Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad,

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

4 Juni 2004 di Nun speed, Belanda

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِين

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” Hammim Sajadah / Fusshilat ayat 34

Hal yang paling disukai Allah adalah makhluk/hamba-Nya keluar dari cengkeraman syaithan lalu menjadi orang yang beribadah pada-Nya. Kendati Allah telah memberikan kebebasan kepada syaithan bahwa jika kamu ingin berusaha menyesatkan hamba-hamba-Ku maka teruslah lakukan dan andaikan kamu ingin menggeser mereka dari jalan kebaikan maka teruslah lakukan. Tetapi seiring dengan itu Dia juga berfirman bahwa hamba-hamba-Ku yang akan berada tegak dalam kebaikan, untuk menjadikan mereka tetap tegak dalam kebaikan, nabi-nabi Saya akan tetap datang ke dunia dan di kalangan orang-orang yang beriman akan lahir orang-orang yang akan menjalankan ibadah pada-Ku, tunduk setia pada-Ku dan mereka akan merupakan orang-orang yang setia menjalankan kewajiban mereka untuk menarik orang-orang datang kepada-Ku; dan firmannya merekalah orang-orang yang meraih kemenangan dan yang akan menjadi pewaris surga-surga-Ku yang abadi ; merupakan orang yang menganjurkan pada kebaikan dan setia dalam menjalankan ibadat. Selaras dengan apa yang telah saya katakan bahwa mereka adalah merupakan orang –orang yang mejalankan amal-amal baik , yang dengan rasa simpati menganjurkan pada kebaikan dan senantiasa tegak dalam kebaikan. Oleh karena itu, hai syaithan ! engkau sedikitpun tidak akan dapat merusak mereka. Akan tetapi, karena tidak ada paksaan, maka akan terdapat pula orang-orang yang terjerumus pada perangkap syaithan,yang akan mengikuti syaithan, meninggalkan nur menuju kepada kegelapan dan tempat kembali mereka adalah api neraka. Kemudian berfirman bahwa Saya pasti akan memasukkan mereka ke dalam api neraka.

Jadi, ini merupakan dua macam tipe kelompok manusia. Satu adalah orang-orang yang beribadah pada Allah, dan yang satu merupakan orang yang masuk dalam perangkap syaitan. Mereka yang beribadah pada Tuhan adalah merupakan orang –orang yang juga menyeru orang-orang pada Tuhan dengan penuh rasa simpati. Kepada kita orang-orang Ahmadi Allah telah menganugerahkan hadiah dan karunia, yaitu Dia telah menganugerahkan taufik kepada kita untuk ikut bergabung dalam Jemaat yang yakin dan beriman pada semua nabi.

….dan seberapapun kita menganggap diri kita sebagai orang yang bernasib mujur, itu masih kurang dan seberapapun kita bersyukur atas kebaikan –kebaikan-Nya itu adalah masih kurang. Namun, tentu kebaikan Allah ini memikulkan sebuah tanggung jawab pada kita, dan hazanah beharga yang kalian telah hasilkan dan mutiara tidak terhitung yang kalian telah raih itu jangalah biarkan hanya terbatas pada diri kalian, tetapi hazanah atau hazanah-hazanah yang telah terpendam ribuan tahun- yakni hazanah-hazanah yang sesudah meraihnya manusia dapat sampai pada Tuhan-sampaikan pulalah itu pada orang lain, bebaskan pulalah mereka dari cengkeraman syaitan dan jadikalanlah mereka menjadi orang yang setia beribadah pada-Nya. Supaya kalian menjadi orang yang mengamalkan hadis bahwa apa yang kamu sukai untuk dirimu itu sukai pulalah itu untuk orang lain; berilah mereka bagian dari hazanah-hazanah ruhani itu; janganlah berdiam diri sambil memegang mutiara berharga itu, tetapi sampaikanlah itu pada segenap penduduk dunia.

Demikian pula kepada orang-orang Kristen dan kepada orang-orang beragama lainnya sampaikanlah amanat Islam Ahmadiyah pada mereka. Doakanlah untuk mereka dengan rasa perih dan iba; Jadikanlah mereka menjadi orang yang setia beribadah pada Allah. Kehancuran tengah melanda dunia dengan cepatnya dan dunia tengah bergerak dengan cepatnya menuju kepada kehancuran. Melihat kondisi yang krisis ini kita harus memberikan perhatian ke arah itu. Baru kita akan dapat dinyatakan menjadi orang yang terbaik pada pandangan Allah.

Betapa Rasulullah saw menyatakan kegembiraan beliau manakala dengan perantaraan seseorang orang lain memperoleh petunjuk. Hal itu dapat diperkirakan/ disimpulkan dari hadis yang bersumber dari Hadhrat Sahal bin Saad bahwa beliau saw bersabda pada Hadhrat Ali r.a : Bahwa demi Allah , andaikan seorang mendapat petunjuk dengan perantaraan kamu, itu lebih baik bagimu daripada kamu memperoleh –unta -unta merah yang berkwalitas tinggi. Muslim Kitabul fazaail bab fadhaailu Ali bin Abi Thalib

Pada zaman itu unta merah dinilai merupakan hewan super yang sangat berharga. Sebagaimana pada zaman ini terdapat mobil-mobil mewah atau mungkin lebih juga dari itu. Sebab pada zaman itu sarana transpotasi khususnya di daerah padang pasir adalah unta dan daerah itu merupakan padang pasir dan hanya unta yang ada. Oleh karena itu sabda beliau, lebih dari suatu hadiah paling tinggi pada kacamata dunia adalah menjadi faktor petunjuk bagi seseorang dan membawa seseorang pada jalan yang lurus sehingga kamu menjadi tempat turunnya karunia-karunia Allah dan berkah-berkah-Nya.

