Khotbah Jumat

Lawatan di Kanada

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

18 November 2016 di Masjid Baitul Futuh, London, UK

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ]

عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ]، آمين.

 

Seperti yang Anda sekalian semua telah ketahui, saya mengunjungi kanada baru-baru ini selama sekitar 6 minggu (3 Oktober-13 November 2016). Dengan karunia Allah Ta’ala, perjalanan tersebut sukses di segala aspek, dalam hal program program yang dilakukan untuk internal Jemaat, maupun dengan pihak lain. Setelah Jalsah Salanah Kanada, pada khotbah Jumat minggu berikutnya di sana, saya telah menceritakan mengenai berbagai ungkapan dari orang-orang, perkara-perkara administratif dan rasa syukur atas rahmat dan Karunia Allah berkaitan dengan Jalsah. Hari ini saya akan bicara sedikit tentang aktivitas-aktivitas dan program program yang lain.

Dengan karunia Allah, seperti banyak Jemaat lainnya, Jemaat Kanada adalah diantara para Jemaat yang melangkah maju dalam keimanan dan pengabdian. Dengan rahmat Allah, para muda baik laki-laki maupun perempuan memiliki semangat untuk bergerak maju berpartisipasi dalam pekerjaan Jemaat. Secara khusus, perihal meda dan pers, mereka ini telah bekerja banyak. Mereka berusaha keras dalam skala besar untuk pengenalan (Jemaat) dan Allah telah membuat usaha-usaha mereka berbuah manis.

Memang, pengenalan tentang Jemaat sudah lama diketahui oleh para Politisi dan para pejabat pemerintahan. Hubungan dengan mereka pun telah kuat. Mereka [aktivis rabtah dari kalangan muda Jemaat] telah meningkatkan hubungan yang baik tersebut. Namun, kali ini perbedaan mencolok terlihat dalam hubungan-hubungan dengan media. Meski demikian, pada kenyataannya, ini adalah murni rahmat dan karunia Allah Ta’ala. Mereka hanya berusaha, namun Allah-lah yang sangat memberkati usaha mereka. Anak-anak muda ini, pekerja pekerja ini mengakui bahwa respon (tanggapan) yang mereka terima sangat jauh melebihi ekspektasi (harapan) mereka. Di masa lalu kita berusaha untuk disebut atau ditampilkan dalam media, namun mereka [media] selalu enggan. Namun sebaliknya, kali ini media mengikuti kita untuk memberikan mereka waktu berbicara dan wawancara dengan Imam Jemaat Ahmadiyah. Karena kekurangan waktu, kita mendekati media sebanyak mungkin dan mengadakan wawancara dengan beberapa media, dan harus minta maaf kepada media lainnya (karena tidak bisa mengadakan wawancara). Sekarang, tim media yang kita punya harus meraih mereka dan minta maaf secara personal, menulis kepada mereka dan tetap menjalin hubungan dan kontak dengan mereka. Ini penting untuk koneksi dan hubungan di masa datang. Secara ringkas, hari ini saya akan mengetengahkan beberapa komentar dari beberapa acara yang berbeda.

Dengan karunia Allah Ta’ala, tiga masjid baru telah dibangun namun hanya dua masjid yang memiliki acara yang orang selain Ahmadiyah juga diundang di dalamnya. Sebuah acara diadakan di Parlemen. Saya juga berbicara di Universitas York. Simposium diadakan di Toronto dan Calgary, yang mana saya memiliki kesempatan untuk mengetengahkan dan menampilkan ajaran-ajaran Islam kepada orang lain. Dikarenakan karunia Allah, dimana-mana orang-orang mengenal dan mengetahui keindahan ajaran-ajaran Islam.

Sebelum itu, saya akan secara singkat bicara mengenai cakupan media di Toronto. Setelah itu, saya nanti akan sebutkan acara di Universitas. Ada tiga wawancara sebagai tambahan agenda lainnya. Salah satu wawancara diadakan dengan sebuah jaringan berita terkenal “Global News” dari Toronto. Wawancara tersebut disaksikan oleh 300,000 orang dan seratus ribu orang menyaksikan laporannya secara online di internet.

Wawancara kedua adalah dengan Peter Mansbridge, seorang jurnalis terkenal dan Kepala Koresponden kantor berita CBC. Wawancaranya dilakukan lebih awal, namun disiarkannya dua minggu kemudian. Wawancara tersebut adalah untuk sebuah acara TV yang berlangsung selama setengah jam di TV nasional Kanada. Seperti yang telah saya katakan, wawancara tersebut dilakukan oleh jurnalis paling senior yang dianggap sangat penting. Topiknya tentang Islam, peristiwa dan masalah-masalah di dunia, kedatangan Hadhrat Masih Mau’ud as, dan ada banyak diskusi tentang para ekstrimis yang membawa nama buruk kepada Islam. Mereka mempublikasikan sebagian dan tidak menyiarkan beberapa bagian. Namun demikian, acara tersebut mengupas banyak hal.

Begitu juga berita yang dikabarkan oleh koran nasional, yaitu ‘Globe and Mail’. Yang saya sebutkan sebelumnya yaitu wawancara dengan CBC, ditonton oleh 10 juta orang Kanada berdasarkan perkiraan mereka. Dan kemudian, lewat koran yang menerbitkan berita secara rinci dan juga disiarkan di You Tube, berita tersebut meraih tambahan sebesar kira kira 1 juta orang. Lantas berita-berita pemberian kuliah oleh saya di universitas diterbitkan oleh koran-koran dan juga mingguan-mingguan dan cakupannya mencapai sekitar 500 ribu orang.

Sekarang saya akan bicarakan mengenai acara pertama yang dilangsungkan setelah Jalsah. Acara tersebut berlangsung di Parlemen, di Ottawa, Ibu Kota Kanada [pada 17 Oktober 2016]. Ada banyak aktivitas berbeda karena acaranya berlangsung hampir seharian dan saya bertemu dengan banyak orang. Ada juga pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Kanada. Selanjunya, ada juga pertemuan dengan beberapa menterinya dalam suasana yang ramah tamah dan saya berterima kasih kepada mereka atas kerjasama mereka yang terus-menerus dengan Jemaat.

