Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 7 Maret 2014 di Masjid Baitul Futuh, UK.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك لـه، وأشهد أن محمّدًا عبده ورسوله. أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرّجيم.

 بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم* الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ،

Hadhrat Khalifatul Masih mengatakan bahwa sekitar tiga minggu yang lalu Jemaat Ahmadiyah Inggris mengadakan konferensi untuk memperingati 100 tahun Jemaat di Inggris. Para ulama dan perwakilan dari berbagai agama diundang untuk menyampaikan konsep Tuhan dan agama berdasarkan kitab suci mereka. Tema konferensi adalah Tuhan dalam abad ke-21.

Dan memang agama Islam pun mendapat kesempatan ditampilkan pada konferensi itu, dan itu disampaikan oleh Hadhrat Khalifatul Masih. Wakil dari agama-agama lain adalah Yahudi, Hindu, Buddha, Druzes dan Zoroaster. Juga hadir pada acara tersebut dari Sikh dan Baha’i, ditambah para politisi, dan aktivis hak asasi manusia yang juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan pandangan-pandangan mereka. Konferensi ini diadakan di sebuah tempat tradisional yang disebut Guildhall yang dibangun sekitar tahun 1429 bahkan lebih awal dari itu yang dikenal sebagai salah satu dari dua bangunan tertua di London yang mempunyai nilai sejarah.

Konferensi itu ditayangkan melalui MTA dan orang-orang semestinya telah melihatnya dan diharapkan hal itu akan ditulis dalam Al-Fazl dengan mengacu pada peristiwanya yang jelas bersejarah.

Tujuan membicarakan hal itu dalam khotbah ini, bukan untuk menyampaikan sejarahnya tetapi untuk menyampaikan beberapa rincian dari konferensi itu. Diharapkan bahwa terjemahan khotbah Hudhur dalam bahasa Urdu sebagaimana khotbah-khotbah lainnya telah dikerjakan.

Telah ada permintaan dari Pakistan bahwa pidato di konferensi itu seharusnya disebutkan dalam khotbah Jumat sebagaimana Hudhur menyebutkan perihal lawatan-lawatan beliau itu, sehingga para pendengar mendapatkan pemahaman yang baik dan merasa bersyukur atas kegiatan-kegiatan tersebut.

Beberapa diantaranya tidak sempat menontonnya secara langsung bagaimana proses kejadiannya pada MTA, hanya kemarin seseorang menulis surat kepada Hadhrat Khalifatul Masih bahwa mereka telah membaca tentang konferensi itu di Surat Kabar seperti begini dan begitu. Jemaat mendengarkan khotbah Jumat itu dengan keinginan yang lebih besar. Tetapi akan lebih baik jika orang-orang Ahmadi itu menonton di MTA, dan itu merupakan kesempatan besar.

Hadhrat Khalifatul Masih memberikan intisari singkat dari beberapa naskah para pembicara dan juga memberikan ringkasan pidato utamanya dan memberikan pandangan dan komentar dari beberapa tamu sebagai tanda yang menunjukan pertolongan dan dukungan Tuhan sehingga kita dan dunia bisa tahu bahwa kemenangan Rasulullah saw sedang ditunjukkan melalui hamba sejati dan pengikutnya.

Sebelum memberikan rinciannya, Hudhur mengatakan bahwa pengurus Jemaat Inggris yang menyelenggarakan peristiwa besar tersebut tidak mempromosikan dengan lebih maju seperti yang semestinya dan mereka merasa puas hanya dengan mengaturnya secara sederhana dengan mengantisipasi sejumlah besar tamu yang akan hadir. Padahal ini merupakan kesempatan sangat baik untuk memperkenalkan Jemaat dalam lingkup luas dan menyebarluaskan ajaran Islam yang indah kepada orang-orang sebanyak mungkin. Jika media telah dihubungi dengan tepat, hal itu akan menghasilkan hasil yang lebih baik daripada apa yang kita dapatkan sebagai hasil dari upaya Amir Sahib dan timnya yang sedang mereka lakukan sekarang.

Dewasa ini pers merupakan sumber utama untuk mempromosikan pesan seseorang. Dalam hal ini, kebanyakan Jemaat di seluruh dunia tidak menunjukan seperti yang semestinya dan nampaknya belum berhasil. Jemaat Amerika Serikat sekarang agaknya lebih baik dalam hal pekerjaan ini dan dalam hal ini sedang dilakukan di Ghana, Sierra Leone dan negara Afrika yang berbahasa Perancis. Kita harus memiliki akses ke media di setiap tingkat agar dunia mengetahui ajaran Islam yang indah. Ini merupakan sumber tabligh yang besar dan Jemaat perlu memperhatikan hal ini.

Beberapa pembicara berbicara dengan baik sekali dan diharapkan memang itu semua adalah suara hati mereka.

