Khotbah Jum’at

Hadhrat Khalifatul Masih Vatba

Tanggal 29 Agustus 2008/Zhuhur 1387 HS

Di Baitul Futuh London, U.K.

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Jalsah Salanah Jema’at Jerman sudah selesai pada hari Minggu yang lalu. Mulanya saya sudah siap untuk menyampaikan khutbah tentang masalah lain, namun ketika saya mulai menulis untuk membuat persiapan, tiba-tiba timbul fikiran bahwa sesuai dengan kebiasaan, saya harus menguraikan tentang suasana Jalsah Salanah dimana saya telah pergi ke satu Negara untuk menghadiri Jalsah tersebut. Oleh karena itu, saya sekarang ingin menyampaikan sesuatu tentang Jalsah di Jerman. Hal ini dianggap perlu untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada para pegawai atau para petugas Jalsah Salanah yang sudah memeras keringat untuk melaksanakan tugas-tugas mereka; hal itulah yang biasa diharapkan dari seorang mu’min. Selain itu sesuai dengan kebiasaan jika saya tidak menyebut-nyebut masalah mereka ini jangan-jangan orang-orang Jema’at Jerman merasa kecewa atau jangan-jangan mereka ini akan menunjukkan kemarahan.

Yang pertama kali menyelenggarakan Jalsah Salanah adalah Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dengan maksud untuk meningkatkan keagamaan, keduniaan dan akhlak para anggota Jema’at agar keadaannya menjadi lebih baik; dan untuk menciptakan sarana Tarbiyyat yang lebih baik bagi Jema’at.

Sekarang, Jalsah ini telah menjadi bagian program yang sangat penting bagi semua Jema’at di seluruh dunia. Sebagaimana telah saya katakan berulang kali bahwa Jalsah tahun ini mempunyai kepentingan tersendiri karena Jalsah itu dikaitkan dengan memperingati Seabad Berdirinya Khilafat Ahmadiyah. Jika saya tidak menguraikan masalah Jalsah Salanah Jerman tahun ini tentu dari sana akan segera berdatangan surat-surat kepada saya bahwa apa sebabnya pada waktu penutupan Jalsah biasanya menyampaikan situasi berjalannya jalsah dan menyampaikan pandangan-pandangan umum dan sebagainya, tetapi sekarang tidak, Jema’at Jerman juga dengan karunia Allah Ta’ala merupakan sebuah Jema’at yang sedang meningkat maju didalam keikhlasan dan kesetiaan mereka.

Allah Ta’ala sesuai dengan janji-Nya telah menganugerahkan sebuah Jema’at yang sangat mukhlis dan setia, serta sangat patuh taat kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Sabda Hadhrat Masih Mau’ud a.s. ini sampai sekarang sedang menunjukkan kesempurnaannya, bahwa Jema’at ini sedang memperoleh kemajuan yang sangat nyata di bidang keikhlasan dan kecintaan mereka terhadap Jema’at. Maka sekarang apa yang telah saya lihat tentang kemajuan Jema’at di berbagai tempat di dunia, didalam keikhlasan dan kesetiaan mereka. demikianlah juga di kalangan anggota Jema’at Jerman hal itu sedang maju dengan pesatnya. Banyak orang-orang Ahmadi yang sudah berumur lanjut dahulu suka mengeritik keadaan para pemuda di sana. Sekarang mereka sendiri mengatakan di hadapan saya bahwa para pemuda sedang memperlihatkan kemajuan secara nyata di bidang ibadah salat mereka, dan juga dalam keikhlasan mereka didalam segi pengurbanan. Jika para pemuda kita senantiasa menaruh perhatian terus ke arah itu, tentu mereka akan mendapat kemajuan di bidang duniawi dan ukhrawi dan juga mereka itu akan menjadi wujud sangat berguna bagi Jema’at. Semoga Allah Ta’ala memberi kemajuan terus kepada mereka semua. Amin!

Sebagaimana dunia telah menyaksikan dan mendengar melalui MTA bahwa dengan karunia Allah Ta’ala Jalsah Salanah ini dengan berkat-barkatnya terus menyebar luas telah sampai kepada penutupannya, dan Jalsah Jema’at Jerman dari segi pesertanya sangat ramai sehingga mencapai lebih dari 37.000 orang yang hadir. Sebelumnya saya hanya memperkirakan jumlah pengunjung itu sekitar 32.000 sampai 33.000 orang peserta, namun ternyata jauh meloncat sampai 37.000 orang peserta yang hadir. Dan mungkin perkiraan yang sama telah dibuat sebelumnya oleh para petugas Jalsah. Akan tetapi Allah Ta’ala dengan karunia-Nya telah membuktikan semua perkiraan itu tidak betul. Dan hal itu sebagai bukti eratnya hubungan orang-orang Ahmadi dengan Khilafat Ahmadiyah dan dengan dukungan Allah Ta’ala. Musuh-musuh Jema’at yang selalu berusaha untuk menghapuskan Jema’at Ilahi ini, sekarang nampak semakin keras melakukan perlawanan di berbagai tempat didunia. Sekarang jika orang-orang ahli dunia dan para penentang ini tidak mau faham juga, apa yang harus kita lakukan terhadap mereka ini. Kita hanya dapat berdo’a untuk mereka semoga Allah Ta’ala memberi akal kepada mereka supaya mereka melangkah kejalan yang lurus.

Sekalipun banyaknya pendatang yang hadir, namun persiapan sangat baik dan rapi sekali, dan program-programnya juga telah diatur dengan baik sekali serta telah disesuaikan dengan acara perayaan genapnya Seratus Tahun Khilafat Ahmadiyah. Para penceramah telah menguraikan tema-tema pidato mereka berkenaan dengan Khilafat yang sangat baik dari segala seginya. Uraian-uraian ilmiah mereka sangat bagus sekali. Dan para pengamat juga memberikan penilaian yang sama seperti itu ketika saya tanya kepada mereka. Dan para peserta Jalsah juga mendengarkan ceramah-ceramah itu dengan penuh perhatian. Ketika Jalsah berlangsung, dan ceramah-ceramah sedang disampaikan, nampak hadirin sangat tertarik dan terkesan mendengarkan ceramah-ceramah tersebut. Di satu waktu, saya menyaksikan melalui MTA secara umum para hadirin juga nampak semangat sekali dan semua mendengarkan dengan penuh perhatian.

