Ikhtisar Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

15 Nubuwwah 1392/November 2013 di Masjid Baitul Futuh

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلا اللّٰهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فأعوذ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦) صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ (٧)

Hadhrat Khalifatul Masih menyampaikan khotbah hari ini dari Baitul Futuh, London. Beliau bersabda seperti yang setiap orang ketahui beliau telah mengadakan kunjungan ke Australia, Selandia Baru, Singapura dan Jepang selama beberapa minggu terakhir. Dan sebagaimana kebiasaan beliau untuk menceritakan limpahan berkat Ilahi yang dialami selama kunjungan beliau setelah kembali, hari ini Hudhur secara singkat menyampaikan mengenai hal ini.

Tidak mungkin untuk menghitung karunia Ilahi atau mengetahui titik puncaknya. Ketika kita menganggap bahwa kita akan menyentuh puncak karunia Ilahi, Allah segera menghapus kesalahpahaman kita. Apa yang kita anggap puncak karunia Ilahi ternyata hanya awal dan dengan demikian Allah membawa kita maju. Hal ini khususnya ketika di setiap langkah, janji Ilahi yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as, yang dinubuatkan oleh Rasulullah saw sekali lagi memberikan memberikan kabar suka.

Jangankan menyebutkan puncak karunia Ilahi, Hadhrat Khalifatul Masih bahkan tidak tahu karunia mana yang mesti disebut terlebih dahulu! Beliau ringkaskan ringkasan karunia dan berkah yang dialami selama kunjungan baru-baru ini. Beberapa detail dari perjalanan ini yang disusun dalam bentuk laporan oleh Wakilut Tabshir telah diterbitkan dalam Al Fazl dan sebagian mungkin telah membacanya. Namun, tidak mungkin menggambarkan hal-hal tertentu. Ekspresi wajah para tamu kita dari luar Jemaat ketika mereka memberikan pandangan/kesan mengenai Jemaat tidak dapat disampaikan secara tepat dengan kata-kata oleh Hadhrat Khalifatul Masih atau laporan apapun. Mungkin itu dapat dilihat sampai batas tertentu di MTA, mungkin sebagian telah ditayangkan. Press Desk membuat pengaturan yang baik dalam menyampaikan berita acara utama kunjungan, dari para anggota Jemaat yang berbahasa Inggris. Memang, setiap hari memberikan kita kesadaran baru akan karunia Ilahi dan meneguhkan kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud as

Pemberhentian pertama kunjungan tersebut adalah Singapura. Selain anggota Jemaat Singapura, para pengurus pria dan wanita dari Jamaat Indonesia dan Malaysia juga datang ke bandara untuk menyambut Hudhur. Itu adalah sambutan emosional yang menakjubkan yang mungkin dapat dilihat dari beberapa highlights yang ditampilkan di MTA. Tur Singapura berlangsung sepuluh hari di mana Hudhur bertemu para Ahmadi dari Indonesia, Malaysia, Brunei, Filipina, Thailand, Kamboja, Vietnam, Papua Nugini dan Myanmar. Sekitar dua ribu lima ratus Ahmadi datang dari Indonesia. Kebanyakan Ahmadi ini tidak kaya, tapi sangat setia. Sebagian meminjam untuk melakukan perjalanan sementara yang lain telah menjual harta benda mereka. Yang mereka pikirkan hanyalah untuk memohon doa bagi agama. Diantara mereka ada orang-orang yang kehilangan tempat tinggal selama setahun terakhir karena diusir dari rumah mereka dan tinggal di tempat penampungan sementara, namun mereka tidak meninggalkan keyakinan mereka. Bahkan keimanan mereka menguat.

