بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Khutbah Jum’at

Sayyidina Amirul Mu’minin

Hadhrat  Mirza Masroor Ahmad

  Hadhrat Khalifatul Masih V ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 21 Ikha 1390 HS/Oktober 2011

Di Masjid Baitul Futuh, London.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

Lebih dari satu bulan lamanya saya telah mengadakan lawatan ke beberapa Negara di Eropa, diantaranya Jerman, Norwegia, Holland (Belanda), Denmark dan Belgia. Dengan karunia Allah Ta’ala selama dalam lawatan itu setiap waktu kami menyaksikan banyak sekali karunia turun dari Allah Ta’ala. Seperti biasanya dimana didalam Jemaat-Jemaat juga nampak pemandangan contoh iman, keikhlasan dan kesetiaan para anggota Jemaat di sana dengan karunia Allah Ta’ala suasana pengaruh Jemaat terhadap orang-orang non Islam dan usaha Jemaat meningkatkan dan menegakkan rabtah dengan orang-orang non Islam serta perhatian mereka sangat tertarik terhadap Islam juga nampak lebih maju dari sebelumnya. Maka itu semuanya merupakan karunia Allah Ta’ala yang khusus, apabila setiap langkah Jemaat bergerak kearah kemajuan, perkenalan Hadhrat Masih Mau’ud as dan penyebaran amanat beliau yaitu Islam hakiki yang sedang sampai kepada dunia hasilnya sedang banyak diperoleh melebihi dari kekuatan usaha kita. Kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud as ini semakin memperkuat iman orang-orang Ahmadi. Jika hanya mengandalkan usaha manusia saja maka dari segi dunia keadaan kita yang merupakan sebuah Jemaat kecil tidak akan ada orang yang mau memperhatikannya. Jadi, semua perhatian dunia kepada Jemaat Ahmadiyah dan kemajuan-kemajuan yang tengah diperoleh adalah bukti sempurnanya janji-janji Tuhan yang sedang dan akan  nampak kepada kita.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda,

”Banyak sekali janji-janji Allah Ta’ala yang besar-besar tentang Jemaat kita. Suatu akal atau pandangan jauh atau sarana-sarana manusia duniawi tidak dapat menyampaikan janji-janji itu kepada kita.” [2]

Kemudian hal ini patut disampaikan bahwa orang-orang yang menentang kita menganggap bahwa menurut pendapat mereka dan secara duniawi mereka menganggap kita ini tiada lain adalah sebuah organisasi duniawi sebagaimana pada masa ini kebanyakan orang-orang Muslim atau kebanyakan orang-orang yang disebut ulama mereka juga menganggap Jemaat Ahmadiyah ini barangkali sebuah nizam duniawi. Dan dengan berbagai macam cara mereka mencemarkan atau memburuk-burukkan nama baik Hadhrat Masih Mau’ud as. Beliau as disebut dengan berbagai macam sebutan sekehendak hati mereka yang membuat hati kita sangat tersinggung sekali. Sungguhpun demikian, anggapan apa saja yang mereka kemukakan, Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda,

”Aku tahu bahwa yang telah mendirikan Silsilah Ahmadiyah ini adalah Allah Ta’ala. Dan semata-mata berkat karunia-Nya Jemaat ini sedang tumbuh berkembang. Sesungguhnya, selama tidak ada kehendak Allah Ta’ala suatu Bangsa apapun tidak bisa maju. Dan tidak pula ia bisa berkembang. Akan tetapi apabila Allah Ta’ala menghendaki maka kedudukan Bangsa itu laksana sebutir biji. Sebagaimana sebutir biji pada permulaannya tidak ada orang yang dapat memahami perkembangan dan kesan-kesan pertumbuhannya. Tentang perkembangan kaum ini juga mereka menganggap tidak mungkin terjadi.” [3]

Jadi, Jemaat ini adalah Jemaat Allah Ta’ala. Nampak kepada kita bahwa setiap waktu pertolongan Allah Ta’ala ada bersama Jemaat ini.

Karena melihat kemajuan Jemaat ini hati para ahli dunia dan para penentang Ahmadiyaht semakin terbakar. Oleh sebab itu sekarang penentangan mereka semakin keras dan kejam terhadap Ahmadiyah. Pada khutbah Jum’at yang lalu telah saya ingatkan juga kearah situasi seperti ini, namun sebagaimana Hadhrat Masih Mau’ud as telah bersabda, “Telah menjadi kehendak Allah Ta’ala bahwa Jemaat ini akan maju dan kemenangan Islam akan dicapai melalui Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as ini. Dan ini semua akan sempurna, insya Allah! Semua upaya para penentang dan permusuhan mereka akan sia-sia. Dan orang-orang berfitrat suci akan masuk kedalam pangkuan Jemaat ini, insya Allah!”

Sebagaimana biasa setelah kembali dari lawatan keluar negeri saya menjelaskan dengan ringkas keadaan dan situasi selama dalam lawatan itu. Laporannya secara rinci akan dimuat dalam Surat Kabar Al-Fazal, namun akan saya sampaikan beberapa hal secara ringkas pada khutbah ini. Sebagaimana karunia Allah Ta’ala turun dalam berbagai bentuk, beberapa penjelasan tentang itu akan saya sampaikan juga dengan ringkas. Sepanjang masa lawatan pertemuan dengan orang-orang Ahmadi dimana saja selalu membawa banyak sekali faedah. Terhadap orang-orang non Islam atau orang-orang duniawi yang sedang mempunyai perhatian penuh terhadap Islam, membawa banyak faedah juga. Pada waktu pertemuan dengan mereka itu terdapat kesempatan untuk menjelaskan gambaran Islam yang sebenarnya kepada mereka. Kebanyakan orang-orang terpelajar dan para ahli politisi atau para aparat pemerintah menganggap, barangkali demi faedah urusan duniawi atau demi meningkatkan kebaikan lingkungan masyarakat, para Ahmadi menyampaikan amanat persahabatan dan memperlihatkan sirat atau amalan Islam yang indah terhadap orang-orang yang dijumpai dilingkungan mereka masing-masing. Di banyak tempat saya merasa bahwa mereka itu ingin mendengar langsung dari saya, apa Ahmadiyah itu? Sekalipun sebelumnya telah ada orang yang menjelaskannya kepada mereka. Demi kepuasan hati mereka ingin mendengar penjelasan langsung dari saya. Maka berkat pertemuan-pertemuan dengan orang-orang non Islam itu, selain banyak hal-hal yang sangat berfaedah dan kesempatan memperluas rabtah dengan mereka, juga mendapat peluang emas untuk mengklarifikasi berbagai syak-wasangka atau keraguan tentang keindahan ajaran Islam terutama kepada para tamu terhormat dari berbagai kedudukan.

Sebagaimana telah saya jelaskan sebelumnya dalam beberapa kesempatan bahwa dengan karunia Allah Ta’ala, Jemaat Jerman sedang berusaha secara khusus untuk memperluas ruang lingkup pertablighan dan hubungan (rabtah) mereka. Sekarang usaha dan upaya mereka di bidang tabligh jauh lebih maju dari sebelumnya sehingga pesan Islam dan perkenalan tentang Jemaat sedang disampaikan sangat luas sekali di kalangan bangsa Jerman. Pada kesempatan lawatan ini juga mereka telah mengatur pertemuan antara saya dengan orang-orang yang telah mereka jalin hubungan yang sebagian dari mereka adalah kalangan cendekiawan atau orang-orang berpendidikan tinggi bahkan patut diberitahukan di sini bahwa para pemuda kita yang bersemangat mengurus untuk mulaqat mereka dengan saya. Dua orang Profesor Universitas di Frankfurt datang untuk berjumpa. Dengan karunia Allah Ta’ala saya lihat di Jerman sejak lama terdapat kesadaran sangat tinggi di kalangan para pemuda kita, mereka mempunyai rabtah sangat luas sekali dengan berbagai kalangan masyarakat. Dengan sendirinya perhatian mereka terhadap tabligh sangat besar sekali. Bagaimanapun sekarang akan saya jelaskan beberapa pertemuan dan dimanapun telah dilaksanakan program-program Jemaat kisahnya akan saya jelaskan juga.