Sebagaimana telah saya katakan secara berulang-ulang bahwa Jalsah ini sangat erat sekali kaitannya dengan perayaan Seabad Khilafat Ahmadiyah. Ceramah-ceramah membahas tentang Khilafat dalam berbagai segi. Nampak hadirin penuh semangat dan penuh perhatian mendengarkan tema demi tema mengenai Khilafat Ahmadiyah. Dari air muka mereka nampak ceria; menggambarkan keikhlasan dan kesetiaan mereka terhadap Khilafat Ahmadiyah. Pada umumnya, selain mendengarkan pidato saya, ketika mereka mendengarkan pidato-pidato yang lain pun mereka begitu semangat dan tekun; tidak pernah nampak sebelumnya seperti yang berlaku pada saat itu. Semoga Allah Ta’ala meningkatkan kemajuan dibidang keikhlasan dan kesetiaan para hadirin yang mendengarkan Jalsah. Jangan hanya kepada mereka yang hadir di dalam Jalsah itu melainkan kepada setiap anggota Jema’at di seluruh dunia juga semoga Allah Ta’ala meningkatkan kemajuan di bidang keikhlasan dan kesetiaan mereka.

Selain Program menghadiri Jalsah Jerman, tahun ini program saya ditambah dengan sebuah program yang lain dari tahun sebelumnya, yaitu program pertemuan bersama  mayoritas orang-orang German non-Ahmadi dan para tamu non-Ahmadi dan non-Muslim serta beberapa orang Ahmadi yang datang dari beberapa negara tetangga yang jumlahnya sebanyak 403 orang.  Didalam pertemuan itu, saya telah menjelaskan mengenai perkara jihad berdasarkan ajaran Al Qur’an. Saya terangkan bagaimana perlakuan orang-orang kuffar Mekah terhadap orang-orang Islam sebelum Hijrah. Dan setelah hijrah ke Madinah, orang-orang kuffar Mekkah itu telah menyerbu orang-orang Islam dengan ganas dan betapa orang-orang Islam selalu mempertahankan diri dari keganasan mereka itu. Dan saya juga menjelaskan sampai batas mana Allah Ta’ala menurunkan perintah kepada orang-orang Islam untuk membalas serbuan mereka itu. Dan pada zaman sekarang bagaimana Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskan pengertian yang sebenarnya tentang jihad itu, dan jenis jihad yang sekarang orang-orang Ahmadi sedang melakukannya.

Mendengar penjelasan itu, para tamu sangat terkesan sekali, sehingga pada kesempatan pertemuan dengan mereka, diantara mereka banyak yang menyatakan secara terbuka kekaguman mereka atas penjelasan itu. Sekarang sudah dapat dijauhkan banyak sekali keraguan dan kritikan orang-orang non-Islam terhadap Islam. Sekarang mereka telah mengetahui betul sejarah Islam dan pengertian sebenarnya tentang jihad. Didalam program itu, beberapa pembesar dari negara-negara luar juga hadir, mereka adalah orang-orang terpelajar dan ada juga diantara mereka para wartawan surat-surat khabar. Beberapa orang diantara wartawan itu mengatakan bahwa setelah mereka pulang, mereka akan menulis artikel tentang apa yang telah mereka dengar dan fahami itu dibawah tema “Jalsah Salanah” dan tentang penjelasan yang baru mereka terima tentang jihad juga akan mereka tulis artikel di surat khabar di negeri mereka. Mereka akan menjelaskan pengertian jihad yang benar yang ramai dibicarakan di kalangan orang-orang Islam pada umumnya. Dan akan dijelaskan bagaimana jihad yang sedang dilakukan oleh orang-orang Ahmadi di dalam Jema’at Ahmadiyah. Semoga Allah Ta’ala menolong mereka supaya mereka mampu menulis artikel tentang jihad itu dengan cara yang betul. Sebab kadangkala para wartawan itu sedikit banyak menghadapi tekanan-tekanan politik dan akhirnya mereka menambahkan pendapat mereka sendiri di dalam artikel itu. Namun demikian dari mimik wajah mereka, nampak jelas bahwa mereka sangat terkesan tentang Jema’at setelah mereka menghadiri Jalsah itu. Tamu asing itu diantaranya datang dari negara: Astonia, Iceland, tamu dari Iceland semuanya non Muslim, beberapa orang diantara mereka adalah para wartawan., Albania, Romania, Bulgaria dan selain itu ada lima-enam negara lainnya juga. Sebagian besar dari para tamu itu adalah orang-orang Kristen. Bulgaria adalah sebuah negara di Eropa Timur yang terdapat banyak sekali orang-orang Islam. Banyak orang-orang Islam di sana melakukan perlawanan keras terhadap Jema’at Ahmadiyah. Sebagai negara Eropa Timur, sejak dulu banyak sekali orang-orang Islam yang tinggal disana, namun mereka tidak tahu pasti tentang Islam yang sebenarnya. Bahkan bisa dikatakan, dimana terjadi kerusuhan atas nama agama ‑dibanding dengan negera-negara berpenduduk orang Islam lainnya‑ banyak sekali para Mullah yang mengambil bagian didalam kerusuhan-kerusuhan itu. Pada umumnya masayarakat disana tidak mengerti ajaran Islam yang sebenarnya, namun atas pengaruh para Mullah, mereka melancarkan gerakan anti Ahmadiyah. Pemerintah Bulgaria sekalipun bukan pemerintahan Islam, namun disebabkan desakan pengaruh para Mullah itu, negarapun ambil bagian didalam menentang Jema’at Ahmadiyah. Sebab jika Jema’at Ahmadiyah diberi kebebasan bertabligh disana dan memberitahukan kepada masyarakat tentang Islam yang sebenarnya dan berusaha menjadikan mereka orang-orang Islam yang patuh dan setia kepada Islam dan membuat mereka mempunyai hubungan sangat erat dengan Tuhan, tentu posisi orang-orang yang menamakan diri Mullah atau para pemimpin agama disana akan terancam habis. Sebab masyarakat awam disana tidak faham sama sekali ajaran Islam yang sebenarnya. Setiap kegiatan mereka lakukan atas nama orang-orang yang mengaku diri mereka tokoh-tokoh agama Islam dan mereka berbicara serta berbuat menurut kehendak hati mereka sendiri. Pemerintah Bulgaria telah membentuk sebuah Council, Majlis Agama Islam, mereka diberi wewenang untuk mengeluarkan sertifiket atau surat keterangan seseorang betul atau tidaknya sebagai orang Islam atau mereka mengeluarkan surat izin untuk berdirinya sebuah perkumpulan, setelah memeriksa betul atau tidaknya sebagai perkumpulan ummat Islam yang benar. Bagaimanapun Jema’at sedang berusaha mengajukan izin untuk berdirinya Jema’at kita disana. Sidang pemeriksaanpun sudah berjalan tengoklah bagaimana hasilnya nanti. Semoga Allah Ta’ala menurunkan pertolongan-Nya supaya Jemaat disana bisa terdaftar.

