بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V Aba.

Tanggal 23-03-2007 dari Mesjid  Baitul Futuh,

London United Kingdom

Hari ini adalah 23 hari bulan Maret 2007, sebagaimana saudara-saudara telah mengetahui bahwa hari ini mempunyai peristiwa sejarah yang amat penting. Karena 118 tahun yang lalu (23 Maret 1889) atas petunjuk dari Allah swt, Hazrat Masih Mau’ud a.s mulai mengambil bai’at. Dengan demikian pada sa’at itulah mulai berdirinya Jema’at Ahmadiyah ini.

          Tanggal 23 Maret ini merupakan tonggak bagi kebangkitan Islam yang kedua kali. Latar belakang keadaan Islam dianak benua India itu pada waktu Jema’at ini didirikan perlu   diceritakan kembali. Pada waktu itu orang-orang Muslim yang mempunyai kecintaan terhadap agama Islam sedang dalam keadaan sangat gelisah. Dianak benua India itu serangan-serangan yang dilakukan oleh penganut agama-agama lain terhadap Islam khususnya oleh para Muballigh Kristian sangat gencar dan mengerikan. Dan Ulama-ulama Islam pada waktu itu sangat lemah tidak berdaya apa-apa menghadapi mereka. Mereka tidak mampu menangkis serangan-serangan pihak lawan. Disebabkan kelemahan dan keadaan tidak mampu menghadapi serangan yang sangat gencar itu mengakibatkan tidak sedikit orang yang keluar meninggalkan Islam kemudian masuk agama Kristen. Dan mereka sama sekali memutuskan hubungan dengan Islam. Pada waktu yang sangat genting itu jika ada orang yang berani melawan dan menentang serangan-serangan dari pihak agama Hindu maupun pihak agama Keristen tidak ada yang lain melainkan hanyalah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. Untuk melawan dan menjawab semua serangan-serangan dari pihak mereka Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. menulis sebuah buku bernama Barahin-e-Ahmadiyya dalam empat jilid. Tulisan beliau didalam buku itu telah membungkam semua pehak penyerang yang bangkit dari berbagai golongan dalam agama dianak benua itu. Didalam buku itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah menjelaskan ketinggian dan kesempurnaan ajaran Kitab Suci Alquran dan juga menjelaskan betapa tinggi dan luhur martabat dan kemuliaan Nabi Muhammad saw. Beliau menantang kepada mereka sesiapa yang dapat membantah atau menjawab sepertiganya atau seperempatnya ataupun seperlimanya saja dari dalil-dalil yang beliau kemukakan itu beliau akan memberi hadiah 10.000 rupees kepada mereka. Jumlah uang ini sangat besar sekali jika diukur dengan nilai uang yang berlaku pada waktu itu.

          Didalam kitab itu telah dituliskan perkara-perkara yang memberi semangat kepada ummat Islam dan telah menuliskan jawaban-jawaban yang sangat ampuh sehingga para penyerang Islam tunduk semua bahkan mendapat kehinaan. Setelah membaca buku-buku beliau dan melihat keberanian dan semangat beliau demi membela Islam, para relasi, teman-teman dan beberapa ulama Islam yang bertabiat baik dan suci sangat tertarik terhadap kesungguhan dan keampuhan serta gaya penuturan beliau yang sangat lemah lembut. Akhirnya mereka  meminta beliau untuk mengambil bai’at dari mereka itu. Akan tetapi beliau selalu menolak permintaan mereka itu sebelum beliau menerima perintah dari Allah swt. Setelah beliau menerima perintah dari Allah swt untuk mengambil bai’at pada tanggal 1 Desember 1888 beliau mulai mengumumkan melalui sebuah selebaran bernama «Tabligh». Didalam selebaran itu beliau bersabda : «Saya menyampaikan pesan kepada semua makhluk Allah swt umumnya dan khususnya kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabat Muslim. Sudah diperintahkan kepada saya bahwa orang-orang yang sedang mencari kebenaran, dengan iman yang sesungguhnya, dengan keimanan yang disertai kesucian hati dan untuk mempelajari jalan menuju kecintaan Ilahi dan untuk meninggalkan kehidupan yang kotor, kehidupan yang malas, kehidupan yang bersifat penipuan hendaklah mereka ini bai’at kepada saya. Maka orang-orang yang merasa diri mereka mempunyai kekuatan, haruslah datang kepada saya, saya akan menjadi penghibur mereka dari kesusahan, akan berusaha untuk meringankan beban mereka dan Allah swt akan memberkati do’a-do’a dan perhatian khusus saya kepada mereka. Dengan syarat mereka siap untuk mengamalkan semua syarat-syarat Ilahi itu yang sungguh-sungguh dengan jiwa raga mereka. Ini perintah Ilahi yang saya sampaikan pada hari ini. Sehubungan dengan itu ilham bahasa Arabnya adalah sebagai berikut :

اِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عََلَى اللهِ وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِـنَا وَوَحْيِـنَا اَلَّذِيْنَ يُـبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبـاَيِعُوْنَ

اللهَ يَدُاللهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ

 

Artinya : Apabila engkau telah mengambil suatu keputusan dengan tegas maka bertawakkallah kepada Allah. Dan buatlah sebuah bahtera itu dihadapan mata Kami dan sesuai dengan perintah wahyu Kami. Orang-orang yang bai’at kepada engkau sebenarnya mereka telah bai’at kepada Allah. Tangan Allah diatas tangan mereka.»

 

          Setelah itu pada tanggal 12 Januari 1889 beliau menerbitkan sebuah selebaran dengan judul Takmil-e-Tabligh sambil merujuk kepada selebaran tanggal 1 Januari 1889 beliau menjelaskan 10 syarat-syarat baiat. Syarat-syarat bai’at itu sekarang akan saya bacakan satu persatu supaya dapat mengingatkan dan menyegarkan perhatian saudara-saudara kearah itu.

SYARAT-SYARAT BAI’AT DALAM JEMA’AT AHMADIYAH

OLEH : HAZRAT IMAM MAHDI, MASIH MAU’UD A.S

  1. Orang yang melakukan bai’at harus berjanji dengan hati yang sesungguh-sungguhnya bahwa dimasa yang akan datang hingga masuk keliang kubur senantiasa menjauhi syirik (mempersekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu yang lain).

  1. Senantiasa akan menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasik, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak, serta tidak akan ditundukkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga kuatnya dorongan terhadapnya.

  1. Senantiasa akan mendirikan solat lima waktu dengan tidak ada kecualinya sesuai dengan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaganya berikhtiar senantiasa akan mengerjakan salat Tahajjud ( solat tengah malam sesudah tidur, berlanjut hingga azan subuh) dan membaca selawat terhadap junjungannya Yang Mulia Rasulullah saw dan setiap hari akan membiasakan mengucapkan pujian dan sanjungan terhadap Allah Ta’ala dengan mengingat kurnia-kurniaNya dengan hati yang penuh rasa kecintaan.

  1. Tidak akan mendatangkan kesusahan apapun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah seumumnya dan kaum Muslimin khususnya, kerana dorongan hawa nafsunya biar lisan atau dengan tangan atau dengan cara apapun juga.

  1. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala dalam segala keadaan susah ataupun senang, duka atau suka, ni’mat atau musibat, pendeknya akan ridha atas putusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan didalam jalan Allah Ta’ala. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah bahkan akan terus melangkah kehadapan.

  1. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menurut- kan hawa nafsu,dan betul-betul akan menjunjung tinggi perintah Al Quran Suci keatas dirinya. Firman Allah dan sabda RasulNya akan menjadi pedoman dalam setiap langkah yang diambil didalam hidupnya.

  1. Betul-betul akan meninggalkan takabbur dan sombong, akan hidup dengan merendahkan diri beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus dan sopan-santun.

  1. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari jiwanya, harta bendanya anak-anaknya dan dari segala yang dicintainya.

  1. Akan selamanya menaruh belas kasihan terhadap makhluk Allah amnya, dan seboleh mungkin akan mendatangkan faedah kepada ummat manusia dengan kekuatan dan ni’mat yang dianugrahkan Allah Ta’ala kepadanya.

  1. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba Allah Ta’ala ini semata-mata kerana Allah dengan pengakuan Itha’at dalam hal Ma’ruf (segala yang baik) dan akan berdiri diatas perjanjian ini hingga mautnya. Jalinan tali persaudaraan ini hendaknya begitu tinggi sehingga tidak akan diperoleh bandingannya baik dalam ikatan persaudaraan dunia, maupun dalam kekeluargaan atau dalam segala macam hubungan antara hamba dengan tuannya.

Diterjemahkan dari : “ ISYTIHAR TAKMIL TABLIGH                                                                           12 Januari 1889

Sesungguhnya Khilafat Ahmadiyah yang telah berdiri pada saat ini adalah berkat dari pada bai’at inilah yang telah mengikatkan hubungan dengan Hazrat Masih Mau’ud a.s. Bai’at kepada beliau a.s. ini seperti seorang yang naik tangga setingkat demi setingkat kemudian sampailah kepada tingkatan  hubungan dengan Hazrat Rasulullah saw dan akhirnya kepada Allah swt.

