Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin

Hadhrat  Mirza Masroor Ahmad

  Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz [1]

Tanggal 10 Hijrah 1392 HS/Mei 2013

Di Masjid Baitul Hamid, Chino, Los Angeles, Kalifornia, Amerika Serikat

أَشْهَدُ أَنْ لا إِلٰهَ إلا اللّٰهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فأعوذ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

Kita mendakwakan bahwa Ahmadiyah Insya Allah akan unggul di seluruh dunia. Ahmadiyah tidak terpisah dari Islam, pada kenyataannya, ini adalah Islam sejati dan Islam sejati adalah Ahmadiyah. Tidak peduli seberapa keras protes dari para penentang kita dalam menyebut kita non-Muslim, setiap langkah perjalanan, kesaksian secara tindakan Allah beserta kita dalam kedudukan kita sebagai sebuah Jemaat. Hal ini meyakinkan kita bahwa Allah beserta kita dan jika ajaran Islam sejati dapat ditemukan di dunia dewasa ini, itu ditemukan dari pecinta sejati Rasulullah saw., Imam zaman, Almasih yang diangkat oleh Allah, sebagai pemenuhan janji Ilahi, untuk kebangkitan Islam. Pesan sejati Islam sekarang ditakdirkan untuk menyebar lewat wujud beliau, baik itu di dunia Muslim atau dunia non-Muslim. Segera dunia akan menyadari bahwa hanya Jemaat Ahmadiyahlah wakil Islam.

Saya diwawancarai oleh wartawati Los Angeles Times beberapa hari lalu. Dia (wartawan perempuan) bertanya, “Dikarenakan Ahmadi di Amerika hanya sedikit jumlahnya dan [relatif] tidak dikenal, bagaimana Jemaat anda akan menyebarkan pesan damai Islam, yang anda klaim sebagai Islam sejati, di Amerika Serikat?” Saya memberitahunya: “Ini bukan masalah menyebarkan pesan ini di Amerika Serikat. bahkan, di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia, kami akan -Insya Allah- suatu hari memenangkan hati dan pikiran kalian dan generasi kalian yang akan datang dan akan membawa kalian dalam pelukan Islam. ‘Hadhrat Khalifatul Masih bertanya-tanya apakah wartawan akan melaporkan hal ini dengan cara lain, tapi beliau baru saja membaca koran dan menemukan itu telah dilaporkan hampir akurat.

Faktanya, Hadhrat Masih Mau’ud as. juga telah dijanjikan dukungan dan pertolongan yang selalu diberikan kepada nabi-nabi terdahulu. Kesaksian secara tindakan Allah menunjukkan hal ini kepada kami setiap saat dan kami sangat yakin bahwa : كَتَبَ اللهُ لأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي ‘Allah telah menetapkan: “Aku dan Rasul-Rasul-Ku pasti akan menang.’ (58:22) Allah juga telah menenangkan Hadhrat Masih Mau’ud as. dengan kata-kata ini, dan Dia pasti akan menyempurnakannya karena Dia telah menunjuk Hadhrat Masih Mau’ud as. untuk menyebarkan ajaran Islam di zaman ini. Mustahil Tuhan tidak membantu dan mendukung orang yang telah Dia tunjuk untuk menyebarkan agama-Nya.

Hadhrat Masih Mau’ud as. menyatakan: Allah telah menetapkan dari awal dan telah menyatakannya sebagai  hukum-Nya dan Sunnah-Nya bahwa Ia dan para rasul-Nya akan selalu menang. Karena aku Rasul-Nya dan aku dikirim oleh-Nya, meskipun tanpa suatu Syariat baru, pendakwaan baru atau nama baru. Sebaliknya, Aku datang dengan nama Rasulullah, Khatamul Anbiya saw. dan sebagai manifestasinya. itulah mengapa aku mengatakan bahwa seperti sejak dari zaman dahulu, yaitu zaman Adam sampai zaman Rasulullah saw. maksud ayat ini telah sempurna, begitu pula itu akan sempurna untukku’.[2]