Dari Bulgaria datang sebuah delegasi yang cukup besar untuk menghadiri Jalsah Salanah di Jerman. Diantara mereka banyak sekali orang-orang non-Ahmadi dan juga non-Muslim. Semuanya menyatakan dengan sesunguhnya bahwa katanya, kami baru tahu setelah datang disini bahwa pandangan serta pemahaman Islam yang hakiki adalah yang dikemukakan oleh orang orang-orang Ahmadi. Dan setelah kembali ke negeri kami, kami akan menyampaikan kesan-kesan lawatan kami ke sini dan apa yang telah kami ketahui dan telah kami saksikan disini akan kami sampaikan kepada orang-orang di daerah kami masing-masing. Bahkan saya katakan kepada mereka, usahakanlah disana untuk menjauhkan pemahaman apapun yang salah yang telah disampaikan oleh para mullah disana. Dan sekarang kejujuran menuntut agar apa yang saudara-saudara telah lihat dan apa-apa yang saudara-saudara telah merasakannya serta mendengarnya harus diberitahukan dengan sesungguhnya kepada masyarakat didaerah masing-masing disana.

Banyak diantara mereka mengatakan bahwa di Bulgaria harus dibagikan literatur Jema’at sebanyak-banyaknya. Bagaimanapun disana terdapat beberapa peraturan perizinan untuk menyebarkan buku-buku. Namun saya sudah periksa dan sudah tersedia literatur didalam Bahasa Bulgaria dan beberapa macam literatur sudah tersedia. Bahkan sudah saya katakan kepada Muballigh disana ‑yang sekarang sedang berada disini‑ supaya disediakan literatur bagi mereka juga yang telah datang kesini. Sebab mereka juga baru tahu dan sangat sedikit mengetahui tentang Jama’at Ahmadiyah. Semoga Allah Ta’ala memberi pertolongan kepada Jema’at disana agar secepatnya Jema’at bisa berdiri dengan bebas disana. Disana Jema’at memang sudah ada, namun pemerintah disana telah membatalkan surat izinnya. Semoga usaha-usaha kita sekarang diberkati oleh Allah Ta’ala dan memberi kemajuan yang pesat kepada Jema’at disana. Jumlah para anggota Jema’at di Bulgaria cukup banyak, jumlah orang-orang yang sangat mukhlispun cukup banyak juga, dan keikhlasan mereka itu terus berkembang. Dan mereka mempunyai perasaan yang sangat halus. Kepada siapa Allah Ta’ala memberi taufiq untuk masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah, Dia menanamkan keikhlasan didalam hatinya sehingga mengherankan bagi orang yang menyaksikannya. Demikianlah Allah Ta’ala menzahirkan dukungannya kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sesuai dengan janji-Nya kepada beliau a.s.

Pada tahun yang lalu program mulaqat hanya diberikan kepada kaum ibu saja, namun pada tahun ini Amir Jema’at Jerman telah menetapkan bahwa mulaqat akan diberikan kesempatan kepada kaum lelaki juga. Didalam mulaqat pertama, ada seorang perempuan menyatakan ingin bai’at, umurnya kira-kira 37 atau 38 tahun. Sebelumnya ia telah menerima cukup penjelasan tentang Jema’at namun belum berani bai’at masuk Jema’at. Pada waktu mulaqat itulah ia mengatakan bahwa saya sangat terkesan dengan Jalsah ini dan saya sudah cukup lama mengadakan kontak dengan Jema’at, yang sebelumnya saya merasa sedikit banyak ragu-ragu tentang Jema’at sekarang sudah jelas dan keraguan sudah tidak ada lagi. Oleh sebab itu sekarang hari ini saya ingin segera bai’at masuk Jema’at.

Demikian juga seorang lelaki dari Greek (Yunani) mengatakan, saya sudah punya hubungan dengan Jema’at dan sudah membaca literatur juga. Ketika saya tanya, “perkara apa yang bisa mendekatkan saudara dengan Jema’at ini?” Ia menjawab, seorang teman Ahmadi memberi buku “Filsafat Ajaran Islam” untuk dibaca. Setelah saya baca semuanya, maka gambaran ajaran Islam yang begitu baik telah terbuka di hadapan saya. Dan dengan perasaan emosional dia berkata, saya sudah memutuskan setelah mulaqat ini saya akan masuk ke dalam Jema’at ini. Saya katakan, “Untuk masuk kedalam Jema’at ini harus mengisi borang (formulir) bai’at dulu. Apakah mau mengisi sekarang mengisinya atau nanti ‑sesudah mulakat?” Ia segera menjawab, “Sekarang juga saya ingin mengisinya.” Maka di sana, di hadapan beberapa orang Jema’at Jerman yang sedang berkumpul telah dilakukan bai’at, dan disana ada seorang pemuda juga yang ikut duduk bersama. Dia datang kepada saya dengan memakai pakaian seperti pakaian orang Ahmadi dan berkata, saya juga ingin masuk ke dalam Jema’at ini. Saya berkata kepadanya, “Dari rupa kamu dan pakaian yang kamu pakai, saya lihat kamu sudah menjadi orang Ahmadi.” Dia jawab, “Tidak, saya ini orang Kristen yang mau masuk Jema’at.” Saya katakan, “Tadi kamu sudah bai’at ikut duduk bersama waktu seorang melakukan bai’at, tetapi kamu ini masih kecil kira-kira umur kamu 16 tahun, jangan-jangan nanti orang tua kamu tidak senang kamu bai’at masuk Islam Ahmadiyah. Sekarang fikirlah dahulu dan lihat betul-betul karena kamu akan menghadapi berbagai kesulitan ketika sampai ke rumah.” Dia jawab, “Apapun yang terjadi saya tidak peduli saya sedang mencari kebenaran dan saya telah mengetahui kebaikan dan kebenaran Ahmadiyah, hari ini saya sudah menyaksikan betul-betul tentang Ahmadiyah ini, oleh sebab itu saya ingin menjadi orang Ahmadi.” Di waktu proses pembai’atan suasana penuh dengan rasa haru dan emosi kencintaan. Teman dari Yunani (Greek) yang sudah bai’at sebelumnya dan teman-teman yang lain juga ikut mengulangi perkataan bai’at dengan penuh haru dan tangis.