Singkatnya orang-orang yang menyampaikan amanat Allah dari kaca mata dunia pun tidak ada tandingan dan perbandingannya. Itu tidak terjangkau oleh fikiran manusia, karena itu berilah perhatian ke arah itu. Kalian yang mukim di negeri ini, disini pun menjadi kewajiban kalian untuk menyampaikan ajaran Islam pada mereka.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Jika kami memiliki kemampuan maka kami seperti para pengemis dari pintu ke pintu dan dari rumah ke rumah menyebarkan agama Allah dan menyelamatkan orang-orang dari syirik menghancurkan yang telah merebak di dunia.Jiika Allah mengajarkan kepada kami bahasa Inggris maka kami sendiri pergi kujungan lalu menyampaikan tabligh dan menghabiskan kehidupan kami dalam pertablighan Islam kendati kami sampai terbunuh (di medan pertablighan).Malfuzhat jilid 2:219 Edisi Baru

Perhatikanlah betapa semangat ingin menyampaikan tabilgh yang terdapat dalam diri Hadhrat Masih Mauud a.s. Oleh krena itu, kitapun seyogiannya memberikan perhatian untuk merubah pilihan-pilihan atau kebijakan -kebijakan kita. Kitapun seyogianya harus serius dalam kaitan menangani bagaimana menyampaikan amanat Allah ke seluruh penjuru dunia. Baru kita terbukti benar dalam pengakuan kita ikut dalam baiat beliau.

Hari ini yang dituntut dari kita hanya adalah harta-harta kalian belanjakanlah di jalan Allah dan waktu kalianpun belanjakanlah di jalan Alah. Hari ini Hadhrat Masih Mauud a.s telah memberikan hazanah ajaran Islam yang tidak ternilai harganya yang dengan perantaraan bantuan itu kita menjadi layak dapat membungkam mulut para penentang dengan perantaraan dalil-dalil. Di hadapan argumentasi-argumentasi itu tidak ada Kristen, Yahudi,Hindu dll yang dapat berhadapan dan tidak pula ada yang lainnya…

Baru beberapa waktu yang lalu di Banglades juga terjadi satu kerusuhan yang sangat besar. Tetapi masyarakat Banglades pada saat ini dibandingkan negara-negara (yang menentang Jemaat) lain nampak lebih beradab. Demikian pula dalam surat-surat kabar mereka melakukan protes tindakan para mulla yang menciptakan kerusuhan mengatas namakan nama Tuhan. Semoga Allah menganugerahkan ganjaran pada mereka dan untuk selanjutnya mereka mempunyai keberanian untuk mengambil tindakan dan semoga Allah menjadikan mereka layak untuk dapat mengenal imam zaman di masa ini.

Kini Allah juga telah memudahkan bagi kita jalan untuk mengajak ke arah kita. Dewasa ini Allah dengan karunia-Nya telah menyiapkan sarana dan fasilitas untuk menyampaikan amanat kita /Islam ke segenap penjuru dunia. Dewasa ini kini dengan fasilitas MTA selama 24 jam tabligh Islam/Ahmadiyah tengah dilakukan,selama 24 jam MTA murni untuk pekerjaan itu. Jadi jika terdapat kekurangan dalam ilmu sekalipun, maka dengan perantaraan itu dapat diambil faedah,yang penting harus ada perhatian. Keresahan tengah melanda di hati orang-orang. Oleh karena itu kitapun harus memberikan perhatian ke arah itu. Sarana dan fasilitas pun tersedia, karena itu dimohon untuk memberikan perhatian ke arah itu. Di dunia, setiap ahmadi wajibkanlah pada diri sendiri bahwa mereka sekurang-kurangnya mewakafkan diri satu atau dua kali atau seminggu atau dua minggu dalam setahun untuk pekerjaan itu. Ini saya katakan sekurang-kurangnya satu atau dua kali,yaitu manakala ada satu kontak maka seyogianya diadakan lagi kontak untuk kedua kalinya dan kemudian lapangan pertablighan barupun seyogianya didapatkan/dibuka pula. Oleh karena itu dalam kaitan ini dengan menggunakan segenap kekuatan dengan penuh kesungguhan setiap orang diantara kalian harus mengajukan diri sendiri. Baik mereka sebagai warga Negara Belanda maupun Jemaat Jerman atau sebagai warga Jemaat Belgia,Prancis atau negara manapun di Eropa atau negara manapun di dunia, baik itu Ghana atau Negara-negara Afrika atau Burkina faso ,Kanada atau negara Asia manapun, setiap orang dalam kaitan ini seharusnya memberikan tanggapan serius jika ingin menyelamatkan dunia dari kehancuran. Setiap orang harus dengan semangat dan gairah seyogianya menyampaikan pesan atau amanat ini. Sampaikanlah amanat ini kepada orang-orang sewarga negara kalian dan sebagaimana saya telah katakan bahwa selamatkan dunia dari kehancuran.Sebab kini tampa kembali kepada Tuhan tidak akan ada kaum yang dapat selamat.. Oleh karena itu kini untuk menyelamatkan mereka bukanlah waktunya untuk meraih jumlah dai tertentu dan untuk meraih target tertentu. Atau tidak cukup hanya dengan itu belaka. Bahkan kini Jemaat harus membuat program seperti itu sebagaimana yang telah saya katakan bahwa setiap orang Ahmadi harus sibuk untuk menyampaikan amanat itu. Dan dimana kalian mendatangkan faedah pada dunia artinya kalian tengah menghadirkan mereka di hadapan Allah maka disana pun kalian juga yang mendapatkan faedahnya.Kalianpun tengah mendatangkan faedah pada diri kalian sendiri.dan ganjaranpun kalian tengah meraihnya.