Alangkah sayangnya umat Islam zaman sekarang ini tidak memahami masalah ini. Mereka tidak dapat mengenal Al Masih Akhir Zaman ini sehingga mereka ditimpa berbagai macam musibah dan percobaan. Kalau tidak, tentu mereka akan mendapat keselamatan dari musibah-musibah itu.

Missi Hazrat Masih Mau’ud a.s. seperti telah saya jelaskan sebelumnya adalah untuk menegakkan pemerintahan Hazrat Rasulullah saw didunian ini dan untuk membuktikan kebenaran Kitab Suci Alquranul Karim. Untuk menyempurna- kan maksud dan tujuan ini Hazrat Masih Mau’ud a.s telah mengumumkan untuk mendirikan sebuah Jema’at suci setelah menerima perintah dari Allah swt. Sesudah itu beliau mengambil bai’at.

Kecintaan Hazrat Masih Mau’ud a.s. terhadap Hazrat Rasulullah saw mencapai pringkat yang paling tinggi. Dan beliau a.s. mengenal keagungan martabat  Rasulullah saw dengan sesungguhnya. Bahkan dapat dikatakan bahwa jika ada orang yang mengenal dengan sesungguhnya keagungan martabat Rasulullah saw hanyalah beliau a.s. Disatu tempat beliau melukiskan keagungan martabat Rasulullah saw seperti ini :  “ Aku selalu melihatnya dengan pandangan yang sangat menakjubkan bahwa Nabi Arabi ini yang namanya Muhammad saw. Betapa luhurnya martabat Nabi ini. Batas keluhurannya tidak dapat diketahui oleh manusia. Quwwat Qudsiyah beliau begitu tinggi sehingga untuk memperkirakannya juga bukanlah pekerjaan manusia. Alangkah disesalkannya Ummat Islam ini!! Mereka tidak mampu mengenali martabah beliau saw yang begitu agung dan luhur ini. Tauhid yang telah  menghilang dari atas dunia sekarang telah dipersembahkan kembali kedunia ini oleh Pahlawan Agung ini. Dia memiliki kecintaan yang begitu tak terbatas tingginya terhadap Allah swt. Dan dia telah mengurbankan dirinya untuk mencintai dan mengasihani ummat manusia. Oleh kerana itu Tuhan Yang mengetahui rahasia kalbunya telah memberi martabah yang lebih mulia dari semua para Nabi yang telah datang sebelumnya dan yang akan datang. Dan semua keinginannya telah dipenuhi Tuhan didalam masa  kehidupannya. Dialah sumber mata air bagi setiap rahmat dan karunia. Orang yang tanpa ikrar dan tanpa barkat dari Allah swt lalu menda’wakan dirinya menyandang kemuliaan seperti itu, dia bukanlah manusia melainkan anak keturunan syaitan. Sebab kunci setiap kemuliaan telah diberikan kepada beliau saw. ”

Beliau a.s. bersabda lagi : “ Dia adalah seorang insan yang melalui jati dirinya,dengan sifat-sifatnya, dengan amalan-amalannya, dengan keruhaniannya, dengan kekuatan gelombang samudra do’a-do’anya menunjukkan contoh kesem- purnaannya secara ilmiah, secara amalan dan kebenaran serta keteguhan hati. Dan beliau dikatakan Insan Kamil. Beliau seorang insan yang paling kamil (sempurna) dan seorang Nabi Kamil yang datang dengan berkat-berkat yang kamil yang karenanya telah terjadi kebangkitan ruhani, sehingga nampaklah pemandangan kiamat pertama dunia. Dan berkat kedatangannya keadaan dunia yang sudah mati bergerak bangkit kembali. Nabi yang berberkat itu adalah Hazrat Khatamul Anbiya, Imamul Asfia, Fakhrul Mursalin, Yang Mulia Muhammad Mustafa saw. Wahai Tuhan kami !! Kirimlah selawat, rahmat dan salam kepada Nabi tercinta ini, yang belum pernah Engkau kirimkannya kepada siapapun semenjak dunia ini Engkau ciptakan. ”

          Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga mengharapkan dari Jema’at beliau dan beliau memberi pelajaran supaya menjalin kecintaan yang sesungguhnya terhadap Alquran dan terhadap wujud suci Rasulullah saw. Itulah sebabnya didalam syarat-syarat bai’at beliau a.s. sangat menekankan terhadap ta’lim Alquran dan terhadap mengirimkan selawat dan salam kepada Rasulullah saw.