Ketua Dewan Hindu di Inggris, Umesh Chander Sahrma mengatakan: “Topik hari ini sangat menarik, setidaknya itu berarti bahwa satu hal yang pasti kita semua percaya bahwa Tuhan itu ada. Hal lain yang sangat jelas adalah bahwa semua kepemimpinan politik dan kelompok telah gagal untuk membawa perdamaian, kerukunan antar masyarakat atau dunia. Anda dapat melihat konflik-konflik di seluruh tempat karena untuk satu alasan atau orang lain tidak percaya kepada para pemimpin politik. Ini adalah waktu ketika saya pikir kita harus kembali ke iman kita.”

Dia juga mengatakan bahwa kita seharusnya memimpin dengan teladan dan tidak hanya dengan menasihati orang lain. Hudhur menekankan bahwa semoga Allah membuat mereka melakukan hal ini karena ini merupakan kenyataan.

Pesan Dalai Lama dibacakan oleh wakilnya yang ada di London. Dia berkata: “Semua agama mengajarkan kebajikan cinta, altruisme(tidak egois) dan kesabaran. Oleh karena itu bahkan jika mereka dapat memegang berbagai pandangan filosofis kita harus enghormati mereka semua. Setiap tradisi keagamaan telah memberikan sumbangsih yang sangat jelas bagi kemanusiaan selama berabad-abad yang lalu. Untuk masa depan pun tradisi-tradisi itu juga dapat membantu kita mempromosikan perdamaian dalam masing-masing masyarakat kita sendiri dan membawa harmoni dan pengertian antara dua negara bertetangga. Yang penting adalah agar semua orang percaya untuk menempatkan ajaran tradisi agama mereka masing-masing ke dalam praktek yang sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari mereka. Konflik atas nama agama terjadi ketika orang gagal untuk memahami maksud sebenarnya dari iman mereka masing-masing. Kita harus mendorong kontak antara para pengikut agama yang berbeda… masyarakat umum akan mengembangkan rasa hormat terhadap tradisi-tradisi dari agama lain dan hal ini pada gilirannya akan meningkatkan kerukunan dalam masyarakat. Saya memberi dukungan dengan sepenuh hati saya terhadap konferensi agama dunia yang diselenggarakan di London pada 11 Februari 2014 oleh Jemaat Muslim Ahmadiyah di Inggris. Saya percaya bahwa pertemuan semacam ini memiliki suatu dampak simbolis yang kuat… doa saya semoga buah-buah dari pertukaran pandangan anda ini akan menjangkau jauh ke depan dan berlangsung lama.”

Pemimpin spiritual komunitas Druze di Israel, Sheikh Moafaq Tarif berkata: “’Hai manusia, Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan; dan Kami telah menjadikan kamu bangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu dapat saling mengenal. Sesungguhnya, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Waspada.’ (49:14)

Saya benar-benar berterima kasih kepada Yang Mulia, Pemimpin Jemaat Muslim Ahmadiyah seluruh dunia dan para anggotanya atas undangan ini dan saya mengucapkan selamat kepada anda atas konferensi agama-agama dunia yang mengesankan ini dan merupakan bagian dari perayaan ulang tahun keseratus Jemaat Muslim Ahmadiyah Inggris.

Sebagai komunitas Druze kami mengadakan hubungan yang sangat kuat dengan Komunitas Muslim Ahmadiyah di Tanah Suci. Mari kita bergandengan tangan dalam mengecam kekerasan dan agresi dalam segala bentuknya dan menabur benih-benih cinta dengan menumbuh-kengembangkan perdamaian tidak hanya di Timur tetapi di seluruh dunia.”

Uskup Agung Kevin McDonald mewakili Gereja Katolik. Dia berkata: “Saya merasa terhormat dan bersyukur atas kesempatan untuk berbicara atas nama Gereja Katolik di konferensi agama-agama dunia ini yang diselenggarakan oleh Jemaat Muslim Ahmadiyah di tahun perayaan anda yang keseratus ini. Ini merupakan tanda waktu saat pertemuan seperti ini seharusnya terlaksana dan ini merupakan alasan untuk berterima kasih atas waktu dimana kita hidup di dalamnya.”

Dia membacakan pesan dari Kardinal Peter Turkson, presiden Kepausan Dewan Perdamaian dan Keadilan: “Saya bersyukur atas kesempatan untuk secara langsung menyampaikan doa dan salam saya atas konferensi seratus tahun Jemaat Muslim Ahmadiyah khususnya sebagai para wakil dari keyakinan-keyakinan yang berbeda-beda yang berkumpul untuk mengusung perdamaian.”

Rabbi Profesor Daniel Sperber, mewakili Kepala Rabbi Israel. Dia berkata: “Kita hidup dalam masyarakat dimana materialisme dipandang sebagai nilai positif pada urutan tertinggi dan dimana kesenjangan antara si kaya dan si miskin telah mencapai proporsi yang menakutkan. Atas nama kemajuan dan kenyamanan kita sedang menipiskan sumber daya alam dunia, sedang mencemari aset air bersih kita, sedang menghancurkan hutan kita dan saya hampir tidak perlu meneruskan penyakit-penyakit lingkungan ini. Kita hidup di suatu dunia yang terbelah oleh perselisihan politik dan agama dan gejolak sosial. Nama Tuhan dan pesan-Nya diinjak-injak atas nama rasionalisme dan kenyamanan politik. “

Rabbi mengatakan semua orang seharusnya berkumpul dan bekerjasama melawan aspek-aspek buruk ini. Hadhrat Khalifatul Masih menggarisbawahinya bahwa semoga pemikiran-pemikiran ini juga dihargai oleh kepala negara mereka dan juga mengadakan hubungan dengannya.

