Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih Ar-Rabbi ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

11 Februari 2005, di Masjid Baitul Futuh, Modern, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

 

قُلْ لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا تَلَوْتُهُ عَلَيْكُمْ وَلَا أَدْرَاكُمْ بِهِ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya? Yunus 17

           Para nabi yang dibangkitkan di dunia ini, dengan  mengambil  refrensi dari kehidupannya    di masa  lampau,  mereka  mengatakan  pada orang-orang dan  memberikan tantangan pada orang-orang sebangsanya  bahwa kehidupannya   yang  berlalu di hadapan kaumnya ,  di dalam itu karakter   manapun  yang  nampak  pada kaumnya  atau yang telah nampak   akan  nampak oleh kaumnya   bahwa mereka  /para nabi selamanya tegak dalam  kebenaran dan telah berupaya  menegakkan kebenaran (dalam hidupnya). Dan standar  yang paling tertinggi sifat itu adalah nampak pada diri   nabi  kita Rasulullah saw . Setiap saat kehidupan beliau  adalah bersinar    dengan budi pekerti  luhur. Setiap amal dan perilaku  beliau  sebelum mendakwakan kenabian   dihiasi   dengan kejujuran  dan senantiasa mengatakan tutur  kata yang benar. Oleh karena itu dengan memberikan  refrensi  akhlak beliau yang luhur itu  Allah  menegur orang-orang kafir  di dalam ayat yang saya tilawatkan  berfirman : Katakanlah  olehmu bahwa  jika Allah menghendaki maka saya tidak akan membacakan kepadamu dan Allah tidak akan memberitahukan kepadamu akan hal itu. Maka  sebelum kerasulan itu   saya telah melewatkan umur begitu panjang diantara kalian, apakah kalian tidak menggunakan akal ?  Kalian melontarkan tuduhan kepada saya   bahwa  kenabian  yang saya dakwakan ini adalah salah, dusta dan mutlak saya tidak dibangkitkan dari  Allah, seperti orang-orang duniawi  hanya untuk kemasyhuran semata saya  mendakwakan diri supaya kalian dengan cara apapun  mengakui saya sebagqai pemimpin kalian atau setelah bosan  kalian  membuat persyaratan dengan saya. Jadi dengarlah,  saya tidak ada urusan  dengan  keributan  seperti itu; saya tidak  tertarik dengan urusan dunia seperti itu. Jika barang-barang ini  ini saya kehendaki maka saya akan memberitahukan kepada kalian apa yang kalian inginkan, dan saya menyenangkan kalian. Lalu kalian tidak akan menjadi orang-orang yang keberatan kepada saya dan segera kalian akan menjadi orang-orang yang memberikan kedudukan itu kepada saya. Tetapi saya  menyampaikan amanat kebenaran  yang diturunkan kepada saya. Oleh karena itu jangalah kalian bertengkar   dengan saya terkait dengan itu. Jika Allah tidak ingin menyampaikan amanat ini kepada kalian,  maka saya sama sekali tidak akan mengatakan kepada kalian hal   yang Allah telah ajarkan kepada saya  dan saya telah memberitahukan itu kepada kalian. Kalian melihat saya dengan pandangan meragukan bahwa mungkin semua ini  saya rekayasa  dari diri saya sendiri. Sadarlah,saya  tinggal sejak waktu yang lama  diantara kalian. Itu  bukanlah waktu selama  dua  tahun atau empat tahun, bukan sepuluh dan dua puluh tahun   kendati   ini adalah sangat cukup untuk mempelajari bagaimana kondisi karakter  seseorang.  Tetapi di dalam (umur muda) itu dapat dikatakan  bahwa umur masa  muda terjadi kondisi hati yang turun naik, belum mapan. Bersabda bahwa keadaan  saya yang merupakan  umur masa muda  inipun telah berlalu dan telah memperoleh umur selama 40 tahun dan semua masa itu telah saya lewatkan di hadapan kalian.  Ini adalah merupakan umur saat masa itu menurun. Kehidupan umur saya selama 40 puluh tahun  ada di hadapn kalian. Saya tidak pernah dalam urusan apapun,  jangankan berdusta bahkan sedikitpun saya tidak bergeser dari kebenaran dan kejujuran,sedikit pun saya tidak pernah mundur dari kebenaran. Kini dalam umur ini,  apakah  mungkin supaya kalian menjadikan saya  pemimpin kalian saya harus berdusta  pada Allah?

           Jadi inilah kesaksian yang sangat luhur  yang Allah wahyukan lalu  dengan perantaraan beliau Allah sampaikan kepada orang-orang kafir  dan sampaikan kepada dunia bahwa  sedikit sadarlah, kenapa  kalian tidak menggunakan akal kalian, apa yang terjadi dengan akal kalian.  Hari ini pun orang-orang yang tidak mengimani  Al-Quran  diantara mereka ada yang  tidak ada lagi pekerjaan mereka kecuali melontarkan kritikan  kepada Islam dan pendiri Islam. Mereka dapat mengatakan  bahwa  kalian ini memperlihatkan dari Al-Quran, kami kan tidak mengimani   bahwa ini adalah kitab yang diilhamkan. Kalian menjadikannya  sebagai cerita lalu kalian sendiri yang memberikan kesaksian akan hal itu. Jadi bagi orang-orang   seperti itu hendaknya sekurang-kurangnya  dengan fakta-fakta  dan dari peristiwa-pristiwa  yang nyata  hendaknya menyelidiki  kebenaran itu.

Beliau telah lewatkan begitu lama   di antara  orang-orang kafir  dan  pendakwaan yang begitu  besar  yang beliau sajikan  di hadapan orang-orang kafir  bahwa di hadadapan kalian   kehidupan saya nyata,  renungkalah itu. Atas hal itu orang-orang kafir Mekah tidak pernah muncul orang  melakukan protes  bahwa kamu hai Muhammad  berdusta atau  waktu-waktu  anu kamu tidak berdusta ? (Apakah) itu pernah diingatkan kepada beliau ? Satupun tidak ada contoh / misal yang didapatkan seperti itu  bahwa orang-orang kafir menolak  dalil  yang Rasulullah saw   telah kemukakan atau ada yang  menolak atas hal itu.  Sebaliknya beliau dikatakan orang yang paling jujur. Seperti itu ada beberapa misal saya akan sajikan, tetapi sebelum itu  ada sebuah kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s.