Rasululah saw bersabda:Barangsiapa yang mengajak seseorang kepada suatu amal perbuatan baik, maka dia akan mendapat pahala sebanyak pahala / ganjaran yang didapatkan oleh orang yang mengamalkan dan sedikitpun tidak ada kurangnya dalam pahalanya itu. Dan barangsiapa yang mengajak seseorang pada keburukan dan kesesatan maka dia pun akan mendapatkan dosa sebanyak itu sebagaimana orang yang melakukan keburukan lakukan Muslim Kitabul- ’ilm bab min hasanatin wa sayyiatin Jadi, perhatikanlah pernyataan karunia-karunia Allah, bagaimana Dia mendatangkan pahala pada orang-orang yang mengajak hamba-hamba-Nya kepada-Nya.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda :Apabila manusia ingin menambah umurnya dan mendapatkan umur panjang maka seyogiannya dia sedapat mungkin murni mewakafkan umurnya untuk agama. Ingatlah, tipu daya di hadapan Tuhan tidak berlaku. Barangiapa yang menipu Allah,maka ingatlah, dia adalah sedang menipu dirinya sendiri, dia akan binasa menanggung resikonya.

Jadi, untuk memanjangkan umur tidak ada resep yang lebih baik dari ini,yaitu manusia dengan tulus dan ikhlas dan dengan penuh kesetiaan sibuk dalam menegakkan kalimat Allah dan sibuk dalam mengkhidmati agama dan dewasa ini resep ini sangat ampuh sekali, sebab kini agama perlu khadim-khadim/pengkhidmat-pengkhidmat yang seperti itu. Andaikan bukan ini mendapat prioritas utama maka umur tidak ada jaminan atau yang bertanggung jawab, umur ini akan begitu saja berlalu”.

Malfuzhat jilid 3 hal. 563 Edisi Baru

Jadi, andaikata ingin dalam umur-umurnya ada keberkatan,ingin menjadi pewaris karunia-karunia Allah maka sampaikanlah kepada dunia misi/amanat Hadhrat Masih mauud a.s ini.

Beliau bersabda:Hai semua orang yang mediam di bumi ! segenap ruh manusia yang bermukim di Barat dan di Timur ! saya dengan tegas mengajak kalian ke arah ini bahwa kini di bumi, agama yang benar adalah Islam dan Tuhan yang benar adalah Tuhan yang diterangkan Al-Quran. Dan nabi yang senantiasa hidup keruhaniannya dan duduk bertahta di atas singgasana kegagahan dan kesucian adalah Muhammad Musthafa (terpilih) saw yang mana kami telah mendapatkan bukti kehidupan ruhaninya dan kesucian serta kejalalannya bahwa dengan mengikuti dan mencintainya kami meraih hadiah berwawancakap dengan Allah dan Ruhul-qudus serta dapat meraih tanda-tanda samawi ”. Taryaqulqulub ruhani Hazain jilid 15 :141

Mudah-mudahan setiap diantara kita dengan rasa simpati yang sesungguhnya dan atas dasar kesetiakawanan terhadap ummat manusia ….dan atas dasar semangat cinta yang tulus kita menjadi orang yang menyampaikan amanat Hadhrat Masih Mauud a.s ini kepada setiap orang dan kita terus menerus menyampaikan itu. Dan Allah dewasa ini, sesuai apa yang saya katakan, MTA juga Dia telah jadikan sebagai fasilitas dan perantara dan sarana, seyogianya kalian memperkenalkan itu kepada rekan-rekan dan teman-teman kalian. Tetapi ingatlah bahwa metode untuk menyampaikan amanatpun dan mengajak orang-orang pun ada metode-metode dan kiat-kiatnya. Dengan rasa simpati , gejolak dan dengan semangat yang sesungguhnya seyogiannya juga memperhatikan sisi hikmah dan kebijaksanaan. Hendaknya menyampaikan amanat itu dengan penuh hikmah supaya pengaruhnya juga dapat mengena pada dunia dan dengan niat mana kita menyampaikan amanat itu maksud itupun dapat diraih, jangan sampai sebaliknya timbul kekacauan di dunia. Oleh karena itu ayat Al-Quran ini dalam kaitan ini seharusnya senantiasa menjadi pedoman.

Beliau bersabda

            ادْعُإِلَىسَبِيلِرَبِّكَبِالْحِكْمَةِوَالْمَوْعِظَةِالْحَسَنَةِوَجَادِلْهُمْبِالَّتِيهِيَأَحْسَنُإِنَّرَبَّكَهُوَأَعْلَمُبِمَنْضَلَّعَنْسَبِيلِهِوَهُوَأَعْلَمُبِالْمُهْتَدِينَ

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.An-Nahl 126….

Oleh karena itu gunakanlah berbagai sarana dan fasilitas yang ada, sebagaimana sebelumnya juga saya telah katakan. Tetapi berbagai macam orang mempunyai berbagai macam corak tabeat yang berbeda seyogianya nasehat itu sampai pada mereka sesuai dengan tabeat-tabeat mereka masing-masing, kepada mereka amanat ini harus disampaikan. Jika terjadi situasi dimana dikhawatirkan timbulnya fitnah maka dengan iringan doa-doa, sebab hanya doa-lah hal yang dapat menarik karunia Allah. Maka sambil berdoa kepada Allah, sambil memohon bantuan-Nya, seyogianya menghindar dari tempat-tempat seperti itu, pergilah hendaknya dari itu untuk sementara waktu. Tetapi bukanlah artinya bahwa berhenti berdoa untuk orang-orang itu, tetapi untuk petunjuk orang-orang itu seyogianya terus menerus berdoa pada Allah.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda:

Kepada siapa yang anda ingin sampaikan nasehat/tabligh itu lakukanlah itu langsung dengan lisan. Hal itu satu, itu itu juga, seorang menerangkannya dengan satu metode dapat menjadikan seorang menjadi musuh dan dengan menjelaskannya dengan metode lainnya yang musuh dapat berubah menjadi kawan. Oleh karena itu, sesudai dengan

