بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

 

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH Vatba,

MIRZA MASROOR AHMAD

Tanggal 31  Agustus  2007 dari  Lokasi Jalsah Salanah 2007 Jerman.

اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ملِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْ عَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ

عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّيْنَ

 

Hari ini bersamaan dengan dilaksanakannya khutbah Jumat, program-program Jalsah Salanah Jerman pun sedang mulai dilaksanakan.  Inilah sebuah ni’mat yang sangat besar dari antara ni’mat-ni’mat Allah swt yang turun diatas kita bahwa setiap tahun kita berkumpul untuk menyelenggarakan Jalsah yang memberikan manfaat sangat besar untuk meningkatkan kemajuan akhlaq dan rohani kita. Didalam Jalsah ini, program-program disusun sedemikian rupa sehingga menjadi sarana untuk mendekatkan kita dengan Allah swt dan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Manfa’atkanlah waktu selama menghadiri Jalsah ini dengan niat untuk menegakkan nilai-nilai akhlaq yang tinggi dan untuk menyempurnakan tuntutan hak-hak sesama manusia, dan untuk meningkatkan hubungan dan kasih-sayang satu sama lain, untuk mencegah setiap macam keburukan dan untuk meraih keridhoan Allah swt, untuk mensucikan diri dari setiap jenis keburukan dan untuk menghindarkan diri dari pekerjaan yang sia-sia. Sekalipun hanya beberapa butir manfaat saja dari sekian banyak maksud dan tujuan Jalsah ini yang telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Akan tetapi sesungguhnya hal itulah yang terpenting yang menjadi sarana untuk menyempurnakan tujuan diciptakannya manusia.

            Jadi setiap orang Ahmadi yang datang menghadiri Jalsah Salanah ini haruslah selalu ingat kepada maksud dan tujuan dari pada Jalsah Salanah ini. Dalam menghadiri Jalsah Salanah ini mempunyai maksud dan tujuan yang sangat besar dan mulia. Jika selama hadir dalam Jalsah ini tidak berusaha untuk mendapatkan keridhoan Allah swt, jika tidak berusaha untuk meningkatkan ketaqwaan, jika tidak berusaha untuk memenuhi hak-hak sesama manusia sambil meningkatkan contoh akhlaq yang tinggi, maka maksud dan tujuan yang sebenarnya untuk menghadiri Jalsah, tidak dapat dicapai dengan sempurna. Dan jika maksud dan tujuan itu tidak dapat disempurnakan maka menghadiri Jalsah ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Dan berkat do’a-do’a Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan diterima hanya oleh mereka yang betul-betul mengerti akan maksud dan tujuan menghadiri Jalsah Salanah ini. Mereka mengerti kepada maksud diselenggarakannya Jalsah salanah ini oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sebagaimana   beliau bersabda :

Saya sekali-kali tidak menghendaki keadaan seperti anak-anak buah Peer (semacam ajengan di Jawa Barat.pent) yang dikumpulkan hanya untuk kesukaan pribadi belaka. Melainkan tujuan dasar dari pada Jalsah ini adalah semata-mata untuk perbaikan akhlaq dan peningkatan ruhani hamba-hamba Allah swt.

 

            Jadi, setiap orang Ahmadi yang tinggal diberbagai tempat didunia apabila mereka menghadiri Jalsah ditempat mereka masing-masing, atau orang-orang Ahmadi yang mempunyai sarana cukup dan mampu untuk menghadiri Jalsah dinegeri lain, seperti pada hari ini juga banyak sekali orang-orang Ahmadi yang hadir dari beberapa negara, mereka yang datang dengan niat semata-mata untuk menghadiri Jalsah ini, mereka harus betul-betul memahami dan menjiwai rahasia daripada tujuan Jalsah ini seperti yang Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah jelaskan dengan sangat rinci.

Jika maksud-maksud itu tidak dimengerti dengan sungguh-sungguh, dan jika program-program Jalsah ini tidak menimbukan sedikitpun perubahan dan perbaikan didalam ruhani para peserta Jalsah, maka sesuai dengan sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s. kehadiran mereka didalam Jalsah itu sama sekali tidak membawa sedikitpun manfaat bagi diri mereka, bahkan beliaupun menyatakan rasa tidak senang terhadap keadaan seperti itu. Jika dengan menghadiri Jalsah ini tidak membawa kemajuan didalam ketaqwaan, maka jumlah hadir sepuluh ribu, dua puluh ribu atau tigapuluh ribu orang lebihpun tidak akan ada manfaatnya sama-sekali. Dengan hanya banyak jumlah pengunjung saja tanpa berhasil memenuhi maksud dan tujuannya, maka hal itu tidak dapat mendukung sempurnanya maksud dan tujuan kebangkitan Hazrat Masih Mau’ud a.s. kedunia. Sedangkan maksud dan tujuan kebangkitan beliau, baru akan dapat tercapai jika kita memperoleh peningkatan dibidang taqwa. Beliau bersabda :

