Pidato ini disampaikan pada Jalsah Salanah ke 18 Jamaat Ahmadiyah Gambia, 10 April 1993.

Terjadi kegemparan yang melanda seluruh dunia terkait penyakit mengerikan yang dinamakan AIDS. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Dokter-dokter dan perusahaan-perusahaan farmasi raksasa sibuk dengan segala kesegeraannya dalam menemukan obat untuk penyakit mematikan ini. Miliaran dolar telah dikeluarkan oleh pemerintah berbagai negara untuk penelitian tentang AIDS. AIDS telah dinyatakan sebagai “Plague of the Century” (Wabah Penyakit Abad Ini) oleh beberapa lembaga otoritas medis. Penyakit ini tidak ada obatnya. Siapapun bisa terjangkit: Pria, wanita, anak-anak, kaya maupun miskin. Hari ini (1993), lebih dari 12 juta orang di seluruh dunia terjangkit AIDS. Penyakit ini menyebar dengan begitu cepat hingga melampaui semua perkiraan sebelumnya. AIDS diperkirakan akan mencapai puncaknya pada pertengahan 1900-an dan pada tahun 2000 jumlah korbannya akan melampaui 40 juta orang di seluruh dunia. Saat ini (1993), di Perancis saja, setiap 3 jam, satu orang meninggal karena AIDS.

Apakah Penyakit `AIDS ‘dan Bagaimana penyebaran (penularannya)?

Kata `AIDS’berasal dari singkatan Acquired Immuno-Deficiency Syndrome (Sindrom penurunan/pelemahan sistem kekebalan). Penyakit ini  disebabkan oleh kuman kecil yang dikenal dengan nama Human Immuno-Deficiency Virus (virus yang menyebabkan penurunan sistem kekebalan manusia) atau HIV. Virus ini menghancurkan kemampuan alami tubuh untuk melawan semua infeksi, sehingga membuka jalan bagi berbagai infeksi oportunistik lain yang kemudian akan menyebabkan penyakit AIDS .

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa modus utama penularan penyakit AIDS adalah melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi (pengidap HIV). Sehingga penyakit ini dapat ditularkan dari wanita ke pria, pria ke wanita atau pria ke pria. Homoseksualitas (salah satu bentuk terburuk dari hubungan seks bebas) dan hubungan seks bebas, yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat Barat, adalah penyebab utama penyebaran penyakit ini. Penyakit  ini juga dapat ditularkan melalui darah dengan cara transfusi darah dari orang yang terinfeksi HIV kepada orang lain. Demikian pula, penyakit ini umumnya menjangkiti kalangan pecandu narkoba yang berbagi jarum suntik yang sudah terinfeksi.

AIDS – Sebuah Kutukan Tuhan

Penyakit AIDS adalah bukti nyata dari kebenaran Nabi Suci Islam, Nabi Muhammad saw yang telah menyampaikan nubuatan tentang hal ini 1400 tahun yang lalu. Beliau bersabda:

`Setiap kali hubungan seksual di luar nikah dilakukan di suatu masyarakat sampai ke titik mereka tidak lagi mempunyai rasa malu dalam mengungkapkan hal itu dan melakukannya secara terbuka, maka mereka akan menderita wabah dan penyakit yang menyakitkan yang tidak pernah dialami oleh nenek moyang mereka. ‘ (Sunan Ibnu Majah-, Kitab Fitan ‘: Bab tentang Hukuman)

Nubuatan tersebut sudah terpenuhi dengan sempurna di zaman ini. Para ilmuwan saat ini tidak hanya menggambarkan AIDS sebagai “Plague of the Century” (Wabah Abad Ini) tetapi juga menyatakan bahwa virus penyebab AIDS ini menjadi lebih agresif dan sangat berbahaya ketika menular dengan cepat dalam satu populasi seperti yang terjadi pada masyarakat dengan perilaku seks bebas yang tinggi. Ini membuktikan dengan jelas bahwa AIDS adalah hukuman Tuhan atas tindakan amoral dan kekacauan terkait hubungan seksual.

Selain itu, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as, Imam Mahdi dan Al Masih yang dijanjikan, pendiri Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia, yang meraih derajat spiritual yang tinggi melalui ketaatan penuh kepada Rasulullah Saw, juga menyampaikan nubuatan tentang suatu wabah penyakit.  Nubuatan tersebut berbunyi:

`Suatu wabah penyakit akan menyebar di Eropa dan negara-negara Kristen lainnya yang akan menjadi mengerikan ‘ (Tazkirah, Urdu, hal. 705, 17 Maret 1907)

Secara ilmiah, penyakit AIDS telah dinyatakan bermula dari negara-negara Kristen atau daerah-daerah yang berpenduduk Kristen. Kejadian ini memiliki kemiripan dengan wabah penyakit yang berjangkit sekitar 100 tahun setelah munculnya Yesus Kristus, yang umumnya melanda daerah dimana Yesus Kristus as ditolak. Hal itu terjadi lagi sekarang, hampir 100 tahun sejak munculnya Al Masih zaman ini, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as yang mendirikan Jamaah Muslim Ahmadiyah pada tahun 1889. Oleh karena itu, AIDS merupakan salah satu bukti kebenaran baik untuk Rasulullah saw maupun Imam Mahdi dan Al Masih yang dijanjikan.