وَجَادِلْهُمْبِالَّتِيهِيَأَحْسَنُ

(bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik) jalankanlah amal kalian sesuai dengan itu. Metode kalam seperti itulah yang Allah sebut dengan nama hikmah. Oleh karena itu Dia

 يوتى الحكمة من يشاء – yu’tilhikmata man yasyaa

 (Al-Hakam tanggal 9 10 Maret 1903 :8) Sebagaimana Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda bahwa hikmah pun tersedia bagi mereka kepada siapa yang Allah kehendaki, karena itu seorang dai –ilallah,seorang yang mengajak orang ke jalan Allah seyogianya harus banyak kembali menghadap pada Allah dan seyogiannya setiap saat senantiasa harus memohon pertolongan pada Allah. Manakala kita mengajak orang-orang kepada jalan Allah maka dengan perantaraan Allah-lah segala sesuatunya akan dapat kita raih. Oleh karena itu sebelum melakukan dakwati ilallah panjatkanlah doa-doa. Pada saat melakukanpun berdoalah dan senantiasa sesudahnya pun terus memanjatkan doa-doa. Dan senantiasa dihadapan Allah-lah seyogianya tunduk. Dan senantiasalah terus memohon kepada-Nya kebijakan, kecerdasan dan karunia-Nya. Dan manakala kita memulai pekerjaan itu maka- insyaallah – tidak terhitung berkat yang akan didapatkan.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda : Apa maksud mujadalah hasanah(perbantahan yang baik).Bersabda beliau:Maksudnya bukanlah mudahanat -membohongi diri(seorang berkata manis). Yakni bukanlah dengan ungkapan yang manis –manis untuk menyenangkan orang dengan sifat pengecut perkara (tabligh) disembunyikan, tetapi hendaknya dengan bijak dan penuh keberanian hendaknya menyampaikan sesuatu. Bersabda bahwa bukanlah maksud ayat Al-Quran itu kita sedemikian rupa berlaku lemah lembut sehingga demi untuk menyenangkan lalu membenarkan hal-hal yang bertentangan dengan fakta….. Taryakul qulub Ruhani Hazain jilid 15hal.15:305

Sejumlah orang terkadang dengan maksud untuk mendinginkan suasana dia mengiyakan segala sesuatunya atau mengatakan bahwa pada saat itu merupakan tuntutan waktu yang mana pada pandangan kami bahwa dengan mengiyakan bergabungnya orang-orang itu ke dalam kita lebih banyak kemungkinan-kemungkinannya maka ini merupakan cara yang salah. Ini merupakan sifat pengecut dan merupakan kurangnya ketakwaan pada Allah. Allah jelas berfirman bahwa untuk merubah hati Saya- lah yang akan merubahnya. Pekerjaan kamu hanya menyampaikan. Oleh karena itu, dalam peluang-peluang seperti itu hendaknya bangun pergi dari tempat seperti itu dan dengan berani menyatakan bahwa hal ini adalah salah, dan kemudian urusan orang-orang itu serahkanlah kemudian kepada Tuhan. Hadhrat Ali bersabda“Hati mempunyai keinginan-keinginan dan kecenderungan- kecenderungan yang karenanya tersedia saat bagi hati itu untuk mendengar perkataan dan terkadang tidak siap untuk mendengar. Oleh karena itu seyogianya masuklah pada saat itu di hati orang-orang , sampaikanlah apa yang ingin disampaikan selaras dengan kecenderungan-kecenderungan itu pada saat manakala siap mendengarkan. Oleh karena kondisi hati manakala dipaksa untuk suatu perkara maka hati itu menjadi buta,yakni terkadang ingkar untuk menerima suatu perkara. Maka untuk mengamalkan perkataan itu metode yang paling baik adalah bahwa dengan siapapun sedang terjadi kontak dengan kalian, siapaun yang ingin kalian sampaikan tabligh ini dengannya terdapat hubungan pribadi dan kemudian hubungan pribadi ini dan kontak pribadi ini hendaknya terus terjalin secara permanent. Dan sesuai dengan peluang, kapan ada kesempatan kadang-kadang hal tabligh itu disinggung dibicarakan ,yang dari mana dapat diperkirakan bahwa penyampaian tabligh akan lebih berpengaruh pada orang-orang. Terdapat sejumlah orang (dai)yang bertabeat ataukah dia memperlihatkan sifat pengecut atau karena gejolak hatinya dia harus mundur kebelakang dan sama sekali tidak memperhatikan situasi dan kondisi. Dari itu hubungan yang sedikit banyak sudah terjalin, itupun menjadi habis.dan kepada siapa yang kalian tengah tablighi itu sama sekali mereka singkirkan jauh-jauh (semuanya buyar).