“Semua orang yang mukhlis yang telah masuk kedalam silsilah bai’at hendaklah memahami betul bahwa maksud dan tujuan bai’at itu adalah untuk menekan dan melenyapkan keserakahan terhadap harta dunia dan supaya kecintaan terhadapnya menjadi dingin dan berkurang. Dan supaya kecintaan terhadap Tuhan Yang Mulia dan terhadap Hazrat Rasulullah saw tertanam dengan kuat didalam hati. Dan hendaklah timbul suasana penyerahan diri yang mantap sehingga tidak merasa enggan atau takut untuk menempuh perjalanan menuju akhirat. “

Lihatlah, betapa beratnya tanggung jawab itu yang telah dibebankan diatas pundak kita oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan betapa besar tumpuan Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang di harapkan pada diri kita. Beliau ingin menyaksikan betapa unggulnya kecintaan kita terhadap Allah swt dan terhadap Yang Mulia Rasulullah saw diatas semua kecintaan terhadap benda-benda lainnya. Dan jangan sampai ada sedikitpun kecintaan terhadap sesuatu yang lain yang dapat mengalahkan unggulnya kecintaan kita terhadap Allah dan Rasul-Nya yang harus ditanamkan didalam kalbu. Beliau ingin melenyapkan kecintaan yang berlebihan terhadap harta dunia dari dalam kalbu kita. Akan tetapi maksud beliau bukan menyuruh kita memutuskan sama sekali hubungan dengan urusan dunia kemudian duduk menyendiri ditengah hutan. Karena disatu tempat beliau juga pernah bersabda bahwa, jika kalian tidak menghargai nikmat-nikmat Tuhan, berarti kalian telah berlaku kufur terhadap nikmat Tuhan itu. Jika seorang petani tidak memenuhi tuntutan lahan pertaniannya, tidak menggunakannya dengan cara yang sebaik-baiknya, maka hal seperti itu juga termasuk kufur terhadap nikmat Allah swt yang telah diberikan kepadanya. Jika seorang peniaga, seorang pegawai atau seorang karyawan tidak memberi perhatian semestinya terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah diwajibkan kepadanya untuk dikelola dengan baik tentu ia telah melakukan kesalahan. Akan tetapi disamping tugas dan kewajiban itu setiap orang Ahmadi mempunyai kewajiban untuk mengutamakan kecintaan terhadap Tuhan dan Rasul-Nya diatas kecintaan terhadap yang lainnya. Kenikmatan dunia jangan sampai menjadikan seorang Ahmadi benar-benar hanya menjadi saudagar dunia semata, jangan sampai menyebabkan dia jauh dari hukum-hukum Tuhan, perniagaan yang merupakan nikmat dunia ini jangan sampai menjauhkan dia dari unsur-unsur Taqwa, jangan sampai membuat dia malas dari menunaikan ibadah-ibadah terhadap Tuhan atau membuat dia lupa kepada ibadah-ibadah terhadap Tuhan, jangan sampai membuat dia terlepas dari akhlaq-akhlaq yang luhur dan terpuji, perniagaan yang merupakan nikmat dunia yang telah Tuhan berikan ini, jangan sampai menjadi sarana untuk merampas atau melenyapkan hak-hak sesama manusia, bahkan perniagaan yang merupakan ni’mat dunia itu menjadi sarana untuk melaksanakan ajaran-ajaran Kitab Suci Al Quran demi meraih kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya dan menjadi sarana untuk mengikuti uswah hasanah (teladan yang baik) yang telah ditegakkan oleh Yang Mulia Rasulullah saw. Semoga kita mampu melangkahkan kaki diatas jalan yang telah Allah tentukan bagi kita sambil meningkatkan mutu ketaqwaan kita kepada-Nya, yaitu jalan yang telah dicontohkan oleh Yang Mulia Rasulullah saw dan pada zaman ini contoh yang sangat luhur itu telah diperlihatkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan beliau telahpun mengharapkan pelaksanaan contoh-contoh mulia itu oleh Jema’at beliau a.s.

Jadi, setiap orang Ahmadi yang datang untuk menghadiri Jalsah Salanah ini harus menanamkan keinginan didalam kalbunya untuk mendapatkan berkat-berkat seperti itu. Allah swt telah membuka kesempatan bagi setiap orang Ahmadi yang datang menghadiri Jalsah, supaya melalui lingkungan pergaulan yang suci ini mereka dengan cepatnya dapat menimbulkan perobahan yang suci didalam kalbu-kalbu mereka. Sebagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda, Jalsah ini sebuah sarana atau sebuah upaya penting untuk menciptakan lajunya kemajuan ketaqwaan melalui Jalsah Salanah ini. Allah swt telah menciptakan sebuah lingkungan yang suci untuk sarana tarbiyyat kita. Bukanlah upaya setiap pengunjung Jalsah untuk meningkatkan mutu kerohanian dan ketaqwaan ini.

Setiap orang yang telah menggabungkan diri bai’at masuk kedalam Jemaat ini, kalian baru dapat dikatakan telah menyempurnakan maksud dan tujuan bai’at itu apabila kalian telah berusaha sungguh-sungguh meningkatkan mutu ketaqwaan kalian. Seperti halnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda,

Keinginan Allah swt mendirikan Jemaat ini tiada lain maksudnya hanyalah untuk menegakkan kembali ketaqwaan manusia yang sudah lenyap dan menciptakan semula kesucian hati manusia yang sudah hilang-sirna dari dalam kalbu mereka.