Masih Mau’ud as. juga menulis: “Apakah dengan mengabaikannya, orang-orang ini bisa menghentikan rencana sejati Allah , yang semua nabi dari awal menjadi saksi,? Tentu saja tidak, bahkan nubuatan Ilahi sudah hampir terjadi bahwa: “Allah telah menetapkan:” Aku dan rasul- rasul-Ku pasti akan menang,’[3]

Hadhrat Khalifatul Masih bersabda bahwa beliau tidak memiliki keraguan sedikitpun, dan begitu pula hendaknya setiap Ahmadi sejati, bahwa jemaat kita akan dimahrumkan dari pertolongan Ilahi. hendaknya jelas bagi setiap Ahmadi apakah pengertian kemenangan. Apakah itu memiliki kendali terhadap kekuasaan pemerintahan? Apakah itu memiliki jumlah Ahmadi mayoritas di setiap negara? Ini juga suatu jenis kemenangan. Namun, dalam Sunnah Allah, kemenangan terdiri dari dua jenis: satu bagian sempurna dalam masa hidup seorang nabi dan melalui tangannya, dan bagian lainnya sempurna setelah dia, dengan menyebarkan ajarannya. Hadhrat Masih Mau’ud as. menulis:

“Dan dengan keunggulan yang dimaksudkan adalah seperti yang diinginkan para rasul dan nabi as. agar Hujjat Allah tegak di dunia dan tidak ada yang mampu melawannya, sehingga, pada gilirannya, Tuhan menunjukkan kebenaran mereka serta kebenaran yang ingin mereka sebarkan di dunia dengan tanda-tanda yang kuat. Dia membiarkan mereka menabur benihnya [kebenaran]’[4]

Penaburan benih maksudnya adalah bahwa dunia mengetahui tentang keberadaan Tuhan dan juga mengetahui dalil-dalil dan hujah-hujah seorang nabi, yang diberikan kepadanya melalui rahmat khusus Allah dan tidak ada yang bisa melawan pengetahuan dan makrifat seorang nabi. Selanjutnya, tanda-tanda kebenarannya diperlihatkan. Musuh seorang nabi mungkin saja bertambah jumlahnya tetapi mereka tidak pernah bisa membuktikan bahwa dia dusta. Memang, musuh-musuh Rasulullah saw. tidak memiliki dali atau alasan, mereka hanya keras kepala. Demikian pula, dalil dan penalaran yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. adalah sedemikian rupa sehingga musuh-musuh beliau tidak bisa membantahnya dalam masa kehidupan beliau tidak juga mereka mampu melakukannya sekarang. Sebelum tanda-tanda samawi gerhana matahari dan bulan muncul, para ulama yang hanya nama biasa memintanya. Namun, setelah tanda-tanda itu terjadi, para ulama menafsirkannya dengan cara yang berbeda. Ada juga tanda-tanda gempa dan banyak tanda lain tetapi mereka yang tidak mau beriman, tidak beriman. Namun, orang-orang berfitrat bersih terus datang ke dalam pelukan Jemaat. Seorang nabi Allah memberikan ajaran yang benar yang menunjukkan buahnya seiring berjalannya waktu. Inilah yang terjadi sehubungan dengan janji yang diberikan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as. dan benih yang beliau tabur sekarang tumbuh berkembang. sedikit orang yang Bai’at dalam masa hidup beliau, tapi ini sungguh suatu kemenangan bahwa banyak tanda-tanda muncul untuk mendukung beliau ,dan tidak ada yang bisa menentang beliau secara intelektual.