Lalu, ada sebuah sesi pertemuan diadakan di sebuah aula parlemen. Sesi pertemuan tersebut dihadiri oleh 6 menteri, 57 anggota parlemen, 11 duta besar dari Negara-negara yang berbeda, Sekretaris dari kedutaan besar Amerika Serikat dan perwakilan dari duta besar Libya, dan menteri-menteri dari provinsi Ontario. Lebih dari 30 tamu kehormatan, Kepala Staf dan Kementrian juga ikut menghadiri acara tersebut.

Kemudian, yang berikut juga termasuk: direktur dari Evangelical Fellowship, Kepala Kantor Komunikasi Palang Merah, Asisten Komisioner RCMP, para professor dari Universitas Ottawa dan Universitas Carleton, beberapa Wakil Direktur dan para Dekan, Direktur Dewan Kanada untuk kaum Muslim, perwakilan dari pemerintah US dan anggota-anggota Think Thank tertentu. Jadi, ada pertemuan orang-orang tersebut yang menganggap diri mereka memegang peranan dalam kepentingan kepentingan dunia.

Saya memiliki kesempatan untuk mengetengahkan dan mempresentasikan ajaran-ajaran Islam. Begitupun, saya membuat jelas karakter dan sikap bermuka dua yang ditunjukkan oleh orang-orang tersebut (dunia Barat) dan bahwasanya mereka seharusnya tidak hanya menyalahkan kaum Muslim. Mereka juga harus melihat perbuatan-perbuatan mereka sendiri. Beberapa gangguan dan kekacauan di dunia ini diciptakan oleh mereka. Bagaimanapun juga, saya sampaikan kesan-kesannya kemudian.

Mrs. Angie De Segro, seorang anggota Parlemen mengatakan, “Pidato yang disampaikan oleh Imam Jemaat penuh dengan berbagai nasihat tentang bagaimana kita dapat menghindari Perang Dunia Ketiga. Jelas sekali bahwa kita perlu bekerja keras dan bekerjasama satu sama lain untuk menyelamatkan diri kita dari bencana tersebut. Pesan yang diberikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah harus disebarkan di seluruh dunia.”

Seorang anggota parlemen lain yaitu Kevin Waugh mengatakan, “Imam Ahmadiyah membahas berbagai topik hanya dengan beberapa kata. Saya khususnya terkesan dengan hal bahwa Imam Jemaat mengetengahkan banyak kutipan dari Al Quran dalam pidato beliau. Hal ini secara khusus merupakan hal yang menyenangkan bagi orang seperti saya yang mempunyai pengetahuan sangat sedikit tentang agama. Hal ini juga meningkatkan pengetahuan saya.”

Semua orang yang mendengarkan mengambil poin-poin yang disampaikan dan berpendapat sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Sebagian telah dikemukakan.

Duta Besar Israel juga ada di sana dan mengatakan: “Pidato yang disampaikan adalah sebuah pesan perdamaian yang sangat penting tentang bagaimana semua agama harus saling menghormati. Hari itu, pikiranku berubah tentang Islam dan penghargaan terhadap agama Islam jadi meningkat. Pidato tersebut harus dipublikasikan dan disebarkan ke lebih banyak orang. Jika orang orang mengikuti pesan tersebut, permasalahan permasalahan dunia yang dalam dan serius akan dapat terselesaikan. Saya sangat menyukai sudut pandang ‘toleransi’ yang disampaikan dalam pidato tersebut dan bahwasanya hak-hak semua orang harus diberikan terlepas dari apakah ia adalah Muslim atau Yahudi.”

Kemudian, Louise Arbour, hakim imigrasi senior dan juga penerima Penghargaan Sir Muhammad Zafrulla Khan Award for Distinguished Public Service tahun ini, dalam kata-kata yang jelas mengekspresikan pikirannya dan berkata bahwa: “Imam Jemaat dengan kata-kata yang jelas telah menunjukkan kelemahan dan kekurangan-kekurangan kita, dan memberikan penerangan terhadap berbagai masalah di masyarakat Barat dan mereka terkadang menunjukkan kemunafikan dalam perbuatan perbuatan mereka dan tidak memberikan hak hak pada kaum minoritas.”

Kemudian, seorang anggota parlemen yang bernama Raj Saini mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa Islam adalah agama yang mencintai perdamaian dan kaum Muslim yang tidak mengikuti pesan ini bukanlah Muslim sejati.

Begitu juga seorang anggota parlemen lain yang bernama Majid Jowhari, seorang anggota parleman dari negara Arab, mengatakan, “Bagaimana mungkin kita bisa menyebarluaskan perdamaian di dunia? Itu sebuah tantangan besar yang kita dengar dari pidato Khalifah hari ini. Hal tersebut harus diselesaikan bersama sama. Ada banyak tantangan lainnya seperti krisis ekonomi dan terorisme, dimana untuk hal itu mereka harus bekerja keras bersama sama.”

Ms. Kristy Duncan, seorang anggota parlemen dan juga Menteri Ilmu Pengetahuan, membuat komentar personal: “Once a friend, always a friend!” (Sekalinya teman, akan selalu menjadi teman!) Beliau menyatakan banyak poin dari pidato saya antara lain keadilan dan persamaan, perdamaian, kaum muda, persatuan negara-negara, dan bahwa kita harus bekerja bersama sama demi perbaikan kemanusiaan. Beliau berkata bahwa Jemaat Ahmadiyah seperti layaknya keluarga yang ramah tamah baginya.

Begitu juga, Nicola Di Iroio, seorang anggota parlemen mengatakan: “Itu adalah pidato bagus yang mana permasalahan-permasalahan di dunia diketengahkan dengan ringkas. Anda (Imam Jemaat) menerangkan tentang permasalahan di dunia dengan perspektif agama. Jemaat Ahmadiyah adalah Jemaat yang hebat dan merupakan contoh bagi organisasi-organisasi lainnya. Kalian membuat kami fokus bahwa harus ada toleransi dalam perkara-perkara agama dan bahwa agresi (penyerangan) hanya akan melahirkan agresi yang lebih besar. Jika kita mengambil dan menerapkan satu nilai keutamaan seperti toleransi, maka kita akan bisa membawa perubahan besar.”