          Ditempat lain beliau a.s. menegaskan bahwa : Ta’lim yang teramat penting bagi kalian adalah mempelajari Alquran. Ia jangan ditinggalkan seperti benda yang dilupakan. Sebab suksesnya kehidupan kalian terletak dalam pengamalan ajaran yang terdapat didalam Alqur’an. Barangsiapa yang menghor- mati dan menjunjung tinggi Alqur’an maka ia akan mendapat kehormatan dilangit. Barangsiapa yang mendahulukan Alquran dari Hadis atau dari perkataan-perkataan lainnya, urusan dia akan didahulukan dari pada yang lain dilangit. Sekarang dimuka bumi ini tidak ada sesuatu kitab lain untuk dipelajari ummat manusia melainkan hanya Alquran. Dan untuk semua anak-anak Adam tidak ada sebarang Rasul dan Syafi’ (yang memberi syafa’at) lain melainkan Muhammad Mustafa saw. Maka berusahalah kalian dengan sesungguhnya untuk menjalin kecintaan dengan Nabi yang gagah dan mulia ini. Dan janganlah kalian mengagungkan yang lain lebih dari pada beliau saw, supaya kalian dicatat sebagai orang yang memperoleh keselamatan. Ingatlah keselamatan bukanlah hanya akan menampak diakhirat sesudah mati, melainkan keselamatan yang haqiqi selalu menunjukkan cahayanya didunia ini juga. Siapakah gerangan orang yang disebut telah berhasil memperoleh keselamatan ? Dialah yang yakin dengan sesungguhnya bahwa Tuhan adalah benar dan Muhammad Mustafa saw adalah Syafi’ (pemberi Syafa’at) penengah diantara para makhluk Tuhan. Dan dibawah kolong langit ini tidak ada sebarang Rasul yang memperoleh martabah serupa dengan beliau saw dan tidak pula ada kitab lain yang martabahnya serupa dengan Kitab Suci Alquran. Dan Allah swt tidak menghendaki ada nabi lain yang hidup untuk selamanya melainkan hanya Nabi pilihan ini, Nabi yang akan hidup untuk selama-lamanya.

          Kegiatan Hazrat Masih Mau’ud a.s. adalah untuk memperkenalkan orang-orang Islam kepada keagungan martabah Hazrat Rasulullah saw dan untuk menyelamatkan nama baik beliau saw dari serangan-serangan pihak agama lain, bahkan bukan hanya menyelamatkan melainkan juga untuk menyebarkan keindahan ajaran Islam keseluruh dunia. Dan memberi jalan petunjuk kepada dunia dengan ajaran-ajarannya yang terkenal yang telah Allah swt turunkan kepada beliau sebagai Nabi pembawa syariat terakhir. Dan sesuai dengan riwayat didalam hadis bahwa Imam Mahdi, Masih Mau’ud akan melaksanakan pekerjaan itu di Akhir zaman. Dan dengan pertolongan Allah swt beliau akan memenangkan Agama Islam diatas semua agama-agama lain diseluruh dunia. Beliau a.s. telah menda’wakan diri bahwa : “ Al Masih dan Al Mahdi yang ditunggu-tunggu itu akulah orangnya.” Dan untuk membuktikan kebenaran da’wa beliau itu, beliau telah mengemukakan banyak sekali nubuatan-nubuatan yang kemudian telah sempurna dengan sangat cemerlang. Diantaranya nubuatan tentang gempa-gempa bumi, tentang berjangkitnya penyakit ta’un (pes) dan banyak lagi yang lainnya. Semua tanda-tanda itu sudah sempurna sebagai saksi kebenaran da’wa beliau a.s. Musibah-musibah yang telah terjadi dari permukaan bumi dan dari atas langit juga telah sempurna sebagai bukti kebenaran da’wa beliau a.s. Dan sebuah tanda khusus yang sangat agung yang telah dinubuatkan oleh Rasulullah saw bahwa untuk tanda kebenaran Imam Mahdi akan terjadi gerhana bulan dan gerhana matahari didalam bulan suci Ramadhan pada tanggal-tanggal tertentu telahpun sempurna dengan sangat cemerlang yang belum pernah terjadi sebagai tanda kebenaran bagi seseorang semenjak langit dan bumi ini diciptakan oleh Allah swt. Tanda yang sangat agung itu telah sempurna dihadapan orang yang telah menda’wakan dirinya sebagai Almasih dan Almahdi. Dengan semua peristiwa dan kejadian itu penda’waan seseorang mengatakan Almasih yang ditunggu-tunggu itu akulah orangnya, telah terbukti kebenarannya. Jika seseorang ingin mendapat keselamatan, maka masuklah dia kedalam Jema’at beliau a.s. ini.

