Khutbah Jum’ah

Hazrat Amirul Mu’minin Khalifatul Masih V atba.

Tanggal   5 Maret 2010   dari  Baitul Futuh London U.K.

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ *

صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Sebagaimana kita semua tahu bahwa tanggung jawab para anggauta Jema’at Ilahi sama dengan tanggung jawab Pendirinya, yaitu para Anbiya untuk mengajak manusia kepada Allah swt, sambil menjelaskan kepada manusia bahwa seiring dengan berlalunya zaman pikiran dan khayalan manusia serta pelaksanaan ajaran-ajaran agama sudah sesat dan menyimpang dari yang sebenarnya. Kemudian kepada  mereka ditunjukkan jalan yang benar dan lurus. Sejarah Agama membuktikan bahwa setiap kali para pengikut seorang Utusan Allah melakukan usaha demikian, selalu mendapat perlawanan sangat hebat dan terbuka, terutama dikala jumlah mereka masih sangat sedikit. Manusia bertabiat Fira’un berusaha keras untuk menghancurkan para Nabi Allah beserta para pengikut mereka. Kejadian seperti itu berlaku terhadap para pengikut semua agama sepanjang mereka bersiteguh diatas pendirian mereka. Hazrat Rasulullah saw juga telah diperlakukan dengan cara yang sama sekalipun beliau saw seorang Nabi yang paling dincintai oleh Allah swt. Baliau menghadapi berbagai macam gangguan, perlawanan, kerusuhan, kesulitan dan peperangan lebih hebat dari para Anbiya yang datang sebelum beliau. Bagaimanapun hebat dan kerasnya perlawanan itu namun pendirian beliau tetap teguh dan kokoh kuat, dan beliau-pun menanamkan semangat iman yang teguh serta keyakinan yang dalam untuk bertahan seperti itu kedalam kalbu para pengikut beliau. Kesulitan yang menghimpit, penderitaan disebabkan luka-luka parah, buruknya perlengkapan perang dan sedikitnya jumlah mereka tidak menggoyahkan iman dan pendirian mereka bahkan semakin kuat membaja. Keadaan iman mereka seperti itu telah dilukiskan dengan firman Tuhan didalam Kitab Suci Alqur’an surah Ali Imran ayat 173 dan 174 sebagai berikut :

الَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ مِنْۢ بَعْدِ مَاۤ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۛؕ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْم

Artinya : “Orang-orang yang telah mengabulkan perintah Allah dan Rasul sesudah luka menimpa mereka. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan bertaqwa tersedia ganjaran yang sangat besar.” Selanjutnya Allah swt berfirman :

الَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَـكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمٰنًا ۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Artinya : Orang-orang yang kepada mereka manusia berkata : “ Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan lasykar untuk menyerang kamu, maka takutlah kalian kepada mereka, tetapi hal itu menambah keimanan mereka dan mereka berkata “ Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung”

Bukti keimanan kuat dan semangat untuk mengurbankan jiwa-raga mereka dijalan Allah swt dapat disaksikan didalam suasana pertempuran Perang Uhud. Disebabkan kesalahan sebuah kelompok kecil Muslim waktu itu, kemenangan yang telah jelas diperoleh, kembali direbut oleh kelompok orang-orang Musyrik Mekah yang kemudian melakukan serangan balik sehingga pihak orang-orang Muslim menelan kerugian yang sangat berat. Dan Rasulullah saw kehilangan beberapa buah gigi mubarak beliau terkena lemparan batu dari serangan musuh. Namun para sahabat beliau segera datang berhimpun menjaga sekeliling beliau sehingga kekuatan musuh tidak mampu menyerang mereka dan sebaliknya setiap serangan musuh dihadapi dengan gagah berani sehingga musuh gagal didalam serangan-serangan terhadap mereka itu. Orang-orang musyrik Mekah gembira karena merasa sebagai pemenang namun sebenarnya kemenangan mereka itu bukan kemenangan dalam segi militer. Ketika lasykar orang-orang Musyrik kembali ke Mekkah beberapa kabilah orang-orang Arab disana mencemoohkan mereka dengan mengatakan : “ Kalian mengira sudah menang ? Dan kalian menyatakan telah menebus kekalahan kalian di Perang Badar. Kemenangan macam apa ini, tanpa membawa barang-barang pampasan dan tidak pula membawa seorangpun tawanan perang, dan kalian menyatakan telah membalas orang-orang Muslim ??”

