Menyebarkan Perdamaian dan Keamanan (Pidato Peresmian Masjid Baitul Ahad, Jepang)

Oleh Hazrat Mirza Masroor Ahmad, 21 November 2015

masjid baitul ahad jepang, perdamaian dan keamanan

Para tamu yang terhormat, Assalamu’alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuhu

Pertama-tama, dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua tamu yang telah bergabung dengan kami pada acara hari ini, yaitu peresmian Masjid Baitul Ahad. Kehadiran anda menunjukkan bahwa anda merupakan orang-orang yang sangat ramah dan terbuka. Saya mengatakan ini karena, walaupun Anda bukan Muslim tetapi Anda menghadiri undangan peresmian masjid.

Meskipun di antara kalian masih ada yang memiliki keraguan tentang pembukaan masjid ini atau tentang Islam. Anda mungkin yakin kepada sahabat Ahmadi yang telah dikenal adalah orang yang baik dan menyukai kedamaian, tetapi pada saat yang sama anda mungkin khawatir dengan Muslim Ahmadi lainnya yang tidak anda kenal. Atau mungkin saja Anda khawatir bahwa mesjid ini akan menjadi sumber kekacauan dan meningkatnya ketegangan dan perpecahan dalam masyarakat. Kekhawatiran semacam itu sampai batas tertentu memang dapat dipahami, karena sangat disayangkan, memang terdapat beberapa pihak yang menyebut diri sebagai Muslim telah menyebabkan banyak penderitaan dan kesengsaraan di dunia, dengan melakukan tindakan yang dipenuhi kebencian atas nama Islam. Namun, izinkan saya untuk menjelaskan bahwa ajaran Islam dan tujuan hakiki sebuah Masjid sangatlah damai dan sarana pemersatu masyarakat.

Baca Juga: Tidak Perlu takut Dengan Masjid Hakiki

Tujuan utama yang mendasari pembangunan masjid adalah sebagai tempat berkumpul bagi orang-orang dalam beribadah kepada Allah dan untuk menyebarkan cinta, kasih sayang, dan niat baik kepada seluruh masyarakat. Dalam Al-Quran Surah Adz-Dzariyat [51]: 57, Allah telah berfirman bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah supaya mereka menyembah Allah, hal ini mencakup semua manusia, baik kaya atau miskin, yang kuat atau yang lemah.

Tetapi sayangnya, di dunia saat ini, umat manusia telah jauh dari agama, sebagian besar telah melupakan Pencipta mereka bahkan semakin banyak yang tidak lagi mempercayai Tuhan. Dan sangat disayangkan juga terdapat kelompok-kelompok yang telah menyalahgunakan ajaran agama, mereka sedemikian rupa menampilkan gambaran agama yang sangat brutal dan mengerikan di dunia. Saya sangat mengakui bahwa terdapat juga orang-orang yang menyebut diri Muslim yang menghadirkan Islam dengan cara yang sangat keji dan mengerikan, padahal jika dibandingkan dengan agama-agama lain dapat dikatakan bahwa saat ini terdapat lebih banyak yang patuh dan menjalankan ajaran-ajaran agamanya. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa kelompok-kelompok teroris dan unsur-unsur ekstremis yang telah membajak agama juga berkembang dalam Islam.

Meskipun ekstrimis semacam itu berusaha untuk menghubung-hubungkan diri dengan agama, tetapi sesungguhnya tindakan dan ideologi mereka tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam hakiki. Faktanya, ajaran-ajaran perdamaian Islam tak tertandingi dalam sejarah dunia.

Pusat Perdamaian

Pusat utama atau kiblat bagi umat Islam dalam beribadah adalah Ka’bah, yang dinyatakan Allah sebagai pusat perdamaian dan keamanan. Sehingga di dalam Al-Quran surah Yunus [10]: 26 Allah berfirman bahwa Allah menyeru ke tempat kedamaian dan keamanan. Oleh karena itu, masjid dibangun supaya orang dapat berkumpul dalam beribadah kepada Allah dan untuk menyebarkan perdamaian.