Ditempat lain beliau bersabda lagi :

Wahai semua manusia yang menganggap diri mereka menjadi warga Jema’atku! Di langit kalian akan diakui sebagai warga Jema’atku apabila kalian sungguh-sungguh melangkahkan kaki diatas jalan Taqwa !

Beliau bersabda lagi dilain tempat sambil menasihati dan mengingatkan kita :

Hendaknya tindak-tanduk Jema’at ini selalu sesuai dengan ketaqwaan dan harus berusaha untuk menjadi para wali Allah!

Bersabda lagi :

Tanamkanlah keagungan Tuhan didalam kalbu kalian ! Janganlah mengakui tauhid-Nya hanya dengan ucapan mulut belaka melainkan dengan amal perbuatan juga, supaya Allah swt juga menzahirkan kebaikan dan kasih-sayang-Nya secara amaliah pula terhadap kalian.

 

Jadi setiap orang Ahmadi harus selalu ingat kepada semua nasihat dan wasiyyat Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini. Khususnya para pengunjung Jalsah yang hadir pada sa’at ini yang semata-mata untuk meningkatkan mutu rohani mereka. Sebagaimana telah saya katakan bahwa itulah maksud dan tujuan Jalsah yang telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan memang semestinya setiap orang yang hadir dalam Jalsah ini harus mempunyai niat seperti itu. Dari kesempatan baik seperti ini hendaklah diambil faedah sebesar-besarnya untuk meningkatkan ketaqwaan kita, sebab sesungguhnya Allah swt sendirilah yang telah menciptakan untuk kita suasana keruhanian seperti ini.

Berusahalah untuk meningkatkan ketaqwaan, sebagaimana kita telah menyaksikan dari beberapa kutipan tersebut diatas bahwa Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah menegaskan sesungguhnya orang yang betul-betul diakui sebagai anggauta Jema’at beliau adalah orang-orang yang mempunyai nilai-nilai taqwa dan kesucian dan yang berusaha meluruskan amal-amal perbuatan mereka dan yang berusaha keras untuk menjadi para wali. Siapakah yang disebut wali itu? Tiada lain adalah mereka yang setiap sa’at selalu berusaha keras untuk meraih keridhoan Allah swt. Lidah mereka selalu bergerak-gerak sibuk dalam melakukan zikir kepada Allah swt. Siang dan malamnya dilewatkan untuk beribadah kepada Allah swt. Kegiatan urusan diniawinya tidak membuat dia lengah dari mengingat Allah swt. Dari setiap amal perbuatannya nampak sekali pancaran cahaya yang menggambarkan keridhoan Allah swt kepadanya.

Hazrat Masih Mau’ud a.s bersabda :

Hamba-hamba Allah swt yang kamil (sempurna) adalah   mereka yang disebutkan didalam firman-Nya        

لاَ تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلاَ بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللهِ

 

artinya : kegiatan perniagaan dan jual beli mereka tidak melengahkan mereka dari berzikir terhadap Allah.

Apabila hubungan hati yang sejati telah terjalin dengan Allah swt maka dia tidak akan dapat dipisahkan lagi dari pada-Nya. Keadaannya dapat diumpamakan seperti orang yang mempunyai anak sedang sakit, kemana saja ia pergi atau dalam keadaan sedang sibuk bagaimanapun, hatinya akan selalu teringat kepada anaknya yang sedang sakit itu. Demikian pula orang yang telah mempunyai hubungan yang sejati dan erat dengan Allah swt dan ia mempunyai kecintaan kepada-Nya, dalam keadaan bagaimanapun ia tidak dapat melupakan Allah swt.

Jadi mengingat Allah swt dan zikir kepada-Nya harus menjadi pusat perhatian dan menjadi darah-daging setiap orang Ahmadi. Setiap waktu dimana lidah sedang sibuk berzikir kepada Allah swt disana keadaan hati sebagai saksi, harus selalu mengatakan bahwa aku harus menjadi orang yang selalu mengamalkan perbuatan yang Allah swt telah memerintahkan untuk melakukannya. Dan menjadi orang yang selalu menghindarkan diri dari setiap amalan yang Allah swt sendiri melarang untuk melakukannya. Setiap waktu harus diingat bahwa setiap gerak-gerik saya ada dibawah pengawasan Allah swt. Oleh karena itu saya tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan yang mendatangkan kemarahan Allah swt. Keadaan kita seperti inilah yang ingin disaksikan oleh Hazrat Masih mau’ud a.s. Dan untuk menciptakan keadaan serupa itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah mengundang kita sekali dalam setahun untuk beberapa hari saja berkumpul dalam Jalsah seperti ini.