Selain acara pertemuan, kelas dan mulaqat dengan anggota Jemaat, di sini diadakan resepsi untuk tamu-tamu luar. Tamu-tamu ghair Ahmadi dari Indonesia juga menghadiri resepsi ini, di antaranya adalah profesor universitas, akademisi, politisi dan wartawan. Dua wartawan mewawancarai Hudhur dimana pengenalan Jemaat disampaikan dan hal-hal yang berkaitan dengan situasi Jemaat dibahas. 48 tamu termasuk akademisi, mantan anggota parlemen dan delapan anggota sebuah organisasi agama Islam datang. Setelah mendengarkan pidato Hudhur seorang profesor meminta Hudhur mengunjungi Indonesia dan menyampaikan ceramah di universitasnya. Hudhur berkata, akan sangat baik jika ia bisa mengaturnya, tapi mungkin dia tidak menyadari berapa banyak keributan akan timbul dari hal ini.

Seorang tamu Singapura (Mr. Lee Koon Choy) yang telah bertugas selama 29 tahun di layanan diplomatik, sebagai anggota parlemen dan menteri negara dan merupakan salah satu pendiri Singapura mengatakan bahwa ketika ia menjadi diplomat di Mesir pada tahun 1960 kondisi di sana bagus tapi sekarang tidak ada perdamaian di Timur Tengah dan kesan yang salah tentang Islam sedang diberikan. Namun, ia mengatakan dia senang bahwa pemimpin Jemaat Ahmadiyah sedang memberikan kepada dunia pesan sejati dan damai Islam dan ia memuji hal itu. Meskipun tamu ini sekarang sudah pensiun ia masih sangat dihormati.

Seorang tamu lain (Ny. Ida Rosyidah) yang merupakan anggota Mosque Council’s Muslimah Talent di Indonesia dan berafiliasi dengan Universitas Islam Negeri (UIN) di Jakarta mengatakan setelah pidato Hudhur bahwa Jemaat harus mengambil seni dan ilmu pengetahuan dari negara maju ke negara berkembang dan dengan demikian menjadi pelopor dalam mengatasi perpecahan global dan kemiskinan. Hadhrat Khalifatul Masih menjelaskan bahwa pidato beliau adalah mengenai keadaan ekonomi dunia saat ini dan perspektif Islam tentang masalah tersebut. Tamu tersebut mengatakan bahwa dewasa ini tidak ada yang memiliki sistem administrasi dan kepemimpinan yang Jemaat Ahmadiyah miliki dan Jemaat menampilkan model Islam yang sebenarnya. Seorang anggota gerakan pemuda (Asep Rizal Asyari dari Banser NU Tasikmalaya) mengatakan bahwa pesan yang diberikan oleh Hudhur mesti mencapai seluruh masyarakat Indonesia agar mereka dapat memahami ajaran Islam yang damai dan harmonis. Seorang profesor (Prof. Kunto Sofianto dari Unpad) mengatakan bahwa dia ingin orang-orang yang menentang Jemaat Ahmadiyah bertemu dengan Hadhrat Khalifatul Masih dan mendengarkan beliau sehingga hati mereka dapat terbuka. Seorang wartawan Indonesia (Tribun Jabar) yang sedang mengambil PhD. (Doktorate) mengenai Jemaat Ahmadiyah mengatakan bahwa dia sangat tersentuh oleh pidato Hudhur tentang tatanan ekonomi berdasarkan kemanusiaan, keadilan dan perdamaian.

Seorang Inggris yang telah tinggal di Singapura selama 27 tahun dan telah masuk Islam mengatakan bahwa bosnya berusaha mencegahnya ikut acara ini dan bahkan mengancam akan memecatnya dari pekerjaan, namun ia tetap datang. Dia mengatakan bahwa meskipun ia adalah seorang Muslim tetapi mendengar ajaran Islam yang sebenarnya untuk pertama kalinya. Ia menyatakan keinginannya untuk mengunjungi Inggris dan mengatakan ia akan mencari informasi lebih lanjut tentang Jemaat Ahmadiyah dan ingin bergabung dengan Jemaat.