Dalam kamus bahasa Arab, ibadah yang dikerjakan di masjid disebut As-Shalat. Secara makna artinya adalah belas kasih, kebajikan, keberhasilan dan berkah. Oleh karena itu, orang-orang yang beribadah sesuai dengan ajaran Islam yang benar tidak akan pernah berlaku keji dan kejam, sebaliknya mereka akan berbelas kasih, mencintai, dan menginginkan yang terbaik bagi orang lain dan menjadi sumber rahmat bagi sesama manusia.

Ibadah sejati adalah yang dapat menyelamatkan manusia dari kesalahan, kejahilan dan kejahatan serta membebaskan manusia dari cengkeraman dosa dan tindakan tidak berakhlak. Ibadah sejati adalah pintu gerbang rahmat, kasih sayang dan ridha Ilahi.

Ketika seorang muslim bertemu seseorang, hal pertama yang dia katakan adalah “Assalamu’alaikum,” yang berarti “Semoga kedamaian dan keamanan dari Tuhan menyertaimu.” Ini adalah doa yang mengarahkan pada semua jenis kedamaian dan harmoni. Jadi jelas bahwa masjid yang kami bangun memiliki tujuan dan maksud yang sama dengan didirikannya Ka’bah, yaitu sebagai sumber perdamaian bagi umat manusia dan sebagai tempat berkumpul dan beribadah secara berjamaah, baik pria, wanita maupun anak-anak. Serta bertujuan untuk menyebarkan kedamaian dan kasih sayang di seluruh masyarakat.

Jika setiap Muslim, dan juga setiap orang memenuhi prinsip-prinsip ini maka seluruh pandangan dunia akan segera berubah. Segala bentuk kebencian, konflik, dan keluhan akan lenyap dan dgantikan oleh semangat cinta, simpati dan saling pengertian.

Islam Melindungi Semua Agama

Ketika Islam mengajarkan umatnya untuk membangun dan melindungi masjid, Islam juga menjamin keamanan dan perlindungan tempat-tempat ibadah semua agama. Umat Islam diwajibkan untuk melindungi dan menghormati agama lain dan tempat ibadah mereka.

Kebebasan beragama merupakan prinsip Islam yang utama dan terpenting. Prinsip berharga ini telah diabadikan dalam Al-Quran.

Baca Juga: Kebebasan Beragama dan Toleransi

Selama sepuluh tahun Rasulullah saw dan para sahabat menghadapi penganiayaan berat dan keji oleh kafir Mekkah. Rasulullah saw terpaksa meninggalkan kampung halamannya sehingga beliau beserta para pengikutnya hijrah ke Kota Medinah dengan harapan mereka akan mendapatkan kehidupan yang damai dan aman.

Namun kaum kafir Mekkah tidak membiarkan mereka, sebaliknya terus mengejar mereka secara agresif. Mereka mempersiapkan pasukan yang sangat tangguh dan bersenjata lengkap untuk menyerang kaum muslimin, dengan satu niat, ingin melenyapkan Islam selamanya.

Saat itulah Allah taala memerintahkan Nabi Rasulullah saw untuk melakukan perang yang bersifat mempertahankan diri. Dalam Al-Quran Surah 22 ayat 41, Allah taala berfirman bahwa para penindas tidak hanya berusaha menghancurkan Islam tapi juga berusaha menghancurkan semua agama dan jika mereka tidak dihentikan maka setiap gereja, sinagog, kuil dan tempat-tempat ibadah umat lain akan menghadapi risiko besar.

Jadi, manakala Allah memberikan izin kepada umat Islam untuk membela diri, maka izin tersebut diberikan bukan hanya untuk melindungi Islam, tetapi untuk melindungi institusi semua agama.

Perhatikanlah, orang-orang yang takut pada Islam atau yang mempercayai bahwa umat Islam adalah penyebab meningkatnya kekacauan, harus menghilangkan semua kekhawatiran seperti itu dari pikiran mereka. Yakinlah bahwa Muslim sejati tidak akan menimbulkan risiko dan bahaya apa pun; sebaliknya mereka akan selalu bekerja sama dengan pemeluk agama lain dalam upaya menyatukan masyarakat di bawah panji-panji perdamaian, harmoni dan kemanusiaan. Dan guna memenuhi tujuan mulia dan suci itulah sehingga masjid-masjid sejati dibangun.

Namun beberapa dari anda mungkin bertanya-tanya bahwa jika masjid benar-benar damai tetapi mengapa kita menyaksikan begitu banyak gangguan dan konflik di dunia muslim, mengingat terdapat begitu banyak masjid di mana di dalamnya umat Islam menyembah Allah. Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat sejarah agama itu sendiri. Dengan berlalunya waktu semua agama dan ajaran mereka lambat lain menjadi rusak dan terdistorsi setelah kewafatan pendiri mereka. Dengan cara yang sama, dalam jangka waktu yang lama, sebagian besar umat Islam banyak yang menjauh dari ajaran Islam yang murni.

Sebenarnya, kemunduran Islam pasti terjadi karena Nabi Muhammad saw sendiri telah menubuatkan bahwa dengan berlalunya waktu umat Islam akan memasuki zaman kegelapan rohani dan akhlak mereka akan jauh dari ajaran Al-Quran.

Beliau menjelaskan bahwa pada saat itu Allah taala akan mengutus seseorang sebagai Almasih dan Almahdi yang Dijanjikan untuk menegakkan kembali ajaran Islam yang sejati di dunia. Kami, Muslim Ahmadi percaya bahwa untuk memenuhi nubuat agung ini, Allah taala telah mengutus Pendiri Ahmadiyah sebagai Al-Masih dan Mahdi yang Dijanjikan untuk menerangi dunia dengan Islam yang sejati.

Masih Mau’ud mengingatkan umat manusia untuk kembali kepada Pencipta mereka dan berserah diri kepada-Nya. Beliau menyeru umat manusia untuk mengakhiri semua kekejaman dan ketidakadilan dan hidup dengan rukun saling memenuhi hak satu sama lain. Beliau menegaskan bahwa Nabi Muhammmad saw adalah sumber rahmat bagi seluruh umat manusia dan beliau menekankan bahwa menurut Al-Quran tidak boleh ada paksaan dalam agama.

Setelah menerima Pendiri Ahmadiyah sebagai Almasih dan Mahdi yang Dijanjikan, kami Muslim Ahmadi sepenuhnya bertindak atas dasar ajaran yang mulia tersebut.

Upaya Ahmadiyah Menyebarkan Islam Damai

Saat ini sebagai sebuah organisasi dakwah kami terus menyebarkan pesan Masih Mau’ud tersebut ke seluruh penjuru dunia. Kami berusaha menyebarkan Islam tidak dengan kekuatan atau paksaan, tetapi melalui cinta dan kasih sayang.

Jamaah dan masjid kami menjalankan tujuan dibangunnya Ka’bah – untuk menyebarkan perdamaian di dunia. Masjid kami adalah sumber cahaya yang menerangi lingkungan sekitarnya.

Kami mengikuti ajaran agung Nabi Muhammad saw, ketika dalam khutbah terakhirnya beliau bersabda bahwa orang kulit putih tidak boleh menganggap lebih superior dibanding orang kulit hitam dan orang kulit hitam tidak boleh mengganggap lebih tinggi daripada orang kulit putih. Begitu juga tidaklah orang Arab dapat merasa lebih unggul dari non-Arab atau sebaliknya dan orang kaya pun tidak bisa merasa lebih superior dibandingkan orang miskin. Rasulullah saw bersabda bahwa derajat seseorang tidak tidak dinilai dari latar belakang, kekayaan atau ras, tetapi berdasarkan hubungannya dengan Allah dan usaha mereka untuk mematuhi perintah-perintah-Nya.

Jadi kami percaya bahwa semua orang dilahirkan sama dan kami menentang semua bentuk diskriminasi berdasarkan kasta, agama atau warna kulit. Ketika di satu sisi kami menyebarkan pesan Islam, kami juga memenuhi hak-hak umat manusia dan berusaha untuk membawa kenyamanan dan kemudahan bagi semua orang yang membutuhkan.

Di Afrika, Asia dan di negara berkembang lainnya, kami melayani umat manusia dengan kemampuan terbaik kami, bahkan termasuk di Jepang, seperti yang telah anda dengar dari beberapa pembicara.

Tentu, masjid kami dan Jamaah kami telah dikenal dalam hal dalam komitmen tanpa pamrih melayani orang lain. Kami membangun sekolah dan rumah sakit yang menyediakan pendidikan dan perawatan kesehatan kepada mereka yang sangat membutuhkan di daerah yang terpencil di dunia – tanpa melihat apa agama atau latar belakang mereka.

Kami berusaha menghapus air mata orang-orang yang kesusahan. Kami berusaha menghilangkan kesedihan, keputusasaan dan kepiluan mereka. Kami berusaha memenuhi kebutuhan mereka dan membantu mereka supaya mandiri.

Jadi, di manapun masjid kami dibangun atau jamaah kami dibentuk, penduduk setempat akan segera menyadari bahwa apa yang kami lakukan dan ajarkan tidak lain adalah perdamaian, harmoni, dan toleransi.

Kami percaya bahwa di zaman ini, jihad sejati bukanlah jihad dengan pedang atau senjata, tetapi jihad memperjuangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ini adalah jihad untuk menumbuhkan perubahan yang benar dalam diri kita. Dan jihad untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar dan damai ke penjuru dunia.

Kami melakukan semua ini di Afrika, Eropa, Asia, Amerika, Australia dan semua penjuru dunia. Dan ini juga yang menjadi tujuan kami di Jepang, yaitu untuk memberitahu masyarakat dari bangsa yang terhormat ini tentang ajaran Islam yang hakiki.

Kami berusaha menjelaskan bahwa Islam agama yang mengajak kami untuk mengenali Sang Pencipta, dan mendekatkan diri kepada-Nya serta berbuat baik kepada umat manusia. In syaa Allah mulai hari ini masjid ini, yang merupakan masjid pertama kami di Jepang, akan selamanya menyebarkan pesan ini, baik di kota ini maupun di penjuru negeri.

Dari menaranya akan berkumandang bahwa Islam adalah agama perdamaian, keamanan dan cinta, serta agama yang memenuhi hak-hak Tuhan dan sesama. Saya juga yakin, In syaa Allah, masjid yang baru di bangun ini akan menjadi manifestasi ajaran-ajaran Islam yang suci lebih dari sebelumnya dan akan menerangi anda semua dengan keberadaanya.

Muslim Ahmadi di sini akan menjadi orang-orang yang mempraktikkan dan mengajarkan Islam yang benar. Mereka akan menghilangkan semua ketakutan atau kecurigaan dari orang-orang yang menganggap Islam sebagai agama ekstrimis. Tentunya lebih dari sebelumnnya dunia membutuhkan perdamaian dan kerukunan.

Karena itu marilah kita semua bergandengan tangan dalam persahabatan dan bekerja sama untuk hal itu. Hanya dengan memenuhi hak-hak Tuhan dan hak-hak satu sama lain kita bisa menyaksikan dunia yang damai dan harmonis. Hanya dengan cara itu kita bisa hidup bersama sebagai satu kesatuan.

Di manapun seseorang tinggal di dunia ini, jika mereka menunjukkan ketulusan kepada orang lain dan berupaya menjalin kerjasama maka dunia yang kita saksikan hari ini, yang dipenuhi dengan perang, konflik, dan pertumpahan darah, akan berubah menjadi dunia yang damai, toleran dan harmonis.

Semoga Allah memungkinkan kita semua untuk melakukan hal ini. Terakhir saya ingin mengatakan bahwa semua orang dipersilakan datang ke masjid kami. Pintu masjid ini akan selalu terbuka bagi setiap orang dari agama lain yang ingin beribadah kepada Tuhan.

Saya berdoa semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk meniti jalan yang diridhai-Nya, dan menjadikan kita menerima ganjaran dan karunia-Nya, sehingga seluruh dunia dapat menjadi penerima berkah-Nya. Semoga kita dapat menyaksikan perdamaian sejati dan abadi di dunia ini – Aamin. Akhir kata sekali lagi saya berterima kasih kepada Anda semua karena telah menghadiri acara ini, terima kasih banyak.

Sumber : Review of Religions
Penerjemah : Mln. Husnur Rasyidi
Editor : Jusmansyah