Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

27 Agustus 2004 di Masjid Baiturrasyid, Hambargh, Jerman

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

 

Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul, dan para penguasa yang memegang kekuasaan/yang berwenang. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu dengan yang memegang kekuasaan/wewenang, maka kembalikanlah perkara-perkara seperti itu kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya. Annisa’ 60

Bangsa manapun atau standar /tolok ukur kemajuan sebuah jemaat dan kecepatan kemajuan adalah bergantung pada standar keitaatan bangsa dan jemaat itu. Kapan pun dalam keitaatan menurun maka derap kecepatan langkah menuju kemajuanpun akan mulai berkurang; dan tidak hanya berkurang dalam kecepatan kemajuan jemaat-jemaat Ilahi, bahkan terjadi kekurangan/kelemahan pula dalam pencapaian standar/tingkat keruhanian. Oleh karena itulah tidak terhitung kalinya Allah telah membuka topik keitaatan di dalam Al-Quran;dan dalam berbagai cara telah menasehatkan pada orang-orang mu’min bahwa keitatan pada Allah baru akan ada apabila keitaatan pada Rasul pun ada. Terkadang di satu tempat Dia memberitahukan kepada orang-orang yang beriman bahwa itaat pada Allah dan Rasul merupakan tolok ukur / standar anugerah. dan manakala segenap perintah-perintah dilaksanakan, maka baru akan ada anugerah atau pengampunan. Kemudian berfirman bahwa tingkat ketakwaan kamu baru akan memenuhi standar, bahkan baru kamu akan terhitung pada kelompok orang yang melangkahkan kaki pada ketakwaan apabila kamu menjadi orang yang senantiasa itaat juga. Dan apabila kamu meningkatkan standar keitaatan kamu maka ,firman-Nya , kamu akan menjadi pewaris surga-surga Kami. Jadi, dengan demikian banyak lagi perintah-perintah/hukum-hukum lain yang diberikan pada orang-orang mu’min dalam kaitan dengan itaat.

Di dalam ayat yang saya bacakan ini topik bahasan itaatlah yang Allah telah bukakan,yang mana sesudah memfirmankan bahwa hai orang-orang yang beriman ! hai orang-orang yang mengaku beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, ikutilah perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Dan kemudian sejalan dengan itu pula dia berfirman bahwa taatilah pula para pengurus kalian, amir kalian , nizam /organisasi yang kalian telah bentuk dan nizam/organisasi yang telah diberikan kepada kalian. Sejumlah orang-orang berpendapat bahwa dalam corak terjadinya perselisihan maka disana terdapat perintah untuk mengembalikan masaalah pada Allah dan Rasul. Yakni andaikata ada perselisihan /ada perbedaan sudut pandang maka kembalilah kepada Al-Quran dan hadis. Lihatlah, dari sana apa perintah itu. Nah, bukanlah maksudnya bahwa dalam corak terjadi perselisihan/ perbedaan sudut pandang, siapapun, kendati dia sama sekali tidak mengerti apa-apa lalu sesuai dengan keinginannya dia mulai menjelaskan dan menafsirkan sesuai dengan keinginannya, karena hal pertama adalah bahwa apabila diantara orang-orang terjadi perbedaan sudut pandang maka karena penjelasan semua perkara , penjelasan petunjuk-petunjuk dan keterangan perintah dan penjelasan tafsirnya tidak ada orang yang mengetahui,ada sejumlah perintah -perintah yang perlu penafsiran dan setiap orang tidak mengetahui hal itu oleh karena itu untuk mengambil refrensi-refrensi Al-quran dan hadis seyogianya menanyakan pada orang yang mengetahui akan ilmu itu, harus pergi padanya. Pada zaman kegelapan Islam juga ,zaman kegelapan seribu tahun yang telah berlalu, di dalam itu pun Allah terus menciptakan para mufassir dan para mujaddid yang memahami ilmu agama dan mereka terus memberikan bimbingan di daerah mereka masing-masing. Akan tetapi pada zaman ini yang merupakan zaman Hadhrat Masih Mauud as ,yang mana Allah telah mengirimnya sebagai hakim adil, pada zaman ini orang yang memiliki pemahaman yang benar tentang hukum-hukum Allah dan Rasulnya adalah hanya Hadhrat Masih Mauud a.s. Kini apapun hukum atau perintah yang beliau terangkan dan beliau tafsirkan itulah tafsir dan penjelasan yang benar sebab Allah swt secara langsung telah mengajarkan kepada beliau. Jadi kita adalah orang-orang yang bernasib mujur bahwa Allah menjadikan kita berada di zaman yang sedemikian rupa dan banyak sekali masalah-masalah kita yang beliau telah pecahkan yang berkenaan dengan itu orang-orang yang tedahulu terus berselisih dan bertengkar dan untuk mengamalkan فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ (maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasulnya ) beliau telah menciptakan kemudahkan. Hadhrat Masih Mauud a.s telah memberikan hazanah yang tidak terhingga pada kita untuk memahami makrifat-makrifat dan masaalah-masaalah itu. Kemudian Allah sesuai dengan janji-janji-Nya sedemikian rupa nizam organisasi yang telah Dia dirikan diantrara kita sehingga untuk pemecahan segala masaalah, untuk memahami hukum-hukum Allah telah tesedia kemudahan-kemudahan. Jadi kita atas hal itu seberapa pun kita bersyukur masih kurang karena Dia telah lebih memperteguh iman pada-Nya dan pada hari akhirat. Dan begitu pula Dia telah memperbaiki akibat akhir setiap urusan-urusan kita dan Dia juga telah memberikan habar suka pada kita akan akibat baik karena mengikuti hakim adil. Maka ini merupakan kewajiban kita bahwa sesudah Hadhrat Masih Mauud a.s sesuai dengan janji-janji Allah kita harus itaat sepenuhnya pada lembaga qudrat kedua/khilafat yang sudah berjalan ini dan kita terus menerus meningkatkan standar keitaatan-keitaatan kita. Tetapi ingatlah bahwa untuk meraih standar keitaatan itu kita juga harus melakukan pengorbanan-pengorbanan dan harus juga menunjukkan kesabaran. Kemudian dari segi duniawi juga, perlu itaat pada urusan-urusan duniawi pemerintah. Pemerintah manapun yang untuk menjalankan urusan-urusannya undang-undang pemerintahan yang telah dibentuk perlu mengitaatinya. Kalian tinggal di negeri ini perlu keitaatan pada undang-undang disini dengan syarat undang-undang tidak bermain-main dengan agama,tidak secara langsung kontradiksi dengan itu sebagaimana yang terjadi di Pakistan.Untuk orang-orang Ahmadi ada sejumlah undang-undang yang dibuat maka hanya perlu itaat pada undang-undang yang ada disana yang pemerintah telah buat untuk menjalankan manajemen pemerintahan. Adapun urusan agama itu adalah urusan hati. Jelas tidak dapat diterima, andaikata undang-undang mengatakan pada kalian, janganlah melakukan shalat, lalu kalian berhenti melakukan shalat. Jadi apapun nizam/peraturan, baik itu nizam sistim pemerintahan dunia atau nizam yang menyangkut agama atau nizam Jemaat, perlu mengitaatinya. Kecuali undang-undang -sebagaimana apa yang saya telah katakan -yang secara langsung kontradiksi /bertabrakan dengan ketentuan-ketentuan Allah dan Rasulnya; maka dari segi agama -sebagaimana saya telah katakan sebelumnya- orang-orang Islam lainnya yang khawatir, biarkan mereka khawatir ,orang-orang Ahmadi tidak akan khawatir; sebab dengan menjalin ikatan kita dengan Hadhrat Masih Mauud a.s kita telah membebaskan diri kita dari kekhawatiran seperti itu bahwa apakah kita telah mengamalkan sesuai dengan hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya. Dan perkara-perkara yang perlu penjelasan perkara-perkara apa saja yang perlu penjelasan dalam syareat , itupun kita telah mendapat keterangannya dari Hadhrat Masih Mauud a.s;sebab Hadhrat Masih mauud a.s telah membertahukan pada kita satu jalan,semua perkara beliau telah terangkan bahwa andai kamu melakukan amal-amal seperti itu maka itu sesuai dengan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya.