Hal kedua adalah bahwa terdapat sejumlah tabeat manusia yang mana kecenderungan pribadinya atau rasa hobinya sama sekali tidak ada ke arah agama. Kepada mereka jika mulai dari sejak awal disampaikan tabligh, maka dia sendiri tidak ada sama sekali hubungan dengan itu,mereka adalah orang yang tidak beragama/tidak tertarik pada agama, terdapat juga dari antara mereka adalah merupakan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka dengan agama yang merupakan agama turun temurun mereka itu telah bergeser nilainya jauh dari mereka dan mereka sama sekali tidak tertarik pada agama ,maka bagaimana mereka dapat mendengar perkataan kita. Hal petama yang harus ditempuh adalah meyakinkan mereka akan pentingnya agama,pertama harus menanamkan pengenalan pada mereka akan keberadaan Tuhan. Manakala dengan metode itu pembicaraan berlanjut maka tidak hanya pada satu orang yang kalian tengah tablighi akan ada pengaruhnya, tetapi pada lingkunganpun akan ada pengaruhnya. Dan di dalam lingkungan masyarakat pun akan timbul pembicaraan bahwa orang ini adalah orang yang memiliki rasa takut pada Tuhan dan merupakan orang yang mengerjakan setiap pekerjaan demi untuk Tuhan dan mengajak manusia demi untuk Tuhan dan merupakan orang yang mengajak orang-orang pada Tuhan. Di dalamnya hati mereka terdapat rasa perihatin ingin supaya hamba Allah tunduk kepada-Nya dan dia tidak bekerja untuk keuntungan pribadinya. Dari hal itu, apa pun yang ada adalah untuk Tuhan dan itu mempunyai pengaruh yang sangat besar pada lingkungan dan tambah banyak lagi peluang-peluang untuk dakwati ilallah dan di dalam itu akan tambah lebih banyak lagi kemudahan-kemudahan yang akan didapatkan.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Orang-orang kita janganlah memperlakukan para penantang dengan kasar. Jawablah kekasaran mereka dengan halus dan lemah lembut dan perlakukanlah mereka dengan halus dan lemah lembut. Karena pandangan atau pemahaman mereka dari sejak lama telah ada di dalam kalbu mereka ,karena itu itu lama kelamaan akan menjadi hilang. Oleh karena itu bersikap lemah lembutlah pada mereka. Jika mereka dengan keras melakukan perlawanan, maka hindarilah mereka. Tetapi untuk hal itu ciptakanlah daya tarik maghnit di dalam diri kalian untuk hal itu dan daya tarik maghnit akan tercipta apabila kamu menjadi orang mukmin yang sejati.Malfuzhat jilid 5 : 232

Untuk menarik orang pada diri sendiri, untuk menciptakan suatu daya tarik maghnit pada diri sendiri, sehingga orang-orang dengan sendirinya berdatangan pada diri kalian,sabda beliau itu adalah dengan kamu menjadi orang mu’min yang sejati yang Allah telah perintahkan pada kalian, andaikan kamu berupaya melaksanakan itu maka baru pertolongan Allah akan mengiringi kalian dan pada orang-orang pun akan ada pengaruhnya. Perhatikanlah bagaimana para pendeta Kristen menyampaikan tabligh mereka, kebanyakan mereka menarik perhatian pada diri mereka dengan menjadikan diri mereka menjadi orang yang bersimpati pada orang-orang sehingga orang-orang tertarik kepada mereka. Khususnya di Afrika mereka memperlakukan orang-orang dengan penuh rasa simpati. Apapun yang terjadi di dalam hati hanya Allah yang maha mengetahui, tetapi saat mereka pergi ke kampong-kampung mereka menjadi orang-orang memiliki rasa simpati atau solidaritas yang tinggi,mereka memenuhi keperluan-keperluan mereka,menyampaikan amanat tabligh pada mereka.Dan ini semua mereka lakukan untuk suatu maksud yang dusta sementara kebenaran berada pada kita. Kita khususnya harus memberikan perhatian ke arah itu supaya kemanusiaan dapat diselamatkan dari kehancuran.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Di dunia terdapat tiga macam kelompok manusia. Orang umum pada level pertengahan,para pimpinan/ orang-orang kaya/kalangan atas. Bersabda beliau:” Pada umumnya mereka ini tidak sedemikian rupa memiliki pemahaman,mereka tidak memahami ”. Mereka tidak begitu memahami agama dll,mereka tidak memahami. “Penangkapan mereka lambat karena itu memberikan pengertian pada mereka menjadi sangat sulit. Memberikan pengertian kepada para hartawan atau orang-orang kalangan pemimpin pun sangat sulit sebab mereka mempunyai tabeat yang sensitif dan cepat cemas. Dan ketakabburan dan kecongkakan mereka juga menjadi penghambat. Satu adalah mereka senantiasa sangat khawatir akan posisi keduniawian mereka. Kedua, timbul rasa takabbur. Mereka menganggap diri mereka besar. Oleh karena itu orang yang berbicara dengan mereka hendaknya berbicara sesuai dengan irama mereka berbicara,yakni singkat namun merupakan ceramah lengkap yang dapat mewakili semua maksud yang ada قل و دل –qalla wa dalla sedikit namun lengkap. Tetapi dalam menyampaikan tabligh pada masyarakat umum harus hendaknya dengan jelas dan mudah difahami.Adapun orang yang tingkat pertengahan kebanyakan kelompok masyarakat ini lebih layak untuk ditablighi. Mereka dapat memahami apa yang disampaikan dan di dalam tabeat mereka tidak terdapat sifat takabbur, congkak dan sifat sensitive yang umumnya terdapat dalam diri kalangan hartawan atau kalangan para pimpinan, karena itu memberikan pengartian pada mereka tidak demikian sulit.Malfuzhat jilid 2:161-162 Edisi Baru