Beliau lebih lanjut berkata: “Saya kira Imam Jemaat Ahmadiyah hanya akan datang ke sini, mengatakan beberapa kata yang biasa, mengucapkan terima kasih dan kemudian duduk kembali. Namun, pidato yang beliau sampaikan kemudian –belum pernah saya alami atau dengar pidato yang demikian. Beliau menerangkan semua permasalahan yang dihadapi oleh dunia, misalnya perubahan iklim, isu-isu ekonomi, dan perang sipil. Penyebab dari semua hal tersebut yang beliau ungkapkan adalah ketidakadilan. Berbicara mengenai permasalahan yang terjadi saat ini, beliau menyatakan bahwa seharusnya tidak ada campur tangan dan gangguan dalam perkara-perkara agama dan seharusnya tidak ada perdagangan senjata yang mana Negara-negara Barat terlibat di dalamnya.”

Beliau lebih lanjut berkata: “Saya sangat senang sekali ikut serta dalam acara ini karena saya mendengar seseorang berbicara tentang perdamaian. Beliau (Imam Jemaat) memperkenalkan Islam kepada dunia dan inilah cara yang benar untuk melakukannya.”

Duta besar Jerman, Werner Wnendt mengatakan: “Imam Jemaat telah menggambarkan masa depan. Kita semua ingin masa depan yang damai. Kita belajar dari pidato beliau bahwa Islam adalah agama yang damai. Kita semua bisa hidup dengan mereka yang sudah bermigrasi ke Eropa. Pesan terpenting pidato beliau adalah kita harus berusaha keras demi kebaikan dunia dan memastikan orang-orang biasa diperbolehkan untuk menjalani kehidupan mereka masing-masing.”

Dalam pidato saya, saya berkata bahwa pemerintah-pemerintah seharusnya tidak ikut campur dalam perkara-perkara agama. Ada isu-isu seperti (pelarangan) hijab dan masjid-masjid yang muncul di Eropa. Isu isu tersebut jika muncul dan dibiarkan akan mengakibatkan keonaran.

Begitu juga seorang kepala para Imam [ulama Muslim] yang juga seorang cendekiawan agama, yaitu Muhammad Jabar, seorang Imam sebuah masjid yang mungkin berasal dari sebuah negara Arab, beliau berkata: “Saya adalah seorang Imam Sunni dan saya tidak ragu untuk mengatakan bahwa pidato ini telah meletakkan dasar perdamaian di dunia. Pidato ini amat dibutuhkan oleh dunia. Pidato Imam Jemaat sangat penuh kebijaksanaan karena beliau tidak menyalahkan sebuah kelompok. Di sisi lain, beliau berkata bahwa keresahan di dunia ini adalah karena kelemahan-kelemahan dari semua kelompok. Kita harus menyingkirkan kelemahan-kelemahan kita dan maju ke depan demi kemajuan perbaikan. Dalam hal tersebut, Imam Jemaat juga menunjukkan ajaran Islam bahwa tidak ada orang yang luput dari kesalahan. Pidato beliau pidato yang baik. Semua topik yang diperlukan disampaikan oleh beliau, dan para pembuat undang undang (anggota parlemen, DPR) diberitahukan mengenai alternatif solusinya. Pandangan Islam disampaikan dengan cara yang sangat indah dan banyak aspek yang sulit disampaikan dengan cara yang demikian damai dan bersahabat sehingga perasaan orang-orang tidak tersinggung atau tersakiti.”

Lantas, seorang tamu yang bernama Garnet Janus mengatakan: “Pesan yang disampaikan oleh Khalifah cukup dapat disetujui tentang bagaimana agama dan para pemimpin agama dapat menyelesaikan berbagai permasalahan di zaman ini dan menegakkan perdamaian di dalam masyarakat. Beliau juga menekankan perkara bagaimana kita bisa hidup bersama dalam damai dengan mengontrol perdagangan senjata.”

Beliau menambahkan: “Pada umumnya kita menyalahkan satu sama lain, namun Imam Jemaat menerangkan bagaimana negara negara Barat dan juga negara negara lainnya dapat memperbaiki situasi dunia dengan memerankan perannya masing masing.”

Seorang tamu beragama Sikh berkata: “Imam Jemaat Ahmadiyah berkata di parlemen bahwa dunia Barat juga bertanggungjawab terhadap kerusuhan dan kekacauan di dunia. Sebagai contoh, beliau menerangkan perkara tentang bagaimana para teroris mendapatkan senjata yang dijual oleh Negara-negara Barat. Beliau membuat jelas bahwa 20% orang-orang Kanada yang pergi untuk terorisme adalah kaum wanita dan mereka akan mewarnai anak keturunan selanjutnya dengan warna yang sama. Saya tidak pernah berpikir mengenai hal itu sebelumnya.”

Orang tersebut selanjutnya berkata: “Saya sangat suka bahwa Imam Jemaat mengacu pada Al-Quran ketika berkata bahwa kita perlu memenuhi perjanjian kita dan memenuhi kepercayaan yang diberikan pada kita. Imam Jemaat menyampaikan dalam cara menarik dan menyenangkan bahwa memerintah sebuah pemerintahan adalah juga sebuah kepercayaan dan para pejabat pemerintahan harus dengan damai memenuhi kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Imam Jemaat juga berkata bahwa para ulama atau pemimpin agama telah salah dalam membimbing pengikut mereka dan kekacauan meningkat dikarenakan hal ini. Beliau juga menantang Negara-negara Barat yang mengklaim (mengaku) telah menegakkan kebebasan berpendapat dan kebebasan hak. Sekarang, adalah merupakan tanggungjawab mereka untuk mempraktekan apa yang telah mereka klaim dan seharusnya tidak ikut campur dalam perkara agama seperti pelarangan pemakaian hijab dan tempat tempat ibadah.”

Orang itu berkata bahwa dunia barat telah diperingatkan dengan sangat baik.

Saya telah membacakan beberapa contoh dari acara yang diadakan di parlemen. Ada banyak komentar oleh para menteri dan juga orang-orang lainnya. Dalam pemberitaan di media, pertama Perdana Menteri sendiri (Rt Hon, Justin Trudeau) menulis dan mencuit di Twitter pada akun Twitter beliau bahwa beliau senang bertemu dengan Khalifah Jemaat Ahmadiyah di Ottawa pada hari itu [17 Oktober 2016] dan mengunggah juga fotonya.[1] Cuitan tersebut menyebar dan pemberitaan semua acara lewat surat kabar-surat kabar meraih 4,5 juta orang lewat berbagai cara. Ada sebuah symposium perdamaian di Aula Tahir di Toronto yang dihadiri oleh 614 orang tamu non Muslim dan non Ahmadi. Termasuk dari mereka adalah para walikota dan anggota dewan dari beberapa daerah, para jurnalis, doktor, profesor, guru, pengacara dan orang orang yang dari berbagai latar belakang.

