Mengapa Umat Islam mengangkat Pedang?

Rasulullahsaw harus menghadapi kesulitan yang sangat besar. Banyak orang-orang yang dikasihi serta para pengikut setia beliau menjadi korban panah dan tombak musuh – yaitu orang-orang kafir yang kejam. Para pengikut beliau, baik laki–laki maupun perempuan disiksa dengan sangat tidak pantas. Puncaknya adalah ketika para penentang merencanakan untuk mengakhiri hidup Rasulullahsaw. Beliau dikejar. Orang-orang yang mengikuti beliau diiming-imingi hadiah yang besar. Rasulullahsaw terpaksa bersembunyi di dalam sebuah gua. Para pengejar melakukan segala cara untuk menangkap beliau, tetapi sesuai kehendak Ilahi, walaupun beliau berada dalam jangkauan penglihatan mereka, beliau tidak terlihat oleh para pengejar, jadi beliau diselamatkan oleh Allah secara menakjubkan. Ketika kekejaman orang kafir mencapai puncaknya, bahkan hijrahnya umat Islam tidak memuaskan mereka (dengan tetap mengejar umat Islam), Allah taala mengizinkan orang-orang Islam untuk melawan.

Difirmankan di dalam Alquran:

أُذِنَ لِلَّذينَ يُقاتَلونَ بِأَنَّهُم ظُلِموا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلىٰ نَصرِهِم لَقَديرٌ ۝ الَّذينَ أُخرِجوا مِن دِيارِهِم بِغَيرِ حَقٍّ إِلّا أَن يَقولوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَولا دَفعُ اللَّهِ النّاسَ بَعضَهُم بِبَعضٍ لَهُدِّمَت صَوامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَواتٌ وَمَساجِدُ يُذكَرُ فيهَا اسمُ اللَّهِ كَثيرًا ۗ وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزيزٌ

Telah diizinkan bagi mereka yang telah diperangi, disebabkan mereka telah dianiaya. Dan sesunngguhnya Allah berkuasa menolong mereka. Orang-orang yang telah diusir dari rumah-rumah mereka tanpa hak, hanya karena mereka berkata, “Tuhan kami ialah Allah.” Dan sekiranya tidak ada tangkisan Allah terhadap sebagian manusia oleh sebagian yang lain, maka akan hancurlah biara-biara serta gereja-gereja Nasrani dan rumah-rumah ibadah Yahudi serta masjid-masjid yang banyak disebut nama Allah di dalamnya. Dan pasti Allah akan menolong siapa yang menolong-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, Maha Perkasa.” (Q.S Al-Hajj: 40-41)

Yaitu Allah telah mengizinkan umat Islam untuk berperang, fakta bahwa Allah memberikan izin untuk berperang ini memberikan bukti yang meyakinkan bahwa kaum kuffar adalah orang-orang yang zalim, kejahatan dan kekejaman mereka telah melampaui batas. Begitu juga kesabaran yang dipraktikkan oleh umat Islam telah mencapai puncaknya. Karena itulah, Allah memerintahkan umat Islam untuk menundukkan orang-orang yang memerangi mereka dengan mengangkat pedang. Allah Ta’ala berjanji bahwa Dia akan memperlihatkan kepada para penentang dengan menolong orang–orang Islam yang tertindas; dan Dia akan membinasakan para penentang tersebut dengan Tangan-Nya sendiri. Pada akhirnya mereka yang dianggap lemah dan tak berdaya serta mendapat siksaan oleh orang-orang kafir, menjadi orang–orang yang kuat baik di Timur maupun di Barat. Demikianlah Allah menolong mereka dan menunjukan kepada dunia bahwa mereka benar-benar telah dianiaya.

Kalian dapat melihat mereka dari segala sisi yang kalian sukai dan kalian akan temukan mereka benar–benar teraniaya. Jika dalam kondisi seperti itu Allah taala tidak mengizinkan mereka untuk mengangkat pedang melawan para penindas mereka pasti telah musnah; apakah hal itu bisa dibenarkan? Orang-orang fanatik hingga hari ini menuduh mereka mengangkat pedang – sementara tidak aturan dunawi atau aturan agama mengatakan mereka boleh dibinasakan dan tidak membela diri. Mareka yang sedang menunggu Sang Pembaharu penumpah darah di zaman ini, ingin menghidupkan dan menguatkan kembali tuduhan tersebut dan ingin menciptakan suatu kebencian di hati orang-orang terhadap umat Islam. Tidakkah kalian membaca Hadis yang mengatakan bahwa dia (yang akan muncul di Zaman ini) akan mengakhiri perang agama. Dia akan meninggikan agama yang benar dan membuatnya berbeda melalui tanda–tanda yang luar biasa menyegarkan yang belum pernah nampak sebelumnya.

Tidaklah cukup dengan mengatakan bahwa kita memiliki deretan catatan tanda-tanda samawi yang menyertai kita. Kalian tidak memiliki ‘tanda’ sebanyak yang dimiliki Yahudi dan Hindu dalam kitab-kitab mereka. Jika kalian hanya menyajikan cerita, mereka akan melakukan hal yang sama dalam jumlah yang lebih besar. Jika kebenaran Islam harus disimpulkan dari kisah-kisah masa lalu, maka kalian harus tahu bahwa tiada yang tersisa dari kebenaran melainkan kebingungan semata.

(Malfuzat vol. 10, hal. 310)


Sumber       : Why Muslim took up the sword?

Penerjemah : Syafiya Taherah

Editor          : Mln. Syihab Ahmad

(Visited 99 times, 1 visits today)