Diterbitkan 23 Juli 2015

2015-07-19-Eid-ul-Fitr-001

Hazrat Mirza Masroor Ahmad berdoa untuk perdamaian di dunia

Pimpinan Pusat Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, menyampaikan khotbah Idul Fitri pada 19 Juli 2015 dari Masjid Baitul Futuh di London.

Menjelaskan mengenai keutamaan ‘Id, Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Hari ini anak muda dan orang tua, laki-laki dan perempuan, telah berkumpul bersama karena hari ini memiliki makna yang sangat besar.  Islam telah menetapkan hari ‘Id sebagai hari bahagia di mana umat Islam harus berkumpul bersama dengan orang-orang yang mereka cintai. “

2015-07-19-Eid-ul-Fitr-002

Huzur mengatakan berbagai bangsa dan kelompok menggelar berbagai macam perayaan dengan tujuan yaitu hanya untuk bersenang-senang dan rekreasi. Namun hari-hari besar agama Islam membimbing umat manusia untuk memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak sesamanya.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Salah satu ciri khas ‘Id adalah merupakan kewajiban umat Islam untuk berkumpul di Masjid untuk melaksanakan salat ‘Id serta mendengarkan khutbah. Tujuan mengikuti hal ini adalah agar ketika orang berkumpul untuk merayakan dan menikmati perayaan ‘Id, mereka juga harus berkumpul untuk mendengarkan firman Allah SWT dan menyembah-Nya. “

2015-07-19-Eid-ul-Fitr-003

Hazrat Mirza Masroor Ahmad lebih lanjut mengatakan:

“Umat Muslim diajarkan bahwa ketika merayakan ‘Id, mereka tidak boleh lupa untuk memenuhi hak-hak Allah dan hak-hak ciptaan Allah.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan Islam mengajarkan umatnya untuk mendahulukan perintah-perintah Allah diatas keinginan mereka sendiri.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Islam mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh meninggalkan kebenaran demi memenuhi kepentingannya sendiri dan tidak boleh menyatakan apa yang haram menjadi halal. Sebaliknya kita harus mematuhi batasan yang ditetapkan oleh Allah Swt. Misalnya seseorang yang mampu secara finansial bisa membeli sesuatu dengan cara yang halal. Namun jika seseorang yang tidak mampu untuk membelinya berupaya untuk memperolehnya dengan menggunakan cara-cara yang dilarang atau dengan berutang (yang dapat menyulitkan dirinya-pen) demi memenuhi keinginan pribadinya, maka ini serupa dengan mendahulukan keinginan egoisnya sendiri diatas perintah Allah SWT . “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Islam tidak melarang seseorang untuk memenuhi hak-haknya sendiri. Bahkan Allah memerintahkan kita untuk memenuhi hak-hak kita sendiri dan orang-orang yang kita kasihi serta orang lain.

Akan tetapi ketika memenuhi hak seseorang, dia tidak harus menjadi egois. Huzur mengutip contoh dari sahabat Rasulullah (SAW) yang mempunyai harta yang melimpah, namun ia tidak pernah egois dan pernah sekali waktu menyumbangkan iring-iringan 700 unta yang membawa berbagai harta kekayaan di jalan Allah.

Selama khotbah, Huzur berbicara dengan penuh penyesalan mengenai kondisi dunia Muslim yang memprihatinkan.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad bersabda:

“Ketidakadilan yang dilakukan oleh umat Islam tertentu saat ini tidak hanya mencemarkan nama Islam, tetapi juga sepenuhnya mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan yang paling dasar. Tindakan tidak manusiawi seperti ini sedang terjadi di dunia Muslim sehingga bisa membuat seseorang gemetar melihat pemandangan tersebut. Kita melihat Muslim membunuh  Muslim yang lain dan mengambil kehidupan anak-anak yang tidak bersalah. Bahkan pada hari ‘Id seperti sekarang, yang harusnya merupakan hari sukacita dan perayaan, telah berubah menjadi hari berkabung. Mereka tidak menunjukkan penyesalan dan malah bangga dalam kekejaman mereka. Darah terus ditumpahkan dan kehidupan dirampas begitu saja hanya karena korban berasal dari kelompok yang berbeda atau memiliki kepercayaan yang berbeda. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Di negara-negara Muslim tertentu pemerintah melakukan ketidakadilan agar kekuasaan  mereka tidak terganggu, sementara pihak oposisi melakukan ketidakadilan untuk menggulingkan pemerintah walaupun menimbulkan korban yang tak berdosa. Dan ketidakadilan terbesar adalah bahwa semua ini dilakukan atas nama agama Allah SWT dan Rasulullah (SAW) dan atas nama Islam. “

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa hanya melalui doa-doa Islam akan maju. Huzur mengatakan bahwa semua Muslim Ahmadi harus berdoa bagi perdamaian di dunia.

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Hari ini, jika umat Islam Ahmadi ingin merayakan ‘Id di dalam arti yang  sebenarnya, maka dimana mereka berusaha untuk meraih berkah ‘Id yang sejati dengan melakukan reformasi akhlak (perbaikan diri), mereka juga harus berupaya untuk membebaskan dunia dari ketidakadilan dan harus berdoa dengan khusyuk untuk membebaskan dunia Islam dari kekacauan dan masalah-masalah yang menderanya. “

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: (44) 020 8544 7678 Email: media@pressahmadiyya.com


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumberkhalifaofislam.com

(Visited 48 times, 1 visits today)