Sebagaimana sebelumnya saya juga telah katakan bahwa untuk solusi hal-hal yang bersifat kotrofersial,tatkala orang-orang merujuk kepada para ulama, para mufassir atau kepada para ahli tafsir,maka setiap orang memberikan komentar atas perkara –perkara itu sesuai dengan ilmu, akal dan kecenderungannya. Pada zaman mereka masing-masing, setiap orang di ruang lingkup mereka masing-masing telah memberitahukan semua perkara-perkara itu dari peribadinya sendiri dengan niat yang baik. Tetapi lama kelamaan dalam perkara-perkara mana para mufassir dan para ahli fikih terdapat perbedaan, maka terus terbentuk grup /kelompok mereka masing-masing dan setelah menjadi berfirqah-firqah serupa itu diantara orang-orang Islam mulai saling memfitnah dan terjadi juga terus menerus perselisihan dan pertikaian dan perpecahan atau perpecahan seperti itu telah menghacurkan ummat Islam. Tetapi kini pada zaman ini Hadhrat Masih Mauud a.s setelah mendapat petunjuk dari Tuhan beliau telah menetapkan pada kita mana yang salah dan mana yang benar. Oleh karena itu merupakan kewajiban orang Ahmadi untuk senantiasa mempertahankan standar ketakwaan yang tinggi baru mereka menjadi orang yang meraih karunia-karunia dari keberkatan-keberkatan Jemaat dan sebagaimana saya telah katakan bahwa pengorbanan-pengorbanan juga harus kita berikan dan juga juga harus menunjukkan kesabaran. Diketahui tingginya standar/tingkat keimanan seseorang apabila tiba padanya saat ujian maka dia melewati itu sambil menunjukkan kesabaran dan dengan memberikan pengurbanan-pengurbanan. Egoismenya tidak menjadi rintangan baginya di jalan itu. Kerugian harta bendanya tidak menjadi penghalang baginya di jalannya. Anak-anaknya tidak menjadi pengurang semangat /gejolak keitaatannya. Apabila kalian meraih standar ini maka kemudian –insyaallah – kalian secara pribadi akan maju dalam iman-iman kalian dan secara berjemaah pun kalian akan terus mendapat kekuatan. Terkadang orang-orang dalam pertikaian secara pribadi mereka tidak mengitaati keputusan –keputusan yang diambil oleh nizam Jemaat diantara mereka atau dalam menjalankan metode-metode keputusan-keputusan itu mereka berbantah dan lama kelamaan mereka turus mundur kebelakang dan mereka terus merugikan diri mereka sendiri.

Allah berfirman وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantah, kalau tidak kamu akan menjadi pengecut dan wibawa kalian akan hilang dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.Al-anfal 47.

