Intisari Khutbah Jum’at

Sayyidina Amirul Mu’minin 

Hadhrat Khalifatul Masih V ayyadahulloohu ta’ala binashrihil ‘aziiz 

Hadhrat  Mirza Masroor  Ahmad 

Tanggal 15 Oktober 2010

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ 

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١) اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ (٢) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (٣) مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ (٤) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ (٥) اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ (٦)  صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّيْنَ  (٧)

Hudhur aba. membaca ayat-ayat berikut dari Surah Al Mursalat pada permulaan Khutbah Jum’at hari ini dan memberikan wejangannya mengenai penyebaran amanah Islam melalui sarana modern dipandang dari ayat-ayat di bawah ini:

‘Wal mursalaati ‘urfaa’ –  ‘Demi mereka yang diutus menyiarkan kebaikan’

‘Fal ‘aashifaati ‘ashfaa’ – ‘Kemudian mereka bergerak maju secepat-cepatnya,’

‘Wan naasyiraati nasyraa’ –  ‘Demi mereka yang menyebarkan kebenaran sebaik-baiknya’

‘Fal faariqaati farqaa’ – ‘Maka mereka membedakan hak dan batil sejelas-jelasnya’

‘Fal mulqiyaati dzikraa’ – ‘Kemudian mereka menyampaikan peringatan Allah.’

‘Udzran au nudzraa’ – ‘Sebagai alasan atau sebagai peringatan’,

‘Innamaa tuu’aduuma la waaqi’ – ‘Sesungguhnya, apa yang telah dijanjikan kepada kamu pasti akan terjadi’.

‘Fa idzan nujumuu thumisat’ – ‘Maka apabila bintang-bintang telah pudar cahayanya’,

‘Wa idzaa samaa-u fujirat’ – ‘Dan apabila langit terbelah,’

‘Wa idzal jibaalu nusifat’ – ‘dan apabila gunung-gunung dihancur-leburkan,’

‘Wa idzar rusuulu uqitat’ – ‘Dan apabila Rasul-rasul didatangkan pada waktu yang ditentukan.’ (77:2-11)

Hudhur aba menerangkan bahwa sementara ayat-ayat ini memberikan kabar mengenai penyebaran yang gilang-gemilang dari Islam di zamannya Yang Mulia Rasulullah s.a.w. dengan melalui para sahabatnya, ayat-ayat ini juga menubuatkan kedatangannya seorang hambanya sejati yang sangat mencintai Rasulullah s.a.w. Dengan melalui kedatangannya (Imam Mahdi, Al-Masih Mau’ud ini), beliau akan menghidupkan kembali dan menegakkan kembali kejayaan Islam. Sekarang, ayat-ayat ini menunjukkan satu tanda kebenaran beliau, dan menunjukkan kemajuan dari Jemaat-nya (Jemaat Ahmadiyyah). Di sana ada satu nubuatan yang telah dipenuhi, sedang menjadi sempurna, sedang terus sempurna di masa mendatang juga. Inilah firman dari Tuhan-nya Langit dan Tuhan-nya bumi yang Maha Kuasa dan Maha Kuat. Yang, dengan Kekuatan besar-Nya itu telah memenuhi perubahan revolusioner yang sudah ditakdirkan pada zamannya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan yang akan terus demikian dan seterusnya di masa mendatang. Apa yang diperlukan bagi kita adalah kita perlu ikut serta berpartisipasi dalam keberkahan-keberkahan yang Tuhan sudah takdirkan itu. Untuk ini, kita perlu mengadakan perubahan revolusioner di dalam diri kita semua.

Hudhur aba. mengatakan, ayat ‘‘Kemudian mereka bergerak maju secepat-cepatnya,’ menunjukkan Tanda-tanda bawa Tuhan telah memperlihatkan dukungan-Nya kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. seperti yang diperlihatkan sekarang dan juga akan diperlihatkan di hari depan nanti. Para Malaikat mendukung penyiaran amanah ini, yang sedang disebarkan oleh Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Amanah ini adalah berupa keshalehan, kesucian, ahlak moral yang tinggi dan ke-taqwa-an. Pada saatnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. membuat pernyataan ini, bukan saja pesan amanah ini tidak diterima oleh orang-orang, bahkan pendakwaan beliau itu menghadapi perlawanan yang keras. Betapa pun, Tuhan Maha kuasa telah memperlihatkan satu Tanda dan Tanda lainnya yang dengan alasan akal dan argumentasi dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. dan pekerjaan Tabligh dari para pengikutnya, betapa pun dengan adanya celaan dan fitnahan itu, orang-orang yang memiliki sifat baik dan shaleh mulai menerima beliau. Di dalam selama hidupnya beliau sendiri, jumlah para pengikutnya sudah mencapai ratusan ribu orang.

Ketika Tuhan mengirimkan Nabi-nabinya, pada mulanya, amanah tabligh mereka menyebar dengan secara perlahan. Kemudian baru mengumpulkan tenaga gerak cepat dan menunggu momentum.  Pada awalnya, tenaga dan sumber daya juga sangat terbatas, tetapi Tuhan menambahnya dan menaikkannya. Ada bertambah banyak Tanda-tanda, seperti halnya yang terjadi di semasa hidupnya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Beliau menubuatkan akan terjadinya wabah penyakit pest yang mulai muncul dalam sekala yang sangat kecil, tetapi kemudian seluruh India ada dalam cengkeraman pest ini. Beliau memprediksikan bahwa beberapa perkara akan terjadi setelahnya beliau tiada dan perkara itu akan terpenuhi di zamannya Manisfestasi yang Kedua, yakni Khilafat. Kami lihat dewasa ini Tuhan menyediakan sumber daya resources dan pengaturan yang sesuai dengan zaman untuk memenuhi janji-Nya itu. Itulah caranya sunnah Tuhan bahwa beberapa perkara akan menghasilkan buah di zamannya Nabi-nabi itu sendiri, namun yang lainnya akan terjadi kemudian. Betapa pun, apa saja yang dijanjikan kepada Nabi-nabi, semuanya pasti akan terwujud. Tuhan berfirman: ‘Fa iimmaa nadz-habanna bika fa innaa minhum muntaqimuun’ – ‘Maka jika Kami membawa engkau, mewafatkan, niscaya Kami akan menuntut balas dari mereka’ (Az Zukhruf, 43:42). Balasan apa pun yang Tuhan nyatakan kepada para pencela dan pemitnah kepada Nabi-nabi pasti hal itu akan terjadi, apakah di zamannya Nabi itu sendiri atau di saat sesudahnya. Demikian pula, kabar-kabar suka itu dipenuhi di dalam masa hidupnya Nabi dan lainnya akan direalisasikan kemudian. Ketika Yang Mulia Rasulullah s.a.w. memberikan kabar suka tentang gelang emas [Kaisar Persia] kepada Suraka, yang hal itu menandakan kemenangan Islam di Persia/Iran. Hal ini terpenuhi di zamannya Hadhrat Umar r.a.

Keshalehan berkembang secara  perlahan-lahan dan lingkungannya bertambah luas dengan secara mantap. Kemudian, taqdir Tuhan menciptakan percepatan dan kondisi yang lebih baik untuk peng-realisasiannya. Kita itu harus selalu ingat bahwa Kekuatan Tuhan itu tidak terbatas. Jika Dia menghendakinya. Dia dapat memenuhi semua janji-janji-Nya dan kemenangan itu di semasa hidup Nabi-Nya. Namun, adalah kehendak-Nya juga bahwa mereka yang menjadi pengikut itu haruslah juga ikut berpartisipasi dalam beberapa keberkahan dan kemenangan itu. Jadi, sumber-sumber daya gerak cepat yang ada di zaman sekarang ini menarik perhatian kami bahwa kita perlu mendaya-gunakan sarana modern ini dan dengan mengikuti jejak para Sahabat, menjadi penolong dari Imam Zaman dan melaksanakan misi-nya. Sumber daya dan resources gerak cepat dan yang handal ini menarik perhatian kami untuk menganggap bahwa gerak cepat ini adalah sebuah berkah dari Tuhan dan menggunakannya untuk penyebaran amanah Agama-Nya. Ayat  ‘Demi mereka yang menyebarkan kebenaran sebaik-baiknya’ menandakan penyebaran amanah yng untuk itu terjadi dengan diturunkannya Yang Mulia Rasulullah s.a.w. Itulah agama yang sempurna yang akan berlangsung terus sampai pada Hari Kiamat, dan untuk menghidupkannya kembali itu, di zaman sekarang ini maka didatangkanlah Hadhrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. Tuhan telah menyediakan alat dan sarana modern untuk penyebaran amanah Islam ini. Para sahabat Nabi Muhammad r.a. waktu itu tidak memiliki alat dan sarana modern, tetapi mereka telah menghormati kewajiban Tabligh-nya. Sekarang, jalan-jalan, sarana dan sumber daya resources sudah ada tersedia, semuanya ini sudah ditaqdirkan di saat pada zamannya pengikut, hamba setia dan pencinta sejati kepada Nabi saw., di mana ayat-ayat tadi sudah menubuatkan tentang hal ini. Di tempat lainnya Kitab Suci Alqur-aan menyatakan: ‘Wa idzash shuhufu nusyirat’ – ‘Dan ketika buku-buku akan disebar-luaskan.’ (At Takwir, 81:11).

Hudhur aba menerangkan bahwa di zamannya Hadhrat Masih Mau’ud a.s. adalah zamannya untuk menyebarkan buku-buku dan literature-literatur. Beliau a.s. telah meninggalkan khazanah tulisan-tulisan beliau Ruhani Khazain’. Kumpulan dari tulisan-tulisan beliau ini telah diterbitkan  di masa hidupnya beliau di mana para sahabat beliau memaikan peranan yang sangat besar dalam penyebarannya. Mereka melaksanakan tugas ini dengan penuh semangat pengrbanan, sebagaimana di zamannya Islam dahulu ketika para Sahabat Nabi menjadi orang-orang yang dicintai oleh Tuhan. Para pengikut Hadhrat Masih Mau’ud a.s. juga meraih kedekatan kepada Tuhan. Dewasa ini, Tuhan telah menyediakan jalan-jalan dan sarana untuk menyebarkan buku-buku ini dan untuk memberikan jawaban terhadap para pencela dan pemitnah kita, yang dapat berjalan dengan lebih cepat dan lebih handal lagi dari yang sebelumnya. Kitab Suci Alqur-aan dan buku-buku dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. serta literatur-literatur lainnya berjalan melewati tingkatan baru dengan penyiaran broadcast melalui Televisi dan the Internet. Beberapa puluh tahun yang lalu, semua hal ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Tuhan telah menyediakan kesempatan sarana ini agra digunakan di dalam membela dan mempertahankan Islam dan dalam Tabligh-nya. Sungguh ini adalah karunia keberkahannya yang dengan penyediaan penemuan-penemuan baru yang modern ini. Kita harus berusaha untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya daripada membuatnya nganggur begitu saja, maka gunakanlah semua penemuan baru ini. Jika kita menjadi bagian dari kelompok yang menyebarkan amanah dari Al-Masih-nya Muhammadiyah a.s. ini kepada dunia, maka kita pun akan bisa termasuk di antara orang-orang yang Tuhan Sendiri menjadi saksi untuk itu.

Hudhur aba. mengatakan dengan MTA sekarang ini, semua orang yang bekerja pada MTA, di mana pun mereka berada di dunia, dimana ia bekerja, adalah untuk membawakan pesan amanah Hadhrat Masih Mau’ud a.s. ke semua ujung dan penjuru dunia. Tuhan telah membuatnya hal ini terjadi, Dia telah memberikan wahyu kepada Hadhrat Masih Mau’ud a.s. ‘Aku akan membawakan Tabligh engkau ke seluruh penjuru dunia’ dan untuk keperluan ini, Dia telah menyediakan sarana-sarana resources ini.

Ini semua adalah taqdir Tuhan dan semua penemuan-penemuan baru menjadi bukti atas nubuatan ini. Jika kita melaksanakan tugas-tugas kami dengan jalan berpartisipasi di dalam bidang Tabligh, maka kami bisa menjadi orang yang meraih kedekatan kepada Ilahi, dan terus senantiasa merenungkan diri sendiri akan hal ini, maka kami akan benar-benar menjadi orang yang menghormati akan kewajibannya. Kemudian hanya dengan demikian para pekerja ini akan menyadari kedudukan mereka dan mereka akan ditarik untuk memenuhi kewajibannya dengan penuh rasa tanggung-jawab. Hanya dengan pertolongan segi teknikal saja, dengan pekerjaan  camera dan seperti itu tidaklah cukup. Perhatian harus ditarik pada beribadah menyembah Tuhan, dan berpaling menghadap kepada Tuhan, untuk mendapatkan hasil yang baik dalam setiap tugas itu, dengan memperhatikan pada ayat ‘Demi mereka yang menyebarkan kebenaran sebaik-baiknya’, usaha dan upaya dilakukan dengan mengikuti jejak dari para Sahabat; yaitu langkah-langkah practical diambil bersamaan dengan beribadah menyembah kepada Tuhan, untuk menyebarkan pesan amanah ini. Ini tidak terbatas pada MTA atau sebuah Team yang bertugas menanggapi pertanyaan dan sanggahan pada websites, setiap anggota Jemaat harus ikut serta di dalam pekerjaan ini dan mengikuti contoh dari para Sahabat. Jika sejauh ini perhatian belum ditarik ke arah ini, inilah waktunya untuk melaksanakannya. Jika setiap Ahmadi berupaya mengambil perananya, insyaAllah, perubahan revolusioner akan segera datang.

Hudhur aba mengatakan pekerjaan Tabligh dan pendayagunaan resources itulah yang akan membuatnya menonjol bahwa ayat Alqur-aan menyebutkan Maka mereka membedakan hak dan batil sejelas-jelasnya’. Setiap orang Ahmadi yang ikut berpartisipasi dalam suatu bentuk Tabligh adalah merupakan bagian dari ini; apakah dengan melalui Internet, dengan literature atau para pekerja di MTA, bahkan mereka yang tidak terlibat langsung pun tetapi yang merupakan bagian dari system, mereka itulah yang sedang menyebarkan amanah ke-shalehan kepada dunia. Dewasa ini, penyebaran dari sarana hiburan dan perkara-perkara mubadzir pun sedang berlangsung di dunia melalui sarana yang sama, tetapi para pengikut Al-Masih Muhammadiyah a.s. bekerja menyebarkan amanah Tuhan ke seluruh dunia. Saluran-saluran TV lainnya juga ada menyediakan sarana penyebaran amanah Islam, tetapi jam tayangannya amat terbatas, dan dikarenakan mereka itu tidak menerima Imam Zaman, maka mereka itu justru menyampaikan innovasi-inovasi yang merugikan, yang merusak, yang kadang-kadang dapat merusak esensi dari amanah Islam ini.

Hudhur aba memberikan contoh di mana ada sebuah acara TV yang menyebutkan bahwa Purdah it tidaklah penting untuk kaum wanita, bahwa perintah Alqur-aan itu hanyalah untuk menutup bagian dada saja dan tidak menyebutkan tentang keharusan memakai kerudung kepala, walaupun sebenarnya hal itu sudah sangat jelas. Juga dikatakan bahwa perintah itu hanyalah bagi para istri Nabi Muhammad Rasulullah s.a.w., walaupun dalam ayat yang sama ada disebutkan juga bahwa perintah itu adalah bagi kaum wanita yang beriman. Orang-orang ini merusak esensi dari amanah Islam. Di zaman ini, ajaran hakiki itu adalah yang disebarkan melalui Al- Hakam (Hakim) dan Adl (orang yang menegakkan ke-adilan) dari aman ini. Dan ajaran itulah yang membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar atau batil, dan itulah tugas dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s. untuk menjelaskannya. Maka mereka membedakan hak dan batil sejelas-jelasnya,’. Sebagai pengikut dari Hadhrat Masih Mau’ud a.s., kami harus beralih dari lingkugan dunia materialistic environment dan untuk tetap teguh pada lingkungan yang sudah ditetapkan bagi para pengikut beliau a.s.  Perbedaan ini akan menjadi nyata jika amalan kita sudah menggambarkan hal tersebut. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah menyajikan gambaran yang indah dari Islam yang adalah gambaran asli dari yang disajikan oleh Yang Mulia Muhammad Rasulullah s.a.w. Inilah apa yang diperlukan oleh dunia dan yang diperlukan dari kita sekarang ini.

Hudhur aba mengatakan dalam hal Tabligh, program pembagian selebaran leaflet di UK dan di tempat-tempat lainnya sudah sukses. Penyebaran leaflet ini telah membeikan efek yang bagus.. Diperkirakan di USA program ini tidak akan sukses, namun setelahnya proyek dimulai, orang-orang dengan senang hati menerimanya dan mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka mendengar amanah Islam. Surat-surat kabar juga meliput hal ini dan banyak kolumnis terkenal pada Surat-surat kabar Nasional menulis tentang hal ini. Surat-surat kabar ini memiliki sirkulasi ratusan ribu lembar, jadi pesan amanah kita itu telah sampai pada banyak sekali orang-orang. Juga ada orang-orang yang mula-mulanya menolak tidak mau menerima selebaran kita itu, namun ketika diterangkan kepada mereka bahwa amanah kita adalah tentang cinta, kasih-sayang dan persaudaraan, mereka mau mengambil leaflet kita itu. Jadi di sinilah letak perbedaan antara amanah kita dengan amanah dari orang lainnya. Kami itu sudah diajari jalan-jalan dan cara ber- Tabligh oleh Sang Imam Zaman. Ketika surat-surat kabar di USA sudah meliput leaflet-leaflet kita, maka anak-anak muda kita juga mendapatkan kepeercayaan pada diri sendiri. Pada mulanya mereka ini merasa sedikit ragu-ragu, barangkali dikarenakan sedikit rasa rendah diri inferiority complex. Ini terjadi si mana mereka kurang ilmu. Pujian dari orang-orang luar telah membuat mereka merasa percaya diri. Inilah tarap permulaannya, yang akan membuka banyak jalan-jalan lainnya. Maka pesan amanah berikutnya perlu dipikirkan.

Hudhur aba mengatakan ada orang yang menyarankana agar teks pesan amanah [Tabligh] ini dikirimkan dari India, yang akan sangat effective. Hudhur mengatakan, pertanyaan timbul, team yang mana yang akan mengirimkan pesan amanah ini dan dan dikirimkan ke Negara-negara mana? Walaupun nomor-nomor tilpon bisa didapatkan dari Buku-buku Tilpon, tetapi ada terdapat halangan dari segi hukum yang melarang untuk mengirimkan pesan atau surat yang tidak diminta, walaupun isinya baik. Lagipula, metoda ini tidak akan memberikan hasil efek seperti halnya kalau dilakukan dengan cara bertemu muka. Usaha-usaha secara pribadi mrmbrtikan hasil dalam Tabligh. Pesan-pesan secara tertulis memberi manfaat seperti halnya iklan, tetapi menurut pendapat Hudhur, Tabligh itu tidak dapat dikerjakan dengan secara demikian. Hudhur mengatakan, beliau juga ingin mengatakan hal ini ketika di Pakistan dan di beberapa Negara Muslim ada halangan secara hukum, maka usaha besar-besaran harus dilakukan di tempat-tempat di mana terdapat kebebasan dan kemerdekaan. Setiap tahunnya pesan perkenalan ini perlu sampai kepada ratusan ribu orang dan yang perlu ditindak-lanjuti pada tahun yang berikutnya dengan pesan amanah selanjutnya. Seluruh system organisasi harus sama sekali terlibat di dalam perkara ini. Program penyebaran leaflet ini juga diberitakan oleh Surat-surat Kabar di tempat-tem,pat lainnya selain USA. Maka, pesan amanah Hadhrat Masih Mau’ud a.s. itu telah sampai pada jutaan orang. Sekarang, ini perlu meneruskan program ini dengan dengan penuh tenaga semangat yang lebih besar lagi.

Di antara tugas-tugas Nabi-nabi itu satunya adalah untuk memberi peringatan  Kadang-kadang perlu untuk memberi peringatan kepada dunia, ‘Kemudian mereka menyampaikan peringatan Allah’, ini pun juga adalah sesuatu yang harus dikerjakan oleh pengikut seorang Nabi. Adalah perlu untuk untuk memberikan pesan amanah kepada orang, yang harus diikuti oleh pesan amanah lainnya, agar supaya dunia yang berada pada jalan yang salah itu akan terselamatkan dari jatuh ke dalam jurang Api Neraka. Maka untuk ini, usaha-usaha yang konstan harus terus dikerjakan. Tuhan telah menyatakan dua bagian dari pesan amanah: ‘‘Sebagai alasan dan atau sebagai peringatan’.  Jika mereka itu tidak acuh, maka mereka akan menerima hukuman.

Hadhrat Masih Mau’ud a.s. explains the verses, ‘‘Kemudian mereka menyampaikan peringatan Allah.’ Melibatkan diri mereka dengan tanggung-jawab atau dengan cara memberi peringatan’ menyatakan bahwa kebenaran dari seorang Nabi itu dapat dikenali oleh beberapa orang, namun, sifat bandel dan keras kepala serta egotisme membuat mereka menolak Nabi. Ada di antara orang-orang tersebut yang harus bertanggung-jawab di hadapan Tuhan nanti dan ada juga yang menjadi sadar. Tuhan menyimpan cambuk-Nya sampai lain waktu, tetapi jika tidak datang bertaubat, maka Alqur-aan acapkali menyatakan dalam nada: ‘Sesungguhnya, apa yang sudah dijanjikan kepada engkau itu pasti akan terjadi.’ Yaitu bahwa jika peringatan itu tidak diacuhkan, maka peringatan itu akan bisa terjadi di dunia ini juga, dan juga berarti hukuman di Akhirat nanti. Jadi ada dua macam pesan, satunya peringatan kepada para pencela dan pemitnah dan satunya lagi adalah janji kemenangan bagi Nabi dan Jemaat-nya.

‘Maka apabila bintang-bintang telah pudar cahayanya’ (77:8)ini menandakan tentang zaman ini, dimana mereka yang dikatakan sebagai ulama atau pemimpin agama itu akan kehilangan ilmu mereka. Mereka tidak memiliki nur-cahaya di mana orang-orang yang tidak memiliki cahaya-nur tidak akan bisa memberi bimbingan petunjuk. Hudhur mengatakan nampaknya punya satu kerjaan, yaitu untuk menggunakan kata-kata yang buruk yang abusive bagi Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Sejak kemarin, apa yang dinamakan Konperensi Khatm e Nabuwat yang sedang berjalan di Rabwah, yang dihadiri oleh maulvi-maulvi besar, seperti dari laporan yang diterima sebegitu jauh, Hudhur mengatakan, mereka itu hanyalah mengungkapkan caci-makian yang nonsense tentang Jemaat kita, Peribahasa Arab tentang bintang-bintang yang telah pudar cahayanya (77:8), menandakan bahwa ulama-ulama mullah pemimpin agama ini hilang ilmu keagamaannya. Di sini, menandakan bahwa dengan mahrumnya mereka dari ilmu keagamaan yang hakiki, maka mereka itu akan menjadi orang-orang yang menyebarkan kegelapan dan yang membawa orang-orang ke jalan kesesatan. Sebagai akibat dari ini, ketika Tuhan mengirimkan seorang wujud yang memberikan penjelasan dan peringatan, jika ia itu diacuhkan, maka taqdir Tuhan akan datang ber-aksi, dan bencana alam pun akan terjadi.

‘‘Dan apabila langit terbelah,’ memiliki arti konotasi  scientific dan juga arti spiritual. Ruang angkasa baru telah ditemukan; alam semesta baru telah ditemukan dan juga planet-planet baru. Juga, lapisan ozone menjadi rusak yang mengakibatkan adanya perubahan besar cuaca. Ayat ini pun juga menunjukkan kedatangannya Al-Masih di dunia spiritual. Bilamana bintang-bintang menjadi pudar cahayanya, maka datanglah kegelapan. Tuhan pun mengirimkan cahaya nur melalui Nabi-nabi-Nya, yang mendirikan Jemaat-nya. Manifestasi dari wahyu-wahyu dan mimpi yang benar dimulai dari Nabi dan beberapa dari para pengikutnya. Tuhan menyatakan bahwa ketika proses kekuatan spiritual itu dimulai, apa yang dinamakan sebagai mullah pemimpin-pemimpin agama, tidak akan mampu untuk membuat penghalang baginya. Biarlah, betapa pun mereka yang dinamakan sebagai mullah, pemimpin agama ini, biarpun demikian besarnya, kuatnya, orang yang egotistical yang menganggap dirinya setinggi dan sekuat gunung, yang berusaha untuk bertanding melawan Nabi-nabi dari Tuhan semuanya akan dihancur-leburkan sebagaimana dalam ayat ‘‘dan apabila gunung-gunung dihancur-leburkan,’ Hudhur mengingatkan bahwa orang itu janganlah menganggap bahwa dia itu mendapatkan dukungan masa yang kuat atau mendapat backing dari Kerajaan Arab atau mendapat dukungan dari Negara-negara Barat. Bilamana ada orang yang berusaha untuk melawan dan menandingi Nabi Tuhan, dukungan masa pun tidak ada faedahnya, dan juga tidak ada gunanya harta kekayaan dan bantuan dukungan dri kerajaan. Mereka boleh saja berasumsi sekuat gunung-gunung, tetapi semua orang-orang ini akan buyar di udara. Pada kenyataannya, dukungan-dukungan yang sudah di-presumsikan juga akan bubar. Ini adalah nubuatan dari Tuhan dan kami sudah menyaksikan bagaimana gunung-gunung itu runtuh di dalam sejarah Jemaat kita ini.

‘‘Dan apabila Rasul-rasul didatangkan pada waktu yang ditentukan —‘ ini adalah nubuatan mengenai kedatangan atau diturunkannya Al-Masih dan Mahdi. Bahwa seorang Nabi akan dibangkitkan yang akan mewakili semua Nabi-nabi. Ini juga adalah sebuah nubuatan yang telah diberikan oleh semua Nabi-nabi Tuhan di zaman mereka dan yang akan terpenuhi dalam wujud Hadhrat Masih Mau’ud a.s.. Tuhan telah memberikan wahyu kepada beliau: ‘Pahlawan dari Allah; dalam jubah-jubah dari para Nabi-nabi [Tadhkirah p. 793].

Dengan membacakan intisari dari tulisan-tulisan Hadhrat Masih Mau’ud a.s. Hudhur aba mengatakan bahwa Hadhrat Masih Mau’ud a.s. telah menerima satu kadar takaran sifat-sifat istimewa dari semua Nabi-nabi Tuhan, mulai dari Adam a.s. Semua musuh-musuh dari semua Nabi-nabi berujung pada keakhiran yang mengerikan. Di zaman ini pun ada orang-orang yang bisa diperbandingkan dengan mereka itu, dan jika mereka tidak sadar dan tidak bertobat maka semua siksaan di masa lampau itu akan berkumpul menjadi satu di zaman ini. Hadhrat Masih Mau’ud a.s. mengatakan, hanyalah sifat Tuhan Yang penuh Kasih-sayang-lah yang sebegitu jauh memberikan tenggang waktu kepada mereka itu. Hudhur aba berdoa semoga Allah Taala memberikan pikiran dan akal sehat kepada dunia untuk dapat mengerti akan pesan amanah ini dan semoga Dia memberi taufik dan kemampuan kepada kita untuk bisa menyebarkan amanah ini dan berusaha untuk menyelamatkan dunia, sejauh yang kita dapat lakukan; aamiiin.

PPSi, Mersela-Jak.Bar.; 21 Oktober 2010