Bagian kedua kemenangan muncul setelah masa seorang nabi, meskipun ini hanyalah kelanjutan dari misinya. Para musuh berpikir bahwa nabi telah wafat dan umatnya bisa dikalahkan, bisa dikacaukan melalui cara jahat karena tidak ada seseorang yang bisa merawat (memelihara) mereka lagi. Inilah yang disangka oleh musuh-musuh Hadhrat Masih Mau’ud as. Namun, Hadhrat Masih Mau’ud as. telah menubuatkan bahwa beliau akan diberikan kemenangan seperti nabi-nabi terdahulu dan kemenangan itu akan terus berlanjut sampai waktu ketika janji-janji Allah sempurna. beliau bersabda bahwa setelah beliau pergi, orang-orang hendaknya tidak sedih karena benih yang telah beliau taburkan akhirnya akan tumbuh menjadi pohon yang sarat dengan buah-buahan, yang akan terjadi melalui  ‘Manifestasi kedua’ kudrat Allah yaitu Khilafat. Karena kemenangan seorang nabi sebagian sempurna dalam masa hidupnya dan sebagian setelah kewafatannya, Jemaat Ahmadiyah menyaksikan penyempurnaan bagian kedua. Jemaat ini akan menang, dalam hal jumlah juga, namun, Hadhrat Masih Mau’ud as. juga memberi kita beberapa tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam kemenangan ini dari generasi ke generasi. Tanggung jawab ini sama dengan yang Al-Qur’an perintahkan: menjalankan ketakwaan, membperbaiki diri, merenungkan kondisi rohani dan moralnya, memenuhi tugas dan misi nabi. Memang, Hadhrat Masih Mau’ud as. telah datang dengan ketundukan kepada tuannya, Hadhrat Rasulullah saw. untuk mendirikan Kerajaan Allah di bumi ini dan membersihkan dunia dari syirik (menyekutukan sesuatu dengan Allah). beliau bersabda:

‘Allah SWT ingin menarik semua orang yang tinggal di berbagai tempat di dunia, baik itu Eropa atau Asia, dan yang memiliki fitrat baik, kepada Keesaan Tuhan dan menyatukan hamba-hamba-Nya di bawah satu keyakinan. Sungguh, inilah tujuan Allah yang untuk itu aku telah dikirim ke dunia. Karena itu, kalian juga hendaknya mengharapkan akhir ini, namun dengan kebaikan, kejujuran moral dan doa yang sungguh-sungguh’[5]

Poin-poin yang diperlukan untuk membawa orang ke agama yang benar adalah Tabligh, pencapaian keunggulan moral dan memohon pertolongan Tuhan melalui doa. Setiap Ahmadi yang memiliki hubungan dengan Hadhrat Masih Mau’ud as. perlu memahami tanggung jawab ini sehingga ia dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan yang untuk itu Hadhrat Masih Mau’ud as. datang. Usaha kita sendiri dalam hal ini adalah sebagian kecil dari karunia yang datang dari Tuhan. Meskipun demikian, jika kita tidak melaksanakan tanggung jawab kita, kita tidak akan menjadi penerima berkat-berkat yang diberikan kepada mereka yang bekerja secara aktif terhadap tujuan ini. Tentu saja, buah keluar hanya melalui karunia Allah, yang selalu mendukung orang-orangyang dikasihi-Nya. Ketika Dia menetapkan seseorang, Dia mengalahkan musuh-musuhnya  dan menganugerahkan kemajuan kepada orang yang diutus-Nya. Meskipun demikian, kita diperintahkan untuk melakukan upaya-upaya dalam hal ini. Allah telah menyatakan sifat-sifat orang yang berupaya sebagai:

وَ مَنۡ اَحۡسَنُ  قَوۡلًا  مِّمَّنۡ دَعَاۤ  اِلَی اللّٰہِ  وَ عَمِلَ  صَالِحًا وَّ قَالَ  اِنَّنِیۡ مِنَ الۡمُسۡلِمِیۡنَ ﴿۳۳﴾

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang mengajak manusia kepada Allah dan beramal saleh dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri.’” (41:34)

Artinya, menyeru orang kepada Allah, amal saleh, membayar iuran Allah dan iuran umat manusia, ketaatan yang sempurna dari perintah Allah dan memenuhi kewajiban sesuai dengan kemampuan kita, karena kita tidak bisa berhasil dalam Tabligh kecuali kita menyelaraskan amalan-amalan kita, sesuai dengan ajaran Allah dan memperhatikan keridhaan-Nya ketika mengerjakannya.