Di dalam ini Allah memberitahukan pada kita bahwa ingatlah, untuk menjadikan kalian tetap bersatu dan untuk tetap mengikat kalian hal paling mendasar adalah itaat pada Allah dan Rasul. Oleh karena itu teguhlah di atas itu, jangalah berbantah-bantah diantara kalian. Dan perintah ini merupakan satu perintah dari sekian banyak perintah-perintah Allah bahwa orang-orang muslim jangan bertikai diantara sesama mereka. Tetapi dewasa ini apa yang tengah terjadi.segolongan ummat Islam mengancam orang Islam lainnya. Satu lembaga organisasi mencerca kelompok Islam lainnya. Jadi dinubuatkan bahwa dengan melakukan seperti itu kamu akan menjadi pengecut.dan wibawa kamu akan menjadi hilang. Sesuai dengan itu perhatikanlah dewasa ini persis seperti itulah kondisi yang terlihat di hadapan kita.Kendati jumlah orang-orang Islam sedemikian banyaknya dan kendati adanya uang minyak yang tidak terhitung wibawa sama sekali tidak ada, yang lain dengan semaunya mengontrol negera-negara itu. Jika orang-orang ini bersabar dan mengamalkan hukum-hukum Allah dan berkaitan dengan wujud yang dikirim Allah (Hadhrat Masih Mauud a.s ) mereka tidak menunjukkan ketidak sabaran dan tidak menunjukkan prasangka buruk maka kondisi ini tidak akan bagini. Ringkasnya, kita yang mendakwakan bahwa kita mengimani imam zaman ini maka merupakan tugas kita untuk menjadikan contoh itu tetap berada di hadapan kita. Dan perintah-perintah yang Allah dan Rasul-Nya telah berikan pada kita dan pada zaman ini apa yang Hadhrat Masih Mauud a.s telah beritahukan pada kita, kita harus mengitaati sepenuhnya,kita harus menjalankan sesuai dengan itu. Tinggal dengan cinta dan kasih sayang diantara kita,tidak akan berbantah dan bertikai. Apapun kasus-kasus yang timbul bersabarlah dalam penyelesaiannya, maka -insyaallah – dampak ikut bergabung di dalam Jemaat, wibawa yang Allah telah tegakkan itu akan senatiasa tegak lestari. Kalau tidak, siapapun secara individu tidak akan ada bakat atau keahliannya.

Allah berfirman kepada Hadhrat Masih Mauud a.s. Janji telah dia berikan.نصرت بالرعب – nushirtu birru’bi Bahwa untuk senantiasa tegaknya wibawa beliau, Allah terus akan menciptakan sarana/fasilitas pendukung/bantuan,Dia sendiri yang akan memberikan pertolongan. Jadi, orang yang tetap bergabung dalam Jemaat dan terus mengitaati nizam Jemaat, mereka pun akibat tetap melekat dengan Hadhrat Masih Mauud a.s –insyalah –wibawa akan tetap tegak. Jadi selalu ingatlah bahwa di dalam itaat itulah terdapat berkat dan di dalam itaat itulah terletak kejayaan dan kesuksesan.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Ubadah bin Shamit meriwayatkan bahwa kami bait di tangan Rasululah dengan syarat bahwa kami akan mendengar dan akan itaat,baik dalam kemudahan maupun kesusahan, baik dalam kesenangan maupun kesedihan, kami tidak akan bersitegang dengan para penguasa. Dan dimanapun kami berada kami akan senantiasa tetap tegak dalam kebenaran dan kami tidak akan takut pada celaan atau cercaan orang yang mencela. Muslim Kitabul imarah bab wujuubu thaa ‘atil umaraa’

Jadi, hal pertama ialah bahwa apabila telah menyatakan baiat maka apapun bentuk instrusksi-instruksi itu maka kami akan mengitaati sepenuhnya. jadi bukanlah manakala keputusan itu sesuai dengan keinginan kita, maka kita akan mentaati sehingga tidak ada orang yang akan sedemikian itaatnya seperti kita. Dan jika ada keputusan yang diambil yang bertentangan dengan keinginan kita yang karenanya kesusahan menimpa kita maka kita kita keluar dari koridor itaat, kita mulai berbicara mengeritik nizam Jemaat. Tidak,bahkan apapun kondisi yang terjadi, sabda beliau,baik susah maupun senang, kami akan mengitaati sepenuhnya keputusan-keputusan yang diambil oleh nizam Jemaat dan kami akan tetap berpegang dengan nizam Jemaat.

Hadhrat Masih Mauud a.s pun telah mengambil baiat atas nama itaat pada yang makruf dan sampai kini rangkaian ini sedang berjalan dalam syarat –syarat baiat. Oleh karena itu adanya pemikiran bahwa janji baiat ini dulu adalah dengan Rasulullah saw kini tidak, atau kini jika kita melanggar itu maka tidak akan ada dosa, pandagan ini keluarkanlah dari fikiran; sebab, jemaat ini berdiri sesuai dengan nubuatan Rasulullah saw dan oleh karena itu ini adalah Jemaat beliau saw. Dan kemudian tertera dalam sebuah hadis serupa itu juga: Barangsiapa yang mengitaati amir saya maka dia telah itaat kepada saya;dan barangsiapa yang itaat pada saya maka dia telah itaat pada Allah dan barangsiapa yang tidak mengitaati amir saya dia telah membangkang terhadap saya; dan barangsiapa yang membangkang terhadap saya maka dia membangkang terhadap Allah. Sahih Muslim kitabul imaarah wujubuthaa’atil umara fi gairi maksiating watahriimiha filmaksiati.

Jadi inilah dia rangkaian yang tengah berjalan. Oleh karena itu berfirman, baik suka maupun duka siapapun yang menjadi amir janganlah berbantah dengannya.Siap menerima keputusannya dan untuk seterusnya akan tetap berada dalam kebenaran. Janganlah ada yang mengambil pemahaman bahwa karena kami berada pada pihak yang benar maka kami tidak menerima keputusan itu. Bahkan bersabda bahwa kalian senantiasa harus terfikir bahwa kalian akan senantiasa mengatakan hal yang benar. Jangan ada kekerasan dunia ,tekanan dunia ,iming-iming dunia mencegah kalian untuk mengatakan yang hak dan yang benar. Dan kemudian juga manakala tiba urusanmu /kasus yang menimpamu kalian harus mengatakan yang benar, akan memberikan kesaksian yang benar dan tidak akan berupaya bersitegang dengan pihak kedua atau nizam Jemaat dengan berkata dusta. Dan jangan pernah terlintas dalam fikiran bahwa jika kami mengitaati nizam maka, berdamai dengan saudara-saudara dan kerabat kami, bersikap rendah hati kendati berada di pihak yang benar maka apa yang dunia akan katakan.

