai akhir.Dan Dia menerangkannya sebagai misal supaya tidak lagi ada keragu-raguan untuk mengerti rahasia-rahasia halus ini,karena dengan menerangkan arti-arti tepat, bisa dimengerti dalam corak yang bisa dirasakan setiap yang rendah daya serapnya dapat memahami itu.

Tamsil nur ( dalam manusia sempurna yaitu nabi) ialah seumpama sebuah relung/semperong kaca ( Yakni, dada lapang Rasulullah saw) dan di dalam relung itu ada sebuah lampu,( Yakni wahyu Ilahi) dan lampu berada di wadah terbuat dari kaca yang sangat bersih.(Yakni, di dalam hati yang sangat suci dan bersih yang adalah hati Muhammad saw ,yang dalam fitrah aslinya seperti kaca putih suci dan bersih dari segenap kekotoran dan kedengkian dan sama sekali bersih dari hubungan selain Allah) Dan kaca sedemikian bersihnya seolah-olah sebuah bintang yang memiliki cahaya agung dari antara bintang-bintang itu,yang keluar di langit dengan kilauannya yang penuh kecemerlangan yang disebut bintang yang bersinar (Yakni hati Hadhrat Khatamul-anbiya sedemikian bersih bagaikan bintang berkilauan yang sangat cemerlang dan berkilauan yang cahaya bagian dalamnya nampak mengalir seperti air pada kerangka bagian luarnya). Lampu itu dari pohon yang diberkati Yakni dinyalakan (dari minyak zaitun).

( Maksud zaitun yang diberkati ialah wujud Muhammad saw yang diberkati yang karena kumpulan yang sangat menyeluruh semua jenis kesempurnaan merupakan kumpulan berbagai macam berkah yang berkahnya tidak khas untuk tempat, arah dan zaman manapun, bahkan umum untuk semua orang secara terus menerus dan senantiasa akan terus berlaku dan tidak pernah terputus). Dan pohon yang diberkati itu tidak barat dan tidak timur,yakni di dalam fitrah Muhammad saw tidak ada yang terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi bahkan berada pada posisi yang benar-benar pertengahan.dan merupakan makhluk yang berada pada penciptaan yang terbaik..

…di tempat ini Tuhan telah menzahirkan bahwa lampu sinar wahyu Al-Quran disinari dengan pohon yang diberkati yang tidak timur dan tidak barat Yakni yang turun sesuai dengan fitrah alami Muhammad saw yang di dalamnya tidak seperti jiwa Musa yang di dalamnya terdapat kekerasan/kekasaran dan tidak seperti fitrah Isa yang sedemikian lembutnya.Bahkan merupakan kumpulan/pengumpul dari kasar/keras/unggul, lembut,marah dan jalal. Dan merupakan bayangan pertengahan yang sempurna dan kumpulan dari jalal dan jamal”.

Barahin Ahmadiyah jilid 3 ruhani Hazain jilid 1 hal 191-194 Catatan kaki)

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

Sesungguhnya Allah adalah nur dan hanya cenderung terhadap nur. Kebiasaan-Nya ialah cepat melangkah maju ke arah orang-orang yang menyerupai bulan pernama. Jadi, jika inilah adat kebiasaan Tuhan dan sunnah-Nya yang berjalan terhadap para wali-Nya, terhadap orang –orang yang hanya tertuju pada-Nya dan terhadap hamba-hamba pilihan-Nya maka merupakan keharusan hamba-hamba-Nya yang diterima disi-Nya untuk tidak mendapatkan kehinaan dan ketika berhadapan dengan agama dan mazhab manapun tidak menemui suatu aib dan kelemahan. “

I’jazulmaih . Ruhani Hazain jilid 18 hal 46

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Tuhan-lah setiap saat yang merupakan cahaya langit dan bumi. Dari-Nya cahaya menerpa ke setiap tempat .Dia-lah mataharinya matahari.Dia-lah jiwa semua makhluk hidup di bumi. Dia-lah Tuhan hidup yang benar. Selamat sejahtera bagi yang menerima-Nya.”

Laporan Jalsah A’zham Mazahib hal. 204-2-5

Hadhrat Masih Mauud a.s. selanjutnya bersabda:

Tuhan adalah sumber nur/cahaya.Segenap nur langit dan bumi keluara/memancar dari-Nya.Jadi memberikan nama Tuhan “Pita-bapak/sumber” dan menyatakan-Nya bagian dari semua nur mengisyarahkan bahwa ruh manusia memiliki hubungan yang kuat dengan Tuhan”.