Maka wahai para Ahmadi sekalian yang telah mengikat janji dengan Hazrat Masih Mau’ud a.s. mari kita ucapkan bersama-sama bahwa :

Hai Hazrat Imam Zaman! Iman yang telah keluar dan terbang kebintang Tsurayya telah engkau ambil kembali dan dibawa keatas muka bumi ini dan ajaran Al Quran yang telah pernah menjadikan kami ummat yang terbaik, namun kami telah melupakannya kembali disebabkan kami telah terbenam didalam kesibukan duniawi, setelah itu engkau mempersembahkan kembali ajaran itu kepada kami supaya dia menjadi bagian dari kehidupan kami dan engkau sendiri telah menegakkan kembali teladan yang suci itu, maka sekarang kami semua berjanji untuk menjadikan iman ini dan ajaran ini bagian dari hati dan amal perbuatan kami untuk selama-lamanya, insya Allah ! Sesuai dengan perintah Allah swt sekarang kami akan membuat lidah kami sibuk dengan membaca zikir Ilahi, yang tentang hal tersebut, Allah swt berfirman:

الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا يَاَيُّهَا

 

artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Banyak-banyaklah kalian ber zikir kepada Allah!

 

Allah swt telah menyediakan sarana dan kesempatan bagi kita untuk mengingat kewajiban ini supaya pada hari-hari Jalsah ini kita selalu membaca zikir dan menunaikan ibadah-ibadah kepada Allah swt dengan penuh perhatian, supaya martabat taqwa kita semakin jauh meningkat sehingga kita menjadi orang-orang yang berhasil meraih qurub (kedekatan) dengan Allah swt. Dan sebagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah bersabda, jika keadaan amal soleh kita sudah demikian baik, maka Allah swt akan menunjukkan kebaikan dan kasih-sayang-Nya secara amaliah pula kepada kita.

 

            Maka kebaikan dan kasih-sayang Allah swt akan zahir kepada kita apabila taqwa kita sudah bertambah maju, yang salah satu sarananya untuk mendapatkan kemajuan itu adalah menunaikan hak-hak Allah swt. Dan hak-hak itu dapat dipenuhi dengan jalan melakukan ibadah-ibadah dan banyak berzikir kepada-Nya. Untuk menjelaskan sudut pandang ini didalam suatu Jalsah Salanah Hazrat Khalifatul Masih II r.a pernah bersabda :

Oleh karena Jalsah Salanah ini adalah salah satu daripada Syiar-syiar Allah swt dan tujuan menghadirinya telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s yaitu untuk meningkatkan  kemajuan-kemajuan ruhani dan sarana yang sangat besar untuk itu adalah ibadah dan zikir Ilahi. Dan tentang zikir Ilahi ini Allah swt berfirman :

 

اُذْكُرُوا اللهَ يَذْكُرْكُمْ

artinya : Jika kamu melakukan zikir Ilahi maka Allah akan zikir (ingat) kepada kamu.

Inilah faedah zikir Ilahi yang sangat besar sekali bagi kita. Maka alangkah beruntungnya orang yang zikir kepadanya (yang mengingatnya) adalah Penciptanya, Pemiliknya atau Pelindungnya sendiri. Dia akan menjadi Pemiliknya Yang Hakiki dan Dia akan berlaku baik dan kasih-sayang kepadanya.

Jadi pada hari-hari Jalsah ini, setiap orang harus memberi perhatian sepenuhnya terhadap perkara yang sangat penting ini, apakah sambil duduk di Jalsah Gah diwaktu mendengarkan acara-acara Jalsah, laki-laki ataupun perempuan, atau sambil melakukan tugas-tugas kewajiban Jalsah, baik Lajnah ataupun Nasirat, seperti telah saya ingatkan juga kepada para petugas dan panitia Jalsah supaya mereka semua memberi perhatian yang khusus terhadap zikir Ilahi selama hari-hari Jalsah. Semua petugas yang sedang menjalankan tugas atau kewajiban juga hendaknya menaruh perhatian untuk berzikir seperti yang dilakukan oleh para petugas dan para peserta jalsah lainnya. Sebab tanpa melakukan hal itu maksud dan tujuan melaksanakan Jalsah Salanah tidak dapat dicapai dengan sempurna.

            Maka setiap orang harus memperhatikan perkara yang amat mendasar ini. Pekerjaan yang sedang kita lakukan sesuai dengan perkataan wakil Allah swt adalah untuk meraih qurub Allah swt. Jika kita tidak menganggap penting terhadap ibadah dan zikir Ilahi yang seharusnya kita menganggapnya  sangat penting sekali, maka kita tidak akan dapat mengikat hubungan yang erat dengan wakil Allah swt ini dan tidak dapat pula menjadi orang-orang yang mampu meraih keridhoan Allah swt. Sebagaimana beliau telah bersabda :

Di langit kalian akan diakui sebagai warga Jema’atku apabila kalian sungguh-sungguh melangkahkan kaki diatas jalan Taqwa!

Kalimat ini begitu menakutkan sehingga bulu roma kitapun tegak berdiri karenanya. Kalimat ini kita baca, kita dengar dan kita lihat juga berkali-kali tertulis diatas spanduk program-program Jema’at, namun kita lihat hanya sepintas lalu saja, kita lihat sebentar saja kemudian kita lewat dari sana.

