وَما أَرسَلناكَ إِلّا كافَّةً لِلنّاسِ

 

“Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan untuk segenap umat manusia…..” [QS. As-Saba, 34:29]

وَما أَرسَلناكَ إِلّا رَحمَةً لِلعالَمينَ

 

“Dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) melainkan sebagai Rahmat untuk seluruh alam…..” [QS. Al-Anbiya, 21:108]

 

Nabi Muhammad saw adalah Nabi untuk segenap umat manusia di dunia 

 

Tidak diragukan lagi, bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi bagi segenap umat manusia di seluruh pelosok dunia, nabi pembawa Rahmat dan Keselamatan untuk segenap umat manusia di seluruh pelosok dunia. (QS.As-Saba, 34:29; QS.Al-Anbiya, 21: 108). Segenap umat manusia siapapun dan dimana pun dia, jika ingin mendapatkan keselamatan dan keridhoan Allah swt, maka ia harus mengikuti Nabi Muhammad saw dan ajaran yang beliau bawa. (QS. Ali Imran, 3: 32.) Dan mereka yang telah mengikuti Nabi Muhammad saw maka mereka harus mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh beliau saw  (QS.Al-Hasyr, 59:8).

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi as  adalah Pengikut Setia Nabi Muhammad saw.

 

 Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as, bersabda:

“Intisari dari ajaran kami adalah:

لَآالٰهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

Yakni, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Keyakinan kami, yang akan kami pegang dalam kehidupan di dunia ini dan yang akan tetap kami pegang dengan kuat sampai ke alam mana kami akan berlalu berikutnya, adalah bahwa Pemimpin Rohani dan Guru kami, Muhammad saw, adalah Khaataman-Nabiyyiin, materai para nabi dan yang terbaik dari antara para Nabi. Pada tangannya agama telah disempurnakan dimana manusia telah dituntun menuju jalan yang benar dan selanjutnya menuju kepada Allah swt sendiri. Kami memegang keyakinan ini dengan kepastian yang mutlak bahwa Al-Quran adalah Khaatamul-Kutuub, segel dari semua Kitab ilahi, yang isi ajarannya, larangannya, perintahnya dan anjurannya sedikit pun tidak dapat ditambah-tambah atau dikurangi. Tidak akan ada lagi wahyu atau firman dari Allah yang dapat mengubah atau membatalkan atau mengubah atau mengganti salah satu dari perintah-perintah Al-Quran. Jika ada orang yang

bertentangan dengan pandangan seperti itu, menurut kami, ia sudah tidak lagi menjadi orang yang beriman dan ia telah menjadi sesat dan kafir karenanya.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. Dalam Roohani Khazain vol 3, hal. 170; dan Izala-e-Auham).

“Ini tidak akan mungkin bagi saya untuk dapat mencapai karunia ini jika saya tidak mengikuti jejak sunnah Baginda saya dan Guru saya, kebanggaan semua nabi, yang terbaik di antara umat manusia, Muhammad saw, orang yang terpilih, semoga shalawat beserta salam dilimpahkan atas beliau. Apapun yang saya telah capai adalah berkat mengikuti beliau saw, dan saya tahu dari pengalaman yang saya benar-benar telah selidiki, bahwa tidak ada seorang pun akan dapat mencapai Allah swt untuk memperoleh pemahaman ilmu yang

lebih dalam di jalan-Nya, tanpa mengikuti Nabi ini, semoga shalawat beserta salam dilimpahkan oleh Allah swt atas beliau saw.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dalam Roohani Khazaain, V. 22, hal. 64-65; dan Haqiiqatul Wahyi)

“Menjadi seorang Muslim bukanlah permainan. Ini membutuhkan penyerahan yang sempurna dan seutuhnya dalam setiap hal kepada Nabi Suci Muhammad saw. Janganlah hal ini dianggap sepele. Ini adalah masalah yang patut dipikirkan secara mendalam. Jangan merasa puas dahulu sebelum Anda mematuhi Nabi Muhammad saw sepenuhnya. Jika Anda menyebut diri Anda seorang Muslim tanpa melakukan demikian, maka Anda hanya memiliki kulit tanpa isi. Orang bijak tidak akan puas dengan hanya memiliki kulit, dan tidak pula puas hanya dengan memiliki nama tanpa isi.”

“Jadi janganlah senang hanya dengan nama muslim belaka. Sebaliknya dapatkanlah inti ajarannya secara nyata. Oleh karena itu alangkah memalukan! Anda mengaku mengikuti Nabi Muhammad saw, yang paling agung dari semua nabi, namun Anda hidup seperti seorang orang kafir. Jadi, jalanilah hidup seperti Nabi Muhammad saw dan bingkailah pikiran Anda seperti beliau saw. Jika Anda tidak melakukannya, berarti Anda mengikuti setan.”

