Dipublikasikan 7 Mei 2016

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Muslim Ahmadi harus menetapkan standar ketaqwaan, kebaikan dan moralitas yang tertinggi

denmark_3

Pada tanggal 6 Mei 2015, Pimpinan Pusat Jemaat Muslim Ahmadiyah, Khalifah Kelima, Yang Mulia Hazrat Mirza Masroor Ahmad aba menyampaikan Khutbah Jumat dari Masjid Nusrat Jahan di Kopenhagen, Denmark.

Dalam khutbahnya, Huzur mengatakan bahwa sudah sebelas tahun sejak kunjungan terakhirnya ke Kopenhagen dan bahwa selama periode tersebut, Jemaat Muslim Ahmadiyah di Denmark telah berkembang dalam berbagai hal.

Huzur mengatakan bahwa perkembangan seperti itu menuntut para Muslim Ahmadi Denmark untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Nusrat Jahan Mosque_denmark

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Sekedar mengucapkan rasa syukur secara lisan saja tidak cukup, melainkan kita harus bertanya pada diri sendiri apakah kita benar-benar mengikuti perintah-perintah dari Allah SWT.”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad melanjutkan:

“Untuk terus menerima nikmat Allah yang Maha Kuasa, kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas perilaku dan tindakan kita. Jika kita menjadi lalai terhadap agama kita maka kita akan bertanggung jawab karena membawa anak-anak kita menjauh dari agama dan karunia Allah Taala.”

denmark_2

Huzur mengatakan bahwa Muslim Ahmadi di Denmark berasal dari berbagai latar belakang, dimana sebagian terlahir sebagai Ahmadi Muslim, sebagian merupakan mubayyin baru dari Denmark dan sebagian lainnya merupakan imigran dari negara lain atau wilayah lain seperti Kosovo yang pindah ke Denmark.

Kepada anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan:

“Kita, Muslim Ahmadi, harus bertanya pada diri sendiri apakah kita benar-benar memenuhi janji iman (syarat-syarat baiat) kita ataukah kita hanya mengikuti keyakinan orang tua kita dalam namanya saja? … Selanjutnya, orang-orang yang telah datang ke sini untuk mencari masa depan yang lebih baik harus bertanya pada diri mereka sendiri, apakah kondisi yang membaik tersebut justru membuat mereka menjauh dari keyakinan mereka?”

Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan bahwa Islam mengajarkan kebaikan, cinta dan kasih sayang. Namun, alih-alih menunjukkan kualitas seperti yang diajarkan Islam, banyak orang yang merampas hak orang lain dan melakukan kekejaman dan ketidakadilan. Huzur mengatakan bahwa jika tindakan tersebut dilakukan oleh umat Islam, hal  itu akan menjadi sumber penyesalan mendalam karena ajaran Islam merupakan ajaran yang penuh kedamaian dan cinta untuk semua.

Huzur berbicara tentang tujuan perdamaian yang diinginkan oleh Jemaat Muslim Ahmadiyah dengan mengutip sabda dari Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Yang Mulia Hazrat Mirza Ghulam Ahmad, Al Masih Yang Dijanjikan as.

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad (as) bersabda:

“Tuhan Yang Maha Kuasa menginginkan untuk membangkitkan sebuah jemaat baru yang dihidupkan kembali secara rohani dan itulah sebabnya kami menyebarkan ajaran Islam sejati yang penuh kedamaian, sehingga setiap orang bisa mencapai kehidupan yang penuh dengan ketaqwaan.”

Huzur mengatakan bahwa merupakan kewajiban setiap Muslim Ahmadi untuk menetapkan standar moralitas yang tertinggi dan menginspirasi orang lain melalui perilaku mereka yang baik. Huzur memperingatkan bahwa jika ada Muslim Ahmadi bertindak amoral atau tidak adil, mereka tidak hanya akan mencemarkan nama baik diri mereka sendiri tetapi juga nama baik Jemaat Muslim Ahmadiyah.

denmark_4

Hazrat Mirza Masroor Ahmad menutup khutbah dengan doa:

“Semoga para anggota Jemaat Muslim Ahmadiyah membimbing dunia menuju jalan kebenaran melalui perilaku-perilaku kita dan semoga kita selamanya menunjukkan rasa syukur yang sebenar-benarnya kepada Allah atas semua nikmat-Nya yang telah dianugerahkan kepada kita.”

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: (44) 020 8544 7678 Email: media@pressahmadiyya.com


Ahmadiyya Muslim Community
Press & Media Office

URL sumberpressahmadiyya.com

(Visited 7 times, 1 visits today)