Solusi atas Masalah AIDS

Solusi untuk masalah ini bisa didapat dengan cara mempelajari ajaran Islam. Ketika kita melihat penyebab AIDS, sangat jelas bahwa tindakan-tindakan yang tidak Islami-lah yang bertanggung jawab atas penyakit ini. Banyak uang telah dikeluarkan oleh berbagai pemerintah dan lembaga lainnya untuk menemukan obatnya. Hebatnya, kesimpulan yang diambil oleh para ilmuwan adalah persis dengan apa yang diajarkan Islam:

i) Seorang peneliti AIDS yang terkenal, Dr. Ron Bayen dari New York mengatakan:

“Hanya perubahan dalam perilaku seksual dan perang terhadap narkoba yang dapat menghentikan penyebaran penyakit ini.”

ii) Laporan WHO lainnya mengatakan:

“Dengan tidak adanya vaksin atau obat yang efektif, hanya intervensi yang dapat mengubah perilaku masyarakat yang dapat memperlambat penyebaran HIV, yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual.

iii) Buku lain berjudul “FAKTA TENTANG AIDS”, memberikan saran kepada publik mengatakan:

“Setialah dengan pasangan-pasangan Anda. Hindari seks bebas atau berganti-ganti pasangan.”

‘Perubahan perilaku seksual’ yang disebut diatas tidak lain adalah dengan memperhatikan ajaran Islam tentang hubungan seksual. Demikian pula, `pasangan setia ‘ tidak lain adalah istri/suami yang takut kepada Allah.

Di Surah Al-Mukminun, dalam menjelaskan standar dan kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi mu’min sejati, Allah, Yang Maha Kuasa berfirman:

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya; Kecuali terhadap istri-istri mereka atau apa yang dimiliki tangan kanan mereka, maka sesungguhnya mereka tidak tercela; Tetapi barangsiapa menghendaki selain dari itu, maka sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang melampui batas.” (Q.S Al-Mukminun [23]: 6-8)

Ayat-ayat tersebut di atas memberikan panduan yang jelas mengenai hubungan seksual seseorang dan melarang segala macam hubungan seks pra-nikah atau seks bebas, yang merupakan karakteristik dari masyarakat dengan perilaku seks bebas. Islam mewajibkan semua pria dan wanita untuk menikah ketika mereka mampu melakukannya.

Untuk menjaga kesucian seseorang yang belum menikah, Rasulullah saw menyarankan supaya berpuasa Sunnah. Selain itu, Islam juga memperbolehkan seorang laki-laki untuk memiliki lebih dari satu istri, namun tidak melebihi 4 orang dalam satu waktu karena lebih dari itu berada di luar kemampuan manusia dan akan menyebabkan kesulitan yang tidak dapat ditangani oleh kedua pihak.

Institusi pernikahan, yang melengkapi solusi dasar atas masalah AIDS, adalah lembaga suci dalam Islam. Di satu sisi, pernikahan yang normal akan menghasilkan keturunan, yang menjaga keberlangsungan umat manusia, dan merupakan alasan utama untuk lembaga pernikahan, dan di sisi lain, pernikahan meletakkan tanggung jawab yang utama pada orang tua terkait pendidikan dan pembentukan generasi mendatang. Al Qur’an dan Hadits memberikan panduan rinci tentang institusi pernikahan. Misalnya, Islam menyarankan penganutnya untuk mengutamakan kesalehan dan kesucian seorang wanita saat hendak memilih istri.  Hal ini bertujuan untuk meletakkan pondasi yang kokoh dari suatu keluarga yang sehat dan ideal.

Demikian pula, umat Islam disediakan bimbingan, nasihat dan konseling yang memadai dalam Al-Qur’an, Sunnah dan Hadis tentang perilaku moral yang jika diikuti dengan benar, akan menghilangkan segala kemungkinan penyimpangan yang sekecil apapun peluangnya dapat menyebabkan perilaku seksual menyimpang atau AIDS.

Allah berfirman:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, “Agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Surah-24, ayat 31)

`Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (Surah-17, ayat 33)

Betapa ini merupakan suatu ajaran yang sangat baik.

Merupakan fenomena universal bahwa minum minuman beralkohol (memabukkan) diantaranya dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran yang pada akhirnya merangsang terjadinya perilaku seksual yang menyimpang. Dalam hal ini Al-Qur’an membimbing umat Muslim bahwa:

`Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. (Surah 2,  ayat 220)

Pendek kata, ajaran Islam yang sangat baik ini memberikan panduan yang sempurna bagi manusia untuk menghindarkan setiap kemungkinan terjadinya degradasi moral. Hal ini merupakan solusi alami dan nyata terhadap permasalahan AIDS, yang menghantui manusia saat ini maupun anak cucu kita.  Tanpa panduan Ilahi ini, dunia akan menuju kebinasaan, dan satu-satunya solusi adalah ajaran Islam. Semoga Allah memberikan petunjuk agar dunia menyadari bahaya ini dan semoga Dia membimbing mereka ke tempat suci perdamaian yang sejati, yaitu Islam. Amin!

(Al-Islam Bulanan edisi Mei/Juni 1993)


Judul asli: Islamic Solutions to the Problem of AIDS
Penulis: Dr. L.A. Ansari, Ahmadiyya Muslim Hospital, Talindingkunjang
Terjemah: Khaeruddin Ahmad Jusmansyah
Sumber: Alislam.org

(Visited 12 times, 1 visits today)