Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

28 Januari 2005 di Masjid Fadhl, Morden, London, UK.

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

 وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

Hari ini dengan karunia Allah Jemaat Ahmadiyah  berdiri di 178 negara di dunia,  dan warga Jemaat di setiap Negara berupaya saling mengungguli satu dengan yang lain dalam keikhlasan dan kesetiaan.  Jemaat setiap Negara menginginkan supaya muhibah/ turba Khalifah dilakukan di Negara mereka .  Sebab, dengan adanya muhibah  khalifah  akan  timbul daya ledak  dalam kecepatan melakukan pekerjaan  dalam  Jemaat.

Baru-baru ini beberapa hari yang lalu  Amir Najeria dan ada lagi lain   rekan  dari Najeria dating  yang  mengungkapkan hal itu bahwa setelah misi muhibah /kunjungan Huzur tahun yang lalu senantiasa timbul di dalam Jemaat  satu perubahan khusus dan mereka mengatakan bahwa sesudah kunjungan Hudhur  pada tahun yang lalu timbul  semangat yang istimewa  di dalam Jemaat. Alhamdulillah, akibat keikhlasan dan kesetiaan yang terdapat dalam diri Jemaat terhadap khilafat  Jemaat telah menciptakan perubahan  di dalam diri mereka akibat  muhibah itu/kunjungan. Tetapi faedah baru akan ada manakala perubahan-perubahan  itu dijadikan berjalan permanent di dalam diri kita,pengaruh perubahan-perubahan itu tetap  permanent, bukannya sesudah beberapa lama kemudian  langkah kaki bukannya berderap  maju ke depan malah terhenti  statis/  berdiri di tempat, pengaruh perubahan-perubahan   mulai luntur. Sebab, andaikata berdiri (di tempat) maka dapat  timbul bahaya langkah untuk mundur ke belakang. Oleh karena itu, jika  langkah mulai  maju ke muka  maka ini  hendaknya menjadi kebiasaan kehidupan sehari-hari dan  menjadi bagian kehidupan sehari-harinya. Di dalam kecepatan  itu bisa saja terjadi kurang dan lebihnya tetapi   langkah hendaknya jangan sampai terhenti. Setiap tahun jelas tidak dapat dilakukan muhibah ke setiap Negara,yakni begitu datang dari kunjungan lalu didorong untuk melakukan muhibah lagi kemudian baru saudara-saudara ( langkahnya cepat  dalam) berjalan. Kemudian banyak sekali negara-negara dimana  akibat  kondisi-kondisi yang terjadi atau keterpaksaan-keterpaksaan  tidak dapat dilakukan muhibah. Jika semua Negara tetap dalam keadaan menunggu dilakukan kunjungan   maka  akan menjadi sangat sulit untuk mencapai  maksud  kita  mengimani  Hadhrat Masih Mauud a.s , akan menjadi sangat sulut untuk mencapai maksud itu. Maksud itu adalah menciptakan perubahan – perubahan suci di dalam diri kita dan menyampaikan untuk seterusnya amanat itu. Kini nikmat MTA  yang Allah telah anugerahkan kepada kita  dengan itu ajaran hakiki yang Hadhrat Masih Mauud a.s berikan kepada kita itu dalam bahasa/lidah khalifah tengah  sampai kepada  semua orang. Tidak ada rintangan untuk sampainya suara ini dan tidak memerlukan  visa sebuah negara. Khalifah tidak perlu menyampakan khutbah  sesuai dengan keinginan para mulla/ulama-ulama sebuah  Negara. Ini turun di setiap rumah,  di setiap kota  dalam kondisinya yang asli seperti ini  sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah perintahkan dan sebagaiamana Hadhrat Masih Mauud a.s telah beritahukan kepada kita.

Jadi, perubahan-perubahan yang beliau a.s telah ciptakan  janganlah jadikan itu sebagai perubahan yang sesaat, tetapi perubahan-perubahan itu  kini hendaknya menjadi bagian dalam kehidupan. Ahmadiyah, yakni amanat Islam yang hakiki,  jadikanlah itu sebagai  bagian  kehidupan- kehidupan saudara-saudara  dan juga sampaikanlah kepada lingkungan saudara-saudara.  Tariklah perhatian mereka  untuk mengambil mamfaat  dari nikmat itu. Jangan sampai terjadi misi Ahmadiyah tidak  sampai kepada  suatu tempat  baru orang-orang penduduk negeri mengeluhkan bahwa kenapa amanat pesan ini tidak disampaikan kepada kami. Allah telah berjanji kepada Hadhrat Masih Mauud a.s  bahwa amanat beliau akan tersebar   ke seluruh dunia dan pasti akan tersebar insyaallah, dan tidak ada suatu kekuatan yang akan dapat menahan laju perkembangannya.

Beliau bersabda:” Saya mengatakan dengan penuh keyakinan dan keteguhan bahwa saya kaki saya berpijak di atas kebenaran  dan dengan karunia Allah di medan (laga ) ini saya akan meraih kemenangan. Dan sejauh saya memandang menggunakan  pandangan yang menjangkau pandangan jarak jauh, saya melihat seluruh dunia dengan kebenarannya    melangkah ke arah saya. Dan tidak lama lagi saya akan meraih kemenangan agung,sebab dalam mendukung lidah saya ada lidah lain yang tengah berbicara  dan untuk menguatkan  tangan saya ada lagi tangan lain yang sedang berkerja,  yang dunia tidak melihatnya tetapi saya tengah melihatnya. Di dalam diri saya tengah berbicara ruh samawi yang dapat memberikan dinamika kehidupan pada setiap hurup dan kalimat  dari ucapan saya ; dan di langit telah terjadi    gejolak dan semangat  yang telah mendirikan segenggam tanah  (yang tidak berarti) ini menjadi sebuah boneka. Setiap orang  yang tidak tertutup pintu taubah padanya tidak lama lagi akan menyaksikan  bahwa saya ini tidak datang dengan keinginanku. Apakah seorang dapat dikatakan melihat yang tidak dapat mengenal orang yang benar ? Apakah seorang bisa dikatakan  hidup yang tidak sadar / merasakan akan suara langit ini ? Izalah Auham Ruhani Hazain jildi 3 hal.403