Di Universitas Marburg Jerman ada dua orang Profesor datang untuk bertemu dengan saya. Kedua doktor PhD itu bernama Pierre Hecker dan Albpecht Fuess. Keduanya adalah Profesor bagi Islamic Studies (studi Islam) di Universitas itu. Selain mengetahui bahasa Arab mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang agama Islam. Salah seorang diantaranya mempunyai spesialisasi (pengkhususan) dalam Bahasa Turki. Subyek yang dikuasai oleh mereka adalah Tarikh (Sejarah) Islam. Itulah sebabnya pembicaraan dengan mereka seputar Sejarah Islam. Saya berkata kepada mereka, “Hendaknya tidak hanya membaca buku-buku para sejarawan anda, atau para sejarawan Barat yang berpengaruh atau buku-buku yang banyak dipengaruhi para sejarawan Barat. Anda mengerti bahasa Arab maka bacalah buku-buku tarikh yang ditulis oleh para Muarrikhin (sejarawan) lainnya yang rujukan aslinya dalam bahasa Arab atau rujukan dalam bahasa lainnya, kemudian hadis-hadis yang berkaitan dengan tarikh juga perlu anda telaah. Begitu juga ‘Siratun Nabi’ – “Perjalanan Hidup Nabi” karya Hadhrat Mirza Bashir Ahmad Sahib r.a. sebagian dari padanya sudah diterjemahkan [kedalam Bahasa Inggeris],” Kepada mereka saya berkata, “Buku tersebut ada tersedia dan silakan anda baca. Dengan itu anda akan mengetahui apa dan bagaimana sirat (perjalanan hidup) telah dijelaskan dan beberapa macam tuduhan juga telah disediakan jawaban-jawabannya. Semoga Allah Ta’ala menjadikan terjemah bagian lainnya dapat segera diselesaikan. Buku itu sangat baik sekali bagi orang-orang yang sambil menelaah sejarah sedikit banyak ingin mendapat jawaban terhadap tuduhan-tuduhan yang dilemparkan terhadap Islam.” Akhirnya dikatakan kepada mereka, kita akan menyimpan (menyediakan) Kitab Tafsir 5 Jilid dalam Bahasa Inggeris dan juga ‘Siratun Nabi’ yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Inggeris di dalam Perpustakaan Universitas mereka. Insya Allah akan sampai dikirim. Saya anjurkan kepada mereka untuk menyaksikan siaran MTA juga, sebab berkat menyaksikan siaran MTA itu banyak sekali orang-orang berfitrat suci memperoleh pengetahuan tentang ajaran Islam hakiki. Mereka bertanya, “Bagaimana pandangan anda tentang Universitas Al Azhar di Mesir. Apakah pernah ada tukar pikiran dengan mereka di sana?” Saya katakan kepada mereka bahwa beberapa tahun silam tukar pikiran dengan beberapa Profesor Universitas itu berjalan terus. Kemudian para pengurus Arabic Desk kita (Pojok Arab, pengurus Jemaat yang ditugaskan untuk mendekati atau berhubungan dengan tokoh-tokoh Arab) dan tuan Syarif Audah serta yang lainnya telah mempersiapkan sebuah buku untuk disampaikan kepada mereka yang kemudian sampai kepada mereka. Namun oleh karena hati mereka itu keras tidak bersedia menerima keterangan dari kita, akan tetapi orang yang bertabiat suci jika membaca buku itu pasti terbuka hati mereka. Bagaimanapun, perbincangan dengan kedua orang Profesor itu cukup lama dan panjang kemudian mereka pamit sambil membawa kesan-kesan yang sangat baik.

Di Frankfurt saya telah mendapat kesempatan untuk meletakkan batu pertama dua buah Masjid yang terletak di tengah-tengah jarak dua buah masjid yang jaraknya seratus lima puluh KM dan sebuah lagi kira-kira delapan puluh KM.  Dalam kesempatan peletakan batu pondasi di salah satu Masjid itu seorang Deputi Mayor (Wakil Wali Kota) telah datang sebagai tamu undangan. Dalam kesempatan itu beliau memberi sambutan dan saya juga menyampaikan sedikit ucapan berkenaan dengan pembangunan masjid. Setelah itu di tengah suasana perbincangan beliau berkata, “Saya mendengar (Perhatikanlah, pandangan kejahilan  seperti ini bukan hal  yang lama bahkan hari ini  juga para cendikia  bahkan pandangan  seperti  ini  di Eropa masih  tetap bertahan.) bahwa menurut agama Islam, orang-orang non Muslim jika membaca atau melihat Kitab Suci Alqur’an adalah dosa.” Maka saya tanya balik kepadanya, “Siapa yang berkata demikian kepada tuan? Baru saja anda telah mendengar seorang membaca Alqur’an dan terjemahnya juga telah dibacakan. Hadhrat Rasulullah saw telah datang untuk seluruh dunia. Dan melalui beliau Allah Ta’ala telah mengumumkan bahwa beliau diutus kepada seluruh umat manusia. Dan Alqur’an adalah rahmat dan obat bagi manusia yang berfitrat suci bersih. Apa yang anda dengar itu sungguh salah. Kami akan menghadiahkan terjemah Alqur’an dalam Bahasa Jerman kepada anda, maka bacalah Alqur’an ini oleh anda.” Itulah anggapan tentang ajaran Alqur’anul Karim, sampai sekarang anggapan seperti itu masih dipercayai dan diperlihatkan oleh sekelompok orang Muslim di beberapa daerah dan mereka berusaha menghalang-halangi orang-orang Ahmadi yang sedang berusaha menerbitkan Alqur’an.

Saya akan menceritakan tentang sebuah pameran Alqur’anul Karim yang diselenggarakan oleh Jemaat Ahmadiyah di Delhi India. Pameran tentang ajaran Alqur’anul Karim itu begitu luas sekali ruangannya dan dihiasi dengan sangat rapi dan indah sekali. Orang Hindu, Sikh, Kristen dan orang-orang Muslim yang berpendidikan tinggi juga berdatangan untuk menyaksikannya. Pameran diselenggarakan selama tiga hari. Akan tetapi selama dua hari para ulama atau orang-orang yang menamakan diri ulama membuat kegaduhan dan kekacauan serta mendesak para petugas (aparat pemerintah) dengan keras agar Pameran itu ditutup. Akhirnya para petugas Pemerintah cepat mengambil kebijakan demi mencegah terjadinya kerusuhan. Para petugas meminta kepada Jemaat agar menutup Pameran itu pada hari ketiga. Di sana Surat Kabar besar-besar memuat berita tentang Pameran itu dan mereka sangat memuji keindahan Pameran yang baru mereka saksikan dan mengenai ajaran-ajaran Alqur’an dan hikmah-hikmah-nya, mereka berkata, ”Sekarang kami baru tahu dari pameran ini.” Orang-orang Muslim terpelajar juga sangat memuji terselenggaranya Pameran itu dan sangat terkesan. Mereka mengatakan bahwa, tidak pernah ada Pameran sebelum ini yang menyajikan ajaran-ajaran Alqur’an yang indah seperti ini. Akan tetapi banyak juga orang-orang Muslim yang mempunyai anggapan yang salah seperti tersebut diatas sehingga kita pun merasa heran.