Seorang pendeta dari gereja Presbyterian berkara: “Saya sangat terkesan setelah mendengarkan pidato Imam Jemaat dalam simposium perdamaian tersebut karena mengandung pesan perdamaian, cinta kasih dan harapan yang tidak berkaitan dengan warna kulit, ras, timur, barat, atau waktu maupun ruang tertentu. Namun, pidato tersebut adalah untuk seluruh dunia. Satu hal lagi yang penting dari pidato tersebut adalah ada banyak kesalahpahaman, kecemasan dan kekhawatiran, dan ketakutan yang menyapu dunia, namun jelaslah dalam pidato beliau hari ini bahwa kita mempunyai lebih banyak persamaan daripada perbedaan. Ini adalah kabar baik yang signifikan yang harus didengar oleh orang orang.”

Tamu lainnya, Drake Kennedy yang saudara perempuannya memeluk agama Islam baru-baru ini berkata: “Saya datang ke sini bersama dengan saudara perempuan saya karena dia memeluk Islam baru-baru ini dan kami ingin tahu apa itu ajaran-ajaran Jemaat Ahmadiyah. Perasaan saya senang sekali setelah mendengarkan pidato Jemaat Ahmadiyah, dan bahwasanya saudara perempuan saya telah bergabung dengan orang-orang yang penuh dengan kasih sayang, peduli dan juga penuh timbang rasa terhadap orang lain. Saya sangat bahagia dengan apa yang telah saya pelajari hari ini.”

Di dalam simposium yang sama, saya telah menyebutkan pelayanan yang diberikan oleh Jemaat bagi perdamaian di dunia. Begitu juga, hadir dalam parlemen orang ini, yaitu President dari Asosiasi Nile yaitu Muhammad Alwahaji yang berkata: “Pesan yang disampaikan hari ini sangatlah jelas yaitu bahwa kita semua harus hidup dengan kasih sayang dan tidak perlu membenci siapapun. Perdamaian tidak akan bisa terjadi jika kita terus membenci satu sama lain. Ketika saya mendengarkan pidato Imam Jemaat Ahmadiyah, saya tidak percaya bahwa seorang pemimpin Muslim dapat berpidato di parlemen dengan cara sedemikian. Tidak ada tanda tanda keraguan, dan beliau berbicara tanpa rasa takut sehingga orang orang percaya dan yakin bahwa itulah pesan Islam yang sejati dan akurat. Ada orang-orang di belakang peperangan yang terjadi dan mereka mendapat untung dari peperangan tersebut.”

Ia selanjutnya berkata, “Hari ini juga beliau (Hudhur ra) bicara dengan mengacu pada semboyan ‘cinta kasih untuk semua dan kebencian tidak untuk siapapun’ (love for all hatred for none) dan bahwasanya semboyan tersebut pastilah harus menjadi jalur tindakan nyata kita dan itu adalah hal yang benar.”

Lantas, seorang anggota komunitas Zamita yaitu Tn. Abu Bakr Yusuf berkata: “Saya sangat terkesan dengan apa yang saya dengar dan lihat hari ini. Imam Jemaat Ahmadiyah dalam pidatonya menyampaikan banyak contoh dari Nabi Muhammad saw dan menarik perhatian kita bahwa kita harus berusaha untuk melakukan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Imam Jemaat Ahmadiyah juga telah membuktikan dari tindakan Nabi Muhammad saw bahwa beliau tidak pernah mengIslamkan siapapun dengan paksaan; dan bagaimana beliau telah melayani seluruh umat manusia. Imam Jemaat Ahmadiyah juga telah menjelaskan ajaran Islam dengan acuan Al Quran. Seperti yang tertera di dalam Al Quran: لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ  ‘Tidak ada paksaan dalam agama’ (2:257). Dan bagaimana beliau saw memberikan hak-hak pada orang Yahudi, Kristen ataupun pengikut kepercayaan manapun dan menunjukkan bahwa sebagai umat manusia, kita semua sama.”

Lantas, acara ketiga diadakan di Universitas York [pada 28 Oktober 2016].[2] Universitas tersebut dianggap sebagai salah satu universitas terbesar di Kanada. Universitas tersebut memiliki 11 fakultas, 53.000 mahasiswa dan 7.000 dosen. Sudah 300.000 mahasiswa yang lulus dari universitas tersebut. Saya bertanya kepada Wakil Rektornya dan beliau memberitahukan kepada saya bahwa universitas tersebut adalah universitas ketiga terbesar di Kanada. Seorang teman saya yang merupakan anggota keturunan sesepuh dari Universitas Toronto yaitu Tn. Cat Carier ikut serta dalam acara tersebut dan berkata: “Hari ini adalah hadiah. Saya senang mendengar bahwa kita semua bekerja bersama-sama untuk perdamaian.” Beliau berpikir bahwa hak hak mereka juga telah terlanggar dan bahwa pemerintah tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Beliau lebih lanjut berkata “Yang saya sukai pada khususnya adalah apa yang sudah disampaikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah yang disampaikan oleh beliau dari lubuk hatinya yang paling dalam. Ketika seseorang berbicara kebenaran dari lubuk hatinya, hal itu akan selalu diingat. Datang dari belahan dunia yang lain, beliau menyampaikan pesan yang kita sukai.”

Seorang mahasiswa yang bernama Sheryl Gress berkata: “Ini adalah kesempatan yang mengagumkan yang mana kita belajar mengenai beberapa ajaran Islam yang sesungguhnya. Sekarang saya telah memiliki beberapa pengetahuan tentang Islam. Sekarang, saya tidak hanya berspekulasi. Imam Jemaat Ahmadiyah telah menyampaikan beberapa hal yang mengagumkan yang berkaitan dengan perdamaian. Hal hal ini patut dipuji yang mana Imam Jemaat Ahmadiyah menerangkan bahwa kita punya banyak hal yang sama berkaitan dengan ajaran ajaran. Saya sangat menyukai fakta bahwa ajaran ajaran dasar dari Jemaat Ahmadiyah dan kami adalah sama.”

