4 September 2016

Hazrat Mirza Masroor Ahmad memberikan sambutan kepada para tamu ghair Ahmadi dan anggota Lajnah Imailah di hari ke-2 Jalsah Salanah Jerman.

https://i2.wp.com/www.khalifaofislam.com/wp-content/uploads/2016/09/2016-09-03-DE-Jalsa-Day-2-001.jpg?resize=880%2C520

Pada hari Sabtu 3 September 2016, Pimpinan Pusat Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Huzur, Hazrat Mirza Masroor Ahmad memberikan sambutan kepada lebih dari 1.000 tamu ghair-Ahmadi pada hari kedua Pertemuan Tahunan ke-41 (Jalsah Salanah) dari Jamaah Muslim Ahmadiyah di Jerman.

2016-09-03-DE-Jalsa-Day-2-002

Dalam sambutannya, Huzur mengutip ayat Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah (saw) untuk menyangkal tuduhan bahwa Islam menganjurkan ekstremisme atau kekerasan dalam bentuk apapun.

Huzur berbicara tentang meningkatnya ketidakstabilan di Eropa terkait serangan teror baru-baru ini dan efek berkelanjutan dari krisis pengungsi serta munculnya partai-partai (gerakan) nasionalis ekstrem kanan di Eropa.

Huzur juga membahas mengenai kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah di berbagai belahan dunia.

Berbicara tentang ketidakstabilan yang terus meningkat di dunia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Saat ini seiring dengan berkumpulnya kita disini, merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa perdamaian dunia sedang tertatih-tatih di ujung pisau. Setiap hari berlalu,  kita melihat bahwa konflik dan ketidakpastian terus meningkat di seluruh dunia. Ini adalah paradoks yang aneh dan tragis karena meski kita (masyarakat dunia) lebih terkoneksi dari sebelumnya, kita malah menjadi semakin jauh dari hari ke hari. “

2016-09-03-DE-Jalsa-Day-2-003

Mengenai serangan teror baru-baru ini di Eropa, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Masih segar dalam ingatan Anda, serangan keji yang terjadi di Perancis dan Belgia beberapa waktu yang lalu. Dan terutama Anda semua, pasti merasa sangat tertekan dan khawatir dengan serentetan serangan yang juga terjadi di Jerman dalam beberapa bulan terakhir yang telah menyebabkan orang-orang tidak bersalah kehilangan nyawa atau terluka parah.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Tentunya, serangan tersebut meresahkan masyarakat dan menimbulkan ketakutan terhadap Islam dalam hati dan pikiran penduduk setempat. Merupakan tragedi yang teramat sangat ketika serangan ini dikaitkan dengan Islam karena kekejaman tersebut merupakan kebalikan dari apa yang Islam ajarkan. “

Mengenai krisis pengungsi di Eropa, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Sebagai akibat dari krisis pengungsi, Eropa telah menjadi tempat yang berbahaya dan tidak stabil, karena kelompok-kelompok teroris bisa mengirimkan anggotanya ke benua ini dengan menyamar sebagai pengungsi. Terlepas dari serangan-serangan yang mereka lancarakan, kelompok-kelompok ekstrimis ini juga berusaha untuk menyebarkan jaringan kelompok teror mereka dengan menyebarkan paham radikal kepada umat Muslim yang sudah lama tinggal di Eropa. “

2016-09-03-DE-Jalsa-Day-2-004

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Konsekuensi negatif lain dari krisis pengungsi adalah meningkatnya sikap keras (penolakan) terhadap imigran di seluruh Eropa. Di banyak negara kita melihat partai-partai nasionalis ekstrim kanan memperoleh pengaruh dan popularitas. “

Mengenai pergeseran sikap terhadap imigran di Jerman, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Di Jerman, rasa kasih sayang dan kehangatan yang mayoritas bangsa ini tampilkan tahun lalu terhadap pengungsi telah menurun dengan cepat dan berubah menjadi kombinasi rasa takut dan permusuhan terhadap imigran. Perubahan sikap ini mengkhawatirkan, dan khususnya, bangkitnya partai nasionalis (ekstrim kanan) menjadi keprihatinan yang mendalam dan ancaman bagi perdamaian dan keamanan bangsa. “