Beliau bersabda: “Para nabi merupakan  orang-orang  yang menyajikan bukti pengakuan secara keseluruhan kaumnya terhadap kesempurnaan kejujuran dirinya lalu kepada   musuh-musuhnya pun mereka melakukan tuduhan /tantangan,  sebagaimana  yang tertera  dalam  Al-Quran  dari pihak Hadhrat Khatamu anbiya saw. Dimana Dia berfirman:

 فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Katakanlah: “Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya ? (Yunus 17)  Yakni, saya bukanlah orang yang berdusta  dan mengada-ada . Lihatlah, saya selama 40 tahun sebelumnya tinggal diantara  kamu.Apakah kalian telah membuktikan kedustaan saya atau saya sebagai orang yang mengada-adakan. Kemudian apakah sedemikian  pun kalian tidak dapat mengerti, yakni dapat memetika pemahaman  bahwa   seorang yang sampai hari ini tidak pernah berdusta dalam corak apapun,  maka    hari ini kenapa dia  mulai berdusta atas nama Tuhan. Singkat kata peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam  umur para nabi  dan  keselamatannya sedemikian jelas dan itu telah terbukti ” yakni jelas dan sudah terbukti. “Jika semua perkara-perkara (dalil-dalil)  itu dikesampingkan  dan hanya memperhatikan  peristiwa-peristiwa /kesucian hidupnya   maka kebenarannya akan menjadi terang dari peristiwa-peristiwa jalan hidupnyaitu. Misalnya, jika ada seorang pengarang dan seorang yang bijak  tampa dengan  semua dalil-dalil dan keterangan-keterangan  kebenaran Rasulullah saw yang tertulis dalam kitab ini hanya   memperhatikan kehidupan beliau yang suci saja   maka tampa dirakgukan lagi dengan memperhatikan  kondisi-kondisi kehidupan beliau saja  akan yakin dari hatinya  akan benarnya beliau (saw) sebagai nabi yang benar  dan kenapa dia  tidak menjadi yakin,  peristiwa-peristiwa dalam kehidupan beliau diliputi  dengan kebenaran  dan kesucian  yang sempurna   sehingga kalbu para pencari kebenaran akan dengan sendirinya ditarik  ke arah itu. Barahin Ahmadiyah,  Ruhanihazain jilid I hal.107-109 Edisi Baru

           Ini beliau sabdakan di dalam Barahin Ahmadiyah. Walhasil, untuk selanjutnya hal-hal yang lain saya tidak akan  terangkan. Kini saya akan terangkan beberapa pristiwa  itu dari segi hadis-hadis yang dari mana setiap kalangan  masyarakat telah memberikan pengakuan dan memberikan  kesaksian akan kebenaran beliau. Yang di dalamnya baik   keluarga di rumah, mitra bisnis, para sahabat  maupun  musuh sekalipun memberikan kesaksian    bahwa beliau  adalah  manusia yang benar  yang  tampa melebih-lebihkan dulunya kami mengatakannya  sebagai manusia  yang paling benar  dan kinipun kami mengatakan itu.

Di awal masa muda beliau lah terdapat sebuah  kesaksian orang –orang Quraisy Mekah  yang mana mereka  telah memberikan kesaksian bahwa beliau sebagai orang yang paling  benar dan paling jujur yang dapat dipercaya. Terdapat sebuah  peristiwa  pada saat pembangunan kembali Kakbah, yakni   tatkala  terjadi perselisihan diatara suku-suku  Arab   siapa yang paling berhak   untuk  meletakkan  Hajarul aswad pada tempatnya yang semula dan  karena merucingnya   perselisihan itu   hampir-hampir  terjadi  perang dan perkelahian diantara mereka dan  hingga  empat lima hari tidak ada penyelesaian /solusi  yang dapat diambil. Kemudian dari antara mereka seorang yang bijak bernama Abu Umayah bin Abi Mugirah  bin Abdullah bin Umar  bin Makhtum memberikan sarannya. Beliau ini  adalah seorang yang paling lanjut usianya diantara mereka  dan banyak memiliki  pengalaman. Pada umumnya orang tua senantiasa  mengambil  tindakan  dengan sikap penuh pertimbangan. Dia  memberikan musyawarah  bahwa tidak perlu terjadi  perselisihan,  ambillah keputusan bahwa besok siapa yang paling pertama masuk ke Baitullah ,maka apa  keputusan   yang dia akan diambilnya itu yang akan diterima.  Semua merasa senang  atas usul itu dan   semuanya menerimanya. Pada hari berikutnya  mereka melihat  bahwa orang yang pertama  masuk  ke Baitullah  adalah Rasulullah saw. Maka tatkala  mereka melihat Rasulullah saw , mereka mengatakan

هذا الامين – haa dzal amiin ini adalah orang yang jujur. Kita menjadi bahagia karena ini adalah Muhammad (saw.) Dengan demikian  tatkala  Rasulullah saw  sampai kepada mereka dan orang-orang Quraisy   memberitahukan   mengenai perselisihan meletakkan Hajarulaswad. Ketika saat  untuk meletakkan Hajarulaswad tiba   maka Nabi Saw  bersabda, bawalah kepada saya  sehelai kain. Maka kepada beliau diberikan  sehelai kain. Rasusulullah saw membentangkan kain itu  dan meletakkan Hajarul asawad itu di atas kain itu. Kemudian beliau bersabda    kini setiap pemuka suku  peganglah satu sudut  kain itu  lalu  semua bersama-sama mengangkat Hajarul aswad itu. Sesuai dengan itu  mereka  melakukan seperti  itu. Sehingga tatkala  Hajarulaswad  sampai pada tempatnya dimana itu harus diletakkan,maka Rasulullah  saw meletakkan Hajarulaswad itu dengan tangan beliau pada tempatnya. Assiratunnabawiyyah li ibni Hisyam  isyaaratu abi  umayyata bitahkiimi  awwali daakhilin  fakaana Rasulullah saw