Seorang professor dari departemen Jurnalisme telah mengirimkan semua mahasiswanya untuk mendengarkan kuliah yang disampaikan oleh saya (Hudhur atba). Seorang jurnalis yang bernama Yoser Albarani berkata: “Saya menyukai apa yang dikatakan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah mengenai hidup bersama secara damai. Sebagai seorang jurnalis, saya sering menulis tentang perdamaian dan hak hak kaum wanita. Namun, khususnya sangatlah penting ketika seorang pemuka agama berbicara mengenai hal tersebut. Imam Jemaat menggambarkan dengan panjang lebar tentang berbagai permasalahan yang dihadapi oleh dunia Islam dan bahwasanya ada pemerintahan pemerintahan lainnya di belakang mereka. Saya merasa senang ketika saya mendengar bahwa Imam Jemaat merasakan perasaan sakit ketika beliau membaca mengenai urusan dan permasalahan yang terjadi di dunia.”

Seorang pendeta mengatakan, “Hal-hal yang disajikan dari Al-Quran difahami dalam bahasa yang sederhana. Saya menyukainya terutama tentang semua pertempuran di dunia ini ialah dengan dukungan kekuasaan tertentu atau atas nama kekuasaan tersebut. Dan jika pemerintah besar berhenti mendukung, semua itu dapat diselesaikan.”

Kemudian, kami pergi ke Saskatoon (Saskatchewan). Beberapa konferensi pers diadakan dan ada program Jemaat. Tidak ada program lain di sana, tapi melalui pers dan radio, pesan mencapai total 1,8 juta orang. Kemudian, ada upacara pembukaan Masjid Mahmood, Regina [pada 4 November 2016]. Ada juga, setelah shalat Jumat, sebuah resepsi di sebuah hotel di malam hari, mengenai masjid tersebut.[3] Sejumlah 200 tamu bergabung di sana. Mereka yang berpartisipasi ialah berpartisipasi Ketua Menteri dan Wakil Menteri dari Propinsi Saskatchewan, Walikota kota Regina, Menteri keamanan publik, wakil ketua Dewan, para walikota yang menjabat dan mantan walikota di wilayah sekitarnya, Presiden dan Wakil Presiden Universitas Saskatchewan, kepala Departemen studi agama Universitas Regina, profesor, para pendeta, kepala polisi dan para tamu yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.

Seorang profesor bidang agama-agama dunia mengatakan, “Itu adalah pidato yang sangat cerdas dan menarik. Itu adalah pidato yang terunggul diantara semua pidato yang saya pernah dengar sebagai profesor agama-agama dunia. Apa yang sangat saya suka tentang Imam adalah pesan beliau yang tidak ambigu (jelas) dan praktis bahwa jika semua orang menginginkan perdamaian, itu tidak bisa dicapai dengan mengabaikan orang-orang miskin yang menderita. Menurut pendapat saya, pesan ini adalah sangat jelas.” Dia lebih lanjut mengatakan, “Menurut pendapat saya, karena beberapa orang terjerat dalam kesalahpahaman tentang solusi Islam untuk masalah-masalah dunia, pesan Imam sangat penting. Dia (Imam) mengambil tanggung jawab untuk menghilangkan keraguan, dan pesannya, dalam masyarakat kita yang multikultural dan multi agama, adalah sangat penting.”

Anggota majelis legislatif Saskatchewan, Merriman Paulus mengatakan, “Fungsi Politik dan duniawi itu berbeda. Orang-orang mengungkapkan pikiran mereka dengan memaksa dan mencoba untuk mempengaruhi orang. Saya tidak melihat apa pun seperti itu dalam diri Imam Jemaat. Saya pikir bahwa ia (Imam) memanggil saya ke arah itu dengan penuh kecintaan dan ia pribadi yang siap dan cepat untuk mengasihi semua orang. Saya berpikir bahwa, pada kenyataannya, ini adalah arti i agama dan spiritualitas yaitu mencintai sesama dan membantu orang lain.”

Saya tengah membicarakan pengajaran Islam mengenai perlakuan terhadap tetangga, dan dia sedang menyinggungnya. Kemudian, ia berkata, ‘Hal itu perlu bahwa seperti masyarakat harus membangun masjid yang menyebarkan ajaran yang benar dari Islam, karena orang-orang Saskatchewan terdiri dari berbagai agama dan semua harus bersikap dengan hormat dan toleransi. “

Kemudian, pemimpin oposisi Saskatchewan, Trent Weathersopoon mengatakan, “Pertemuan hari ini adalah indah. Pesan Imam Jemaat penting dan kuat. Di dalamnya terdapat poin yang menunjuk mengenai kesamaan. Kami diberitahu bahwa Kanada Ahmadiyah mendukung keyakinan untuk menyintai kemanusiaan. Imam Jemaat Ahmadiyah berpesan bahwa kita harus menyukai untuk orang lain apa yang kita sukai untuk diri kita sendiri. Pesan ini penting bagi kita semua.” Kemudian ia mengatakan, “Pesan itu ialah pembentukan saling toleransi dan kedamaian. Imam Jemaat menunjuk ke nilai-nilai yang kita semua harus bertindak atasnya. Nilai-nilai ini adalah untuk memperkuat tidak hanya di Regina kota kita atau provinsi kita Saskatchewan tetapi juga untuk negara kita dan seluruh dunia.”

Setelah upacara pembukaan dan resepsi, liputan media ialah karena konferensi pers dengan berbagai Surat Kabar. Ada wawancara individu dan ada sekitar enam atau tujuh orang media dari TV, radio dan Surat Kabar. Karena upacara pembukaan Masjid di Regina dan konferensi pers mengenainya, pesan Islam mencapai sekitar 1,97 juta orang.

Demikian pula, Masjid Baitul Amaan [بيت الأمان], Lloydminster, Saskatchewan diresmikan [pada 5 November 2016] setelah masjid Mahmud di Regina.[4] Ini adalah sebuah tempat kecil dan kebanyakan para pedagang minyak pergi ke sana. Sejumlah 49 tamu bukan Jemaat menghadiri acara resepsi di sana. Seorang anggota majelis legislatif Saskatchewan, mantan anggota majelis legislatif, mantan anggota Parlemen baru dipilih sebagai walikota, Walikota dan wakil wali kota sekitarnya, penasihat, profesor, guru, wartawan, dan orang-orang milik berbagai lapisan masyarakat ada diantara para peserta.