            Telah menjadi pemikiran yang sangat dalam, bahwa setiap perkataan, setiap kalimat yang telah Hazrat Masih Mau’ud a.s. sabdakan ketika beliau memberi nasihat kepada Jema’at badan kitapun menjadi gemetar mendengarnya. Sekalipun kita mengatakan seribu kali bahwa kami ini orang Ahmadi akan tetapi jika Tuhan Pemilik Arasy tidak mencantumkan nama kita didalam daftar anggota Jema’at ini, maka pengakuan kita sebagai orang Ahmadi akan menjadi sia-sia, tidak ada gunanya sama-sekali. Dan maksud kehadiran kita didalam Jalsah inipun menjadi sia-sia pula.

             Maka selama berada didalam hari-hari Jalsah ini banyak-banyaklah memanjatkan do’a kepada Allah swt, jalinlah hubungan yang erat dengan Allah swt, pergiatlah untuk melakukan zikir Ilahi, dan hapuskanlah kegelapan yang terdapat didalam kalbu. Didalam Jalsah ini tentunya akan banyak pidato-pidato disampaikan tentang ilmu pengetahuan, tentang tarbiyyat  untuk meningkatkan mutu keruhanian kita. Dengarlah pidato-pidato itu dengan seksama dan berjanjilah kepada Allah swt sambil mendengarkan pidato-pidato itu dan mintalah pertolongan kepada-Nya, wahai Tuhan dengan niyyat yang baik kami menyambut seruan Al Masih Engkau, kami hadir untuk mengadakan perbaikan terhadap diri kami. Akan tetapi perbaikan ini tidak dapat dilakukan hanya menggunakan kekuatan kami sendiri, kami sangat memerlukan pertolongan Engkau. Jika Engkau mendengar do’a kami

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

 

namun Engkau tidak menolong kami, tentu kami tidak akan dapat mencapai nilai ibadah yang baik terhadap Engkau.

Maka, wahai Tuhanku Yang kucintai! Hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan dan selamatkanlah kami dari kebinasaan. Dengan maksud yang baik, kami telah berkumpul disini, anugerahkanlah kebaikan sebanyak-banyaknya kepada kami. Tanpa karunia Engkau, keadaan kami tidak mempunyai arti apa-apa. Sucikanlah dan bersihkanlah kalbu kami sedemikian rupa sehingga apapun yang kami dengar dari pidato-pidato itu. Kami bukan hanya menikmati ilmu atau pengetahuan saja, melainkan kami menjadi pelaksana perkara-perkara penting itu untuk meninggikan mutu tarbiyyat dan kerohanian didalam kehidupan kami dan agar kami menjadi pelaksana untuk meneruskan perkara-perkara itu kepada anak keturunan kami.

Maka jika dengan niat yang baik kita berusaha mengambil barkat sebanyak-banyaknya dari program-program Jalsah Salanah ini, sambil memanjatkan do’a sebanyak-banyaknya, berusaha untuk menerapkan semua perkara-perkara yang baik didalam kehidupan sendiri, barulah kami dapat menjadi penggerak reformasi didalam kehidupan ini. Dan kami akan menjadi orang-orang yang giat mengambil bagian didalam usaha reformasi itu. Dan untuk memimpin usaha reformasi itu, Allah swt sendiri telah mengutus Hazrat Masih Mau’ud a.s kedunia. Dan didunia sekarang ini, kamilah yang akan menjadi penggerak reformasi itu, insya Allah swt!

Maka untuk membangkitkan perubahan berkat adanya reformasi ini, perkara yang paling mendasar dan senjata yang paling penting adalah do’a dan zikir Ilahi. Jika kebiasaan berdo’a dan berzikir ini  diterapkan pada diri sendiri dan dimaksudkan semata-mata untuk meraih keridhoan Allah swt, sesuai dengan cara-cara yang telah diberitahukan oleh Allah swt, sesuai dengan hukum-hukum yang telah diberikan oleh Allah swt, kita akan betul-betul mampu mengamalkan hukum-hukum Allah swt yang lainnya juga. Dan kita akan menjadi pelaksana untuk memenuhi hak-hak antar sesama hamba-hamba Allah swt.

Salah satu dari pada sekian banyak maksud-maksud baik dari Jalsah Salanah yang telah diuraikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. yaitu dengan berkumpulnya bersama-sama dalam suasana kerohanian ini, maka akan tercipta semakin bertambah luasnya suasana pergaulan dan saling kenal-mengenal satu sama lain. Apabila telah menjadi orang-orang yang berhasil mencapai maksud dan tujuan itu maka akan bertambah luas pula suasana kasih-sayang satu sama lain. Apabila hubungan baru telah dikembangkan dengan baik dan sarana untuk meningkatkan kecintaan satu sama lain telah dipersiapkan maka dengan menta’ati hukum-hukum Allah swt itu, hubungan yang semula ada akan meningkat jauh lebih baik lagi. Jika timbul sedikit keburukan disebabkan sesuatu hal, maka tentu akan segera diusahakan untuk melenyapkannya.

Untuk meraih keridhoan Allah swt tidak hanya dengan menghindarkan diri dari perkataan yang sia-sia atau perkataan yang buruk saja, melainkan dengan berusaha menciptakan kecintaan dan kasih-sayang satu sama lain juga. Tidak hanya dengan menghindarkan diri dari pertengkaran atau perkelahian saja, melainkan dengan cara saling mema’afkan atas kejadian pertengkaran atau perkelahian yang pernah terjadi. Dan dengan melepaskan diri dari perangkap egotisme juga.

