Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz

7 Februari 2003 di Masjid Fadhl, London, UK.

 

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ،

وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم.

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضَّالِّينَ. (آمين)

        لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (kebaikan ) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min. At-taubah 128

          Hadhrat Aisyah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw tidak pernah menggunakan kata-kata kasar dalam ucapan beliau.Dan  bersabda: Beliau merupakan sosok paling lembut dan  paling mulia dari semua. Seperti orang-orang pada umumnya,beliau tidak pernah membuang muka  pada  orang-orang yang tinggal bersama beliau. Bahkan senyum senantiasa menghiasi wajah beliau.Terdapat pula sebuah riwayat  Hadhrat Aisyah bahwa beliau tidak pernah memukul pelayan dan istri beliau yang  manapun.   Syamaailuttirmidzi bab fi khulqi Rasulillah saw.

          Sejumlah orang-orang menyimpulkan  dari  ayat  وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ (Nisa’ 33) bahwa seorang seyogianya memukul istri-istri nya. Dalam pengetahuan  saya ada juga seorang ahmadi  – kini telah keluar dari Jemaat- yang  karena hal-hal kecil dia tega  memukul keras sang istri.  Al-Quran turun pada Rasulullah saw dan terjemahnya beliau yang lebih mengetahui. Istri-istri beliau tidak pernah melakukan pembangkangan terhadap beliau. Di dalam ayat  mana dalam Al-Quran terdapat perintah memukul, disana maksudnya, ialah nusyuzpembangkangan seorang istri tampa alasan yang jelas  Terdapat sejumlah  perempuan yang selalu  lebih dahulu memukul suami mereka  dan sebagian suami seperti kucing basah –kasian- terus menerus  kena pukul. Di Lahor ada seorang  yang istrinya sedemikian rupa memukulnya hingga  hilang kesadarannya. Oleh karena itu, jangan hendaknya mengambil kesimpulan yang salah dari Al-Quran. Rasulullah saw yang merupakan sosok dimana Al-Quran ini turun pada beliau, lebih dari beliau tidak ada yang lebih bisa mengambil  kesimpulan. Jadi ingatlah riwayat Hadhrat Aisyah r.a. ini bahwa beliau saw tidak pernah ringan tangan memukul  istri beliau yang manapun atau kepada yang lemah manapun.

Hadhrat Abu Said Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw biasa memberi makan pada unta beliau ; mengerjakan pekerjaan rumah ; memperbaiki sepatu beliau ; menambal sendiri kain beliau ; memerah  sendiri air susu  domba beliau. Beliau biasa makan bersama khadim beliau. Jika    mereka lelah   karena banyak menggiling gandum maka beliau menolong mereka.Beliau tidak merasa malu membawa barang-barang belanjaan dari Pasar;dan tidak malu  berjabatan tangan dengan orang kaya maupun  orang miskin . Beliau  senantiasa lebih  dahulu menyampaikan salam.Jika ada yang memanggil makan hanya untuk sekedar makan kurma sekalipun maka beliau tidak pernah menganggap itu hina, bahkan  beliau menerimanya.Beliau memiliki rasa   solidaritas yang sangat tinggi,sangat pengasih dan berperilaku lemah lembut.Tempat tinggal beliau senantiasa sangat bersih; senantiasa ceria jika bertemu dengan siapapun ;senyum  senantiasa menghiasi wajah beliau.Beliau tidak pernah tertawa terbahak-bahak;beliau senantiasa khawatir karena senantiasa takut pada  Tuhan,namun  bukan karena perilaku kasar    dan   pembawan yang kering. Lowprofil,tetapi  sedikitpun tidak terdapat   suatu kelemahan dan lemah tekad  dll. Beliau seorang sosok yang sangat dermawan,tetapi bukanlah sosok  yang membelanjakan tampa alasan/berpoya-poya. Berhati   lembut , pengasih dan penyayang. Beliau bersikap penuh kasih sayang terhadap orang-orang muslim; tidak pernah meminta –minta  karena tamak dan kikir,bahkan senantiasa sabar dan  senantiasa merasa cukup dengan yang sedikit/ada.Asadul-Gaabah Jilid I hal 29

Hadhrat Abdullah bin Abu Bakar r.a. meriwayatkan bahwa seorang menuturkan  padanya bahwa pada saat perang Hunain karena banyaknya orang berdesakan  maka kaki saya menginjak  kaki Rasulullah saw . Pada waktu itu Rasulullah saw memukul saya dengan cambuk  beliau dan kejadian itu  datang dan berlalu. Beliau  memukul tidak begitu keras,hanya sedikit saja sebagai pernyataan marah   beliau. Dikatakan  bahwa saya pada malam harinya tidak bisa tidur,benar-benar gelisah  sebab (saya tidak tahu) apa kesalahan  yang telah saya perbuat. Pada pagi hari saya mendapat amanat dari Rasulullah saw supaya saya datang untuk mendengar sesuatu. Rasa  takut menyelimuti diri saya dan terasa akan tibanya musibah besar. Tetapi apa musibah    yang melanda,  Rasulullah saw memanggil saya  seraya bersabda, “saya memberikan delapan puluh domba padamu” Saya, pada saat itu  telah memukul kamu dengan cemeti karena emosi yang datang  tiba-tiba  dan saya kini sangat menyesal akan kejadian  itu dan sebagai  kaffarahnya kini saya memberikan delapan puluh kambing padamu. Diambil dari Musnad Darami bab fi sakhaa in nabi saw

Kini saya juga akan menerangkan beberapa riwayat Hadhrat Masih Mauud a.s. yang selaras   dengan itu:

 Mia Gaffara tinggal bersama Hadhrat Masih Mauud a.s sebagai khadim beliau. Irfani Sahib menerangkan bahwa acara (penyambutan) kedatangannya di hadapan Hadhrat Masih Mauud a.s. sangat aneh dan menarik yang menampilkan suatu  gambaran akan sifat  solidaritas  dan rasa kasih sayang beliau. Mia Gaffara menuturkan  bahwa tatkala umur saya seputar  tiga belas,empat belas  tahun, saya  terbaring tiduran sambil mengunyah biji gandum (mentah) di pelataran  mesjid yang besar,layaknya  kambing yang tengah makan rumput. Hadhrat Aqdas datang kesana lalu melihat kondisi saya seperti itu beliau menanyakan  tempat tinggal saya dan kemudian  membawa ke rumah lalu memberikan roti khamir dari minyak samin. Setelah makan saya pergi  dan dengan cara inilah saya mendapat makanan. Dan terkadang saya memakan itu di sana  atau terkadang  membawa itu lalu sampai di rumah baru saya memakan itu.Tidak ada pekerjaan dan pengkhidmatan yang diserahkan   pada saya . Dan lama kelamaan tatkala saya menjadi betah,kepada saya dan  kepada  beberapa anak-anak lainnya diperintahkan untuk melakukan shalat dan beliau sendirilah yang menyuruh menghafal  beberapa surah yang akhirnya kami semua menjadi orang yang sangat   rajin shalat/beribadah…..Tatkala Mia Gaffara telah menjadi orang yang  rajin shalat maka kepada dia  dan kepada kelompok anak-anak lain yang  datang pada beliau, beliau  tekankan untuk rajin membaca selawat  dan dianjurkan mengamalkan  membaca selawat yang biasa dibaca dalam shalat, yakni,sabda beliau, biasakanalah membaca selawat setelah shalat Isa kemudian baru   tidur dan jika ada mimpi yang dilihat  supaya diperdengarkan setelah shalat  subuh. Sesuai dengan itu ini menjadi  kebiasaan kami,bahwa apapun  mimpi yang kami lihat kami memperdengarkan pada beliau.Dan beliau membawa roti dalam  kantong beliau lalu pergi ke kebun dan memberikannya pada Gaffara. Dan kemudian beliau mena’birkan mimpi itu yang kemudian itu menjadi terbukti benar.

Untuk biaya pernikahan Gaffara beliau mengeluarkan banyak biaya. Beliau memberikan dua perhiasan padanya yang dia jual dengan harga 80 rupis.Walhasil dengan cara demikianlah beliau  memperlihatkan simpaty dan  solidaritas beliau.Hayat Ahmad dari Maulana Ya’qub Ali Irfani hal. 242-243

Dari antara khadim Masih Mauud a.s ada seorang bernama Phera yang benar-benar dungu dan bodoh.. terperosok dalam hal-hal yang dungu baginya merupakan   perkara yang biasa,namun Hadhrat Masih  Mauud a.s. tidak pernah membentaknya.Berkenaan dengan dia bahwa dia ini adalah ahli surga.. pribahasa yang  berbunyiبله  اهل الجنه-ahlullajannnati bulhun  (ahli surga itu adalah orang yang polos(tidak banyak akal/tidak licik)itu sepenuhnya tepat  mengena  padanya.Sirat Hadhrat Masih Mauud a.s

Kini berkenaan dengan Hadrat Rasulullah saw saya ingin sampaikan bahwa beliau  biasa duduk dengan para sahabah beliau dengan bersahaja tampa ada rasa pura-pura yang menjadikan orang-orang yang datang dari luar susah untuk mengenal. Terkadang melihat Hadhrat Abu Bakar duduk bersama-sama, mereka menganggap  beliau itu Rasulullah saw. Hadhrat Abu Bakar r.a.  biasa memberitahukan dengan isyarah,bukan ,bukan kepada saya, pergilah padanya.(pada Rasulullah saw). Demikian pulalah kondisi Hadhrat Masih Mauud a.s. Di  majlis manapun untuk menghormati beliau, tidak pernah ada tempat  khusus (untuk beliau); beliau duduk membaur dengan murid-murid beliau. Terkadang ada sejumlah tuan rumah penerima tamu secara peribadi melakukan persiapan  penerimaan  tamu  bahwa untuk tamu khusus disiapkan tempat yang khusus dan disiapkan meja makan khusus dan kamar terpisah dimana mereka diterima secara  khusus. Seorang kaya murid Hadhrat Masih Mauud a.s. mengundang makan  beliau seperti itu. Hadhrat Masih Mauud mengetahui  apa yang dia  ingin lakukan. Beliau duduk di luar pintu lalu  membertahukan pada pembantu-pembantu (murid-murid) beliau supaya duluan masuk.Tatkala mereka  telah duluan masuk maka tiada  daya bagi sang hartawan  itu kecuali dengan diam-diam bersabar menerima kenyataan  seperti itu.   Kemudian beliau mendudukkannya di sekat hidangan  beliau dan benaar-benar memuliakan mereka.

Hadhrat Rasulullah saw biasa mengasihani   anak-anak,membuat mereka tertawa, mengganggu mereka ,menenteramkan mereka  dan  menghibur mereka.

Hadhrat Jabir bin Samurah meriwayatkan bahwa beliau shalat subuh bersama Rasulullah saw . Sesudah  shalat, Hudhur pergi ke keluarga beliau lalu  saya pun ikut  bersama beliau. Setelah sampai disana, maka  di depan anak-anak berdiri menyambut Hudhur saw . Hudhur tertahan untuk menemani mereka. Kemudian  satu persatu tulang belikat anak-anak itu beliau goyangkan.Beliau(perawi) berkata bahwa saya juga telah datang bersama Hudhur,tetapi Hudhur pun menggoyangkan  tulang belikat saya. Tatkala  tangan beliau menyentuh  tulang belikat  saya, maka saya merasakan sedemikian sejuk dan mencum sedemikian harum  tangan Hudhur  seolah-olah baru saja beliau keluarkan dari katong  minyak kasturi. Sahih Muslim Kitabul-Fazail Bab Tayyibu raaihatunnabiyyi saw  .  

Hadhrat Ummul’mu’minin Hadhrat Aisyah r’a meriwayatkan bahwa bayi-bayi dibawa kepada Hudhur saw maka Hudhur mendoakan  mereka dan memberkatinya/mendoa untuk keberkatan mereka dan memberikan  gurahti memasukkan air liur di mulut bayi(?)…..Muslim Kitabul-adab isthbab tahnik almaulud inda wilaadatihi wahamlihi ila saleh                                   . . .( nah kebiasaan memasukkan air  pada mulut bayi-bayi ini bukanlah adat kebiasaan baru (?).Ini merupakan sunnah Rasulullah saw bahwa beliau dengan tangan beliau sendiri mememberikan gurahti-memberkati dengan air liur dimulut mereka .

Yusuf putra Abdullah bin Salam meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memberi nama Yusuf pada  saya.,beliau memangku saya di pangkuan beliau dan dengan kasih sayang mengusap-usapkan tangan beliau di kepala saya. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 6. hal.6 Cetakan Bairut

Hadhrat Abu Hurairah r.a. meriwayatkan bahwa seorang datang pada nabi saw membawa seorang anaknya yang masih kecil yang dia peluk dengan penuh kasih sayang . Maka Rasulullah saw bersabda padanya, apakah kamu sayang padanya ? Dia menjawab : Ya, Hudhur. Hudhur bersabda seberapa kamu  mencintainya  Allah swt jauh lebih sayang padamu dari dia.هو ارحم الراحمين- huwa  arhamurrraahimin dan Dia Maha pengasih dari semua yang pengasih.al-Adab Al-Mufrad lil bukhari bab rahmatul ‘iyal.     

Terdapat sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw mencium (cucu beliau) Hasan bin Ali, maka seorang yang duduk di sebelah Rasulullah saw bernama Aqra’ bin Habis Tamimi r.a. berkata pada  Nabi saw bahwa saya mempunyai sepuluh anak tetapi saya tidak pernah mencium siapapun dari antara anak-anak saya. Maka Rasulullah saw melihat padanya sambil bersabda: Barangsiapa yang tidak mengasihani maka dia tidak akan dikasihani.bukhari Kitabul-Adab bab rahmatulwalad wataqbiluhu wa mua’niqatuhu.     

Hadhrat Ummulmu’minin r.a. meriwayatkan bahwa dari segi berbicara saya tidak pernah melihat orang lain manapun yang paling menyerupai lebih dari Hadhrat Fatimah r.a.  .Dia apabila datang pada beliau maka beliau berdiri untuk menghormatinya. Beliau menyambutnya sembari menyatakan “ Selamat datang” padanya, menciumnya lalu  mendudukkannya di tempat duduknya. Dan tatkala Hudhur pergi ke rumah  Hadhrat Fatimah r.a. maka dia  berdiri untuk menghormati beliau. Dia memegang tangan beliau lalu menciumnya dan mengucapkan selamat datang pada beliau lalu mendudukkan beliau  di tempat duduknya. Dia datang pada  saat sakit  Rasulullah saw yang  dimana beliau wafat. Maka beliau menyambutnya dan menciumnya. Al-Adab Al-Mufrad lilbukhari bab arrajulu yaqbalu ibnatahu.

Hadhrat Abdullah bin Ja’far r.a. meriwayatkan bahwa apabila beliau kembali dari perjalanan maka anak-anak kerabat terdekat pun pergi untuk menyambut beliau. Pada suatu ketika tatkala beliau kembali dari perjalanan maka mula pertama saya disampaikan  pada beliau,kemudian  mengangkat saya di pangkuan beliau Kemudian dari dua putra  Hadhrat Fatimah, Imam Hasan atau Imam Husen salah satu dari antara keduanya dibawa,  maka beliau mendudukkannya di belakang beliau. Demikian pula, beliau masuk kota  Madinah dalam kondisi  kami  mengendarai  seekor unta bertiga    Musnad Ahmad bin Hanbal Musnad Ahlil bait

‘Adi meriwayatkan bahwa  saya mendengar Barra’ bin Azib berkata bahwa saya melihat nabi saw  mengangkat Imam Husen di punggung beliau seraya  berkata : Wahai Allah saya mencintainya Engkau-pun cintailah dia,Bukhari Kitabul-manaqib bab Manaqibul hasan wal Husaen.      