Pendeknya jika pesan-pesan Islam Ahmadiyah ini betul-betul sampai kepada para pemuda di Eropa, yang alam fikiran mereka sedang dalam keadaan bimbang dan tidak tenang, sebagaimana telah saya katakan didalam pidato saya diwaktu Jalsah, dalam mencari ketenangan fikiran, tentu mereka akan datang kepada Jema’at Ahmadiyah. Dengan syarat pesan-pesan Jema’at atau Islam sejati betul-betul sampai kepada mereka.

Jadi, kita juga harus betul-betul menaruh perhatian terhadap perbaikan diri kita sendiri, supaya kita menjadi contoh-teladan bagi mereka. Dan terhadap kewajiban tabligh juga harus diperhatikan sepenuhnya, supaya bisa membawa dunia dekat kepada Tuhan; agar dapat menyediakan sarana untuk ketenangan fikiran mereka. Setiap orang yang mempunyai fitrat yang bersih yang sedang mencari kebenaran, jika pesan-pesan Islam sampai kepada mereka dengan cara yang benar atau mereka menyaksikan contoh secara praktek (amaliah) maka pasti perhatian mereka akan terpusat kepada Ahmadiyyah. Sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda : “Tugas kita sekarang adalah menyampaikan seruan ke setiap pelosok dunia, siapa yang mempunyai fitrat baik tentu mereka akan mendapat faedah dari padanya. Jadi, suara atau seruan yang kita keluarkan, adalah suara atau seruan khusus yang dengannya Jema’at berusaha memalingkan dunia kearah suara atau seruan itu. Jika seruan itu merupakan perkara yang biasa, tidak akan menimbulkan perhatian dari mana-mana.

Maka, untuk menarik perhatian orang lain, kita juga harus menaruh perhatian terhadap perbaikan diri kita sendiri. Perhatian itu dapat timbul dengan menunjukkan contoh secara praktek atau secara amaliah. Dan apabila seorang penyeru mulai menyampaikan seruan kepada orang-orang, maka ia harus menegakkan suri tauladannya juga yang baik sehingga bisa menarik orang lain. Dan apabila ada fitrat suci mulai menaruh perhatian kepadanya, maka ia pasti akan bersedia untuk menggabungkan diri dengan golongan penyeru itu. Dan dengan masuknya mereka ke dalam Jema’at Ahmadiyah mereka akan merasa telah mendapat sarana untuk mendatangkan ketenangan jiwa mereka. Dan perasaan itulah yang membuat orang-orang yang baru masuk ke dalam Jema’at ini mengeluarkan pernyataan dan kesan-kesan mereka. Sebagaiman telah saya katakan sebelumnya.

Pada tahun ini disebabkan genapnya seratus tahun Khilafat Ahmadiyah, keadaan semarak Jalsah Salanah Jema’at Jerman mempunyai keistimewaan tersendiri dari Jalsah di negeri lain. Jumlah yang hadirnya cukup ramai dan persiapannya begitu khusus dan cukup besar. Para pegawai dan para petugas Jalsah juga sangat giat dan semangat mengelola semua perlengkapan dan persediaan sehubungan dengan Jalsah ini. Sekarang dengan ‑karunia Allah Ta’ala‑ para petugas dan pegawai Jalsah di setiap negara telah mendapat pengalaman yang cukup baik. Betapapun luas dan besarnya persiapan untuk Jalsah tidak menimbulkan kekhawatiran apapun di kalangan Jema’at. Akan tetapi di negara-negara Barat ini apabila persiapan sudah semakin besar, maka para petugas pemerintah semakin menaruh perhatian yang cukup besar terhadap persiapan itu. Seperti yang telah terjadi di Jerman juga. Petugas dari kesehatan dan keamanan sengaja datang untuk memeriksa keadaan dan situasi tempat Jalsah. Pada tahun lalu mereka mengeluarkan peraturan yang cukup keras, sehingga dari jawatan kesehatan dan keamanan itu mengadakan peninjauan secara khas terhadap kebersihan dan terhadap makanan juga. Mereka mengajukan sedikit keberatan terhadap keadaan di Langgar Khana ‑tempat dimana makanan dipersiapkan dan dimasak. Akan tetapi ‑dengan karunia Allah Ta’ala‑ para petugas Jalsah telah berusaha keras menjalankan pekerjaan sesuai dengan standar yang diperlukan oleh pihak jawatan kesehatan dan keamanan itu. Tidak ada keberatan apapun yang sifatnya lebih besar. Dengan karunia Allah Ta’ala dan kita bersyukur kepada-Nya karena Jalsah telah berjalan dengan lancar dan baik sekali, sehingga tidak timbul perkara yang mengkhawatirkan. Dan semoga untuk masa yang akan datangpun Allah Ta’ala senantiasa memberi perlindungan kepada mereka dari perkara yang mengkhawatirkan.