Mantan Menteri Imigrasi dan Pertahanan, Jason Kenny (ia telah lama berhubungan dengan Jemaat dan memiliki kontak pribadi dengan saya) juga hadir. Dia berkata, “Jemaat Ahmadiyah adalah sebuah komunitas kecil tetapi all out (sepenuhnya) bekerja dan menunjukkan wajah bersinar Islam. Dalam rangka membangun keadaan dunia hari ini dan salah pengertian tentang ekstrimisme bahwa Islam membolehkan ekstremisme, Jemaat Ahmadiyah adalah penangkalnya. Ini adalah Islam yang tepat sesuai dengan peradaban Kanada. Itu adalah jaminan untuk perdamaian.” Dia mengatakan bahwa pelantikan masjid dan kunjungan Imam Jemaat Ahmadiyah akan menjadi sumber peningkatan pengetahuan. Dan, wajah cantik Islam akan disajikan kepada orang-orang. Kemudian dia berkata, “Dalam pidato hari ini, Imam Jemaat menyangkal semua pikiran negatif yang bisa muncul dalam pikiran orang-orang tentang Islam. Peresmian Masjid adalah langkah positif dan benar-benar sesuai dengan nilai-nilai kita.” Ia adalah Menteri pertama yang menelepon saya untuk kesyahidan di Darulzikr dan Model Town, Lahore; dan berjanji untuk membuat keluarga para martir dapat tinggal di Kanada, dan janji itu dipenuhi juga. Dengan karunia Allah, semua keluarga para martir telah pergi ke sana.

Tamu dalam acara ini, John Gormley, seorang host talk show radio, mengatakan, “(Imam Jemaat), dengan mengacu pada peran Jemaat, menyajikan banyak poin yang penting.” Kemudian, merujuk kepada saya, katanya, “Ia (Imam) mengatakan bahwa masjid tidak hanya untuk ibadah tetapi juga tempat berkumpul bagi masyarakat. Jemaat Ahmadiyah melakukan banyak hal mengenai hal itu. Setiap kali insiden terorisme berlangsung, Jemaat Ahmadiyah-lah yang mencoba untuk meningkatkan hubungan timbal balik dan menyatukan berbagai agama.” Dia mengatakan lebih lanjut, “Mereka memberi pesan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman. Ini adalah ajaran Islam. Orang Jemaat Ahmadiyah adalah benar-benar bagian dari masyarakat ini. Di mana pun mereka tinggal, mereka benar-benar telah berbaur dengan orang-orang. Di mana pun orang Jemaat berada, mereka terlibat dalam penguatan masyarakat di sana.”

Setelah acara Jemaat di Saskatoon (Saskatchewan) itu, saya pergi ke Calgary [pada 11 November 2016].[5] Di sana, Jemaat cukup besar, kotanya pun besar, dan masjid kita sangat besar dan indah. Ada sebuah simposium perdamaian pada 11 November setelah shalat Jumat yang dihadiri sekitar 644 tamu. Diantara para hadirin adalah mantan Perdana Menteri Kanada, Menteri Alberta bidang pelayanan kemanusiaan, mantan Walikota Calgary dan Walikota saat ini, mantan Menteri Jason Kenney, Dekan dan Wakil Kanselir Universitas Calgary, Walikota dan wakil wali kota di daerah-daerah terdekat, Presiden Red Deer College, anggota majelis legislatif dan orang-orang dari Departemen yang berbeda. Ini adalah pertemuan yang dengan baik dihadiri lebih dari 600 orang yang berpendidikan.

Mantan Perdana Menteri Kanada, Stephen Harper berkata, “Saya telah mendengar Imam Jemaat Ahmadiyah, berpidato di tempat yang berbeda. Dia telah selalu memberikan pesan damai Islam ke dunia.” Setelah pidato, dia berkomentar, “Dia melakukan hal yang sama hari ini. Ini adalah pesan megah yang juga refleksi dari anggota Jemaat ini.”

Kemudian dia berkata, “Menurut pendapat saya, pernyataan Imam Jemaat ini sangat mendesak dan penting dan semua orang perlu untuk mendengarkannya karena dalam masa ini, unsur-unsur ekstrimis yang menyimpang membawa nama buruk Islam dan orang biasa berpikir bahwa itu adalah Islam yang sebenarnya.” Dia lebih lanjut mengatakan, “Islam berarti perdamaian. Khalifatul Masih mengatakan bahwa arti dari Islam ialah perdamaian. Islam berarti menyintai Allah dan ciptaan-Nya.”

Dia berkata lagi, “Imam Jemaat telah menumpahkan cahaya yang mendalam pada semua masalah dan masalah-masalah dunia lain, terutama pada topik Timur Tengah. Itu adalah masalah yang sangat sulit, tapi dia mendiskusikannya dengan sangat hati-hati. Saya akan menyarankan semua orang bahwa jika mereka belum mendengarkan pidato Imam Jemaat, mereka harus mendengarkannya.”

Dalam cara yang sama, Naheed Nenshi, Walikota Calgary mengatakan, “Itu adalah pidato yang agung. Dia menyajikan keindahan ajaran Islam dengan sangat berani dan mengatakan bahwa ada tidak ada tempat untuk ekstremis jenis apapun dalam Islam. Hal ini menyenangkan untuk didengarkan dalam mewakili Islam.” Bapak Walikota ini adalah seorang Agha Khani [Syiah golongan Ismailiyyah, sub sekte Agha Khaniyah].

Kemudian, seorang profesor dari Universitas Calgary, yang datang dengan istrinya, berkata, “Ini adalah pesan perdamaian dan sangat mendesak. Kami pada dasarnya orang Belanda dan kita punya pepatah – ‘Tidak dikenal berarti tidak dicintai’, berarti bahwa bagaimana bisa Anda mencintai jika apa yang Anda tidak mengenalinya. Hal yang sama terjadi dengan Islam. Kelihatannya menyenangkan ketika Anda tahu realitas Islam. Kami mendapat kesempatan untuk mendengarkan Imam Jemaat hari ini. Sejak hari ini, kita akan memahami Islam lebih baik dan akan menyukainya lebih baik dari sebelumnya.”