Huzur meminta baik kepada negara tuan rumah maupun imigran untuk memenuhi tanggung jawab mereka terhadap satu sama lain. Beliau mengatakan bahwa pengungsi (bukan teroris yang menyamar) harus dibantu dan didukung, di lain pihak para imigran juga harus berusaha untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat lokal sesegera mungkin.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Pihak berwenang harus mencari cara untuk membantu imigran murni yang menetap di sini untuk bisa berdiri di atas kedua kaki mereka sendiri. Para Imigran tidak boleh hanya mengambil keuntungan dari negara tempat mereka bermigrasi, tapi mereka harus didorong untuk menjadi tenaga kerja  dan secara aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat secepat mungkin. Dalam pandangan saya, hal ini akan berpengaruh langsung secara positif dan akan mengurangi jurang berbahaya yang terjadi di antara warga lokal dan imigran. “

Huzur mengutip surat 5, ayat 9 dari Al-Qur’an yang mengajak umat Islam untuk bertindak dengan keadilan dan kewajaran bahkan dengan musuh atau lawan. Huzur mengatakan bahwa Rasulullah (saw) adalah manifestasi sempurna dari ajaran tersebut.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Ketika suatu perkara diajukan ke Nabi Muhammad (saw) untuk diputuskan, beliau (saw) tidak menganggap siapa (di antara para pihak yang berperkara) yang merupakan pengikutnya dan lawannya. Sebaliknya Rasulullah (saw) hanya melihat apa yang benar dan apa yang adil. “

2016-09-03-DE-Jalsa-Day-2-005

Huzur  mengatakan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah berusaha untuk menciptakan perdamaian di dunia sesuai dengan ajaran Islam.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Hanya karena kami memahami makna sejati dari Al-Qur’an, kami Muslim Ahmadi berusaha untuk menjalani hidup kami dengan cara yang damai. Segala sesuatu yang kami ucapkan dan lakukan, terinspirasi oleh apa yang telah kami pelajari dari Al-Qur’an dan dari Sunnah Pendiri Islam, Nabi Muhammad (saw). “

Lebih lanjut dalam sambutannya, Huzur berbicara mengenai proyek-proyek kemanusiaan yang dijalankan oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah di berbagai belahan dunia. Beliau mengatakan bahwa Jemaat ini telah mendirikan ratusan sekolah dan puluhan rumah sakit yang menyediakan pendidikan dan kesehatan untuk orang yang tinggal di negara-negara termiskin di dunia, terlepas dari latar belakang sosial atau keyakinan/agamanya.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kami tidak menginginkan pujian atau pengakuan apapun atas kegiatan kemanusiaan kami, karena kami hanya mengamalkan apa yang diajarkan agama kami. Inilah Islam yang sebenarnya dan saya yakin Anda akan setuju bahwa Islam sangat jauh dari apa yang sering digambarkan oleh media. “

Sebelumnya pada hari itu, Huzur, Hazrat Mirza Masroor Ahmad memberikan arahan langsung kepada anggota Lajnah Imailah (Sub Organisasi Jamaah Ahmadiyah untuk Perempuan) mengenai ajaran Islam terkait kesetaraan gender.

Huzur menolak tuduhan bahwa ajaran Islam menganjurkan ketidaksetaraan gender. Beliau menjelaskan bahwa Islam mempertimbangkan sifat alamiah dan oleh karena itu memberikan peran yang berbeda untuk pria dan wanita dalam beberapa hal, namun peran yang berbeda itu tidak mengecilkan prinsip kesetaraan gender.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Islam mengajarkan bahwa kita harus menghargai kenyataan bahwa secara alamiah, ada perbedaan tertentu antara laki-laki dan perempuan.  Dan adalah suatu hal yang bodoh dan tidak bijaksana jika kita mengabaikan fakta ini seluruhnya.”

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: (44) 020 8544 7678 Email: media@pressahmadiyya.com


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumberkhalifaofislam.com

(Visited 13 times, 1 visits today)