Hadhrat Usamah bin Zaid meriwayatkan bahwa Rasulullah saw memegang saya lalu memangku saya sebelah paha  beliau dan mendudukkan  Hasan di paha sebelahnya. Kemudian beliau memeluk kami berdua lalu bersabda: اللهم ارحمهما فانى ارحمهما-allahumma arham huma fainni ahamhuma– wahai Tuhan sesungguhnya saya mencintainya,saya mencintai keduanya .Bukhari Kitabul-adab bab wadh’ussabiyyi ‘alal fakhdzi

Ya’la bin Murrah meriwayatkan bahwa kami bersama Rasulullah saw keluar untuk pergi mengunjungi suatu   undangan  dimana kami diundang. Maka apa yang kami lihat, ternyata kami melihat Hadhrat Hasan dan Husen tengah bermain-main di jalan. Nabi saw dengan cepat ke depan mendahului orang-orang lalu  membentangkan  ke dua lengan  beliau menghadang anak itu  yang  menjadikan anak itu terkadang lari kesana dan terkadang lari kesini. (Ini merupakan ungkapan rasa cinta Rasulullah saw . Sambil membentangkan tangan beliau  ingin berupaya menangkapnya,memang beliau dengan mudah dapat  menangkapnya,tetapi sengaja beliau mundur kebelakang supaya permainan terus berjalan. Terkadang beliau lari kesana, terkadang beliau lari kesini  Seperti itulah Rasulullah saw terus  membuatnya tertawa dan  membuatnya tertawa hingga beliau menangkapnya. Kemudian beliau meletakkan sebelah tangan beliau   di bawah dagunya dan yang kedua  di atas kepalanya kemudian  beliau memeluknya.

Kemudian Rasulullah saw Rasulullah saw bersabda: حسين منى وانا من حسين-Husain minni wa ana min Husain yakni Husen milik saya dan saya milik Husen. Semoga Allah mencintai dia  yang mencintai Husain. Husain adalah salah satu dari antara cucu saya.Al-adab Al-Mufrad lilbukhari bab mu’aniqatussabiyyi 

Hadhrat Masih Mauud juga memiliki sebuah ilham dari Allah انت منى وانا منك-anta minni wa anaa minka.Para mulla mencemohkan itu (dengan artinya ialah) bahwa saya adalah dari Allah dan Allah adalah  dari saya.Padahal menterjemahkan منى-minni adalah  “dari saya”  dan “ dari kamu “ adalah salah.  منىminni  artinya adalah  milik saya dan arti منك – minka adalah “ milikmu”.

          Hadhrat Abu Qatadah Anshari meriwayatkan bahwa terkadang Rasulullah saw shalat dalam kondisi beliau menggendong   cucu beliau Umamah putra Hadhrat Zainab pasangan Abul-As bin Rabiah bin Abdusysyamsy. Jadi apabila beliau mulai sujud maka beliau mendudukkannya dan apabila beliau berdiri maka beliau menggendongnya. Bukhari Kitabushshalat bab idza hamala jariyatan shagiyratan…  

Nah,  di tempat kita masyhur  bahwa dari itu shalat menjadi batal dan seseorang meriwayatkan bahwa begitu mendengar itu dia berkata, “ Kalau begitu, sayang sekali ya, shalat Rasulullah saw jadi batal tentu !  shalat Rasulullah saw menjadi batal”. Padahal, benak Rasulullah saw senantiasa tertuju  pada Tuhan.” Dast beh kaar dil beh yaar-tangan pada pekerjaan, namun halbu berada pada kekasihBeliau, karena sayang pada anak-anak  memperlakukan seperti itu  ,tatapi perhatian beliau tidak pernah bergeser dari shalat.

Abdullah bin Haddad dengan refrensi bapaknya meriwayatkan bahwa Rasulullah saw datang untuk mengimami shalat Isya,Zuhur dan Asar maka beliau mengangkat salah satu dari Hasan dan Husen. Rasulullah saw maju  ke depan untuk mengimami shalat maka beliau mendudukkan anak-anak di dekat kaki kanan beliau. Kemudian Rasulullah saw bersujud lalu  memanjangkan sujudnya. Bapak saya berkata bahwa dari antara orang-orang saya (beliau) melihat  sambil mengangkat kepala  (bahwa sujud menjadi panjang dan tidak dapat diketahui fikiran  apa yang meyelimuti dirinya, maka dia mengangkat kepala untuk melihat) maka apa yang saya lihat ternyata   Rasulullah saw kini masih tengah sujud dan anak tengah main  tunggang -tunggangan di punggung beliau.Kemudian saya kembali bersujud. Lalu  setelah Rasulullah saw telah selesai melakukan salam, maka orang-orang bertanya pada beliau ,Ya Rasulullah saw , Tuan melakukan suatu  sujud yang sangat panjang dalam shalat ini. Apakah Hudhur  mendapat perintah dari Tuhan untuk hal itu ? Rasulullah saw bersabda: Tidak.Anak itu berada disamping saya. Saya tidak ingin  mengangkatnya lalu meletakkannya ke bawah dan karena itu selama dia sendiri tidak turun dari punggung sampai pada waktu itu saya memanjangkan shalat saya.

 Hadhrat Usamah bin Zaid meriwayatkan bahwa seorang dari putra beliau saw menyuruh menyampaikan  amanat kepada beliau bahwa anak perempuan saya tengah dalam kondisi keritis karena itu datanglah Hudhur.  Usamah berkata  bahwa kami lalu pergi ke rumah putri  beliau. Ternyata itu merupakan saat-saat  terakhir bagi  anak perempuan itu. Huzur menasehatkannya untuk bersabar. Kemudian tatkala beliau berdiri maka kami pun serentak beardiri. Karena pada waktu itu anak tengah melalui saat saat kritis/  sekaratulmautnya. Dalam kondisi seperti itu anak itu   diberikan pada Rasulullah saw. Lalu air  mata Rasulullah saw bercucuran. Maka  Sa’ad berkata : Ya Rasulullah saw ! apa  ini  ?

Rasulullah saw bersabda: ( Air mata saya ini )  adalah akibat rahmat Ilahi dan  Allah meletakkan rahmat-Nya di dalam hati siapapun dari antara  hamba-hamba-Nya   yang Dia kehendaki. Dan Allah mengasihani   hamba-hamba-Nya yang memiliki kasih sayang.Bukhari Kitabul-Mardha bab ‘iyadatul shibyan  ..  

Hadhrat Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa kami bersama Rasulullah saw pergi ke rumah Abu Haddad, seorang Tukang besi  yang dimana Hadhrat Ibrahim tinggal( Putra beliau ibrahim biasa dipiara oleh Abu Hadad) Rasulullah saw memegang Ibrahim lalu mencium dan mencium baunya. Kemudian di suatu kesempatan lain beliau pergi ke rumahnya. Pada waktu itu Hadhrat Ibrahim tengah dalam keadaan kritis/sekarat. Air mata Rasulullah saw bercucuran. Maka Abudurrahman bin Auf  berkata :Ya Rasulullah saw ! Tuan juga demikian ? Maka beliau bersabda: “ Wahai Ibni Auf, ini adalah rahmat “ Kemudian Hudhur saw bersabda: “Mata mengalirkan air mata sementara hati dirundung kesedihan, namun itulah yang kami  katakan  dimana Tuhan kami  redha. Wahai Ibrahim ! kami sedih karena  perpisahan dengan  engkau. Bukhari Kitabul-janaaiz bab qaulunnabiyyi saw inna nabku lilmahzunuwn

Hadhrat Masih Mauud a.s. juga sangat sayang terhadap anak-anak,  khususnya, terhadap Mirza Mubarak Ahmad yang paling kecil  maka Hadhrat Masih Mauud sangat sayang padanya. Beliau tidak pernah memukul anak-anak kecuali pada suatu peluang tatkala  pada suatu ketika  dia tidak sengaja tersandung yang mengakibatkan Al-Quran   hampir jatuh dari atas meja . Hadhrat Masih Mauud dengan cepat menahan Al-Quran itu  lalu memukul pipinya. Jadi Hadhrat Masih mauud a.s. meskipun sangat  lembut, beliau sangat menghormati Al-Qur’an.” Quran ku-kelilingi karena Ka’bahku adalah ini. Sedemikian rupa tilawat Al-Quran  beliau pada  siang dan malam hari sehingga dari itu timbul rasa pesona karenannya. Hadhrat Masih Mauud a.s. jika mengetahui bahwa lahir bayi  di rumah seseorang ,maka beliau sendiri datang ke rumahnya. Jika ada anak  sakit yang betapapun miskinnya gejoak dan simpati beliau  telah disaksikan umum yang mana sanagat jarang dilihat pada diri orang-orang terhadap anak-anaknya sekalipun. Beliau mondar-mandir berkali-kali kesana kemari   dengan rasa resah sambil berdoa dan berkali-kali menanyakan  kondisi kesehatannya dan senang sedemikian rupa terhadap kesehatannya yang mana   orang-orang mungkin  jarang dapatkan terhadap kesehatan anak-anaknya sekalipun. Sirat Hadhrat Masih Mauud dari Ya’qub Ali Irfani hal. 286

Seperti itu banyak sekali peristiwa-peristiwa yang  karena takut khutbah akan menjadi panjang disini sengaja dipendekkan.

Hadhrat Mlv Abdulkarim r.a. meriwayatkan bahwa saya melihat berkali-kali  anak-anak  lain duduk di tempat tidur beliau dan sambil meresahkan/mengganggu  beliau mereka menyudutkan  beliau hingga ke  sudut tempat tidur dan mereka menuturkan kisah-kisah  masa kecil dengan menceriterakan kisah-kisah kodok ,elang dan burung-burung gereja dan berjam-jam mereka perdengarkan pada beliau.Hadhrat Masih Mauud terlihat dengan rasa  senang hati mendengarkan hal itu seolah –olah beliau  tengah mendapatkan pelajaran kitab Maulana Rum. Hadhrat sangat menentang memukul anak-anak  dan memarahi mereka . Anak-anak betapapun tangisnya  dan  nakalnya;  mengganggu beliau dengan pertanyaan-pertanyaan, memaksa, meminta akan   sesuatu yang khayal  dan barang yang tidak ada,beliau tidak pernah memukul, membentak dan tidak pernah  menzahirkan akan tanda-tanda emosional/marah.

Hadhtrat Masih Mauud bukannya terganggu dengan  pertanyaan –pertanyaan anak-anak bahkan beliau memberikan pengertian pada mereka dan inilah metode tarbiat yang hari ini Jemaat seyogianya upayakan. Sebagian anak –anak menayakan maka (orang-orang tua) sambil membentak menutup pertanyaan-pertanyaan mereka.Padahal dalam menghadapi  pertanyaan anak-anak hendaknya bersikap sabar dan sampai sebatas manapun mereka dapat mengerti seyogianya berupaya menjawabnya untuk memberikan kepuasan padanya.

Mlv Abdulkarim menambahkan:

Tatkala Mahmud ( Kahlifatul-Masih II)  mungkin berumur tiga tahun.Beliau pada waktu itu berada di Ludhiana dan sayapun ada disana.Pada waktu itu sedang  musim panas.  Diantara kaum bapak dan kaum ibu terdapat sekat penghalang. Mungkin pada  waktu itu saat  tengah malam  saya tengah terbangun dan terdengar oleh saya  suara Mahmud yang tengah dihibur oleh Hadhrat Masih Mauud a.s. Hadhrat Masih Mauud a.s menggendongnya kesana kemari sambil menghiuburnya ,namun  bagaimanapun dia tidak bisa diam, berhenti menangis. Pada akhirnya beliau diam lalu berkata, lihatlah Mahmud ! bagaimana bintang itu !( Yakni Beliau memperlihatkan sebuah bintang)

Anak mulai berteriak mengatakan (Anak mulai teriak dengan kebiasaannya  yang sambil berkata  )   abba taare jaana, abbaa taare jaana -Bapak, saya juga ingin pergi ke bintang, saya juga ingin pergi ke bintang .Hadhrat Masih  dengan kasih sayang  terus mendiamkannya,tetapi beliau tidak membentakanya.

Hadhrat Mlv Abdulkarim berkata bahwa pembicaraan   beliau seperti  sangat menarik bagi saya.Sang anakpun juga meunjukkan kerewelannya dan   kenakalannya tetapi Hudhur senantiasa sabar dan anak terus menerus menangis dan pada akhirnya diam sendiri . Sirat Hadhrat Masih Mauud dari Maulana Abdulkarim

Hadhrat Masih Mauud a.s. memperlakukan dengan kasih sayang seperti itu kepada anak-anak  yang bermain dengan anak-anak beliau sebagaimana perlakuan terhadap anak-anak beliau sendiri. Karena atas perkataan seorang anak pembantu di Langgar Kahanah, Huzur memberikan banyak mangga pada putra beliau. Dan bersama dengan  itu beliau berkata supaya itu dibagikan pada teman-teman bermainnya. Hudhur juga apabila beliau membagi sesuatu maka beliau membagikan pada teman-teman anak-anaknya secara bersama-sama dan anak-anak pembantu di rumah Masih Mauud melewatkan hidupnya seperti kehidupan seorang raja. Dalam perlakuan keseharian pada umunya  tidak pernah melihat Hadhrat Masih Mauud a.s. membedakan pada siapapun.

Jika dalam kesempatan seperti itu ada anak-anak orang lain yang maju ke depan tatkala beliau membagi-bagi sesuatu maka terhadap anak-anak yang datangpun beliau memperlakukan dengan kasih sayang dan pasti ada saja sesuatu yang beliau  berikan  dan kebiasaan ini merupakan kebiasaan beliau dari sebelumnya.Pada bagian umur beliau tatkala beliau melakukan mujaahadah ,beliau secara khusus memelihara anak-anak yatim dan  memberikan sebagian makanan beliau pada mereka.. Sirat Hadhrat Masih Mauud a,s, jilid 3 hal.271-272

Sayapun dengan mengamalkan sunnah ini saya mendidik anak-anak saya. Apabila saya memberikan  barang –barang makanan pada mereka maka kebanyakan mereka membawanya keluar lalu memakannya dan terhadap pembantu-pembantu dan orang lain juga dia ikut sertakan. Jadi kalianpun seperti itulah hendaknya memberikan pendidikan pada anak-anak kalian bahwa  apabila makan barang-barang makanan yang baik maka seyogianya mengikutsertakan anak-anak yang lain dan orang-orang miskin.

Hadhrat Sahibzadah pir Sirajulhaq Nu’mani menerangkan sebuah riwayat dari Hadhrat Misrza Basyir Ahmad:

Hadhrat Masih Mauud a.s. pergi untuk jalan-jalan. Hari masih pagi. Saat itu tengah musim dingin. Lima belas enam belas orang yang ikut serta dan ternyata dari belakang banyak sekali  yang mengikuti. Khalifah ke II dan Hadhrat Mirza Basyir Ahmad juga ikut serta dan satu  dua anak  lagi  ikut bersama beliau.Yang berumur masih kecil, telanjang kaki dan tampa kopiah  adalah Hadhrat Mia Basyir. Hadhrat Masih mauud a.s sambil tersenyuim bersabda: Mia Basyir, kopiah dan  sepatu dimana ! Dimana dibuang ? Mia Basyir tidak menjawab apa-apa dan sambil tertawa  bermain –main dengan anak-anak lalu maju  ke depan dan beberapa  jarak dia maju ke depan. Hadhrat Masih Mauud berkata padanya aneh sekali ini   anak, baru beberapa hari terus menerus menangis minta dibelikan  sepatu dan terus memaksa. Saya telah membelikannya sepatu baru ,tetapi  kini sama sekali tidak berfikir, sepatu dia lemparkan entah dimana dan  lari-lari kesana kemari dengan telanjang kaki. Hadhrat Masih Mauud benar-benar tertawa akan hal itu. Kemudian seorang khadim berkata,bahwa jika ada izin maka saya sekarang lari mengambilkan  sepatunya dari rumah. Beliau bersabda jangan ,jangan susah-susah,biarkan dia bermain seperti itu… Sirat Hadhrat Masih Mauud a,s, jilid 3 hal.270-271

Pada suatu ketika  bersama Hadhrat Masih Mauud a.s.  Sahibzadah Mirza Basyir Ahmad juga datang dan karena suatu hal dia tertawa  terbahak-bahak. Hadhrat Masih Mauud a.s. .berkata padanya dengan sangat tenang  bahwa di Mesjid tidak harus  tertawa. Maka tatkala untuk kedua kali dia mulai tertawa lagi maka beliau pergi dari mesjid.