Senantiasa ingatlah, bahwa tujuan kalian, tujuan hidup kalian hanya dan hanya untuk keridhaan Allah. Dan kemudian mengitaati Allah dan Rasul-Nya mengitaati perintah-perintah nizam, peraturan-peraturan dan keputusan-keputusannya dan sama sekali tidak membiarkan adanya perbedaan dalam keitaatannya.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Hadhrat Ibni Abbas r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersadba barangsiapa yang melihat hal yang tidak disukai dalam diri hakim/pimpinannya, maka dia bersabarlah, sebab siapa yang terpisah satu jengkal/hasta dengan nizam/organisasi maka matinya akan seperti mati jahiliah. Sahih Muslim kitabul imarah baabul amri biluzuumilJemaa’ati ‘inda zhuhuuril fitani wa tahziiriddu’aati ilal kufur

Sejumlah orang setelah duduk di kerumunan orang-orang mereka menyampaikan bahwa nizam jemaat telah mengambil keputusan memihak si fulan dan mengalahkan saya. Tetapi saya bersabar kendati- jelasnya- keputusan itu adalah salah. Saya telah menerima itu- tetapi keputusannya salah. Jadi dengan duduk di tengah orang-orang sambil memutar balik kata kata pun bukanlah merupakan kesabaran; sabar itu adalah seorang itu diam dan mengadukan keluhannya di hadapan Allah. Bisa jadi di tempat mana dia duduk berbicara disana duduk orang orang yang bertabeat sedemikian rupa setelah mendengar itu lalu untuk seterusnya berupaya menciptakan keresahan pada orang-orang dengan menyebarkannya pada orang-orang dan dengan demikian tibul kesan yang keliru berkenaan dengan nizam Jemaat dan terkadang dari itu timbul fitnah dan kemudian orang yang terlibat dalam fitnah itu,berkenaan dengan mereka beliau saw bersabda bahwa kemudian mereka itu mati mati jahiliah.

Hadhrat Masih Mauud a.s apa yang beliau harapkan dari kita Beliau bersabda:

“Apakah itaat itu merupakan perkara yang mudah, barangsiapa yang tidak itaat sepenuhnya maka dia memburukkan nama Jemaat ini. Hukum/perintah itu tidak hanya satu tetapi hukum itu banyak. Sebagaimana surga itu mempunyai beberapa pintu,ada yang masuk dari suatu pintu dan ada yang masuk dari satu pintu,dan demikian pula neraka mempunyai beberapa pintu. Jangan sampai terjadi bahwa kamu menutup satu pintu neraka lalu yang lain kamu biarkan terbuka .” Malfuzhat jilid 2 hal 411 Edisi baru

Orang-orang secara lisan dapat saja ucapkan bahwa kami adalah orang-orang yang itaat, setiap perintah Jemaat kami junjung. Tetapi apabila saat peluang itu tiba, apabila mereka terpaksa harus meninggalkan hak-haknya, maka baru dapat diketahui apakah itaat ada atau tidak(pada diri mereka). Oleh karena itu beliau bersabda bahwa itaat bukanlah merupakan perkara yang mudah. Menjalankan setiap perintah dan itaat dalam setiap hukum/perintah itulah maksud yang sebenarnya dan bersabda bahwa barangsiapa yang tidak mengamalkan perintah secara sempurna dia tengah memburuk-burukkan nama Jemaat. Dengan tidak melaksanakan hak-hak Allah pun menjadi faktor nama buruk dan dengan tidak menunaikan hak-hak hamba-hamba Allah-pun kalian menjadi faktor nama yang tidak baik dan sebagaimana untuk pergi ke surga banyak pintu-pntunya, dengan melakukan kebaikan-kebaikan kalian masuk kedalam surga, demikian pula neraka mempunyai beberapa pintu. Jangan sampai terjadi bahwa dengan tidak menjalankan itaat yang sempurna, ada satu pintu yang kalian masih biarkan terbuka dan kalian masuk ke dalam neraka. Oleh karena itu dengan penuh kesetiaan jadilah kalian menjadi orang yang memiliki keitaatan dan untuk itu seyogianya senantaia berdoa kepada Tuhan, andaikata ada karunia Tuhan maka manusia dapat terhindar dari hal-hal itu.

Kemudian beliau bersabda:

“Andaikata itaat itu sempurna maka petujuk pun menjadi sempurna. Para warga Jemaat kita seyogianya menyimak dengan sebaik-baiknya dan seyogianya memohon taufik pada Allah supaya jangan sampai terjadi tindakan itu dilakukan oleh kita.Malfuzhat jilid 3:284 Edisi Baru

Maka beliau bersabda bahwa mereka merupakan orang-orang yang telah diberikan petunjuik yang berkenaan dengan mereka kita dapat mengatakan bahwa mereka beriman sepenuhnya dan memperoleh petunjuk yang dimana keitatan pun penuh dalam diri mereka dan satu zarrahpun mereka tidak keluar dari itaat. Dan bersabda bahwa semua ini didapatkan dengan taufik dari Allah. Oleh karena itu seyogianya senantiasa memohon taufik-Nya supaya Dia senantiasa melindungi kita supaya jangan melakukan tindakan yang karenannya keitatan kita menjadi ternodai. Jadi kita merupakan orang yang bernasib mujur karena kita termasuk dalam Jemaat imam zaman yang telah menarik perhatian kita pada perkara-perkara itu sampai masuk pada hal-hal yang sehalus-halusnya yang dari mana kita dapat dikatakan menjadi orang yang itaat pada Allah dan Rasul-Nya.