Oleh karena itu, kemenangan Hadhrat Masih Mauud a.s adalah merupakan ketetapan atau harga mati. Ajaran beliau   akan tersebar di seluruh dunia;tetapi  merupakan kewajiban setiap Ahmadi  untuk tetap sibuk dalam upaya untuk menyampaikan pesan/amanat itu. Khususnya  di  negara- negara  Afrika sebagaimana sebelumnya terus ada upaya-upaya untuk melakukan pertablighan  kini kembalilah  mengupayakan itu. Sebagaimana sebelumnya secara terkordinir dilakukan upaya-upaya melakukan pertablighan sekarang   berilah perhatian ke arah itu.  Kekurangan yang masih  terjadi dalam tarbiat  berupayalah untuk menyingkirkan kekurangan- kekurangan itu  dan dengan secepat-cepatnya jadikanlah orang-orang yang berfitrah baik menjadi murid Rasulullah saw. Sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a. s bersabda:”Kini di langit tengah terjadi gejolak dan semangat”. Dukungan-dukungan samawi pun tengah  turun di hati orang-orang  dan Allah dengan berbagai perantara  tengah memberikan peringatan juga,  pemandangannya kita tengah saksikan di setiap tempat. Pemandangan itu  sedang nampak dalam bentuk topan-topan, gempa-gempa bumi atau bencana alam. Akibat   melupakan  Tuhan yang Esa nampak manusia tengah menggunakan senjata dengan  penuh kezaliman terhadap  manusia. Penduduk satu negeri  dengan cara  penuh kezaliman tengah membunuh satu dengan yang lain secara masal,  ini terjadi karena (melupakan tuhan)itu. Hal  yang  menakjubkan  adalah  orang yang dikatakan Islam pun inilah juga tindakan yang mereka tengah lakukan.

 Kemudian, Barat yang hanya sekedar nama menjadi pelopor atau pengusung missi  keamanan dunia, atas nama “demi keamanan” tengah meluluh lantakkan  penduduk-penduduk negara  serta menghancurkan mereka. Bukannya  dengan uang yang  mereka miliki  membantu negara-negara miskin, menghilangkan lapar mereka, malah dengan uang itu  mereka tengah menebarkan kehancuran. Jadi semua ini, baik karena bencana alam  atau Allah dalam bentuk telah menjadikan keras hati manusia (sehingga manusia menebarkan kematian )  yang dari mana manusia lupa akan nilai-nilai manusiawinya. Dan  mereka menghisap dan mengoyak-oyak  satu dengan yang lain seperti hewan. Ini semua terjadi karena manusia telah melupakan Tuhan  dan  keingkaran untuk mengenal Imam zaman  atau lahan rasa takut pada Tuhan sudah diserobot oleh rasa takut pada manusia. Padahal Allah berfirman : ” Hanya kepada-Ku dan  kepada-Ku-lah   kalian harus takut”.  Untuk menciptakan manusia menjadi hamba-Nya, untuk perbaikan manusia, Allah telah membangkitkan hamba-hamba pilihan-Nya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa pada zaman ini untuk itulah Allah telah membangkitkan Hadhrat Masih Mauud a.s supaya  dunia ini/ ummat manusia ini yang telah melupakan Tuhan  dibawa kepada-Nya . Dan dewasa ini dengan membawa amanat inilah hendaknya setiap Ahmadi berupaya   mengajak manusia mengenal Tuhan yang Esa. Oleh karena itu setiap Ahmadi hendaknya memahami  akan tanggung jawab mereka. Ciptakanlah perubahan –perubahan suci di dalam diri kalian; sampaikanlah diri kalian pada standar ketakwawan yang tinggi dan sampaikanlah kepada dunia  ajaran yang cantik  ini.  Dimana-dimana dan di Negara-negara manapun orang-orang Ahmadi berada janganlah dalam posisi  menuggu bahwa manakala  ada kunjungan atau muhibah khalifah  maka baru sesudahnya  kami akan mulai cekatan dan  mulai berkerja keras. Sekarang inilah  waktunya sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: “Di langitpun sedang timbul semangat  dan gejolak”. Oleh karena itu tampillah ke depan dan jadilah penolong Allah untuk menyampaikan amanat Allah  di dunia. Dan ambillah bagian dalam  karunia-karunia  dan berkat-berkat  yang Allah telah tetapkan bagi orang-orang  yang menyampaikan amanat-Nya. Insyaallah, pekerjaan ini pasti akan menjadi kenyataan. Allah telah memberikan peluang pada kita untuk menjadikan kita pewaris karunia-karunia-Nya. Sebagaimana saya telah katakan bahwa merupakan keinginan semua warga Jemaat di dunia  supaya ada muhibah/kunjungan  saya ke negeri mereka  agar  timbul gairah dan kesigapan  dalam melaksanakan aktifitas-aktifitas mereka. Insyaallah, kunjungan akan diadakan dan  kini juga sedang berlangsung. Tetapi setiap Jemaat harus melanjutkan semua perkejaan mereka. Memang tidak diragukan lagi bahwa  akibat  kunjungan ini – karena adanya hubungan Jemaat dengan khilafat – memang terjadi juga gairah dan semangat yang  tinggi di dalam Jemaat. Tetapi kita tidak pula bisa menunggu  bahwa apabila ada kunjungan-kunjungan  khalifah baru akan ada pekerjaan; jika Khalifah berbicara langsung dengan kita baru akan ada pekerjaan/kegiatan ( yang kita lakukan). Pekerjaan/kegiatan bagaimanapun juga hendaknya harus senantisa ada  yang selalu  kita kerjakan. Sejauh berkaitan dengan kunjungan saya,  pada tahun yang lalupun  sebanyak yang dapat dilakukan saya  melakukan kujungan dan  telah melihat pula pemandangan-pemandangan karunia-karunia Tuhan dan juga pemadangan kemakbulan doa-doa para mukhlisin Jemaat. Sebagaimana saya telah katakan bahwa ini  merupakan janji Allah kepada Hadhrat Masih Mauud a.s  bahwa Jemaat beliau akan unggul. Ini merupakan karunia Allah  bahwa dengan memberikan peluang pada kita Dia tengah   menjadikan kita sebagai pewaris dari karunia-karunia itu.

           Kini, pada hari-hari  kunjungan yang  telah saya lakukan itu  sedikit keadaannya saya akan terangkan. Saya telah mendapat taufik untuk melakukan turba-turba   dan ikut dalam Jalsah-jalsah di Prancis dan  Spanyol. Disanapun telah dapat melihat pemandangan dukungan dan pertolongan dan  karunia-karunia Allah yang tidak terhitung banyaknya. Jika ada yang mengatakan bahwa di dalam ini  andil upaya-upaya,kelihaian   dan kepandaian kita yang ikut  termasuk di dalamnya, maka dia telah menyatakan statemen/pernyataan  yang keliru,dia tengah melakukan kebohongan. Di Jalsah Salanah Pranncis, warga Jemaat Prancis  pun tidak pernah ada harapan atas  sebagaimana apa yang terjadi dimana para pemuka disana, presiden dan perdana menteri dan menteri-menteri lainnya telah mengirimkan amanat  mereka,  di dalam itu tidak ada andil upaya  manusia. Khususnya dalam kondisi dimana di setiap tempat di negara-negara Barat   telah mucul nuansa  perlawanan terhadap  Islam. Dan kemudian baru beberapa hari sebelumnya kementerian  dalam negeri telah memanggil amir Jemaat Prancis untuk mengadakan tanya jawab. Beliau mengatakan bahwa di sana ada beberapa orang yang berfungsi sebagai dewan juri    dan dengan demikian mereka dengan nada yang keras menghujani  amir sahib dengan berbagai pertanyaan berkaitan  dengan Islam dan Jemaat. Amir sahib berkata  bahwa terfikir oleh saya bahwa orang-orang  ini akan menghalang-halangi untuk Jalsah kita. Kemudian di daerah mana terdapat Rumah Missi kita  dan dimana diadakan Jalsah , itupun merupakan kawasan  orang-orang   yang sangat kurang  hubungan mereka dengan agama. Dan khususnya yang menyangkut mengenai kebencian terhadap Islam opini nuansa kebencian terhadap Islam di tempat –tempat itu  sudah berkembang. Dan di tempat itu juga para pelaksana Jalsah merasa cemas  bahwa jangan sampai ada upaya dari pihak yang berwenang  untuk menghalangi Jalsah dan penduduk-penduduk setempat jangan sampai mulai menyatakan  keberatan.