Kemudian saya teringat satu hal lagi. Dua tiga hari yang lalu saya menerima sepucuk surat. Seseorang dari Pakistan katanya, “Saya pergi ke rumah seorang kawan bukan Ahmadi untuk ta’ziyah. Di sana orang-orang sedang berbincang-bincang. Seorang teman berkata, ”Saya dengar cara untuk menjadi Ahmadi itu begini, sebelum menjadikan seseorang itu Ahmadi, anda sekalian ditutup dalam sebuah kamar, di sana sebuah Alqur’an diletakkan diatas sebuah lemari. Kemudian  dikatakan  kepadanya, ‘Doronglah lemari itu! Jika Alqur’an itu jatuh maka anggaplah orang itu akan menjadi seorang Ahmadi yang tulen!’” Itu hanyalah anggapan suatu bentuk kedustaan tema pembicaraan. Apa yang dapat dilakukan terhadap pendusta seperti itu selain laknat Allah Ta’ala turun kepadanya. Demikianlah orang-orang itu telah menjadikan bangsa ini sedemikian dungu sehingga mereka terus-menerus tidak mempunyai kemampuan berpikir jernih (sehat).

Itulah cerita tentang Jerman yang sedang saya sampaikan. Di waktu tinggal di Jerman, sebagaimana andapun telah menyaksikan siarannya melalui MTA, Khuddam, Athfal dan Lajna Imaillah menyelenggarakan Ijtima mereka. Sayapun sengaja mengikuti sebagian acara-acara mereka. Dengan karunia Allah Ta’ala lawatan saya disana dan kehadiran saya didalam Ijtima mereka mendapat banyak sekali keberkatan dari Allah Ta’ala. Untuk pertama kali saya mendapat peluang untuk menyampaikan beberapa nasihat kepada Atfhal didalam Ijtima mereka. Disanalah pula saya mulai menerima surat-surat dari mereka mengatakan bahwa; “Kami akan berusaha mengamalkan apa-apa yang telah dinasihatkan oleh Huzur. Berdoalah Huzur untuk kami agar Allah Ta’ala memberi taufik kepada kami.” Beberapa contoh yang perlu dijaga telah saya kemukakan kepada mereka, diantaranya tentang penggunaan Mobile Phone (HP), duduk lama di muka TV dan di depan Internet, kadang-kala anak-anak terbiasa lekat dengan Internet. Setelah mendengar nasihat-nasihat tentang itu semua, mereka telah berjanji untuk menghindari penggunaan yang berlebihan dan tidak betul kedua jenis piranti itu. Yang paling utama harus dipegang adalah moderation (pertengahan, tidak berlebihan, sederhana). Segala perbuatan harus ada batasnya jangan melampaui had atau batas, harus moderat. Orang-orang dewasa mesti tahu bahwa anak-anak harus menggunakan setiap alat-alat yang diperbolehkan itu secara moderat jangan melampaui batas sekalipun untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang baik dan jaiz (diperbolehkan). Jangan sekali-kali tertarik oleh hal-hal yang salah dan dilarang. Maka jika ruh atau spirit seperti itu tertanam didalam hati anak-anak dan para pemuda kita tentu masa depan anak-anak dan juga masa depan para pemuda akan terpelihara. Dan efek baiknya dari itu, tarbiyyat Jemaat juga akan mengalami kemajuan. Begitu juga Khuddamul Ahmadiyah telah memperlihatkan reaksi yang sangat baik terhadap nasihat-nasihat yang telah saya sampaikan kepada mereka. Semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada mereka untuk mengamalkannya secara tetap dan berterusan dan semoga Allah Ta’ala melimpahkan ganjaran-Nya kepada mereka semua sebab mereka telah menyambut secara sepontan sambil mengucapkan labbaik terhadap nasihat-nasihat yang telah saya sampaikan kepada mereka.

Program Lajnah juga berjalan sangat baik dan mengenainya sudah saya sebutkan sebelumnya. Akan tetapi satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Lajnah di sana bahkan kepada semua anggota Lajnah di seluruh dunia bahwa, merujuk kepada sebuah khutbah saya seorang perempuan telah menulis surat kepada saya katanya, di dalam ruangan utama suasana sangat baik dan tenang sekali sehingga khutbah dapat didengar dengan baik dan tenang sekali. Akan tetapi di dalam ruangan anak-anak [anak-anak ditempatkan di ruangan tersendiri, terpisah dari hall (ruangan) utama], suasananya tidak sama, kadang tenang kadang riuh sekali. Ibu-ibu yang duduk agak jauh dari tempat anak-anak itu mendengar anaknya berbuat bising langsung melarangnya dengan suara nyaring, “Jangan bising!” Sebetulnya di kalangan Lajnah yang telah mempunyai ruangan terpisah (tersendiri), yang pada mereka ada anak-anak, apabila melarang anak-anak supaya tidak berbuat bising cukup hendaknya menggunakan isyarat kepada anak itu, jangan menggunakan suara keras. Mereka sendiri harus menaruh perhatian penuh kepada program atau pidato yang tengah disampaikan pada waktu itu. Hall (ruangan) terpisah itu telah diberikan kepada Lajnah bukan untuk duduk bercakap-cakap sesama mereka dan mulai menceritakan cerita-ceritanya. Di masa mendatang hal ini harus mendapat perhatian penuh dari Lajna Imaillah dan para petugas penyelenggara juga harus menaruh perhatian secara khusus pada hal ini.

Di Fankfurt telah diselenggarakan program-program lainnya seperti saya  katakan laporannya  akan  disampaikan.  pendek kata lawatan saya di sana sekitar dua minggu lamanya. Setelah itu dari sana pergi menuju Norwegia. Sebagaimana anda semua telah mendengar dalam Khutbah bahwa di Norwegia telah diresmikan Masjid Nasir.

Masya Allah! Masjid itu indah sekali. Banyak saudara-saudara kita dari sini (UK) juga telah pergi ke sana dan menyaksikan keindahan Masjid itu. Masjid itu cukup besar sekali. Masjid itu bukan hanya terbesar dari seluruh Masjid di Eropa Utara, bahkan menurut  pemikiran saya ini (bukan pemikiran bahkan keyakinan saya) merupakan Masjid terbesar kedua di Eropa setelah Masjid Baitul Futuh di UK. Sedangkan Jemaat di sana masih kecil sekali namun setelah melihat Masjid itu timbul kesan dalam hati bahwa Jemaat di sana pasti besar sekali atau Jemaat di sana pasti orang-orangnya sangat kaya-raya. Akan tetapi kedua perkiraan ini tidak benar. Sesungguhnya Jemaat ini bukanlah Jemaat besar dan bukan pula Jemaat yang sangat kaya-raya, banyak harta. Hanya timbul kesan saja, dan memang perlu timbul kesan demikian. Tanah Masjid ini telah dibeli pada masa Hadhrat Khalifatul Masih lV r.h. Mungkin pada waktu itu ingin dibuat Basement masjid. Pendek kata setelah itu gambarnya berubah. Pada waktu itu Markaz telah mengirimkan bantuan ke sana sebanyak  3 – 4 juta krone atau kurang lebih 400 – 500 ribu Pound. Setelah itu dikatakan kepada Jemaat disana, “Bangunlah Masjid ini dengan kekuatan dan sarana dari kalangan sendiri!” Dan sejak tahun 2003 saya mengingatkan mereka untuk membangun masjid itu. Sejak waktu itu saya mulai memberikan  perhatiannya  ke sana Akan tetapi Jemaat Norwegia tidak berbuat apa-apa, kadangkala setelah selesai menghadapi suatu masalah timbul lagi masalah baru lainnya. Mereka juga begitu menyusahkan hati saya sehingga saya berkata kepada mereka, “Sekarang apa yang anda semua ingin lakukan, lakukanlah itu. Jika tidak mampu membangun Masjid yang besar bangunlah Masjid yang kecil saja atau ambillah sebidang tanah lain untuk membangun Masjid yang kecil itu”. Kemudian Jemaat di sana sempat berpikir untuk menjual tanah Masjid itu, namun banyak yang menentang agar tanah itu jangan dijual. Akhirnya diputuskan, karena tanah itu sangat baik sekali dan lokasinya sangat strategis dan menguntungkan, terletak di tepi jalan menuju Bandar Udara. Tanahnya sangat baik dan tinggi oleh sebab itu tanah ini jangan dijual.