Beberapa orang juga datang dari Filipina. Seorang profesor universitas dari Filipina (bidang studi Asia dan Islam) mengucapkan terima kasih karena diundang untuk acara tersebut. Dia mengatakan kepada Hudhur bahwa menurut pendapatnya hanya para Ahmadi lah yang dapat menyatukan umat manusia dan cara untuk menyatukan umat manusia memang disampaikan oleh Hudhur. Seorang mantan sekretaris pendidikan dari Filipina yang merupakan seorang Muslim mengatakan bahwa dia bersaksi dalam mendukung Jemaat bahwa Jemaat akan menang. Dia berkata bahwa sebagaimana umat Muslim pada zaman Rasulullah saw dianiaya; sekarang para Ahmadi dianiaya.; dan sebagaimana Islam [awal] menang, para Ahmadi juga akan menang dan ketika hal ini terjadi, ia menambahkan ia akan menjadi bagian dari itu. Hadhrat Khalifatul Masih bersabda banyak di antara orang-orang ini menerima Ahmadiyah dalam hati mereka tetapi takut pada organisasi tertentu.

Berikutnya adalah kunjungan ke Australia. Di sini, setelah tinggal sebentar di Sydney Hudhur pergi ke Melbourne yang jaraknya sekitar 800/900 mil. Resepsi diadakan di Melbourne di mana 220 orang dari semua lapisan masyarakat datang termasuk anggota parlemen, personil militer berpangkat tinggi, termasuk seorang mayor jenderal yang mewakili Kepala Staf Angkatan Darat, perwira polisi federal, anggota dewan lokal dan akademisi.

Setelah pidato utama Hudhur dalam resepsi tersebut, seorang anggota parlemen (perempuan) mengatakan bahwa pesan pidato tersebut melampaui batas agama, itu adalah pesan kemanusiaan yang harus kita semua jalankan. Dia mengakui penyampaian Hudhur tentang sifat perdamaian, keadilan, kejujuran dan pengkhidmatan umat manusia dan mengatakan, ia tahu para wanita Ahmadi tidak hanya menyampaikan pesan ini tapi juga mengamalkannya. Dia juga memberikan komentar positif tentang anak-anak Ahmadi. Hadhrat Khalifatul Masih bersabda demikianlah pandangan dunia terhadap para Ahmadi. Setiap wanita dan anak-anak harus meningkatkan kesan ini. Orang-orang siap mendengarkan kita.

Seorang anggota Gereja Yesus Kristus mengatakan bahwa setiap orang Australia bisa memahami betapa jelasnya pidato pemimpin Jemaat Ahmadiyah tentang perdamaian, dan akan sangat baik jika semua orang menerima pesan tersebut. Salah seorang tamu mengatakan bahwa ia dan istrinya mencari kebenaran selama delapan belas tahun dan apa yang mereka dengar pada hari ini tidak lain kecuali kebenaran. Ia mengatakan pesan ini harus disimpan dalam hati. Seorang wartawan dari saluran TV pemerintah ABC mengatakan itu adalah pidato yang sangat bijaksana, seimbang dan adil yang berdasarkan fakta. Tamu lain (Adrienne Green) mengatakan, merasa bangga menghadiri acara yang luar biasa ini dan sangat terkesan dengan hal yang disampaikan tentang menegakkan perdamaian dunia. Dia sangat menyintai nilai-nilai ini dan berharap bahwa orang-orang dari negaranya menganut nilai-nilai ini lebih kuat dan ia ingin Hudhur menyampaikan pesan ini kepada orang-orang karena ini sangat diperlukan. Tamu wanita tersebut menyatakan hal ini dengan mata penuh air mata.

Seorang anggota dewan (dari Knox City) mengatakan, jelas dari pidato Hudhur bahwa beliau mengajarkan apa yang ada dalam agama beliau. Dia mengatakan dalam dua ratus tahun sejarah Australia sangat menyenangkan mendengarkan seorang pemimpin agama menyampaikan pesan yang demikian indah. Rasanya seperti menghirup udara segar di Australia. Dia mengatakan, akan sangat bagus jika Jemaat Ahmadiyah memperkenalkan dirinya dan menyampaikan pesan ini lebih jauh. Hadhrat Khalifatul Masih bersabda sekarang, tugas Jemaat Australia untuk bergerak maju.