 Mendengar cemoohan itu mereka merasa terhasut dan didesak. Maka orang-orang Musyrik Mekkah itu bermaksud kembali melakukan serangan balik terhadap tentera Muslim yang mereka kira sudah penat dan luka-luka parah di Medan Perang untuk menyempurnakan kemenangan mereka itu. Hazrat Rasulullah mendapat firasat bahwa orang-orang Kuffar Mekkah akan melakukan  serangan balik. Maka pada hari berikutnya beliau panggil dan himpun kembali semua lasykar Islam untuk mengejar lasykar orang-orang kuffar itu. Namun beliau menetapkan syarat bahwa, hanya tentera yang pernah ikut perang di Uhud yang boleh ikut dalam peperangan kali ini. Bisa dibayangkan keadaan 250 orang dari semua lasykar yang sudah merasa penat karena perang dan banyak yang luka-luka parah terkena senjata musuh, diberangkatkan dari Madinah untuk mengejar dan melawan lasykar musuh yang tengah ambisius untuk menang. Namun mereka berangkat dengan gembira dan penuh semangat menuju medan perang laksana pasukan lasykar yang masih segar dengan gagah berani untuk menaklukkan musuh mereka.

Rasulullah saw beserta para sahabat beliau mendirikan kemah-kemah ditempat terbuka kira-kira 8 miles (12 KM) dari Medinah. Ketika semua pasukan sudah berada didalam khemah, kegelapan malam telah menyelimuti mereka, Rasulullah saw memerintahkan untuk membakar sebanyak 500 titik api unggun. Pemandangan dari jauh berkobarnya api unggun sebanyak itu sangat mengesankan sekali. Melihat pemandangan yang menyeramkan itu lasykar kuffar Mekkah menjadi tahu kehadiran lasykar Islam disana. Abu Sufyan dan para pemimpin Kuffar memutuskan untuk kembali lagi ke Mekkah. Lasykar Muslim juga kembali ke Medinah setelah tinggal selama dua atau tiga hari disana. Rasulullah saw bersabda bahwa, ru’ub (perasaan takut) telah ditanamkan oleh Allah swt didalam benak orang-orang Kuffar Mekkah itu.

Perlu diketahui bahwa Allah swt sangat memuji dedikasi para sahabat yang luka-luka berat diwaktu perang Uhud itu telah menunjukkan contoh semangat juang yang sangat tinggi dalam mempertahankan Islam sehingga Allah swt telah memberi khabar-khabar gembira yang luar biasa kepada mereka yang sungguh-sungguh bertqwa itu.

Selain itu perlu diketahui bahwa sekembali dari perang Uhud, Abu Sufyan beserta para pemimpin Kuffar Mekkah telah bertekad sambil menantang untuk menyerang lasykar Islam kedua kalinya di Badar. Hazrat Rasulullah saw-pun telah menerima dan menyetujui tantangan mereka itu. Maka Rasulullah saw mempersiapkan sebuah pasukan  terdiri dari 1500 orang tentara, sedangkan dari pihak Kuffar Mekkah, Abu Sufyan-pun telah mempersiapkan sebuah pasukan terdiri dari 2000 orang tentara. Namun ketika seorang spy (mata-mata) memberitahu Abu Sufyan jumlah tentara Muslim yang sudah siap bertempur, ia merasa gentar dan gelisah dan ia merasa bahwa jumlah tentara yang dia persiapkan itu sangat sedikit, tidak akan memadai. Ia membuat taktik dengan mengirim seseorang ke Madinah untuk menakut-nakuti orang-orang Muslim bahwa sejumlah besar tentera Mekkah sedang dalam perjalanan untuk menyerang dan kalian tidak akan mampu untuk melawan. Akan tetapi Allah swt berfirman bahwa propaganda musuh seperti itu tidak memberi pengaruh sedikitpun terhadap semangat orang-orang beriman bahkan sebaliknya orang-orang mukmin semakin meningkatkan semangat didalam keimanan mereka. Dan dengan penuh yakin mereka menjawab :

وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ حَسْبُنَا اللّٰهُ “ Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung”  Bagamanapun Hazrat Rasulullah saw beserta sebuah lasykar orang-orang mukmin sebanyak 1500 orang telah sampai kesebuah medan di Badar. Akan tetapi lasykar Kuffar Makkah setelah keluar tidak jauh dari Mekkah akhirnya mereka membelot kembali ke Mekkah. Mereka membuat-buat alasan dengan mengatakan, tahun ini tahun paceklik atau tahun kelaparan kami tidak bisa mempersiapkan pasukan secara sempurna, tahun depan kami akan datang lagi. Sesungguhnya orang-orang Kuffar Mekkah itu takut mati dimedan perang sedangkan orang-orang mukmin sedikitpun tidak merasa gentar atau takut bahkan iman mereka semakin meningkat jika mereka harus berperang melawan Kuffar Mekkah itu.