Kemudian beliau bersabda: Apabila berbicara,maka bicaralah setelah mempertimbangkan matang-matang terlebih dahulu dan berbicaralah yang singkat. Dengan banyak berbahas sedikitpun tidak ada faedahnya. Maka untuk itu sesekali sedikit menyampaikan kata yang menarik perhatian yang enak untuk disimak. Kemudian manakala ada kesepakatan maka dapat terulang kembali. Singkat kata penyampaian kebenaran hendaknya disampaikan dengan pelan-pelan dan jangan lelah. Sebab dewasa ini kecintaan pada Tuhan dan hubungan dengan-Nya orang-orang anggap merupakan kegilaan. Jika para sahabah ada pada zaman ini maka orang-orang akan menganggapnya orang gila dan mereka akan mencapnya kafir. Dengan berkecimpungnnya seseorang siang dan malam dengan kata –kata yang sia-sia dan berbagai macam hal-hal yang melalaikan menjadikan hati menjadi keras. Kata-kata lambat menanakan pengaruhnya. Di Aligarh ada seorang kepala sebuah Mahkamah yang saya sampaikan nasehat padanya lalu dia mulai melontarkan olok-olokan kepada saya. Saya pun di dalam hati mengatakan bahwa saya pun tidak akan melepaskan kamu. Pada akhirnya pembicaraan terus berlangsung sehingga tiba saat pada sedang memperolok –olok tiba-tiba dia serta merta berteriak menangis. Terkadang orang yang saleh bernasib baik nampak seperti seolah-olah orang yang malang, yakni zalim dan nampak keras hati, karena itu,” Ingatlah untuk setiap buhul /gembok ada kuncinya “. Ada kuncinya.” .Itu dapat cair /terbuka adalah dengan cara yang sesuai/tepat. Kemudian beliau sambil memberikan dengan contoh obat-obat bersabda bahwa bagi sesorang yang sakit terkadang ada obat yang cocok dan bagi orang lain ada obat lain yang cocok karena itu seyogianya memberikan obat sesuai dengan itu. Kemudian bersabda” Demikian pula setiap perkara /pembicaraan dalam cara yang khusus untuk orang-orang tertentu dapat bermamfaat. Pembicaraan tidak dilakukan hanya dengan satu cara. Orang –orang yang memberikan keterangan/menyampaikan tabligh hendaknya jangan menganggap buruk pada seseorang yang mengatakan buruk , tetapi apa yang tengah dilakukan itu terus dilakukan/dijalankan dan jangan lelah. Tabeat orang-orang para pemuka atau orang yang kaya sangat sensitif dan mereka juga lalai atau tidak mau tahu dengan (perkembangan) dunia. Dan mereka juga tidak dapat mendengar banyak ucapan. Hendaknya memberikan nasehat pada mereka pada saat tertentu dengan cara halus”. Malfuzhat jilid 5:144 Edisi baru

Kemudian untuk orang-orang yang mengajak di jalan Allah/dai beliau memberikan nasehat seraya bersabda: Untuk pekerjaan itu orang yang tepat adalah yang merupakan penyempurnaan dariومن يتق ويصبر wamanyattaq wa yashbir – Yakni di dalam dirinya terdapat keindahan takwa dan mereka juga termasuk dalam kelompok orang-orang yang bersabar. Suci dan yang senatiasa menghindar dari kefasikan dan jauh dari kemaksiatan, tetapi sejalan dengan itu juga mereka merupakan orang-orang yang bersabar menghadapi kesulitan-kesulitan. Tidak lekas marah menghadapi cercaan orang-orang. Mereka bersabar menghadapi segenap kesulitan dan kesusahan . Andaikata ada yang memuklul sekalipun maka tidak memberikan perlawanan bilamana dikhawatirkan dapat menimbulkan fitnah dan kerusuhan/atau aksi balas dendam. Manakala musuh mulai melakukan perlawanan dalam pembicaraan/diskusi, mereka menginginkan supaya kita berbicara dengan kata –kata yang mengundang kemarahan mereka yang dari mana lawan yang diajak bicara tidak dapat menahan sabar lalu dapat mendorong untuk terjadinya peperangan /baku hantam”. Malfuzhat jilid 5:318 Edisi baru. Yakni terjadi perkelahian.

Hadhrat Masih Mauud a.s di dalam ini inilah yang beliau terus menerus sabdakan bahwa janganlah lelah. Dakwati ilallah merupakan pekerjaan permanent, merupakan pekerjaan yang harus senantiasa dilakukan dengan istiqamah, bukannya merupakan pekerjaan dengan satu orang dilakukan kontak atau di akhir tahun untuk memenuhi target lalu mewakafkan waktunya dua bulan. Tetapi sepanjang tahun hendaknya sibuk dalam pekerjaan ini dan hendaknya senatiasa memberikan perhatian pada hal itu. Dan seorang yang sudah dapat dilakukan pendekatan hendaknya diketahui bagaimana tabeatnya/karakternya bagaimana. Apapun kontak anda dengan mereka seyogianya kontak itu terus menerus berkesinabungan dengannya. Akhirnya akan tiba suatu saat,dimana berkenaan dengannya kalian akan mengetahui bahwa hatinya keras dan itu bukanlah merupakan tanah yang percikan hujan dapat memberikan pengaruh padanya,atau kebaikan yang dapat merubahnya maka tingglkanlah itu. Tetapi banyak sekali diantara mereka yang mengambil faedah dari kalian. Oleh karena itu amal semacam itu seyogianya terus menerus berlanjut dan jangan hendaknya tertidur sehingga befikir ,baiklah nanti perkerjaan akan kita kerjakan pada akhir tahun.

Kemudian keistimewaan atau kebaikan yang penting dalam diri orang yang mengajak pada jalan Allah yang tampa itu tidak ada sekedar semangat yang akan dapat mendatangkan mamfaat, tidak pula untuk tabligh ada hobi yang dapat membantu, tidak pula dalam metode-metode tabligh hikmah kebijakan dan ilmu yang dapat berguna, hal yang paling penting adalah amal /praktek. Oleh karena itu ayat pertama yang saya tilawatkan di dalamnya dengan membuat sebuah definisi orang yang mengajak ke jalan Allah Dia juga berfirman bahwa mereka tidak hanya mengajak pada kebaikan tetapi mereka juga sendiri merupakan orang-orang yang melakukan amal baik. Di dalam ucapan dan amalnya tidak terdapat kontradiksi. Tidaklah mereka merupakan orang-orang lain ucapan dan lain amalan. Dan manakala perkataan dan amalnya seirama maka baru dia memiliki hak untuk mengatakan di hadapan Tuhan bahwa kami adalah dari antara orang yang benar-benar berserah diri. Jadi Allah memang Maha mengetahui yang gaib. Dia benar-benar mengetahui apa yang tersembynyi di dalam kalbu kita. Segala sesuatu berada dalam pengetahuan-Nya. Jika terdapat kontradiksi di dalam amalan dan ucapan maka Dia berfirman bahwa kamu berdusta, kamu bukanlah dari orang-orang yang benar-benar setia/berserah diri, sebab diantara ucapan dan amalmu terdapat kontradiksi. Lain yang kamu ucapakan dan lain yang kamu amalkan. Oleh karena itu kepada orang-orang yang beriman Allah di tempat lain telah memberikan nasehat bahwa

 يَاأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنُوالِمَتَقُولُونَمَالَاتَفْعَلُونَ(2)كَبُرَمَقْتًاعِنْدَاللَّهِأَنْتَقُولُوامَالَاتَفْعَلُونَ

Ashaf 2-3 Hai orang yang beriman kenapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kerjakan. Merupakan dosa besar disi Tuhanmu kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Jadi Allah tidak dapat ditipu. Kalau manusia dapat ditipu. Dengan menzahirkan kesucian diri pribadi dapat ditarik perhatian orang-orang untuk memberikan pujian. Orang-orang tidak mengetahui, dengan terpengaruh kebaikan lahiriah mereka memberikan suara untuk menjadikan seseorang sebagai pengurus dan mereka pun menjadi pengurus juga. Kemudian mereka juga berlomba –lomba juga memberikan nama-nama mereka di dalam klompok da’watiilallah, tetapi faedah apa yang akan dapat diraih. Sebab di dalam amal dan ucapan kamu terdapat kontradiksi karena itu kamu akan dinyatakan berdosa pada pandangan Allah. Daripada mendatangkan faedah sebaliknya akan mendatangkan kerugian. Oleh karena itu setiap orang seyogiannya terus mengintrospeksi diri mereka. Di dalam pekerjaan juga baru akan terdapat keberkatan manakala niat itu bersih.انما الاعمال باالنيات –innamal a’maalu binniyyaati.

Hadhrat Masih Mauud .as bersabda: Untuk melindungi agama dan untuk menzahirkan kebenaran sisi yang paling utama adalah kamu sendiri menjadi contoh Islam, dan sisi kedua adalah sebarkanlah kesempurnaan-kesempurnaan dan keindahan – keindahannya ke seluruh dunia. Malfuzhat jilid 4:615 Edisi Baru

Jadi, kepada setiap dai, setiap orang yang menyampaikan tabligh,setiap orang yang mewakafkan diri dan setiap pengurus dan oleh sebab pandangan dunia tertuju pada setiap warga Jemaat dalam kapasitas sebagai jamaah;oleh karena itu, setiap ahmadi,baik laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil seyogianya menjadi contoh supaya Allah dalam medan dakwati ilallah pun menurunkan pertolongannya pada kita dan di dalam kehidupan kitapun nampak tanda dari karunia-Nya. Jika kita mulai menunjukkan contoh amaliah/praktis ini dan kita menjadi layak menunjukkan itu dan setiap orang, baik kalangan umur berapapun mereka dan memiliki mata pencaharian apapun, berprofesi sebagai apapun di dalam lingkungan kita masing-masing di dalam akan meraih kemenangan, maka baru kita akan terhitung dalam kelompok orang-orang yang mengajak pada jalan Allah. Dan kita dapat menancapkan bendera Ahmadiyah dengan secepatnya di dunia.

Di satu tempat Hadhrat Muslih Mauud r.a bersabda: Jadikanlah orang yang semartabat dengan kalian dan orang yang satu kalangan/tingkatan dengan kalian sebagai Ahmadi. Apabila sebagai seorang petani maka jadikanlah sesama petaninya sebagai Ahmadi,seorang jaksa kepada jaksa,seorang dokter kepada para dokter, seorang insinyur pada para insinyur, seorang advokat kepada para advokat. Andaikata kita melakukan seperti itu maka dalam beberapa tahun kita dapat menciptakan perubahan yang luar biasa sehingga taufan Nuh a.s pun kalah dibandingkan dengan itu ”.

Hadhrat Aqdas Masih Mauud a.s bersabda: Sesudah kewafatan Rasululah saw bagaimana kondisi dan situasi kota Madinah, semua mengalami perubahan. Oleh karena itu perhatikanlah perubahan itu dan ingatlah waktu terakhir. Generasi yang akan datang akan melihat wajah kalian dan contoh itulah yang akan mereka lihat. Jika kalian tdak menjadikan diri kalian menjadi orang yang mengamalkan ajaran itu maka seolah-olah kalian menghancurkan generasi yang akan datang. Di dalam fitrah manusia terdapat sifat senantiasa mendambakan contoh. Dia sangat cepat mengambil pelajaran dari contoh. Jika seorang peminum menasehatkan jangan minum minuman keras, jika seorang yang berzina menasehatkan kepada orang janganlah berzina,seorang pencuri menasehatkan pada orang lain janganlah mencuri, maka dari nasehat-nasehat itu apa yang orang lain dapat ambil faedah. Tetapi sebaliknya orang-orang akan mengatakan betapa kotornya dia,dia sendiri yang melakukan lalu melarang orang lain untuk melakukannya. Barangsiapa yang terlibat sendiri dalam keburukan lalu menasehatkan mereka juga menyesatkan orang lain. Orang yang menasehatkan pada orang lain dan mereka sendiri tidak mengamalkan adalah merupakan orang-orang penipu / tidak beriman dan mereka menanggalkan kenyataan yang ada pada dirinya. Dari para penasehat/dai (umum) dunia mengalami banyak sekali kerugian”. Malfuzhat Jilid 3:518 Edisi Baru