Seorang tamu Muslim Pakistan mengatakan bahwa ia belum pernah melihat gengsi acara lain seperti yang ada dalam acara ini.

Seorang tamu yang berasal dari Kuwait mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan analisis Hudhur tentang “Arab Spring” (Musim Semi Arab, pergantian kekuasaan di Timur Tengah) dan itu berdasarkan kebenaran. Dia merasa itu adalah pidato tak kenal takut dan ia tidak menyadari sebelumnya analisis “Arab Spring”akan demikian lengkap. Ketua Konsul Somalia hadir dan dia mengatakan dia mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh Hudhur dengan penuh perhatian dan tergerak olehnya. Banyak orang menghadiri acara ini dan semua orang memberikan kesan mereka tapi di sini hanya beberapa yang disebutkan.

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda, setelah itu beliau juga bertemu dengan para tamu dan merasa bahwa mereka tidak hanya memperlihatkan kesopanan sebagai adat kebiasaan tapi benar-benar tulus. Tampak bahwa mereka terpengaruh oleh apa yang mereka dengar dan di samping memberikan pandangan mereka tentang acara tersebut mereka juga mengungkapkan perasaan mereka kepada Hudhur ketika mereka bertemu.

Sebuah Pusat Ahmadiyah telah diperoleh di Melbourne yang belum disebutkan dalam khotbah apapun. Pusat ini berada pada area tujuh setengah acre dan telah ada bangunannya. Bangunannya terdiri dari hall yang memiliki kapasitas untuk 3000 jamaah dan kebetulan hampir menghadap kiblat. Ada juga sebuah rumah misi, guest house, dua unit rumah, perpustakaan, ruang baca, dapur, toko dan hall yang lebih kecil. Pusat ini memiliki tiga area parkir dengan kapasitas lebih dari 200 mobil. Permohonan untuk memperoleh pusat itu telah disampaikan pada 2007, tetapi menghadapi banyak penentangan dari penduduk setempat yang tidak ingin diubah menjadi tempat ibadah umat Islam. Namun, pada 2009 dewan kota dengan suara bulat memutuskan untuk memberikan pusat tersebut ke Jemaat. Sebelumnya area itu adalah taman dan sekarang terdaftar sebagai pusat Jemaat dan rumah misi. Pendapat kebanyakan orang lokal tentang pusat Ahmadiyah telah benar-benar berubah. Pusat ini dibeli seharga 800.000 dolar Australia dan 1,3 juta lebih dihabiskan untuk renovasi dan lainnya. Dengan melakukan kebiasaan kita, Waqari Amal (kerja bakti) membuat penghematan sekitar 500.000 dolar dapat dilakukan. Nilai pasar pusat saat ini adalah minimal 5 juta dolar Australia.

Hadhrat Khalifatul Masih kembali ke Sydney di mana Khilafat Jubilee Hall diresmikan. Hall tersebut memiliki kapasitas untuk 1.400 jamaah. Hall ini memiliki dua kantor bertingkat, ruang pertemuan, dan dapur yang besar. Seorang anggota parlemen, Concetta Fierravanti Wells datang ke peresmian mewakili perdana menteri. Tamu-tamu lain termasuk anggota parlemen federal, anggota parlemen lainnya, pemimpin oposisi, kepala polisi dan anggota dewan. Pidato Hudhur di sini adalah mengenai ajaran Islam, Jemaat dan peran Khilafat di Jemaat. Dengan karunia Allah pidato itu diterima dengan sangat baik.

Seorang tamu yang adalah inspektur polisi mengatakan bahwa ia sangat terkesan dengan pengakuan pemimpin Jemaat Ahmadiyah bahwa tindakan ekstrimis telah memburukkan nama Islam. Ia mengatakan ia merasa respon yang diberikan oleh Hudhur terhadap kritikan ini melalui pesan beliau tentang perdamaian itu sangat baik.