Pada tahun 2005 ketika saya pergi ke sana kebetulan shalat Jum’at dilaksanakan di sana dan sebuah Hall yang disediakan di sana untuk shalat Jum’at terletak berdampingan dengan petak tanah bangunan Masjid itu. Pada waktu itu saya mengingatkan mereka sambil berkata, insya Allah memang Masjid pasti akan dibangun, bukan satu dua buah akan dibangun di negeri ini melainkan Masjid akan dibangun di tiap tempat di negeri ini. Semata-mata taqdir Allah Ta’ala bahwa Jemaat-Nya sudah tersebar di negeri ini. Akan tetapi ingatlah sekiranya tanah ini dijual nanti anak-keturunan anda sering melewati tempat ini akan berkata, “Dahulu di zaman kakek-nenek kita tanah yang indah dan strategis ini telah dibeli, kemudian dilepaskan lagi oleh tangan mereka. Maka takutlah kepada Tuhan, apa yang telah diniatkan, apa yang telah direncanakan dengan tekad yang teguh, pada suatu waktu usahakanlah untuk menyempurnakannya.” Dengan cara demikian mereka telah diingatkan agar mampu menunjukkan contoh yang baik terhadap anak-keturunan mereka sehingga mereka menjadi anak-anak yang menjadi pewaris mendoakan kakek-nenek mereka di masa yang akan datang. Singkatnya, hal ini merupakan salah satu segi keindahan dari Jemaat Hadhrat Masih Mau’ud as bahwa mereka telah mendengar nasihat Khalifah-e-Waqt dan berusaha mengamalkan dan menyempurnakannya. Dan mulailah timbul semangat yang bergelora di dalam hati mereka. Itulah sebabnya Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda, “Kami sangat merasa kagum dan sangat heran melihat keikhlasan dan kesetiaan para anggota Jemaat.” [4] Pendek kata, ketika Jemaat Norwegia telah mulai mempunyai  keinginan dan  memberikan  perhatian  pada  hal  itu (pembangunan masjid) mata mereka terbuka maka  mereka mulai menunjukkan contoh dalam semangat pengorbanan mereka. Ceritanya cukup panjang mengenai pengorbanan mereka itu, sebagian telah saya uraikan dalam khutbah Jum’at di Norwegia. Dan kurang lebih 100 juta Krone atau senilai 12 juta Pound bukannya 12 lakh (1.200.000) bahkan lebih dari 12 juta Pound dan orang-orang ini seperti telah saya katakan bukan orang-orang yang sangat kaya raya. Namun ketika mereka digerakkan kearah kewajiban untuk berkorban, maka hati mereka segera tergugah dan berpikir teladan apa yang harus mereka tinggalkan bagi generasi penerus mereka. Semangat mereka ini sifatnya bukan sementara melainkan sejalan dengan semangat yang sudah lama tertanam sangat mendalam dalam kalbu para mukhlisin Ahmadi sejati. Jika semangat mereka ini sifatnya sementara tentu setelah setahun berlalu mereka akan merasa lelah kemudian berhenti sampai disitu. Sekalipun pada suatu waktu para petugas administrasi pernah mengalami gelisah kemudian menulis surat kepada saya melaporkan apa yang terjadi, namun dengan teguran sekali saja mereka segera bangkit kembali. Akhirnya setelah lima atau enam tahun pengorbanan mereka berjalan, sebuah masjid paling besar di sana dan sangat indah telah selesai dibangun. Padahal jumlah anggota Jemaat di sana hanya 800 sampai 900 orang saja banyaknya. Mereka  telah  membuat  masjid yang  paling  besar. Sebagaimana saya katakan bahwa Masjid itu terletak di tepi jalan Raya yang menghubungkan bandar Udara dengan Kota besar sehingga dari jarak jauh-pun nampak pemandangan Masjid yang sangat indah sekali. Perdana Menteri negara itupun mengakui bahwa Masjid itu menambah keindahan pemandangan di kawasan itu. Setiap hari kira-kira 80 sampai 90 ribu buah kendaraan hilir-mudik melewati jalan raya itu dan para pengendara tentu dapat melihat dengan jelas Masjid itu.

Katanya pada suatu ketika nampak beberapa anggota Jemaat Norwegia mengeluh atau mereka mencari-cari alasan apakah dalam tempo sepuluh tahun Masjid ini mampu dibangun atau tidak? Diantara mereka ada beberapa orang yang menyampaikan alasan tentang kesulitan-kesulitan pribadi. Namun sekarang semangat mereka bergelora kembali bahkan mereka ingin membangun Masjid lagi disebuah kota bernama Kristiansand. Jemaat disana masih kecil anggotanya belum ramai, namun mereka bermaksud untuk membangun Masjid disana. Untuk pembangunan Masjid itupun diperlukan banyak sekali biaya. Dan di Norwegia harga barang-barang keperluan sangat mahal sekali. Saya katakan kepada mereka, ”Sebuah Masjid besar baru selesai dibangun bagaimana anda akan mulai membangun sebuah Masjid lagi?” Sekarang, masya Allah, semangat dan keberanian mereka sangat meningkat, baik para anggota maupun para pengurus Jemaat secara pribadi berkata kepada saya, “Insya Allah kami akan membangun Masjid di sana, Allah Ta’ala akan menurunkan karunia-Nya kepada kami.” Demikianlah semangat dan iradah kuat yang tertanam dalam hati para Ahmadi. Satu kali bertekad tidak ada yang menghalanginya. Jika niat itu baik maka semua penghalang akan tersingkir. Semua penghalang akan hilang sirna. Semua ini timbul bukan disebabkan oleh keistimewaan seseorang atau beberapa orang anggota Jemaat, melainkan semata-mata karunia Allah Ta’ala menyertai mereka. Allah Ta’ala menurunkan berkat-berkat-Nya dan menukar  hati. Dan hal itu semua menjadi bukti sempurnanya janji-janji Allah Ta’ala kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. Allah Ta’ala telah berfirman kepada beliau, “ينصرك رجال نوحي إليهم من السماء.”  ‘Yanshuruka rijaalun nuuhi ilaihim minas samaa-i’ – “Banyak sekali orang akan menolong engkau yang kepada mereka Kami akan turunkan wahyu dari langit.” Jadi, apabila niatnya baik dan bersih kemudian dibantu dengan banyak doa, maka Allah Ta’ala juga akan membuka hati mereka sedemikian rupa sehingga mereka setiap waktu siap-sedia untuk menolong. Pekerjaan untuk mengembangkan misi Hadhrat Masih Mau’ud as, pekerjaan untuk menyempurnakan keinginan beliau, yaitu untuk memperkenalkan Islam kepada dunia bangunlah masjid-masjid!      Para pendiri masjid-masjid dan orang-orang yang beribadah hendaknya menjadi pengamal hukum-hukum Allah Ta’ala dan Rasul-Nya saw. Maka Islam akan dikenal dengan cara yang sangat baik sehingga dunia akan terpesona menyaksikan keindahan ajarannya.