Komisaris Tinggi dari Ghana membacakan pesan dari Presiden Ghana. Pesan itu mengatakan bahwa peristiwa ini sekali lagi mengingatkan kita bahwa Tuhan mengirimkan nabi-nabi kekasih-Nya di dunia ini yang menyampaikan pesan-pesan mereka kepada orang-orang dari semua ras tanpa diskriminasi bahwa manusia harus hidup damai dan saling harmoni. Dia mengatakan bahwa Dewan Perdamaian telah didirikan di Ghana dan negara mempunyai toleransi beragama di mana setiap orang memiliki hak perwakilannya.

Baroness Warsi mengatakan: “Merupakan suatu kehormatan untuk berbicara di depan hadirin yang terkemuka seperti ini dalam konferensi agama-agama dunia yang bergengsi di sekitar ini. Ini adalah bukti keterbukaan, pragmatisme dan kerendahan hati Jemaat Muslim Ahmadiyah bahwa peristiwa global bendera anda hari ini, tidak hanya sedang merayakan kepercayaan anda sendiri tetapi juga anda sedang merayakan semua kepercayaan. Anda hanya cukup melihat sekitar Inggris ini untuk melihat kontribusi besar komunitas Ahmadiyah di semua lapisan masyarakat terutama dalam kaitannya dengan amal saleh dan khususnya dalam kaitannya dengan aksi sosial…Hal ini jelas telah menjadi momen penting bagi begitu banyak agama untuk datang ke sini dan mengungkapkan solidaritas mereka masing-masing, juga solidaritas dan komitmen mereka untuk kerjasama lintas-iman dan telah menjadi kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari itu. “

Dr Katrina Lantos Swett, wakil ketua Komisi Internasional Kebebasan Beragama AS yang telah mengenal baik Jemaat beberapa waktu juga datang ke konferensi, sepanjang jalan dari USA.

Dia berkata: “Ini benar-benar suatu kehormatan dan kesempatan istimewa berada di sini bersama anda semua malam ini seperti kita merayakan peringatan keseratus tahun kehadiran Jemaat Muslim Ahmadiyah di Inggris…dalam perayaan penuh toleransi dan kebebasan yang sukacita yang merupakan ciri khas Jemaat anda dan para anggotanya. Hanya dengan menyatakan keberadaan anda, Jemaat Ahmadiyah adalah bukti hidup bahwa agama memang dapat menjadi teman sejati perdamaian, pengertian dan kebebasan. Menengok kembali ke abad dua puluh kita juga melihat sesuatu yang indah dan berharga. Kami melihat manusia-manusia pemberani yang dijiwai oleh ajaran agama mereka bangkit dan menjadi penerang dalam kegelapan…”

Dia melanjutkan dan memberikan beberapa contoh dalam hal ini dan kemudian ia berkata bahwa di abad ke-20, Jemaat Muslim Ahmadiyah terlihat angkat suara melawan penindasan terhadap semua orang.”

Hudhur mengatakan, dia kurang tepat hingga di sini karena Jemaat telah mengangkat suaranya melawan penindasan semenjak zaman Hadhrat Masih Mau’ud as dan sesuai dengan ajaran-Nya yang meninjau kembali ke masa abad ke-19.

Dia berkata: “Melihat kembali ke abad 20 kami melihat anda, komunitas Ahmadiyah, tidak hanya berdiri untuk dirinya sendiri tetapi untuk seluruh kemanusiaan melawan para penindas kemanusiaan. Kami, seperti anda, berdiri untuk suatu dunia di mana orang-orang dari semua latar belakang dan keyakinan dapat datang bersama-sama dan belajar satu sama lain. Untuk saling belajar mendengar apa yang tersirat, dan mendengarkan berarti menghormati serta toleransi. Saya bersyukur bahwa memang Jemaat Ahmadiyah sedang menghormati sesama umat manusia..Semoga kita melipatgandakan usaha kita untuk melakukan hal itu.”

Hudhur bersabda semoga Allah menanugerahkan kekuatan besar untuk membuat faham hal ini.

Rt Hon. Dominic Grieve, Jaksa Agung membacakan Pesan Perdana Menteri dan sebelumnya ia berkata: “Saya tidak mengira bahwa saya bisa merasakan tempat yang paling tepat untuk terselenggaranya konferensi lintas-agama yang menyongsong abad ke-21 ini yakni kita harus saling bertemu di aula besar para pebisnis, orang yang sangat terkenal membawa Britania, dan Inggris Raya ke pelosok-pelosok dunia lainnya yang konsekuensi ajaibnya telah membawa hadir anda semua bersama-sama di tempat ini… Sebagai seseorang dengan iman Kristen, tampaknya bagi saya jauh lebih mudah memahami orang yang berkeyakinan dari agama lain daripada memahami orang yang samasekali tidak berkeyakinan”. Hudhur bersabda semoga Allah membuatnya seperti itu sehingga ia tepat mengatakannya.