Tamu lain, Indira Devi mengatakan bahwa dia memperoleh beberapa informasi yang sangat baik dari pidato Hudhur dan menginginkan buklet tentang Islam untuk mengetahui lebih baik tentang hal itu. Dia mengatakan dia dulu berprasangka tentang Islam tetapi secara umum merasa terhormat karena diundang. Hadhrat Khalifatul Masih bersabda Jemaat sekarang harus tetap berhubungan dengan dia dan memberikan dia bahan bacaan yang dia butuhkan. Ada banyak masukan positif lain dari para tamu.

Berikutnya adalah perjalanan ke Brisbane di mana masjid Baitul Masroor diresmikan yang semua orang melihatnya dalam khotbah Jumat. Resepsi juga diadakan di sini yang dihadiri oleh orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk anggota parlemen, perwira polisi, dokter, akademisi, guru, insinyur, orang-orang dari gereja, pendeta dan tetangga.

Salah seorang tetangga yang orang Yahudi (Mr. Claus Grimm) sangat menentang kita, tetapi melihat sikap Jemaat, dengan karunia Allah ia telah mengubah pandangannya. Tetangga lain, Mr Ralph Grimm juga menentang Jemaat. Ketika kesalahpahamannya telah dihapus ia menjadi teman dan sekarang berbicara untuk Jemaat.

Wakil walikota (Mr. Logan) mengatakan pada acara resepsi bahwa Jemaat Ahmadiyah unggul dalam melayani umat manusia dan sangat membantu selama banjir di Queensland. Hal ini umumnya dikatakan tentang imigran (pendatang ke Australia) bahwa mereka tidak menyatu dengan baik tetapi hal ini tidak dapat dikatakan tentang Jemaat Ahmadiyah.[2]

Seorang komisaris polisi memuji pekerjaan Jemaat dan mengatakan bahwa Jemaat selalu sangat kooperatif. Dia mengatakan Jemaat menunjukkan keberanian moral yang tinggi. Seorang tamu yang adalah anggota parlemen kemudian mengatakan kepada Hadhrat Khalifatul Masih bahwa komisaris polisi memiliki status yang sangat tinggi di sana dan mereka biasanya tidak menghadiri acara-acara dan ia kagum melihat komisaris menghadiri acara Jemaat. Seorang anggota parlemen mengatakan bahwa ia menjadi sangat emosional selama pidato Hudhur. Pidato tersebut disampaikan langsung dari hati. Ia mengatakan ia mengamati wajah para tamu non-Muslim selama pidato dan melihat mereka menerimanya dengan sangat hangat.

Hadhrat Khalifatul Masih bercakap-cakap mengenai Tabligh dengan perwira polisi lain di mana beliau menceritakan apa yang Al-Qur’an nyatakan berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan apa yang Alkitab nyatakan, dan perwira polisi tersebut mengakui bahwa ajaran Al-Qur’an lebih tinggi dari Alkitab. Tamu lain, seorang dokter mengatakan bahwa dia merasa sangat gugup tentang datang ke resepsi tersebut dan tidak yakin bagaimana ia akan diterima. Namun, ia mengatakan, Mirza Masroor Ahmad menghilangkan semua kegelisahannya.

Setelah Australia Hadhrat Khalifatul Masih mengunjungi Selandia Baru dan meresmikan masjid pertama mereka. Sebelum itu suku Maori memberikan sambutan untuk menghormati kedudukan Hudhur, yang (biasa) diberikan kepada kepala negara di mana bendera Ahmadiyah juga dikibarkan. Biasanya Raja tidak menghadiri acara-acara ini tapi dia hadir saat ini. Setelah ritual tradisional mereka, Hudhur bercakap-cakap dengannya dan menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Qur’an bahasa Maori. Kemudian, Raja datang ke peresmian masjid. Ratu tidak berencana datang ke peresmian, tapi ia berubah pikiran dan datang.