Kemudian wali kota juga sudah sejak lama sangat anti terhadap  kita  dan beberapa tahun sebelumnya wali kota itu sendiri juga yang datang  mengunci  mesjid  dan rumah misi kita disana. Dan dia tidak hanya datang mengunci  mesjid  tetapi  berikut  sepatunya dia gunakan masuk  ke dalam mesjid. Dan kemudian orang-orang kita disana dia caci maki sejadi-jadinya, dan  kepada Jemaat pun dia mengatakan  kata-kata yang kotor dan kasar. Terhadap diri orang itupun jemaat sangat khawatir,maka Jemaat mengundangnya  untuk datang ke mesjid.  Dan menurut dia bahwa menteri dalam negeri juga menyuruhnya untuk datang  mewakili dan ikut serta dalam Jalsah.  Walhasil  wali kota telah menyatakan kesiapannya untuk datang bahwa dia /wali kota  akan datang tetapi untuk beberapa menit. Tetapi kemudian bukannya  beberapa menit,malah semua waktu yang merupakan sesi terakhir ceramah saya dia tetap duduk sampai ceramah  saya selesai.  Dan tidak  seperti dahulu dia datang ke mesjid  dengan mengunakan sepatunya dan tidak pula  orang ini  hanya membuka sepatunya  sebelum datang ke   mimbar,bahkan  Dia juga menyampaikan amanatnya. Ceramah saya saat itu diterjemahkan dalam bahasa Prancis itu juga dia dengar dan pada saat dia pergi dia mengatakan  kepada amir sahib  suapaya ceramah disuruh  tuliskan lalu berikan kepadanya. Dia berkata, saya akan berikan kepada  menteri dalam negeri. Sisi Islam ini merupakan hal pertama dia dengar dan lihat. Bahkan  sampai dia mengatakan, saya akan memberikan pertolongan dan dukungan pada kalian dalam segenap pekerjaan kalian.  Jadi  perubahan –perubahan ini , yakni membalikkan hati orang-orang  adalah merupakan pekerjaan  Tuhan . Kemudian diapun sangat terkesan   bahwa dengan perantaraan MTA orang orang Qadian   tengah menyaksikan  pemandangan ini. Dan kami duduk disana tengah menyaksikan  pemandangan yang ada di Qadian. Nah, inipun merupakan peluang pertama dalam sejarah Jemaat Ahmadiyah. Yakni  kendati kejauhan ribu-ribuan mil  keduanya satu dengan yang lain tengah mengambil karunia dari  Jalsah. Jadi inilah kesatuan yang untuk menegakkannya kapasitas  sebagai murid  Hadhrat Rasulullah saw  Allah telah membangkitkan Hadhrat Masih Mauud a.s  sehingga  dari setiap tempat seperti satu corak  membahana nama Tuhan Yang Esa.  Jadi, dimana Allah menganugerahi faedah-faedah  agama  dan itu terjadi  dengan turba-turba itu, dengan lahir sarana  tarbiat untuk Jemaat. Allah  sendiri yang  menciptakan sarana seperti itu sehingga tertancap  pengaruh keindahan Islam di hati orang lain. Semua pengaruh/kesan dan ru’ub ini terjadi /ada   karena pertolongan Allah yang  Allah telah janjikan kepada Hadhrat Masih Mauud  a.s . Kepada beliau terdapat ilham:

نصرت بالرعب  –nusirtu birru’bi. Saya ditolong  dengan wibawa.

 Dengan karunia Allah di Prancis orang-orang yang tengah masuk ke dalam Jemaat adalah orang-orang dari Maroko ,Aljazair dan dari sejumlah Negara-negara  kecil lainnya. Dalam urusan ini juga Jemaat Prancis sangat pro aktif, sedang bekerja dengan sangat baik. Semoga Allah meamberikan taufik untuk menangani  semua itu. Sesudah waktu yang panjang baru muballigh ditetapkan  disana. Mereka  disana telah mendapatkan muballigh.  Diharapkan bahwa akan terdapat  faedah yang sebaik-baiknya. Dan pada tahun yang lalu juga ketika saya pergi kesana,  disana juga diadakan baiat langsung. Dan pada tahun inipun diadakan  juga baiat langsung. Pada kesempatqan Jalsah ini ada tiga empat saudara ahmadi datang dari Switzerland juga  yang pada tahun yang lalu mendengar Jalsah; yakni  dari antara mereka ada yang dating dan datang untuk baiat. Jadi dengan demikian di Prancis ada dua tiga orang  yang baiat.