           Jadi,  pada saat itu serupa itulah orang-orang kafir, pemuka-pemuka   Quraisy  mengatakan beliau saw sebagai seorang yang  amin/jujur. Ini  merupakan kisah yang  jauh sebelum pendakwaan beliau, merupakan kisah di masa muda beliau. Dan seorang yang amin pun adalah yang tegak dalam kebaikan. Tidak pernah terjadi ada seorang pendusta  menjadi seorang yang jujur. Oleh karena itu lihatlah, dari peristiwa itu beliau memiliki kedudukan yang istimewa  di kalangan para pemimpin Quraisy. Jika beliau seperti orang –orang duniawi   ingin mencari kedudukan untuk menduduki jabatan sebagai pemimpin  maka akibat dari martabat atau kedudukan yanga beliau telah capai itu  beliau dapat meraih semua itu. Tetapi beliau  tidak ada nia dan tujuan untuk  perkara atau barang seperti itu.

Kemudian perhatikanlah kisah  sehari- hari  di masa muda  yang beliau jalani.  Setelah Hadhrat Khadijah r.a mendengar  prihal  kebenaran tutur kata, kejujuran  dan keluhuran budi pekerti  beliau (saw) maka beliau (r.a) memberangkatkan  beliau saw untuk berniaga dengan  memberikan  hartanya kepada  beliau saw. Dalam  perjalanan itu Maisarah sahaya beliau r.a juga ikut bersama   beliau saw. Pada saat kembalinya Maisarah meceriterakan ihwal  perjalanan beliau saw. Setelah mendengar kisah perjalanan itu Hadhrat Khadijah sangat terkesan   dengan kisah perjalanan  itu. Maka kemudian  beliau menyuruh mengirim pinangan  kepada Rasulullah saw. Beliau terkesan karena beliau ( saw )  sangat memperhatikan ikatan tali kekerabatan, terpandang di kaum /dalam masyarakat ,seorang yang jujur dan memiliki budi pekerti  yang luhur  serta  senantiasa berkata benar. Assiratunnabawiyyah  liibni Hisyam  hal 149

           Jadi standar  tinggi kebenaran dan kejujuran beliau telah  tegakkan di masa muda beliau pada waktu itu; dan dalam perjalanan bisnis itulah beliau telah perlihatkan kepada mitra-mitra bisnis beliau. Dan sahaya yang bersama beliau pun  tidak bisa tidak  harus terpengaruh dengan budipekerti itu dan  menjadi pencinta beliau saw. Begitu  kembali dari perjalanan itu Maisarah  memberitahukan kepada  majikannya  bahwa betapa jujur  dan benarnya tutur kata orang itu (Muhammad saw).

          Kemudian kesaksian istri.  Istri-istri yang merupakan pemegang rahasia  baik buruknya perilaku suaminya,  merekalah  yang dapat memberikan kesaksian akan kondisi  rumah tangga dan urusan-urusan   keseharian; kesaksian mereka  itulah yang bisa dipegang  dan  memiliki nilai bobot yang dapat dijadikan standar.  Nah, berkaitan dengan itu pun   tertera dalam sebuah riwayat  Hadhrat Ummul mu’minin,  Hadhrat Aisyah dalam menyebutkan berkaitan dengan turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah saw  meriwayatkan  (  riwayat ini  cukup rinci ) bahwa Rasulullah saw menyebutkan akan kerisaudan beliau kepada Umumul-mu’minin Hadhrat Khadijah pada saat turunnya wahyu pertama. Maka seraya menghibur  kepada beliau Hadhrat Khadijah berkata kapada beliau:

كلا ابشر فوالله  لا يخزيك الله ابدا انك لتصل الرحم و تصدق الحديث

 Kalla innallaah laa yukhziikallaahu  abada innaka latashilurrahima wa tashduqul hadiist.  Yakni tidaklah seperti apa  yang Tuan   fikirkan. Selamat sejahtera atas Tuan. Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakan Tuan. Tuan menyambung tali ikatan silaturrahmi  dan senantiasa berkata benar  dan berprilaku dan berbudi pekerti  yang benar. Bukhari kitabutta’biir  awwalu bab maa bada’a bihi Rasulullaah saw  minal wahyi arru’ya shaalihah.

          Kemudian perhatikanlah kesaksian sahabat  beliau. Sahabat  yang dari sejak kecil bermain bersama-sama, tumbuh remaja hingga dewasa, yakni Hadhrat Abu Bakar r.a. Sahabat  ini   dalam setiap keadaan   senantiasa mengatakan  benar  tentang diri beliau dan  hanya  melihat   dan mendengar beliau  saw sebagai   seorang yang senantiasa menekankan akan kebenaran.  Oleh karena itu di dalam benak beliau sama sekali tidak  dapat tercernak/terbayangkan   bahwa orang ini /Rasulullah saw dapat mengucapkan kata-kata  dusta. Sebagaimana  tertera dalam sebuah riwayat  bahwa Hadhrat Abu Bakar r.a  ketika mendengar mengenai pendakwaan beliau  maka kendati penegasan berkali-kali  Rasulullah saw,  beliau r.a tidak meminta argumentasi;sebab sepanjang hidup beliau r.a inilah yang beliau saksikan bahwa  beliau saw  senantiasa berkata  jujur. Beliau hanya bertanya kepada Rasululah saw  bahwa apakah beliau saw mendakwakan diri sebagai nabi  ? Maka Rasulullah ingin memberikan penjelasan  tetapi dalam setiap kali ingin memberikan keterangan, inilah yang beliau tanyakan  bahwa berilah  jawaban kepada saya ya atau tidak. Atas jawaban ya yang Rasulullah saw  berikan,   beliau  mengatakan bahwa di hadapan saya terbentang  seluruh kehidupan Tuan dimasa  lalu. Saya bagaimana bisa mengatakan  bahwa kepada hamba-hamba Allah beliau merupakan seorang yang berkata  benar tetapi    menjadi orang yang berdusta pada Tuhan(yang merupakan dusta yang paling berbahaya). Dalaailunnubuwwah lil baihaqi  jilid 2 hal 164  darul kutub alilmiyyah Bairut)

           Apakah kini ada yang dapat mengatakan  bahwa kesaksian  orang-orang di dalam rumah, para karyawan  atau kawan-kawan  adalah seperti itu,  yakni  jika sedikit banyak  kesalahan,  kekurangan maka mereka dapat menutupinya. Tetapi selain itu  kesaksian-kesaksian  yang mana. Untuk itu kita  melihat  bahwa musuhpun yang memberikan kesaksian berkenaan dengan pribadi beliau adalah merupakan sebuah kesaksian  yang bagaimanapun juga tidak dapat ditolak.

          Sebagaimana  satu contohnya adalah kesaksian musuh besar beliau yang  paling besar  Al-Akhdhar bin Haris juga termasuk  di dalamnya. Pada suatu kali para pemuka Quraisy berkumpul  yang termasuk di dalamnya adalah Abu Jahal dan musuh yang  paling besar beliau  Al-Akhdhar bin Haris. Tatkala berkenaan dengan Hudhur saw  seorang berkata   bahwa hendaknya beliau (saw)dimasyhurkan sebagai tukang sihir/tukang sulap atau  beliau dinyatakan  sebagai  seorang yang pendusta  maka Nadhar bin haris berdiri lalu berkata, hai kelompok Quraisy ! kalian terperangkap dalam suatu masaalah  yang untuk menghadapinya tidak ada cara yang  kalian dapat tempuh. Muhammad saw diantara kalian adalah merupakaan  seorang anak muda dan merupakan pemuda yang kalian paling cintai. Merupakan pemuda  yang paling benar dalam ucapan.  Diantara kalian  merupakan orang yang paling jujur. Kini kalian telah melihat tanda-tanda umur di keningnya   dan amanat yang dibawanya kalian katakan bahwa itu adalah sihir. Di dalam dirinya tidak ada bau-bau /urusan tenung . Kamipun telah melihat tukang tenung. Kalian mengatakan bahwa dia adalah seorang teosopi /berbicara dengan jin,   kamipun telah melihat theosopi /tukang jin. Dia sama sekali bukanlah ahli teosopi. Kalian mengatakan bahwa dia adalah seorang penyair. Dia sama sekali bukanlah seorang penyair. Kalian  mengatakan bahwa dia adalah orang gila,tetapi di dalam dirinya sama sekali tidak ada tanda-tanda orang  gila. Hai kelompok  Quraisy  renungkanlah,  kalian tengah berhadapan dengan  suatu masaalah yang besar . assiratunnabawiyyah liibni Hisyam  hal.224

           Kemudian lihatlah ada lagi satu kesaksian lain yaitu kesaksian musuh kebenaran, Abu Jahal. Hadhrat Ali r.a meriwayatkan  bahwa Abu Jahal berkata kepada nabi saw , “Kami tidak mengatakan kamu dusta. Namun ,  kami menganggap dusta ajaran yang  kamu bawa”. Apabila akal  sudah tertutup dengan  tutupan, jika akal seseorang tidak bekerja lagi maka baru seperti itulah yang dia akan katakan. Oleh karena itulah Allah berfirman. Kalian coba sedikit gunakanlah akal. Apakah seorang yang benar dapat mengajarkan ajaran yang dusta. Orang yang benar tentu akan mula pertama  berdiri untuk melawan ajaran yang tidak benar.

           Kemudian pada suatu peluang lagi terdapat sebuah kesaksian  musuh berkenaan dengan beliau sebagai seorang yang benar. Hadhrat Ibni Abbas r.a meriwayatkan   bahwa Abu Sufyan bin Harb memberitahukan kepada beliau  bahwa pada saat dia pergi ke Syam bersama kafilah para pedagang,  maka pada suatu hari Hirqel, raja Rum memanggil kafilah kami  supaya dia bisa menanyakan beberapa pertanyaan berkenaan dengan Rasulullah saw . Abu Sufyan memberikan keterangan mengenai pembicaraan beliau  di istana   Raja Roma dengan Hirqal bahwa dia (Hirqal) menanyakan kepada saya beberapa pertanyaan. Salah satu diantara pertanyaan itu  adalah bahwa apakah sebelum pendakwaannya  kalian telah menuduh dia berkata dusta ? Sebagai  jawaban padanya  saya mengatakan bahwa kami tidak pernah menuduhnya berdusta. Maka Hirqal berkata   bahwa ketika kamu memberikan jawaban dalam bentuk negative /kata tidak, maka  saya  dapat memahami bahwa seperti itu tidak pernah terjadi  bahwa kepada orang –orang seorang/ dia tidak  berkata dusta  tetapi  kepada Tuhan dia berdusta. Harqel batanya ما ذا ياؤمركم –madzaa ya’murukum-apa yang Muhammad (saw ) perintahkan kepada kalian ?  Abu Sofyan menjawab  bahwa dia memerintahkan kepada kami,  sembahlah  Allah yang merupakan sembahan yang benar dan Tuhan yang Esa dan janganlah menyekutukan-Nya dengan apapun  dan tinggalkanlah apa yang nenek moyang kalian  katakan. Dan dia memerintahkan kepada kami untuk melakukan shalat, senantiasa  berkata benar ,menjadi orang yang suci bersih  dan  memperhatikan ikatan tali silaturrahmi. Maka baru Hirqal melanjutkan   bahwa apa yang kamu katakan  jika itu benar  maka tidak lama lagi dialah yang akan menjadi pemilik  dimana  tempat kaki saya berpijak sekarang ini. Buklhari kitab badul wahyi namber 7