Jadi, jika orang-orang Ahmadi berusaha merubah keadaan diri mereka untuk melakukan amal baik maka Allah Ta’ala juga akan menganugerahkan kepada mereka semangat dan taufik-Nya yang luas. Bahkan sesungguhnya taufik dan pertolongan Allah Ta’ala itu sedang banyak turun terhadap hamba-hamba-Nya dari Jemaat-Nya ini di banyak tempat di seluruh dunia. Didalam sepanjang lawatan sekarang ini saya menyaksikan keimanan dan keikhlasan  para anggota Jemaat sangat meningkat lebih dari sebelumnya. Semoga Allah Ta’ala senantiasa meningkatkan keimanan dan keikhlasan mereka itu bahkan semoga Dia selalu   meningkatkan iman dan ikhlas setiap Ahmadi.

Norwegia juga salah satu dari negara-negara Eropa di mana pada umumnya sangat diperlukan perhatian khusus terhadap tarbiyat. Di negeri ini kecenderungan terhadap urusan dunia sangat tinggi, akan tetapi dalam kesempatan lawatan ini ketika mendengar nasihat-nasihat saya laki-laki maupun perempuan bahkan anak-anak juga disana nampak adanya rasa penyesalan dan malu. Dan nampak mereka semua bertekad dan berazam untuk menjauhkan kelemahan-kelemahan yang melekat pada diri mereka, khususnya para waqifin Nou laki-laki maupun perempuan langsung berikrar dihadapan saya ketika mereka sedang diberi pengertian tentang banyaknya tanggung jawab yang harus mereka hadapi. Anak-anak Waqfi Nau telah banyak sekali menyatakan tekad yang bulat dan berjanji bukan hanya akan berusaha merubah keadaan diri mereka sendiri bahkan akan berusaha merubah keadaan di lingkungan juga. Dan mereka menyatakan rasa malu dengan keadaan cara perempuan-perempuan mereka berpakaian, pardah dan cara anak-anak perempuan mengenakan pakaian juga. Mereka bukan hanya berjanji untuk menjauhkan kelemahan-kelemahan mereka bahkan berjanji akan memperlihatkan contoh teladan yang baik terhadap lingkungan Jemaat juga dan terhadap lingkungan masyarakat umum juga. Semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada mereka dan kepada setiap anak-anak lelaki maupun perempuan Ahmadi untuk menjadi contoh teladan seperti itu. Sebab jika anak-anak perempuan kita dan perempuan-perempuan dewasa Jemaat kita sudah menjadi baik maka kita akan mendapat jaminan untuk reformasi keturunan yang akan datang. Hanya Tuhanlah yang memberi berkat terhadap kita. Alhasil sejak tempo lima tahun yang lalu Jemaat Ahmadiyah Norwegia telah memperoleh banyak kemajuan-kemajuan di beberapa bidang.

            Di Norwegia banyak program-program yang diselenggarakan bersama orang-orang bukan Jemaat. Diantaranya saya akan uraikan disini. Pertama-tama saya ingin menyatakan rasa syukur dan terima kasih terhadap Pemerintah Negara Norwegia yang disebabkan pada bulan Juli 2011 yang lalu telah terjadi satu peristiwa sangat mengerikan di sana, maka telah disediakan sejumlah besar petugas keamanan untuk menjaga kita secara terus-menerus. Selama saya tinggal di sana mereka ada bersama-sama saya. Semoga Allah Ta’ala memberi ganjaran yang besar atas kebaikan mereka itu.

Sebuah program telah dibuat untuk bertemu dengan anggota Parlemen di gedung Parlemen, pada waktu itu mula-mula hadir 5 orang anggota Parlemen. Kemudian di sana juga diadakan resepsi kecil. Disana juga membuat program yang  baik. Di sana berjumpa dengan Ketua Parlement yang disebut House Speaker (Juru Bicara Dewan) juga yaitu Mr Anderson. Kepada beliau telah diperkenalkan Jemaat Ahmadiyah secara rinci. Tujuan diutusnya Hadhrat Masih Mau’ud dan nubuatan Hadhrat Rasulullah saw tentang beliau as semua telah dijelaskan kepada beliau secara detail. Beliau akhirnya bertanya, apa bedanya Jemaat Ahmadiyah dengan Syi’ah dan Sunni. Alhasil perbincangan berjalan terus dalam suasana ramah-tamah itu. Begitu juga perwakilan dari berbagai macam Suratkabar, Radio dan TV telah melakukan interview. Norwegia  adalah  sebuah  negara  kecil. Jumlah penduduknya 5 juta jiwa. Sebuah Surat Kabar yang omzetnya tiap terbit 350.000 eksemplar setiap hari telah melakukan interview sangat baik dan positif sekali. Tujuan dibangunnya masjid, ajaran Islam, apa maksud dan tujuan Ahmadiyah didirikan semua pertanyaan-pertanyaan ini disebarkan oleh mereka melalui  interview  dan  surat kabar-surat kabar atau  dijelaskan  dalam radio atau  dalam  program TV  dan  dijelaskan  dalam  waktu  yang  baik (tepat). Apa  hubungannya  antara Jemaat  dan Khalifah di masanya? Apa tujuan kunjungan ke negeri ini? Berbagai pertanyaan seperti itu dijawab dengan begitu detail untuk mereka. Dan mereka sendiri semua menyaksikannya. Ketika  mereka  keluar,  mereka  juga bertanya pada anggota-anggota jemaat. Kemudian  anggota jemaat juga yang memiliki satu ikatan semangat ketika mereka menjelaskannya maka  mereka  merasakan  getaran perasaan kesatuannya. Bagaimana  sebuah  jemaat  dimana di dalamnya Khilafat  dengan  anggota  Jemaahnya menjadi satu  wujud. Alhasil, tema wawancara lainnya ialah berbicara tentang orang-orang Muslim umum juga bertanya, “Apa pendapat orang-orang Muslim dan apa pendapat anda tentang yang dikatakan orang-orang  Muslim dan  mengapa mereka tidak menyebut masjid kepada tempat ibadah anda (Ahmadi), mengapa saudara-saudara tidak dianggap sebagai Muslim? Detail pembicaraan akan dicantumkan dalam laporan.