Wanita-wanita dari  Maroko dan Aljazair,  di dalam diri  mereka juga- dengan karunia Allah  – terdapat perhatian untuk menerima Ahmadiyah dan di kalangan wanita –wanita yang terpelajar terdapat kecenderungan pada agama dan dengan penuh keikhlasan dan kesetiaan mereka memenuhi janji baiat mereka. Bahkan kendati harus menghadapi berbagai kesulitan  mereka juga menablighi keluarga mereka, mereka juga menablighi orang-orang rumah mereka. Dan dengan rasa yang sangat perih  hal itu mereka rasakan atau sadari. Mereka juga memohon untuk didoakan supaya keluarga kami pun,kata mereka, dengan masuk Ahmadiya mereka dapat menjadi orang-orang meraih  hasil akhir  yang baik. Ada beberapa   perempuan dan anak –anak perempuan yang terpelajar, yang sedang kuliah  di universitas  dengan isak tangisnya   memohon doa supaya  ibu  bapak  dan saudara mereka  menjadi Ahmadi. Kepada satu dua orang saya telah katakan bahwa ibu saudara-saudara  yang bertempramen sedikit lembut bagaimana caranya  bawalah datang ke mari untuk Jalsah. Maka sesuai dengan itu hari berikutnya mereka membawa ibu-ibu  mereka  ke Jalsah. Sesudah itu dengan ibu-ibu itu diadakan acara  mulaqat. Mereka  adalah  ibu-ibu  tiga empat anak-anak perempuan itu. Pada saat ibu-ibu mereka  yang bukan Ahmadi, yang mana mereka adalah orang-orang Islam  datang, saya bertanya pada mereka  bahwa anak perempuan saudara-saduara  adalah Ahmadi  dan saudara-saudara memperlakukan mereka dengan kasar karena, kenapa mereka menjadi Ahmadi. Saudara-saudara hari ini telah mendengar Jalsah kami, beritahukanlah pada kami disini apa hal-hal yang saudara-saudara rasakan  yang bertentangan dengan Islam. Dia menjawab , tidak ada. Bahkan disini benar-benar sesuai dengan Islam. Maka saya memberitahukan kepada mereka   bahwa ini adalah bagian dari ajaran kami. Saudara-saudsara kini  telah melihatnya, mendengarnya, saudara-saudara  kini juga  mengenal anak-anak  perempuan saudara-saudara, sesungguhnya mungkin saudara-saudara mengetahui akan kondisi agamanya sebelum masuk Ahmadi dan kinipun tentu saudara-saudara  mengetahui. Kemudian, anak-anak perempuan saudara-saudara yang lain juga ada  yang juga Muslim, beritahukanlah,  apakah setelah anak-anak saudara-saudara  menerima Ahmadiyat kondisi agamanya baik atau malah tambah  rusak. Mereka menjawab (mereka bertiga perempuan) anak-anak  kami yang masuk Ahmadi, dibandingkan dengan anak-anak  yang lain, inilah contoh praktis wajah  Islam.(yang mereka tampilkan) Saya katakan pada mereka bahwa jika seperti ini keadaannya maka kenapa saudara-saudara bersikap keras terhadap mereka ? Dalam perkara-perkara yang baik itu saudara-saudarapun hendaknya ikut serta di dalamnya  dan famili  saudara-saudara pun hendaknya saudara-saudara  ikut sertakan di dalamnya. Singkat kata, hati mereka cukup menjadi lembut. Sebagian mengatakan, kami akan memikirkan  untuk menjadi Ahmadi. Seorang yang perempuan  mengatakan   bahwa saya akan baiat . Jadi, Allah dengan karunia-Nya dari hal- hal yang kecil  terkadang  merubah hati manusia. Di dalam diri mereka terdapat   norma-norma  luhur , mereka tidak seperti sejumlah orang-orang kita dan sejumlah para mulla yang pengecut dan  mati , yang mana  lebih banyak takutnya pada maulvi dan kurang takutnya kepada Tuhan. Walhasil- sebagaimana saya telah katakan – sebelum saya kembali hati mereka kebanyakan sikap mereka sama sekali telah berubah menjadi lembut. Mereka tidak mengatakan  bahwa dia menjadi  Ahmadi. Walhasil mereka pergi setelah  berjanji  bahwa kami akan memperlakukan anak-anak kami yang Ahmadi dengan santun. Semoga Allah menganugerahi langkah yang teguh pada orang yang baiat.

Kemudian turba Spanyol. Spanyol juga kendati merupakan bagian  Eropa  tetapi menurut  saya itu sama sekali berbeda dengan Eropa. Siapapun orang yang pernah ke  Spanyol, kebanyakan inilah pandangannya, sesampai disana terasa juga  bahwa di negara dimana sampai tujuh ratus tahun  terdapat pemerintahan Islam, diamana untuk meninggikan nama Tuhan di satu kota dulunya terdapat beberapa ratus mesjid, dari mana lima waktu menggema suara

اشهد ان لا اله الاالله واشهد ان محمد الرسول الله  –asyhaduanlaailahaillahu waza asyhadu annna Muhammad an abduhu warasuuluhu, kini mesjid-mesjid  itu  atau itu telah diruntuhkan  dan yang lebih besar dan  bagus  itu digantikan fungsinya  menjadi greja-greja.  Jadi, walhasil begitu sampai disini perasaan  menjadi aneh. Sebelum Jalsah kami pergi untuk melihat mesjid Qurtuba. Disini persis  di tengah-tengah mesjid ,orang-orang Kristen membuat greja, yang nampak terbuat sudah lama. Tetapi bagian mesjid masih untuh, mimbar dll. Ke arah ini siapapun tidak dizinkan untuk kesana,tetapi bagaimanapun juga  mereka telah memperlihatkan kepada kami.   Wakil uskup di  greja telah menyiapkan  penyambutan dan  menerima kami. Di bawah ada ruangan  konfrensi Pres yang cukup besar dimana disana kami dibawa. Saya menyampaikan  bahwa kami ingin melihat mesjid,kami tidak  perlu pergi  kesana. Tetapi mungkin mereka diberi petunjuk seperti itu. Walhasil setelah membawa kami kesana secara resmi  mereka mempersilahkan duduk kepada  kami sebagaimana   layaknya akan diadakan konfrensi pres. Disana mereka melakukan penyambutan selamat datang secara resmi dan menyampaikan  Selamat Datang/ahlan wasahlan. Dan seberapa banyak pengenalan padri tersebut terhadap Jemaat  dengan kata-kata yang baik dia mengukapkannya. Kemudian saya pun dalam beberapa patah kata-kata menyatakan terima kasih dan memberitahukan  bahwa untuk tinggal dengan baik diantara sesama kita dan untuk dapat menegakkan keamanan, kita  harus mengenal Tuhan yang menciptakan kita, kita harus menuju pada Tuhan yang Esa. Pendek kata, dia mendengarkan  semuanya,bahkan dia  sampai siap ,jika ada waktu,katanya,   maka saya/dia ingin  mengumpulkan  seluruh padri yang ada di kota ini dan kepada merekapun Tuan sampaikan ceramah mereka. (kata Hudhur) Sebab sebelumnya tadinya tidak ada program sehingga program ini tidak dapat terlasana. Nah, para muballigh kita hendaknya mengadakan kontak dengan mereka.

Kemudian kami pergi ke Asybila yang  dalam bahasa Spanyol disebut  Asywiyah. Disinipun yang tadinya adalah sebuah mesjid  itupun kini berubah fungsi  menjadi sebuah greja yang didekatnya terdapat  sebuah istana   yang didirikan  pada zaman Abrdurrahman awwal dan  disinipun diadakan acara penyambutan. Saya juga tidak mengetahui  bahwa disini akan ada penyambutan. Namun  walhasil padri sahib menyambut kami  dan  memberikan cindera matanya /kenang-kenangan. Saya juga memberikan literature kepada mereka berupa buku Filsafat Ajaran Islam dan buku-buku  lainya. Sebuah Kitab suci  Al-Quran juga mereka diberikan . Walhasil, sesudah penyambutan kami melihat mesjid –sebagaimana saya telah katakana –bahwa itu telah dirubah menjadi greja.  Tidak diketahui,hanya Allah yang Maha maengetahui  bahwa apa sebabnya mereka  menghormati Jemaat ? Kenapa ada perhatian mereka.