 Sudah merupakan kebiasaan Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa jika ada anak yang datang pada beliau maka beliau memberikan tempat lalu sedikit bergeser ke sebelah  untuk  memberikan peluang  duduk disamping beliau. Hadhrat Khalifatul-Masih  II sering  datang,sementara  Sahibzadah Mia Basyir Ahmad dan Sahibzadah Mia Syarif  Ahmad jarang datang. Saat jalan-jalan terkadang saja dia ikut dan Hadhrat Sahibzadah Mubarak Ahmad berada di pangkuan/dalam gendongan kemudian khadim –khadim senatiasa mengambilnya. Apabila Hadhrat Sahibzadah menginginkan maka    Hadhrat Masih Mauud a.s. sendiri yang mengangkatnya.

Sirat  Hadhrat Masih Mauud a.s.Jilid 3 hal.367

Pada suatu ketika  di hadapan Hadhrat Masih Mauud a.s.anak-anak menggoda  Hadhrat  Mia Syarif bahwa Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak mencintai kamu. Maka atas hal itu dia menangis sambil   keluar ingus.  Supaya jangan sedih Hadhrat Masih Mauud a.s. menarik kearahnya untuk menyatakan kasih sayang. Karena kasihan  ingus anak itupun keluar karena sedihnya. Dengan fikiran supaya pakaian   Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak  kotor  sambil tidak mau dia terus bersikeras mundur kebelakang..Hadhrat Masih Mauud a.s. terus menarik ke arahnya sambil  bersabda bahwa saya sangat sayang padamu.

Ada sebuah riwayat dari Hadhrat Mia Basyir  Ahmad  r.a. bahwa kami biasa mengganggu Hadhrat Masih Mauud a.s meski apapun yang  beliau tengah kerjakan.Dalam kondisi apapun, kami pergi pada beliau meminta uang ,bapak berilah uang. Dan beliau membuka sapu tangan beliau lalu mengeluarkan uang. Jika kami terus  mengganggu beliau  maka beliau berkata, Mia ! saya kini tengah bekerja,jangan ganggu. Sirat  Hadhrat Masih Mauud a.s.hal..378-379

Berkenaan dengan Hadhrat Mia Syarif  r.a ada sebuah  riwayat lain     yang menarik bahwa  Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak tahu persis  bahwa kenapa terfikir  oleh beliau bahwa dia (Mia Syarif) mungkin tidak pernah sama sekali makan nasi   zardah-kuning manis. Karena itu   Hadhrat Masih Mauud a.s. yakin bahwa Mia Syarif  r.a  tidak menyukai itu, bahkan tidak pernah makan zardah/nasi kuning . Pada suatu ketika  nasi kuning telah dihidangkan   maka dia mengulurkan tangannya lalu  Hadhrat Ammajan menolaknya  bahwa Syarif tidak makan/tidak suka nasi kuning. Hadhrat Masih Mauud a.s. pun inilah yang beliau katakan. Maka Mia Syarif  r.a mulai mengatakan bahwa Syarif suka zardah, Syarif suka  zardah/nasi kuning. Kemudian nasi kuning diletakkan di hadapan beliau,

Hadhrat  Maulana Abdulkarim meriwayatkan  bahwa Hadhrat Masih Mauud a.s.  sibuk dalam suatu pekerjaan  maka anak memanggilnya ,bapak,bua khul-bapak .bukalah  pintu. Yakni, dia berbicara dalam bahasa Punjabi, bukalah pintu dan begitu masuk ke dalam maka dia kembali menengok mengeluarkan kepalanya lalu keluar lagi dan kemudian datang kembali lalu  berkata, bapak ! bukalah pintu. Hadhrat Masih Mauud a.s. betapapun beliau tengah mengerjakan pekerjaan yang penting beliau selalu bangun membukakan pintu  dan kemudian menutupnya lalu beliau duduk. Beliau tidak pernah mengatakan bahwa kenapa kamu ini berkali-kali mengganggu saya.. Pernah saya menghitungnnya maka ternyata  dua puluh kali dia melakukan ini dan di dalam  semua kejadian itu   Hadhrat Masih Mauud a.s. tidak pernah membentak  dan keluar nada marah dalam ucapan  beliau  Sirat Hadhrat Masih Mauud a.s. dari Hadhrat  Maulana Abdulkarim.hal. 33-34

Ada seorng perempuan Pettan  bernama Ammatullah Bibi. Kami memanggilnya  dengan panggilan Lal pri. Tatkala pada awal mula dia datang ke Qadian bersama  bapak paman, Sayyid Nur dan bersama Sayyid Ahmad Nur umur beliau masih  kecil. Kedua orang tuanya, paman laki-laki dan bibi datang ke Qadian setelah wafat Syahzadah Sayyid Abdullatif Syahid. Ammatullah mulai sejak kecil menderita sakit mata dan sakit mata beliau sedemikian  parahnya yang  karena  sakit dan merahnya, beliau  tidak ada  kemampuan untuk membuka matanya. Pernah pada suatu ketika mereka hadir di hadapan    Hadhrat Masih Mauud a.s. dan berkata,Hudhur ,mata saya sangat sakit.Hadhrat Masih Mauud a.s. membasahi matanya dengan  air liur beliau dan mulai hari itu sampai wafatnya tidak pernah lagi beliau terkena penyakit mata.

Ada sebuah ilham Hadhrat Masih Mauud a.s.berkaitan dengan Hadhrat Mia Syarif برق طفلى بشيرbarraqa thifliy basyiyr –mata anak saya Basyir menjadi bersinar dan menjadi terang.   Hadhrat Mia Syarif  juga dari sejak  kecil biasa sakit mata. ,tetapi sampai selama beliau hidup tidak pernah sakit mata.

Kini saya akan memberitahukan akan cerita  menarik Lal pri. Hadhrat Mia Basyir Ahmad  biasa berkata bahwa sudah merupakan kebiasaan Lal pri bahwa jika saya memanggilnya untuk suatu pekerjaan maka dia mundur selangkah  ke belakang kemudian maju ke depan. Dan jika maksud saya supaya dia berdiri di dekat saya dan saya mengatakan pergilah maka dia serta merta  tiba-tiba akan menabrak. Karena itu saya senantiasa hati-hati. Dan jika dia berdiri di dekat saya maka  bukannya mengatakan “ pergi “ saya memanggilnya ke arah saya, maka sesuai  kebiasaannya dia bergeser ke belakang. Kamudian saya menyadari. Jadi inilah kondisi  masa kanak-kanak yang sungguh sangat menarik disana yang  masih saya ingat.

Kini kisah Hadhrat Mufti Muhammad Sadiq yang sangat menarik   berkenaan dengan mendengar. Anak beliau bisu dan tuli  dan dia tengah terkena penyakit demam tipest. Beliau  hadir di hadapan  Hadhrat Masih Mauud a.s. Pada saat sidang Gudaspur, di  hari-hari sidang  beliau senantiasa pergi bersama-sama.   Hadhrat Masih Mauud a.s.dengan  melihat kondisinya bersabda  pada Hadhrat Mufti Muhammad Sadiq  bahwa tuan jangan pergi ke Gudaspur, tinggallah disini. Maka beliau a,s, pergi dan pada subuh ke dua anak wafat. Dari itu beliau a.s. datang  dari Gudaspur, maka  Mufti Sahib waktu itu sambil  mengangkat anak perempuan beliau Hafizah  bertemu dengan Hadhrat Masih Mauud a.s. di  ruang tamu . Beliau bersabda: Saya telah mendengar akan kewafatan anak Tuan. Saya sangat sedih sekali dan saya banyak berdoa untuk Tuan, semoga Allah menganugerahi gantinya pada Tuan dia akan menjadi orang yang mendengar  dan akan menjadi orang  berbicara/tidak bisu.

Disini Mufti sahib berkata,Hudhur , di rumah saya ada dua  anak perempuan  dan ingin punya dua anak  laki-laki. Kini ini perempuan dan sesudahnya jika lahir anak perempuan yang kedua maka itu bukanlah pengganti yang lebih baik dan jika laki-laki yang lahir maka saya akan  anggap itu sebagai ganti yang baik.Beliau bersabda: Di dalam diri Tuhan kita terdapat kekuatan yang luar biasa untuk meniadakan rangkaian anak-anak perempuan. Sesuai  dengan itu-aku  berkurban untuk-Nya Yang Mahamulia – sesudah itu secara terus menerus secara berurutan enam anak laki-laki  yang lahir di rumah Mufti sahib dan semuanya mendengar dan pandai bicara/tidak ada yang bisu. Meskipun ini secara bergurau  Mufti sahib terangkan, namun ini merupakan mu’jizah pengabulan doa Hadhrat Masih Mauud a.s. Sirat Hadhrat Masih Mauud a.s. dari Ya’qub Ali Irfani hal 202-203

                                                                          Qamaruddin Sahib

Khutbah Jumaah tanggal 14 Februari 2003

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang memulai penciptaan/kelahiran dan Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Al-Hasyar ayat 25

Maksud صورsawwara ialah Dia telah membentuk rupa dan   wajah. Dan arti     صور شخصاsawwara syakhshan ialah Dia telah menerangkan sifat-sifat  sesuai  kelembutan orang itu ( Yakni telah menggambar bagian  internal dan external orang itu ) dan الْمُصَوِّرُ-adalah isim fail مُصَوِّرmusawwir– disebut untuk orang-orang  yang menghiasi dengan ukiran dan hiasan ,Al-Munjid fillughatil ‘arabiyyah almu’aasharah.

Hadhrat Imam ragib dalam kitabnya “Al-Mufradaat fi gariybilqur’an bersabda:الصورةashshuratu dikatakan  untuk bekas-bekas/jejek-jejak benda-benda yang karenanya  menjadikannya  istimewa dan menonjol dari yang lainnya . Ini ada dua macam:

محسوس-dirasakan: Yang jangkauannya dirasakan baik oleh   segenap  orang khas maupun  manusia pada umumnya , bahkan  hingga  selain manusia sampai  hewan-hewan pun dapat menggunakannya setelah melihat seuatu. Sebagaimana  rupa  manusia, kuda-kuda dan rupa /bentuk keledai dll. Terhadap segenap hewan dapat diketahui bahwa ini  kuda , keledai dan  benda apa itu ?

معقولma’qul  ialah yang hanya khas yang dapat menjangkaunya.  Sebaagai misal rupa  yang dari  itu hanya manusia yang diistimewakan,misalnya,akalnya,  pemahamannya dan jangkauan  akalnya.

Berkenaan dengan  dua mafhum rupa  itu Allah dalam Al-Quran berfirman

ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ. وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُم.فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَك.

(Kemudian Dia membentuk kamu dan membuat bentukmu indah dalam bentuk apapun yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu. )

Demikian pula Rasulullah saw bersabda:ان الله خلق ادم على صورتهinnallaha khalaqa aadama ‘ala shuwratihi-sesungguhnya Allah telah menciptakan Adam dalam bentuknya.Kini ini merupakan hal yang perlu direnungkan bahwa  Tuhan bagaimana menciptakan manusia dalam bentuknya ? Sedangkan   Allah sama sekali berbeda dengan manusia. Jadi disini maksud dalam rupanya  ialah menciptakan manusia  dapat mengerti  sifat-sifat baik-Nya. Lebih dari itu tidak ada lagi arti lainnya; sebab, Allah  tidak ada memiliki rupa  seperti   yang bisa ditampilkan seperti  manusia.

Pengarang Lisanul’arab menulis:

 الْمُصَوِّرُ-adalah nama dari nama-nama Tuhan dan artinya ialah Zat yang telah memberikan bentuk-bentuk pada  segala yang maujud /ada dan telah menyusunnya,dan telah memberikan bentuk yang khas/istimewa   pada segala sesuatu  dan menganugerahkan kafasitasnya  yang  karenanya dia menjadi istimewa dari benda-benda  lainnya.lisanul-arab

Kini kembali lagi hadis dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. dimana tertera bahwa “Allah telah menciptakan Adam dalam rupa/bentuknya”    Musnad Ahmad Bin Hanbal . Musnad Baqi Musnad Al-Mutakatsitsirin Sebelumnya saya telah terangkan,bahwa apa maksud menciptakan dalam  bentuknya.

Dalam Sahib Bukhari Kitabuttauhid dari Hadhrat Abu Hurairah di dapatkan sebuah riwayat yang panjang dimana  di dalamnya tertera bahwa Rasulullah saw bersabda: Tuhan akan datang pada ummat ini dalam rupa  dimana mereka itu niscaya akan  mengenal-Nya. Kini, jika kalian  mengetahui  akan sifat-sifat Tuhan Mahapencipta, maka kalian pun  akan dapat mengetahui  Tuhan  juga dan dapat dan mengenal-Nya.

Di dalam  kalimah الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ-disebutkan sifat-sifat Allah sedemikian rupa    yang darimana  manusia memperoleh rezeki, bahkan segala  sesuatu mendapatkan rezeki. Rabb segenap jagad Raya. Jadi, inilah metode  mengenal Tuhan, yakni  ciptaan-Nya seyogianya dikenal.  Rasulullah saw, inilah yang beliau sabdakan  bahwa mengenal Tuhan itu dapat mungkin  dengan perantaraan mengenal sifat-sifat-Nya, kalau tidak, Dia tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Seseorang bertanya pada Hadhrat Aisyah r.a.,apakah Rasulullah saw juga tidak pernah melihat Tuhan dengan kasat mata .Hadhrat Aisayah berkata bahwa kamu telah mengatakan sesuatu yang menjadikan  tubuh saya  gemetar karenannya. Karena  itu, siapapun tidak ada yang pernah melihat Tuhan dengan kasat mata. Bahkan Dia bersemayam/menjelma di dalam kalbunya.

          Rasulullah saw telah menerangkan topik ini dalam sebuah hadis  bahwa tatkala bayi berumur empat bulan setengah di dalam perut ibunya  maka ruh dimasukkan di dalamnya. Seorang dosen /profesor dari  Kanada di universitas Toronto telah menyajikan hadis ini dalam dukungan terhadap kebenaran  Rasulullah saw. Sebab para ilmuan yang telah mendapatkan  hakekat/temuan  itu  Rasulullah saw telah terangkan  empat belas abad yang lampau. Kini pada saya memang tidak ada refrensinya, namun saya ingat  bahwa profesor dari Kanada itu  telah mengatakan berkenaan dengan Rasulullah saw  bahwa saya,katanya, menganggap beliau itu benar; sebab, sesudah empat bulan setengah, sabda beliau (saw) ,ruh menerpa masuk di dalam diri anak/bayi dan  jika sebelum empat bulan setengah terjadi  aborsi(pengguguran ) maka gumpalan darahlah  itu yang akan mati. Sesudah  empat bulan setengah apakah   itu harus diletakkan di incubator/mesin pengeram/penetas  itu pasti akan terpelihara/terjaga membuahkan. Jadi  ini juga  diterangkan sebagai suatu tanda kebenaran Rasulullah saw.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Beliau seorang yang benar dan yang dibenarkan bahwa ciptaan/kejadian (awal) setiap ciptaan manusia   sempurna dalam waktu empat puluh hari dan empat puluh malam di dalam perut ibunnya. Kemudian memerlukan  waktu empat puluh hari empat puluh  malam lagi baru menjadi علقه‘alaqah-yakni, darah yang menggumpal.  Kemudian dalam waktu sebanyak itulah  ( Yakni, empat puluh hari dan malam lagi) itu menjadi مضغهmudhgah-yakni, menjadi gumpalan daging ( Ini kesemua waktunya menjadi seratus dua puluh hari, yakni bukannya empat bulan setengah,bahkan menjadi empat bulan) Sesudah itu seorang malaikat dikirim padanya dan dia meniupkan ruh di dalamnya. Kemudian  diperintahkan padanya empat perkara. Sesuai dengan itu malaikat mencatat rezekinya ,umurnya,amalnya dan nasib baik dan nasib buruknya.

Demi Tuhan yang Esa bahwa  diantara kalian ada yang senantiasa  melaksanakan pekerjaan ahli surga sehingga dia dan surga hanya tersisa berjarak  sehasta. Kemudian berfirman: Dan demikian pula terkadang seorang melaksanakan amal-amal orang ahli neraka.sehingga diantara dia dan penghuni  neraka menjadi hanya berjarak sejengkal, baru Tuhan membalikkannya. Sehingga pada akhirnya  yang tadinya telah dekat dengan surga itu  menjadi penghuni  neraka dan yang tadinya telah dekat dengan neraka  Tuhan kemudian memberikan taufik padanya untuk masuk dalam surga Muslim Kitabul qadar

Hadhrat Aisyah Siddiqah r.a. meriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah saw sakit  maka dari anatara istri-istri beliau Hadhrat Ummu Salmah,Hadhrat Ummu Habibah menyebut sorang sahaya bernama Mariah yang mereka  lihat di Habsyah. Mereka menyebut akan kecantikannya dan gambar-gambar yang melekat  di sana, maka  sambil mengangkat kepala beliau bersabda: Itu adalah orang-orang  yang apabila dari antara mereka ada yang wafat maka mereka membuat mesjid di kuburan mereka dan kemudian mereka membuat gambat lalu di gantungkan disana. Pada pandangan Tuhan ini merupakan makhluk yang paling jahat.Al-bukhari Kitabul-Janaaiz

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: Mereka orang-orang yang membuat gambar-gambar  dan patung-patung  pada hari qiamat mereka akan diazab dan kepada mereka akan dikatakan hidupkanlah  apa yang kamu telah buat . .Al-bukhari Kitabullibas

Hadhrat Aun bin Abi Juhaifah meriwayatkan dari bapaknya bahwa  dia  telah membeli seorang budak yang menempelkan (pich-semacam lukisan ?)  lalu  berkata padanya bahwa Rasulullah saw melaknat orang yang makan riba dan memberikan makan riba dan membuat melukis  di tubuh dan orang yang menyuruh menuliskan  dan orang yang membuat gambar/menggambar  .Al-bukhari Kitabullibas

Kini terkait dengan gambar ada suatu hal yang perlu diingat bahwa yang dimaksud  gambar adalah gambar patung dan gambar yang dapat menimbulkan  khayalan-khayalan syirik, kalau tidak, gambar itu sendiri bukanlah   buruk. Rasulullah saw telah melihat gambar Hadhrat Aisyah di selembar  saputangan dan kepada beliau dibertahukan bahwa  beliau akan menikahinya. Sesuai dengan itu persis seperti itulah rupa  wajah Hadhrat Aisyah r.a. Jadi, gambar bukanlah dilarang. Orang-orang yang  keberatan pada Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa beliau telah menyuruh mengambil gambar,  hendaknya memaklumi bahwa gambar itu dilarang dalam arti penyembahan berhala;  kalau tidak, pada kenyataaannya gambar tidaklah buruk. Dari gambar orang-orang melakukan qiyafah-dapat memperkirakan baik buruk akan orang yang bersanagkutan . Banyak sekali orang-orang yang hanya dengan melihat gambar Hadhrat Masih Mauud a.s. telah  menerima beliau. Sebab, wajah beliau juga merupakan  wajah seorang yang benar dan rupa  wajah beliau juga – dengan karunia Tuhan-   merupakan wajah seorang yang tulus  dan  benar.

Pernah pada suatu ketika di Qadian datang seorang  yang menentang keras sedemikian rupa terhadap Jemaat.  Tatkala  dikatakan padanya datanglah, maka dia berkata pada orang yang memaggilnya bahwa saya akan pergi dengan syarat bahwa untuk melakukan pengobatan  saya akan pergi pada  Hadhrat Khalifatul Masih awwal, Hakim Nuruddin,  tetapi tempatkanlah saya di tempat inap  yang  lain. Di Qadian jangan tempatkan saya sama sekali di lokasi di mana ada mesjid  Mubarak.  Baiklah,katanya. Sesuai dengan  itu dia ditempatkan  di lokasi  lain. Dia tinggal di blok itu, dalam upaya pengobatan penyakitnya hingga sembuh. Tatkala dia mulai jalan maka dia berkata, lihatlah,  jika kini ingin memperlihatkan mesjid, perlihatkanlah, tidak apa-apa, dengan syarat di dalam mesjid itu (berkenaan dengan  Hadhrat Masih   a.s dia berkata) dia jangan ada disana. Dan perginya juga pada malam hari jangan ada yang tahu.Nah, kini mekanisma   Tuhan terjadi seperti ini , yaitu tatkala pada waktu dia dibawa ke mesjid, persis pada saat  itu   Hadhrat Masih Mauud a.s.membuka jendela lalu keluar. Kondisinya ini  merupakan hal yang sangat mengherankan. Dia melihat Hadhart Masih Mauud a.s. lalu serta merta menangis sambil berkata bahwa ini bukanlah wajah seorang pendusta,karena itu baiatlah saya sekarang. Sesuai dengan itu pada waktu itu Hadhrat Masih Mauud mengambil baiatnya.

Imam Razi bersabda:

Arti  الْمُصَوِّرُ –Al-Musyawwir: Dia menciptakan bentuk  makhluk selaras  dengan kehendak-Nya; dan bahasan sifat الخالقAl-Khaaliq datang   sebelum sifat البارى-Al-Baariy ; sebab, sebelum penzahiran kekuasaan ada  kehendak  dan bahasan/sebutan sifat  البارىalbaariy itu datang sebelum   الْمُصَوِّرُAl-Musawwir; karena kelahiran tubuh ada  sebelum menciptakan sifat-sifat. Tafsir Kabir Lirraziy jilid 29 hal. 295-296

Disini perlu diingat  bahwa orang Aryah tidak mengimani Allah sebagai Pencipta dalam arti yang benar. Mereka mengimani Dia  sebagai Pencipta dalam corak bahwa Dia  mempertemukan dua benda kimia lalu terjadi bentuk  ketiga. Menurut mereka bahan/material dan ruh juga terlahir sejak dahulu kala  dan Allah menyambung/mempertemukan  keduanya  dengan paksa.Dan Tuhan sebagai pencipta ,menurut mereka, lebih dari itu tidak ada arti lain. Padahal hal ini sama sekali dusta. Aneh dan unik sekali kisah yang mereka buat  bahwa ruh jatuh dari langit berupa embun  pada  sayur-sayuran  dan pabila  sapi memakannya maka itu akan masuk ke dalam air  susunya dan berpindah dari air susu itu pada  orang-orang yang meminum susu itu dan sebagai dampaknya kembali tercipta  nuthfah. Walhasil, ini merupakan kisah sia-sia , aneh dan lucu yang telah orang-orang ciptakan. Allah yang lebih mengetahui bahwa tidak ada kedustaan yang lebih besar dari itu. Tidak ada ruh yang turun dari langit. قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي  – Ruh merupakan urusan Tuhan-ku dan dari Dia-lah ruh itu tercipta.

Hadhrat Masih Mauud a.s.:

Dia adalah  مُصَوِّرmusawwir- yakni, yang memberi bentuk jasmani dan menganugerahkan bentuk yang istimewa  karena untuk Dia-lah  semua nama-nama  baik telah terbukti,yakni semua sifat-sifat  sempurna yang dari segi kesempurnaan kudrat akal dapat cerna /fikirkan , itu terkumpul dalam Zat-Nya.Purani Tahriri ruhani Hazain jilid 2 hal 11

 Hadhrat Masih Mauud a.s.selanjutnya bersabda:: Dia adalah Tuhan yang menciptakan setiap tubuh  dan segenap ruh  dan Yang terbentuk dalam rahim. Semua nama baik sejauh mana dapat terfikir semuanya  nama Dia semata. Filsafat Ajaran Islam Ruhani Hazain jilid 10 hal 275

Di dalam Al-Quran Tuhan berfirman:

 هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيم

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tiada  Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Surah Ali- Imran ayat 7

Alamah Razi bersabda:

“ Di dalam ayat ini  terdapat isyarah akan kekuasaan  Tuhan atas segenap kemngkinan-kemungkinan  yang ada dan sejalan dengan itu juga Dia Kuasa meraih  mamfaat-mamfaat dan faedah-faedah bagi segenap makhluk…..dan Dia-lah Zat yang telah memberikan bentuk  tubuh yang aneh dan ajaib serta  memberikan bentuk dalam kegelapan-kegelapan  rahim ibu pada susunannya dan menciptakan sisi lahiriah, alamiah dan sisi sifat-sifat (benda-benda) itu dalam bentuk berbagai organnya; dan kemudian merangkainya dalam susunan sempurna dan rapi  bagian-bagian elemen lainnya  dengan sejumlah bagian-bagian yang lain dan ini merupakan dalil  akan kekuasaan-Nya yang sempurna,sebagaimana dari  setetes nuthfah  Dia telah menciptakan berbagai jenis  organ-organ, karakter-karakter, rupa  dan warna.” Tafsir Kabir lirrazai jilid 4 hal 176-177

Hadhrat Khalifatul-Masih I bersbda:

Berfirman  هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ    bahwa manusia mengerjakan  pekerjaan yang halus sampai yang sehalus-halusnya  dalam cahaya,tetapi Kami merupakan wujud yang seberapa tambah halusnya pekerjaan  itu Kami lakukan dalam kegelapan,misalnya, kami telah menciptakan bentuk-bentuk kamu   فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ( dalam tiga kegelapan) ,yaitu  di dalam perut terdapat  rahim dan kemudian di  dalam rahim itu terdapat tutupan. Apabila kami memiliki ilmu  tentang itu maka apakah  tentang ilmu yang akan datang yang merupakan suatu corak  kegelapan kami tidak bisa miliki  ?

لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ– Jika kamu merenungkan maka kamu akan sampai pada kesimpulan bahwa yang bersifat dengan  segenap sifat sempurna, bersih dari segenap keburukan adalah Dia sembahan yang tiada semisalnya.Lampiran Surat Kabar Qadian 27 Mei 1909

Kemudian dalam surah A’raf Tuhan berfirman:

 وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu , lalu Kami memberikan bentuk padamu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka mereka semuanya pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk dari antara orang yang bersujud.A’raf 11

Kini,terkait dengan peroses pembentukan/pemberian bentuk-bentuk  dan  kemudian terkait dengan Dia berfirman  pada Adam. Pada hakekatnya, Allah swt yang telah menjadikan Adam  dengan benar; meniupkan  ruh-Nya di dalamnya dan  akibat dari Dia telah meniupkan ruh-Nya di dalam dirinya, Adam menjadi baik dan benar. Kalau tidak, bersujud pada para malaikat tidaklah boleh/benar  bagi Adam. Tatkala Allah  telah  berfirman bahwa Saya telah meluruskannya/menjadikannya dengan benar , meniupkan ruh-Ku padanya  dan meniupkan izin-Ku padanya baru pada saat itu dia diperintahkan untuk sujud.

Selanjutnya sebuah  ayat  اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا  – Allah-lah yang menjadikan bumi bagimu sebagai tempat menetap. Surah Al-Mu’min 65   وَالسَّمَاءَ بِنَاء  ًdan menjadikan langit  sebagai atap yang kuat yang melindungimu dan menganugerahkan bentuk padamu dan menciptakan   rupamu indah dan dari benda-benda yang bersih  Dia telah menganugerahkan rezeki padamu. Inilah Allah, Tuhan-mu.  Jadi,satu-satunya  Dia-lah  Allah  yang telah terbukti memiliki keberkatan  yang adalah  Rabb seluruh alam Raya.

Bentuk semuanya  atau rupa   segala sesuatu itu adalah bagus ; perbedaan itu adalah relatif. Hadhrat Khalifatul-Masih III r.h. senantiasa  bersabda: Bahwa siapapun jika dilihat maka pasti ada saja sisi/sudut yang akan menampakkan dia itu cantik. Jadi, inilah yang  para imam  telah  catat bahwa maksud  menciptakan pada bentuk yang indah ialah bahwa pembentukan  hidungnya itu   benar/berimbang, dan ciptaannya  sedemikian rupa diciptakan yang menjadikannya  nampak cantik. Lihatlah tangan,lihatlah  kaki ,lihatlah jari-jari, lihatlah mata, telinga dan hidung,seorang manusia sedemikian rupa  mencium sesuatu dengan hidungnya  yang mana orang lain sama sekali tidak bisa membayangkan bahwa dengan perantaraan mencium  dia akan dapat mengetahui  benda apa ini ? Dengan telinga dia  mendengar hal-hal yang mana dia dapat mengenal suara,yang terkadang dari ribuan-ribuan suara dia dapat mengenal perbedaan. Ini suara siapa dan ini suara siapa.

Imam Razi berkata,” Kami mengatakan, buruk sama sekali tidak ada. Tetapi keindahan sesuatu/seseorang  atas perbandingan orang lain berada pada  kelas-kelas / martabat-martabat dan  tingkatan-tingkatan dan terkadang kecantikan sebagian kurang dibandingkan dengan orang yang lebih baik darinya, yang dari itu  jelas bahwa kecantikannya tidak nampak, tetapi itu tetap berada dalam ruang lingkup cantik juga ..tidak luar dari itu.Tafsir Kabuir Lirraazi jilid 30 hal 23

Kemudian ayat surah Infithar:

 الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ(7)فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ -Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh) mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu.Al-Infithar 7-9

Allamah Ibnu Katsir menerangkan :

“ Allah apabila menghendaki sesuatu maka Dia mengatakan jadilah maka sesuai dengan kehendak-Nya  Dia akan terbentuk pada keindahan-keindahan bentuk dan rupanya ( dan pada akhirnya sepertri itulah itu terbentuk) sebagaimana Allah bearfirman   فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ– dalam rupa  apa saja yang Dia kehendaki, Dia akan menyusun susunan tubuh-mu.. Oleh karena itu, Dia adalah مُصَوِّر– sebab  المُصَوِّر  – al-mushawwir adalah Zat  yang menciptakan /membentuk  benda apapun  dalam bentuk dan corak   yang Dia inginkan Dia dapat menciptakannya. Tafsir Ibni Katsir jilid 4 hal 245

Hadhrat Khalifatul-Masih I dalam menafsirkan ayat surah Al-Infithar ini bersabda : Manusia telah Dia ciptakan, tidak dia ciptakan dari hewan. Penyempurnaan ciptaan sedemikian rupa indahnya Dia lakukan sehingga singa ,gajah ,dll semuanya dapat dia taklukkan. ( Yakni, manusia memiliki kelebihan dari semua hewan-hewan  lainnya.  Dan sampai  singa dan gajah dapat dia ta’lukkan;dipertontonkan  dalam sirkus. Singa dan gajah dll semua berada dalam kendali  manusia ) Dia telah menciptakannya memiliki perilaku yang pertengahan. Susunan /pembuatan  bentuk dan corak suara sedemikian rupa sehingga ratusan ribu dan jutaan manusia bentuk dan suara jutaan manusia  tidak ada yang sama. ( Dan manusia mengenalnya ) dan ini semua merupakan pemeliiharaan-Nya dan tanda  kasih-sayang-Nya. Lampiran Surat Kabar Badar Qadian.6 Juni 1912

Pada umumnya dalam surat-surat dan pada saat mulaqat orang-orang menggunakan peribahasa “doa farmae-doakanlah (doa dengan penggunaan kata kerja fermanae’ ini saya ingin menyuruh diluruskan bahwa bersama kata doa menggunakan kata “ Farmane “ tidak perlu ada timbul pertanyaan . Kefanaan  Hadhrat Masih Mauud a.s. kepada Rasulullah saw dan adab beliau yang sedemikian mendalam itu tidak terdapat tandingannya,tetapi dalam semua catatan Hadhrat Masih Mauud a.s. di suatu tempat pun tidak pernah menggunakan bahwa Rasulullah saw menggunakan kata kerja doa farmae  di hadapan T uhan. Selalu beliau menggunakan kata “aradh ki-beliau mengatakan”- Dan pada   hakekatnya  pada Tuhan tidak ada yang bisa  menggunakan kata ‘ farma’ di hadapan Tuhan. Pada Tuhan sesuatu bisa aradh ki dimohon. Kini, setelah khutbah yang pendek ini saya membaca khutbah terakhir.,khutbah kedua.{ setelah khutbah kedua Hudhur atba bersabda. Pada akhirnya saya memohion doa untuk kesehatan saya. Kesehatan saya lebih  baik dari sebelumnya,tetapi kini perlu banyak doa . Saudara-saudara  senantiasa ingatlah   dalam doa-doa.

Qamaruddin Syahid

 

 

 

 

(Visited 182 times, 1 visits today)