Huzur bersabda, tarikh Islam penuh dengan peristiwa kegagalan musuh-musuh yang berusaha menakut-nakuti orang-orang Mukmin. Mereka tidak pernah berhasil sebab pasukan tentara Islam sangat gagah berani. Pada zaman ini orang-orang beriman harus merespond dengan jawaban yang sama seperti jawaban para sahabat dizaman itu. Pada zaman ini para pengikut Hazrat Masih Mau’ud a.s. memberi semangat jawaban yang sama apabila ada usaha untuk menakut-nakuti mereka. Orang-orang beriman sejati tidak akan merasa gentar ditakut-takuti oleh musuh. Orang-orang mukmin sejati tidak merasa gentar ditakut-takuti oleh pihak manapun, baik pihak suatu badan pemerintah maupun oleh suatu badan organisasi. Mereka selalu tetap dan teguh dalam keimanan. Mereka dipukul, dicaci-maki dihina atau dibunuh, mereka tidak pernah gentar dan takut kecuali kepada Allah swt saja. Jawaban mereka hanya satu : وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ  حَسْبُنَا اللّٰهُوَنِعْمَ الْوَكِيْلُ حَسْبُنَا اللّٰهُ “ Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung” “ Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung” Semakin banyak dan gencar musuh melakukan tindak kekerasan, semakin banyak mereka merunduk mendekatkan diri kepada Allah Tuhan mereka.

Huzur bersabda, sekarang dibeberapa negara sedang timbul perlawanan yang sangat hebat dan keras terhadap Jema’at Ahmadiyah. Hal itu sungguh sebuah bukti yang jelas dan nyata bagi kebenaran Jema’at Ahmadiyah. Semua 72 golongan Islam bersatu-padu berusaha sekuat tenaga untuk menghancurkan Ahmadiyah di Pakistan, akan tetapi tidak pernah berhasil usaha mereka itu dan selalu menghadapi kegagalan. Memang, bagaimanapun kerasnya usaha mereka tidak akan pernah berhasil dalam usaha jahat mereka itu. Kerugian dalam bentuk zahir tidak berarti apa-apa bagi orang-orang beriman sejati, mereka lebih mengutamakan iman yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Huzur bersabda bahwa, beliau telah menerima banyak surat dari orang tua dan keluarga orang-orang Ahmady yang disyahidkan.  Mereka meluahkan pernyatakan iman yang kuat dan semangat serta keikhlasan yang tinggi.

Sekarang dibeberapa tempat di India perlawanan terhadap Ahmadiyah sedang merebak dan meluas, demikian juga dibeberapa tempat di Bangladesy telah berlaku kekejaman terhadap orang-orang Ahmady. Bahkan dibeberapa negara Arab juga, seperti di Syria dan Egypt (Mesir) sama seperti di Bulgaria dan beberapa negara bekas wilayah pendudukan Rusia, para Mufti disana berusaha melakukan penekanan-penekanan terhadap para Muballighin dan warga Jema’at disana supaya mereka keluar dari Ahmadiyah. Perlawanan terhadap Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. dibeberapa bagian negara-negara didunia semakin memperkuat status dan pentingnya Jema’at ini sebagai Organisasi Islam Internasional. Orang-orang yang paham dan menghormati Sifat Tuhan sebagai Al Hasib selalu menjawab dengan perkataan, tidak apa-apa betapapun banyaknya perlawanan dan pertentangan terjadi kepada mereka, mereka selalu menjawab :  حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ “ Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung”  Jawaban seperti itu telah kita dengar dari para sahabat Rasulullah saw dimasa lampau.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Kata-kata itu menggambarkan bahwa keberanian sejati timbul dari pada keteguhan iman. Menjadi orang yang berhati teguh dalam menghadapi setiap dorongan nafsu pribadi dan menghadapi setiap bencana yang menyerang seperti musuh dan tidak lari disebabkan ketakutan adalah keberanian yang sejati (Pilsafat Ajaran Islam)”

Disini Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskan sudut pandang yang lain bagi kita bahwa selain musuh yang nampak wujudnya, dorongan nafsu seseorang bisa juga menyerang seperti musuh menyerang. Kekuatan mengatasi dorongan nafsu pribadi juga memungkinkan seseorang mampu bertanding melawan musuh yang zahir secara nyata. Dan meneriakkan slogan :

وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ حَسْبُنَا اللّٰهُ   “ Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung”  akan terucap dari dalam lubuk hati yang sesungguhnya, sehingga kesannya akan sampai keatas Arasy. Oleh karena itu manusia harus menyerahkan diri secara sempurna kepada Allah swt, baru dia akan menyaksikan penampakan (manifestasi) sifat Allah swt yakni Al Hasib diluar dugaannya.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga bersabda : “ Apabila seseorang telah menggabungkan diri dengan Jema’at ini ia harus mengikuti dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Jika dalam mengamalkan ajaran-ajaran itu tidak timbul kesukitan-kesulitan, maka bagaimana kalian akan mendapat ganjaran dari Allah swt. Hazrat Rasulullah saw beserta para sahabat beliau selama tiga belas tahun di Mekkah menghadapi berbagai macam kesulitan dan kesusahan. Manusia zaman kini tidak mengetahui kabar-berita tentang beliau saw seperti itu dan tidak pula mereka mengalaminya. Namun Rasulullah saw selalu mengajarkan kesabaran kepada para sahabat beliau. Akhirnya semua musuh-pun hancur binasa. Sudah dekat waktunya kalian juga akan menyaksikan kehancuran musuh-musuh kalian sehingga seorangpun tidak akan nampak lagi. Allah swt telah menghendaki bahwa Jema’at-Nya yang suci ini akan tersebar luas kesetiap penjuru dunia. Sekarang musuh-musuh sedang melakukan penindasan terhadap kalian karena mereka melihat jumlah kalian hanya sedikit. Akan tetapi apabila anggauta Jema’at ini sudah banyak sekali, maka dengan sendirinya mereka semua akan tinggal diam. Jika Allah swt menghendaki, musuh-musuh itu tidak akan melakukan penindasan apapun terhadap kalian. Bahkan tidak akan muncul orang-orang yang akan melawan kalian. Akan tetapi melalui mereka itulah Allah swt ingin mengajar kalian bagaimana menghadapi tindakan mereka itu dengan penuh kesabaran. Setelah bersabar sebentar kalian akan menyaksikan perubahan secara serempak, diantara mereka itu akan banyak yang bai’at masuk Jema’at atau mereka akan mengalami kehancuran. Banyak diantara mereka yang suka menyusahkan kalian akhirnya akan bertaubah dan bai’at masuk Jema’at atau kalau tidak, mereka akan hancur-lebur. Sabar juga salah satu macam ibadah yang membawa barkat tidak terhitung banyaknya. Duka nestapa disebabkan serangan musuh membuat iman manusia menjadi tambah kuat.”

Huzur bersabda bahwa untuk Khutbah hari ini beliau telah mengambil dua macam pokok pembicaraan sehubungan dengan sifat Tuhan Alhasib. Pertama untuk menjelaskan, bahwa kekuatan iman dan keteguhan hati orang-orang mukmin membuat mereka mampu menghadapi perlawanan. Hal itu adalah sumber untuk meraih kecintaan dan kedekatan dengan Allah swt dan memberi mereka pemandangan dan pengertian bahwa Tuhan sungguh Cukup bagi mereka. Yang kedua ingin menjelaskan ayat 41 dan 42 dari Surah Ar Ra’ad bahwa tujuan kedatangan seorang Nabi Allah beserta pengikutnya adalah untuk menyampaikan amanat kebenaran kepada manusia, apakah mereka mau menerimanya atau menolaknya. Akibat penolakan mereka ada ditangan Tuhan Yang Al Hasib (Penghisab).

Ayat 41 dan 42 Surah Ar Ra’ad adalah sebagai berikut :

وَاِنْ مَّا نُرِيَـنَّكَ بَعْضَ الَّذِىْ نَعِدُهُمْ اَوْ نَـتَوَفَّيَنَّكَ فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ‏اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا نَاْتِىْ اْلاَرْضَ نَـنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاؕ‌ وَاللّٰهُ يَحْكُمُ لاَ مُعَقِّبَ لِحُكْمِهٖؕ وَهُوَ سَرِيْعُ الْحِسَاب اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّا نَاْتِىْ اْلارْضَ نَـنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاؕ‌ وَاللّٰهُ يَحْكُمُ لاَ مُعَقِّبَ لِحُكْمِهٖؕ وَهُوَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Artinya : Dan jika Kami perlihatkan kepada engkau pada masa hidup engkau sempurnanya sebagian dari hal-hal yang telah Kami ancamkan kepada mereka ataupun Kami wafatkan engkau, akan sedikit saja bedanya, karena engkau hanya ditugaskan untuk menyampaikan amanat, dan atas Kamilah pelaksanaan perhitungannya—Tidakkah mereka melihat, bahwa Kami datangi tanah itu, seraya mengurangi perbatasannya ? Dan Allah-lah Yang menetapkan keputusan; dan tiada seorangpun yang dapat menolak keputusan-Nya. Dan Dia sangat cepat dalam menghisab.

Didalam ayat pertama dijelaskan bahwa Allah swt mempunyai cara-Nya seindiri bagaimana Dia memberi hukuman kepada hamba-hamab-Nya, dan Dia Maha Mengetahui bila dan siapa yang patut mendapat hukuman dari pada-Nya. Bagi-Nya tidak mesti memberi hukuman secepat mungkin. Hukuman akan menjadi sebuah tanda dan tujuannya agar manusia merobah sikap. Allah swt Maha Tahu siapa yang akan berhenti melakukan perlawanan terhadap seorang Nabi yang datang dari Tuhan dan merobah sikap dan siapa yang akan merobah sikap setelah menyaksikan sedikit hukuman dan siapa yang tidak akan berhenti melawan. Mereka itulah yang mendapat hukuman dari Allah swt.