Pesan Perdana Menteri adalah: “Saya sampaikan salam tulus ikhlas kepada Jemaat Muslim Ahmadiyah ketika anda datang bersama-sama dengan agama di seluruh dunia untuk bersatu padu bagi perdamaian sosial dan internasional. Saya mengakui pekerjaan besar yang anda lakukan di sini di Inggris dari peristiwa lintas agama di seluruh negeri untuk membantu masyarakat yang telah terkena dampak banjir baru-baru ini dan hari ini menyoroti kerja nyata yang sedang anda lakukan untuk hubungan lintas-iman dan perdamaian bangsa-bangsa. Saya senang perwakilan Pemerintah Inggris hadir hari ini. Kami bergabung dengan Yang Mulia Hudhur dan Para pemimpin agama di seluruh dunia untuk membahas bagaimana agama bisa datang bersama-sama untuk membantu mewujudkan perdamaian.”

Pesan dari Yang Mulia Ratu dibacakan oleh gubernur tertinggi Gereja Inggris dan pelindung keyakinan, dibacakan: “Ratu senang menerima pesan baik anda yang dikirim atas nama Jemaat Muslim Ahmadiyah Inggris pada kesempatan konferensi agama dunia yang diadakan hari ini di Guildhall sebagai bagian dari perayaan seratus tahun Jemaat Anda. Ratu tertarik untuk mempelajari tujuan dari konferensi ini dan menghargai perhatian anda dalam menulis seperti yang Anda lakukan. Sebagai jawabannya, Ratu mengirimkan salam atas keinginan tulus anda semua, semoga pertemuan ini berjalan sangat sukses dan mengesankan.“

Berikutnya Hudhur menyampaikan versi ringkas pidato beliau sendiri. Allah menghendaki untuk mereformasi umat manusia dan untuk memenuhi hak-hak Tuhan dan Hak-hak ciptaan Tuhan, Dia mengutus nabi-Nya. Mereka yang mendengarkan para nabi akan sukses dan mereka yang menolak para nabi akhirnya mencapai kesudahan yang buruk. Setiap bangsa yang menentang dan menolak para Nabi, menolak keberadaan Tuhan dan berkata lancang bahwa ini hanyalah dongeng dan mengatakan tidak ada Tuhan dan tidak akan ada siksaan, mereka semua akan menemui penyesalan. Al-Qur’an dipenuhi dengan perhitungan/penghisaban akan amalan-amalan manusia sebagaimana halnya dengan kitab-kitab suci agama lain. Hal ini seharusnya menjadi alasan utama bahwa itu semua bukanlah dongeng.

Hudhur menyampaikan pada konferensi itu bahwa Al-Qur’an adalah kitab surgawi yang ia percaya dan kitab itu mengabarkan kepada kita bahwa tujuan mengirimkan para nabi -Nya adalah untuk menegakkan tingkat kerohanian yang tinggi bagi kemanusiaan, dan untuk berhubungan dengan Tuhan sehingga dengan demikian memenuhi hak-hak-Nya dan dengan mencapai tingkat akhlak yang tinggi, juga memenuhi hak-hak ciptaan-Nya.

Hudhur menyampaikan pada konferensi itu bahwa ketika Allah mengutus Rasulullah saw untuk mereformasi seluruh dunia, beliau saw melewatkan waktu dalam menyebarkan pesan Tuhan dan tidak hanya itu, ia menghabiskan malamnya dalam doa dan permohonan yang terus menerus dilakukan dengan penyerahan diri demi untuk Allah. Dengan demikian beliau saw menangis dengan kesedihan dan kepedihan hati sehingga tempat dimana beliau saw bersujud menjadi basah dengan air mata. Penderitaan dan keharuan beliau saw hanya untuk memperbaiki manusia dan itu tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Dalam Al-Qur’an Allah swt langsung bertanya kepada beliau saw: “Maka sangat mungkin engkau akan membinasakan dirimu karena sangat sedih sesudah mereka berpaling, jika mereka tidak beriman kepada keterangan ini. “(18:07) Namun, Tuhan Yang Maha Perkasa adalah Zat Yang Maha Mendengar doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, sehingga Dia menjawab doa-doa Rasulullah saw Sejarah membuktikan fakta bahwa orang-orang yang bodoh dan tidak beradab berubah menjadi orang-orang dengan nilai-nilai akhlak yang paling agung. setiap kekuasaan duniawi tidak pernah bisa membawa revolusi rohani seperti itu.