          Semua kejadian itu bukanlah secara insidentil. Hal itu harus menjadi bahan pemikiran dan penyelidikan bagi orang-orang yang berakal dan bagi orang-orang yang menggunakan fikiran mereka. Alangkah beruntungnya orang-orang Ahmadi yang telah mendapat taufiq dari Allah swt untuk menerima kebenaran beliau a.s. dan masuk kedalam Jema’at beliau ini. Maka setelah menggabungkan diri kedalam Jema’at Masih Mau’ud a.s. ini kita semua berkewajiban untuk menyebarkan Jemaat ini keseluruh dunia. Supaya tauhid Ilahi berdiri diseluruh dunia dan bendera Rasulullah saw berkibar diseluruh permukaan bumi. Ini adalah pekerjaan Allah swt yang sudah ditakdirkan akan terjadi dengan sempurna. Tugas kita adalah berusaha keras untuk melaksanakan kewajiban kita agar mendapat  ganjaran daripadaNya. Allah swt telah memutuskan untuk mempersatukan orang-orang yang mempunyai fitrat yang baik dan saleh kedalam ummat Rasulullah saw sambil menegakkan TauhidNya dimuka bumi. Itulah sebabnya Dia telah mengutus Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. kedunia.

          Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Allah swt menghendaki agar semua ruh-ruh yang tinggal diberbagai pemukiman diseluruh dunia, apakah yang tinggal di Eropah atau di Asia, semua yang berfitrat baik dan saleh dihimpun kedalam tauhidNya. Dan semua hamba-hambaNya dikumpul- kan kedalam satu Agama. Itulah maksud dan tujuan Allah swt dengan mengutus aku kedunia. Maka ikutilah maksud dan tujuan itu. Akan tetapi dengan cara yang lemah-lembut, dengan akhlaq yang baik dan dengan kekuatan do’a yang khusus. Itulah maksud dan tujuan Allah swt agar pemerintahan Nabi suci Muahammad saw berdiri diatas muka bumi.” Walaupun nampaknya pekerjaan ini sangat sulit sekali mengingat keadaan dan situasi dunia yang sedang berlaku sekarang ini. Akan tetapi jika diperhatikan dengan seksama, dahulu beliau a.s. tinggal sendirian disebuah desa kecil didaerah Punjab India, dengan kuasa dan pertolongan Allah swt, dizaman kehidupan beliau sendiri Allah swt telah menghimpun puluhan ribu orang yang beriman kepada beliau a.s. Bahkan nama beliau telah masyhur sampai kedataran Eropah dan Amerika. Dan disanapun telah muncul orang-orang yang beriman kepada beliau a.s.

          Kita menyaksikan setiap mata hari terbit membawa kemajuan dan perkembangan bagi Jemaat Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini.  Sekarang dengan telah berdirinya Jema’at ini di 185 negara didunia menunjukkan bukti kebenaran beliau a.s. sebagai Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. yang menghimpun seluruh ummat manusia diseluruh dunia kedalam satu Agama pada zaman sekarang ini.  Kehendak Allah swt untuk menghimpun Negara-negara disemua benua diseluruh dunia menjadi satu nampak jelas dari peristiwa bai’at secara internasional. Dewasa ini jika ada orang yang berkhidmat mempertahankan Islam, tiada lain adalah orang-orang yang telah beriman kepada beliau a.s. dan mendapat bimbingan ta’lim dari Jema’at beliau a.s.

Dewasa ini dunia Arab menjadi saksi bahwa sejak beberapa tahun yang lalu Arab Muslim tengah menghadapi banyak kesusahan dari pihak dunia Kristian. Maka orang-orang yang telah mendapat tarbiyyat dari Hazrat Masih Mau’ud a.s.lah yang mampu membendung usaha pergerakan Kristian dinegara-negara Arab itu. Sebab dewasa ini dengan pertolongan dan dukungan Tuhan mereka telah dianugerahi dalil-dalil dan bukti-bukti nyata untuk menegakkan Tauhid Ilahi guna menghapus keyakinan mereka yang palsu dan menutup mulut dunia dari pendirian yang salah. Sekarang dengan mudah berdasarkan argumentasi Hazrat Masih Mau’ud a.s. dapat membantah akidah-akidah yang batil itu, dengan menggunakan berbagai macam literature beliau. Hal itu juga sesuai dengan janji Allah swt yang telah Dia firmankan melalui ilhamNya kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s.

