10 September 2016

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menggambarkan keberkatan dalam kunjungan beliau serta kesempatan untuk menyebarkan ajaran Islam hakiki.

Pada tanggal 9 September 2016, Pemimpin Dunia Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Baitus Subuh di Frankfurt, Jerman.

Dalam khutbah tersebut, Hudhur menyampaikan keberkatan yang Allah Taala turunkan pada Jalsah Salanah (Pertemuan Tahunan) Jemaat Muslim Ahmadiyah Jerman.

Hudhur bersabda bahwa penyelenggaraan program selama 3 hari ini memerlukan tata kelola dan upaya yang sangat luar biasa. Ribuan Muslim Ahmadi, baik pria, wanita dan anak-anak dari seantero Jerman ikut ambil bagian dalam pengkhidmatan ini secara sukarela.

Hudhur bersabda bahwa wajib bagi semua orang yang menghadiri Jalsah Salanah ini atau yang menyaksikan melalui MTA Internasional untuk berterima kasih kepada para pengkhidmat yang tanpa pamrih telah mendedikasikan waktu mereka demi program ini.

“Muslim Ahmadi, baik pria, wanita dan anak-anak, yang telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk mengatur program Jalsah Salanah ini patut mendapatkan penghargaan dan rasa terima kasih yang tulus. Saya secara pribadi ingin mengapresiasi mereka semua atas pelayanan mereka terhadap para tamu Hadhrat Masih Mau’ud as. Semoga Allah memberikan ganjaran bagi mereka semua.”

Hudhur bersabda bahwa tempat diselenggarakannya Jalsah Salanah merupakan sumber penyegaran akhlak dan rohani bagi Muslim Ahmadi. Jalsah Salanah juga memberikan pengaruh besar bagi masyarakat luar.

Bahkan, puluhan orang memutuskan untuk bergabung ke dalam Jemaat Muslim Ahmadiyah setelah menyaksikan ajaran Islam yang hakiki dan damai  secara langsung di dalam Jalsah ini.

Setelah itu, Hudhur menyampaikan beberapa contoh pengaruh positif program Jalsah Salanah bagi para tamu non Ahmadi.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Suasana rohani Jalsah Salanah merupakan suatu cara yang halus untuk menyampaikan ajaran Islam yang damai kepada orang-orang. Oleh karena itu, penting bagi setiap Muslim Ahmadi untuk senantiasa bertingkah laku dengan cara yang terbaik serta menunjukan standard akhlak yang paling tinggi. Tujuan kita bukan untuk menyenangkan hati atau membuat orang lain terkesan, melainkan untuk menggambarkan ajaran Islam yang hakiki serta beberkat melalui lisan dan amalan kita.”

Hudhur menceritakan sekelompok wanita non-Muslim yang menghadiri Jalsah Salanah dan melewati hari-hari Jalsah di gah/tenda wanita.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Para wanita ini secara terbuka menyatakan sangat nyaman berada di tengah-tengah kaum wanita saja dan merasakan kebebasan dan kemerdekaan.”

Hudhur juga menceritakan acara-acara resmi lainnya yang diadakan selama tur beliau di Jerman, termasuk peresmian dua Masjid dan peletakan batu pertama pada dua Masjid lainnya.

Hudhur bersabda bahwa pada acara peresmian Masjid di Iserlohn, beliau berkesempatan menjawab pertanyaan mengapa umat Islam lebih suka untuk tidak berjabat tangan dengan lawan jenis. Beliau menjelaskan hikmah dan alasan yang mendasari ajaran Islam tersebut dan menyampaikan tentang perlunya menghormati keyakinan orang lain.

Hudhur menambahkan bahwa penting bagi umat Islam agar peka dan peduli untuk menjelaskan ajaran agama mereka namun tidak dengan kekerasan.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Kita tidak bisa memaksa siapapun guna menerima keyakinan kita, karena agama adalah perkara hati. Pada saat yang sama, kita jangan pernah merasa malu dengan keyakinan kita sendiri karena khawatir dengan anggapan orang lain terhadap kita. Ajaran Islam begitu seimbang dan penuh hikmah sehingga jangan ada Muslim Ahmadi yang merasa rendah diri. Kita harus selalu menampilkan akhlak yang tinggi dan memiliki keteguhan dalam keyakinan kita.”

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: (44) 020 8544 7678 Email: media@pressahmadiyya.com


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumberpressahmadiyya.com

(Visited 22 times, 1 visits today)