Dalam pertemuan mereka para Ahmadi berjanji untuk mendahulukan agama di atas hal-hal duniawi. Ini harus ditegakkan melalui amalan-amalan kita. Ketika Khulafa menantang dunia atau ketika Hadhrat Khalifatul Masih memberitahu dunia bahwa kami akan menyampaikan pesan kami ke dunia tanpa kenal lelah dan suatu hari akan menyatukan dunia, itu didasarkan pada anggapan positif bahwa tingkat kerohanian anggota Jemaat akan menjadi lebih baik dan lebih baik dan mereka akan memajukan misi Hadhrat Masih Mau’ud as. Memang benar Tuhan telah menyatakan bahwa harus ada sekelompok orang yang harus mencapai pengetahuan agama dan menyebarkan pesan kepada orang-orang dari bangsa mereka, namun setiap orang diperintahkan diperintahkan untuk mengajak orang kepada Allah.

Jika ada kekurangan mubaligh, kita tidak bisa menunggu untuk melakukan kegiatan Tabligh. Harus dibuat grup-grup di mana-mana yang bisa melakukan tugas ini. Dengan karunia Allah di setiap negara kita memiliki orang-orang Ahmadi yang sangat giat bertabligh dan juga memberikan waktu mereka untuk itu. Ada orang-orang seperti ini di Amerika Serikat juga, meskipun dikabarkan bahwa karena kondisi ekonomi di sini orang harus bekerja lebih keras dan untuk alasan ini mereka lebih tertarik pada keduniawian. Namun, Hadhrat Khalifatul Masih telah bertemu orang-orang di sini yang, dengan karunia Allah, mendahulukan agama di atas hal-hal duniawi dengan cara yang menakjubkan. beliau bersabda hal ini mendorong beliau untuk berdoa bagi mereka. beliau telah bertemu dengan beberapa orang yang mungkin memiliki perdagangan kecil seperti kios-kios pasar dll tapi mereka bahkan melaksanakan Tabligh dari kios-kios mereka. Meskipun mereka memanfaatkan literatur Spanyol kita untuk Tabligh, sekarang mereka sangat ingin memiliki mubaligh berbahasa Spanyol yang memiliki pengetahuan agama. Jemaat Insya Allah sedang berusaha untuk ini sesuai dengan kemampuannya, tetapi jika Jamaat tertentu memiliki permintaan semacam ini mereka harus menanamkan semangat dalam diri para pemuda untuk bergabung dengan Jamiah.

Antusiasme dan semangat ini tidak hanya ditemukan pada para Ahmadi lama dan lebih tua. Hadhrat Khalifatul Masih juga telah melihatnya pada orang-orang yang lebih muda. seorang Mubayi’in baru dari etnis Hispanic yang mungkin tinggal di daerah Bay Point ditemui Hadhrat Khalifatul Masih dan berbicara dengan antusias mengenai bagaimana pesan Islam bisa disampaikan kepada orang-orang sesegera mungkin. Dia berkata dia tahu 40% dari Alkitab dan sekarang belajar penalaran dan dalil-dalil Al-Qur’an. Para Ahmadi lama yang tidak memperhatikan hal ini hendaknya memberikan perhatian. Mubay’iin baru itu berkata bahwa orang-orang berpaling dari agama Kristen tapi tidak dari Tuhan. Kita perlu maju untuk mengisi kekosongan ini. Ada kebutuhan besar untuk Tabligh. Melihat semangat mubayyi’in baru ini Hadhrat Khalifatul Masih juga tertarik pada masalah ini dan beliau telah meminta misionaris-in-charge untuk membuat rencana dalam hal ini dan juga telah berbicara dengan amir sahib. Badan-badan juga harus bergabung dengan Jemaat dan membuat skema Waqfe Arzi dan bekerja lebih keras di daerah yang kondisinya lebih menguntungkan. Hal ini sangat penting untuk setidaknya memperkenalkan Ahmadiyah, Islam sejati kepada masyarakat Hispanik. Kondisi telah bergerak sedemikian rupa sehingga sekarang perhatian bukan hanya bagaimana untuk memperkenalkan Jemaat ini. Allah telah membuka begitu banyak jalan yang menakjubkan, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di negara Amerika Latin, Guatemala. Seorang Ahmadi dari Guatemala telah bertemu Hadhrat Khalifatul Masih. Dia adalah seorang pekerja Tabligh yang sangat bersemangat dan telah meminta untuk diberikan literatur dalam dialek Spanyol, yang digunakan di Amerika Latin. literatur Spanyol kita biasanya disiapkan di Spanyol. Ketika ia diberitahu tentang upaya yang sedang dilakukan di Spanyol dan bahwa ia hendaknya menggunakan literatur yang diproduksi di sana, ia menyampaikan,perhatian diberikan kepada daerah yang dihuni oleh empat juta [mengisyaratkan ke Spanyol], bagaimana dengan daerah di mana empat ratus juta orang yang berbicara Spanyol hidup! demikianlah orang-orang benar yang dianugerahkan kepada Jemaat yang mengajak orang lain kepada Tuhan.