Dalam acara resepsi peresmian Masjid Norwegia hadir kurang lebih sebanyak 120 orang asli Norwegia, sebelas orang anggota Parlemen, Menteri Pertahanan yang mewakili Perdana Menteri juga hadir, dan beliau membacakan amanat dari Perdana Menteri. Dalam amanat itu beliau berkata; “Kami merasakan pedihnya perasaan hati tuan-tuan dengan terjadinya pembunuhan kejam di kota Lahore terhadap warga Ahmadiyah.” Sebetulnya sebelum ini Jemaat telah mengirimkan surat ucapan simpati dan bela sungkawa atas terjadinya tragedi sangat tragis di Norwegia pada bulan July 2011 yang lalu. Di dalam surat itu telah diberitahukan juga tentang terjadinya pensyahidan terhadap orang-orang Ahmadi terutama peristiwa Lahore. Demikian juga dijelaskan tentang khidmat kemanusiaan, khidmat pendidikan, medical khidmat (kesehatan), secara detail diperkenalkan kepada Menteri Pertahanan itu, yang membuat beliau sangat terheran-heran dan berkata, “Apakah di dalam nizam Islam juga ada pengkhidmatan seperti itu seperti yang kami lakukan?” Kemudian beliau berkata kepada saya katanya, Saya datang hanya untuk sebentar saja dan jam 19.45 harus kembali. Akan tetapi para pembicara sebelum saya telah mengambil waktu cukup panjang, maka pidato saya baru dimulai pukul 19.45. Beliau-pun selama saya pidato terus duduk dengan tenang sedangkan pidato saya cukup panjang, dan pada umumnya orang-orang Norwegia tidak terbiasa mendengar pidato sampai 30 atau 35 menit. Sedangkan pidato saya mengambil waktu sampai 50 menit dan Menteri Pertahanan itu tetap duduk dengan tenang sampai pidato saya selesai. Kemudian setelah itu saya pun minta maaf kepada beliau karena pidato saya terlalu panjang. Tapi beliau bilang, “Tidak, hari ini saya telah menggunakan waktu sangat baik sekali.” Setelah itu beliau-pun makan bersama-sama tamu semua. Beliau harus pergi pukul 7.45 malam, namun akhirnya beliau duduk bersama-sama sampai jam 21.00 malam, dan nampaknya hati beliaupun terpikat oleh suasana resepsi sehingga nampak hati  beliau tidak mau cepat-cepat beranjak dari tempat duduk beliau.  Pendek  kata di sana terjadi  cukup pembicaraan. Karena di dalam pidato resepsi itu saya jelaskan tentang fungsi masjid, bahwa Masjid ini dibangun agar manusia beribadah kepada Allah Ta’ala. Apabila manusia datang ke Masjid untuk beribadah kepada Allah Ta’ala, beribadah  kepada  satu  Tuhan. Dan  apabila  manusia  datang  untuk  beribadah  kepada Tuhan  yang Satu,  maka tentu didalam hatinya tidak akan timbul keinginan untuk melakukan pemberontakan atau untuk berbuat suatu kejahatan. Dinegara-negara Skandinavia ini terdapat banyak orang-orang yang suka melakukan kritikan atau tuduhan2 terhadap pribadi Hadhrat Rasullullah saw dan ajaran Alqur’an. Oleh sebab itu apa yang ingin saya jelaskan dengan merujuk kepada Alqur’an dan sabda Hadhrat Rasulullah saw telah saya jelaskan dengan rinci didalam pidato itu. Saya beritahukan bahwa Hadhrat Rasulullah saw sangat mendambakan kesejahteraan umat manusia. Oleh karena itu beliau saw setiap hari bangun tengah malam memanjatkan doa sambil menangis dihadapan Allah Ta’ala untuk keamanan dan kesejahteraan umat beliau khususnya dan mendoakan agar para penentang beliau diberi petunjuk kejalan yang lurus agar mereka mengenal Tuhan Yang Tunggal. Saya jelaskan juga bahwa jika didalam hati beliau saw terdapat keinginan untuk menguasai dunia maka tentu beliau tidak akan gelisah bangun tengah malam untuk berdoa. Kegelisahan beliau diwaktu berdoa tengah malam bukan hanya untuk keamanan dunia saja melainkan untuk keamanan dan kesejahteraan manusia didalam kehidupan didunia ini dan didalam kehidupan dihari akhirat juga. Walhasil, program sangat baik sekali dan semua acara telah berlangsung sangat memuaskan. Sirah (perjalanan hidup) uswah hasanah (teladan terbaik) Hadhrat Rasulullah saw telah diuraikan cukup panjang lebar dan jelas dengan referensi ayat-ayat suci Alqur’an. Saya telah  jelaskan  semua hal itu  dalam acara resepsi.

Partai-partai di negara-negara Skandianavia bekerjasama menjadi satu dan dikatakan partai tunggal. Dan orang-orang itu saling mendukung satu sama lain. Mantan presiden partai itu telah hadir juga dan dalam sambutannya telah menyampaikan pandangan-pandangannya sangat baik sekali. Beliau berkata; “Saya pernah datang menghadiri Jalsa di UK dan saya ketahui Jemaat Ahmadiyah adalah sebuah Jemaat yang menyampaikan ajaran Islam sejati dan menampilkan gambar Islam yang sesungguhnya. Sama-sekali tidak ada hal-hal yang harus ditakutkan dari mereka, sebab mereka pembawa pesan keamanan yang sebenarnya.”

Kemudian suatu hari  datang  berita  bahwa, Mantan Perdana Menteri Norwegia juga datang untuk melihat-lihat Masjid kita  dan  ingin  berjumpa. Beliau sekarang menjadi Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (Human Rights) di Norwegia. Beliau berjumpa dengan saya dan telah bertukar pikiran dengan saya sangat baik sekali. Pengkhidmatan apa yang sedang dilakukan oleh Jemaat, tantangan apa yang sedang dihadapi oleh Jemaat di seluruh dunia, semuanya dikemukakan kepada beliau.

Peresmian Masjid telah diliput dan ditampilkan oleh sebuah suratkabar bernama World Architecture News, yang juga memiliki website yang secara online setiap bulan dikunjungi oleh kurang lebih 10 atau 11 juta orang. Website ini menerbitkan mingguan sebuah e.newsletter (suratkabar melalui internet) juga yang  dikirimkan lewat email kepada 147.000 orang setiap minggu. E.newsletter ini membahas perihal pembangunan gedung-gedung di seluruh penjuru dunia dan yang menjadi anggota (pelanggan penerima terbitan)nya ialah para arsitek, para mahasiswa arsitektur bangunan dan lain-lain.  Surat kabar dan website ini keduanya telah meliput peresmian Masjid sambil menampilkan gambar-gambarnya yang indah sekali ke seluruh  dunia dan dikatakan bahwa inilah Masjid paling besar di seluruh kawasan Eropa Utara. Dikatakan bahwa Pemimpin dunia Jemaat Ahmadiyah datang untuk meresmikan-nya. Dikatakan bahwa design Masjid ini telah dirancang secara khusus. Masjid ini akan membawa pesan keamanan, kedamaian dan sebagainya, berbagai macam tentang Masjid ini telah diberitakan secara luas. Dengan demikian perkenalan tentang Masjid dan tentang Islam telah disampaikan kepada masyarakat disana bahkan kepada dunia luar melalui website dengan luas sekali. Media-media cetak lainnya dan internet juga telah sama-sama meliput acara peresmian Masjid, menyiarkan berita resepsi peresmian Masjid, tentang fungsi Mesjid, perkenalan Ahmadiyah Islam sejati, beritanya cukup panjang lebar telah disiarkan oleh mereka. Sambutan Menteri Pertahanan Norwegia (seorang perempuan) juga telah diliput yang mengatakan bahwa, “Agama juga mempunyai peranan penting dalam membangun New Norwegia, untuk itu hati kita harus terbuka bagi semua dan harus membaur dengan semua orang, sebagaimana sekarang kita sedang menyaksikan gambarannya didalam resepsi peresmian Masjid ini. Sekalipun Masjid ini bukan tempat ibadah saya, namun hati saya sungguh-sungguh sangat senang dan gembira sekali berada di dalam Masjid ini.”

Lalu saya menyampaikan ucapan berduka atas peristiwa di Norwegia beberapa waktu lalu.[5] Penjelasan detail mengenainya beliau jelaskan di depan umum sambil merujuk ucapan dan nama saya.