میں تيري  تبليغ کو دنيا  کے کنارو ں تک پھونچا ؤںگا

 

Artinya : Aku akan sampaikan tabligh engkau keseluruh pelosok dunia.

 

Sekarang kita dengan mudah dapat menyampaikan tabligh Jema’at keseluruh pelosok dunia melalui MTA. Ini juga sebagai bukti untuk mempertkuat dalil-dalil kebenaran da’wa beliau as.

          Sebuah Jema’at kecil dan miskin. Tidak mempunyai sumber kekayaan minyak ataupun sumber kekayaan lainnya. Namun tanpa diduga sebelumnya Jema’at ini mampu melancarkan tabligh keseluruh pelosok dunia dengan menggunakan sarana teknologi dunia terkini. Dewasa ini kita sedang menyaksikan kesempurnaan janji-janji Allah saw yang telah Dia firmankan kepada Y.M Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sekarang dengan taufiq dan karunia Allah swt Jema’at ini telah membuka saluran MTA baru melalui satelite baru yang khusus ditujukan kearah negara-negara Arab selain saluran khusus untuk negara-negara Eropah. Saluran ini diberi nama “ MTA 3 Al Arabiyya” dan akan memancarkan program-programnya selama 24 jam setiap hari didalam Bahasa Arab untuk menyirami ruh-ruh Arab yang sudah gersang supaya mereka yang berfitrat baik dan saleh memperoleh berkat dari amanat-amanat kebenaran yang menyegarkan iman yang disampaikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dengan lahirnya saluran baru ini perlawananpun sudah mulai bangkit dari berbagai pihak. Mereka mulai menghasut pemilik perusahaan Satelit dan mengancam supaya jangan mengadakan kontrak dengan Jemaat. Namun sesuai dengan sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. : “Apabila Allah swt telah menghendaki untuk menyebarkan amanatNya ini maka tidak ada yang mampu menghalanginya.” Insya Allah !! Berdo’alah banyak-banyak semoga Allah swt melindungi mereka yang sedang bekerja sama dengan kita, mudah-mudahan merekapun menghargai perjanjian kontrak dengan kita, sehingga hasilnya banyak orang-orang yang mempunyai fitrat baik dan suci mendapat barkat yang sebesar-besarnya dari pengkhidmatan MTA ini yang setiap sa’at menghidangkan santapan ruhani yang menyegarkan iman. Kita tidak merasa ragu sedikitpun bahwa sebagian besar orang-orang Islam akan menyambut dan mencintai program-program ini, insya Allah !! Ini juga salah satu janji Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. melalui ilhamNya sebagai berikut :

 

اِنِّيْ مَعَكَ يـاَ اِبْنَ رَسُوْلِ اللهِ  سب مسلمانوں كو روے زمين پر هين جمع كرو على دين واحد

 

Artinya : “ Aku bersama engkau wahai ibnu rasul !! Himpunlah semua umat Islam yang ada diatas permukaan bumi ini kedalam satu Agama.

 

Tentang ilham ini beliau a.s. bersabda : Semua ummat Islam yang ada dipermukaan bumi himpunlah kedalam satu Agama, adalah sebuah amar (perintah) yang khusus. Ahkam dan amar ada dua macam. Pertama berupa hukum syariat, seperti salat, zakat, jangan menumpahkan darah (membunuh) dsb. Dalam amar seperti ini terdapat nubuatan juga yang seakan-akan ada juga yang melanggarnya. Amar (perintah) itu syar’i (hukum syariat). Kedua, amar kauni. Dan hukum-hukum ini mengandungi arti qadha-qadar. Seperti firman-Nya

   قُلْنَـا يَا نَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّ سَلاَمًا

 

Artinya : Wahai api dinginlah engkau !!

 

Hal itu terjadi secara sempurna. Api mendapat perintah supaya dingin. Maka dinginlah dia. Dan amar pada ilhamku ini nampaknya seperti itu juga. Maka jika Allah swt menghendaki supaya seluruh ummat Islam diatas muka bumi ini dihimpun didalam satu Agama.Dan ini akan sempurna.

Ya, didalam hal ini akan terdapat perbedaan pendapat. Akan tetapi ia tidak akan dianggap sesuatu yang perlu diingat atau dihargai. Semoga Allah swt segera memberi taufik kepada ummat Islam untuk menyambut seruan itu dan masuk kedalam satu Agama. Dan semoga kita dapat menyaksikannya  didalam kehidupan kita sendiri, Amin !

          Mengenai saluran MTA 3 Al Arabiyya Hazrat Masih Mau’ud a.s. pernah mengirimkan amanat kepada bangsa-bangsa Arab. Semoga Allah swt segera membuka hati orang-orang Arab juga untuk menerima Imam Zaman ini. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda :

 “ Assalamoalaikum !!  Wahai orang-orang Arab pilihan dan yang bertaqwa ! Assalamoalaikum ! Wahai penduduk negeri Arab ! Dan yang tinggal bertetangga dengan Rumah Agung Allah Ta’ala! Kalian adalah bangsa yang paling baik diantara bangsa-bangsa Islam lainnya.Dan kalian adalah dari kelompok orang pilihan Tuhan yang paling baik ! Tidak ada bangsa lain yang dapat mencapai keagungan seperti bangsa kalian. Kalian telah muncul sebagai bangsa yang lebih maju dari yang lain dalam martabah, kebesaran dan kemuliaan. Hal ini harus menjadi kebanggaan kalian bahwa suara wahyu Ilahi yang turun sejak zaman Adam a.s. telah berakhir pada seorang Nabi dari antara kalian. Dan negeri kalianlah tempat dia tinggal dan tempat dia hidup sehari-hari. Tahukah kalian bagaimana keagungan Nabi itu ? Dia adalah Muhammad Mustafa, Pemimpin Tertinggi orang-orang pilihan, Kebanggaan para Nabi, Khatamur Rusul (Penutup Kemulyaan para Rasul) dan Imam bagi dunia. Kebaikan-kebaikan beliau saw nyata sekali kesan-kesannya kepada setiap manusia. Wahyu-wahyu beliau telah mencakup semua ilmu pengetahuan dan intisari tertinggi masa lampau. Dan ilmu pengetahuan yang benar serta jalan hidayat yang sudah hilang lenyap telah dihidupkan kembali oleh Agama beliau s.a.w. Ya Allah ! Kirimlah salam sejahtera dan berkat kepada Rasulullah saw sebanyak tetesan air yang ada dipermukaan bumi dan lautan dan zarrah-zarrah, yang hidup, yang mati dan yang ada disemua tingkatan langit, dan yang zahir dan yang tersembunyi. Dan sampaikanlah salam dan selawat dari kami juga sedemikian banyaknya sehingga langit penuh sesak karenanya. Semoga berberkatlah kaum itu yang telah menyerahkan lehernya demi menta’atinya. Dan semoga berberkatlah hati itu yang telah sampai kepada beliau saw. Dan terbenam dalam kecintaannya. Wahai negeri penduduk Arab ! Diatas permukaan engkau Muhammad saw telah melangkah-langkahkan kaki mubaraknya. Semoga Allah mengasihani kalian ! Dan ridha atas kalian ! Wahai hamba-hamba Allah ! Aku punya anggapan baik terhadap kalian ! Dan ruhku merasa haus untuk bertemu dengan kalian ! Aku sangat rindu  untuk menyaksikan wujud-wujud kalian yang berberkat ! Supaya aku dapat berziarah ketanah air dimana Kahirul Wara Nabi (Hazrat Muhammad) saw melangkah-langkahkan kaki mubaraknya. Dan aku jadikan debu tanah itu sebagai celak (kohl) mataku. Supaya aku dapat melihat Mekkah, tempat-tempat suci dan tanda-tanda agung lainnya. Supaya mataku merasa sejuk dengan melihat para wali mulia dan memandangi panorama indah disana. Maka aku berdo’a kepada Tuhanku, supaya dengan pertolonganNya yang tak kenal putus mengizinkan daku untuk berziarah ketanah air kalian dan memberi kegembiraan setelah berjumpa dengan kalian. Wahai saudara-saudaraku ! Aku sangat mencintai kalian dan mencintai tanah air kalian ! Aku mencintai debu-debu dan kerikil-kerikil yang bertebaran dijalan-jalan kalian ! Wahai penduduk negeri Arab ! Allah swt telah melimpahkan barkat-barkatNya yang sangat agung dan kemuliaan yang tak terkira nilainya dan menjadikan pewaris karunia-karunia yang agung dari Allah swt. Ditengah-tengah kalian terdapat sebuah rumah, yang karenanya Ummul Qura telah diberkati. Dan ditengah-tengah kalian terdapat makam peristirahatan seorang Nabi yang telah menyebarkan tauhid Ilahi keseluruh pelosok dunia. Dan telah menzahirkan Sifat Jalal Tuhan dimuka bumi. Dari antara kalianlah bangkitnya orang-orang yang telah menolong Allah dan RasulNya saw dengan sepenuh jiwaraga dan dengan penuh pengertian dan akal mereka. Untuk menyebar-luaskan Agama Allah dan Kitab SuciNya mereka telah mengurbankan harta dan jiwa-raga mereka. Barangsiapa yang tidak menghargai dan menghormati keagungan dan kemuliaan beliau saw, pasti dia akan termasuk orang zalim dan pelampau batas. Wahai saudara-saudaraku ! Surat ini kutulis dengan hati sedih dan air mata bercucuran. Maka dengarlah perkataanku ini, semoga Allah swt menyediakan pembalasan yang sebaik-baiknya bagi kalian !! Wahai orang-orang Arab yang berhati baik dan orang-orang yang ‘alim! Aku bersama kalian dengan hati yang bersih. Allah swt telah memberi khabar suka kepadaku tentang orang-orang Arab dan berfirman melalui ilham, bahwa aku menolong mereka dan menunjukkan jalan yang lurus kepada mereka dan memperbaiki urusan-urusan mereka. Dan kalian akan menyaksikan bahwa aku akan berjaya dalam menunaikan kewajibanku ini. Wahai saudara-saudaraku !!  Untuk membela Islam dan mengadakan pembaharuannya Allah swt telah menunjukkan dukunganNya secara khas kepadaku. Dia telah menurunkan hujan barkatNya kepadaku. Dan Dia telah menganugrahkan bermacam-macam ni’mat kepadaku. Dan dalam keadaan Islam dan ummat Muhammad saw sedang memburuk Dia telah memberi khabar suka kepadaku tentang dukungan dan karunia-karuniaNya yang khas serta kemena- ngan yang akan dianugrahkan kepadaku. Wahai Kaum Arab ! Aku ingin berbagi ni’mat bersama kalian yang telah dianugrahkan Tuhan kepadaku. Aku sedang menunggu kalian dengan hati gelisah, apakah kalian bersedia untuk bekerja sama denganku karena Allah swt?”

