Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

Materi Pidato Hazrat Mirza Masroor Ahmad

pada Konferensi Perdamaian 7 Oktober 2018, di Ghana

 

Para tamu yang terhormat, Assalamualaikum warohmatullahi wa barokaatuhu.

Saya sangat senang mengetahui Jamaah Muslim Ahmadiyah Ghana mengadakan Konferensi Perdamaian dalam skala besar untuk pertama kalinya. Saya berdoa semoga Allah memberkati peristiwa penting ini dalam segala hal dan mudah-mudahan semua peserta menyadari bahwa membangun perdamaian di dunia adalah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini.

Melalui teknologi baru dan transportasi modern, kini dunia telah menjadi seperti kampung global. Tidak ada lagi negara-negara yang terisolir dari negara lain, sebaliknya kita hidup di dunia global yang saling terhubung. Tetapi di samping kemajuan dan perkembangan di banyak bidang yang memungkinkan orang-orang yang hidup terpisah ribuan mil jauhnya dapat terhubung secara singkat, hal ini juga menyimpan potensi berbahaya yang dapat merusak dunia dan menyebabkan perdamaian dunia terus memburuk dalam beberapa kesempatan. Kita telah menyaksikan ketegangan antara berbagai kelompok dan komunitas yang semakin meningkat di berbagai negara, dan terjadinya perpecahan di masyarakat. Hal ini bahkan telah menyebabkan kekerasan dan perang sipil di beberapa negara.

Di Barat, kelompok sayap kanan bangkit kembali di mana perkembangannya yang berbahaya itu belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Demikian pula, pada tingkat internasional, permusuhan semakin meningkat dan setiap saat dapat tersulut. Negara-negara besar sedang membuat gerakan untuk membangun dan memperkuat aliansi dengan tujuan meningkatkan kekuatan dan kekuasaan mereka sendiri di dunia. Sehingga, blok-blok yang merupakan ciri abad ke-20 sekarang tengah dibangun kembali di depan mata kita. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa setiap hari berlalu, ancaman terhadap peradaban semakin meningkat. Senjata-senjata terus diproduksi sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan, dan tidak diragukan lagi, karena teknologi baru, senjata-senjata saat ini jauh lebih canggih dan mematikan dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Negara-negara besar mengambil keuntungan dari aliansi yang terbentuk dengan mengumpulkan senjata, guna memastikan bahwa persenjataan mereka lebih kuat daripada saingan mereka. Dalam upaya ini, sekutu yang kurang kuat membantu negara-negara besar untuk memenuhi kepentingan mereka supaya mereka sendiri mendapatkan dukungan. Singkatnya, kini dunia berada dalam bahaya besar dan tidak diragukan bahwa senjata-senjata yang ada memiliki potensi yang dapat menghancurkan seluruh umat manusia, dan semakin hari kita semakin dekat pada jurang kehancuran.

Selain itu, kerusakan lainnya muncul di negara-negara yang dilanda peperangan yang menyebabkan kematian dan kesengsaraan di luar nalar dan menjadi noda serius terhadap kemanusiaan. Serangan udara dan pemboman telah menghancurkan infrastruktur negara-negara itu. Para agresor semakin menambah penderitaan masyarakat dengan menutup perbatasan dan mencegah bantuan untuk orang-orang yang sangat membutuhkan. Sehingga, di samping banyak korban menderita dari serangan bom dan peperangan, jutaan lainnya, termasuk bayi dan anak-anak, perempuan dan orang tua, mati karena kelaparan, kekurangan gizi dan penyakit. Mereka tidak mendapatkan kebutuhan dasar atau obat-obatan sehingga menderita dan mati, sementara dunia berdiam diri. Semua ini terjadi saat ini, di zaman ini, dalam pantauan kita..

Oleh karena itu, mempertimbangkan kondisi dunia yang semakin berbahaya, maka kebutuhan mendesak saat ini adalah setiap orang, setiap bangsa, harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan memusatkan semua perhatian untuk membentuk perdamaian melalui keadilan, kasih sayang dan saling menghormati. Semangat tidak mementingkan diri sendiri dan hasrat yang tulus untuk meringankan penderitaan orang lain harus lebih utama dibandingkan keserakahan pribadi yang telah mengakar di dunia.

Sayangnya, tidak dapat disangkal, umat Islam atau negara-negara Muslim tertentu malah terlibat langsung dalam merusak perdamaian dunia. Sehingga menyediakan amunisi kepada mereka yang menuduh bahwa Islam adalah agama kekerasan dan berideologi ekstrimis. Tetapi ajaran Islam adalah kebalikan dari apa yang digambarkan di media atau oleh mereka yang disebut Muslim yang berusaha memenuhi kepentingan pribadi mereka dengan melakukan kejahatan biadab dan keji. Yang benar adalah Islam mengajarkan kebaikan, kasih sayang, keadilan dan memenuhi kebutuhan semua masyarakat, tanpa membedakan keyakinan, kasta atau warna kulit. Islam mengecam dan melarang segala bentuk terorisme, ekstremisme ataupun kekerasan.

Tuhan Semesta Alam

Ayat pertama Al-Qur’an adalah ‘Bismillahirrohmanir rohiim‘ – Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang – dan setelah itu dinyatakan bahwa Allah adalah “Tuhan semesta alam” (Robbul alaamin) yang artinya Dia adalah Pemelihara dan Penyedia bagi semua manusia. Allah menyediakan dan memelihara orang-orang Kristen, Yahudi, Hindu, Sikh, orang-orang dari semua keyakinan. Bahkan Allah menyediakan, dan menopang orang-orang yang mengingkari keberadaan-Nya.

Selanjutnya, Al-Qur’an menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah sumber rahmat dan kasih sayang bagi seluruh umat manusia (rahmatan lil ‘alamiin). 

Jadi, ketika Allah merupakan Penyedia bagi semua orang, ras dan keyakinan, dan Rasulullah dikirim sebagai sumber rahmat dan cinta untuk kemanusiaan, maka bagaimana mungkin ajaran Islam tidak memiliki belas kasihan, ekstrim dan haus darah.

Mereka yang menuduh bahwa Islam mempromosikan kekerasan atau ekstremisme benar-benar keliru dan sesat. Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa segala bentuk paksaan dalam hal agama tidak diperkenankan dan hal itu bertentangan dengan segala hal yang diperjuangkan oleh Islam. Keyakinan urusannya dengan hati.

Sifat Peperangan Rasulullah

Setiap peperangan oleh umat Islam di masa Rasulullah saw adalah murni peperangan untuk mempertahankan diri, sebagai jalan terakhir setelah semua cara telah dilakukan untuk menghentikan kekejaman para penindas. Itupun Al-Qur’an dan Rasulullah saw memberlakukan aturan-aturan perang yang sangat ketat pada umat Islam.

Sebagai contoh, Al-Quran memerintahkan bahwa selama peperangan, jika pada titik tertentu, musuh membuat langkah menuju perdamaian atau rekonsiliasi, maka itu harus diterima. Sekecil apapun terdapat kesempatan untuk perdamaian maka hal itu tidak boleh ditolak. Selain itu, Rasulullah saw dengan ketat memerintahkan umat Islam bahwa selama perang mereka tidak diizinkan untuk menyerang wanita atau anak-anak, begitu juga orang tua dan lemah. Mereka tidak diizinkan menyerang tempat-tempat ibadah atau tokoh agama seperti pendeta atau rabi.

Namun di dunia modern saat ini kita tidak melihat etika atau rasa hormat seperti itu terhadap kehidupan manusia dalam perang yang sedang terjadi. Seperti telah disebutkan bahwa anak-anak, wanita dan orang-orang yang lemah lainnya terus menerus menjadi target dengan tingkat kekejaman dan kebrutalan yang berada di luar imajinasi kita. Tragis lagi, sebagian umat Islam dan negara-negara Muslim juga terlibat dalam kekejaman yang mengerikan itu, tetapi, pada saat yang sama, harus diperjelaskan bahwa tindakan mereka tersebut benar-benar bertentangan dengan ajaran mulia Al-Qur’an dan Rasulullah saw.

Bersatu untuk Damai

Seperti yang telah saya katakan, sekarang adalah waktu untuk mengesampingkan perbedaan-perbedaan kita. Semua orang, umat beragama atau bukan, kaya atau miskin, harus bersatu dan menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari ras manusia yang sama dan bersatu atas dasar itu. Kita harus mengembangkan perdamaian melalui keadilan dan cinta kasih di setiap tingkatan masyarakat, dan setiap orang memiliki peran pentingnya masing-masing. Untuk memenuhi tujuan ini, Jamaah Muslim Ahmadiyah telah menjadi penyelenggara berbagai Simposium Perdamaian di seluruh dunia dan setiap tahun kami mengadakan acara serupa dalam skala yang lebih besar di London.

Di semua simposium, kami berusaha menyingkirkan semua rintangan yang memecah belah umat manusia dan memberikan solusi bagi permasalahan dunia. Kami memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama damai yang menganjurkan setiap umat Islam untuk terlibat dalam dialog dengan orang lain, menunjukkan toleransi dan melayani umat manusia. Kami menyampaikan ide-ide tentang bagaimana mengembangkan perdamaian dan mendengarkan ide-ide serta pandangan dari komunitas-komunitas lain. Dari perspektif Islam, kami mendesak pemerintah dan para pemimpin dunia untuk bertindak dengan keadilan dan kami berpendapat bahwa alih-alih membentuk blok-blok dan mengambil keuntungan yang berlebihan, melalui perdagangan senjata, setiap negara harus menunjukkan perhatian satu sama lain dan memenuhi hak masing-masing. Kami memohon kepada mereka untuk memperhatikan masa depan dunia jangka panjang, bukannya dibutakan oleh termisme jangka pendek dan kepentingan pribadi.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, persenjataan yang ada pada saat ini jauh lebih mematikan daripada masa-masa sebelumnya dalam sejarah kita. Beberapa negara telah memiliki senjata nuklir yang berpotensi dapat membumihanguskan sebuah negara hanya dengan menekan satu tombol. Naudzubillah min dzaalik, jika senjata semacam itu digunakan, efek bencana akan berlangsung selama beberapa generasi dan mengakibatkan anak-anak terlahir dengan cacat mental dan fisik selama beberapa dekade yang akan datang. Bahkan negara-negara yang tidak memiliki senjata nuklir juga memiliki persenjataan mematikan yang dapat dengan mudah membunuh jutaan orang dan meninggalkan jejak kehancuran abadi. Apakah ini warisan yang ingin kita tinggalkan untuk anak-anak kita dan generasi masa depan? Apakah kita ingin agar mereka menangis karena kengerian yang kita tinggalkan bagi mereka? Apakah ini harapan kita bahwa, bukannya diingat dengan cinta dan hormat, sebaliknya mengenang kita dengan kebencian dan penghinaan? Apakah kita ingin generasi mendatang mengutuk dan mencemooh kita?

Saya tegaskan bahwa saat ini kita harus berfokus pada perdamaian dan kemakmuran dunia. Dalam hal ini saya senang bahwa negara-negara Afrika tidak termasuk dengan jajaran negara-negara yang terlibat dalam perlombaan senjata nuklir dunia. Saya berkeyakinan jika seluruh dunia terus bertindak tidak adil, merampas hak orang lain dan mencampuri urusan negara lain, pada akhirnya mereka akan menghancurkan diri mereka sendiri. Ketika masa itu tiba, saya yakin bahwa Afrika mungkin satu-satunya benua yang akan selamat dari kehancuran. Selain itu, jika hari ini Afrika dipandang rendah oleh banyak orang dan dianggap lemah, nanti benua Anda akan berada dalam posisi memainkan peran penting dalam membangun kembali seluruh dunia. Jadi, jangan pernah meremehkan diri kalian atau potensi bangsamu! Sebaliknya, negara-negara Afrika harus memastikan bahwa suatu hari nanti mereka siap untuk mengambil jubah untuk memimpin dunia! Untuk itu, Anda harus memastikan jangan sampai termakan oleh kejahatan yang telah melanda negara lain. Anda harus bertindak dengan keadilan, menghilangkan semua bentuk korupsi dan melayani negara Anda dengan integritas dan terus bekerja untuk perkembangan dan kemajuan negara.

Saya berharap dan berdoa semoga bangsa-bangsa Afrika menolak godaan duniawi untuk bergabung dengan blok internasional atau aliansi yang didasarkan pada keserakahan dan ketidakadilan. Sebaliknya, saya mendorong Anda untuk membuat blok Anda sendiri dan tentunya itu adalah aliansi perdamaian! Jadilah contoh positif bagi seluruh dunia dengan menetapkan standar keadilan tertinggi. Semoga aliansi perdamaian terus berkembang, tidak hanya di Afrika tetapi juga berlaku di seluruh dunia.

Akhir kata, saya berdoa untuk keberhasilan Konferensi Perdamaian dan menyampaikan harapan terbaik saya kepada semua peserta.

Dengan sepenuh hati saya, saya berdoa semoga awan gelap peperangan dan kesedihan mengancam dunia saat ini segera digantikan oleh cerahnya langit biru kecintaan dan kedamaian. Aamiin.

Wassalam yang lemah

 

(Tertanda)
MIRZA MASROOR AHMAD Khalifatul Masih V
Pemimpin Jamaah Muslim Ahmadiyah Internasional

Sumber: Alhakam.org
Penerjemah: Jusmansyah
Editor: Syihab Ahmad