           Kemudian kendati tidak beriman terdapat wibawa kebenaran beliau saw, itupun dari dalam menggetarkan hati para penentang. Dan mereka senantiasa dalam keresahan   bahwa jika perkataan  dan ajaran orang yang benar ini juga benar maka apa yang akan terjadi dengan kita. Berkenaan dengan kisah  takut (dikuasai ruub) itu tertera sebuah riwayat demikian  bahwa pada suatu kali orang-orang Quraisy mengirimkan   Utbah seorang pemuka Quraisy sebagai delegasi  Quraisy di hadapan  Rasulullah saw . Dia berkata bahwa Tuan kenapa mencela  sembahan kami  dan kenapa mengatakan sesat kepada nenek moyang kami. Apapun keinginan Tuan  kami akan penuhi  dengan syarat  Tuan berhenti  dari hal-hal   itu. Hudhur saw mendengarkan semua perkataannya dengan tenang dan sabar. Ketika dia telah mengatakan semuanya, maka Rasulullah saw  membaca beberapa ayat surah حم فصلت–haa miim Fushshilat. Ketika beliau sampai kepada ayat   bahwa “saya memperingatkan  kalian dengan azab kaum ‘Ad dan kaum Tsamud”,  maka Utbah mencagah beliau supaya berhenti dan dengan rasa ketakutan  dia bangun dan pergi. Dia pergi kepada orang Quraisy lalu berkata,  apakah kalian mengetahui bahwa Muhammad saw apabila dia mengatakan sesuatu  maka dia tidak pernah berdusta. Saya khawatir jangan-jangan akan turun azab kepada kalian yang  dia peringatkan  kepada kalian. Semua para pemuka itu setelah mendengar ini menjadi terdiam. Assiratul halbiyyah  dari Allamah Burhanuddin jilid I hal 303 cetakan Bairut

          Kemudian kesaksian akan kebenaran beliau tidak hanya sebanyak itu   bahwa ada satu  atau setengah /dua contoh  didapatkan dalam  berbagai kalangan  bahkan semua kaum memberikan kesaksian akan kebenaran ucapan beliau. Sebagaimana  tatkala turun perintah

 وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ -Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, apa yang Allah telah turunkan kepadamu. Maka Rasulullah saw naik ke bukit Safa  dan dengan suara yang lantang memanggil  dengan menyebut nama semua kabilah  Quraisy. Ketika semua orang berkumpul maka beliau bersabda bahwa hai Quraisy !  jika saya memberitahukan kepada kalian  bahwa di belakang gunung itu  ada lasykar yang bersembunyi  yang tidak lama lagi akan melakukan penyerangan terhadap kalian,maka apakah kalian akan meyakini  kata-kata saya. Padahal  kondisi  perbukitan  tidak  sedemikian tinggi  dan kendati hal itu merupakan hal yang sama sekali tidak dapat diterima,  tetapi oleh sebab mereka mengetahui   bahwa orang ini tidak pernah berdusta, tidak pernah bisa mengatakan perkataan  dusta, semua dengan suara bulat  mengatakan  bahwa ya, kami pasti akan mempercayainya,    sebab kami  senantiasa mendapatkan engkau sebagai orang yang senantiasa berkata benar/jujur;  merupakan orang yang senantiasa mengucapkan kata-kata yang benar. Maka beliau bersabda,kalau begitu dengarlah,  saya memberitahukan kepada kalian  bahwa lasykar  azab Tuhan  telah sampai kepada kalian  berimanlah kepada Tuhan  dan hindarilah diri kalian  dari azab  Ilahi. Sirat Khatamunnabiyyin Pengarang  Hadhrat Mirza Basyir Ahmad  MA  hal. 128

           Walhasil setelah mendengar kata-kata ini orang-orantg Quraisy meninggalkan tempat itu dan mereka mulai mengolok-olok  dan mentertawakan  ajaran beliau. Tetapi kendati demikian mereka tidak dapat mengatakan  bahwa beliau pendusta. Mereka terus mencerca beliau  dan mengeluarkan  kata-kata kasar ,  tetapi mereka tidak dapat mengatakan bahwa  beliau  senantiasa berkata dusta. Jika ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka maka itu adalah  bahwa beliau senantiasa berkata  benar dan sungguh  beliau senantiasa berkata benar. Standard dan mutu  kebenaran beliau  sedemikian tinggi, jelas dan terang   sehinga tidak mungkin  timbul masaalah  bahwa ada yang bisa menuduh beliau berdusta, kendati   secara isyarah sekalipun.

          Kemudian tertera sebuah kesaksian paman beliau. Pada saat pembaikotan  dimana beliau dibaikot di lembah yang bernama Lembah Abi Talib. Ketika tiba saat datangnya  tahun yang ketiga, maka nabi yang mulia  saw setelah mendapat pembertahuan dari  Allah  swt,  memberitahukan kepada Abu Talib  bahwa surat perjanjian baikot dengan Bani Hasyim yang digantung di Kakbah; perjanjian pembaikotan oleh  semuanya   yang digantungkan di Kakbah,  di dalamnya kecuali kata-kata Allah  semua catatan perjanjian itu telah dimakan rayap. Abu Talib sedemikian rupa yakin akan semua perkataan Rasululah saw  karena itu dia pergi lalu membertahukan kepada  saudaranya  bahwa demi Allah Muhammad saw sampai hari ini  tidak pernah mengatakan perkataan yang salah  dan dia  ini  telah beritahukan kepada saya  dan pasti ini pun  merupakan perkataan  yang benar. Kemudian dia pergi ke pemuka-pemuka Quraisy  lainnya  lalu kepada mereka pun  dia memberitahukan bahwa perjanjian kalian telah dimakan rayap. Dan kalianpun mengetahui dan sayapun mengetahui  bahwa sampai hari ini dia tidak pernah berdusta. Maka marilah  pergi melihatnya. Jika kata keponakan saya itu terbukti benar maka kalian harus memberhentikan pembaikotan itu  dan jika dia terbukti berdusta maka saya akan meanyerahkannya kepada kalian. Apa yang kalian ingin lakukan kepadanya lakukanlah,kalian ingin membunuhnya silahkan,perlakukanlah sekehendak hati kalian. Dan kemudian tatkala  mereka pergi kesana maka semua orang-orang kafir menyatakan kesediaannya  bahwa benar-benar disana kecuali kata Allah  semua perjanjian itu telah dimakan  rayap. Jadi  perjanjian itu dianggap telah berakhir. Al-Wafa biahwaalil Mustafa liibni Jozi hal 198  Beirut

           Kini, kendati  yang menzahirkan akan kebenaran beliau adalah Abu Talib. Tetapi diamnya semua para pemuka Quraisy membuktikan bahwa mereka pun  juga  yakin  bahwa beliau merupakan orang yang berkata  benar.  Bahkan mereka pun  yakin   bahwa Tuhan Muhammad saw yang telah memberitahukan  hal ini juga merupakan Tuhan yang benar. Tetapi yang menjadi penghalang tidak mempercayai keberadaan Tuhan  adalah  ketakbburan dan kesombongan. Sebab jika mereka  tidak yakin  bahwa memang kertas itu sudah termakan rayap,atau ada suatu  hal yang Allah telah beritahukan,  maka dengan cara mencemohkan mereka akan dapat mengelakkan hal itu. Tetapi dengan sangat serius mereka semua pergi dari sana.