 Beberapa hari yang lalu disini, di Baitulfutuh diadakan Seminar tentang keamanan   yang  dihadiri banyak peserta. Orang-orang dari berbagai agama, anggota-anggota parlement  dan sejumlah padri juga hadir. Seorang memberitahukan kepada saya bahwa disini hadir juga ada seorang padri . Dia berkata bahwa kami  datang kemari  karena apa yang saudara-saudara katakan  melakukan atau mengamalkan itu saudara-saudara telah mempunyai sejarah lebih dari 100 seratus tahun bahwa  apa yang saudara-saudara katakan  itu yang saudara-saudara  kerjakan. Ajaran saudara-sasudara adalah satu. Mungkin hal itulah yang menjadikan  perhatian tertuju kepada saudara-saudara. Apapun sebabnya sejauh berkaitan dengan perlindungan terhadap Jemaat  itu jelasnya Allah telah menjanjikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s, itu –insyaallah- akan terus berlanjut. Jadi dari segi itu tidak ada yang harus difikirkan bahwa kenapa timbul  perhatian. Jika perhatian itu adalah dengan niat baik  maka Allah akan memasukan berkah dan jika dengan niat yang buruk  maka Allah sendiri yang akan menyiapkan sarana perlindungan.

Walhasil, saya  telah menyebut mengenai  mesjid yang   menaranya cukup besar dan tingginya   beberapa ratus kaki yang   merupakan  bangunan gedung   tertinggi di seluruh kota. Di  puncak menara itu -sebagaimana biasanya terdapat kebiasaan menggantung  lonceng-   disana pun ada lonceng tergantung.  Dan sebagai ganti tangga untuk naik  ke atas  disana terbuat jalan yang melandai. Dengan demikian berjalan kaki menuju  kesana menjadi mudah dan jalannya cukup  lebar. Sesuai dengan keterangan  gaid /penunjuk jalan bahwa raja biasa pergi ke sana dengan menunggang kuda oleh karena itu kesana tidak dibuatkan tangga.  Kemudian dari menara itu azan dikumandangkan   dan suaranya mungkin akan menggema ke seluruh kota. Dan kini yang terdengar adalah  suara lonceng yang dengan  menyaksikan  itupun hati menjadi gundah dan resah bahwa bagaimana orang-orang Islam menghancurkan  kejayaan mereka. Bangunan-bangunan yang dibangun atas nama agama bagaimana  mereka telah serahkan di dalam pangkuan kemusyrikan.

Kini  merupakan tugas orang-orang Ahmadi untuk dapat meraih kembali   kemuliaan atau kejayaan itu,tetapi dengan cinta, kasih sayang dan doa-doa. Di dekat  mesjid  ada terdapat juga  istana raja  dan istana ini-  seberapa banyak  bangunan-bangunan yang sampai kini saya lihat di Garnathah  dan  telah melihat  juga Al-Hamra- dibandingkan dengan itu  kendati ini merupakan  bangunan  kecil, tetapi kurang lebih semuanya itu terawat dengan baik. Bahkan satu bagiannya juga  kini masih digunakan sebagai  tempat tinggal  raja Spanyol manakala  dia  datang ke  kota ini. Jadi, dimana-mana di istana inipun-  sebagaimana di zaman itu ada kebiasaan seni kaligerafi tulisan ayat –ayat Al-Quran dan kalimah  disini  tertulis juga

القدرة لله العزة لله – Al-Qudratu lillah  dan al-izzatu lillah. Dengan melihat kalimah ini  timbul perasaan bahwa orang-orang Kristen itu kendati adanya segenap  permusuhan dan kekuatan mereka dari sejak enam ratus tahun, tujuh ratus tahun yang lalu istana ini berada di tangan mereka,namun   kalimah yang tertulis disana mereka tidak hapuskan. Tetapi sementara para kiyai yang malang di Negari kita akibat permusuhan terhadap Ahmadiyah –kendati mereka mendakwakan diri membaca kalimah tauhid, mereka tengah dalam upaya  menghapuskan kalimah suci.

Saya katakan kepada mereka, hai para mulla di Pakistan !  Sedikit sadarlah kalian!  Tanamkanlah sedikit  rasa takut   kepada Tuhan,takulah kepada Tuhan dan hentikanlah tindakan- tindakan kalian yang tidak benar,  jangan-jangan nanti akibat tindakan- tindakan kalian itu kalimat itu sendiri yang  akan  menghapuskan kalian. Allahpun sesuai dengan sunnahnya memberikan sampai batas tertentu juga. Jangan-jangan waktu itu kini telah dekat, jika kini kalian tidak merubah diri   maka  pasti kalian akan  sirna. Jadi, mohonlah kasih sayang Tuhan  dan  perbaikilah diri kalian.

Jalsah Spanyol pun  dengan karunia Allah berjalan dengan lancar. Merupakan pertama kalinya seperti ini kita mendapatkan amanat dari petinggi Negara,  delegasi pemerintah datang,  direktur jenderal kementerian kehakiman dll datang, yang mana kesan-kesan mereka sangat  obyektif. Saya berjumpa dengan seorang penulis Spanyol, yang merupakan seorang pengarang  yang  mengarang banyak  buku-buku. Dia menulis  sebuah buku dimana  dia menulis tentang    Ahmadiyah dengan sangat obyektif.  Dia berkata bahwa saya pun adalah setengah Ahmadi,maka saya katakan,  kenapa anda tidak menjadi Ahmadi sepenuhnya. Kini belum ada waktu,katanya. Dia juga sedikit masih takut. Kemudian kami berjumpa  dengan  keluarga Kristen lainnya. Ada dua tiga famili dari Ekuador. Mereka dari Qurtubah datang di Jalsah, mereka adalah merupakan kenalan  seorang Ahmadi. Diantara mereka ada seorang wanita yang berpendidikan tinggi mengatakan  bahwa Tuan membuat mesjid di tempat yang kecil ini , disini siapa yang akan datang  dan kemudian  bagaimana Tuan dapat berkembang di seluruh Spanyol ini. Buatlah di kota  besar supaya lebih banyak dikenal orang. Setelah mendengar ceramah saya yang terakhir dia berjumpa dengan saya . Saya mengatakan padanya  bahwa pada  ceramah hari ini saya telah menyebutkan  bahwa ini merupakan pembangunan sebuah  mesjid awal  yang penuh dengan rasa rendah hati dan- insyaaallah- kami juga akan membuat mesjid  lain dan –insyaallah- di seluruh Spanyol Islam akan kembali dikenal. Kemudian penduduk setempat  juga banyak  yang ikut dalam Jalsah dan mereka sangat terkesan. Walhasil,dengan melihat  hal itu   tergerak dalam hati saya bahwa kini di Spanyol hendaknya dimulai pembangunan-pembangunan  mesjid yang mana saya telah menghimbau juga dalam khutbah saya. Dan saya telah menyebutkan tentang  Amir sahib bahwa beliau sangat cemas. Beliau sangat  penuh rasa khawatir  tentang uang  yang  beliau beritahukan kepada saya bahwa  sekemampuan kami   sebanyak inilah uang yang bisa kami  kumpulkan   atau kemudian  kondisi ini yang terjadi sesudah khutbah bahwa pada hari Jumaah saya menyampaikan khutbah dan sudah ditetapkan hari sabtu hari kepulangan saya, maka dalam waktu satu malam itulah  kekhawatiran amir sahib berkaitan dengan perjanjian itu terjawab,yakni  lebih satu setengahnya perjanjian yang telah terkumpul  dari yang diharapkan dan pelunasannyapun sedang berjalan. Saya mengharapkan bahwa mungkin dia telah mengumpulkan uang sebanyak dua kali lipat, yang mana  itu merupakan perkiraan mereka juga.  Demikian pula Jemaat Ahmadiyah seluruh dunia dengan luar biasa lapang dada  telah  menuliskan perjanjian mereka dan pembayarannya pun  mereka sedang lakukan. Dan kini menurut perkiraan saya. Disana saya telah sebutkan  supaya  dibeli rumah petak kecil bertingkat. Namun mudah-mudahan Allah  mengaruniai  supaya dapat diupayakan untuk membeli yang agak lebih besar. Semoga Allah menurunkan pertolongan-Nya.