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa terjemahan Maori Al-Qur’an tersebut dilakukan oleh Shakeel Ahmad Muneer Sahib. Awalnya ia menerjemahkan 15 bagian yang diterbitkan dan kemudian menyelesaikan terjemahan tersebut. Dia bukan ahli bahasa, bahkan dia adalah profesor fisika tapi dia memulai proyek ini berdasarkan nasehat Hadhrat Khalifatul Masih IV rha dan belajar bahasa itu dan kemudian memulai penerjemahan. Dia berumur 81 tahun dan menghabiskan dua puluh lima tahun untuk belajar bahasa dan menyelesaikan terjemahan tersebut. Dia membutuhkan waktu cukup lama untuk memahami penggunaan kata-kata jamak dalam bahasa Maori dan merasa bahwa usianya adalah hambatan besar dalam hal ini. Dia bekerja tanpa kenal lelah, menghadapi kesulitan tetapi terus maju. Mengingat usianya, itu adalah prestasi besar. Semoga Tuhan memberikan ganjaran kepadanya!

Koran lokal meliput terjemahan Al-Qur’an bahasa Maori dan memujinya. Hadhrat Khalifatul Masih ditanya mengapa Jemaat menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Maori mengingat penduduk Maori tidak besar. Hudhur menjawab, adalah tugas kita untuk menerjemahkannya dalam setiap bahasa dan menyampaikan pesannya kepada setiap bangsa. Dengan karunia Allah seorang bangsa Maori Baiat dan beberapa lagi siap untuk Baiat. Hudhur bersabda bahwa setelah penterjemahan tersebut, orang Maori akan datang dalam pelukan Jemaat.

Berikutnya adalah resepsi untuk masjid baru Baitul Muqeet yang dihadiri oleh Raja dan Ratu (suku pribumi Maori) dan banyak tamu-tamu terhormat. Jumlah total tamu adalah 107. Dalam memberikan kesan-kesannya seorang tamu pendeta Anglikan mengatakan bahwa semua agama harus berjalan bersama-sama. Dia mengatakan dia setuju dengan yang pemimpin Jemaat Ahmadiyah sampaikan tentang Islam yang didiskreditkan oleh pers. Dia mengatakan setiap kali aksi terorisme terjadi media menunjukkan gambar masjid atau umat Muslim mengerjakan shalat yang darinya orang memahami bahwa Islam terkait dengan ekstremisme. Media meliput acara Maori serta peresmian masjid dengan sangat baik. Resepsi lain di Selandia Baru diadakan di ibukota 800 km dari Auckland. acara ini diselenggarakan oleh MP Kanwal Jeet Singh di Grand Hall bergengsi gedung parlemen. Acara ini dihadiri oleh diplomat Israel, Iran dan Inggris. Pidato Hudhur di sana intinya mengenai perdamaian dan diterima dengan sangat baik. Checkpoint adalah program penting dari sebuah stasiun radio non-komersial Selandia Baru yang menyampaikan berita mengenai Jemaat kita selama waktu utama.

Negara berikutnya dalam kunjungan adalah Jepang. Resepsi diadakan di Nagoya, yang dihadiri oleh 117 tamu termasuk pemimpin Partai Komunis, anggota kongres, walikota, anggota parlemen sementara, perwakilan Shinto dan Buddha, akademisi, pengacara dan lain-lain. Pemimpin Partai Komunis yang juga anggota parlemen kota dan juga ketua kamp pengungsi mengadakan perjalanan sejauh 1000 kilometer untuk menghadiri resepsi. Dia mengatakan bahwa pelayanan yang diberikan oleh Jemaat Ahmadiyah setelah gempa bumi dan tsunami tahun 2011 tak terlupakan bagi mereka. Ia mengatakan ia telah datang ke resepsi untuk menunjukkan rasa terima kasihnya dan juga untuk melihat Jemaat secara pribadi dan bertemu dengan pemimpinnya dan mengatakan kepada beliau bahwa Jemaat dan pengikutnya mengamalkan apa yang beliau ajarkan kepada mereka dan melayani umat manusia secara nyata mengikuti nasehat beliau. Dia mengatakan setelah mendengarkan pidato Hudhur, ia yakin bahwa rahasia perdamaian dunia adalah dalam ajaran pemimpin Jemaat Ahmadiyah. Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa ketika ajaran Islam yang sebenarnya dijelaskan semua orang yang baik menerima bahwa perdamaian sama dengan Islam. Semoga para ekstremis dan para pemimpin yang menyalahgunakan kekuatan mereka dan melakukan keburukan juga memahami hal ini!

Seorang tamu pengacara terkenal pada acara resepsi menyatakan perasaan cinta kasih dan syukur dari lubuk hatinya. Dia mengatakan Chaudhary Zafrulla Khan Sahib berpidato pada sebuah konferensi yang diadakan di San Francisco pada tahun 1951 di mana beliau mengatakan bahwa Jepang harus diperlakukan dengan adil. Beliau mengatakan bahwa Jepang adalah negara penting karena di masa depan Jepang akan memainkan peran penting di dunia. Pengacara tersebut mengatakan bahwa sebagai penghargaan terhadap pernyataan tersebut mereka mereka memiliki hubungan yang baik dengan Jemaat Ahmadiyah. Sayangnya dewasa ini pribadi Chaudhary Zafrullah Sahib tidak dihargai di negerinya sendiri di mana ia pernah menjadi menteri luar negeri. Sekarang namanya sebagai menteri luar negeri telah dihapus dari buku teks sejarah dan anak-anak diajarkan sejarah yang salah. Para tamu Pengacara Jepang terus mengatakan bahwa pengkhidmatan dari Jemaat Ahmadiyah di jalur gempa dan tsunami tak terlupakan. Ia mengatakan ia telah melihat wajah indah Islam pada hari itu. Jika dunia dapat berkumpul di satu tangan, itu adalah Jemaat Ahmadiyah, yang memiliki satu pemimpin.

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda semua rincian kunjungan tidak dapat diberikan di sini. Rincian itu akan diterbitkan untuk orang-orang yang berbahasa Inggris serta di Al-Fazl.

Berikutnya Hadhrat Khalifatul Masih memberikan beberapa informasi tentang liputan media dalam kunjungan beliau. Perwakilan dari majalah Tempo Indonesia, mewawancarai Hudhur. 100.000 eksemplar majalah ini diterbitkan setiap minggu. Selain itu surat kabar ‘Tribun Jabar’ dari Jawa Barat dan Kedaulatan Rakyat (Jogjakarta) dengan sirkulasi besar juga menerbitkan wawancara tersebut [Kedaulatan rakyat memuat berita tentang kedatangan Hudhur tersebut].

Di Australia media elektronik dan cetak meliput kunjungan Hudhur tersebut. Saluran TV nasional ABC serta radio ABC mewawancarai Hudhur serta menayangkan berita kunjungan beliau yang didengarkan di seluruh negeri. Bahkan saluran radio tersebut juga didengar di pulau-pulau Pasifik dan memiliki 1,5-2 juta pendengar. ABC News didengarkan di 46 negara sehingga memiliki penonton lebih dari 10 juta. Mereka mewawancarai Hudhur, dan kemudian memberitahu beliau bahwa mereka mendapatkan tanggapan sangat baik yang mengagumkan mereka. Mereka mengatakan, mereka akan senang mewawancarai Hudhur untuk durasi yang lebih lama pada perjalanan berikutnya. Newsline adalah program bergengsi ABC TV dan wawancara Hudhur disiarkan dalam program ini. Pewawancaranya adalah seorang jurnalis terkenal yang mewawancarai kepala negara dan perdana menteri yang berkunjung dan didengarkan dengan sangat serius. Wawancara Hudhur itu disaksikan oleh sebanyak 10 sampai 15 juta orang.