Pada tahun lalu, saya telah menjelaskan sebuah mesin alat pembersih deg (periuk besar) yang diciptakan oleh seorang Ahmadi Jerman, pada tahun ini bekerja sama dengan kedua saudara-saudaranya telah menjadikan mesin itu serba otomatis. Dan yang mengherankan adalah diantara saudara-saudara itu tidak ada seorangpun yang mendapat pendidikan sebagai engineer (baca: insinyur), saudara tertua sedang belajar dibidang Biologi, yang kedua sedang belajar di bidang lain untuk mencapai gelar PhD dan saudara mereka yang paling kecil sedang belajar di Secondary School. Jika belajar dengan baik dan tekun, maka kesempatan untuk mengkhidmati Jema’at di bidang apapun tidak terhambat. Pendeknya mereka ini telah menciptakan sebuah mesin alat pembersih itu menjadi serba otomatis dan computerized washing section (bagian pembersih yang terkomputerisasi ‑red) yang sangat berguna bagi Jema’at. Dengan alat itu deg (periuk besar) yang kotor atau belepotan dengan sisa-sisa minyak yang melekat atau warna hitam yang menyelimuti wajah deg tersebut dalam waktu dua menit dapat dibersihkan kembali sampai cemerlang.

Mereka bertiga sedang merancang mesin alat pembersih itu untuk membersihkan deg-deg di Qadian yang mempunyai bentuk sedikit berbeda dibanding dengan deg di sini (London). Mereka bertekad penuh untuk mempersiapkan mesin itu secepatnya. Semoga Allah Ta’ala memberkati usaha-usaha tiga serangkai saudara itu. Amin! Nama-nama mereka adalah Ataul Mannan Haq, Wadood Haq dan Noorul Haq. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menegakkan keikhlasan dan kesetiaan mereka terhadap Jema’at, dan di masa mendatangpun semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada mereka untuk mengkhidmati Jema’at-Nya dengan lebih baik lagi. Dan setiap kejayaan yang mereka capai, semoga membuat mereka lebih merendahkan diri di hadapan masyarakat. Kadangkala manusia menjadi mangsa takabbur setelah mendapat kejayaan. Namun kita berdo’a semoga Allah Ta’ala menanamkan sifat merendahkan diri di dalam hati orang-orang Ahmadi kita setelah mereka mendapat kejayaan didalam segala usaha mereka.

Pada tahun ini demi menyambut Khilafat Ahmadiyya Jubilee, para Khuddam di Jerman menyelenggarakan sport tournament (turnamen olahraga) pada bulan Maret lalu dengan persiapan-persiapan yang khas; yang mengambil tempat di Manneheim, di tempat Jalasah Salanah biasa diselenggarakan. Sebelum acara turnament dilaksanakan, mereka mengadakan gerakan wiqar-e-amal (kerja bhakti) di tempat itu untuk membersihkan dan mempersiapkan lokasi untuk itu. Para anggota Khuddam dengan semangat dan kerja keras telah mempersiapkan tempat itu sebelumnya dan melengkapi semua persiapan-persiapannya. Dibandingkan dengan tahun-tahun yang lalu, para khuddam tahun ini lebih cepat menyelesaikan program wikar-e-amal mereka. Dengan karunia Allah Ta’ala mereka bekerja sangat giat sekali disetiap tempat dimana mereka melakukan wiqar-e-amal itu.

Markee (tenda-tenda) untuk Jalsah juga, Jema’at Jerman sendiri yang memasangnya. Pekerjaan untuk memasang tenda-tenda itu memerlukan kerja keras, keterampilan dan kecekatan yang cukup. Kadangkala ada juga diantara mereka, ada yang terkena pukulan benda-benda keras itu sewaktu memasang kerangkanya. Akan tetapi dengan semangat dan tekad yang kuat mereka tidak menghiraukan hal itu, mereka terus melaksanakannya sampai selesai. Dengan tidak menunjukkan keluhan apapun, mereka terus melakukan pekerjaan sampai beberapa hari berturut-turut. Banyak dari antara mereka yang tidak mendapat kesempatan untuk tidur atau istirahat yang cukup. Selama 36 jam mereka mengerjakan tugas itu.

Sesudah Jalsah selesai, mereka harus membongkar kembali tenda-tenda itu. Pekerjaan itu juga cukup susah dan memerlukan kesabaran dan tanggung jawab yang berat. Mereka harus mengerjakan kebersihan, membereskan tenda-tenda yang sudah dibuka dan lain sebagainya. Semoga Allah Ta’ala memberi pembalasan yang berlimpah kepada semua pegawai dan relawan Jalsah itu. Sungguh mereka itu patut mendapat ucapan syukur dan terima kasih yang sebanyak-banyaknya dari kita semua.

Orang-orang yang datang untuk menghadiri Jalsah setelah mereka mendengarkan ceramah-ceramah, kemudian mereka pergi bergegas pulang apabila acara-acara Jalsah itu sudah selesai. Mereka tidak merasakan bagaimana susahnya mempersiapkan tempat-tempat sesuai dengan standar yang diperlukan, kemudian tempat-tempat itu diatur dan dibersihkan dahulu lalu dirapikan keadaannya, untuk itu diperlukan kerja keras dan waktu yang cukup lama. Mereka ini adalah pasukan tentara Jema’at Hadhrat Masih Mau’ud a.s. yang untuk mengurbankan jiwa raga mereka; demi mengkhidmati para tamu Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sudah menjadi sifat dan adat kebiasaan mereka yang terpuji. Jika disebabkan alasan tertentu mereka tidak diberi tugas untuk mengkhidmati para tamu Hadhrat Masih Mau’ud a.s. ini, tentu hati mereka akan dipenuhi dengan rasa kegelisahan. Mereka inilah orang-orang yang disebabkan mempunyai kesetiaan dan kecintaan terhadap Khilafat, mereka setiap saat selalu siap menyambut seruan Khalifah-e-waqt. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan ganjaran kepada mereka semua, dan semoga Dia memberkati jiwa-raga dan harta benda mereka. Amin!

