BERSABARLAH, AKU MEMPUNYAI PELUANG

 

 اِصْبِرْ سَنَفْرُغُ يَا مِرْزَا

(Ishbir sanafrughu yaa Mirza)

“Bersabarlah, sebentar lagi Kami memperoleh peluang, wahai Mirza!” (Mukaasyifat hl. 28)

Sebagaian Ulama keberatan mengakui pernyataan tersebut sebagai wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi dan Masih Mau‘ud, karena Allah Ta’ala itu bersifat Muridan (berkehendak) yang tak ada apapun yang dapat menghalang-halangi kehendak-Nya. Jadi, peluang Allah swt dapat terjadi kapan saja, jika Dia menghendaki.

Jawaban Ahmadiyah:

Apakah Ulama tersebut tidak mencermati kitab suci Al-Quran? Fakta membuktikan bahwa kadang-kadang  Allah swt itu juga berfirman: ”Wahai hamba-Ku kini Kami  mempunyai peluang, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran berikut ini:

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلنِ

Sebentar lagi Kami akan memperoleh peluang untuk kamu, wahai dua golongan yang kuat (Ar-Rahman, 55:32).

Sehubungan dengan ayat Al-Quran tersebut, apakah ada Ulama yang  keberatan? Wahai dua makhluk! yakni Jin dan manusia, Kami sebentar lagi akan memperoleh peluang untuk kalian.

Perlu diperhatikan bahwa dalam wahyu yang diturunkan kepada Hadhrat Masih Mau’ud tidak ada kata laka sebagaimana ayat Al-Quran tersebut. Dengan demikian, dalam wahyu tersebut tidak ada sisi  ancaman.  Dan perlu dicamkan baik-baik bahwa kata ( اِصْبِرْ) merupakan dalil bahwa kalam ini bermaksud memberikan ketentraman.