Huzur menjelaskan bahwa banyak musuh-musuh para Nabi Allah mendapat hukuman di masa kehidupan para Nabi itu sedangkan yang lainnya tidak. Hazrat Nabi Muhammad saw telah meramalkan dengan tepat dimana beberapa orang musuh beliau itu mati terbunuh dimedan Perang Badar, seperti Abu Jahhal dan Utbah Bin Syaibah mati terkapar diwaktu Perang Badar itu. Allah swt Maha Mengetahui bahwa mereka itu tidak akan beriman. Oleh karena itu tepat betul dengan ramalan Rasulullah saw mereka telah terbunuh disana. Dan sungguh Tuhan juga Maha Mengetahui dari musuh-musuh beliau itu banyak yang akan bertaubat dan masuk Islam dan mereka telah diselamatkan diberbagai peristiwa medan perang, misalnya Abu Sufyan dan Ikramah. Tujuan para Nabi Allah dan para pengikut beliau itu adalah untuk menyebar luaskan amanat kebenaran dari Allah swt, menjatuhkan hukuman bukan tujuan beliau-beliau itu. Tujuan utamanya adalah mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah swt. Dan barangsiapa yang telah melakukan perlawanan yang melampaui batas, pasti hukuman yang dijanjikan baginya akan terbukti kebenarannya. Namun sebagai peraturan asas, barangsiapa yang telah diberi ancaman ia akan menerima hukuman, baik didunia ini maupun diakhirat nanti. Hanya Tuhanlah Yang Maha tahu tentang itu.

Huzur bersabda bahwa, pada zaman ini orang-orang yang menentang Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga banyak yang mengajukan kritikan mengapa nubuatan ini dan nubuatan itu belum juga terbukti kebenarannya. Padahal mereka akan menyaksikan bukti kebenarannya dihadapan Allah swt. Dan Allah swt akan mengambil perhitungan terhadap mereka. Banyak sekali sempurnanya nubuatan-nubuatan yang telah disaksikan oleh orang-orang Ahmady. Banyak lagi nubuatan-nubuatan yang akan sempurna dan akan disaksikan kebenarannya, sehingga setiap mata hari terbit akan menjadi bukti kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. Didalam Surah Ar Ra’ad ayat 42 Allah swt berfirman : Tidakkah mereka melihat, bahwa Kami datangi tanah itu, seraya mengurangi perbatasannya ?

            Huzur bersabda, Islam berkembang dengan sangat pesat pada awal permulaan tahun beridirinya. Tidak terhitung banyaknya jumlah orang yang telah merasa nyaman dibawah perlindungan dan keselamatan agama Islam. Telah menjadi keputusan Tuhan, bahwa tanah yang dikuasai para penentang semakin berkurang luasnya dengan meningkatnya jumlah orang yang masuk Islam atau dengan turunnya bencana-bencana alam mengurangi luasnya tanah yang dikuasai mereka. Hal seperti itu telah terjadi dimasa lampau dan dimasa sekarang tengah terjadi bahkan dimasa mendatang juga akan berulang kembali terjadi seperti itu. Jika Tuhan selalu mendampingi Nabi-Nya maka siapakah yang akan mampu menghalangi kemajuannya. Tidak akan ada manusia yang bisa merubah keputusan Allah swt. Didalam hal itu Allah swt telah memberi harapan-harapan dan keberanian kepada orang-orang mukmin sejati, bahwa selama mereka tetap menjadi hamba-hamba Allah swt yang hakiki, mereka tidak akan merasa takut atau gentar dari serangan-serangan musuh. Akhirnya Allah swt berfirmaسَرِيْعُ الْحِسَابِ  وَهُوَ Dan Allah swt sangat cepat dalam menghisab.

Didalam Surah Al Anbiya ayat 45 Allah swt telah menjelaskan masalah yang senada atau serupa dengan ayat tersebut diatas, firman-Nya :

بَلْ مَتَّعْنَا هَؤُلاَءِ وَ اٰبَاءَهُمْ حَتّٰى طَالَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ‌ؕ اَفَلاَ يَرَوْنَ اَنَّا نَاْتِىْ اْلاََرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَاؕ‌ اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْن

Artinya: Bahkan, Kami perlengkapi mereka dan orang tua mereka dengan harta benda dunia ini, sehingga umur jadilah panjang bagi mereka. Tidakkah mereka melihat, bahwa Kami mendatangi bumi, dengan menguranginya dari tepi perbatasan-perbatasannya ? Mungkinkah dengan demikian mereka menjadi orang-orang yang menang ??