Tampak bahwa ketetapan Allah meratakan lapangan bagi kita dan telah memulai gelombang di Amerika Serikat dan di Amerika Latin. Dikabarkan bahwa orang-orang Hispanik adalah mayoritas di California dan tampaknya mereka cenderung terhadap agama dan sedang mencari agama yang benar. Sebuah program khusus harus dirumuskan untuk wilayah ini dan orang-orang yang tinggal di sini harus memikul tanggung jawab mereka. literatur Spanyol yang ada harus dimanfaatkan untuk sementara waktu dan upaya harus dilakukan untuk menyiapkan materi dalam bahasa ‘Spanyol Amerika’. Kecenderungan Hadhrat Khalifatul Masih bahwa ada ruang yang luas untuk Ahmadiyah di wilayah ini semakin diperkuat ketika beliau menerima surat dari mubaligh kita Azher Hanif sahib yang didalamnya ia telah menyebutkan mimpi Hadhrat Khalifatul Masih IV rh. Hadhrat Khalifatul Masih IV rh. melihat gelombang lautan Ahmadi dalam mimpi tersebut dan beliau merasa itu adalah di daerah Los Angeles. Jika setiap orang dari kita ikut serta dalam pekerjaan ini, revolusi dapat terjadi. Revolusi hanya terjadi ketika orang-orang bergabung dalam usaha tersebut.

Hal ini memang janji Allah untuk memberi kemenangan tetapi jika kita ingin mengambil bagian dari itu, setiap Ahmadi yang tinggal di daerah tersebut harus bertindak sesuai dengan itu. Karena kelemahan mereka sendiri, sebagian berkata bahwa ini adalah tempat yang sangat materialistis, orang di sini tidak punya urusan dengan agama, industri film terbesar terletak di sini dan itu adalah lingkungan yang sangat duniawi. mungkin saja begitu, tetapi banyak orang di sini yang juga menunggu kita. Semakin Hadhrat Khalifatul Masih berpikir tentang hal itu, semakin kuat perasaan ini tertanam dalam hati beliau bahwa tidak mengada-ada jika revolusi Ahmadiyah di Amerika Serikat akan berasal dari daerah ini. Kita seharusnya tidak melemparkan kelemahan kita sendiri pada orang-orang di daerah tersebut. Pengurus Jemaat harus membuat program untuk daerah ini, atau jika sebuah program jadi, maka harus dilaksanakan, badan-badan juga harus bekerja dalam hal ini serta setiap Ahmadi yang tinggal di daerah ini. Itu juga merupakan tanggung jawab seluruh negeri. Untuk ini kita harus memperhatikan harapan Hadhrat Masih Mau’ud as. Jangan sampai kondisinya adalah kita lemah, kita telah mengambil Bai’at dan itu sudah cukup bagi kita. Tidak diragukan lagi, setelah Bai’at, seorang Ahmadi berada dalam kondisi yang lebih baik, namun seorang mukmin sejati adalah orang yang terus maju dan membawa ketaatannya  secara dzahir ke tingkat ketaatan yang sempurna. Ada banyak di daerah ini yang orangtuanya menerima Ahmadiyah dan memberikan pengorbanan yang luar biasa. Menghormati pengorbanan dan harapan mereka adalah wajib bagi keluarga mereka. Dengan cara ini mereka akan menjadi penerima doa orangtua mereka.