          Kemudian ada lagi seorang penentang lain dan kesaksian istrinya. Hadhrat Abdullah bin Mas’ud r.a meriwayatkan  bahwa Sa’ad bin Muaz r.a pergi untuk melakukan umrah  maka beliau menginap di rumah Abu Sofyan dan Umayyah bin Khalf apabila  pergi menuju  ke Syam  maka dia biasa menginap di rumah  Abu Sa’ad r.a di Madinah. Walhasil dikatakan bahwa  Umayyah mengatakan kepada Sa’ad   bahwa Tuan tunggulah, apabila sudah  siang hari  dan orang-orang menjadi lalai  maka pada saat itu Tuan melakukan Umrah. Pada saat ini di hadapan orang-orang kafir tidak bisa dilakukan umrah secara  terbuka. Maka pada saat itu tatkala  Saad sedang melakukan tawaf Abu Jahal datang lalu berkata  siapa orangnya yang tawaf di Kakbah itu ? Dia menjawab, saya Saad. Atas jawaban itu  Abu Jahal berkata bahwa kamu dengan aman bertawaf di Kakbah, sedangkan  kamu telah memberikan perlindungan kepada Muhammad dan teman-temannya. Dia berkata bahwa, ya seperti itulah yang kami lakukan. Maka mereka satu dengan yang lain mulai berbicara dengan nada yang keras.  Atas hal itu Umayyah berkata kepada Saad.  Janganlah meninggikan suaramu dihadapan Abu Jahal, dia ini adalah pemuka/ pimpinan lembah ini. Sa’ad berkata demi Allah,  jika kamu melarang saya  bertawaf  maka saya akan menjadi penghalang untuk kalian pada saat kalian pergi melakukan perdagangan  menuju ke  Syam. Jalan untuk melakukan perdagangan  dengan   Syam harus melalui  jalan Madinah. Atas hal itu Umayyah menyuruh Saad  berhenti sambil memegangnya  seraya berkata  janganlah meninggikan suaramu. Maka  Saad menjadi marah atas hal itu  lalu berkata lepaskanlah saya,  saya telah mendengar  Muhammad   berkata bahwa  kamu akan terbunuh di tangannya. Maka  Umayyah berkata : Apakah saya ?  Saad berkata ya !  Atas hal itu Umayyah berkata bahwa demi Allah  Muhammad apabila  mengatakan sesuatu  maka  dia tidak pernah berkata dusta. Kemudian dia datang kepada istrinya  lalu   berkata,  apakah kamu mengetahui apa  saudara saya yang dari Madinah ini katakan kepada saya ? Istrinya bertanya, apa yang dia telah katakan. Umayyah berkata bahwa dia mengatakan  bahwa menurut Muhammad saw  dia akan membunuh saya. Mendengar itu istri Umayyah berkata,demi Allah !  Muhammad (saw) tidak pernah berkata dusta. Kemudian tatkala  tentara orang-orang kafir menuju ke Badar  maka istri  Umayyah  mengatakan  apakah kamu tidak ingat  apa yang dikatakan saudara kamu dari Madinah. Umayyah berkata bahwa saya tidak akan pergi meneruskan perjalanan untuk seterusnya (dengan tentara Quraisy). Namun  Abu Jahal memaksanya ikut bersamanya di depan dalam lasykar Quraisy seraya berkata kepada Umayyah  bahwa kamu ini adalah dari antara pemuka-pemuka Quraisy  ikutlah  sampai dua tiga hari  bersama-sama baru kamu   kembali. Maka dia menemaninya  dan pada akhirnya  dia mati terbunuh di Badar. Bukahari Kitabul manaqib  bab alamatunnubuwwah. Fil Islam

           Nah, perhatikanlah setelah  mendengar kata-kata Rasulullah saw  kedua suami istri  tidak  hanya  menjadi ketakutan  bahkan mereka yakin  bahwa seperti itulah yang akan terjadi. Dan ribuan kali dia berupaya untuk mengelak tetapi takdir Allah membawanya ke medan Badar.

          Kemudian lihatlah lagi satu contoh   ru’ub  kebenaran beliau.  Di Perang Uhud, tatkala setelah Rasulullah terluka beliau menyandar di lereng gunung Uhud  maka Ubai bin Khalf  berteriak  menantang  Rasulullah saw sambil   berkata  hai Muhammad ! jika kamu hari ini selamat   maka saya tidak   sukses.  Sahabah mengatakan ya Rasulullah saw  apakah diantara kita ada yang maju ke depan untuk menghadapinya ?  Rasulullah saw bersabda, tinggalkanlah dia. Dan ketika datang dekat dengan Rasulullah saw  maka Hudhur saw mengambil  lembing  dan maju ke depan  lalu menebasnya dengan sekali  tebasan. Yang karenanya dia jatuh  melorot dari kudanya.  Ibni Ishaq yang riwayatnya tertera dalam sirat Ibni Hisyam   menerangkan bahwa Saleh bin Ibrahin bin   Abdurrahman bin  ‘Auf   memberitahukan  bahwa Ubai bin Half ketika bertemu dengan Rasulullah saw di Mekah maka dia berkata kepada Rasulullah saw bahwa hai Muhammad saw  saya mempunyai seekor kuda  yang  secara khusus saya berikan makan dan  menjadikannya menjadi  gemuk. Saya dengan duduk diatas itu  akan membunuh Tuan. Untuk menjawab perkataannya  itu Rasulullah saw berkata padanya  bahwa apa yang kamu katakan itu tidak akan seperti itu,tetapi  sayalah yang akan membunuh kamu. Maka ketika dia terluka dia kembali  kepada Quraisy  maka ternyata di lehernya ada luka ringan  yang tidak begitu serius   yang dari itu keluar darah. Sedikit saja darah keluar. Tetapi dia terus mengatakan,  demi Allah Muhammad telah membunuh saya. Teman-temannya sambil menghiburnya berkata  bahwa kamu sendiri yang menjadikan hatimu sendiri menjadi ciut,kamu ini menjadi putus asa,ini sedikit saja lukanya. Dia menjawab, kamu tidak mengetahui  dia (Muhammasd saw) telah mengatakan pada saya bahwa  saya akan dibunuh olehnya. Demi Allah, jika dia meludahi saya sekalipun  maka saya akan dibunuhnya. Maka sesuai dengan itu kafilah belum sampai ke Mekah   akibat  luka itulah  dia mati  begitu sampai di tempat yang bernama Saraf . Sirat Ibni Hisyam Perang Uhud Maqtal Ubai bin Half  Cetakan Albaabi Alhilmi  Mecil 1936 jilid 3  hal 89

          Kemudian tertera sebuah kesaksian dari seorang yahudi alim  yang mengetahui ilmu kejiwaan  dan dapat  mengenal seseorang dari raut mukanya. Abdullah bin Salam meriwayatkan  bahwa tatkala Rasulullah saw datang ke Madinah  maka orang-orang keluar dari rumah mereka untuk menyambut beliau dan suara mulai menjadi ramai  karena suara mereka yang mengatakan,  Rasulullah sudah datang. Rasulullah saw telah datang. Rasulullah saw telah datang. Abdullah bin Salam mengatakan  bahwa   untuk melihat Rasulullah saw saya pun keluar bersama orang-orang.  Inilah seorang alim Yahudi  itu. Ketika  saya melihat dengan memperhatikan wajah Rasulullah saw  maka saya sampai pada kesimpulan  bahwa ini bukanlah  wajah seorang pendusta. Turmudzi kitabu sifatul qiyamah  warrafaaiqi walwara  bab no. 42

           Dengan meletakkan semua kesaksian itu di hadapan kita siapa yang bisa maengatakan  bahwa beliau bukanlah seorang yang berkata benar dan bukan seorang nabi Allah. Tidak ada yang dapat mengatakan hal seperti itu  ini,kecuali yang hatinya ,telinganya,  matanya telah dicap dan  telah ditutupi tirai,tidak ada lagi yang dapat mengatakan hal seperti itu. Dan Rasulullah saw  sendirilah  yang menzahirkan  kebenaran dan kejujuran  itu  dan tidak hanya  menyebarkan  bahkan di dalam hati orang yang mengimani beliaupun beliau ciptakan  di dalam hati mereka pun beliau penuhi dengan sepenuh-penuhnya. Dan dengan mengatakan kebenaran dan dengan mengimani  kebenaran itulah  banyak sekali orang-orang di awal zaman  siap untuk menemui ajalnya. Tetapi  mereka menggatakan yang benar itu  benar. Sebagaimana saya telah katakan  bahwa suatu ajaran yang tinggi   dan untuk memeriksa karakter orang yang membawanya  sangat perlu melihat juga standar  kebenaran dalam kehidupan orang itu. Dan standar ini yang paling besar kita dapat lihat adalah di  dalam kehidupan Rasulullsh saw. Standar kebenaran beliau di  masa kanak-kanak dan ketika telah dewasa   sangat tinggi sekali. Yang mana kita telah melihat kesaksiannya dalam berbagai kesempatan. Musuhpun kendati  tidak yakin terhadap ajaran beliau  dan tidak yakin pada Tuhan  namun setelah mendengar peringatan dari pihak beliau,  setelah mendengar sesuatu yang memperingatkan  maka mereka menjadi ketakutan.

          Kinipun pada zat beliau yang suci sedang dilontarkan tuduhan-tuduhan yang keji dan sia-sia. Beliau dijadikan sebagai sasaran olok-olok dan bahan tertawaan. Dan  orang-orang seperti itulah yang hari ini melakukan pekerjaan seperti itu. Mereka hendaknya ingat  bahwa hari ini pun   Allah  memiliki  gairat akan nabi-Nya. Sejumlah orang yang dengan perantaraan media masa mereka   menyajikan sejarah dengan memutar balikkan fakta sejarah  dan  kebenaran, mereka berusaha menyembunyikan kebenaran. Mereka hendaknya mengambil pelajaran dari perumpamaan   orang-orang kafir Mekah  yang darimana   beberapa diantaranya saya telah sajikan. Contoh-contoh itu  tidak terhitung jumlahnya. Kebenaran Junjungan kita Rasulullah saw dan nur kebenaran tidak pernah redup dari sebelumnya atau itu bisa menjadi diam dan tidak  pula akibat dari senjata-senjata  kalian hari  ini itu akan menjadi redup atau menjadi tersembunyi. Nur  ini –insyaallah- akan meliputi seluruh dunia dan cahaya kebenaran itu setelah meliputi seluruh dunia akan membawanya  di kaki Muhammad saw. Sebagaimana saya telah katakan  bahwa dewasa ini juga sejumlah orang-orang  menulis buku-buku  berkenaan dengan pribadi  Rasulullah saw   dan secara seporadis itu senantiasa ada. Berkenaan dengan Islam, berkenaan dengan ajaran Islam  atau berkenaan dengan pribadi  beliau saw. sejumlah judul /topik disebarkan dengan dimuat melalui internet atau lewat surat-surat kabar, dan buku-buku. Seorang perempuan sesudah menjadi seorang Muslim pun dia memberitahukan  inside stori  itu dan   dia tinggal di Kanada. Apabila ada orang Ahmadi yang menantang dia  datang untuk  berdialogh  maka dia tidak datang sementara  dengan orang lain apa yang dia inginkan  dia menyebarkan kata-kata kotor/cercaan kesana sini. Jadi, singkatnya dewasa ini inilah  rencana besar mereka. Setiap Ahmadi hendaknya memperhatikan hal ini. Inilah tuntutan cinta kepada beliau  saw  bahwa hendaknya harus melihat segala sisi  kehidupan beliau  lalu  itu diterangkan. Jangan sampai bahwa jika mendengar hal yang bertentangan, maka  lalu melakukan demontrasi, menyelenggarakan  tabligh akbar, satu kali  mengungkapkan kemarahannya  lalu diam. Tetapi tuduhan-tuduhan yang   secara permanent/berkesinabungan  seperti itu   yang dilancarkan  kepada pribadi beliau yang suci  untuk menangkisnya hendaknya diterangkan prihal berbagai segi   kehidupan beliau. Dengan meletakkan semua keritikan-kritikan itu  di hadapan kita diperlihatkan sisi cemerlang dari kehidupan beliau. Satupun tidak ada keberatan  yang tidak ada jawabannya. Di negeri-negeri mana disebarkan literature-literatur  kotor seperti itu atau di surat-surat kabar  atau begitu saja dimuat  seperti itu   maka itu merupakan pekerjaan Jemaat untuk melihat itu  dan jika perlu memberikan jawaban secara langsung yakni  dalam memberikan jawaban pada keberatan-keberatan  itu,  maka jika ingin menulis jawaban itu maka terlebih dahulu hendaknya memperlihatkan kepada pusat. Jika tidak, maka sebagaimana saya telah katakan bahwa menerangkan sejarah hendaknya  dilakukan setiap saat. Suruhlah kirim kemari/kirimkanlah  kepada kami supaya disini dapat dilakukan pemeriksaan dan jika perlu memberikan jawaban atas hal itu maka supaya diberikan jawaban. Di dalam lingkungan individu Jemaat juga  berkenaan dengan sejarah Rasulullah saw , sebagaimana saya telah katakan , hendaknya disusun  topic-topik dan program ceramah –ceramah. Setiap orang harus mengetahui. Orang-orang  yang  baru baiat juga  dan anak-anak yang baru juga supaya  khususnya di kalangan pemuda, sebab apabila pada umur tingkat universitas  dan  SMA  maka akan lebih banyak pengaruhnya. Maka apabila mereka  mendengar hal-hal  ini  maka mereka para pemuda dapat memberikan jawaban. Kemudian  setiap Ahmadi hendaknya menciptakan perubahan di dalam diri mereka sendiri. Supaya dapat memberitahukan kepada dunia  bahwa perubahan suci   hari ini adalah akibat daya  pensucian Rasulullah saw  yang kendati lewat 14 abad  sekalipun namun  itu masih tetap  segar.

          Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: ” Nabi kita saw dalam hal pengungkapan  kebenaran merupakan   mujaddid ‘azham (mujaddid yang paling besar )  yang membawa kembali kebenaran yang telah sirna ke dunia. Dalam kebanggaan ini tidak ada nabi yang menyamai nabi  kita  saw. sebab beliau telah mendapatkan seluruh dunia  dalam suatu kegelapan dan kemudian  dengan kezahiran beliau keggelapan itu berubah menjadi nur/cahaya. Di kaum mana beliau zahir, beliau tidak wafat selama  semua kaum itu belum  melepaskan  syirik  lalu menggunakan jubah tauhid Ilahi. Dan tidak hanya sampai disana  bahkan orang-orang itu  sampai mencapai martabat  tauhid yang tinggi. Dan lahir dari mereka pekerjaan yang  tulus, setia   dan penuh keyakinan  contoh seperti itu tidak nampak   di belahan dunia manapun. Kemenangan ini  dan kemenangan yang sedemikian rupa  tidak diraih oleh  nabi manapun   melainkan   oleh Rasulullah saw . Inilah dalil besar atas  kenabian Rasulullah saw.  bahwa beliau  dibangkitkan dalam zaman    pada saat zaman telah sampai masa kegelapan yang sudah mencapai titik puncaknya  dan secara alami menuntut  datangnya seorang Muslih yang luar biasa dan kemudian beliau wafat pada saat  dunia dalam kondisi  tatkala  ratusan ribu manusia  meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan  menjadi penganut tauhid Ilahi  dan jalan yang lurus dan pada dasarnya perbaikan sempurna ini hanya khusus untuk beliau bahwa kaum yang berkarakter  buas dan sepak terjang seperti  hewan (Yakni orang-orang yang  memiliki tabeat  hewan  buas  dan  memiliki  sifat-sifat  hewan) beliau ajarkan adat kebiasaan manusia. Atau di dalam kata-kata lain kita katakan  bahwa hewan buas itu beliau jadikan sebagai  manusia dan kemudian dari manusia beliau jadikan sebagai manusia  yang terdidik dan kemudian dari manusia yang terdidik  beliau jadikan sebagai manusia yang bertuhan dan beliau  telah meniupkan kondisi ruhani di dalamnya dan  menjadikan mereka mempunyai hubungan dengan Tuhan yang sejati.” Pidato Sialkot  ruhani Hazain jili 20 hal 208-207

           Semoga Allah menganugerahi  taufik kepada kita untuk dapat berjalan sesuai dengan ajaran dan   jejak serta  sesuai sunnah  Rasulullah saw.

           Hudhur dalam khutbah kedua  bersabda: Jalsah salanah ke  81 jemaat Bangladesy  sedang dimulai hari ini. Mudah-mudahan  acara ini berjalan dengan lancar. Situasi dan kondisi disanapun sedemikain rupa manakala orang Ahmadi  berkumpul maka setiap saat ada saja  bahaya. Maka berdoalah untuk mereka. Dan untuk orang-orang Ahmadi yang ada di Bangladesy pun saya sampaikan   amanat ini   bahwa berupayalah  untuk senantiasa menyesuaikan  kehidupan kalian  sesuai dengan kehidupan sunnah Rasulullah saw dan senantiasa tegaklah dalam kebenaran dan dan kejujuran.

                                                                  Qamaruddin Syahid