Kemudian beliau bersabda ,”Jika seorang hakim /pemerintah /pemimpin itu aniaya maka janganlah mengatakan dia itu buruk kemana-mana, tetapi perbaikilah kondisi kamu sendiri, Tuhan akan menggantinya atau dia sendiri akan dijadikan baik. Kesakitan yang menimpa itu adalah datang akibat amal-amal buruk sendiri , kalau tidak bersama orang-orang yang beriman ada bintang Tuhan. Untuk orang yang beriman Allah sendiri yang menyediakan sarana-sarana atau fasilitas. Nasehat saya adalah bahwa lakukanlah kebaikan itu dari segala aspek, jadilah kamu sebagai contoh kebaikan dan janganlah juga melenyapkan hak-hak Allah dan jangan pula menlenyapkan hak-hak hamba.” Tafsir Hadhrat Masih Mauud a.s jilid 2:246 di bawah ayat surat nisa’ 60

Bersabda bahwa baik dia seorang kepala pemerintahan ataupun seorang amir,baik sebagai seorang pengurus ataupun seorang kepala kantor, jika kalian bersih dan kalian memberikan perhatian pada perbaikan kalian sendiri dan kalian memanjatkan doa-doa maka Allah akan menggantikan pemimpin itu atau kepala bagian itu ,atau amir atau pengurus itu atau akan meluruskannya/menjadikannya baik atau menciptakan perubahan dalam tabeatnya. Bersabda,ujian itu datang terkadang akibat amal-amal buruknya. Dia sendiri yang mempunyai tingkah laku/gerakan-gerakan yang akibatnya terkadang Allah swt memasukkannya dalam ujian. Oleh karena itu seyogianya lakukanlah sendiri istigfar dan senantiasalah berupaya tegak pada kebaikan-kebaikan dan berupayalah untuk menunaikan hak-hak Allah dan Rasul kedua-dua-Nya.

Tertera sebuah riwayat yang bersumber dari Hadhrat Abdullah Bin Umar bahwa Rasululah saw bersabda, “ Allah tidak akan mengumpulkan ummatku dalam kesesatan dan kebengkokan . Pertolongan Allah bersama Jemaat.

من شذ شذ الى النار –man syadzza syudzza ilannaar Barangsiapa yang terpisah dari Jemaat maka seolah –olah dia dilempar ke dalam neraka.Tirmidzi kitabulfitan bab fi luzuumil Jemaati

Jadi, sesuai dengan nubuatan Rasulullah saw zaman seribu tahun itu telah berlalu di dalamnya orang-orang Islam secara amaliah/praktik telah melupakan agama, kemudian sesuai dengan janji-Nya Allah telah membangkitkan Hadhrat Massih Mauud a.s dan kemudian beliau mendirikan sebuah Jemaat yang telah mengambil alih tanggung jawab pekerjaan memberikan petunjuk pada dunia dan siapapun dari ummat Rasululah saw yang bergabung pada Jemaat Hadhrat Masih Mauud a.s itu mereka tidak berkumpul untuk menyebarkan kesesatan, tetapi mereka berkumpul untuk memberikan pengenalan kepada orang-orang akan Tuhan yang Esa. Oleh karena itu sejalan dengan itu pula , yakni di dalam Jemaat pun orang-orang yang dapat tinggal adalah mereka yang memperlihatkan kesetiaan dan keitaatan yang sejati. Dan apabila orang yang seperti itu yang berkumpul maka pertolongan dan dukungan Allah akan benar-benar bersama mereka. Jadi, setiap orang yang tidak dapat menegakkan standar keitaatan dan kesetiaan maka dia sendiri yang merugikan dirinya sendiri.

Jadi seyogianya diingat bahwa keberkatan itu berada senantiasa dalam tetap itaat pada nizam Jemaat dan senantiasa mempunyai ikatan dengan nizam Jemaat. Oleh karena itu apabila ada keputusan yang diambil oleh nizam jemaat ternyata keliru terhadap seseorang maka –sebagaimana sebelumnya saya telah katakan- bahwa seyogianya menunjukkan kesabaran,jangan sampai menunjukkan ketidak sabaran. Setiap orang mempunyai pengertian masing-masing. Jika hakim /dewan Qada ada suatu keputusan yang dia ambil dan sesuai dengan kelompok yang lain itu tidak benar maka tetap saja itu harus dijalankan dan berdoalah supaya Allah menganugerahkan para hakim/qadi untuk memberikan keputusan yang benar. Para qadi pun dapat keliru tetapi dalam segala hal keitatan merupakan hal yang utama. Sejumlah orang terkadang sedemikian rupa sensitif/gejolaknya sehingga akibat sejumlah keputusan mereka menyatakan keingkaran menisbahkan dirinya dengan Jemaat/keluar dari Jemaat Hadhrat Masih Mauud a.s Jadi ini merupakan kemalangan,sebagaimana sebelumnya saya telah katakan -bahwa kalian tengah memasukkan dirinya ke dalam api. Mereka menyia-nyiakan iman mereka hanya dengan imbalan beberapa uang recehan dunia. Di dalam Jemaat, Hadhrat Masih Mauud a.s juga ikut termasuk di dalamnya,mereka tidak ikut bergabung dalam Jemaat pengurus manapun bahwa akibat kekeliruannya lalu menghabiskan imannya. Walhasil para pengurus seyogianya menjadi hati-hati dan janganlah hendaknya menjadi batu sandungan bagi orang-orang yang lemah imannya.

Tertera dalam sebuah hadis bahwa para pengurus pun akan di tanyakan bahwa jika mereka tidak melaksanakan tugas-tugas mereka dengan baik,tidak berlaku adil sepenuhnya. Tertera dalam sebuah hadis bahwa untuk orang-orang yang seperti itu yang diserahi tanggung jawab dan mereka tidak melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab maka Dia akan mengharamkan surga bagi mereka. Jadi untuk para pengurus ini jelas merupakan peringatan yang sangat besar. Jadi jika Allah sendiri yang akan menghisab maka pihak kelompok yang terpengaruh/kalah apa yang dikhawatirkan. Kalian tegaklah tetap dalam kebaikan,maka kerugian dunia Dia akan sempurnakan.