Saya telah menerima bermacam keluhan (complain) disini tentang pertengkaran yang karena masalah kecil saja namun telah mencemarkan nama baik Jema’at. Yang akhirnya dengan perasaan hati yang sangat berat terpaksa hukuman dijatuhkan kepada beberapa orang yang bersangkutan.

Kesucian Nizam Jema’at lebih utama dan lebih penting dari setiap hubungan yang menyangkut kekeluargaan. Jika seseorang mempunyai hubungan yang hakiki dengan Hazrat Masih Mau’ud a.s. maka dengan menyesali perbuatan yang sudah lalu, hubungan yang sudah retak itu harus berusaha di jalin kembali. Disebabkan telah terciptanya kembali kecintaan dan kasih-sayang itu suasana kasih-sayangpun akan menjadi berterusan untuk selama-lamanya. Dan akan menjadi orang yang patuh menjalankan ajaran Rasulullah saw, yakni seorang muslim tidak akan mendapat kesusahan dari tangan atau mulut orang muslim lainnya. Maka pada hari-hari Jalsah ini dimana kita berkumpul semata-mata untuk mencari keridhoan Allah swt, kita sambil bersujud dihadapan-Nya harus banyak-banyak memanjatkan do’a kepada-Nya. Sibukkan diri kita dalam berzikir kepada Tuhan dengan iman dan keyakinan yang sempurna, pergiatlah mengamalkan ajaran-ajaran –Nya yang telah difirmankan dengan penuh keta’atan. Jika peringkat iman seseorang sudah mencapai taraf demikian adanya maka dalam kesempatan bagaimanapun tidak mungkin ia akan melepaskan keta’atan terhadap Nizam Jema’at. Disatu pihak kita berusaha keras supaya nama kita tertulis dilangit sebagai warga Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dipihak lain kita keluar dan menyimpang dari menta’ati Nizam yang telah didirikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan Khalifah-Khalifah beliau. Maka kedua amalan yang bertolak belakang ini jika pelakunya bersujud dan berdo’a dihadapan Allah swt dengan niat bagaimanapun baiknya, Allah swt tidak akan mengabulkannya bahkan Dia tidak akan pernah mengabulkannya.

Selama dalam hari-hari Jalsah ini kita mendapat kesempatan untuk mensucikan kalbu kita dari berbagai macam kotoran yang melekat padanya melalui do’a-do’a dan melalui perbaikan diri kita, jika benar tujuan menghadiri Jalsah ini untuk perbaikan diri, dan sebagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s telah bersabda :

Jalsa ini bukanlah sebuah pasar malam maka pastilah dalam kesempatan ini kekotoran yang melekat pada kalbu akan dapat dibersihkan.

Seringkali terjadi pertengkaran dan permusuhan dikalangan orang-orang Ahmadi dengan para petugas atau pegawai Jema’at pada hari-hari biasa ataupun pada hari-hari Jalsah sedang berjalan. Maka dalam situasi demikian jika teringat didalam pikiran, apa maksud dan tujuan Jalsah ini, maka setiap orang pasti akan berusaha untuk membebaskan setiap macam pertengkaran atau perkelahian yang sudah lama berjalan. Dan jika terjadi peristiwa demikian ditempat ini maka ia akan berusaha untuk menghindarinya.

Para petugas dan para pegawai Jalsah yang sedang menjalankan kewajiban, mereka harus menaruh perhatian terhadap perkara ini. Semalam juga sudah saya katakan kepada para petugas Jalsah bahwa mereka harus memperlihatkan mutu akhlaq yang paling tinggi dihadapan publik Jalsah. Dalam kedudukan sebagai pegawai atau pengurus sungguh mereka mempunyai banyak sekali tanggung jawab. Oleh sebab itu mereka harus mempunyai kelebihan dalam memperlihatkan kesabaran mereka. Atau mereka harus berusaha untuk melakukan kesabaran lebih baik dari pada yang lain. Mereka harus memiliki sifat pema’af dan sifat lapang dada. Dalam usaha mereka untuk menjadi teladan yang baik bagi yang lain dan usaha mereka untuk meningkatkan mutu akhlaq lebih baik dari yang lain harus dilakukan lebih semangat daripada orang-orang biasa.

Maka jika semua pengurus dan petugas menganggap diri mereka sebagai khadim-khadim, dan para anggota Jema’at menganggap semua para pengurus dan petugas untuk menjalankan tugas-tugas Nizam Jema’at sebagai orang-orang yang telah dilantik oleh Khalifa-e-waqt, maka hubungan antara mereka akan  terjalin dengan harmonis dan penuh kecintaan untuk selama-lamanya. Dan mereka dengan menta’ati perintah Khalifa-e-waqt akan menjadi penyebar amanat keamanan dan kedamaian yang hakiki diatas muka bumi ini. Dan mereka akan menjadi para penggerak reformasi yang sejati. Dan mereka akan menjadi orang-orang yang telah menyempurnakan maksud dan tujuan kebangkitan Hazrat Masih Mau’ud a.s. kedunia. Dan mereka akan menjadi orang-orang yang melangkahkan kaki diatas jalan yang Hazrat Masih Mau’ud a.s. sendiri ingin melangkahkan kaki kita diatasnya. Mereka akan menjadi orang-orang yang berhasil memperoleh martabat tinggi dan cara untuk memperolehnya Hazrat Masih Mau’ud a.s telah memberi petunjuk kepada kita semua.