Hudhur menyampaikan pada konferensi itu tentang sikap Rasulullah saw terhadap musuh-musuhnya. Sabdanya: “Mereka adalah saksi kebenaran bahwa Rasulullah menanggapi kebrutalan, kebencian dan serangan setan yang mereka lakukan, tidak dengan apa-apa kecuali pengampunan, kasih dan sayang. Mereka adalah saksi kebenaran bahwa ketika Rasulullah saw memperoleh kemenangan atas musuh bebuyutan Islam yang di masa lalu tidak ada batu tertinggal yang tidak diarahkan dalam upaya mereka untuk menghancurkan agama beliau saw menjawab dengan damai dengan mengatakan kepada mereka, “Aku tidak memiliki permusuhan pribadi terhadap Kalian, aku tidak ingin membalas dendam atas kekejaman dan penganiayaan yang kalian timpakan kepada kami di masa lalu. Selama kalian menjamin bahwa kalian akan hidup dengan damai, kalian bebas untuk tetap tinggal di Mekah, kalian tidak akan diperlakukan dengan kejam atau tidak adil… ketika musuh Islam yang tak terhitung jumlahnya melihat kebajikan beliau yang tak tertandingi itu, mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali mengakuinya dan mereka menerima Islam.”

Hudhur mengatakan pada konferensi itu bahwa Al Qur’an telah menganugerahkan Gelar Rahmatan lil a’lamin (rahmat bagi seluruh alam) kepada Nabi Muhammad saw Dan terdapat ribuan contoh yang membuktikan kebenaran Firman Tuhan tentang Nabi yang penuh kasih sayang itu. Melihat ajaran kasih sayang ini, timbul satu pertanyaan atau potensi tuduhan yang secara potensial dapat diangkat dan memang secara terus-menerus selalu dikemukakan oleh beberapa non-Muslim… bahwa jika Islam mengajarkan umat Muslim untuk menunjukkan kasih-sayang dan simpati dan jika memang Nabi Rahmatan lil a’lamin benar-benar adalah rahmat bagi seluruh umat manusia lalu mengapa perang agama dipakai sebagai sarana untuk berjuang! Untuk memahami ini, Anda harus berkenalan baik dan benar sejarah awal Islam dan perlu diingat dua hal penting.

Sejarah membuktikan fakta yang berimbang bahkan Orientalis non-Muslim mengakui, bahwa pada tahun-tahun awal setelah Rasulullah saw, Rahmatan lil a’lamin menda’wakan kenabiannya, beliau dan pengikutnya menjadi sasaran penganiayaan yang paling barbar dan mengerikan di Mekah. Umat Islam tidak membalas dendam apa pun. Setelah bertahun-tahun penganiayaan berkelanjutan Rasulullah saw dan para sahabatnya hijrah ke Madinah.

Namun, ketika orang-orang Mekkah menyerbu Madinah untuk membinasakan orang-orang Muslim, mereka menjawab dengan perintah Ilahi yang disebutkan dalam Al-Qur’an: Telah diizinkan bagi mereka yang telah diperangi, disebabkan mereka telah dianiaya Dan sesunngguhnya Allah berkuasa menolong mereka. Orang-orang yang telah diusir dari rumah-rumah mereka tanpa hak, hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Dam sekiranya tidak ada tangkisan Allah terhadap sebagian manusia oleh sebagian yang lain, maka akan hancurlah biara-biara serta gereja-gereja Nasrani dan rumah-rumah ibadah Yahudi serta masjid-masjid yang banyak disebut nama Allah di dalamnya. Dan pasti Allah akan menolong siapa yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, Maha Perkasa. (22:40 – 41)

Hudhur mengatakan pada konferensi itu bahwa merujuk pada ayat-ayat tersebut yang tertindas diberi hak untuk membela diri dan ayat-ayat ini pun menjaga agama-agama lainnya dan menyatakan bahwa Allah Maha Kuasa dan memiliki kekuatan untuk membela umat Islam terhadap orang-orang kafir. Meskipun kekuatan dan persenjataan mereka sangat kuat, orang-orang kafir itu harus dikalahkan dan memang itu memberikan bukti Keberadaan Allah yang menolong umat Islam untuk mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar daripada mereka yang diperlengkapi sangat kuat. Peperangan yang dilakukan oleh Rasululllah saw dan Khulafaurasyidin adalah untuk bertahan dan membangun perdamaian dan bukan untuk kekuasaan atau pemerintahan.

Hudhur mengatakan pada konferensi itu bahwa Rasulullah saw dan Al-Qur’an mengkhabarghaibkan bahwa akan datang suatu waktu ketika umat Islam akan melupakan ajaran Islam yang benar dan hari ini ketidakadilan yang dilakukan oleh umat Islam atau kondisi memburuk mereka tersebut persis seperti apa yang nubuatkan.

Hudhur mengatakan kepada mereka bahwa ini bukanlah kondisi akhir dari umat Islam, beliau mengatakan dengan keyakinan kuat bahwa seperti halnya nubuatan kerusakan Muslim telah terpenuhi, maka nubuatan tentang peningkatan kondisi rohani mereka juga akan menjadi kenyataan, yang terjadi dalam hubungannya dengan munculnya Al-Masih yang dijanjikan.