Huzur bersabda, apabila suatu Bangsa telah berkuasa dalam tempoh yang cukup lama dan kekuatannya-pun sudah cukup lama, sehingga membuat bangsa itu menjadi takabbur dan sombong  padahal sesungguhnya keadaan mereka serupa itu selalu tidak permanen. Ingatlah ! Allah swt telah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan Bangsa-bangsa yang besar dan gagah perkasa dimasa lampau, namun Allah swt telah menghancur-leburkan bangsa-bangsa besar itu disebabkan mereka telah sombong dan takabbur. Dalam beberapa tahun yang silam Bangsa-bangsa Eropah telah kehilangan kekuasaan yang sangat luas. Mereka pernah menjajah banyak sekali negara-negara didunia. Namun sekarang ruang lingkup kekuasaan mereka telah sangat berkurang. Rusia juga pernah menguasai sebagian dunia, akan tetapi banyak dari antara sekutu-sekutu bangsanya telah memperoleh kemerdekaan. Kejadian serupa itu pasti akan terjadi di Amerika juga. Apabila negara-negara raksasa saja bisa hancur, bagaimana negara-negara kecil akan memiliki harapan untuk bertahan, merekapun akan mengalami kehancuran.

Namun ada khabar gembira bagi Islam, ada khabar gembira bagi para muslim hakiki dan bagi para pengikut Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. juga ada khabar gembira, bahwa bersamaan dengan kedatangan Hazrat Masih Muhammadi Islam akan tersebar keseluruh penjuru dunaia dan sekarang telah tersebar dengan pesatnya. Usaha-usaha tabligh kita memang sangat lemah, namun Allah swt telah memutuskan bahwa Islam akan memperoleh kemenangan diatas muka bumi. Insya Allah !! Hal itu dapat diperoleh dengan amanat kecintaan dan kedamaian serta dengan banyak memanjatkan do’a kepada Allah swt.

Bagaimanapun kita telah menyaksikan pemandangan-pemandangan yang menzahirkan keputusan Ilahi berupa gempa bumi, taufan dan bencana-bencana lainnya yang sangat dahsyat. Alangkah beruntungnya orang-orang Muslin jika menghentikan permusuhan mereka terhadap kita dan mendapat bahagian dari kemenangan yang akan diperoleh melalui Jema’at Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. Huzur bersabda bahwa, bencana-bencana dan musibah-musibah yang tengah terjadi pada waktu sekarang ini adalah juga tanda bukti yang jelas mendukung kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s.

 Banyak orang yang mengajukan pertanyaan, katanya permusuhan dan penentangan timbul dari kalangan para Imam atau para pemimpin Islam, mengapa orang-orang miskin dan orang-orang yang tidak berdaya telah menjadi sasaran bencana azab ini ?? Untuk menjawab pertanyaan ini Hzrat Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskan sebagai berikut: “ Pendeknya sunnat Allah swt berjalan seperti ini, bahwa apabila seorang pembawa kebenaran datang dari Tuhan telah didustakan dan dianiaya secara berlebihan dan melampaui batas, maka turunlah berbagai macam musibah diatas dunia ini. Semua kitab-kitab Allah swt telah menjelaskan hal seperti itu sebagaimana Alqur’anul Karim juga telah menjelaskannya demikian, misalnya disebabkan penderitaan yang ditanggung oleh Hazrat Nabi Musa a.s. telah terjadi berbagai jenis musibah dinegara Mesir. Telah terjadi hujan kutu, hujan darah, dan telah terjadi kelaparan yang sangat dahsyat. Padahal penduduk yang tinggal jauh-jauh dinegara Mesir itu tidak pernah menerima berita tentang kedatangan Nabi Musa a.s. dan tidak pula mereka berbuat dosa terhadap beliau seperti yang telah dilakukan oleh para penentang dan musuh-musuh Nabi Musa a.s. Bukan hanya mereka itu bahkan semua bayi yang baru lahir dan tidak berdosapun telah musnah ditimpa musibah-musibah itu, sedangkan Fira’un sendiri selamat sampai beberapa waktu lamanya. Namun akhirnya diapun beserta pasukannya telah ditenggelamkan oleh Allah swt. Dizaman Nabi Isa a.s. juga telah terjadi apabila orang-orang yang telah berusaha keras untuk membunuh beliau dengan salib selamat dari azab untuk beberapa waktu lamanya. Namun empat puluh tahun kemudian banyak sekali orang-orang Yahudi yang binasa karena terjangkit wabah pes yang mengganas sebagai azab menimpa mereka. Alqur’an telah membuktikan bahwa turunnya azab itu disebabkan mereka telah menganiaya Hazrat Nabi Isa a.s. Demikian juga di Zaman Hazrat Rasulullah saw telah terjadi kelaparan selama tujuh tahun lamanya. Banyak sekali orang-orang miskin dan tak berdaya yang mati kelaparan pada waktu itu sedangkan Pembesar-pembesar mereka yang melawan Hazrat Rasulullah saw selamat sampai waktu yang lama. Demikianlah tindakan Tuhan apabila seorang Utusan-Nya telah datang kedunia untuk menyampaikan amanat kebenaran dan perdamaian lalu ia ditentang dengan berbagai macam tuduhan dusta, banyak sekali musibah dan bencana turun dari langit menimpa dunia. Akan tetapi banyak sekali orang yang tidak berdosa-pun dan tidak ada sangkut pautnya dengan perlawanan dan tuduhan dusta itu telah menjadi sasaran musibah dan bencana-bencana itu. Namun lambat laun para Imam, para pemimpin yang melawan dan memusuhi Utusan Tuhan itu ditangkap oleh Tuhan pada waktunya yang tepat. Musibah dan bencana alam turun disebabkan penolakan dan tuduhan-tuduhan dusta yang dilemparkan terhadap Utusan Tuhan itu sifatnya global, menyeluruh tidak tertuju kepada sasaran tertentu saja.”