Tertera dalam sebuah riwayat Rasululah saw bersabda bahwa sebagaimana musuh domba-domba adalah srigala dan dengan mudah dia memburu domba-domba yang terpisah dari kelompoknya, demikian pulalah syaithan adalah srigala manusia. Jika tidak tinggal sebagai sebuah Jemaat maka mereka yang terpisah-pisah dengan mudah akan diburunya. Bersabda : Hai orang-orang ! jangalah berjalan pada jalan yang sempit, tetapi penting bagimu untuk tetap tinggal bersama dengan orang-orang muslim. Jadi disini dia bersabda bahwa hanya satulah jalannya untuk dapat terhindar dari syaitan, yakni tetaplah selalu dengan jemaat.Dan pada zaman ini hanya Jemaat Hadhrat Masih lah yang merupakan Jemaat Ilahi yang di dunia hanya demi untuk keredhaan Ilahi tengah menyampaikan tabilgh ke seluruh dunia. Dan jika ada Jemaat yang disebut jemaat ,maka mereka memiliki maksud-maksud lain dan maksud politik lainnya. Jadi bila mana telah datang di lingkungan yang damai dan aman maka tegaklah di dalamnya dengan kuat dan jalanilah keitaatan. Kalau tidak sebagaimana bersabda srigala akan memakannya satu persatu dan itupun tengah dia sedang makan. Di hadapan kita setiap hari pemandangan itu yang nampak. Disini ada lagi satu masaalah yang terpecahkan bahwa orang yang tergabung dalam Jemaat-lah yang menjadi ummat muslimin,yakni yang banyak dari segi Jumlah tidak disebut ‘ammatulmuslimin. Jadi kalianlah yang menjadi orang yang bernasib mujur yang ikut dalam Jemaat dan berhak disebut sebagai ammatulmuslimin maka dari itu jika ingin menyelamatkan diri sendiri-sebagaimana saya telah katakan- maka jadilah selalu menjadi orang yang setia dan itaat dalam arti sesungguhnya.

Tertera dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa barangsiapa yang ingin membangun rumahnya di tengah-tengah surga, maka senantiasalah terus berpegang teguh dengan Jemaat karena syaitan bersama dengan manusia yang sedirian dan ketika dia telah jauh maka diapun menjadi jauh.,yakni syaitan lalu akan meninggalkannya. Maksudnya adalah supaya di dalam hati(manusia) dibuat lubang. Jadi di dalam Jemaat terdapat berkat dan di dalam itaat pada nizam Jemaat itulah terdapat keberkatan. Semoga Allah menganugerahi setiap orang taufik untuk dapat menegakkan standar ini.

Di dalam hal ini ada lagi hal yang ingin saya katakan sebab syaitan senantiasa dalam upaya bahwa dalam jalan bagaimana menciptakan rasa tidak senang dalam hati, mendciptakan kejauhan menciptakan rasa kebencian. Oleh karena itu terkadang orang yang baik-baik pun tengah berjalan pada jalan yang salah. Diapun sampai tidak mengetahui bahwa kapan dia telah berada pada cengkeraman syaitan./ berada di bawah pengaruh syaitan.

Disini di Jerman ada kasus pembangunan seratus mesjid. Ada sebagian yang mengeluh bahwa ada sebagian bangunan-bangunan besar yang dibeli. Jika itu tidak dibeli maka banyak lagi msjid-mesjid yang kecil-kecil yang dapat dibangun. Kemudian bangunan jadi yang telah dibeli itu tidak termasuk dalam kelompok bangunan seratus masjid. Sejumlah orang-orang terus menulis surat bahwa kami ingin menyampaikan kepada Hudhur tentang hakekat yang sebenarnya ,disini terjadi ini dan disini terjadi ini. Satu adalah untuk menyampaikan pada orang-orang yang menyampaikan itu saya akan membertahukan bahwa pada tahun yang lalu atau jauh sebelumnya saya telah mengecek dan saya mengetahui bahwa bangunan-bangunan mana yang dibeli dan yang mana-mana yang akan digabungkan dalam katagori seratus masjid atau tidak. Oleh karena itu kalian tidak perlu khawatir.

Kemudian, satu kali seorang menulis baiklah tidak apa-apa. Anda telah menganggap ini benar dan telah membayar haknya, telah menyapaikan kepada saya. Menulis lagi, menulis lagi tidak penting. Kalau begitu ini merupakan sikap keras kepala. Surat telah ditulis kapada saya dan saya telah memberikan jawaban secara umum kepada kalian. Surat telah sampai pada kalian jazakallah ini sudah cukup. Tidaklah penting bahwa segala sesuatunya dibertahukan dengan rinci ,karena menulis berkali-kali dengan penegasan berulang ulang yang kadang-kadang termasuk juga para pengurus, ini merupakan hal yang salah.

Manakala saya telah memasukkan bangunan-bangunan yang sudah dibeli itu dalam katagori mesjid maka kalian apa lagi yang ingin kalian sampaikan. Saya menganggap bahwa itu telah dibeli dengan uang itu,itu terhitung dalam katagori mesjid-mesjid. Kemudian pada saat menulis surat terkait dengan pengurus –pengurus yang bersangkutan digunakan kata-kata yang keras. Berkait dengan panitia/ para pengurus pembelian mesjid-mesjid pun digunakan kata-kata yang sangat keras ini adalah cara yang salah.Ini pun merupakan sesuatu yang keluar dari koridor keitaatan. Merupakan sikap tampilan ketidak sabaran. Oleh karena itu menghindarlah dari itu.Merupakan tugas kalian bahwa perogram untuk membuat 100 mesjid yang telah diberikan, kalian jalankanlah itu dan laksanakanlah itu. Teruslah memohon pertolongan pada Allah dengan perantaraan doa-doa -insyaallah -Allah akan menurunkan pertolongan-Nya. Kini pekerjaan juga tambah lebih cepat.Insyallah, mesjid ini akan sempurna dan manakala pekerjaan telah mulai maka tahu-tahu kecepatannya juga mulai lancar. Banyak sekali yang terfikir dengan begitu cepat bahwa kami seyogianya harus membuat mesjid di wilayah kami dan merekapun tengah berupaya. Semoga Allah tambah lebih memberkati.

Hal kedua adalah bahwa sejumlah pekerjaan baik itu terkait dengan kebaikan dan terkait dengan khidmat khalaq sekalipun, jika dilakukan dengan kontra dengan nizam Jemaat maka nizam Jemaat dalam kaitan itu tidak akan memberikan bantuan. Dan jangan pula seyogianya mengharapkan dari khalifah bahwa khalifah akan menyatakan kegembiraan pada pekerjaan-pekerjaan yang berjalan menyimpang dari nizam Jemaat. Perlindungan nizam merupakan kewajiban khalifah yang paling utama;sebab dengan menjalankan dua nizam /peraturan yang terdapat persamaan /paralel tentu kesuksesan-kesuksesan tidak akan diraih. Sebagai contoh tampa memenuhi beberapa persyaratan disini di negeri ini, tidak diizinkan untuk melakukan paraktek Homophati karena itu Jemaat dalam kapasitas sebagai lembaga/Jemaat tidak ikut campur di bidang Homopheti dan jika ada yang ingin melakukan pekerjaan ini atau tengah melakukan ini dan melakukan ini dengan tekad pengkhidmatan sukarela maka lakukanlah itu. Tetapi Jemaat dalam hal itu tidak akan pernah terlibat. Jika seseorang dalam pengkhidmatan khidmat khalaqnya saya menulis surat pujian maka bukanlah maksudnya bahwa dia telah mendapatkan kedudukan kejemaatan lalu dia mengesampingkan atau tidak menghiraukan amir jemaat lalu mulai kontra dengan amir jemaat. Disini saya kini tidak penting untuk menyebut namanya,siapa mereka itu mereka sendiri memahminya karena itu perbaikilah diri sendiri.

Kedua “ Homopheti First” adalah merupakan lembaga yang sudah terdaftar. Dan kantor pusatnya berada di London. Itu secara teratur/permanent sudah diatur dari london. Di Afrika dengan karunia Allah ada kantor pusatnya banyak negara-negara yang bekerja di bidang ini. Selain jerman, di Jerman tidak seperti itu aktifnya. Itu tidak aktif /giat karena di beberapa kasus mereka berusaha untuk lebih bebas. Oleh karena itu disini saya menjadikan amir sahib sebagai pengawas tertinggi dan kini dalam pengawasan beliau organisasinya akan kembali dibenahi. Beliau nanti membuat pimpinan dan tiga anggota panitia dan kemudian sebagaimana di sejumlah negara mereka tengah mengkhidmati kemanusiaan, mereka inipun akan melakukan, tetapi sesuai dengan petunjuk-petunjuk/arahan-arahan pusat. Sebab sesuai dengan laporan dari pusat juga kerja sama panitia homopheti first disini tidak baik. Dengan berkali-kali diingatkan kini perbaikan ada tetapi belum sempurna.Jadi inipun juga akibat dari kurangnya itaat. Sebagaimana saya telah katakan bahwa sejumlah orang menganggap bahwa adanya hubungaan /kontak langsung dengan khalifah maka perlakuan apapun terhadap nizam/peraturan lainnya bagaimanapun juga tidak apa-apa. Ini merupakan kesan yang salah. Singkirkanlah itu dari fikiran kalian. Jika ada kesusahan dan kesulitan dalam melakukan pengelolaan maka kalian dapat menulis pada khalifah. Tetapi kepada amir yang bersangkutan hendaknya foto kopinya harus dikirim. Namun, secara langsung tidak akan dizinkan untuk mengambil langkah. Semoga Allah menjadikan semua menjadi orang yang setia dalam arti yang sepenuhnya dan mendapat taufik untuk meraih standar itaat yang tinggi.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda:

Taatlah pada Allah, pada Rasul­-Nya dan kepada para pemimpin yang ada. Itaat merupakan suatu benda /perkara yang jika dilakukan dengan hati yang tulus, maka akan timbul nur dan suatu kelezatan serta cahaya di dalam kalbu. Mujahadah – mujahadah bukanlah merupakan perkara yang sedemikian penting sebagaimana prihal pentingnya itaat . Tetapi, ya, ini merupakan suatu syarat,yaitu keitaatan yang tulus dan inilah merupakan perkara yang sulit. Di dalam itaat menyembelih hawa nafsu /keinginan-keinginan pribadi merupakan hal yang penting. Tampa itu itaat tidak akan dapat dikatakan itaat. Dan hawa nafsulah” yakni keinginan –keinginan hawa nafsu “ merupakan suatu benda yang dapat menjadi berhala-berhala besar di dalam kalbu para muwahhid-muwahhid besar /orang-orang ‘aalim /yang berilmu yang meng-esakan Tuhan.

Betapa karunia telah dilimpahkan pada para sahabah radhiallahuanhum ajma’in dan betapa mereka merupakan sebuah kaum yang sudah fana dalam keitaatan pada Rasulullah saw . Sungguh benar bahwa tidak ada suatu kaum dapat dikatakan kaum dan di dalam diri mereka tidak ditiupkan ruh ruh kebangsaan dan kesatuan selama mereka tidak menjalani ketentuan-ketentuan kesetiaan. Dan jika terjadi perbedaan sudut pandang dan perpecahan, maka anggaplah bahwa ini merupakan pertanda kemunduran dan kemerosotan. Semua faktor-faktor kelemahan dan kemunduran ummat Islam adalah perselisihan diantara sesama dan pertikaian internal diantara sesama ummat Islam”. Yakni, semua kekurangan-kekurangan ini dan kemunduran inilah merupakan faktor-faktor terjadinya kemuduran pada ummat Islam.Dan dari akibat inilah terjadi perselisihan-perselisihan internal dan pertentangan-pertentangan internal. Jadi, jika perselisihan pendapat itu mereka tinggalkan dan satu yang mereka itaati, yang untuk mengitaatinya Allah telah perintahkan, maka pekerjaan apa yang mereka inginkan itu akan akan menjadi kenyataan atau akan trealisasi. Tangan Allah berada bersama Jemaat. Sungguh inilah rahasia di dalam itu” inilah rahasia itu. “Allah berkenan pada tauhid, dan kesatuan ini tidak akan dapat tegak selama keitaatan tidak dilakukan. Pada zaman Rasulullah saw, para sahabah merupakan pemikir-pemikir jitu. Format mereka memang Allah sudah ciptakan seperti itu,mereka juga benar-benar mengenal aturan-aturan politik, sebab itulah manakala Hadhrat Abu Bakar r.a, Hadhrat Umar r.a. dan sahabah-sahabah lainnya menjadi khalifah dan pemerintahan berada di tangan mereka, maka dengan sedemikian rapi mereka menjalankan dan mengelola roda pemerintahan, yang dari itu dapat diketahui dengan baik bahwa betapa di dalam diri mereka terdapat keahlian menjadi ahli-ahli fikir. Namun,kondisi mereka di hadapan Rasulullah saw dimana beliau saw mengucapkan sesuatu maka semua pendapat-pendapat mereka dan kebijakan-kebijakan atau kecerdikan-kecerdikan mereka,mereka anggap hina di hadapan beliau saw dan apa yang Rasul Allah sabdakan itulah yang mereka anggap wajib diamalkan” .

Kemudian beliau bersabda:

“Jika di dalam diri mereka tidak ada ruh keitaatan, bahkan sebaliknya setiap orang dari mereka menganggap hanya pendapatnya lebih utama dan timbul perselisihan, maka mereka tidak akan dapat meraih martabat-martabat yang sedemikian tinggi. Menurut saya untuk meredam pertikaian diantara orang-orang ahli sunnah dan orang-orang syiah cukup hanya satu dalil ini bahwa diantara para sahabah tidak pernah ada macam perpecahan dan kebencian apapun diantara mereka, sebab kemajuan dan kesuksesan mereka terus menunjukkan bahwa diantara mereka terdapat kesatuan dan sedikitpun tidak ada kebencian pada siapapun.Para penentang yang dungu mengatakan bahwa Islam disebarkan dengan kekuatan pedang. Tetapi saya katakan bahwa ini tidak benar. Pada dasarnya aliran-aliran kalbu mereka penuh (meluber) dengan air keitaatan lalu membersit keluar. Ini merupakan dampak dan konsekwensi dari keitaatan dan persatuan sehingga mampu menaklukkan kalbu-kalbu orang lain….. Wajah Rasulullah saw yang dimana terhias nur ketakwaan atau berserah diri pada Allah dan membawa serta warna jalal dan jamal (kegagahan dan keindahan), di dalamnya terdapat satu daya tarik pesona dan satu kekuatan yang menarik kalbu-kalbu manusia secara spontanitas kepadanya. Dan kemudian Jemaat beliau menampilkan contoh keitaatan pada Rasul dan keistiqomahannya sedemikian rupa terbukti mengunguli kekeramatan sehingga yang orang-orang yang melihatnya dengan spontanitas akan datang berlari-lari pedanya. Walhasil, kondisi serupa para sahabah dan persatuannya kinipun juga perlu; sebab Allah telah menggabungkan Jemaat yang tengah dipersiapkan lewat tangan Masih Mauud ( dijanjikan) dengan Jemaat yang Rasulullah saw telah siapkan. Dan karena kamajuan Jemaat adalah dengan contoh-contoh orang-orang seperti itu ,maka kalian yang dikatakan Jemaat Masih Mauud yang bertekad berjumpa dengan para sahabah, ciptakanlah di dalam diri kalian warna para sahabah. Andaikata itu terkait dengan itaat ,maka seyogianya seperti mereka,andaikata terkait dengan kecintaan dan persaudaraan diantara sesama maka harus persis seperti mereka. Singkatnya, dalam setiap warna , dalam setiap bentuk kalian adopsilah bentuk apa yang dimiliki para sahabah. Tafsir Hadhrat Masih Mauud a.s jilid 2:246-248 dibawah surah Nisa’ 60

Jadi sesuai dengan apa yang Hadhrat Masih Mauud a.s bahwa untuk berjumpa dengan orang-orang awwalun itu maka harus juga dengan menunjukkan contoh keitaatan seperti para sahabah. Dan sebagaimana sebelumnya juga kalian telah dengar bahwa untuk itaat perlu menampilkan kesabaran dan pengurbanan oleh karena itu ciptakanlah keistimewaan- keistimewaan ini di dalam diri kalian, Semoga Allah menganugerahi taufik kepada semua dan kita menjadi orang-orang yang menegakkan suri tauladan tinggi kesetiaan dan keitaatan.

Kini,kepada semua petugas yang telah memberikan pengkhidmatan pada jalsah, saya ingin menyampaikan terima kasih saya pada mereka. Sebelumnya terfikir bahwa ini semua akan didengar langsung. Khutbah mungkin tidak langsung. Secara umum para petugas laki dan perempuan telah mengkhidmati para tamu dengan penuh kasih sayang dan benar-benar telah melakukan pengkhidmatan kepada para tamu. Mengenai pelayanan-pelaayanan juga pada umumnya kepada siapapun saya tanyakan mereka para tamu banyak memuji. Semoga Allah menganugerahi ganjaran kepada semua. Inipun merupakan contoh keitatan dan kesetiaan para petugas baik laki maupun perempuan. Arahan-arahan yang disampaikan pada mereka itu mereka jalankan sepenuhnya. Dan inilah keindahan sebuah Jemaat yang hanya terlihat dalam Jemaat Ahmadiyah. Semoga Allah terus menganugerahi taufik pada semuanya untuk terus mengembangkan kebaikan-kebaikan mereka.Amin.

Pada ceramah Jalsah yang lalu terkait dengan jumlah peserta jalsah yang saya sampaikan dari tempat Jalsah kaum ibu saya telah memberitahukan. Kini amir sahib telah membertahukan bahwa disana tidak dibertahukan jumlah berbagai bangsa yang hadir. Semua jumlah yang hadir di dalamnya adalah 28 ribu dan bangsa-bangsa yang berpartisipasi di dalamnya ada 30. termasuk Jeman ( menurut saya begitulah jumlahnya) Negara-negara yang mengambil bagian adalah 29 ribu dan bangsa-bangsa yang ikut berpartisipasi adalah 30 bangsa. Mungkin orang-orang Jerman mereka tidak ikut sertakan. Singkatnya ada 29 perwakilan negara-negara.

Semoga Allah menganugerahi pahala pada semuanya.Dan semoga Allah menganugerahi taufik pada semua untuk dapat menarik karunia-karunia dari berkat-berkat Jalsah. Sesudah seminggu jangan lupa.

Qamaruddin Syahid