Selama beberapa tahun terakhir sekelompok orang telah tiba di daerah ini yang kondisi negeri mereka menjadi tidak tertahankan untuk mereka. Pemerintah di sini telah memberikan mereka hak-hak sipil yang, sebagai Ahmadiyah, mereka dimahrumkan di negara mereka, di mana mereka dianiaya. Orang-orang di sini karena mereka Ahmadi dan situasi ini menuntut supaya mereka menjadikan diri mereka para Ahmadi panutan. Mereka yang mencari suaka dan sedih karena tidak punya pekerjaan harus mencari pekerjaan, tapi berapapun waktu yang bisa mereka harus digunakan untuk mendistribusikan literatur. menganggur di rumah menyebabkan depresi, melalui pekerjaan ini hal itu akan berkurang dan Tuhan akan meringankan situasi mereka.

Selanjutnya, Hadhrat Khalifatul Masih menjelaskan harapan Hadhrat Masih Mau’ud as. Dari Jemaat beliau. Misi ini didirikan untuk meningkatkan iman kepada Allah. Iman ditingkatkan oleh perenungan dan tafakur dan inilah mengapa Al-Qur’an harus dibaca secara teratur dan harus direnungkan. Jika kita tidak membaca literatur Hadhrat Masih Mau’ud as. yang sangat banyak yang beliau tinggalkan, kita memahrumkan diri kita sendiri. Kemudian, iman juga tumbuh melalui tanda-tanda. Hadhrat Masih Mau’ud as. diberitahu dalam wahyu bahwa banyak orang akan datang kepada beliau dan tempat-tempat yang sangat jauh. Kita melihat penyempurnaan hal ini dalam masa hidup beliau dan juga melihatnya di waktu Jalsa setiap negara. Hal ini juga terlihat hari ini karena orang-orang telah melakukan perjalanan dari tempat yang jauh untuk melaksanakan Shalat Jumat di belakang Khalif-e-waqt. Semua ini timbul dari kecintaan kepada Hadhrat Masih Mau’ud as.. Jika setiap mata bisa memandang melihat, dan setiap pikiran yang merenungkan  memperhatikan hal ini, keyakinan seseorang akan keberadaan Tuhan dan keyakinannya kepada Jemaat akan menjadi semakin kuat. Tanda lain Ahmadi sejati seperti yang dijelaskan oleh Hadhrat Masih Mau’ud as. adalah bahwa rasa cintanya kepada Allah harus meningkat setelah Bai’at. Beliau bersabda: ‘Allah swt telah mengirimkan orang yang benar pada masa ini dan telah berkehendak untuk mempersiapkan sebuah Jemaat yang mencintai Allah Ta’ala’ Jadi, kita perlu merenungkan dan mengintrospeksi diri apakah kita menjalankan hal ini. Jika tidak, maka iman kita perlu ditingkatkan dan Tuhan menginginkan kita untuk meningkatkan keyakinan kita.

Hadhrat Masih Mau’ud as. berkata: “Aku tahu betul apakah kita dan Jemaat kita. Bantuan dan menolong Allah Ta’ala akan bersama kita jika kita menapak di jalan yang benar dan mengikuti Rasulullah saw. secara sempurna, menjadikan ajaran Al-Qur’an panduan kita dan membuktikan ini dengan amalan dan kondisi kita dan bukan hanya dengan kata-kata. Jika kita menjalankan cara ini, maka yakinlah bahwa bahkan jika seluruh dunia bergabung untuk menghancurkan kita, kita tidak akan hancur, karena Allah akan bersama kita. Namun, jika kita tidak taat kepada Allah dan telah memutuskan hubungan dengan-Nya, tidak dibutuhkan lawan dan tidak ada yang perlu membuat makar untuk kehancuran kita, Allah sendiri akan menghancurkan kita. ‘Hadhrat Masih Mau’ud as. juga bersabda:’ Ingatlah bahwa jika kalian tidak menjalankan ketakwaan dan tidak sepenuhnya menjadi bagian dari orang-orang saleh yang Tuhan inginkan, kalian akan menjadi yang pertama dihancurkan oleh-Nya karena kalian telah menerima kebenaran dan kemudian menolaknya secara amalan. Jangan pernah bersandar dan bangga dengan kenyataan bahwa kalian telah Bai’at. Kecuali kalian benar-benar menjalankan ketakwaan, kalian tidak akan diselamatkan. Allah SWT tidak punya hubungan dengan siapa pun juga tidak Dia menerima keonggaran bagi siapa pun. Musuh-musuh kita diciptakan oleh-Nya dan kalian juga ciptaan-Nya. Pendakwaan semata tidak akan pernah berguna kecuali perkataan dan perbuatan kalian sama. “