Nasim Da’wat hal 22 –23

Dari terjemahan syair-syair Hadhrat Masih Mauud a.s.dalam bahasa Farsi ada beberapa syair yang saya akan sampaikan:

Apakah iman itu ? Iman ialah meyakini Tuhan itu satu/ Esa dan menyerahkan pekerjaan Tuhan hanya pada Tuhan . Janganlah kalian menganggap dada kalian cemerlang Apapun yang bercahaya itu karena cahaya dari langit Mata itu buta yang di dalamnya tidak ada nur. Dan dada merupakan kuburan yang tidak bersih dari keraguan.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam bahasa Farsi bersabda:

“Hadhrat Muhammad saw merupakan bentuk /tanda terbesar nur Tuhan Manusia serupa itu tidak pernah lahir di dunia. Setiap negeri tadinya kosong dari petunjuk bagaikan malam yang gelap pekat . Tuhan telah mengirimnya dan dia yang telah menyebarkan kebenaran. Timbul ruh kehidupan di bumi dengan kedatangannya.. Karena dahsyatnya ketamakan bagaimana lampu yang berkedip-kedip ini bisa memperlihatkan jalan halus kepada engkau. Wahyu Ilahi menunjuki engkau jalan dan menyertakan nur/cahaya beserta engkau hingga sampai ke tempat tujuan”.

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Qasidah bahasa Arab beliau bersabda: Dengan karunia Tuhan-ku, telah ku temukan jalan-jalan Tuhan, meskipun itu lebih kecil dari bulan sabit. Banyak nian rahasia-rahasia yang nur Tuhan telah perlihatkan padaku.Dan telah memperlihatkan tanda-tanda akan kebenaran kata-kataku. Dan piala demi piala telah diminumkan padaku sehingga nur keindahan hakiki menjelma dalam diriku”

Ainah Kamalati Islam

أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ Atau (amal-perbuatan mereka) bagaikan gelap gulita yang berada di samudera yang dalam , yang diliputi ombak di atasnya ombak serta di atasnya awan; gelap gulita yang berlapis-lapis . Apabila dia mengeluarkan tangannya, maka dia tidak dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah maka tiadalah cahaya baginya.

Hadhrat Ibni Shahab meriwayatkan bahwa Abu Idris Al-khulani memberitahukan pada-Nya bahwa Yazid bin Umairah yang merupakan teman sejawat Muaz bin Jabal memberitahukan padanya bahwa Mua’z. Kapan saja duduk untuk suatu majlis zikir maka beliau berdoa bahwa Allah merupakan Hakim yang berlaku adil.Terkutuklah orang-orang yang ragu.

Pada suatu hari Muaz bin Jabal berkata bahwa sesudah kamu akan timbul banyak fitnah.Pada waktu itu harta benda akan melimpah ruah dan Al-Quran akan tersebar luas sehingga setiap mu’min dan munafik , laki dan permpuan,besar kecil ,sahaya dan orang merdeka akan bisa membacanya. Dan tidak lama lagi seorang yang berbicara akan berkata bahwa apa gerangan yang telah terjadi dengan orang-orang bahwa mereka tidak mengikuti saya sedang saya membaca Al-Quran juga. Mereka ini sama sekali bukanlah orang yang akan mengikut saya selama suatu bidaah baru tidak saya sajikan di hadapan mereka.

Maka hindarilah bidaah karena setiap bidaah adalah kesesatan. Dan saya memperingatkan kepada kalian kebengkokan/kesesatan orang yang bijak. Karena syaitan juga dapat menyuruh mengeluarkan kalimah yang sesat dari lidah orang yang bijak dan serupa itu pula terkadang seorang munafik juga bisa mengatakan kalimah yang benar.

Perawi mengatakan bahwa saya berkata kepada Muaz bin Jabal: Semoga Tuhan mengasihani kalian. Bagaimana saya dapat mengetahui bahwa orang bijak pun dapat mengatakan kalimah yang sesat Dan apakah pernah ada juga orang munafik yang bisa mengatakan kalimah yang benar ?

Beliau berkata bahwa hindarilah kata-kata orang bijak yang pada umumnya menjadi buah bibir dan ramai mendapat sambutan.Namun hal ini jangan mendorong kamu menghindar dari orang bijak itu karena mungkin dia dengan merenungi kembali pendirianya itu dia merubahnya dan kamu dapat mengambil hal-hal benar yang kamu dengar itu. Sesungguhnya bersama kebenaran ada suatu nur.

Sunan Abu Daud kitabussunnah

Allamah Fakhruin Razi dalam menafsirkan ayat أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ menulis: وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُور Sahabah-sahabah kami, yakni ahli sunnah berkata bahwa apabila Allah telah memberikan petunjuk kepada orang mu’min maka sifat yang Dia nyatakan.bahwa petunjuk pada akhirnya akan menghasikan tingkat kecerdasan yang sangat tinggi dan mendatangkan cahaya.Maka sesudahnya berfirman : يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ Dan ketika menerangkan kesesatan orang-orang kafir bahwa pada akhirnya akan menghasilkan kegelapan, maka sesudahnya berfirman وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُور [ Barangsiapa yang Allah tidak jadikan nur baginya maka tidak ada lagi nur baginya] Oleh karena itu, maksudnya ialah bahwa manusia hendaknya mengetahui bahwa hanya sekedar kezahiran dalil-dalil tidak memberikan faedah pada iman.dan tidak pula dengan itu bisa dijauhkan kegelapan jalan,bahkan semua ini terikat dengan makhluk Tuhan, petunjuk dan penciptaan-Nya.

Qadhi Husen Al-Mazuri berkata:Di dalam وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًاmasksud nur ialah kelembutan dan kebaikan-kebaikan Tuhan di dunia. فَمَا لَهُ مِنْ نُور[Maka tidak ada nur baginya]Yakni, dia tidak mendapatkan petunjuk bahkan dia heran dan bingung.

Dari وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا maksudnya juga bisa bahwa Allah tidak akan memasukkan mereka dalam kelompok orang-orang pilihan dan tidak memberikan ganjaran akherat pada mereka.

(Tafsir Kabir Razi)

Azzujaj berkenaan dengan وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُور berkata bahwa artinya ialah:Siapa yang Allah sendiri tidak memberikan petunjuk pada Islam maka dia tidak akan pernah mendapat petunjuk.

Lisanul Arab.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:

Apabila Tuhan menganugerahi mata pada seseorang maka Dia[dia manusia] melihat bahwa segenap cahaya yang bisa memberikan keselamatan dari kegelapan itu hanya datang dari langit dan manusia setiap saat perlu pada cahaya samawi. Mata juga tidak dapat melihat selama cahaya matahari yang datang dari langit tidak datang. Begitu juga cahaya batin/internal yang dapat menjauhkan segenap kegelapan dan sebaliknya menciptakan nur takwa dan nur kesucian, itu semua datangnya dari langit. Saya katakan dengan sebenar-benarnya bahwa ketakwaan manusia,iman ,ibadat dan kesucian semua datang dari langit dan ini bergantung pada karunia Tuhan. Dia ingin, Dia ingin maka Dia dapat menegakkan/mempertahankannya dan jika ingin Dia dapat menjauhkannya.

Jadi, makrifat sejati ialah seorang menganggap dirinya orang yang dirampas (hak-haknya) serta dirinya tidak ada arti apa-apa. Dan sambil merebahkan diri di hadapan singgasana Ilahi dengan penuh ketidak berdayaan dan kerendahan memohon karunia Tuhan;dan memohon nur makrifat yang dapat membakar ego-ego pribadi, yang di dalamnya terdapat suatu cahaya yang dapat menciptakan panas dan kekuatan untuk melakukan kebaikan-kebaikan Kemudian apabila dia meraih bagian dari karunia-Nya dan pada suatu waktu dia mendapatkan kelancaran dalam urusan-urusannya dan kelapangan dalam hal rezeki dan lapang dada maka janganlah takabbur dan membanggakan diri karenanya ,bahkan hendaknya lebih maju lagi dalam hal rendah hati dan rasa tidak berdayanya, karena seberapa dia menganggap dirinya tidak berarti apa-apa sebanyak itu pula ketenteraman /kelezatan dan nur-nur akan turun dari Tuhan.yang akan mengantarkan cahaya dan kekuatan padanya. Jika manusia memegang keyakinan ini maka diharapkan dengan karunia Allah kondisi akhlaknya akan membaik.

Malfuzat Jilid 4 hal 213 Cetakan Baru

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam tulisan bahasa Arab bersabda:

Sesungguhnya nur turun pada kalbu yang dinyalakan dengan api fana, lalu dia dianugerahi cinta sejati dan dimandikan dengan mata air keredhaan-Nya;dan dioleskan dimatanya celak penglihatan, kesucian dan kebenaran. Kemudian dipakaikan jubah pilihan lalu dianugerahi martabat/kedudukan kekal. Dan barangsiapa yang duduk sendiri dalam kegelapan maka bagaimana dia menjauhkan kegelapan dan bagi yang tertidur lelap dalam istana kelezatan maka siapakah yang bisa dia bangunkan ?

Al-huda Tabshiratan liman yara Ruhani Hazain jilid 18 hal. 208

Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam Qasidah bahasa Arabnya berkata:

Hai wujud yang telah larut dalam nur dan cahayanya dan siang dan malam telah menjadi terang.Wahai bulan purnama, hai tanda Yang Rahman! Pemimpin semua pemimpin. pemberani semua yang pemberani.Sungguh saya tengah melihat di wajahmu yang berkilauan ada semacam keagungan yang melebihi semua sifat-sifat manusia. Sungguh orang-oang yang bijak telah mengikuti engkau dan karena ketulusan mereka telah melupakan ingatan terhadap negeri mereka[mereka ingat pun tidak terhadap negeri mereka]Mereka telah menjadi bersinar di saat-saat kegelapan malam tiba dan Allah menyelamatkan mereka dari taufan.

Ainah Kamalati Islam

Terjemahan doa Hadhrat Masih Mauud a.s. dalam bahasa Arab :

Ya Tuhan-ku, jadilah Engkau kekuatanku dengan karunia-Mu dan jadilah Engkau menjadi nur bagi apa yang ada di dalam hatiku. Dan jadilah Engkau menjadi kiblat kehidupanku dan matiku, masuklah Engkau dengan penuh cinta dalam hatiku, dan anugerahilah sedemikian rupa cinta padaku yang sesudahnya dalam cinta ini jangan ada siapun yang lain bisa melebihiku. Ya Rabb-ku! kabulkanlah doaku,.dan anugerahilah maksud-maksud-ku padaku. Besihkanlah aku dan senantiasa anugerahilah kesehatan padaku dan tariklah aku pada diri-Mu dan oleh-Mu sendiri bimbinglah aku dan dukunglah aku dan anugerahilah taufik padaku.Sucikanlah diriku, terangi dan sinarilah diriku.dan jadikanlah aku sepenuhnya milik-Mu

Wahai Rabb-ku datanglah padaku dari segenap pintu.Keluarkanlah aku dari segenap tirai …..dan masuklah dalam setiap zarah wujudku dan jadikanlah aku dari antara orang-orang yang berada[mengarungi] samudera [makrifat-Mu] dan jadikanlah aku dapat berlari kencang di taman-taman nur-Mu dan yang selalu redha dalam takdir-Mu.Wahai Rabb-ku ! dengan karunia dan bersama nur wajah-Mu perlihatkanlah kejuwitaan dan kecantikan-Mu ;.dan minumkanlah padaku air mancur kecintaan-Mu.dan keluarkanlah aku dari segenap hijab dan debu; dan janganlah Engkau jadikan aku dari orang-orang yang dijerumuskan dalam tirai-tirai kegelapan lalu mereka menjadi mahrum dari berkat-berkat, nur-nur dan kilauan-kilauan nur-Mu.dan mereka kembali dari ruh penuh kenikmatan kepada rumah kehancuran karena kurang akal dan nasib buruk mereka. Anugerahilah diriku taufik untuk memurnikan keitaatanku demi untuk wajah-Mu.dan saya senantiasa bersujud dihadapan singgasana-Mu. Anugerahilah padaku tekad yang selalu mendapat perhatian pandangan-pandangan anugerah-Mu. Dan anugerhilah diriku sesuatu yang hanya Engkau berikan pada hamba-hamba-Mu yang khas yang diter ima disisi-Mu Dan turunkanlah padaku rahmat yang hanya Engkau turunkan pada orang –orang khusus dari antara orang-orang yang engkau cintai.

Ainah Kamalati Islam Ruhani Hazain Jilid 5 hal 5-7

Qamaruddin Shahid