Di Selandia Baru acara resepsi Raja oleh TV1. Channel Ini memiliki 600.000 pemirsa. Upacara peresmian masjid juga disiarkan. Berita peresmian tersebut juga diterbitkan di surat kabar, termasuk Sunday Star yang memiliki 500.000 pembaca dan Manukau Courier yang memiliki 194.000 pembaca. Online Media adalah situs web yang paling populer dari negara yang memiliki 450.000 hits. Media ini menyampaikan berita peresmian masjid. Dalam media cetak surat kabar Kristen Jepang dengan pembaca lebih dari 20 juta, mencetak foto Hudhur dan menyampaikan berita kunjungan, mengatakan bahwa pemimpin sekte Ahmadiyah Islam berkunjung dari London. Ini juga menyampaikan berita masjid pertama kita dan mengatakan bahwa pemimpin Jemaat Ahmadiyah telah mengatakan bahwa terlepas dari agama dan kebangsaan, semua orang disambut baik di masjid.

Singkatnya, berbagai wawancara yang diberikan kepada para wartawan meliputi ajaran Islam, kedatangan Masih Mau’ud as, konsep perang dalam Islam, kegiatan Tabligh Jemaat Ahmadiyah, pergolakan di negara-negara Muslim dan solusinya, bagaimana perdamaian sejati bisa ditegakkan di dunia, kedudukan Hadhrat Isa as. dan hubungan antara Jemaat dan Khilafat. Pendeknya daerah yang luas terliput dan sudut pandang Jemaat disampaikan. Jika semua pemirsa, pendengar dan pembaca semua terbitan, TV dan radio digabungkan, pesan tersebut mencapai 35 juta orang. Allah memfasilitasi pengenalan ajaran indah Islam di setiap wilayah di dunia dan orang-orang mencari tahu tentang Hadhrat Masih Mau’ud as. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dibuat oleh Hadhrat Masih Mau’ud as bahwa zaman ini adalah zaman pencapaian publikasi yang berdasarkan petunjuk. Liputan media adalah kesaksian nyata oleh Allah karena tidak mungkin bagi kita untuk mengatur cakupan yang luas seperti itu di empat negara. Bahkan, pesan dan pengenalan Jemaat mencapai 46 negara, di mana Pakistan termasuk. Bagi mereka yang memiliki akal, ini saja sudah merupakan bukti yang cukup tentang kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud as.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda: “Sekarang, dalam menaati perintah: وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ‘Dan karunia Tuhanmu sampaikanlah kepada orang lain.’ ( 93:12 ) aku tidak melihat adanya kerugian dalam menyatakan bahwa Tuhan Yang Maha Penyayang, melalui karunia dan rahmat-Nya, menganugerahkan semua kualitas sifat ini kepadaku secara berlimpah ruah. Dia tidak mengutusku dengan tangan kosong, tidak pula Dia telah menunjukku tanpa tanda-tanda yang menyertai. Dia telah menganugerahkan semua tanda ini padaku yang sedang mewujud dan akan terus mewujud. Allah SWT akan terus mewujudkan tanda-tanda sampai kebenaran tegak secara nyata.”[3]

Semoga Tuhan memberi taufik kepada kita untuk memahami tanggung jawab kita dan memenuhinya!

Berikutnya Hadhrat Khalifatul Masih mengumumkan bahwa beliau akan mengimami tiga shalat jenazah gaib setelah Shalat Jumat. Ini adalah shalat jenazah Syahid Bashir Ahmad Kiyani Sahib yang disyahidkan di Karachi pada tanggal 1 November, Mian Abdul Sami Umer Sahib, cucu Hadhrat Khalifatul Masih I radhiyAllahu ‘anhu yang meninggal pada usia 69 akibat masalah jantung dan pemuda 17 tahun Muzzamil Ilyas Sahib, mahasiswa Jamiah Pakistan. Dia meninggal tiba-tiba pada tanggal 9 September. Semoga Allah mengangkat kedudukan almarhum dan menganugerahkan kesabaran kepada yang ditinggalkan.

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Orang-orang Ahmadiyah yang pindah dari luar dan tinggal di Australia berkomunikasi dan berlaku secara baik dengan pribumi. Sumber: teks Urdu khotbah ini.

[3] 1zalah Auham, Ruhani Khaza’in, vol 3 – Essence of Islam, vol 4, hal 58