Kemudian, Tn. Grand Clark yang merupakan pemimpin partai Alberta dan anggota majelis legislatif, mengatakan, “Itu adalah pesan yang sangat mengesankan. Itu yang tepat untuk kondisi dunia saat ini dan semua zaman. Orang Calgary dan Kanada telah datang untuk tahu bahwa Islam adalah agama damai dan kita perlu berkomunikasi dengan orang lain dan bahwa itu adalah sebuah fakta.”

Brian Litoshief mengungkapkan pikirannya: “Imam Jemaat Ahmadiyah memfokuskan pidato beliau pada perdamaian. Pendekatan tersebut sangat bagus sekali. Saya hanya tahu sangat sedikit tentang Islam, dan tadinya takut terhadap Islam. Saya bingung dikarenakan pemberitaan yang negatif dari media. Tadinya saya bertanya-tanya apakah memang benar Al Quran mengajarkan kejahatan dan kerusakan? Setelah apa yang disampaikan hari ini, saya telah mendapat jawaban dari semua pertanyaan saya. Imam Jemaat Ahmadiyah telah menyampaikan rujukan-rujukan dari Al-Quran dan membuktikan bahwa Islam adalah agama damai. Sebelumnya, setiap saya bertemu orang dari Timur Tengah ketika saya sedang bepergian, saya takut bahwa teroris mungkin akan menyerang. Namun hari ini saya mengetahui bahwa tidak ada yang harus ditakuti dari ajaran Islam. Kami sangat membutuhkan pesan yang disampaikan kepada kami oleh Imam Jemaat Ahmadiyah karena kekacauan telah tercipta di dunia dan Imam Jemaat Ahmadiyah telah memberitahu kita bahwa kita harus melawan kebencian dengan kasih sayang dan Simpati”.

Kemudian Calay, seorang wanita, berkata, “Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya betapa pentingnya menghadiri program ini. Awalnya saya datang hanya untuk menyenangkan teman saya yang telah mengundang saya dan terkesan saat saya berkata akan bergabung. (Dia adalah juga seorang wanita yang terdidik) Tapi saya sangat senang bahwa saya datang ke sini. Saya belum pernah melihat acara yang mana ada pemikiran positif di mana-mana. Pesan yang disampaikan oleh Imam Jemaat Ahmadiyah sangatlah unggul. Orang yang kurang memiliki pengetahuan seperti saya juga jadi sangat memahami bahwa Islam adalah agama yang sedemikian menerima setiap komunitas, ras dan agama. Jadi, kita tidak usah takut terhadap Islam. Yang harus kita coba adalah untuk lebih memahami umat Muslim secara lebih baik.”

Saya (Hudhur atba) telah menyampaikan beberapa referensi dari buku para orientalis [Peneliti Ketimuran] seperti Stanley Poole tentang bagaimana Nabi Muhammad saw menegakkan perdamaian dan bagaimana toleransi beliau di masanya. Wanita tersebut berkata dalam konteks tersebut, “Saya sangat gembira dengan kutipan referensi yang banyak dari para Non Muslim tersebut dan bagaimana cara mereka mengungkapkan sudut pandang mereka itu membuktikan bahwa Nabi Islam adalah orang yang mencintai perdamaian.”

Dalam hal ini saya ingin berbicara dengan para Ahmadi. Mereka membawa orang-orang untuk datang begitu saja ke acara Jemaat, namun para Ahmadi harusnya juga menerangkan kenalan-kenalan mereka tentang keindahan ajaran Islam. Kemudian, kesempatan untuk Tabligh akan terbuka perlahan dengan cara demikian dalam percakapan-percakapan yang terjadi. Bukan demikian yaitu kalian bicara banyak mengenai perkara-perkara duniawi dan tidak ada pengetahuan tentang Islam. Wanita tersebut memikirkan tentang teman lamanya ketika datang ke acara tersebut, dan datang ke acara tersebut untuk menyenangkan temannya itu, namun temannya yang Ahmadi itu tidak pernah memberitahukannya tentang Islam. Kaum muda kita baik yang laki laki maupun perempuan harus memberikan perhatian terhadap hal ini.

Seorang anggota Polisi Calgary berkata, “Pidato beliau sangat menarik. Imam Jemaat mengatakan pada kita bagaimana Islam mempromosikan multi-culturisme [hidup dalam budaya yang berbeda].”

Ia melanjutkan: “Masyarakat kita sangat membutuhkannya. Imam Jemaat Ahmadiyah mengumpulkan semua orang bersama-sama dan mendorong dialog antar agama dan keyakinan. Pidato yang disampaikan oleh Imam Jemaat telah menyentuh hati saya terutama ketika beliau bicara tentang hubungan-hubungan antar bangsa di dunia dan memberitahu kita bagaimana solusi atas permasalahan permasalahan yang ada. Beliau membuktikan dengan referensi dan acuan dari Al Quran bahwa Islam adalah agama damai dan kaum Muslim diperintahkan untuk mengambil jalan damai atas apapun situasi yang terjadi – meskipun pihak lain memiliki niatan yang buruk.”

Anila De Juan, seorang tamu, berkata: “Imam Jemaat Ahmadiyah telah mengatakan kepada dunia Barat dengan kehadiran mantan Perdana Menteri Kanada bahwa mereka harus berlaku adil dan memikirkan tentang tindakan mereka dalam permasalahan-permasalahan yang ada di dunia. Imam Jemaat Ahmadiyah mengatakan dengan tepat sekali bahwa tidak benar melontarkan pertanggungjawaban atas permasalahan-permasalahan di dunia pada satu pihak saja.”

Suku-suku asli Kanada hidup di dalam kelompok suku-suku mereka. Mereka sering datang ke kota-kota. Komunitas tersebut dinamakan First Nation.[6] Salah seorang dari mereka yang bernama Lee Prueshieled berkata: “Saya sangat suka bahwa Imam Jemaat Ahmadiyah menunjukkan keberanian dan kejujuran yang sangat besar, melawan keberatan-keberatan atas Islam yang menganggap Islam mengajarkan terorisme. Demikian pula, saya takjub sekali bahwa Imam Jemaat membuktikan lewat referensi dari kitab Islam (yaitu Al-Quran) bahwa tuduhan-tuduhan tersebut adalah salah.”