Huzur bersabda, beberapa hari yang lalu sebuah gempa bumi dahsyat telah menimpa negara Chille. Dua bulan sebelumnya gempa-bumi serupa telah mengahantam dan memusnahkan negara Haiti. Gempa bumi yang terjadi dinegara Chille 64 kali lebih dahsyat dari pada gempa bumi di Haiti. Semua peristiwa itu adalah tanda-tanda alami yang mendukung kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi  a.s. Ratusan ribu rumah penduduk telah hancur luluh. Dikatakan bahwa gempa bumi di Chille itu merupakan gempa-bumi ketujuh paling dahsyat dan sangat menakutkan semenjak terjadinya gempa bumi mulai dicatat. Semua kejadian seperti itu adalah sunnatullah, tidak ada seorangpun yang bisa mengingkari dan menolaknya.  Para ahli (pakar) sains mengatakan bahwa disebabkan gempa bumi itu hari semakin pendek waktunya 1.26 millisecond. Para pakar sains juga mengatakan bahwa disebabkan gempa-gempa bumi itu angka axis planet bumi bergeser tiga inchi. Huzur menjelaskan bahwa, axis itu adalah kesetimbangan (balance) gerak bumi boleh bertahan. Jadi dengan kejadian itu posisi bumi bergeser dari porosnya.

Sesungguhnya Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. telah menubuatkan tentang Gempa Bumi yang akan menjadi salah satu saksi kebenaran da’wa beliau sebagai Utusan Tuhan. Dimasa kehidupan beliau pada tahun 1906 sebuah Gempa telah menimpa negara Chille dan pada waktu itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. menegaskan bahwa gempa itu sebagai saksi kebenaran da’wa beliau. Dari tahun 1570 sampai tahun 1835 lima kali gempa bumi telah menggetarkan negara Chille itu. Tahun 1835 adalah tahun kelahiran Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. Setelah itu terjadi gempa lagi dinegeri itu pada tahun 1868 kemudian terjadi lagi pada tahun 1906, setelah penda’wan beliau dan dinyatakan Gempa itu sebagai bukti tanda kebenaran beliau. Semenjak itu sampai sekarang  Negara Chille telah digemparkan sebanyak 18 kali Gempa Bumi yang sangat dahsyat. Pada kejadian Gempa Bumi tahun 1906 Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah menulis bahwa beliau telah berulang kali meramalkan akan terjadi Gempa Bumi yang sangat dahsyat yang akan menggetarkan dunia, sehingga sebagian Bumi akan dibolak-balikkan hingga hancur. Dan nubuatan atau ramalan beliau itu telah disiarkan didalam surat-surat Khabar diseluruh Punjab, India. Maka Gempa Bumi yang telah terjadi di Sanfransisco dan di Formosa sesuai benar dengan nubuatan atau ramalan beliau itu, dan dunia telah memakluminya dengan jelas, tetapi baru-baru ini, lanjut tulisan beliau, pada tahun 1906 telah terjadi pula sebuah Gempa Bumi di Chille yang tidak kurang dahsyatnya dari itu. Gempa itu telah menghancurkan lima belas buah kota, beribu-ribu jiwa manusia telah melayang dan ratusan ribu penduduk telah kehilangan tempat tinggal mereka. Mungkin saja banyak orang-orang akan mengatakan bahwa, bagaimana Gempa-gempa yang sangat jauh lokasinya itu bisa menjadi sebuah tanda, gempa-gempa itu tidak menimpa daerah Punjab, dimana Penda’wa tinggal ? Sebenarnya pikiran mereka itu sungguh pendek dan sempit, Allah swt adalah Tuhan sekalian Alam bukan hanya Tuhan bagi Daerah Punjab saja. Dan Allah swt telah memaklumkan dunia tentang Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sangat disesalkan mengapa tuduhan palsu terhadap nubuatan Allah swt dilancarkan didaerah Punjab, dan penduduk disana tidak merenungkan firman Tuhan didalam Alqur’an dengnan cermat. Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah memperingatkan bahwa sesuai dengan nubuatan atau ramalan sebelumnya Gempa Bumi yang baru terjadi di Amerika dan di Eropah, besar kemungkinan akan mengguncang negara-negara Asia juga, diantaranya akan sangat dahsyat sekali laksana qiamat, akan banyak sekali manusia binasa sehingga sungai-sungai darah akan mengalir dan dengan kematian begitu dahsyat membuat binatang-binatang tidak berani keluar dari sarang mereka. Kehancuran demikian dahsyatnya sehingga manusia tidak dapat membayangkan apakah peristiwa dahsyat seperti itu pernah atau tidak pernah terjadi. Banyak daerah pemukiman menjadi kosong tidak ada penghuninya seakan-akan tempat itu idak pernah ditemapti manusia. Bencana-bencana seperti itu akan terjadi secara beruntun tidak lama lagi waktunya bahkan sudah sampai diambang pintu baik yang turun dari langit maupun yang muncul dari dalam bumi, bukan hanya berupa Gempa Bumi melainkan dalam bentuk lain yang sangat menakutkan. Hal itu terjadi karena manusia sengaja telah meninggalkan ibadah kepada Allah swt dan semua pikiran dan semua angan-angan mereka sudah tertumpu sepenuhnya kepada urusan dunia belaka. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, jika aku tidak datang kedunia maka kejadian semua bencana dan musibah ini akan diperlambat. Akan tetapi bersamaan dengan kedatangan-ku keinginan Tuhan yang tersembunyi telah zahir kedunia, sebagaimana Allah swt telah berfirman :