 

          Wahai orang-orang Arab ! Sekarang sebagai wakil dari Hazrat Masih Mau’ud a.s. saya memohon kepada kalian karena Allah swt! Sambutlah seruan dari Putra Ruhani Rasulullah saw ini yang sebagian dari beberapa ta’limnya dan luapan cinta-kasihnya terhadap Rasulullah saw telah saya kemukakan. Jika kalian melihat tulisan-tulisan Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s. dan menekuninya dengan baik dan dengan seksama maka kalian tidak akan menjumpai sesuatu selain dari pada hubungan yang sangat erat dengan Tuhan Yang Maha Tunggal dan kecintaan dan kerinduan yang sangat dalam bergelora didalam kalbu beliau a.s. terhadap Nabi Suci Muhammad Mustafa s.a.w. Jika dengan hati bersih melihat Jema’at ini dalam sejarahnya yang sudah berumur 100 tahun lebih akan melihat sebuah kesaksian bahwa setiap saat Allah swt senantiasa mendukung dan menolong Jemaat ini.

          Dewasa ini melalui satelit amanat ini sedang mengumandang sampai kepada kalian. Ini juga sebuah bukti dukungan dan pertolongan  Allah sawt. Sekarang Allah swt telah menyediakan sarana ini untuk menyebarkan amanat ini melalui satelit sekalipun Jema’at ini kecil dan miskin namun telah mampu mengumpulkan dana untuk membiayai karya yang agung ini.

Selanjutnya Huzur atba mendesak orang-orang Arab untuk berani menyambut amanat Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. ini secara positif. Mengajak mereka untuk mengga-bungkan diri dan menjadi tangan kanan bagi Jema’at ini, karena keselamatan mereka hanya dapat diperoleh dengan mendukung dan kerjasama membantu Jema’at yang benar dan menjadi pencinta Rasulullah saw yang sesungguhnya. Allah swt telah berjanji untuk memenangkan Islam diatas agama-agama lain didunia melalui Jemaat ini. Jika bukan mereka sendiri yang akan menyaksikan kemanangan ini maka pasti anak cucu mereka sendiri dan mereka akan mendapat karunia untuk menerima amanat Ilahi ini sehingga mereka akan berkata : “Aduhai alangkah beruntungnya jika orang-orang tua kamipun mendapat taufiq untuk menerima kebenaran ini.”

          Semoga Allah swt memberi taufik kepada mereka untuk memahami pesan dan amanat ini dan semoga Allah swt mengabulkan do’a-do’a kita semua. Amin !!

Alih Bahasa : Hasan Basri

Dipublikasikan oleh www.ahmadiyya.or.id