Seperti halnya di Jalsah Salanah London, di sini (di Jerman) juga terdapat kesan-kesan dari pihak non Ahmadi dan juga dari pada orang-orang non Islam. Di negara-negara lain juga diadakan Jalsah Salanah, disana juga ada kesan-kesan yang disampaikan oleh pihak luar yang menghadiri Jalsah itu. Di Jerman juga banyak orang-orang ghair Ahmadi yang menyatakan kesan-kesan sehingga membuat kita heran mendengarnya. Mereka merasa kagum dan heran menyaksikan para pemuda dan orang-orang dewasa serta orang-orang tua lelaki maupun perempuan termasuk anak-anak kecil umur 7-8 tahun begitu senang dan gembira serta penuh dedikasi melaksanakan tugas-tugas pengkhidmatan para tamu mereka. Dan walaupun begitu lamanya mereka melaksanakan tugas-tugas itu namun tidak nampak sedikitpun perasaan susah atau gelisah, bahkan dari wajah mereka nampak rasa gembira dan senang hati; mereka melaksanakan pengkhidmatan para tamu itu. Kemudian mereka terkesan oleh suasana persaudaraan yang nampak mesra diantara sesama para peserta Jalsah. Hal itu memang merupakan keistimewaan orang-orang Ahmadi sangat erat persaudaraan antar sesama mereka. Dan memang harus demikian. Sebab salah satu tujuan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengadakan Jalsah Salanah supaya diantara para anggota Jema’at terjalin hubungan persaudaraan yang sangat erat. Hal itu sangat mengesankan para pemerhati yang datang dari luar Jema’at, Di Jerman banyak orang-orang datang dari luar yang menyatakan demikian dihadapan saya. Dan mereka merasa heran juga menyaksikan pertemuan yang begitu besar dan ramai namun seorang pun polisi tidak nampak untuk melakukan penjagaan. Mereka menjalankan semua program-program dengan aman dan damai. Tentang ini apa yang harus kita sampaikan kepada mereka. Sesungguhnya itulah keadaan yang menunjukkan revolusi suci ruhani yang telah di tanamkan di dalam diri kita oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Kita katakan kepada mereka, jika kalian masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah tentu keadaan kalian juga akan mengalami seperti itu. Sebab untuk menciptakan suasana seperti itu Hadhrat Masih Mau’ud a.s. secara berterusan memberi tarbiyyat dan memberi dorongan kepada kita. Setelah beliau wafatpun para Khalifah beliau selalu mengingatkan dan menganjurkan kita kearah itu.

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. bersabda: “Memperbaiki akhlak manusia sungguh pekerjaan yang sangat sulit. Sepanjang manusia tidak mengadakan peninjauan terhadap dirinya sendiri manusia tidak bisa menjadi baik. Keburukan akhlak melalui mulut saja bisa menimbulkan permusuhan dan peperangan. Oleh sebab itulah manusia setiap saat harus menjaga mulutnya.” Selanjutnya sambil memberi nasihat beliau bersabda: “Maka harus ada peraturan yang patut dijalankan bahwa yang lemah harus ditolong dan diberi kekuatan kepadanya. Didalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman :

 وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٲنِ‌ۚ

‑wa ta’âwanû ‘alal-birri wat-taqwâ, wa lâ ta’âwanû ‘alal-itsmi wal-‘udwân‑

Artinya : Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, janganlah kamu tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. (Al Maidah : 3)

Sebuah Jema’at tidak bisa dikatakan Jema’at yang benar jika orang-orang yang lemah tidak ditopang dengan dukungan yang kuat kepadanya. Dan ikhtiar yang dijalankan untuk itu harus secara diam-diam dan ditutup-tutupi. Para sahabah telah mendapat pendidikan dari Hadhrat Rasulullah saw bahwa apabila seseorang melihat kelemahan orang yang baru masuk Islam, maka tidak boleh ada orang yang menyebarkannya kepada yang lain. Sebab kalian juga dahulu lemah seperti itu. Dengan demikian penting sekali orang besar harus mengkhidmati yang kecil. Dan berlakulah kepadanya dengan lemah-lembut dan penuh kecintaan. Ingatlah tidak ada sebuah Jemaat hakiki yang merampas hak orang lain. Selanjutnya beliau bersabda:

“Sebuah Jema’at baru dikatakan sebuah Jema’at yang benar apabila sebagian dari mereka saling berlaku simpati dengan sebagian lainnya dan saling tutupi kelemahan orang lain. Jika keadaan sudah menjadi seperti itu, baru mereka menjadi sebuah wujud yang terpadu seperti keadaan anggota badan manusia. Dan setiap orang menganggap saudaranya lebih baik dari pada dirinya sendiri. Sekarang kalian sudah menegakkan silsilah persaudaraan yang baru, dan telah terputus dengan silsilah persaudaraan yang lampau. Allah Ta’ala telah menjadikan kalian sebuah kaum yang baru, didalamnya tergabung orang-orang miskin, orang-orang kaya, pemuda orang tua dan anak-anak, semua tergabung menjadi satu didalamnya. Jadi, kewajiban orang-orang lemah dan miskin adalah, mereka harus menghargai kedudukan saudara-saudaranya yang terhormat dan harus menghormati mereka sebagaimana mestinya. Dan kewajiban orang-orang kaya adalah, menolong orang-orang miskin dan lemah. Dan jangan menganggap mereka hina karena fakir dan miskin karena mereka juga adalah saudara-saudara mereka semuanya.”

Jadi, itulah pendidikan yang telah diberikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita. Dan itulah sebabnya pendidikan ini harus diteruskan kepada generasi yang akan datang secara terus-menerus dan menjadikannya sebagai sarana untuk perbaikan diri kita sendiri juga. Maka orang-orang yang mengikuti pendidikan seperti itulah yang bisa melakukan saling hormnat-menghormati dan saling cinta-mencintai satu sama lain. Dan khususnya didalam kesempatan ketika mereka sedang berkumpul demi mencari keridhaan Allah Ta’ala. Dan semua pendidikan itu harus diingat oleh setiap orang Ahmadi, supaya mutu akhlak mereka semakin tinggi. Dan wujud kita menjadi daya tarik bagi perhatian orang-orang lain. Dan hal itu akan menjadi sarana tabligh juga bagi kita.

Pada Jalsah tahun ini diterima laporan yang sangat baik dari pihak Jalsah Gah kaum ibu. Kejadian tahun lalu yang telah mengecewakan, mereka telah minta maaf dengan ikhlas dan penuh kesetiaan. Disebabkan sekatan yang dikenakan pada tahun yang lalu itu Kaum Ibu mendapat kesempatan untuk membaca istighfar sebanyak-banyaknya. Mereka telah mengirim surat permohonan ma’af yang sangat menakutkan dan mengetuk perasaan didalam hati. Dan mereka telah mengeluarkan suara hati nurani mereka dengan sesungguhnya. Pada umumnya apa yang telah terjadi pada waktu itu yang telah dilakukan oleh kebanyakan kaum Ibu telah mereka buktikan sendiri dengan jelas. Langkah seperti itulah yang bisa menggerakkan hati manusia untuk bersyukur dan merendahkan diri, dan hal itu telah membuktikan bahwa Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. sebuah Jema’at yang sangat dicintai, yang setiap saat siap menyambut seruan dari pada Khalifa-e-waqt. Tidak ada seorangpun yang dapat menciptakan sebuah Jema’at seperti itu kecuali orang yang hatinya selalu menyerah dan merendahkan diri di hadapan Allah Ta’ala. Maka hal itu semua membuktikan bahwa hanya Jema’at inilah yang boleh dikatakan sebuah Jema’at yang hakiki, yang untuk menciptakannya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah datang ke dunia, yang pada zaman ini beliau telah ditugaskan oleh Tuhan untuk menyampaikan ajaran Islam yang sejati keseluruh pelosok dunia.

Pada hari terakhir Jalsah Salanah itu terdapat kesan-kesan di pihak kaum bapak dan kaum ibu yang menonjol terhadap Khilafat lebih baik dari tahun yang sudah berlalu. Dan suasananya sangat emosional. Disana seorang Ahmadi telah memberi tahu kepada saya katanya, pada tahun ini nampak kepada saya suasana kecintaan terhadap Khilafat sangat berbeda dari dibandingkan tahun-tahun yang sudah lampau. Dan apa yang ia katakan sungguh benar. Saya juga telah bertanya kepada seorang Ahmadi Jerman, apakah anda merasa bahwa acara pada hari terakhir ini ada kelebihan dari tahun yang sudah lampau? Dia dengan cepat menjawab bahwa pengertian dan pemahaman tentang kedudukan Khilafat dan timbulnya hubungan yang khas dengan Khilafat jauh lebih cemerlang dari tahun yang sudah-sudah dan hal itu semua secara terbuka sangat nampak dengan jelas. Katanya, saya sendiri merasakannya demikian.

Topik-topik berkenaan dengan Khilafat Jubilium telah diuraikan dengan cara yang baik dan sangat dalam sehingga banyak sekali para pendengar yang merasa puas dengan pemahaman mereka. Semua acara yang berkaitan dengan perayaan seabad Khilafat Ahmadiyah itu telah mengundang perhatian penuh semua peserta Jalsah. Semoga Allah Ta’ala meningkatkan terus keadaan seperti itu. Dan semoga setiap Ahmadi mampu memperoleh martabat tinggi dalam kebaikan dan taqwa, martabah mana Hadhrat Masih Mau’ud a.s. selalu mengharapkannya dari para anggota Jema’at beliau. Dan hal itu yang selalu diusahakan dan dianjurkan oleh para Khalifah beliau juga untuk mencapainya.

Didalam Risalah Alwasiyyat, Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda: “ Hendaknya kamu juga mengambil bahagian dari Ruhulqudus itu untuk berkasih sayang kepada sesama makhluk dan untuk membersihkan jiwamu. Sebab taqwa sejati tidak akan tercapai tanpa Ruhulqudus. Ambillah jalan keridhaan Tuhan sambil meninggalkan kehendak-kehendak nafsu, yaitu jalan yang tidak ada yang lebih sempit dari itu. Janganlah kamu mabuk oleh kelezatan dunia, karena semuanya akan menjauhkan kamu dari Tuhan.”

Pada kesempatan itu di Jerman ‑sehubungan dengan Seabad Khilafat Ahmadiyah‑ telah dipertunjukkan pameran gambar-gambar, usaha mereka itu sangat baik sekali. Pendeknya dengan karunia Allah Ta’ala secara keseluruhan Jalsah Salanah Jema’at Jerman juga banyak meraih barkat dari Allah Ta’ala. Semoga Allah Ta’ala melimpahkan ganjaran kepada semua para petugas dan para karyawan Jalsah dan semoga Allah Ta’ala meningkatkan keikhlasan serta kesetiaan mereka dan meningkatkan kebaikan serta ketqwaan mereka dan semoga mereka lebih dalam lagi memahami maksud dan tujuan kehidupan mereka didunia ini.