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلاًArtinya Kami tidak akan menurunkan azab sebelum Kami mengutus seorang Rasul kebumi. (Bani Israi : 16) Orang-orang yang mencari perlindungan kepada Tuhan pasti akan diperolehnya.

Sehubungan dengan perkara ini terdapat himbauan Hazrat Masih Mau’ud, Imam Mahdi a.s. yang sangat masyhur dan sangat penting, sebagai berikut : Wahai Eropah !! Kamu juga tidak akan selamat! Wahai Asia !! Kamu juga tidak akan selamat !! Dan hai penghuni pulau-pulau tidak ada tuhan palsu yang akan memberi pertongan kepada kalian !! Aku melihat banyak kota-kota dihancurkan, banyak daerah pemukiman kosong tidak ada penghuninya. Sudah lama Tuhan tetap diam tidak mengambil suatu tindakan menyaksikan perbuatan-perbuatan ma’siyat dilakukan manusia dihadapan-Nya. Sekarang Dia akan menujukkan muka-Nya dengan kegagahan-Nya. Mereka yang mempunyai teling untuk mendengar, dengarlah baik-baik bahwa waktunya tidak lama lagi bahwa aku akan berusaha menghimpun setiap orang kebawah naungan Tuhan, akan tetapi apa yang telah Dia taqdirkan pasti akan sempurna juga. Aku berkata dengan sesungguhnya bahwa keruntuhan negera ini juga tidak lama lagi akan terjadi. Kalian akan menyaksikan zaman Nabi Nuh a.s. didepan mata sendiri dan peristiwa hancurnya bumi dizaman Nabi Luth akan kalian saksikan kembali. Akan tetapi Tuhan lembut dalam menghukum. Bertaubah-lah kalian agar kalian dikasihani-Nya. Orang yang meninggalkan Tuhan bukan manusia melainkan ulat tanah, orang yang tidak takut kepada Tuhan dia bukan orang hidup melainkan mati.”   Huzur menambahkan bahwa peringatan atau ancaman ini khususnya ditujukan kepada penduduk yang tinggal di India dan Pakistan.

Semoga Allah swt memberi akal dan pengertian yang sehat kepada dunia untuk menerima seorang yang telah diutus Tuhan pada zaman ini agar dunia selamat dari hukuman Tuhan. Semoga Allah swt memberi kekuatan kepada kita semua untuk menyampaikan amanat Islam sejati kepada dunia. Dan semoga hambatan dan kesulitan dalam menunaikan amanat itu menambah kuat terhadap iman kita dan semoga kita tidak meninggalkan tugas suci ini karena alasan takut. Semoga Allah swt mengabulkan do’a kita ini, Amin !!

Alih Bahasa dari Summary plus*) oleh Hasan Basri

*) Summary Plus artinya Summary ditambah penjelasan dari Huzur didalam Khutbah itu.