Beliau bersabda :

 

Hai orang-orang yang beruntung! Apakah kalian orang-orang yang beruntung?

Saudara-saudara telah mengabulkan kebenaran Imam Zaman, Hazrat Masih Mau’ud a.s. Saudara-saudara telah mengambil langkah pertama keberuntungan. Selanjutnya Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda :

Hai orang-orang yang beruntung! Kalian dengan semangat dedikasi masuklah kedalam ta’lim yang telah diberikan kepadaku yang menjadi sarana keselamatan bagi kalian.

Dengan beruntung kalian telah maju satu langkah dan kalian memiliki fitrat yang suci sehingga kalian telah mengabulkan penda’waan beliau. Sekarang terimalah ajaran itu yang telah Tuhan berikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Bersabda lagi:

Percayalah kalian kepada Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan janganlah kalian menyekutukan Dia dengan sesuatu benda apapun. Apakah yang ada dilangit ataupun yang ada di bumi.

 

Allah swt tidak melarang kalian menggunakan suatu sarana. Masalah duniawi Tuhan tidak melarang, tidak pula melarang menggunakan sesuatu sebagai sarana. Jika hendak tawakkal kepada Allah swt, ada perintah dari pada-Nya untuk siap dan bergerak. Akan tetapi orang yang meninggalkan Tuhan kemudian dia bertumpu sepenuhnya kepada barang perantara itu maka ia termasuk orang musyrik. Dari sejak dulu Allah swt telah memperingatkan bahwa keselamatan tidak akan diperoleh tanpa mensucikan kalbu. Maka jadilah kalian orang-orang yang berhati bersih dan suci. Jauhilah dari nafsu kemarahan dan kedengkian. Manusia yang dikuasai oleh nafsu amarah akan timbul berbagai macam keburukan dan kejahatan didalam amal perbuatannya. Akan tetapi keburukan yang paling jahat adalah takabbur. Jika tidak ada takabbur maka tidak akan ada seorang manusiapun yang menjadi kafir. Maka jadilah kalian manusia yang berhati miskin. Berlakulah simpati dan berbaik hati terhadap sesama manusia seumumnya. Apabila kalian memberi wejangan atau nasihat kepada manusia untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa maka wejangan atau nasihat kalian itu bagaimanapun tidak mungkin akan berkesan baik terhadap mereka jika selama tinggal beberapa hari didalam dunia ini didalam hati kalian tersimpan niat jahat tentang mereka. Laksanakanlah hukum-hukum Allah swt dengan hati yang diliputi rasa takut  kepada Tuhan karena kalian akan dipertanyakan tentang itu semua. Banyak-banyaklah memanjatkan do’a diwaktu menunaikan sembahyang. Supaya dengan itu kalian ditarik keharibaan Tuhan. Dan dengan itu hati kalian menjadi suci-bersih. Oleh karena keadaan setiap manusia sangat lemah, manusia tidak dapat menjauhkan diri dari setiap keburukan kecuali hanya dengan pertolongan Allah swt. Setiap keburukan tidak dapat dijauhkan hanya dengan kekuatan sendiri, oleh sebab itu mohonlah do’a banyak-banyak untuk itu kepada Allah swt. Dan selama manusia belum memperoleh kekuatan dari Allah swt ianya tidak akan mampu menjauhkan sebarang keburukan atau kejahatan.

 

Islam bukan hanya sekedar mengucapkan dua kalimah syahadat secara adat kebiasaan. Hakikat Islam adalah ruh kalian runduk dan rebah dihadapan singgasana Allah swt. Dan kepentingan Tuhan serta pelaksanaan semua hukum-hukum-Nya dan dari setiap segi-Nya harus didahulukan dari semua perkara yang menyangkut urusan dunia kalian.

Demikian tingginya mutu wejangan dan nasihat yang disampaikan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini! Beliau jadikan ini semua sebagai target utama yang harus dicapai oleh para pengikut beliau yang sejati. Hindarilah setiap jenis keinginan nafsani. Jika selama dalam hari-hari Jalsah yang sangat baik yang telah disediakan oleh Allah swt ini setiap orang mengoreksi diri masing-masing maka akan terbayang bagaimana bentuk rupa atau gambar diri masing-masing. Bermacam jenis nafsani dan kedengkian pribadi akan diketahui sendiri jika koreksi-diri ini dilakukan dengan niyat hati yang bersih.

Jauhilah perasaan takabbur !! Beliau a.s. bersabda :

 

Takabburlah yang telah menyesatkan manusia menjadi pembangkang.

Takabburlah yang telah menjadikan manusia ingkar kepada para Nabi. 

Dan takabbur pulalah yang telah mengajak manusia untuk menentang Nizam Jema’at dan menentang petugas dan pengurus Jema’at.

Dan takabbur pulalah yang mengobarkan hati manusia untuk melakukan perkelahian antara sesama anggota Jema’at.