Kemudian ia berkata: “Apa-apa yang Imam Jemaat Ahmadiyah katakan kepada negara-negara Barat bahwa mereka menyediakan persenjataan kepada Timur Tengah, adalah benar. Saya takjub, ketika menggambarkan kebijaksanaan dalam perang-perang Islam, Imam Jemaat Ahmadiyah mengungkapkan sebuah kalimat: ‘itu untuk menghentikan penindasan atau tindakan melampaui batas’.”

Orang tersebut berkata: “Saya menyukai kalimat tersebut dan akan selalu mengingatnya.” Artinya, perang-perang yang dilakukan Islam sejatinya adalah untuk melawan dan menghentikan penindasan. Ia berkata: “Khalifah kalian sangat memahami arti dari penindasan dan teror. Karena itulah saya merasa bahwa Khalifah dapat mengetahui dan memahami penderitaan kami yang mendalam dengan sangat baik.”

Mereka terdiri dari suku-suku yang berbeda dan sekitar 10 orang dari pemimpin mereka datang ke sana. Saya menyambut mereka dan kita akan membuat program-program juga di sana. Dengan kehendak Allah Ta’ala, kesempatan-kesempatan akan terbuka. Sudah ada pemberitaan-pemberitaan tentang program di Calgary itu lewat berbagai saluran berita, baik saluran berita maupun radio. Sejumlah 10 saluran berita dan surat kabar termasuk yang besar di lingkup nasional menerbitkan dan mempublikasikan beritanya. Dengan demikian, lewat wawancara dan konferensi pers, pesan kita diterima oleh sekitar 5 juta orang.

Adapun selama kunjungan ke Kanada, liputan media dilakukan oleh 32 saluran TV yang siaran berita dalam lima bahasa dan dengan itu 40 juta orang menerima pesan Jemaat Ahmadiyah. Sedangkan di radio yang berbeda dalam enam bahasa, tiga puluh keping berita itu disiarkan. Delapan ratus ribu orang menerima pesan melalui mereka. Total 227 Surat Kabar menerbitkan Berita dan wawancara dalam 12 bahasa yang berbeda sehingga 4,8 juta orang menerima pesan melalui mereka. Sejumlah 14,6 juta orang menerima pesan melalui media sosial dan media elektronik. Orang-orang Jemaat di sana telah memperkirakan bahwa jika semua sarana dijumlahkan, lebih dari 60 juta orang menerima pesan Jemaat. Falhamdu liLlah ‘ala dzalik. فالحمد لله على ذلك

Semua ini adalah merupakan rahmat dan karunia Allah dan kita harus sangat menghargai dan beryukur atas rahmat dan Karunia-Nya serta menjaganya. Khususnya para Ahmadi Kanada haruslah memberikan perhatian terhadap hal ini, agar berkat dari Allah meningkat berlipat ganda. Selalulah ingat bahwa kita harus memiliki niatan untuk menyebarluaskan pesan Ahmadiyah dan Islam sejati di dalam semua ikhtiar dan upaya kita. Harus ada niatan untuk menyebarluaskan Ke-Esaan Tuhan. Jika ini terjadi, maka Allah juga akan memberkati apa yang kita kerjakan. Semoga Allah Ta’ala memberikan kita kemampuan untuk melakukannya.

Sekarang, saya berkata kepada para Ahmadi di Peace Village (Kampung Perdamaian) dan meraka yang tinggal di sana, (99% atau lebih dari populasi mereka adalah Ahmadi) supaya mereka membuat suasana Ahmadi di sana. Mereka harus mencoba yang terbaik untuk menjadi orang-orang yang membentuk model yang benar dari Islam dan cara Anda menunjukkan kecintaan dan kesetiaan dengan Khilafat, di hadapan saya, Anda harus diantara mereka yang meningkatkan dan menjaga tetap unggul dalam hal itu. Jangan lupa tujuan sejati Anda bahwa kita harus menciptakan sebuah hubungan dengan Allah dan kita harus tidak pernah menjadi malas dalam ibadah. Semoga Allah memberikan kepada mereka, Anda dan saya kapasitas untuk itu. Ameen!

Penerjemah : Dildaar Ahmad Dartono dengan sumber referensi www.Islamahmadiyya.net (Arab) dan & Ratu Gumelar dengan sumber referensi : www.alislam.org (bahasa Inggris).

 

[1] Justin Trudeau ‏@JustinTrudeau  Oct 17 dalam akun twitnya mentwit: « J’ai eu le plaisir de rencontrer le calife de la communauté musulmane Ahmadiyya, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, aujourd’hui à Ottawa. » – « Senang sekali saya berjumpa dengan Khalifah Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, hari ini di Ottawa. »

Prime Minister of Canada receives Head of Ahmadiyya Muslim Community in Ottawa

[2] https://www.khalifaofislam.com/press-releases/york-uni-canada-2016/

http://warta-ahmadiyah.org/keadilan-ditengah-dunia-tidak-adil.html

Justice in an Unjust World” (Keadilan di dunia yang tidak adil)

[3] https://www.khalifaofislam.com/press-releases/regina-mosque-reception-2016/

[4] Diantara kutipan sabda beliau dalam pidato di sana ialah “No need to fear true Mosques”

Jangan takut terhadap Masjid-Masjid yang sejati.

“No need to fear true Mosques” – Head of Ahmadiyya Muslim Community

[5] Diantara kutipan beliau dalam pidato di sana ialah “Storm clouds forewarning of a Third World War are getting heavier by the day” awan badai peringatan dini dari Perang Dunia Ketiga yang semakin berat dari hari ke hari

“Storm clouds forewarning of a Third World War are getting heavier by the day”

[6] Saat ini ada 617 komunitas First Nation yang mewakili lebih dari 50 grup bangsa atau budaya dan 50 bahasa asli. Menurut survey tahun 2011 oleh National Household Survey, lebih dari 1,4 juta orang di Kanada mengidentifikasi diri sebagai orang asli, atau itu ialah 4% dari populasi keseluruhan Kanada [34 juta]. 50% persen terdaftar sebagai orang Indian, 30% Métis, 15% non-status Indians dan 4% suku Inuit. Setengah dari mereka hidup di pusat kota-kota.