Dalam perjalanan kembali dari Norwegia kami singgah di Hamburg, Jerman. Di sana ada dua orang anggota Parlemen yang datang untuk brjumpa. Mereka mempunyai posisi  yang  baik dalam parlement. Keduanya juga aktivis dalam Human Rights (Hak Asasi Manusia, HAM).  Saya  berbicara  dengan  mereka  dengan terinci juga saya tanyakan padanya, apakah Human Rights itu dan  saya juga  bertanya  lagi  beberapa  pertanyaan  lain  kepadanya.  Beberapa  waktu kemudian saya menanggapi, “Saya belum siap menjawab pertanyaan yang  tuan tanyakan.” Setelah  itu saya menyampaikan, “Bagaimana keamanan dunia dapat ditegakkan, apa yang disampaikan oleh ajaran Alqur’an tentang itu, apa yang sedang dikerjakan oleh anda di Negara-negara Barat untuk itu.” Setelah itu mereka pergi keluar, mereka berkata kepada 2 saudara Ahmadi yang telah mempertemukan mereka dengan saya, katanya, “Ia [Hudhur] telah memberi kami pandangan baru untuk memikirkan bagaimana menegakkan keamanan diatas dunia.” Secara gamblang [terbuka, blak-blakan] saya katakan kepada mereka, “Bagaimana kedua negara adikuasa berulangkali menyatakan bahwa mereka sedang menegakkan keamanan diatas dunia, sedangkan mereka sendiri giat memasok kiriman berbagai jenis perlengkapan senjata kepada negara-negara lain. Dengan cara demikian bagaimanapun keamanan dunia tidak akan dapat ditegakkan. Kemudian mereka melakukan kezaliman atas nama ‘demi keamanan’ seperti misalnya di Libya?”  Pendeknya, mereka mulai paham setelah mendengar penjelasan-penjelasan dari saya. Saya katakan, ajaran Allah Ta’ala dalam Alqur’an adalah, apabila keamanan telah dapat ditegakkan maka kembalilah kamu sekalian dari sana dan pulang ke tempat masing-masing. Kemudian jangan sekali-kali ingin melakukan pembalasan atau suatu tindakan untuk kepentingan pribadi masing-masing. Itulah ajaran Alqur’an yang sangat indah, jika dunia mengamalkannya maka keamanan dunia dapat ditegakkan jika tidak maka keamanan dunia pun tidak ada jaminan dapat ditegakkan. Alhasil, sedikit banyak mereka paham dan berjanji akan menyampaikan apa yang telah didengar ini kepada orang-orang di kawasan mereka tinggal.

Dari sana kami pergi kesebuah kota di Nakskov, Denmark dimana anggota Jemaat kita di sana belum banyak dan terdiri dari pada orang-orang Albania dan Bosnia, jumlahnya kira-kira ada seratus orang. Belum ada anggota asal Pakistan disana. Sudah lama saya ingin berkunjung ke sana. Saya jumpai mereka orang-orang Jemaat yang penuh keikhlasan. Ada juga  manfaatnya,  sebagian masalah  tarbiyyat  mereka dapat diketahui  dari  mereka. Sebagian tuan rumah memperlihatkan kesetiaan dan keikhlasan sedemikian rupa dalam batas yang membuat saya menjadi heran. Tidak pernah sebelumnya ada perjumpaan dengan mereka, melihat pun belum pernah. Mereka membawa semua anak-anak mereka besar kecil untuk berjumpa dengan saya. Mulaqat dan tarbiyyat berupa nasihat-nasihat sangat berfaedah dan sangat mengesankan hati mereka. Kami tinggal satu hari dan bermalam di sana. Sejak beberapa waktu yang lalu sebuah tempat telah dibeli untuk mendirikan pusat Jemaat di kota itu. Disana mereka berkumpul untuk menunaikan shalat berjamaah, shalat Jum’at dan kegiatan lainnya. Bangunan memang telah diberi bentuk masjid. Di sana perwakilan Mayor (Wali Kota), Deputi Mayor dan beberapa orang terpelajar telah datang untuk berjumpa dengan saya. Dalam pertemuan itu saya berkata, “Jika untuk mendirikan sebuah Masjid secara permanen kami mendapat sebidang tanah, maka kami akan membangun Masjid.” Beliau, Naib Mayor telah berjanji untuk membantu, “Tidak ada alasan untuk tidak mendapat sebidang tanah di sana.” Insya Allah Ta’ala kita akan membangun Masjid karena Jemaat telah diketahui sebagai sebuah Jemaat yang aman damai. Itulah kota di mana Jemaat beberapa bulan yang lalu telah membeli sebidang tanah dan membangun pusat Jemaat di sana dan bangunan pun telah diberi bentuk Masjid. Akan tetapi penduduk setempat yang sangat anti Islam datang merusak bangunan kita, ada yang menyiramkan cat, membuang kotoran dan lain-lain. Namun demikian, polisi dan penguasa setempat bersama kita (cukup membela kita). Musuh-musuh juga berada di sana, namun sekalipun demikian dengan karunia Allah Ta’ala amanat Ahmadiyah, amanat Islam tetap mereka (Jemaat) sampaikan kepada masyarakat di sana dari tingkat bawah sampai ke peringkat tinggi. Orang-orang berkedudukan tinggi sedang menyadari bahwa Ahmadiyah sedang menampilkan Islam hakiki (yang sebenarnya), Islam yang aman dan damai. Hal itu sangat berfaedah sekali. Dan di waktu melakukan lawatan juga surat-surat Kabar telah memuat berita-berita mengenai Jemaat, sehingga semakin gencar amanat Jemaat sampai kepada masyarakat.

Dalam perjalanan kembali dari Norwegia saya mendapat taufik untuk meletakkan batu pondasi pertama Masjid di Brussels, Belgia yang diberi nama Baitul Mujib. Dan insya Allah diharapkan  dalam waktu  satu  tahun  bahkan  sebelumnya  sudah  selesai. Masjid  yang  sangat indah. Masjid  yang  pertama  di Belgia. Di sana juga berbagai anggota Parlemen dan beberapa Mayor (wali kota) telah datang. Seorang Mayor di kawasan Mision House (Rumah Misi) kita yang pertama yang bernama Dilbeeks juga hadir. Perwakilan partai-partai lainnya juga hadir. Semuanya telah menyatakan pandangan yang baik sekali tentang Jemaat dan semuanya telah menanggapi program Masjid dan keindahan ta’lim (pengajaran) Jemaat yang indah. Bahkan, dalam keadaan terkesan, Mayor kemudian berkata, “Tolong berikan kepada saya foto-foto, CD dan DVD hasil liputan dari semua program itu!” Beliau ingin menyampaikanlah amanat-amanat kedamaian dari Jemaat Ahmadiyah dan Masjid yang baik dan indah yang direkam dalam semua CD atau DVD itu kepada masyarakat di daerahnya. Beliau juga ingin memperlihatkannya kepada Council dan masyarakat umum di daerah beliau. Dan beliau juga menghendaki agar di kawasan beliau segera dibangun sebuah Masjid dan lingkungan yang indah seperti itu. Keduanya, beliau juga berkata hal ini, “Saya ingin menunjukkan  pidato tuan (Hudhur) serta semua liputan acara itu di dalam website resmi Council (dewan kota) saya.”

Tun Fawad Hyder, asal Maroko seorang Muslim anggota Parlemen telah mengemukakan kesan-kesannya dan berkata bahwa Muslim di seluruh dunia tidak dapat menentukan masa depan mereka tanpa lembaga Khilafat. Beliau juga menanggapi pidato saya tentang amanat Jemaat Ahmadiyah, pandangan-pandangan saya berkenaan dengan amanat keselamatan dan kedamaian bagi dunia pasti akan beliau sampaikan kepada semua handai taulan seprofessi tanpa pilih baik ia Muslim ataupun ghair Muslim begitu juga kepada masyarakat dimana beliau tinggal baik yang seagama maupun penganut agama lain. Bahkan beliau berkata kepada Muballigh kita agar datang minggu  ini ke kantor untuk berjumpa dengan beliau. Sebelumnya juga beliau pernah berjumpa dengan saya dan saya anggap beliau orang yang bertabiat sangat baik dan beliau mempunyai hubungan sangat baik sekali dengan Jemaat. Dan beliau seorang pemberani dan terkenal sekali dalam menyampaikan pandangan-pandangan pribadinya. Dengan karunia Allah Ta’ala hasil dari lawatan ini, banyak sekali mendapat perhatian dari media surat-surat kabar, dari para politisi, dari para pemimpin Bangsa dan dari para cendekiawan atau orang-orang yang berpendidikan tinggi. Jadi banyak sekali faedahnya lawatan seperti ini, namun sesungguhnya Allah Ta’ala sendiri yang memberi hasil atau buah terhadap semua usaha kita. Semoga Allah Ta’ala mendatangkan buah atau hasil secara terus menerus. Bahkan seorang Mayor dari daerah lain dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau sangat gembira sekali dalam mengikuti acara ini. Katanya, “Hari ini Menteri Pendidikan dan Pemuda, Pascal Smith akan datang ke kota saya untuk kunjungan resmi, dan sebagai Mayor (Wali Kota) kehadiran saya sangat diperlukan sekali. Tetapi kesempatan emas yang bersejarah hari ini yang akan dihadiri oleh seorang Khalifatul Masih, bagi saya lebih penting dari segalanya. Oleh karena itu saya sekarang hadir bersama Tuan.” Semoga Allah Ta’ala memberi ganjaran yang baik kepada beliau.

Setelah itu seorang Deputy Mayor (Wakil Walikota) dan  Councillor (anggota dewan kota) dari sebuah daerah berkata, “Dikarenakan untuk terselenggaranya pembangunan Masjid ini saya ikut menolong dan membantu Jemaat Belgia, oleh karena itu sekarang, pada kesempatan ini setelah mendengar pidato Khalifatul Masih saya  sangat gembira. Dan dengan yakin saya berkata, bahwa keputusan saya untuk membantu dan mendukung Jemaat Ahmadiyah sungguh benar dan tepat sekali. Saya sungguh sangat gembira sekali mendengar pidato Khalifatul Masih, bahwa Masjid bukan hanya merupakan sebuah Masjid bahkan Masjid Belgia untuk kawasan di sini merupakan sebuah tanda keamanan dan kasih sayang juga.”

Jadi, lawatan ini dari segala segi sangat beberkat sekali dan semoga Allah Ta’ala telah melimpahkan keberkatan-keberkatan-Nya. Sebuah kelompok masyarakat di Belgia beberapa hari yang lalu telah melangsungkan protes agar pembangunan Masjid di Belgia tidak dibiarkan (tidak diberikan ijin) dan hari untuk mengadakan unjuk rasa juga telah ditetapkan oleh mereka dua hari kemudian yakni pada hari Kamis, sedangkan hari Sabtu peletakan batu pertama akan dilaksanakan. Unjuk rasa dilakukan namun hanya sedikit sekali yang mengikutinya, beberapa orang saja jumlahnya. Allah Ta’ala telah mengubah semua situasi, yang mulanya menjadi perhatian para petugas yang berwajib, akhirnya semua pengacau hilang dengan sendirinya. Alhasil, semua itu terjadi semata-mata karunia Allah Ta’ala.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda,

”Usaha-usaha kita adalah laksana permainan anak-anak. Kita tidak dapat mengeluarkan kotoran yang melekat di dalam hati manusia yang sekarang sedang merebak di seluruh dunia dan kita tidak dapat menanamkan kecintaan Ilahi di dalam hati sanubari mereka dan tidak pula kita mampu menanamkan kecintaan yang sempurna diantara sesama mereka sehingga dengan perantaraannya dapat menjadi seperti sebuah wujud. Ini adalah pekerjaan Allah Ta’ala. Dalam Alqur’anul Karim Allah Ta’ala berfirman tentang para sahabat ridhwanullah ‘alaihim dan berfirman kepada Hadhrat Nabi Karim Muhammad saw,

         هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ * وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ الله أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

‘huwal ladzii ayyadaka binashrihi wa bil mu’miniin wa allafa baina quluubihim lau anfaqta maa fil ardhi jamii’am maa allafta baina quluubihin walaakinnallaha allafa bainahum innahu ‘aziizun hakiim’ – “Dan Dialah yang menguatkan engkau dengan pertolongan-Nya dan dengan perantaraan orang-orang beriman. Dia telah menanamkan kecintaan dalam hati mereka sedemikian rupa sehingga andaikata engkau membelanjakan harta yang ada di bumi ini seluruhnya, engkau tidak akan dapat menanamkan kecintaan dalam hati mereka, tetapi Allah Yang telah menanamkan kecintaan itu diantara mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa, Maha Bijaksana.” (Surah Al-Anfal, 8 : 64)  Tuhan yang sebelumnya pernah berbuat sesuatu, sekarang juga Dia dapat melakukannya, di masa mendatang juga kita tawakkal kepada-Nya, terhadap pekerjaan yang akan terjadi ruh karunia Allah Ta’ala ditiupkan diatasnya. Sebagaimana seorang tukang kebun menyirami kebunnya lalu kebun itu tumbuh segar dan menghijau. Demikianlah juga Allah Ta’ala memberi kesegaran dan kemajuan kepada Jemaat para utusan-Nya. Firqah yang didirikan atas kehendak pendirinya sendiri maka setelah bebarapa waktu saja dikalangan mereka sendiri timbul perselisihan dan perpecahan. Seperti halnya Brahmo untuk beberapa waktu lamanya mendapat kemajuan akhirnya berhenti dan kian hari kian lenyap, sebab didirikannya hanya mengikuti pikiran manusia belaka.” [6]

Jadi, Jemaat ini adalah Jemaat Allah Ta’ala ia akan maju bahkan sedang maju terus. Semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita untuk melaksanakan usaha kita yang hanya sedikit dan tidak berarti ini agar kita mendapat bagian dalam ganjaran itu. Semoga Allah Ta’ala memberkati setiap usaha dan upaya kita dan semoga Dia juga memperlihatkan pemandangan kemajuan-kemajuan kepada kita. [Aamiin]

Setelah shalat [Jum’at] saya akan menshalatghaibkan satu  jenazah yaitu yang terhormat ibu Khursyid Begum istri dari Tuan Choudry  Ghulam  Qaadir dari Kiwah Bajwah  Kabupaten  Sialkot.  Beliau wafat pada 4 Oktober. إنا لله وإنا إليه راجعون  Inna lillaahi  wa inna ilaihi raaji’uun. Beliau  mendapat  taufik  sebagai  Sadr LI Kiwah Bajwah dalam masa yang cukup  lama.  Perempuan  yang melewati malamnya dengan senantiasa melaksanakan shalat Tahajjud. Disiplin  melaksanakan Puasa dan Shalat. Perempuan  yang  memiliki kebiasaan  membaca Alqur’an Karim dan senantiasa berusaha melaksanakannya.  Seorang  Musiah. Beliau  mempunyai  seorang  anak  laki-laki  Tuan Muhammad  Iqbal  yang  adalah  muballigh kita di Madagaskar. Beliau  tidak  dapat  mengikuti  shalat  jenazah. Saya  insya  Allah  akan menyalatkan jenazah  ghaib setelah  shalat Jum’at.

Semoga Allah Ta’ala meninggikan derajat-derajat almarhumah.

Alihbahasa oleh : Mln. Hasan Basri, Singapura[7]

[1] Semoga Allah yang Mahaluhur menolongnya dengan kekuatan-Nya yang agung

[2] Malfuzhat jilid ceharam (IV), halaman 333, cetakan Rabwah

[3] Malfuzhat jilid IV, halaman 333 bagian catatan kaki, terbitan Rabwah

[4] Dikutip dari Malfuzhaat, jilid V halaman 605, Terbitan Rabwah

[5] Pada 23 Juli 2011, seorang pemuda yang mengaku Kristen menembaki para pemuda dari Partai Buruh. Lebih dari 80 orang tewas. Ia dalam akun media sosialnya mengaku anti imigran dan anti Islam. Partai buruh dikenal toleran terhadap keduanya.

[6] Malfuzhaat jilid IV halaman 332-333 terbitan Rabwah

[7] Disesuaikan dengan teks asli Urdu dari Surat Kabar Al-Fazal International dan www.alislam.org oleh Mln. Abdul Wahab, Kemang