Hudhur mengatakan kepada mereka bahwa beliau dan Jemaat Ahmadiyah percaya bahwa Hadhrat Masih Mau’ud yang dimaksud adalah pendiri Jemaat Ahmadiyah dan beliau as menegakkan ajaran Islam yang benar di antara pengikutnya. Beliau as membentuk sebuah Jemaat yang bercita-cita untuk berusaha menerapkan ajaran Islam yang sebenarnya. Bantuan dan dukungan Allah selalu beserta Hadhrat Masih Mau’ud as dan Hudhur memberi hanya tiga contoh kebenaran beliau as.

Pertama, beliau as mengatakan bahwa dalam masa ini banyak gempa bumi dan bencana alam akan terjadi dan ini telah terbukti tepat seperti yang kita catat bahwa dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya, banyak gempa bumi terjadi di abad sebelumnya.

Beliau as juga telah menubuatkan bahwa Tsar Rusia akan digulingkan dan ini terbukti benar.

Beliau as juga menubuatkan tentang perang besar dan dunia telah melihat dua perang dunia besar sejak saat itu.

Dunia saat ini sedang berusaha menuju ke arah itu sekali lagi. Anggaran pertahanan di seluruh dunia mengabaikan kebutuhan lainnya dan perhatian difokuskan pada peningkatan kemampuan militer. Dunia harus bercermin sekali lagi. Tidak adanya perdamaian di dunia ini bukan karena agama, sebaliknya itu adalah karena keserakahan dan politik.

Hudhur juga mengatakan dalam konferensi itu bahwa pertolongan Allah selalu bersama seseorang utusan-Nya di masa ini, jika tidak, bagaimana mungkin seorang yang mendakwakan diri dari sebuah desa kecil di India menjadi terkenal di seluruh dunia. Dan selanjutnya, tanpa pertolongan Allah Ta’ala, saat beliau as wafat tidak mungkin bisa meninggalkan suatu Jemaat yang terus berkembang. Sebuah Jemaat yang karena terikat-erat pada lembaga Khilafat, sedang menyebarkan misinya ke seluruh pelosok dunia.

Hudhur mengatakan pada konferensi bahwa pendiri Jemaat kami telah memberi kita wawasan bahwa Firman Tuhan bukanlah dongeng kuno, tetapi Tuhan adalah Zat Yang Maha Hidup hari ini juga dan masih berbicara kepada hamba-hamba-Nya yang saleh dan menunjukkan tanda-tanda kebenaran mereka. Adalah tugas kami untuk mengindahkan seruan Sang Pembaharu Zaman dan memperkenalkan makrifat sejati Allah Ta’ala. Alih-alih meletakkan kesalahan dari semua dosa kita kepada Allah dan kepada agama kita, kita harus melihat pada cermin dan menilai kekurangan kita sendiri. Semoga Allah menganugerahkan kemampuan kepada dunia untuk melaksanakannya!

Berikutnya Hudhur menyajikan beberapa pandangan dan komentar dari para tamu di konferensi itu:

Stein Villumstad, Sekretaris Jenderal Dewan Pemimpin-Pemimpin Agama Eropa mengatakan bahwa untuk datang bersama-sama seperti ini yang orang-orang dari agama-agama yang berbeda saling mendengar dengan pikiran terbuka dan untuk setiap orang mengakui bahwa kita semua mengharapkan perdamaian adalah suatu kesukses besar.

Yang Mulia Joslyn Whiteman, Komisaris Tinggi Grenada untuk Inggris mengatakan bahwa ini merupakan sebuah konferensi besar. Ini merupakan sumber peningkatan iman yang begitu banyak orang dari berbagai agama yang berbeda bisa berkumpul bersama di bawah satu atap. Manfaat lainnya bahwa kita bisa mempunyai gagasan bagaimana membuat orang bersatu untuk memecahkan masalah yang dunia hadapi.

Mak Chisty, Komandan Polisi Metropolitan London mengatakan bahwa ia menyukai orang-orang dari berbagai agama yang berbeda berbicara tentang kualitas agama mereka dan tidak ada yang mengkritik yang lain. Inilah yang mendorong kerukunan dan harmoni. Hudhur mengatakan Hadhrat Masih Mau’ud as memang telah menulis kepada Ratu [Victoria] dalam hal ini.

MEP Charles Tannock mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain selain untuk mengadopsi cara ini di masa depan. Kita semua percaya pada Tuhan dan tidak dapat menerima bahwa Tuhan menghendaki kita untuk berada dalam konflik satu sama lain atas nama agama. Dia mendukung pesan perdamaian bahwa konferensi memberi dan menghargai motto Ahmadiyah cinta kasih untuk semua, kebencian tidak untuk siapapun dan berkata bahwa itu adalah pesan universal. Semakin banyak agama-agama datang bersama itu akan lebih baik.