“Sangat mudah untuk dipahami, bahwa tujuan hidup manusia ialah harus menjadi kekasih Allah swt. Sebelum seseorang menjadi demikian, maka ia belum berhasil dalam hidupnya. Tetapi tujuan ini tidak akan dapat dicapai sebelum Anda mematuhi Nabi Muhammad saw secara sungguh-sungguh. Nabi Muhammad saw telah menunjukkan melalui akhlak dan perilaku beliau saw tentang makna yang sebenarnya tentang agama Islam. Jadi, ikutilah Islam jika Anda ingin menjadi orang yang dicintai Allah swt.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as Dalam Al-Hakam, 24 Januari 1901)

Dari 7 Miliar Manusia di Dunia, baru 20.28% Yang telah

Menerima Islam dan Mengikuti Nabi Muhammadsaw.

Meskipun sudah dengan tegas dinyatakan oleh Kitab Suci Al-Quran, bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi untuk seluruh umat manusia dan ajaran yang beliau bawa adalah rahmat bagi semesta alam, akan tetapi hingga saat ini, dari 7 miliar penduduk dunia, baru 20.28% saja yang telah beriman dan percaya kepada Nabi Muhammadsaw.

 

Data Jumlah Penduduk Dunia dan Jumlah Umat Islam di

dunia:

Menurut Sensus PBB th. 2012, Jumlah Penduduk Dunia mencapai 7 Miliar.

http://www.voaindonesia.com/content/pbb-jumlahpenduduk-

dunia-7-miliar-jiwa/.html

Jumlah Penganut Agama Islam di Dunia baru 20.28% dari 7 miliar penduduk dunia. Artinya, kurang lebih 80% penduduk dunia masih belum menerima Islam, atau belum beriman mengikuti Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa salaam.

Sumber: http://www.religionbyadherents.com

Apakah saat ini ada Jamaah yang bekerja menyebarluaskan Islam kepada mereka yang belum menerima Islam di seluruh Penjuru Dunia?

 

Jemaat Ahmadiyah, hingga saat ini sedang terus bekerja menyebarluaskan Islam ke seluruh pelosok dunia dengan cinta dan damai. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Jemaat Ahmadiyah dalam menyebarluaskan Islam dan ajaran Nabi Muhammad saw ke seluruh pelosok dunia diantaranya ialah dengan cara mengirimkan muballigh-muballigh Islam ke seluruh negara di semua benua, mereka bekerja siang dan malam mendakwahkan Islam kepada masyarakat dunia yang sebelumnya sama sekali belum mengenal Islam. Mendirikan pusat-pusat misi dakwah di berbagai kota di negara dimana mereka ditugaskan. Kemudian mereka mendirikan masjid-masjid ketika dakwah telah berkembang untuk memfasilitasi para Jamaah beribadah kepada Allah swt. Jemaat Ahmadiyah membangun lebih dari 15,0oo masjid, 500 sekolah, lebih dari 30 Rumah Sakit di dunia, serta menerjemahkan Al-Quran kedalam lebih dari 70 bahasa di dunia sehingga bangsa-bangsa yang sebelumnya tidak pernah mengenal Islam, dapat mempelajari ajaran Islam dari Al-Quran secara langsung. Jemaat Ahmadiyah juga menyebarkan ajaran Islam dan pesan-pesan perdamaian melalui Website (www.alislam.org), serta selalu di garis depan dalam memberikan bantuan bencana alam di dunia melalui lembaga kemanusiaan internasional Humanity First. Dan juga dakwah melalui Televisi Satelit Internasional yang mengudara 24 jam setiap hari, yaitu Muslim Television Ahmadiyya (www.mta.tv). Untuk di wilayah Indonesia Parabola dapat diarahkan ke Satelit AsiaSat 5, 105.50, Beam C, pada Frequensi 3760 H, Symbol Rate 26000. Sekarang, misi Islam yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah telah berdiri di lebih dari 208 negara di dunia.

Lihat: 1. http://en.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyya_Muslim_Community. Ahmadiyya Muslim Mosques, Community buildings, and structures. 2. http://www.alislam.org/introduction/index.html 3. Islam in the African-American Experience Oleh Richard Brent Turner http://books.google.co.id/books? ahmadiyya+progress+in+africa&source.

(Visited 6 times, 1 visits today)