Dalam kaitan Spanyol  ada lagi hal lain yang ingin saya katakan bahwa banyak orang-orang Ahmadi Eropa yang pergi ke Eropa untuk  jalan-jalan ke Spanyol. Atau mereka pergi ke berbagai tempat. Jika daripada pergi kesana kemari pergilah ke Sanyol  maka mungkin akan menjadi lebih baik. Hadhrat Khalifatul-Masih IV telah menghimbau untuk wakaf sementara  pergi ke Spanyol. jalan-jalan pun dapat  dan  pahala menyampaikan tabligh pun dapat. Jadi, saya kembali menarik perhatian orang-orang Ahmadi  bahwa dengan perantaraan para amir  Negara-negara  mereka  yang ingin wakaf sementara  seperti itu  ke Spanyaol, kirimkanlah nama-nama saudara-saudara dengan  perataraan (rekomenasi_) para amir    ke wakiluttabsyir.

Demikian pula turis Spanyol yang pergi keluar dan  pergi ke berbagai Negara-negara Asia, Pakistan dll. Untuk mengadakan kontak  dengan mereka pun beliau telah membuat program bahwa jika  mereka diinapkan ssebagai tamu di rumah saudara-saudara di kota-kota mana mereka pergi atau di Negara-negara mana mereka pergi  maka akan terjadi saling tukar imformasi  dengan mereka.  Tetapi program ini sampai dimana suksesnya, sayapun juga akan mengadakan pemeriksaan, perinciannya harus dilihat. Andaikata perlu maka setelah melakukan pengecekan/ pemeriksaan maka saya akan memberitahukan pada Jemaat dan akan menarik perhatian Jemaat kea rah itu. Di dalam ini yang diperlukan juga adalah dicari informasi mengenai turis-turis yang baik. Dan untuk mencari informasi   diperlukan juga Jemaat Spanyol juga. Oleh karena itu bagaimanapun juga harus melakukan pemeriksaan terkait dengan bentuk   pengamalannya.

 Pada saat turba ke Spanyol  ada juga satu faedah bahwa warga Jemaat datang juga untuk  Jalsah dari Portugal, yang merupakan  negara tetangga terdekat. Dengan pengurus mereka juga  diadakan rapat. Sampai sekarang disana  tidak ada mesjid. Dan akibat tidak adanya mesjid menangani  para mubayyiin baru menjadi sulit;  sebab kebanyakan yang masuk ke dalam Ahmadiyah adalah dari Negara-negara Afrika dan dari orang-orang Islam Negara-negara Arab. Mereka menjadi patah semangat karena tidak adanya mesjid. Jadi disana pun saya telah katakan kepada mereka  bahwa buatlah mesjid secepatnya dan disana  Allah telah menciptakan situasi dan kondisi seperti itu,  saya mengharapkan bahwa –insyaallah- dalam hal ini kita  akan meraih  kesuksesan sehingga  dari mereka sendiri akan tersedia fasilitas-fasilitas  untuk membangun sebuah mesjid.   Ada sebuah rumah tua  yang bisa  dijual dibelikan tempat yang baru dan dapat dibangun juga. Dan jika sedikit banyak ada yang diperlukan  maka insyaalah akan dicukupkan  dari pusat.

Doakanlah semoga Allah mencurahkan karunia-Nya dalam semua program itu. Kini kita hendaknya berupaya membuat mesjid di setiap Negara dan di setiap kota di Eropa. Insyaallah, pekerjaan /missi ini akan sukses. Kita hendaknya harus mendoakan semoga Allah menganugerahi taufik kepada kita dan kita dapat melihat sempurnanya semua kemajuan-kemajuan  yang Allah telah janjikan kepada Hadhrat Masih Mauud a.s.

Beliau bersabda: ” Lihatlah zaman  terus menerus datang silih berganti,bahkan itu telah dekat pada saat mana  Allah akan maenyebarkan kemakbulan/kemasyhuran Jemaat ini ke seluruh dunia. Jemaat ini tersebar di timur dan di barat, di utara dan di selatan dan yang dimaksud dengan Islam di dunia adalah Jemaat ini. Ini bukanlah perkataan – perkataan manusia,ini merupakan  wahyu Ilahi  yang di hadapan-Nya tidak ada sesuatu yang tidak mungkin”. Tuhfah Gulurwiyah Ruhani Hazain jilid 17 hal.182

Kini saya secara singkat ingin menyebutkan akan pengkhidmatan – pengkhidmatan Jemaat,yang dilakukan oleh Jemaat dalam kaitan  gempa yang telah melanda kawasan Negara-negara Asia timur bagian  utara. Pengkhidmatan terhadap orang yang tertimpa musibah dan adanya rasa solidaritas kepada makhluk  Allah adalah merupakan  sunnah nabi dan terdapat perintah kepada kita bahwa pertolongan harus diberikan kepada orang-orang yang lemah.

Wahyu  pertama yang turun kepada Rasulullah saw dan pada diri beliau saat terjadi kondisi yang sangat merisaukan,  pada saat itu ucapan  yang dikatakan oleh Hadhrat Khadijah dalam memberikan hiburan kepada beliau adalah  bahwa Tuan menolong orang –orang yang tertimpa  musibah yang datang  dengan tiba-tiba. Oleh karena itu bagaimana bisa  Tuhan akan maenghinakan beliau. Kemudian Rasululah saw juga bersabda: Bahwa jika ingin menciptakan sikap lunak di dalam hati yang keras maka penawarnya adalah  memberikan makan kepada orang yang miskin dan  memelihara anak yatim.

Hadhrat Masih Mauud a.s dalam kaitan ini bersabda:  Mutu  atau kebiasaan orang yang melakukan kebaikan-kebaikan hakiki adalah bahwa  mereka memberikan makan makanan yang mereka cintai kepada anak-anak yatim,orang-orang miskin dan para tahanan   hanya karena cintanya kepada  Allah. Dan mereka mengatakan bahwa kami  tidak  berbuat baik kepada kalian , tetapi kami melakukan pekerjaan ini  supaya Tuhan redha kepada kami  dan pengkhidmatan ini adalah untuk (mencari)  keredhaan-Nya. Kami tidak menghendaki ganjaran dari kalian dalam bentuk ucapan  terima kasih kalian kepada kami. Ini  merupakan isyarah ke arah  cara  macam ketiga untuk mendapatkan kebaikan ialah  melakukan kebaikan  hanya karena gejolak rasa simpati  “. Filsafah ajaran Islam.Ruhani Hazain jilid 10 hal 357

Jadi atas landasan rasa simpati dan semangat kesetiakawanan ini- dengan karunia Allah – warga  Jemaat di berbagai   negara dimana gempa bumi ini datang  dengan berbagai cara memberikan bantuan kepada  orang-orang  yang dilanda musibah dan mereka kini tengah melakukannya. Berikut ini adalah perincian singkatnya. Sejumlah orang-orang berkeinginan supaya  mereka juga diinformasikan  dan memang hendaknya mereka juga harus mengetahui.

Sebagaimana semua telah mengetahui bahwa sampai kini dikabarkan  ada 250.000 orang  yang telah mati dan mungkin jumlahnya lebih dari itu. Jadi, Humaniti First yang merupakan institusi khidmat khalak/pengkhidmatan  dalam Jemaat di bawah kordinator mereka diserahkan tanggung jawab ini di berbagai Negara. Di bawah kordinator Humananity First Jemaat Jerman dan Jemaat Hindustan bersatu  melakukan pengkhidmatan di Hindustan dan disana mereka menyiapkan sarana-sarana dan fasilitas-fasilitas pengobatan. Sudah kurang lebih 4500 pasin yang sudah dirawat  dan kurang lebih  3500 orang yang memerlukan makanan  kepada mereka tersedia  makanan  dan dengan perantaraan Humaniti First (disediakan )kurang lebih 700 ribu dolar dan  sebagian diberikan Jemaat Inggris. Jadi lebih dari 800 ribu dolar dana untuk itu. Mereka mengatakan bahwa mereka  akan menyajikan  sekurang-kurangnya sejuta dolar  untuk pengkhidmatan ini,atau dibelanjakan untuk program ini. Selain itu di Jemaat-Jemaat di dunia juga  di setiap Negara sesuai dengan sarana-sarana yang mereka miliki di kedutaan-kedutaan Negara-negara   masing-masing disana diberikan bantuan atas nama bantuan Jemaat. Seolah-olah dibandingkan dengan kerugian yang diderita uang kita  sangat kurang dan dengan demikian kedati berkeinginan   kita tidak dapat melakukan pengkhidmatan kepada setiap orang. Tetapi kita melakuakan dengan penuh kesabaran/dan tekad. Iinsyaalaah, kita akan terus melakukan itu. Dari sinipun dikirim delegasi ke Srilangka. Berkenaan dengan itu pun kelian mungkin telah mendengar laporannya dan ini setiap hari terus melakukan pengkhidmatan. Kemudian ada sejumlah nelayan yang perahu mereka hancur pengkhdmat-pengkhidmat kita   memperbaiki perahu-perahu itu.

Kemudian di Indonesia, Amerika dan UK  keduanya bersatu melakukan pengkhidmatan itu. Dan disini ada satu tempat Lamno merupakan tempat yang sangat terparah  tertimpa  bencana alam. Dan disini sedemikan tinggi gelombang yang menghantam  sehingga   di ketinggian setinggi  tiga tingkat bangunan rumah terdampar  perhu-perahu dan kapal-kapal diatasnya. Dan sampai berpulu-puluh mil gelombang pasang telah menyapu bersih  hingga tanda-tanda bekas tempat penduduk hilang lenyap. Hanya Jemaat  Ahmadiyah disini ( di Lamno) yang  telah menyiapkan bantuan berupa  makanan untuk orang-orang yang terkena bencana. Dan satupun tidak ada  LSM sampai kini yang sampai disini. Kemudian di Lambaro disini orang yang selamat kurang lebih 700-1000 orang  dan ada  40 khuddam yang tengah melakukan pengkhidmatan kepada mereka. Ada tiga kali sehari makanan disipkan untuk mereka.

Kini program Jemaat Indonesia-  yang mana mereka diberikan izin juga untuk itu-  bahwa untuk dua bulan ke depan selama belum mapan   disiapkan makanan untuk orang-orang yang selamat disana.

Dan  juga merupakan karunia Allah   bahwa di penduduk disana lembaga LSM lainya  bekerja di bawah Humanity First. Disana Amerika telah berjanji untuk mendirikan 50 puluh pompa air. Sebab disana terdapat kekurangn  air  minum. Dari Indonesia, Inggris dan Amerika ada 24 Dokter, 6 Dokter Homophaty dan ada 6 orang penitia dan 74 Khuddam yang tengah bekerja disini dan sebelumnya banyak sekali pasin yang telah mendapat perawatan. Dan kini 100 -150 orang setiap hari pasen yang dirawat oleh relawan Humaity First.  Bantuan bantuan dari Hindustan 250 tentara dan Pakistan berjumlah  kurang lebih   250  tentara yang bekerja. Pemerintah Indonesia sedemikian rupa tertarik kepada kiprah  Humanity First,bahkan orang-orang ini sendiri  bekerja bersama-sama dengan mereka. Bahkan tentara –tentara  Pakistan juga yang memohon bahwa apabila kami pergi pada bulan Februari   maka hanya kalianlah yang akan memelihara rumah sakit militer kami. Jika  hal ini sampai kepada para mulla maka pasti mereka akan benar-benar keberatan.