Baroness Berridge, ketua All Parliamentary Group untuk Kebebasan Beragama International Inggris, mengatakan bahwa dia menyadari pelayanan sosial komunitas Ahmadiyah seperti yang disebutkan oleh Pimpinan Jemaat Internasional dalam pidatonya. Ia berkata senang bisa bekerja sama dengan Komunitas Ahmadiyah dalam kegiatan-kegiatan mereka dan merasa bahagia bahwa Ahmadiyah memiliki kebebasan utuh di negeri ini.

Seorang anggota All-Parliamentary Group untuk Kebebasan Beragama Internasional mengatakan bahwa sebagaimana Pemimpin Jemat Ahmadiyah katakan bahwa semua agama pada dasarnya mengajarkan cinta kasih, toleransi dan perdamaian. Media telah menyajikan agama sebagai penyebab saling konflik tetapi seperti yang kita lihat dalam konferensi hari ini kenyataan itu justru sebaliknya.

Pesan lain dari Kepala Rabbi yaitu bahwa pesan dari Pemimpin Jemaat Ahmadiyah adalah tentang perdamaian dan saling pengertian. Semua agama dunia harus bertukar pikiran satu sama lainnya karena kita semua anak-anak Adam dan ciptaan Tuhan. Kita harus menghormati perasaan bersama dan hidup berdampingan dalam damai dan bukan dalam konflik. Sedapat mungkin kita harus berusaha untuk perdamaian.

Hudhur mengatakan, sebagai Kepala Rabbi ia juga seharusnya memberikan pesan ini kepada pemerintah Israel.

Seorang anggota Dewan mengatakan bahwa ia merasa Pemimpin Jemaat Ahmadiyah sedang menempatkan gagasan bahwa semua agama memiliki banyak kesamaan dan semua agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Seorang anggota partai politik Norwegia mengatakan bahwa Pemimpin Jemaat Ahmadiyah pada akhirnya telah memberikan pesan yang sangat penting bahwa kita perlu datang bekerja bersama-sama untuk perdamaian. Dia merasa ini adalah hal yang paling dibutuhkan di dunia dan juga banyak diperlukan di Norwegia.

Seorang profesor dari Universitas Amsterdam mengatakan bahwa Pemimpin Jemaat Ahmadiyah telah mengatakan dalam kata-katanya yang sangat jelas bahwa ajaran Islam dan Al Qur’an menekankan untuk menjaga perdamaian daripada ekstremisme.

Fr. Aethelwine, Yunani Ortodoks Patriarchat Antiochia mengatakan bahwa ia telah menghadiri banyak pertemuan komunitas Ahmadiyah dan dia dengan tulus menghargai Pemimpin Jemaat Ahmadiyah dan pesannya. Sebagai pidato terbaik dari konferensi itu adalah yang disampaikan Khalifah Ahmadiyah. Tentu saja, adalah satu hal yang berani dan terpuji untuk menghadirkan bersama-sama orang-orang dari agama yang berbeda dan berbicara tentang agama.

Seorang tamu dari Irlandia mengatakan bahwa ia tersentuh oleh pesan dari konferensi itu. Dia mengatakan kepada komunitas Ahmadiyah bahwa sangat sulit untuk menyebarkan pesan seseorang tanpa publikasi. Masyarakat melakukan begitu banyak pekerjaan dan dia akan senang jika pekerjaan ini dipromosikan dengan cara yang lebih baik karena hanya segelintir orang di dunia yang menyadari pekerjaan kemasyarakatan.

Jehangir Sarosh dari Pemimpin Agama Dewan Eropa mengatakan bahwa ia berkeyakinan Zoroaster dan sangat terkesan oleh konferensi. Semua pembicara sangat baik dan pidato penutup Pemimpin Jemat Ahmadiyah adalah sesuatu yang besar.

Seorang guru dari studi agama mengatakan bahwa ia tidak menyadari betapa konferensi spiritual ini akan seperti ini. Ia mengatakan bahwa ia telah mendengarkan semua agama dan akan pulang dan merenungkan apa yang didengarnya. Dia berharap bahwa teks pidato Pemimpin Jemaat Ahmadiyah akan segera diterbitkan.

Seorang tamu dari Gereja Katolik mengatakan bahwa selama beberapa waktu orang sudah mulai menganggap bahwa agama tidak diperlukan lagi. Konferensi membuktikan hal ini menjadi pemikiran dasar.

Dua akademisi dari suatu universitas di Antwerpen datang ke konferensi. Mereka mengatakan sangat terkesan dengan pidato Pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang mengacu pada ajaran-ajaran Islam yang benar dan Rasulullah saw Mereka telah memutuskan saat setelah kembali ke tempat tinggalnya mereka akan menyediakan terjemahan Al-Quran Suci berbahasa Flemish kepada para mahasiswa mereka di universitas sehingga mereka bisa menyadari akan ajaran Islam yang benar. Hudhur mengatakan bahwa mereka telah dilengkapi dengan terjemahan Al-Qur’an berbahasa Flemish itu.