 

            Bangkitkanlah didalam hati kalian kehendak yang murni untuk berlaku simpati dan baik hati terhadap makhluk Allah swt, maka setiap perkataan kalian pasti akan berkesan terhadap orang lain. Dan usaha-usaha tabligh kalianpun akan mempunyai kesan pula, sehingga perkataan yang keluar dari mulut kalian dapat diterima oleh orang lain.

            Tidak sedikit orang-orang luar yang datang menghadiri Jalsah Salanah kita, dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga orang-orang berdatangan untuk menghadiri Jalsah, mereka melihat dari dekat keadaan dan suasana Qadian. Suasana Jalsah dan keadaan akhlaqpun selama jalsah berlangsung mempunyai kesan yang tinggi, sehingga tidak sedikit orang-orang luar yang langsung minta bai’at dan menggabungkan diri masuk kedalam Jema’at ini. Sekarang juga banyak sekali orang-orang yang datang dari berbagai negara untuk menghadiri Jalsah kita ini. Pada setiap Jalsah yang diselenggarakan oleh Jemaat orang-orang luarpun datang menyaksikan Jalsah kita ini sehingga merekapun kembali kenegeri mereka masing-masing sambil membawa kesan-kesan yang sangat baik dihati mereka. Dan tidak sedikit dari merekapun berkat menghadiri Jalsah ini tertarik dan masuk kedalam Jema’at ini.

            Setiap orang harus ingat dan harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh bahwa dibelakang muka setiap Ahmadi terletak gambar muka Jema’at Ahmadiyyah. Maka ingatlah selalu bahwa setiap perkataan kalian jangan saling bertentangan dengan amal perbuatan kalian. Perbaharuilah usaha tabligh kalian akan mendapat berkat dari Allah swt. Kalian akan menjadi warga Jema’at yang baik dan bermutu jika kalian selalu berdiri diatas kebenaran. Janganlah menghendaki sedikitpun keburukan menimpa orang lain. Jangan memaksa orang lain berbuat buruk demi kepentingan dan manfa’at diri kalian sendiri. Ingatlah selalu bahwa Tuhan tidak lengah setiap sa’at selalu memperhatikan kalian. Timbulkanlah didalam hati kalian perasaan takut terhadap Tuhan. Tunduklah dihadapan-Nya disertai dengan perasaan takut kepada-Nya. Dan tingkatkanlah mutu ibadah-ibadah kalian. Dan ingatlah selalu bahwa bai’at terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan membawa faedah terhadap diri kalian jika didalam kesempatan apapun kalian mendahulukan kepentingan agama dari pada kepentingan pribadi. Hanya sekedar meneriakkan yel-yel dan mengeluarkan pernyataan dimulut saja tidak akan membawa faedah apa-apa.

            Hazrat Masih Mau’ud a.s. sangat mendambakan untuk menyaksikan mutu iman yang tinggi dari pada Jema’at beliau dan dengan perasaan hati yang gelisah beliau memanjatkan do’a kepada Allah swt seperti yang telah beliau kemukakan seperti berikut ini :

Aku memanjatkan do’a dan selama hayat dikandung badan aku akan terus berdo’a kepada Allah swt, dan do’a yang kupanjatkan adalah, wahai Tuhan-ku sucikanlah kalbu para anggota Jema’at ini dan ulurkanlah tangan rahmat Engkau kepada mereka, kemudian palingkanlah hati mereka kearah Engkau. Dan singkirkanlah semua keburukan, kedengkian dan kebencian dari dalam lubuk hati mereka. Dan anugerahkanlah kepada mereka kecintaan yang sejati antara sesama mereka. Dan aku yakin bahwa pada suatu waktu do’aku ini akan dikabulkan oleh Allah swt. Karena Allah swt tidak akan menyia-nyiakan do’a-do’aku. Selain itu aku berdo’a juga seperti ini, bahwa jika ada seorang dari antara Jema’atku yang menurut pengetahuan dan kehendak Ilahi adalah malang untuk selama-lamanya, yang taqdirnya tidak mungkin lagi untuk memperoleh kesucian hatinya dan tidak mungkin lagi untuk merasa takut kepada Tuhannya. Maka wahai Tuhanku !! Palingkanlah dia dari padaku, sebagaimana dia telah berpaling dari pada Engkau. Dan sebagai gantinya berilah yang lain kepada-Ku yang hatinya lembut dan yang jiwanya tunduk kepada Engkau.

            Semoga Allah swt menimbulkan perubahan yang suci-bersih didalam diri kami dan semoga Dia menyempurnakan semua hasrat dan keinginan serta do’a-do’a Hazrat Masih Mau’ud a.s yang ditujukan kepada kami. Janganlah terjadi ditengah-tengah kami yang dikeluarkan dari Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s disebabkan kemalangannya sendiri.

Wahai Allah selimutilah selalu kami dengan cadar rahmat dan maghfirat Engkau dan hubungkanlah selalu wujud kami dengan wujud kekasih Engkau tercinta, dan dengan Jema’at Asyiq Shadiq Khatamul Anbiya saw yakni Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan jadikanlah kami serta anak-keturunan kami pewaris-pewaris nikmat dan karunia yang telah Engkau janjikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Semoga Allah swt mengabulkannya, Amin!

* * *