Kemudian mengenai pemeliharaan  anak-anak yatim banyak sekali orang-orang yang telah menulis kepada saya bahwa disana mungkin banyak sekali  anak-anak yang telah menjadi yatim piatu. Dan terdengar  kabar bahwa disana dari pihak  greja telah mulai mengambil anak anak itu, mereka ini akan menjadi Kristen. Anak-anak orang-orang Islam hendaknya senantiasa tetap menjadi anak-anak Islam. Oleh karena itu, kita  menawarkan diri kita bahwa kami siap  memelihara anak-anak yatim sekian, kami akan memelihara anak-anak sekian  Maka untuk itu saya telah menyuruh mencari informasi. Sampai kini laporan yang diterima dan  sesuai dengan itu hal pertama adalah  bahwa pemerintah disana telah mengambil keputusan  bahwa untuk pemeliharaan anak-anak yatim  mereka tidak akan serahkan pada orang-orang lain. Sebab mereka mendapat pengalaman apa yang telah terjadi di Bosnia dan Albania. Dengan rujukan  itu mereka mengatakan  bahwa anak-anak Islam jangan-jangan  mereka menjadi Kristen kalau diserahkan pada orang-orang lain karena itu mereka mengeluarkan keputusan. Tetapi keputusan ini sampai kini masih  bahwa 200 anak yatim yang ada disana Jemaat akan memelihara mereka dari segi sarana  /fasilitas- fasilitas mereka . Kini- walhasil-  saya tengah mencari tahu supaya kepada mereka disampaikan lagi  agar  mereka menjadi yakin  bahwa anak-anak yatim itu akan dirawat di rumah orang-orang Islam,  karena itu  apakah mereka siap untuk memberikan atau tidak.

Demikian pula kedutaan Indonesia  telah meminta kepada Humanity First  bahwa kami banyak sekali mendapat bantuan dari orang-orang tetapi kami berkeinginan  bahwa sebagaimana saudara-saudara  memberikan bantuan kepada orang-orang miskin di Afrika bantulah kami  seperti itu untuk menyalurkan bantuan ini. Maka dibawah program itu kedutaan Indonesia  memberikan petunjuk kepada  orang-orang Indonesia yang tinggal disini dan kepada orang-orang Islam lainnya  supaya mengadakan kontak dengan Jemaat Inggris. Maka sejumlah orang mulai  menyatakan keberatan /melakukan protes. Disini keberatan begitu cepat  datangnya,kan   bahwa kalian meminta tolong dari orang-orang Ahmadi, ini kan orang luar Islam. Maka atas  hal itu kedutaan Indonesia benar-benar  menyatakan keheranannya. Bahwa orang-orang disana sedang  berurusan dengan  masaalah hidup dan mati,  sedang mati kelaparan dan disini mulai rebut masaalah Muslim dan bukan muslim. Kiyai-kiyai ini tidak pernah ingin untuk menampakkan rasa akhlak solidaritas pada ummat manusia, yang mereka inginkan hanya fitnah, fitnah, fitnah dan kekacauan, selain itu tidak ada lagi pandangan hidup mereka.

Dan sampai kini dengan karunia Allah sudah 13 kontainer bantuan  sepanjang 40 kaki telah pergi dengan peranataraan Jemaat. Bantuan ini  kurang lebih seberat 245 ribu kg  yang mana di dalamnya  seberat 78 ribu Kg barang-barang makanan  dan minuman dan barang-barang  minuman dan ada 130.000 pakaian  dan barang-barang lainnya. Semoga Allah menerima upaya kita yang hina ini . Dan tampa ada rasa takut dan tampa keinginan untuk memperoleh nama apapun semua orang ini  sedang sibuk dalam melakukan pengkhidmatan. Semoga Allah menganugerahi semuanya ganjaran dari sisi-Nya  yang  telah berpartisipasi dalam pengkhimatan dalam  corak mereka masing-masing. Semoga Allah juga membuka mata dunia  supaya mereka menjadi orang –orang yang mengenal Tuhan yang Esa dan semoga mereka menjadi orang yang mengenal Imam zaman.

Hudhur pada khutbah kedua bersbda:  Saya ingin menarik perhatian pada suatu masaalah.  Jumaah yang lalu adalah hari Raya Id Kurban. Pada hari itu hanya Shalat Id yang dilakukan,shalat Jumaah tidak dilakukan. Atas kejadian itu sejumlah orang mengajukan  sebuah pertanyaan bahwa di cabang kami shalat Id dilakukan dan shalat jumaah juga dilaksanakan. Jika tadinya ini adalah penting maka hendaknya kami  jangan melakukan shalat Jumaat, sebab Hudhur tidak melakukan itu (shalat Jumaat). Jadi berkaitan dengan ini saya akan terangkan bahwa Rasulullah saw telah memberikan kebebasan, Jika shalat Jumaah dilakukan juga  maka itu adalah tepat  sesuai dengan sunnah, tidak apa-apa. Dan jika  dalam kondisi- kondisi khusus diambil mamfaat dari kebebasan  dan keringanan  ini,   itu  diamalkan juga maka tidak apa-apa. Disini di Negara-negara dingin  berkumpulnya orang-orang  dengan   waktu juga sedikit  terkadang  menjadi sangat sulit  maka oleh karena itu diambil faedah dari itu. Islam adalah agama yang di dalamnya terdapat kemudahan karena itulah Rasulullah saw dengan cara yang jelas  telah menerangkan  kepada kita.

Kini pada hari ini juga Nasim Mahdi  mengirimkan fax ucapan selamat kepada saya   dan bersama itu pula  bahwa Hudhur menyatakan tidak ada Jumaah,  maka kamipun mengambil faedah dari itu. Sebab disana kondisi cuaca  minus /kurang  35 decree sentigrit  dan udara dingin berhembus  dan mesjid pun tidak sebegitu besar seberapa  jumlah orangnya,disana tidak tahu  bagaimana mereka melakukan shalat Id.  Mereka mengatakan bahwa ada 7500 orang yang hadir  yang datang untuk melakukan shalat Id .  Oleh karena itu kami pun  tidak melakukan shalat Jumaat. Jadi dalam kondisi-kondisi   khusus  jika diambil faedah dari kebebasan itu  maka tidak apa-apa dan jika dilakukan shalat Jumaah maka tidak apa-apa juga.

Hadis pun   saya perdengarkan kepada saudara-saudara.   Bersumber dari Hadhrat Abdullah bin Umar r.a  bahwa pernah pada zaman Rasulullah saw  ada dua Id ,yakni Jumaah dan Hari Id bersatu. Rasulullah saw mengimami shalat Id  kemudian bnersabda bahwa barangsiapa yang ingin melakukan shalat Jumaah  itu boleh datang untuk melakukan shalat Jumaah dan barangsiapa yang tidak ingin datang untuk melakukan shalat Jumaah maka  boleh tidak  datang. Ibni Majah Bab iqamatissunnah

Jadi ada kebebasan dan di mesjid juga bisa diambil keputusan apakah di lakukan atau tidak. Keputusan boleh diambil  sesuai dengan kondisi. Disini tidak ada peraturan bahwa kita harus setiap saat  tidak akan melakukan shalat Jumaat. Dan inipun bukan merupakan keharusan bahwa  harus dilakukan. Jadi sesuai dengan kondisi keputusan itu dapat diambil.

                                                           Qamaruddin Shahid