Sekarang saya ingin memohon do’a dari saudara-saudara berkenaan dengan keadaan Jema’at di beberapa tempat di dunia. Di banyak daerah dalam negara Hindustan sedang terjadi penyerangan keras terhadap Jema’at Ahmadiyah. Di Hyderabad, provinsi Dakkan dalam peristiwa Jalsah Jubilium Khilafat Ahmadiyah para penentang membuat kerusuhan yang sangat gaduh dan kacau. Sejak dilakukan persiapan-persiapan untuk perayaan Jalasah itu mereka mulai mengadakan unjuk rasa dan mulai menyerang dan merusak aset-aset Jema’at. Sehingga di beberapa tempat, acara Jalsah tidak dapat dilangsungkan. Dan beberapa hari yang lalu di Saharanpur, India orang-orang Ahmadi telah diserang dan dipukuli dan rumah-rumah serta harta orang-orang Jema’at disana telah dihancurkan. Mereka telah berusaha membakar rumah-rumah orang-orang Jeama’at. Semua kejahatan itu dilakukan oleh orang-orang Islam sendiri, bukan oleh orang-orang Hindu sekalipun daerah itu mayoritas penduduknya adalah orang-orang Hindu. Mereka tidak melakukan apa-apa. Melainkan orang-orang yang menamakan diri orang Islam telah melakukan kezaliman itu mengatas namakan Tuhan. Disana tiada lain para Mullah sendiri yang telah menghasut masyarakat Islam untuk berbuat kezaliman itu. Beberapa orang Ahmadi telah dipukuli secara brutal dan membabi buta, sehingga mereka telah menderita luka-luka parah akhirnya mereka dibawa ke rumah sakit dan dirawat disana. Semua yang telah menjadi korban penganiayaan itu adalah orang Ahmadi baru, belum lama bai’at masuk ke dalam Jema’at ini. Akan tetapi dengan karunia Allah Ta’ala mereka semua orang-orang yang beriman kuat dan teguh. Mereka telah menerima Hadhrat Masih Mau’ud as. yang telah dijanjikan kedatangannya oleh Hadhrat Rasulullah saw. Semua orang Ahmadi itu telah dievakuasi dari sana dan mereka sekarang dalam keadaan selamat. Mereka diangkut ke Qadian dan diantara mereka ada yang dirawat di Rumah sakit. Akan tetapi rumah dan harta mereka sudah dihancurkan. Orang-orang zalim itu melancarkan kezaliman, karena mereka mengira orang-orang ini baru masuk Jema’at Ahmadiyah, mereka fikir dengan tindakan aniaya itu mereka akan takut dan lari meninggalkan Ahmadiyah. Akan tetapi disebabkan kezaliman itu ada sebuah keluarga hanya bapaknya masuk Ahmadiyah yang lainnya tidak, kemudian mereka berbuat kekezaman terhadapnya, maka mereka telah menyaksikan bagaimana kuatnya iman orang tua itu. Melihat keadaan demikian anak-anak yang sudah dewasa didalam keluarga itu terang-terangan mengumumkan, kami juga orang-orang Ahmadi. Disebabkan kezaliman mereka itu sepuluh buah rumah telah hancur, namun ada 15 buah rumah lagi dikampung itu segera masuk Ahmadiyah setelah menyaksikan kebrutalan orang-orang Islam radikal itu. Oleh karena iman para Mullah itu tidak mempunyai hakikat apa-apa hanya merupakan pertunjukan belaka oleh sebab itu mereka memandang orang-orang Ahmadi tidak ada hakikat apa-apa. Mereka tidak tahu setelah mereka masuk Ahmadiyah dari antara golongan mereka sendiri yang mempunyai fitrat baik, keadaan mereka telah berobah menjadi sangat baik.

Demikian juga di beberapa daerah lainnya di Hindustan yang mayoritas pendudknya Muslim, disana terjadi tindak kekerasan terhadap orang-orang Ahmadi. Demikian juga di Pakistan, sekarang telah mulai lagi kegiatan anti Ahmadiyah. Di kota Lahore, di sebuah pusat Ahmadiyah, polisi telah menghapus kalimah toyyibah, demikian juga beberapa hari yang lampau sebuah masjid di Kunri telah dilempari dengan batu dan dirusak oleh pihak lawan Ahmadiyah, kemudian rumah-rumah orang Ahmadipun disana telah dihujani dengan batu pula oleh muslim radikal disana. Sebenarnya para penentang Ahmadiyah itu merasa kesal dan geram karena mereka melihat keadaan Ahmadiyah ini, sekalipun banyak orang-orang Ahmadiyah telah dianiaya dan rumah-rumah mereka sudah dihancurkan, namun setiap hari Ahmadiyah mendapat kemajuan terus-menerus. Di setiap tempat di seluruh dunia sambil memperingati Seabad Khilafat Ahmadiyah mereka giat menyelenggarakan Jalsah Salanah. Mereka menyadari bahwa semakin banyak Ahmadiyah dilawan, dianiaya, Jema’at Ahmadiyah semakin maju terus setiap hari.

Pendeknya, sekarang telah jelas; di pandangan para penentang Ahmadiyah bahwa apa yang terjadi diatas Ahmadiyah adalah merupakan takdir dari Allah Ta’ala, bahwa gerak langkah Jema’at Ahmadiyah akan terus-menerus maju, insya Allah! Tidak akan ada yang mampu menghadang Ahmadiyah. Hai para penentang! Nasib apa yang akan terjadi pada kalian? Mereka sendirilah yang akan megetahui atau Tuhan sendiri Yang Mahatahu, nasib bagaimana yang akan dihadapi oleh mereka itu.

Banyak-banyaklah memanjatkan do’a secara khas bagi orang-orang Ahmadi yang teraniaya itu. Semoga Allah Ta’ala segera menunjukkan nasib akhir orang-orang zalim itu. Hadhrat Masih Mau’ud a.s bersabda: “Janganlah kalian mengira bahwa Tuhan akan menyia-nyiakan kalian. Kalian adalah sebuah biji yang telah ditanam didalam bumi. Tuhan telah berfirman, biji ini akan tumbuh lalu berbunga kemudian akan berbuah. Dan dari pohon itu akan tumbuh dahan-dahan dari setiap arah dan akan menjadi sebatang pokok yang sangat besar. Maka mubaraklah mereka yang beriman kepada firman Tuhan ini. Dan tidak merasa takut terhadap ujian yang akan terjadi ditengah-tengah mereka.”

Maka keadaan iman orang-orang Ahmadi menjadi semakin kokoh kuat. Dengarlah setiap ucapan para penentang itu. Di waktu Jema’at masih berupa sebuah tanaman yang sangat lemah dan rawan, sejak itu pula Allah Ta’ala menjaganya. Tiada serangan mereka yang berhasil dalam usaha melumpuhkan Ahmadiyah. Sekarang ‑dengan karunia Allah Ta’ala‑ Ahmadiyah telah menjadi sebatang pohon yang kukuh kuat. Dan sekarang juga berada dibawah perlindungan Allah Ta’ala. Dan di masa mendatangpun hanya Tuhanlah Yang akan menjaganya. Sejak dahulu dengan adanya fitnah dan percobaan-percobaan itu Jema’at ini mendapat kemajuan terus tanpa berhenti. Dan dimasa depan juga Allah Ta’ala akan menjaganya terus, insya Allah.

Akan tetapi ingatlah kalian semua wahai para penolak kebenaran! Semua kekuatan kalian akan hancur. Oleh sebab itu sadarlah kalian, jangan menggali lubang kehancuran sendiri! Semoga Allah Ta’ala memberi akal sehat kepada mereka!

 Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri