Khutbah tanggal 6-7-2001 Khu-19 10 h.

Terjemah:Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.Maha Pengasih Maha Penyayang.Pemilik hari pembalasan.(Al-fatihah)

Disini sifat rahmaniyat(Maha Pengasih/memberi tampa diminta) yang sedang dibahas.Sebelumnya bagian ”rahman dan rahim” kedua-duanya yang merupakan satu kumpulan,berkenaan dengan itu telah cukup yang dibicarakan…….tapi masih banyak ayat-ayat yang tertinggal. Selain ayat-ayat kepada Hazrat Masih Mauud a.s. juga banyak ilham-ilham berkenaan dengan kata “rahman”..

Jadi, hari ini pertama-tama dari ilham-ilham Hazrat Masih Mauud a.s. kata ilham yang berkenaan dengan  kata “rahman” yang saya akan sajikan.Buku catatan ilham-ilham Hazrat Masih Mauud a.s.:”inni anarrahmanu dzu-lluthfi wannada inni ana rrahmaanu dzul majdi wal wala-Saya adalah Rahman pemilik sifat lemah-lembut dan anugerah/ampunan.Dan Saya-lah Pemilik kemuliaan dan keagungan”.

Kemudian ada ilham “inni .ana-rrahmaanu sa ajilu laka suhuwlatan fi amriy-Saya-lah Rahman, Saya akan menciptakan kemudahan untukmu dalam pekerjaanmu”.

Kemudian ilham:inni “ana rrahmaanu uqdiru ma a syaa-Saya adalah Tuhan Rahman  Yang menentukan apa yang Saya ingikan ”

Kemudian ada ilham”:inni ana rrahmaanu fantazhir-Saya adalah rahman yang pertolongan-Ku ditunggu-tunggu”

Kemudian ilham:”inni ana -rrahmaanu la yakhaafu ladayyal mursaluwn-Saya adalah Rahman Rasul tidak takut disisi Saya”.

Kemudian dalam kaitan kata “rahman” ada sebuah ilham:”inni ana-rrahmanu la yukhdza ‘abdiy wala yuhaanu ‘isyquka wala yuhaanu ‘syquka qaa imun wa washluka daa imun-Saya lah Rahman hamba-Ku tidak diremehkan dan dia tidak dihinakan.Cinta Engkau tegak dan ikatan dengan engkau akan selalu kekal abadi”.

Kemudian ada satu ilham:”inni ana-rrahmaanu ashrifu anka suw al aqdaar-Sungguh Saya adalah rahman Saya akan menjauhkan taqdir  buruk dari engkau”.

Kemudian  satu ilham 3 Maret 1901:”inni anarrahmaanu daa fiul adza-Saya adalah  Rahman yang menjauhkan penderitaan-penderitaan”

Adapun ilham tahun 1901 secara khusus hubungannya dengan kita:”inni ana rrahmaanu naashiru hizbihi-Sayalah Rahman Yang menolong Jamaat-Ku .Jadi kitapun kepada Tuhan  Yang Rahman-lah  dengan rendah hati memohon pertolongan untuk Jemaat.

Kini saya mulai membacakan  ayat-ayat  Al-quran di mana ada kata rahman:”wa ila hukum ilahun waa hid laa ila illa huwa-rrahmanu-rrahiym”.Di sini bersama rahman  ada rahim juga.Dan Sembahan/Tuhan kamu hanya satu sembahan.Tidak ada  sembahan, namun Dialah Yang Rahman dan Rahiym”.

Surah Al-Baqarah. Hazrat Khalifatul-masih awwal dalam menafsirkan ayat ini bersabda,”Sembahanmu hanya satu yang disebut “Allah”.Dia pemilik setiap sifat yang sempurna. Bersih dari semua keburukan. Yang Menganugerahkan kebaikan-kebaikan tampa diminta. Juga Pemberi anugerah atas dasar permohonan dan kerja keras orang-orang. Selain Allah  tidak ada sembahan.“. Selanjutnya beliau menerangkan di  ayat di atas dimana  disebutkan laknat-laknat terhadap orang-orang kafir. Dan memberitahukan satu resep untuk terhindar dari itu .Tunduk pada Tuhan Yang tidak ada  menyamai dalam sifat dan Zat-Nya. Disini ada sebutan dua sifat agung sembahan ini.”Ar-rahman-Yang Mengasihi tampa imbalan”.”Ar-rahman” adalah dari sejak mulai kelahiran alam raya ini  dan tampa imbalan Dia telah mengasihi tampa suatu imbalan dan tampa adanya kemungkinan menginginkan.”Ar-rahiym-Wujud yang tidak menyia-nyiakan kerja keras yang benar, bahkan wujud yang menganugerahkan ganjaran. Dia sendiri Yang memberikan bukti akan wujud-Nya dan memberikan bukti sifat Rahmaniyat-Nya. Bukti pertama adalah kejadian langit dan bumi dan perubahan siang dan malam.Manusia coba lihat cangkir  kecil pada seseorang maka dia tidak akan pernah menyangka bahwa itu terjadi dengan sendirinya. Mereka melihat sedemikian besar langit dan bumi lalu kenapa tidak akan timbul keyakinan bahwa ada wujud/orang yang menciptakannya.

Hazrat Masih Mauud a.s. bersabda,”alhamdu lillahi rabbirra-ahman dzil majdi wal fadhli wal-ihsan khalaqal insaan ‘allamahul bayaan tsumma ja’ala min lisaanin wa ‘idatin alsinatan fil buldan kama ja’ala min launin waahidin alwaan wa ja’alal ‘arabiyyata ummallikullisaan .ini diambil dari tulisan Hazrat Masih mauud a.s. Minannurrahman.Semua pujian adalah untuk Tuhan yang Rab dan Rahman.Kemuliaan ,karunia dan kebaikan adalah sifat-Nya Dia telah menciptakan manusia,mengajarkan padanya bicara,dari satu bahasa banyak bahasa-bahasa yang dijadikan/jalankan-Nya,sebagaimana dari satu warna banyak berbagai jenis warna-warna Dia ciptakan.Dan telah menjadikan bahasa Arab sebagai ibu semua bahasa.

Di catatan kaki kitab ini ada tertera catatan: Dari segi pembagian mulai dari sejak awal Rahmat Ilahi  telah zahir  pada anak cucu Adam dengan dua cara..Pertama ,adalah rahmat yang mengiringi seorang hamba tampa adanya usaha seorang hamba yang berusaha, seperti langit dan bumi,matahari dan bulan,bintang-bintang,air dan udara,api dan semua nikmat-nimat yang tersedia untuk berjalannya kehidupan manusia.Karena tampa diragukan semua benda-benda ini adalah rahmat untuk ummat manusia yang dianugerahkan padanya tampa adanya hak dan hanya karunia, rahmat dan kebaikan semata.dan ini merupakan karunia khusus yang mana sama sekali tidak ada ikut campur permohonan manusia di dalamnya. Bahkan sebelum adanya wujud benda-benda itu yang mana kehidupan manusia bergantung padanya, itu telah Dia ciptakan. Dan kemudian dengan sifat itu hal inipun juga jelas bahwa semua benda-benda ini bukan karena amal baik manusia,bahkan pengetahuan  dosa manusia yang dari sebelumnya telah diketahui oleh Tuhan dengan zahirnya nikmat-nikmat ini tidak menjadi pnghalang.Jelas hal itu ada dalam pengetahuan Tuhan bahwa manusia akan banyak berbuat dosa,namun meskipun demikian Dia menurunkan rahmat-Nya. Betapapun seorang yang meyakini Awagon/tanasukh(re-inkarnasi/manusia berkali-kali mati dan hidup kembali) tenggelam dalam taqlid buta dan kejahilannya,  namun hal ini tidak bisa dibawa pada Awagun bahwa “manusia” adalah  buah dan akibat pekerjaan baik manusi. Untuk tinggal/ ketenteramannya Dia telah menciptakan bumi dan untuk menjauhkan gelapnya matahari dan bulan telah diciptakan. Sebagai ganjaran pekerjaan/usaha baiknya telah diciptakannya air dan delima. Sebagai  ganti dari  kezuhudan dan ketakwannya untuk bernapas udara yang telah Dia ciptakan,karena sebelum keberadaan manusia dan sebelum kehidupan manusia benda-benda ini telah ada.Dan selama keberadaan wujud benda-benda itu sebelumnya tidak ditetapkan, sampai pada waktu itu gambaran wujud manusia pun adalah gambaran angan-angan belaka.Ini bagaimana mungkin terjadi benda-benda ini yang di satu segi manusia perlu untuk wujud dan keberlangsungannya, itu zahir sesudah kezahiran manusia..Wujud manusia sendiri merupakan ciptaan terbaik yang telah disiapkan dari sejak permulaan. Semua hal-hal ini  sudah ada sebelum penyempurnaan manusia dan inilah rahmat khusus yang mana tidak ada ikut campur pekerjaan, ibadat dan usaha kerja keras manusia.

Kemudian surah Ar-ra’d:”kadzaalika arsalna ka fi ummatin qad khalat min qabliha wa umamun litatluw ‘alaihimulladziy auhaina ilaika wahum yakfuruwna birrahman qul hua rabbiy laa ilaha illa huw ’alai hi tawakkaltu wa ilaihi matab-Seperti itulah kami telah mengirim engkau pada satu ummat yang sebelumnya banyak ummat-ummat telah berlalu, supaya kamu membacakan pada mereka yang kami telah wahyukan padamu. Merkipun mereka mengingkari Tuhan Yang Rahman

Disini wahyu Al-quran dihubungkan dengan rahmaniyat sebagaimana di dalam ayat yang lain juga. Maksudnya adalah bahwa Rahman Al-quran tidak hanya sekedar rahman alam raya, yakni memberikan alam raya tampa diminta.Bahkan tampa meminta nikmat Al-quran juga Dia telah anugerahkan. Katakanlah olehmu bahwa Dia adalah Tuhanku,.tidak ada sembahan kecuali Dia. Kepada-Nyalah saya bertawakkaldan kepada-Nya-lah tunduk saya  dengan rendah hati.

Allamah Fakhruddin Raziy juga telah menafsirkan ayat ini.Dalam menafsirkan ayat ini menulis“wahum yakfuruwna bi-rrahman -bahwa kondisi orang-orang kafir Mekah adalah kepada Tuhan Rahman yang rahmat-Nya melingkupi segala sesuatu  mereka  ingkari. Padahal setiap nikmat yang ada padanya adalah dari Tuhan Yang Rahman.Dan mereka pun mengingkari nikmat Tuhan bahwa nabi yang semulia engkau  Dia telah kirim kepada mereka.Jadi, kaitan rahmaniyat bukan hanya dengan turunnya Al-quran bahkan dengan wujud Rasulullah saw. juga Oleh karena itu beliau difirmankan sebagai rahmatullil’aalamiyn(rahmat untuk seluruh alam) Dan mereka juga mengingkari nikmat Tuhan bahwa   padanya Tuhan telah menurunkan Al-quran sebagai kalam yang penuh mu’jizat.

Kemudian dalam surah Bani Israil ada ayat:”qul ud’ullaha awid’u-rrahman ayyumma tad’uw falahul asmaaul husna wala tajhar bisholaatika wala tukhaafit biha wabtagiy baina dzalika sabiylan– Katakanlah,  apakah kamu menyeru (nama)”Allah” atau”rahman”dengan nama apapun kamu memanggil-Nya,semua nama  baik adalah milik-Nya. Dan sembahyang kalian janganlah lakukan  dengan suara terlalu keras dan jangan pula terlalu rendah dan usahakanlah jalan tengah.”

Pertanyaan adalah “menyeru rahman” dan mengatakan  “semua nama baik adalah milik-Nya”,ini apa kaitannya dengan sembahyang “jangankan lakukan dengan suara  tinggi.dan jangan pula terlalu rendah ? ”. Dalam kaitan ini ada riwayat Ibni Abbas berkenaan dengan ayat ini.Ayat  suci ini  turun ketika  Rasulullah saw. di Mekah dalam keadaan terselubung.Ketika beliau mengimami para sahabah beliau, beliau membaca Al-quran dengan suara keras.Jadi, ketika orang-orang musyrik mendengar suara beliau maka mereka mencaci maki Yang menurunkan Al-quran dan yang membawa Al-quran.Atas hal itu Allah berfirman kepada nabi-Nya.”Wala tajhar bisholaatika” yakni janganlah sedemikian tinggi membaca Al-quran yang setelah mendenganrnya orang-orang musyrik mencaci ” Al-quran.Wala tukhaafit biha” maksudnya adalah Al-quran itu sedemikian  pelannya jangan pula hendaknya dibaca yang karenanya sahabah engkau pun tidak bisa dengar.”wab tagi bainadzaalika sabiyla dan pilihlah jalan di antara keduanya. Muslim Kitabuttafsir.

Kini ayat surah Maryam:”qul fi kitaabi maryam idzintabadzat min ahliha makaanan syarqiyya fattakhadzat minduwnihim hijaba fa arsalna ilaiha ruwhana fatamatstsala laha basyaran sawiyya qaalat inni a’uwdzubirrahmani in kunta taqiyya.

Disini ketika malaikat datang membawa berita maka secara zahir itu datang dalam bentuk manusia dan  manusianya pun dalam bentuk yang sangat cakep dan badannya pun berimbang.Atas datangnya malaikat itu Hazrat Maryam Siddiqah menjadi terasa bahwa ini datang dengan niat yang tidak baik.Karena beliau tidak mengetahui bahwa ini adalah malaikat.Yang beliau ketahui  adalah seorang yang sangat cakep,mempunyai struktur badan yang  berimbang.Atas hal itu beliau meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Rahman.Disini perlindungan pada Tuhan yang Rahman apa sangkut pautnya. Perlindungan pada Tuhan yang rahman adalah karena  beliau  yakin bahwa anak yang akan dianugerahkan pada beliau itu adalah hasil dari rahmaniyat Tuhan.Dan disitu tidak ada unsur  campur tangan  manusia.Oleh karena itu pada perlidungan Tuhan Yang Rahman itulah beliau datang dan perlindungan Dia itulah yang disebutkan.Yang berkenan dengan itu beliau yakin bahwa kelahirn Hazrat Isa a.s. adalah akan merupakan bayangan rahmaniyat Tuhan.

Hazrat Khalifatul masih awwal bersabda,”Pertama disebutkan mengenai doa-doa Hazrat Zakaria a.s. kemudian  Hazrat maryam.Bahwa bagaimana setelah kesulitan Allah memberikan kemudahan pada-Nya. Begitu juga Rasulullah saw. dihibur bahwa Islam akan keluar dari kesulitan-kesulitan itu dan orang-orang mu’min hendaknya mempunyai  harapan besar terhadap Tuhan.

Ini merupakan uraian Hazrat Khalifatul-Masih awwal. Perlu direnungkan bahwa apa hubungannya dengan  “keluarnya Islam dari kesulitan”. Sejauh yang saya telah renungkan hubungannya adalah bahwa  sebagaimana Allah telah menganugerahkan anak pada Hazrat Maryam serupa  itu pula Tuhan di dalam Al-quran berfirman bahwa Saya akan menganugerahkan kepada hamba-hamba Saya yang terpilih sifat-sifat Maryam  dan dari dalam dirinya akan lahir putra ruhani yang akan mejadi Masih. Jadi, ini pada dasarnya mengisyarahkan  bahwa Hazrat Masih Mauud a.s. juga sifat Maryam itulah yang dianugerahkan pada beliau,yakni jiwa/naluri suci yang sama sekali tidak ada hubungan dengan keinginan manusia. Sesudah sifat Maryam itu kemudian dari sifat itu Allah  secara rohani telah menjadikan beliau Isa.Dan masaalah ini untuk mulla-mulla/kiyai-kiyai Islam mrupakan masaalah yang sangat sulit. Mereka selalu mentertawakan  bahwa  ketika Hazrat Masih Mauud a.s. dijadikan Maryam,kemudian sesuai dengan kata-kata mereka –naudzubillahi min dzaalik- beliau datang bulan dan dengan demikian  seperti itulah beliau menjadi Maryam sebagaimana  perempuan-perempuan layaknya. Maka Hazrat Masih mauud a.s. tidak  menjawab cemohan ini kecuali menyerahkan masaalah ini  pada Tuhan. Jadi sesuai dengan itu  jika hal inilah yang terjadi maka Al-quran memberikan dua mitsal perempuan.Satu adalah Hazrat Maryam yang merupakan misal/perumpamaan yang tinggi.Disini  tidak ada campur aduk keinginan manusia.Dan yang kedua adalah misal istri Firaun, yang merupakan misal tingkatan orang-orang mu’min yang lebih rendah.Namun, tingkatan inipun sangat agung luar biasa .

Maka saya selalu menanyakan pada mulla-mulla bahwa kalau kalian tidak ingin mebawa  sifat Maryam dan tidak akan pernah kalian bisa ,maka perlihatkanlah menjadi istri Fir’aun dan kemudian renungkanlah apa yang kalian akan lakukan pada waktu itu ketika Fir’aun menurut kalian adalah suami kalian. Maka ini adalah hal-hal mencemohkan yang mana Allah mengembalikan ejekan ini kepada mereka. Satu kali saya masih ingat di mesjid Mubarak,ada delegasi/rombongan datang dari Karaci.Disana ada seorang maulvi dengan suara lantang dan bangga mengajukan  keberatan:“Saya menerima semuanya,  namun berilah pengertian pada saya Hazrat Masih Mauud bagaimana menjadi Maryam.Anda berkata bahwa anda tidak akan bisa mengerti.Anda adalah orang yang berfitrat kotor. Coba saudara berilah pengertian pada saya bahwa saudara pasti menjadi salah satu dari antara yang dua. Jika tidak bisa menjadi Maryam maka pasti harus menjadi istri Fir’aun.Kini  coba beritahukanlah sebagai istri Fir’aun apa yang akan terjadi dengan anda Hal-hal lainya saya tidak ingin mengucapkan secara terinci kareana itu sesuatu yang memalukan.Dan saudara tidak ada malu.Saudara fikirkanlah sendiri.Mendengar ini dia segera lari. Begitu pergi dari pertemuan/majlis itu dia langsung  pergi  Karaci.Dan samasekali dia tidak pernah lagi menyebut masaalah ini di hadapan orang-orang Ahmadi.oleh karena itu  hal ini  berkaitan dengan rahmaniyat .Dan merupakan rahmat Tuhan Rahman-lah  bahwa Dia terhadap hamba-Nya tampa keinginannya, tampa egonya Dia menganugerahkan sifat ruhani yang tinggi dan kemudian dari itu Dia menciptakan Isa, sebagaimana Maryam tampa keinginan nafsu pribadi dianugerahi Hazrat Isa.

Ada lagi satu ayat surat Maryam. “Ya abatiy la ta’budusysyaithaan innasysyaithaana kaana lirrahmaani ‘ashiyya ya abatiy inni akhaafu an yamassaka ‘adzaabun minarrahmaani watakuwna lisysyaithaani waliyya-Hai bapakku la ta’budu sysyaithaan-janganlah menyembah syaithaan inna sysyaithaana kaana lirrahmaani ‘ashiyya-Syaitan adalah benda yang sial yang telah mengingkari rahman.Sedangkan setelah mengingkari rahmaniyat tidak akan ada yang tersisa.ya abati inni akhafu an yamassaka ‘adzaabun minarrahmani-hai hambaku-ini adalah kara-kata Hazrat Ibrahim a.s.dalam berdialoh dengan bapaknya-hai bapakku saya khawatir azab akan sampai  pada engkau dari Tuhan Yang Rahman (Yang Maha Pengasih) watakuwna lisysyaithaani waliyya yang sebagai akibatnya engkau tidak akan menjadi teman siapapun kecuali syaitan.Dan syaitan akan menjadi teman engkau.

Nah,sampainya azab dari Tuhan Rahman adalah dalam bentuk satu azab yang sangat mengerikan. Karena rahmaniyat ,jelasnya, melingkupi segala sesuatu Jika dalam kondisi sebagai Rahman azab-Nya sampai kepada seseorang, maka maksudnya adalah bahwa segala tuntutan rahmaniyat dan setiap kebaikan dia telah ingkari.Oleh kaarena itu sesudah kata rahman ayat ini juga yang diletakkan bahwa saya adalah Rahman dan Saya Maha Pengampun. Namun, inna ‘adzaabiy lasyadiyd-adzab Saya sangat keras. Siapa yang mengingkari rahmaniyat maka dengan sangat keras dan tegas  dengan bahasanya sendiri  dia meminta azab.

Ketika Hazrat Maryam melahirkan,sebelumnya di dalam satu ayat kemudian datang kata rahman Jadi kata rahman sedemikian rupa berantai dengan anak Hazrat Maryam,yang mana ini bukanlah peristiwa  kebetulan. Dalam jangka beberapa tahun Al-quran turun.Dan dalam masa 23 tahun satupun tidak ada yang kontradiksi. Di setiap tempat kelahiran masihiyat disatukan dengan rahmaniyat.Jadi, Al-quran sendiri adalah  bukti kehidupannya sendiri dan merupakan bukti rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Apabila bukan Tuhan Yang Rahman yang  menurunkan/menerapkan  Al-quran ini,bahkan  seorang hamba dari dirinya sendiri  tampa suatu kontradiksi seperti itu, tidak akan bisa terus menerus menerangkan berkenaan dengan rahmaniyat, pasti tidak boleh tidak di salah satu tempat akan diketemukan  kontradiksi.

Di dalam ayat ini malaikat sambil berdialogh berkata padanya atau Allah sambil berdialogh berfirman padanya “fa quwliy wasyrabiy wa qarriy ‘ainaa-makanlah dan minumlah dan sejukkanlah matamu fa imma tarayinnaka minal basyari ahada-maka jika kamu melihat seorang manusia faquwli inni nadzartu li rrahmaani shauma-maka  katakanlah bahwa saya telah berjnji dengan  Tuhan Rahman saya  bahwa saya sendiri tidak akan berbicara falan ukallimal yauma insiyya-jadi, janji  yang telah saya ikat dengan Tuhan Yang Rahman saya tegak di atas itu dan kini saya tidak akan berbicara dengan  siapapun.Disini adalah isyarah  bahwa Allah mengajarkan kepada Hazrat  Masih hukum-hukum/perintah-perintah kenabian mulai sejak kecil.Kalian keberatan bagaimana beliau menjadi nabi pada waktu anak kecil. Beliau bukanlah nabi pada waktu itu.Ini  benar, beliau bukan nabi. Namun, seorang anak bisa melihat dalam mimpi dan anak yang baik mimpi-mimpi yang baiklah yang dia lihat.

Adapun anak zina sebagaimana terhadap beliau tuduhan ini dilontarkan pada, maka beliau  hendaknya melihat /datang mimpi-mimpi yang buruk. Tapi, Hazrat Masih a.s. dimasa kanak-kanaknya pun mimpi-mimpi yang sangat bersih dan suci  yang datang pada beliau.Dan ketika mereka bertanya kepada Hazrat Maryam bahwa bapak kamu begitu  suci bagaimana dengan kamu ini.? Maka Hazrat Maryam bukannya sendiri yang berbicara,  beliau mengisyarahkan kepada Hazrat Masih.”Tanyakanlah padanya”. Maka dia(Hazrat Masih) seorang anak kecil yang ada dalam timangan /pangkuan selalu mengatakan,”Saya adalah yang diberikan kitab,yang dijadikan nabi..Allah dengan karunia-Nya banyak memberikan nikmat-nikmat padaku”. Maka seorang anak kecil bagaimana gambaran/ingatan itu  bisa datang dengan sendirinya.Ini merupakan anggapan/khayalan yang salah bahwa pada waktu itu beliau diberikan kitab.Ini adalah merupakan satu nubuatan yang nanti akan sempurna di kemudian hari.

Jadi, Hazrat Masih di dalam itu ada perintah  kepada  beliau untuk membayar  zakat. Anak kecil jelasnya tidak bisa membayar zakat Dari itu dapat diketahui bahwa apabila tiba waktu dikemudian hari ketika beliau pantas untuk memberikan zakat beliau akan mendapatkan perintah ini.

Kemudian ayat dalam surah Maryam: “ulaa ikalladziyna an’amallahu ‘alaihim minannabiyyin min dzurriyyati aadam- Mereka itulah semua  orang-orang yang Allah telah anugerahkan kaarnia-karunia-Nya pada mereka “minanna-biyyiyna-dari nabi-nabi min dzurriyyati aadam- dari anak-anak Adam. Seolah-olah seberapa banyak nabi-nabi mulai dari Adam.sampai sesudahnya semua mereka itu adalah orang-orang yang mendapt  nikmat dari Allah wa min man hamalna ma’a nuwh- dan kepada mereka juga telah Dia anugerahkan nikmat yang bersama Hazrat Nuh kami telah lindungi  dari banjir wa min dzurriyaati ibrahiyma -dan dari keturunan Ibrahim juga dan kepada Israil juga kami telah anugerahkan nikmat kami pada mereka wa min man hadaina wajtabaina -dan setiap orang yang telah kami beri petunjuk dan kami telah pilih idza tutla ‘alihim aayaat urrahmaani kharruw sujjadan wa bukiyya-dan apabila di bacakan pada mereka ayat Tuhan Yang Rahman kharruw sujjadan wa bukiyya- mereka tunduk sambil bersujud  pada Tuhan dan mereka tunduk seraya menangis .Dan di hadapan ayat ini ada tertulis “assajdah-sujud”. Bukanlah maksudnya mesti disini semua kalian bersujud. Sesampai di rumah masing-masing ingatlah itu dan baru bersujud. Kalau tidak,  ketika berjalan di pasar manusia mendengan ayat ini dibaca,bukanlah maksudnya  langsung di tempat yang kotor itu dilakukan sujud. Akan tetapitempat yang  bersih atau kotor tidak mesti segera sujud. Sesampai di  rumah di rumah masing-masing di sana bersujud dari pihak diri sendiri.Karena ini merupakan sujud yang Rasulullah saw. biasa lakukan().

Kemudian satu lagi ayat surah Maryam:”fa khalafa min ba’dihim khalfun adha’ushshalaata wattaba’usysyahawaati –sesudah itu mereka meninggalkan satu generasi yang adhaa’ushshalaata wattabauwsysyahawaat– yang menyianyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Padahal Hazrat Maryam tidak pernah menyia-nyiakan shalat dan tidak pernah mengikuti hawa nafsu fasaufa yalqauna gayya-jadi, sungguh sebagai akibatnya mereka akan memperoleh hukuman ketidaklurusan mereka.Gayya -maksudnya kesesatan.Pasti mereka akan melihat akibat dari kesesatan mereka. Kecuali mereka yng bertaubah dan beriman dan melakukan amal saleh,.maka inilah orang-orang yang masuk dalam surga dan sedikit pun mereka tidak akan dianiaya.Dalam surga yang kekal abadi yang Tuhan Rahman telah janjikan pada hambanya Sesungguhnya janji-Nya pasti akan disempurnakan. Apa hubungan “surga yang kekal abadi” dengan “rahmaniayat”.Jika    hubungannya hanya dengan rahimiyat, maka jika banyak sekalipun diberi ganjaran kepada mereka, Pengasih/belas yang kekal abadi kamu tidak akan bisa dapat..Ini adalah dari pihak Tuhan Yang Maha Rahman yang selalu ada dan akan abadi untuk selamanya .Dan yang bersatu dengan ridha-Nya, surga-Nyapun akan selalu tetap bersama mereka untuk selamanya. Dan surga itu bagaimana mereka akan dapatkan ? Di dalam itu tidak akan mendengar hal yang sia-sia hanya suara”salam, salam “yang mereka akan dengar.Dan untuk mereka rezekinya siang dan malam akan tersedia untuk mereka./akan disiapkan.

Kemudian dalam surah Maryam walarabbika lanahsyurannahum wa-sysyayaathiyna tsumma lanuhdhirannahum haula jahannama jitsiyya tsumma lananzi’anna  min kulli syiatin ayyuhum asyaddu ‘alarrahmani ‘itiyya –maka demi Tuhan engkau, kami pasti akan mengumpulkan mereka dan syaitan-syaitan juga disekeliling neraka kami akan menghadirkan mereka dalam keadaan mereka betekuk lutut.Baru dari setiap kelompok kami akan mengeluarkan mereka  dengan menariknya.dan siapa yang paling keras dalam pemberontakan terhadap Tuhan yang Rahman.

Coba lihatlah  dalam surah Maryam bagaimana rahmniyat berkali-kali  terulangi Ini merupaka kalam yang sangat men’jubkan yang mana tidak mungkin kecuali pada kalam Tuhan.Hanya  dalam satu surah sedemikian banyak disebutkan mengenai rahmaniyat.Disini Hazrat Maryam di jadikan bayangan dari rahmaniayat dan juga Hazrat  Isa a,s.

Kemudian Berfirman :”Siapa yang memberontak terhadap Tuhan yang Rahman kami akan bersikap keras terhadap mereka”

Kemudian dalam surah Maryam, qul man kaana fidhdhalaalati fal yamdud lahurrahmaanu madda hatta idza ra au maa yuw’aduwna immal ‘adzaba wa imma ssaa’ati fa saya’lamuna man huwa syarrun makanan wa adh ‘afu junda-Katakanlah yang berada dalam kesesatan Rahman pasti akan memberi tangguh padanya.Adapun  tuntutan dari rahmaniyat adalah  tidak segera mengazab orang-orang yang berdosa. Bahkan pasti memberikan tempo pada mereka sehingga  akhirnya apabila akan melihatnya apa  yang dijanjikan pada mreka apakah itu dalam corak azab atau saat-saat kiamat maka pasti akan mengetahui siapa yang terburuk dari segi kedudukan dan yang paling lemah dari segi kelompok”.yamdud lahurrahmanu madda- Rahman memberikan tempo pada mereka” dan ini pun adalah ayat surah Maryam.Jadi bersama rahmaniyat sangat erat kaitan dengan sifat Maryam dan apabila Tuhan Yang Rahman murka maka manusia pasti akan sampai pada  akibat buruk mereka dan melihat akibat buruk amal mereka

Kemudian ayat lain surah Mayam.Sangat mengherankan bahwa dalam surah Maryam betapa banyak disebut mengenai rahmaniyat afa raetalladzi kafara biaayaatina wa qaala lauw tayannahu malan wawalada-Coba beritahukanlah apakah kalian melihat orang yang mengingkari ayat-ayat kami wa qaala  lauwtayanna maalan wawalada dan berkata saya pasti akan dianugerahi anak dan harta.aththala’al gaiba amittakhadza indarrahmaani ‘ahda- apakah mereka mengetahui yang gaib atau dia telah berjanji dengan Tuhan yang Rahman.atau Tuhan Rahman telah berjanji dengannya.Coba lihatlah dalam surah Maryam ini kembali disebutkan mengenai rahmaniat dan bahasannya adalah apabila Tuhan Yang Rahman berjanji maka Dia tidak akan menyia-nyiakan.janji  yang Tuhan Rahman janjikan dengan Hazrat Maryam.Coba perhatikan betapa dengan agungnya telah Dia sempurakan.Janji itu   Dia tidak sia-siakan.

Berfirman”kallaa sanaktubu ma yaquwlu wanamuddu lahu minallaahi madda.-waspadalah, kami pasti akan menulis apa yang mereka katakan dan kami akan terus menambah azab untuk mereka.

Disini topik “pasti akan menulis”itu fikirkanlah dengan baik.Berkali-kali saya telah katakan bahwa tidak ada semacam kitab dimana dalam bentuk  tulisan di atas kertas.Bahkan maksud dari “menulis”ada dua hal. Satu, adalah wajib/pasti,tidak ada  yang bisa menghapuskan tulisan itu. Jadi hal ini Allah telah tetapkan sebagai ketentuan/kewajiban. Dan tulisan/ketentuan Tuhan tidak ada yang bisa merobahnya. Kedua, maksud dari “akan menulis”adalah manusia menganggap bahwa amalnya dalam sunyi sepi akan terus berjalan (tidak ada yang tahu buruknya) dan terus sembunyi dalam kegelapan, tapi tidak ada kata-katanya yang pada hari kiamat tidak akan dihadapkan di hadapan matanya.Jadi ini merupakan kitab yang berkenaan dengan itu manusia akan mengatakan maalihadzalkitaabi la yugadiru shagiiratan wala kabiratan-Betapa anehnya  kitab ini, hal yang sekecil –kecilnyapun tertulis di dalamnya dan hal-hal yang besarpun. Hal apapun  tidak ada yang ditinggalkan kitab ini. Jadi manusia hendaknya janganlah melalaikan akan amal-amalnya seolah-olah  di waktu yang lalu terkubur  dalam lubang kuburan yang gelapAmal yang terkubur pasti akan dikeluarkan.

Hazrat imam Bukhari dalam Sahih Bukhari menerangkan Hazrat Habbab r.a. menerangkan bahwa saya bekerja sebagai Tukang besi dan saya memberi  hutang pada Waas bin Wail yang harus dia bayar.Satu kali saya datang untuk mengambil hutang  maka dia berkata bahwa saya sama sekali tidsak akan membayar  hutang  sehingga engkau mengikari Muhammad.Dengan sangat sial Mulla di Pakistan juga inilah yang mereka lakukan dengan orang-orang Ahmadi Kalau mereka meminjam hutang maka mereka tidak kembalikan.Mereka berkata mengembalikan hutang kamu adalah haram. Selama kamu tidak mencaci maki Hazrat Masih Mauud a.s. dan tidak mengingkarinya kami tidak akan mengembalikan hutang kamu.Inilah hal-hal yang terjadi pada zaman Rasulullah saw. Khabab berkata ,”Saya sama sekali tidak akan mengingkari beliau meskipun kamu satu kali mati dan kemudian setelah hidup kamu memintanya.(meminta untuk mengingkari) Dia berkata,” Saya setelah mati  pasti akan hidup”.Ini dia ucapkan dengan niat/maksud mengejek.Bukanlah maksudnya bahwa dia yakin  setelah mati akan hidup kembali.Maka  dia berkata,”Baiklah. Jika sesudah mati saya pasti akan hidup saya akan kembali kepada harta saya dan hutangmupun saya akan kembalikan”.Hazrat Habbab berkata yang kemudian ayat ini turun “afa raetalladziy kafara biaayaatina wa qaala lautayanna maalan wawalada ath-thala ‘al-gaiba ami-ttakhadza indarrahmaani ahda kallaa sanaktubu ma yakuwlu wanamuddu lahu minal ahdzaabi madda wanaaritsuhu ma yaquwluw wa ya’tiyna farda.Ini sangat mengherankan.

Kemudian satu lagi dalam surah Maryam Yauma nahsyurul muttaqiyna ilarrahmaniwafda- ketika orang-orang muttaqi akan dibawa kepada Tuhan Rahman(Maha Pmurah) dalam corak delegasi/tamu-tamu terhormat  wa nasuwqul mujrimiyna ilaa jahannama wirda –dan kami akan menggiring orang-orang berdosa ke Jahannam seperti unta kehausan “laa yamlikuwnasyasyafaa’ata illa manittakhadza indarrahmaani ‘ahda- tidak akan berguna syafaat siapapun kecuali yang telah berjanji  dengan Tuhan  Yang Maha Rahman.Coba topik syafaat pun berhubungan dengan rahmaniyat.Tidak ada zat dan sifat yang  bisa memberikan izin kecuali Tuhan Yang Rahman.Jadi kalau kita mengikat hubungan/ ikatan dengan Tuhan Yang Rahman, maka kita pun dapat mengharapkan syafaat Tuhan ”wa qaaluwttakhadzarrahmaanu walada -dan mereka berkata bahwa Rahman telah membuaat seorang anak laqad ji’tum syaian idda –kamu mengatakan/membawa kata-kata yang sangat buruk” Nah,orang-orang kafir Mekah dari segi itu  lebih baik dari orang-orang Kristen.yang  mengatakan Tuhan Yang Rahman telah membuat seorang anak.Mereka(orang-orang Kafir Mekah tidak menuduh menciptakan anak sendiri. Tapi orang-orang Kristen menganggap Hazrat Masih anak Tuhan dan coba lihatlah bahwa ayat ini juga terdapat dalam surah Maryam.

Hazrat Khalifatul Masih 1 bersabda,”manittakhadza indarrahmaani ahda di tempat lain  pada rukuk 30 di akhir rukuk berfirman “wala yamlikulladzyna yaduwna minduwnihi syafa ata illa man syahida bil haqqi hum ya’lamuwn-yakni dia akan menjadi pemberi syafaat yang hari ini memberikan kesaksian tentang kebenaran dan semua  mengetahuinya yakni junjungan kita Muhammad Mushthafa saw.

Hazrat Masih Mauud a.s. dalam menafsirkan ayat ini bersabda,”Dan mereka berkata bahwa Rahman telah menjadikan Hazrat Masih sebagai anak.Ini hai kamu orang-orang Kristen, telah mendakwakan sesuatu yang sangat berat yakni kalian telah melakukan dosa yang sangat besar.Hampir langit dan bumi menjadi pecah dan gunung menjadi gemetar.Karena kamu telah menjadikan manusia sebagai Tuhan. Sesudahnya apabila kita melihat apakah dalam membuat Tuhan orang-orang Yahudi yang adalah  waris  pertama Taurat, yang  nubuatan-nubuatan kitab Perjanjian Lama disajikan  sepenuhnya atas dasar kesalah fahaman.Apakah  mereka yang membaca kitab mereka setiap hari dan mereka yang merenungkan itu dan Hazrat Masih juga membenarkan bahwa muthalaah kitab mereka betul-betul mengerti, imanilah kata-kata mereka.Apakah mereka  dari semua nubuatan-nubuatan yang banyak itu ada satu saja yang secara kebetulan yang mereka  katakan telah sempurna ? Bahwa ya,nubuatan ini memberitahukan bahwa  Hazrat Masih adalah “Tuhan”.

Merupakan cara baku orang-orang Kristen bahwa lewat refrensi Beble banyak nubuatan-nubuatan yang dengan mengacak-acak mereka mengeluarkan maksudnya.Namun kepada mereka yang kitab ini diturunkan yakni orang-orang Yahudi mereka satu kalipun tidak pernah mengacukan nubuatan itu kepada Hazrat Masih Seratus persen satu kalipun tidak pernah mengacukan kepadanya.Maka yang kepada mereka kitab diturunkan apakah mereka tidak mengerti dan sesudahnya orang-orang Kristen  yang baru mengerti ? Seorang yang bijaksana bisa berfikir bahwa jika mereka ada sedikit kebencian dan marah pada Hazrat Masih, maka pada waktu itu akan terjadi ketika Hazrat Masih datang.Yakni, ketika Hazrat Masih datang bisa dikatakan bahwa karena benci dan iri mereka mengingkari Hazrat Masih.Tapi sebelumnya dengan penuh cinta mereka menunggu. Al-masih yang akan datang mereka sngat nanti-nantikan dan dengan penuh cinta dan kasih sayang mereka membincangkannya.Kemudian apa sebabnya mereka mengingkaarinya,karena di dalam Bible menurut mereka tentang kedatangannya tidak ada nubuatan yang sempurna dalam diri beliau.Ini semua hal ini diambil dari buku Perang Suci.Yang dari itu terbukti bahwa berkenaan dengan Tuhan Yang Rahman bangsa yang paling besar kedustaan pada zaman ini adalah orang-orang Kristen.Dan yang paling aniaya adalah orang-orang Kristen.Oleh karena itu dengan mereka ada janji bahwa mereka akan diazab pada akhirnya yang mana kaum yang manapun tidak pernah diazab seperti itu sebelumnya.Dua peperangan kalian telah lihat.Kini tinggal Perang ketiga akan kalian lihat jika kalian hidup.Doa saya adalah sebelum melihat kehancuran yang mengerikan itu Allah mengangkat kita.Kalau tidak itu merupakan kehancuran yang luar biasa .jadi, karena ingkar kepada Tuhan yang Rahman semua kehancuran akan datang Semoa Allah menaruh kita pada naungan rahmaniayat-Nya.Memaafkan dosa-dosa kita dan kitadengan karunia-Nya dan rahmaniyat-Nya kita diwafatkan.

Qamarauddin Syahid