Jadi sebagaimana Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Manakala seorang terlibat sendiri dalam suatu keburukan lalu bagaimana mencegah orang-orang dari keburukan itu. Bagaimana memberikan petunjuk pada suatu jalan kepada seseorang manakala dia sendiri tidak melihat jalan. Siapapun yang kalian nasehati maka dia akan mengatakan bahwa pertama perbaikilah diri kalian sendiri, perbaikailah rumah tangga anda sendiri, kamu mengatakan itu kepada saya bahwa sembahlah Tuhan yang Esa dan kamu sendiri begini kondisimu bahwa pada saat-saat waktu salat kamu masih sibuk dengan majlis obrolanmu atau kamu sibuk tetap sibuk dalam urusan-urusan dunia/bisnis kamu, perintah Allah yang kamu nasehatkan kepada saya bahwa Allah berfirman berlaku baiklah kepada istrimu, perhatikanlah dia sementara kondisi istri anda, kondisi sendiri begini, pergi ke rumah orang-orang menceriterakan keadaan rumah tangga anda bahwa anda adalah seorang suami yang sangat zalim dan aniaya. Anda berlaku aniaya padanya dan memukulnya. Anda adalah seorang mertua yang aniaya, kepada mantu pun anda tidak takut melakukan pemukulan. Kepada siapa anda menyampaikan tabligh dia akan balik mengatakan ini kepada anda bahwa berilah pula pengertian kepada istri anda dan perhatikanlah pula keadaan rumah tangga anda sehingga merekapun mengamalkan akan hukum-hukum itu dan berlaku baiklah kepada menantu anda. Pertama tunaikanlah hak-hak tetangga anda, tetangga anda merasa menderita dan terganggu karena sikap kamu. Anda sendiri tunaikanlah hak-hak ibu bapak anda . Ibu bapak anda sangat menderita karena ulah anda, marah dengan anda karena memperlakukan mereka dengan dengan kasar di usia tua. Anda melakukan penipuan terhadap teman-teman kamu dalam bisnis, pertama bersihkanlah urusan anda dengan mereka Anda menahan hak-hak atasan anda atau bawahan anda, bayarlah itu. Orang yang anda tengah tablighi, pertama ini yang dia akan katakan manakala dia mengetahui siapa kalian. Dan akan mengatakan bahwa manakala anda menciptakan semua perubahan di dalam diri anda maka baru memberikan nasehat kepada saya, baru menerangkan kepada saya kebagusan-kebagusan Jemaat anda,ajaklah saya pun kepada Tuhan. Kalau tidak, maka sesuai dengan ajaran mazhab anda sendiri, sesuai dengan ajaran Al-Quran sendiri kalian adalah orang yang berdosa,jalan apa yang anda ingin tunjukkan kepada saya.

Jadi, merupakan posisi harus beristigfar, harus banyak melakukan istigfar. Kekurangan-kekurangan dan kesalahan yang pernah dilakukan oleh kita mohonlah supaya itu dimaafkan oleh Allah. Tunduklah kepada-Nya, berjanjilah pada-Nya bahwa kezaliman-kezaliman yang pernah kami lakukan hanya semata-mata dengan curahan kasih sayang Engkau tutupilah kelemahan kami itu dan untuk yang akan datang berilah taufik kepada kami supaya kami dapat menunaikan kewajiban-kewajiban kami kepada Engkau dan kami dapat menunaikan kewajiban-kewajiban kepada hamba-hamba-Mu dan kami menjadi orang-orang yang dapat menunaikan tugas-tugas yang Engkau telah serahkan kepada kami. Ingatlah,perhatian orang-orang lebih cepat pada contoh pribadi langsung,hal itu sangat banyak mendapat perhatian. Banyak sekali peristiwa-pristiwa seperti itu. Seorang memberitahukan kepada saya bahwa dia tadinya sangat dekat dengan Jemaat dia hampir baiat, tapi seorang ahmadi menipunya yang akibatnya kendati dia menganggap jemaat baik dia ingkar untuk menerima Jemaat. Ini jelas merupakan nasib buruk dia, merupakan hasil amal (buruk) dia yang karenannya dia tidak mendapat peluang untuk menerima Jemaat. Tetapi nama orang Ahmadi itu telah melekat dengan keburukannya. Oleh karena itu senantiasa ingatlah hadis itu bahwa ajaklah orang-orang kepada petunjuk dan ganjaran orang yang mengajak pada petunjuk adalah lebih besar dari orang yang mendapatkan unta merah/unta super. Allah menganugarahi dengan nikmat –nikmat agama dan dunia.

Hadhrat Masih Mauud a.s bersabda: Senjata kita untuk meraih keunggulan adalah istigfar,taubah, pengenalan kita pada ilmu agama, perhatian kita pada keagungan Allah ,dan melakssanakan salat lima waktu. Salat merupakan kunci kemakbulan doa. Manakala kamu menunaikan salat maka berdoalah di dalamnya dan janganlah lalai dan hindarilah setiap keburukan, baik itu berkait dengan hak-hak Allah maupun bertalian dengan hak-hak hamba-hamba Allah”. Malfuzhat jilid 5:303 Edisi Baru

Semoga Allah menganugerahi taufik pada kita untuk dapat memahami tangung jawab kita. Menjadi orang yang dapat menunaikan tuntutan janji baiat. Kita dapat meng-implementasikan ajaran Islam yang indah ini pada diri kita dan menjadi orang-orang yang dapat menyampaikan tabligh ini kepada dunia dan secepatnya kita dapat melihat kemenangan Islam dengan mata kepala kita sendiri.

Qamaruddin Syahid

Pentingnya gerakan Waqfi Jadid

Dalam menerangkan pentingnnya proyek /gerakan Waqfi Jadid yang beberakah ini Hadhrat Khalifatul Masih II r.a bersabda:” Pekerjaan ini merupakan pekerjaan Allah dan ini pasti akan menjadi sempurna. Oleh karena Allah yang telah memasukkan gerakan proyek ini di dalam kalbu saya,maka kendati saya harus menjual rumah saya, menjual pakaian saya, saya pasti akan menyempurnakan kewajiban itu. Andaikan setiap anggota Jemaat satupun tidak ada yang membantu saya maka Allah akan memisahkan orang-orang yang tidak mau membantu saya dan Dia akan menurunkan malaikat-malaikat-Nya dari langit untuk membantu saya. (Khutbah Jumaah tanggal 5 Januari 1958)