Hadhrat Masih Mau’ud as. berkata: ‘Tidak ada keunggulan dalam hanya menghindari dosa. Jemaat kami henaknya tidak merasa cukup dengan ini. . Sebaliknya, mereka harus berusaha untuk mencapai kedua keunggulan dengan usaha dan doa, yaitu, menghindari dosa dan menjalani kesalehan beliau bersabda:’ dukung kelembutan dan buktikan kebenaran misi ini dengan kemurnian batin kalian dan cara-cara suci. Ini adalah nasehatku, ingat itu.’

Kebenaran Jemaat kita akan terbukti ketika batin dan lahir kita sama seperti sebagaimana kata-kata dan perbuatan kita. Ketika kita menyampaikan ajaran indah ini kepada mubayyi’in baru dan menganggap mereka sebagai kita sendiri dan menghapus setiap diskriminasi rasial, merangkul mereka sebagai saudara. Banyak orang Afro-Amerika telah datang ke dalam pelukan Ahmadiyah tetapi generasi berikutnya sebagian dari mereka telah menjauhkan diri. Salah satu dari banyak alasan untuk ini adalah karena para Ahmadi asal Pakistan tidak menerima mereka benar. Mereka memberi mereka ajaran Islam tetapi gagal untuk mengamalkannya sendiri, meskipun ini juga kemalangan bagi mereka yang telah menjauhkan diri.

Hadhrat Masih Mau’ud as. berkata: “Ketahuilah dengan pasti bahwa orang-orang itu bukanlah kekasih  Allah Ta’ala, yang memakai pakaian halus, yang kaya dan gemar makan-minum. Sebaliknya, orang-orang yang mendahulukan agama di atas hal-hal duniawi dan mengabdikan diri kepada Allah dicintai oleh-Nya. Jadi kalian harus merenungkan aspek ini dan bukan aspek pertama. Allah Ta’ala telah menyatakan: ‘… dan akan menempatkan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir, sampai hari kiamat … “(3:56) Memang benar bahwa Dia akan memenangkan pengikutku diatas para penentang dan lawan-lawanku, tetapi layak direnungkan bahwa tidak setiap orang yang Bai’at di tanganku menjadi pengikutku. Kata pengikut tidak berlaku untuk dia kecuali, dan sampai ia mengembangkan ketaatan sempurna, kecuali dia mengikuti dengan ketaatan total dan mengikuti jejak kakiku. Ini menandakan bahwa Allah swt telah mentakdirkan sebuah Jemaat bagiku yang akan mentaatiku dengan penuh semangat dan akan mengikutiku sepenuhnya. Ini menenteramkanku dan mengubah kesedihanku menjadi harapan. “

Allah telah menjanjikan bahwa di Jemaat ini akan lahir orang-orang sampai hari kiamat. Dia telah memberi anugerah orang-orang yang tulus setia seperti ini di masa lalu dan terus memberikan anugerah kepada mereka. Namun, kita harus sadar untuk mencapai standar-standar yang Hadhrat Masih Mau’ud a.s. harapkan dari kita. Semoga Allah mewujudkannya, dan semoga kita menyaksikan kemenangan Ahmadiyah dengan mata kita sendiri!

[1] Semoga Allah Ta’ala menolongnya dengan kekuatan-Nya yang Perkasa

[2] Tafsir ul Qur’an, Vol IV, hlm 329 -. 330

[3] Tafsir ul Qur’an, Vol IV, hal 330..

[4] Al Wasiyat, hal. 5

[5] Alwasiyat hal, 8-9