Haqiqatul Wahy

download buku haqiqatul wahy

Judul : Haqiqatul Wahy
Penulis : Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad
Penerjemah : Tim Penerjemah
Edisi : Edisi Pertama, Juli 2018
Ukuran : 15 x 23 cm
Isi : xxiv + 750 hal
Penerbit : Neratja Press
ISBN : 978-602-0884-18-9

Isi Buku Haqiqatul Wahy

Haqiqatul Wahy, pertama kali terbit pada 1907. Penjelasan yang diuraikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sangat rinci, dalam dan luas, terkait dengan paparan bagaimana wujud Allah itu tetap bermutakalim dengan hamba-hamba-Nya.

Secara sekilas dapat kami sampaikan, beliau menguraikan tentang hakikat Mimpi yang benar dan Wahyu yang dianugerahkan Allah Ta’ala. Beliau jelaskan, Mimpi dan Wahyu dari Allah Ta’ala, bukan berupa kisah atau legenda para Nabi, Wali dan orang-orang Suci yang terjadi ratusan atau ribuan tahun lampau. Tetapi saat ini juga anugerah Mimpi dan Wahyu dari Allah Ta’ala kepada makhluk yang dipilih-Nya, tetap berlangsung dan akan terus berlangsung. Beliau memberikan contoh nyata pengalaman rohani yang beliau alami sendiri.

Dalam buku ini, dijelaskan pengalaman rohani lebih dari 200 Tanda yang telah zahir secara sempurna, lengkap dengan bukti dan data yang tidak bisa diabaikan. Lebih lanjut beliau jelaskan, Mimpi dan Wahyu dari Allah Ta’ala dianugerahkan kepada sedikitnya 3 tingkatan Insan yang memiliki hubungan dengan Allah Ta’ala.

Pertama, Seseorang dianugerahi Mimpi dan Wahyu, tetapi orang itu tidak memiliki hubungan dengan-Nya.

Kedua, dianugerahi Mimpi dan Wahyu, tetapi memiliki sedikit hubungan dengan-Nya.

Ketiga, Mimpi dan Wahyu yang sempurna dianugerahkan Allah Ta’ala kepada seseorang yang memiliki hubungan dan kecintaan yang sempurna dengan-Nya.

Ketiga bentuk ini memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Beliau menjelaskan, kedudukan rohani beliau berada dalam tingkatan apa.

Fenomena eksistensi Wahyu yang sudah, sedang dan akan terus terjadi, membuktikan bahwa sifat mutakalim (bercakap-cakap) Allah Ta’ala itu nyata serta sekaligus membuktikan bahwa Islam adalah Agama Yang Hidup.

Lebih jauh, beliau telah membuktikan kesalahan argumentasi para pihak yang menentang eksistensi Wahyu. Beliau menjelaskan secara dalil, logika dan pengalaman rohani beliau sendiri. Anugerah Mimpi dan Wahyu yang benar, membuktikan Wujud Allah Yang Maha Hidup.