Mr Santiago, seorang profesor universitas dari Madrid, penulis banyak buku yang memiliki hubungan erat dengan Jemaat juga hadir di konferensi itu. Dia mengatakan bahwa dia biasa mengisi banyak halaman untuk mengekspresikan pandangannya tentang pentingnya konferensi dan pesan dari Jemaat Ahmadiyah. Dia mengatakan perbedaan agama telah menjadi sumber konflik dalam sejarah dunia. Dewasa ini juga masih ada konflik antara budaya yang berbeda, Timur dan Barat, Islam dan Kristen, negara maju dan berkembang. Konflik-konflik ini bisa digunakan sebagai alasan untuk mengibas-ngibaskan api kebencian dan ketidakadilan. Namun, moto komunitas Ahmadiyah, cinta kasih untuk semua kebencian untuk tidak seorang pun merupakan ringkasan dari semua agama. Motto ini menyatukan semua orang dan agama menapaki di atas pandangan dan kepercayaan mereka. Pada saat beberapa Muslim menempatkan nyawa mereka sendiri dan kehidupan orang lain dalam bahaya dengan mempromosikan kekejaman dan penindasan, peran Jemaat Ahmadiyah yang paling signifikan. Oleh karena itu acara seperti ini harus dipromosikan pada tingkat global oleh para penganut ideologi dan agama.

Mr Garcia dari Pedro Abad adalah mantan walikota kota dan dengan kapasitasnya telah mengizinkan pembangunan Mesjid Basharat terus berlanjut sekalipun adanya kecaman dari oposisi. ia telah bertemu dengan Hadhrat Khalifatul Masih IV rha. yang telah menghadiahinya salinan Kalimat (syahadat) berbingkai yang menghiasi kantornya. Dia cukup terkesan dengan Jemaat. Dia mengatakan bahwa datang bersama-sama dengan begitu banyak delegasi, anggota parlemen, tokoh-tokoh politik, akademisi dan perwakilan dari berbagai organisasi kemanusiaan merupakan langkah yang sangat positif. Dia berkata bahwa dia mengucapkan selamat kepada Jemaat Muslim Ahmadiyah untuk itu dan berharap mereka dapat mencapai cita-cita mereka. Dia berkata bahwa dia merasa sangat terhormat telah bertemu Khalifah Ahmadiyah Ketiga pada upacara peletakan batu pertama Masjid Basharat dan juga bertemu Khalifah keempat pada peresmian Masjid dan sekarang melalui konferensi ini, ia telah bertemu Khalifah Kelima. Dia menghargai kata-kata Yang Mulia Mirza Masroor Ahmad yang telah berbicara dengan mengacu pada masyarakat yang damai, bebas dari perang dan konflik dan telah mengecam pemerintah-pemerintah yang lebih menyukai memilih persenjataan atas nama pertahanan di atas kemanusiaan. Dia mengatakan sangat senang bahwa YM. Mirza Masroor Ahmad telah membawa bersama-sama orang-orang dari berbagai agama yang berbeda untuk menegakkan masyarakat yang didasarkan pada keadilan dan saling menghormati. Kita hidup di dunia yang penuh dengan kontradiksi. Beberapa negara telah mencapai kemajuan yang sangat tinggi sementara sejumlah besar orang sekarat karena kelaparan dan kemiskinan. Di satu sisi kita (manusia) membuang ratusan ribu makanan di laut dan di sisi lain memiliki jutaan kesulitan untuk makan sendiri. Sementara jumlah jutawan terus mencapai peningkatan, beberapa bagian dari masyarakat kita sangat kurang mampu. Apa yang dibutuhkan adalah dunia yang meninggalkan peperangan dan menginginkan perdamaian dan yang bergerak maju dengan orang lain dan mempromosikan keadilan sosial.

Berikutnya Hadhrat Khalifatul Masih bersabda semoga dunia mengarah kepada Sang Maha Pencipta, karena dunia hanya bisa diselamatkan dari kehancuran jika berpaling menuju kepada Tuhan. Memang, Hadhrat Masih Mauud as telah memperingatkan tentang hal ini dalam tulisan-tulisannya. Hudhur meminta doa untuk situasi di Pakistan. Semoga Allah Ta’ala menyelamatkan negara dari kejahatan dan menjaga para Ahmadi tetap aman dan juga melindungi mereka yang menginginkan perdamaian dan menginginkan untuk menghindari konflik dan perselisihan.

Doa juga harus dilakukan untuk situasi di Suriah, semoga Allah Ta’ala melindungi Ahmadiyah di sana. Baru-baru ini ada lagi Ahmadi yang dipenjarakan tanpa alasan apapun. Berdoalah untuk semua Jemaat Ahmadiyah dan juga berdoa bagi dunia umumnya. Dengan melihat situasi yang berkembang di sekitar dunia ini, tampaknya akan menuju perang dan negara-negara besar tampaknya tidak memahami bagaimana mengerikannya situasi perang akan muncul jika perang terjadi kemudian. Dunia berdiri di tepi jurang kehancuran dan adalah tugas kita untuk banyak memanjatkan berdoa untuk mereka.

Penerjemah   : Cecep Santosa

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa