بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَىعَبْدِهِ الْمَسِيْحِ الْمَوْعُوْدِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba,

MIRZA MASROOR AHMAD

Tanggal  22 Juni  2007 dari  Mesjid Baitul Futuh, London UK

Setelah mengucapkan Syahadat, membaca ta’awwuz dan surat Al-Faatihah, Hudhur atba bersabda ;

Apabila kekacauan tersebar didunia dan keselamatan sudah nampak lenyap dari setiap tempat maka Allah swt mengirimkan utusan-Nya untuk memperbaiki keadaan ummat manusia dan untuk menyelamatkan hamba-hamba-Nya, pada umumnya manusia sudah mengetahui hal ini semua. Dan apabila taqwa sudah benar-benar lenyap dari muka bumi diwaktu itu, Diapun mengutus Nabi-nabi-Nya kedunia. Sebagaimana kita ketahui 1400 tahun yang lampau ketika taqwa sudah benar-benar lenyap dari atas muka bumi ini, kerusakan moral didaratan dan dilautan sudah demikian memuncak, maka Allah swt menyediakan sarana untuk menyelamatkan dunia dengan menurunkan syariat yang kamil dan sempurna melalui Hazrat Nabi Muhammad saw. Allah swt dengan menurunkan Kitab Suci Al Qur’an kepada Nabi Muhammad saw untuk mengajarkan bagaimana menyempurnakan hak-hak kewajiban terhadap Allah swt dan terhadap hamba-hamba-Nya, yang sudah dilupakan oleh ummat nabi-nabi sebelum beliau atau ajaran-ajaran yang bermutu tinggi yang tentang itu tidak diberikan kepada Nabi-nabi terdahulu. Orang-orang musyrik disebabkan kejahilan dan kebodohannya, telah mencapai puncak tertinggi dalam kemusyrikan mereka.

            Pokok amal yang paling penting, demi menta’ati semua hukum-hukum didalam Al Qur’an  yang dengan perantaraannya kita ditegaskan untuk mengamalkan nya adalah Taqwa. Maka taqwa adalah perkara yang sangat penting. Jika manusia betul-betul memahami dan menjiwai taqwa dengan sesungguhnya maka ia akan dapat menampilkan sifat-sifat Allah swt pada dirinya dan ia dapat menjadi manifestasi dari pada sifat-sifat-Nya. Sehingga ia dapat menjadi penyebar ketaqwaan itu kepada yang lain.

            Dalam menjelaskan sudut pandang ini, Hazrat Masih Mau’ud as pernah bersabda; didalam Al Qur’anul Karim diantara semua hukum yang paling ditegaskan dibanding dengan hukum-hukum lainnya, adalah tentang taqwa dan menjaga diri sendiri. Sebabnya adalah taqwa memberi kekuatan untuk menghindarkan diri dari setiap keburukan, dan taqwa  memberi kekuatan kepada manusia untuk maju kedepan dalam amal kebaikan. Dan latar belakang mengapa Tuhan memberi penegasan terhadap taqwa, karena taqwa adalah jaminan bagi manusia untuk mendapatkan keselamatan. Dan untuk terlindung dari setiap macam fitnah (percobaan) taqwa adalah sarana kekuatan yang paling ampuh. Seorang yang bertaqwa terlindung dari banyak sekali bahaya pertengkaran. Sedangkan yang lain yang tidak bertaqwa banyak terlibat didalam pertengkaran dan perselisihan, sehingga kadang-kadang sampai membawa kepada kebinasaan. Dan disebabkan sangkaan-sangkaan buruk dan sifat terburu-nafsu dapat menimbulkan perpecahan dikalangan bangsa, sehingga memberi kesempatan terhadap para penentang untuk melakukan serangan.

            Jadi, Taqwa adalah dasar pokok agama. Selama taqwa ini berada dikalangan orang-orang muslim, maka mereka akan mampu menyebarkan keselamatan dari Allah swt keseluruh dunia. Dan orang-orang berjiwa suci akan bergabung terus bersama mereka sehingga Islam keluar dari negara Arab berkembang ke negara-negara Asia, sampai negara-negara Timur Jauh. Selanjutnya Islam mendapat kemajuan sampai kebenua Afrika dan benderanya terus berkibar sampai kenegara-negara Eropa.

            Akan tetapi tatkala taqwa semakin berkurang, keamanan dan kedamaian bertukar dengan selfishness (mementingkan diri sendiri), kecintaan dan kasih sayang berganti dengan kekacauan dan kebencian, maka orang-orang muslim menjadi kosong dan hampa dari berkat-berkat ketaqwaan itu, yang Allah swt tanamkan didalam hati orang-orang muslim.

Sebagaimana telah saya katakan, Allah swt  menurunkan ajaran yang terakhir kepada Yang Mulia Hazrat Rasulullah saw untuk mengikis habis kekacauan dan kerusuhan. Sekarang juga ajaran inilah yang ditampilkan untuk merubah kegelapan menjadi cahaya terang-benderang. Sekarang juga ajaran inilah yang diamalkan untuk menyebar luaskan keselamatan dan mencegah keburukan dan kerusuhan. Meskipun orang-orang Islam, zaman sekarang telah terhindar dan hampa dari berkat-berkat ini, yang disebabkan oleh taqwa yang telah terlepas dari dalam hati mereka, dan tindakan mementingkan diri sendiri serta kebencian, setiap hari kian terus meningkat. Akan tetapi Allah swt telah berjanji kepada Nabi Muhammad saw pembawa syari’at terakhir, untuk memenangkan Agama Islam diatas agama-agama lain diseluruh dunia. Dan bagaimanapun Allah swt tidak akan menarik balik (membatalkan) janji-Nya ini. Jika terjadi kelemahan didalam usaha itu, maka penyebabnya hanyalah  karena kosongnya taqwa didalam kalbu orang Islam. Didalam Islam tidak terdapat sesuatu kekurangan apapun.

            Kini untuk kebangkitan Islam yang kedua kali dan untuk meraih kemajuannya, Allah swt telah mengutus seorang Asyiq Shadiq Rasulullah saw, Hazrat Masih mau’ud, Imam Mahdi a.s. Sekarang orang-orang yang beriman kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dengan mengamalkan ajaran Islam yang sejati, dan dengan mengisi kalbu mereka dengan ketaqwaan akan mampu mengembalikan warisan iman yang sudah menghilang dari dalam kalbu ummat Islam itu. Maka kewajiban setiap orang Ahmadi untuk menyebar luaskan amanat keselamatan kesetiap penjuru dunia. Dan pengertian ini harus disematkan kedalam hati setiap orang bahwa Islam bukanlah agama terrorrisme, atau agama kekerasan, melainkan agama yang megembangkan kecintaan dan kasih-sayang. Islam menegakkan ajaran kedamaian dan keselamatan disetiap lapisan masyarakat. Ditingkat negara dan bangsa-bangsa didunia, Islam menegakkan ajaran kedamaian dan keselamatan yang begitu indah sehingga tidak ada yang mampu membandingkan dengan ajaran agama lain dan memang tidak akan dapat dibandingkan dengan agama apapun didunia. Dan tidak pula agama lain mampu menegakkan ajaran seperti itu.

            Dengan mengamalkan ajaran yang indah seperti inilah kedamaian dan keamanan dunia dapat ditegakkan. Sejak setelah perang dunia ke II, untuk menegakkan kedamaian dan keamanan dunia telah dibentuk sebuah perkumpulan dengan nama United Nations Organization (UNO) atau perserikatan bangsa-bangsa (PBB) namun kita lihat bagaimana hasilnya, (hal tersebut) tidak lain (adalah) seperti gerakan atau persatuan yang sebelumnya telah pernah dibentuk. Didalam perserikatan itu para pakar yang cerdas-cerdas bekerja sama membuat berbagai macam program dan rencana-(rencana) yang besar, mendirikan berbagai macam komite/ panitia, mendirikan konsul keamanan/ security councel, supaya melalui konsul ini keamanan dunia dapat ditegakkan dan persengketaan antara negara dapat diselesaikan, mengadakan survey tentang ekonomi karena hal ini dapat menjadi sebab timbulnya kerusuhan juga, (dan) untuk itupun telah didirikan sebuah konsul tersendiri. Dan (juga) telah didirikan juga sebuah pengadilan Internasional,  dan lain sebagainya.

            Akan tetapi walaupun telah dibentuk berbagai macam komite, kita menyaksikan apa yang tengah terjadi didalam dunia sekarang ini, mereka menghadapi kegagalan. Semua kegagalan itu disebabkan tidak adanya taqwa didalam hati mereka. Beberapa Bangsa menjadi sombong dan takabbur disebabkan mempunyai kekayaan, kekuatan ekonomi, kekuatan politik, kekuatan ilmu pengetahuan lebih dari bangsa-bangsa lain, atau menganggap diri mereka menjadi negara yang paling aman didunia sehingga merasa lebih unggul daripada negara lain. Mereka membagi kedudukan wakil tetap dan kedudukan wakil non tetap/ sementara sehingga tidak mungkin akan terjadi keadilan diantara mereka tanpa ada pandangan mata rohani, tanpa pertolongan Allah swt dan tanpa adanya ketaqwaan. Karena keputusan majority (mayoritas)  mempunyai kekuasaan, maka jika kepada kelompok yang kuat ini diberi kekuasaan untuk membuat keputusan, maka keputusan itu tidak dapat menjadi penyebar keselamatan. Maka jika dunia ingin memberi keputusan tentang keselamatan, maka mereka harus mengikuti ajaran yang telah diberikan oleh Allah swt kepada Rasulullah saw. Didalamnya terdapat taqwa sebagai syarat.

Beberapa contohnya akan saya jelaskan firman Tuhan didalam Surah Al Hujurat ayat 14 berikut ini :

ياَيُّهَاالنَّاسُ اِنَّا خَلَقْنَـكُمْ مِنْ ذَكَرٍوَّاُنْثى وَجَعَلْنـكُمْ شُعُوْبًا

وَّقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَاللهِ اَتْقـكُمْ اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

 

Artinya : Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan; dan Kami telah membuat kami berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu dapat kenal-mengenal . Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal.

 

            Itulah ajaran Islam tentang persaudaraan. Dan itulah perintah Allah swt untuk menegakkan persaudaraan secara Islam dan untuk menegakkan keselamatan diseluruh dunia. Setiap orang mu’min yang bertaqwa kepada Allah diperintahkan untuk menerapkan ajaran persaudaraan ini pada dirinya sendiri secara sempurna dan untuk menyebarkannya keseluruh dunia. Inilah perintah yang dapat menjalin kecintaan dan kasih-sayang serta persamaan satu dengan lain. Kalau tidak berapapun banyaknya komite keamanan dibentuk mereka tidak akan mampu mengatasi keresahan didalam bangsa-bangsa didunia, karena negara-negara yang kuat/ super power telah menempatkan diri mereka jauh lebih berkuasa dari negara-negara lain. Maka keselamatan dan kedamaian dunia dapat terjamin dan keresahan bangsa-bangsa dapat diatasi apabila sikap kedustaan dan kezaliman sudah dapat dihapuskan dari kalangan mereka. Keresahan bangsa-bangsa didunia tidak akan dapat dihapuskan selama takabbur karena darah keturunan, dan karena darah kebangsaan belum dikeluarkan dari dalam benak mereka.

            Didalam dunia ini, keamanan dan kedamaian tidak dapat ditegakkan selama didalam pikiran setiap jenis keturunan, setiap jenis bangsa, setiap penduduk negara ataupun para pemegang pemerintahan belum tertanam kesadaran bahwa mereka semua adalah berasal dari anak keturunan Adam yang sama dan mereka dilahirkan dari pasangan jenis laki-laki dan perempuan. Dan kedudukan kita semua sebagai manusia adalah sama disisi Tuhan. Jika dalam pandangan Tuhan, seseorang dianggap mulia tiada lain (adalah) karena ia seorang bertaqwa kepada-Nya. Dan nilai ketaqwaan seseorang tidak dapat diketahui oleh siapapun kecuali oleh Allah swt sendiri. Tidak ada orang yang patut mengatakan dirinya sebagai orang bertaqwa dan dia tidak dapat mengukur atau menilai ketqwaan dirinya sendiri.

            Allah swt berfirman : Kedudukan kalian dan martabat kalian lebih baik dan lebih tinggi dari orang lain, bukan karena keturunan, bukan karena bangsa, bukan karena warna kulit, bukan karena kekayaan dan tidak pula karena kelebihan martabat kalian ditengah-tengah masyarakat, bukan karena kekuasaan suatu bangsa menjajah bangsa yang lemah, dari pandangan dunia mungkin saja dianggap kelebihan, akan tetapi dipandangan Tuhan tidak mempunyai hakikat apapun. Dan setiap perkara yang tidak diterima disisi Allah swt, tidak akan berhasil mengusahakan sesuatu maksud yang baik sekalipun menggunakan fasilitas yang sangat cukup dan baik.

            Sesuai ajaran Islam semua keturunan manusia adalah sebuah keluarga/ famili. Dan apabila semuanya tinggal dalam bentuk satu keluarga, maka tentu akan saling memperhatikan keselamatan dan kedamaian satu sama lain sebagaimana lazimnya anggota keluarga tinggal saling cinta-mencintai satu sama lain.

            Didalam ayat itu Allah swt hanya memberi pandangan tentang kabilah atau bangsa, supaya dapat saling mengenal satu sama lain, misalnya ini bangsa Pakistani, ini bangsa Inggris ini, bangsa German, ini bangsa Afrika, sedangkan sebagai manusia kita semuanya sama. Perasaan orang kaya sama seperti perasaan orang miskin sebagai manusia. Perasaan yang dimiliki orang-orang Eropa perasaan itu juga yang dimiliki orang-orang Afrika dalam kedudukannya sebagai manusia. Perasaan yang dimiliki orang-orang Timur perasaan itu juga yang dimiliki oleh orang-orang Barat dalam kedudukan mereka sebagai manusia. Maka setiap orang harus menghargai perasaan yang lain. Jika saling menghargai perasaan satu sama yang lain pasti akan dapat hidup bersama-sama dalam kedamaian dan keselamatan.

Maka setiap bangsa yang diberi keistimewaan oleh Allah swt, biasanya setiap bangsa mempunyai ciri khas masing-masing, maka ambillah manfaat sebesar-besarnya daripadanya supaya suasana kecintaan dan kasih-sayang satu sama lain dapat diciptakan untuk selama-lamanya. Maka hal itulah criteria untuk menciptakan keselamatan secara kekal sesuai dengan ajaran Islam. Kalau tidak, sebagaimana telah saya katakan berapapun banyaknya konsul-konsul keamanan atau organisasi-organisasi telah didirikan untuk menegakkan kedamaian dan keselamatan yang kekal tidak akan berhasil. Dan ajaran Islam ini bukan terbatas hanya sebagai teori saja, namun sejak zaman Rasulullah saw ajaran itu telah diamalkan, beliau sangat mencintai rakyat miskin dan kasih-sayang terhadap anak-anak yatim, kasih sayang terhadap para sahaya, dan membela hak-hak masyarakat lemah tak berdaya, membebaskan budak-budak belian, menempatkan kedudukan mereka didalam masyarakat. Hazrat Bilal seorang ghulam/ budak belian berasal dari Afrika telah dibela haknya untuk dibebaskan dari majikannya, akan tetapi pada waktu itu tidak ada masalah identitas kebangsaan didalam masyarakat. Karena Hazrat Rasulullah saw telah menempatkan kedudukan Hazrat Bilal begitu luhur sehingga Hazrat Umar telah memanggil beliau dengan sebutan Hazrat Sayyidina Bilal. Demikianlah caranya memberi standar kedamaian  dan keselamatan ditengah masyarakat.

            Didalam Hujjatul Wada (Khutbah Hajji terakhir) Rasulullah saw secara terbuka telah bersabda ; Kamu semua adalah anak cucu Adam, oleh karena itu, Bangsa Arab tidak mempunyai kemuliaan secara istimewa diatas orang-orang Non Arab dan tidak pula orang-orang Non Arab mempunyai kelebihan diatas orang-orang Arab. Demikian juga halnya keturunan atau warna kulit bukan kelebihan atau keistimewaan sesuatu bangsa atau kaum. Demikianlah masyarakat yang indah yang telah diciptakan oleh Hazrat Rasulullah saw. Dan masyarakat seperti inilah yang harus dibina oleh Jema’at Hazrat Masih Mu’ud as dizaman ini sesuai perintah Hazrat Rasulullah saw.

            Setelah itu Allah swt telah menurunkan perintah untuk menciptakan kedamaian dan keselamatan dunia, yang cukup untuk menutup mulut orang-orang yang menuduh Islam dikembangkan dengan pedang dan memberi perintah untuk melakukan terror. Akan tetapi sebaliknya Allah swt memberi perintah untuk tidak melakukan tindakan sembarangan dan kekerasan terhadap mereka yang tidak memerangi kalian, berbuatlah baik terhadap mereka dan perlakukanlah mereka secara adil sesuai dengan hukum Islam, baik mereka itu orang-orang Yahudi ataupun Nasrani atau penganut agama apapun.

            Sehubungan dengan itu Hazrat Masih Mau’ud as bersabda, berbuat baiklah terhadap mereka dan berlakulah simpati terhadap mereka dan berlakulah adil terhadap mereka, Allah swt sangat mencintai orang-orang yang berbuat demikian.

Hal itu semua sesuai dengan firman-Nya didalam Al-Qur’an surah Al Mumtahinah ayat 9 sebagai berikut :

لاَيَنْهـكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْاكُمْ فِىالدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ

وَتُقْسِطُوْااِلَيْهِمْ اِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

 

Artinya :  Allah tidak melarang kamu berbuat baik terhadap mereka yang tidak memerangi kamu disebabkan agama-mu dan yang tidak mengusir kamu dari negerimu; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

 

            Didalam ayat ini terdapat isyarah juga terhadap perintah, seperti yang terdapat didalam surah lain, jika untuk mencegah kerusuhan kalian harus mengangkat senjata, maka kalian dapat melakukannya. Dalam kapasitas sebagai bangsa atau pemerintah, kalian dapat mengumumkan perang terhadap orang-orang yang berbuat kerusuhan dan mengangkat senjata untuk memerangi kalian. Akan tetapi dengan izin ini jangan diambil kesempatan untuk memerangi mereka yang tidak ikut berperang, tidak melakukan kerusuhan, yang tidak berusaha untuk menghancurkan kalian, maka kewajiban kalian adalah berlaku adil dan berbuat kebaikan terhadap mereka dan berlaku ramah terhadap mereka. Itulah perintah yang Allah swt telah turunkan kepada kalian. Pengumuman perang hanya dilakukan terhadap mereka yang benar-benar bertujuan untuk membuat kerusuhan dan melakukan serangan terhadap kalian. Allah swt tidak memberi izin untuk bersahabat dengan mereka dan tidak pula Dia mengizinkan untuk mencintai mereka. Akan tetapi terhadap mereka yang tinggal dengan aman dan netral, Allah swt tidak mengizinkan untuk memerangi mereka.

Dalam hal ini harus dijelaskan juga bahwa sesuai dengan ajaran Islam, mengumumkan perang terhadap musuh atau membangkitkan reaksi terhadap mereka adalah tugas pemerintah bukan tugas perorangan atau kelompok-kelompok kecil maupun besar. Jika terjadi pelanggaran, maka didalam pemerintahan itu sendiri akan timbul sebuah huru-hara yang membahayakan. Dan dengan sangat disesalkan hal inilah yang sekarang sedang terjadi di banyak negara orang-orang Islam didunia. Kita dapat menyaksikan bahwa mereka membuat kerusuhan didalam negeri mereka sendiri. Dengan demikian nama baik agama dan orang-orang muslim sendiri sudah menjadi sangat tercemar.

 Ada lagi perintah dari Allah swt yang sangat penting sekali berkaitan dengan dunia Internasional  khususnya dengan konsul keamanan Internasional; sebagaimana Allah swt berfirman didalam Al-Qur’an surah Al An’am ayat 109 sebagai berikut :

وَلاَ تَسُبُّوْا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ عَدْوًا بَغَيْرِعِلْمٍ

كَذَالِكَ زَيَّنَّ لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ اِلى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بَمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

 

Artinya : Dan janganlah kalian memaki apa yang diseru mereka selain Allah, maka mereka akan memaki Allah karena rasa permusuhan tanpa ilmu. Demikianlah Kami menampakkan indah kepada tiap-tiap ummat amalan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, maka Dia akan memberitahukan kepada mereka apa-apa yang dahulu mereka kerjakan.

 

            Tentang firman Tuhan dalam ayat ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda, demikian indahnya Allah swt mengajarkan adab dan sopan santun didalam Kitab Suci Al Qur’an yaitu :

 وَلاَ تَسُبُّوْا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ فَيَسُبُّوا اللهَ عَدْوًا بَغَيْرِعِلْمٍ           

 

Artinya : janganlah kalian mencaci maki berhala-berhala orang musyrik, nanti mereka akan mencaci-maki Tuhan kalian, karena mereka tidak tahu siapa Tuhan kita ini !

Lihatlah, sekalipun menurut ajaran Tuhan, berhala itu tidak mengandung arti apa-apa, namun Allah swt telah mengajarkan akhlak kepada orang-orang muslim agar jangan mengeluarkan kata-kata buruk terhadap patung-patung persembahan orang-orang musyrik. Berilah mereka pengertian dengan lemah-lembut agar mereka faham dan tidak melemparkan caci maki terhadap Tuhan dengan mulut kasar. Untuk menjaga keamanan, caci-maki mereka jangan ditanggapi, lebih baik kalian diam.

Demikianlah perintah Islam demi menegakkan kedamaian dan keselamatan didalam masyarakat diatas dunia ini. Jika setiap keburukan dijawab dengan keburukan lagi, berarti menimpakan keburukan itu pada diri sendiri. Penentang Islam yang menghina dijawab dengan penghinaan lagi, akhirnya penghinaan itu dapat mereka lemparkan kepada pemimpin kita. Permisalan yang diberikan kepada orang-orang muslim itu sangat keras artinya bahwa setiap perkataan mereka harus mengandung hikmah, bila saja mereka berkata-kata. Namun jangan menunjukkan sifat pengecut dan jangan ada segi kemunafiqan didalamnya melainkan harus berpegang dengan sesungguhnya kepada perintah Allah swt tersebut. Sebagaimana telah saya katakan bahwa Allah swt dengan perumpamaan-Nya yang begitu keras memberi pengertian kepada kalian, bahwa dengan memberi jawaban yang salah akan mengakibatkan Tuhan kita akan menjadi sasaran caci-maki mereka itu. Dan karena ghairat orang-orang muslim terhadap Tuhan sangat tinggi, maka kalian akan merasa susah hati mendengar caci-maki mereka itu. Maka jika kalian memberi jawaban yang salah sehingga mereka menghina Tuhan, maka kalianlah yang akan bertanggung jawab atas perbuatan mereka itu. Demikian juga jika kalian mengeluarkan kata-kata tidak baik terhadap para pembesar, atau para peminpin mereka, maka merekapun akan membalas dengan serangan terhadap para pemimpin kalian.

Berkenan dengan hal itu terdapat sebuah hadis bahwa Rasulullah saw bersabda; Janganlah kamu memaki bapakmu sendiri! Seorang bertanya, Ya Rasulullah!  Siapa yang memaki bapaknya sendiri? Beliau bersabda: Jika kamu memaki bapak seseorang, maka dia akan menjawab dengan memaki bapak kamu. Hal itu sama saja dengan memaki bapak kamu sendiri.!  Demikianlah ajaran Islam untuk mencegah keburukan dan untuk menyebar luaskan keselamatan dan kedamaian dimuka bumi.

Syirik adalah perkara yang sangat dibenci oleh Allah swt, sehingga sebagai hukumannya, Dia tidak akan mema’afkan dosanya itu. Namun terhadap orang-orang penyembah berhala seperti itu juga, Tuhan menasihatkan agar berbicara dengan etika kesopanan yang baik terhadap mereka. Tuhan memerintahkan kepada kalian agar akhlaq kalian harus menampilkan perilaku seorang muslim yang sejati. Sekarang menjadi tugas kewajiban seluruh orang muslim untuk menyebar-luaskan ajaran Islam yang indah ini.

Yang tinggal sekarang menghadapi mereka yang tidak mau berhenti memperolok-olokkan dan menghina Islam. Bagaimana usaha yang harus dilakukan terhadap mereka itu? Tentang ini Allah swt telah memberi tahu bahwa kalian harus berbicara dengan etika kesopanan yng baik terhadap orang-orang yang bernasib malang itu, kalian harus menampilkan prilaku Islam yang sesungguhnya didepan mereka. Sehingga mereka akan terkesan bahwa kalian orang baik-baik.

Akhirnya setelah meninggalkan dunia ini merekapun akan kembali kepada Tuhan. Apabila mereka akan berjumpa dengan Allah swt, maka Allah swt sendiri akan membalas apa yang mereka lakukan didunia ini. Disana Dia akan memperlakukan mereka seperti yang akan saya jelaskan dibawah ini , Allah swt berfirman didalam Al-Qur’an surah Al Qaf ayat 25-27 sebagai berikut :

 

اَلْقِيَا فِى جَهَنَّمَ كُلَّ كّفَّارٍ عَنِيْدٍ-

مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيْبٍ-

اَلَّذِيْ جَعَلَ مَعَ اللهِ اِلَـهًا اَخَرَ فَاَلْقِيَـهُ فِىالْعَذَابِ الشَّدِيْدِ

 

Artinya : Kami berfirman kepada keduanya, “Campakkanlah oleh kamu berdua kedalam neraka setiap musuh yang ingkar akan kebenaran-Penghalang kebaikan, pelanggar batas, peragu- Yang menjadikan persembahan lain disisi Allah, maka campakkanlah dia oleh kamu berdua kedalam azab yang sangat keras.

 

            Demikianlah bagaimana Allah swt akan berlaku terhadap mereka dihari akhirat nanti. Pekerjaan apapun yang Allah swt sendiri telah mengambil tanggung jawab  atasnya, kita tidak perlu khawatir tentang itu.

            Sekarang dunia Islam sedang ribut tentang Salman Rushdi. Orang tak beragama seperti dia ini setidak-tidaknya mesti ada yang dia sembah. Apakah berupa organisasi dunia ataupun berupa manusia yang dianggap sangat besar olehnya atau suatu pemerintahan dunia yang dianggap sebagai sembahannya. Untuk orang semacam inipun Allah swt sudah menyediakan urusannya.

Dengan melakukan tindakan kerusuhan atau menganggap bunuh diri melawan mereka diperbolehkan atau reaksi dari pihak kita harus begini dan begitu, dengan mengumbar slogan-slogan, maka hal demikian sesungguhnya telah mencoreng nama baik Agama Islam sendiri. Dengan menampilkan perlakuan demikian, tidak akan membawa hasil apapun untuk agama selain nama buruk. Atau dengan dilakukannya tindakan-tindakan kerusuhan atau protes-protes tidak membawa kemaslahatan apapun melainkan hanya kerugian.

            Dia yang telah melakukan penghinaan terhadap Islam atau terhadap Hazrat Rasulullah saw, sebenarnya dia telah melakukan penghinaan terhadap para Malaikat dan terhadap Allah swt. Rushdi yang telah membuat tulisan sangat menyerang dan menghina itu beberapa tahun sebelum ini, sekarang sebuah pemerintah apapun alasannya, tanpa menghiraukan perasaan orang-orang muslim diseluruh dunia telah memberikan piagam atau penghargaan sebagai hadiah kepada orang seperti itu, maka urusannya dia akan berhadapan dengan Tuhan dan Tuhan akan bertindak sendiri terhadapnya.

Hal itu terjadi bukan berarti kebaikan telah lenyap di Eropa, atau di Eropa sudah tidak ada lagi orang-orang baik. Masih banyak orang-orang yang baik hati, di Inggris sendiri banyak orang-orang baik, sehingga para anggota parlemen Inggris sangat keberatan terhadap kejadian ini. Mereka mengatakan dengan memberikan piagam penghargaan itu tidak ada faedahnya sama sekali, bahkan akan memicu suasana pergolakan yang akan menghancurkan kedamaian dan keselamatan dunia.

Beberapa tahun yang lalu sekitar 10 tahun yang lalu, ketika ia menulis sebuah buku penghinaan itu, dia tidak berdiri sendiri, banyak orang berdiri dibelakangnya sebagai master mind nya untuk melakukan penghinaan terhadap Islam. Banyak orang yang telah menyelidiki dan hasilnya membuktikan bahwa dia dipicu oleh sekelompok orang untuk mengadakan persekongkolan yang sangat besar dan berbahaya untuk menghasut dan membakar kemarahan ummat Islam seluruh dunia. Mereka ingin mengambil faedah yang jahat dibalik reaksi kemarahan ummat Islam seluruh dunia.

Sekarang jika timbul reaksi dari beberapa kelompok Islam kemudian berhenti lagi, tidak ada faedahnya sedikitpun. Dengan membakar bendera-bendera, mengadakan protes dimana-mana, hal itu tidak dapat melemahkan persekongkolan mereka yang begitu luas dan besar serta tersusun rapih. Dengan melakukan tindakan yang demikian ingin mencapai maksud yang semu, bagaimana akan berhasil, bahkan langkah mereka sendiri memberi dukungan terhadap tuduhan musuh-musuh Islam bahwa Islam adalah sebuah agama kekerasan.

Reaksi sebenarnya yang harus dilakukan oleh ummat Islam adalah mereka harus menerapkan ajaran Islam yang sejati diatas diri mereka sendiri lebih dari waktu sebelumnya. Supaya mulut dunia berhenti dengan sendirinya dari tuduhan-tuduhan palsu mereka. Dan banyak-banyaklah mengirim selawat kepada Yang Mulia Rasulullah saw, supaya ummat beliau semakin meningkat maju. Tampilkanlah tauladan suci beliau kepada dunia. Semua pekerjaan itu jika ada yang dapat melakukannya tidak lain hanyalah orang-orang Ahmadi yang telah beriman kepada Asyiq Shadiq Rasulullah saw, Hazrat Masih Mau’ud a.s. Zaman sekarang jika ada yang mampu menjawab tuduhan-tuduhan para penentang Islam, hanyalah orang-orang Ahmadi yang dapat menjawabnya. Sekarang jika ada yang dapat menampilkan ajaran Islam yang sebenarnya kepada dunia, hanya orang-orang Ahmadi yang dapat menampilkannya. Maka kewajiban orang-orang Ahmadi lah untuk berusaha keras lebih dari yang sudah-sudah dan kirimkanlah selawat kepada Yang Mulia Rasulullah saw lebih banyak dari yang sudah-sudah.

Ketika Salman Rushdi menulis bukunya yang menghina agama Islam, maka atas perintah Hazrat Khalifatul Masih lVr.h. Mr Arshad Ahmadi Sahib telah menulis sebuah kitab dengan tajuk (judul) “Rushdie; haunted by his unholy ghost” sekarang buku ini sudah habis terjual dan saya sudah menyuruh supaya dicetak lagi dan didalamnya ada yang perlu diperbaiki juga dan harus dimuat beberapa tambahan dari nasihat Hazrat Khalifatul masih IVr.h. Sebelum ini sebuah company (perusahaan) telah mencetaknya sendiri dan memasarkannya kepada umum dan Jemaat juga sedang menerbitkannya dan akan segera selesai dan terjemahnya didalam Bahasa Urdu juga sudah ada. Buku ini harus dibagikan kepada orang-orang terpelajar dan para cendekiawan tingkat tinggi dan kepada orang-orang yang mempelajari agama dengan serius, supaya perkara yang sebenarnya terbuka kepada dunia.

Itulah pengkhidmatan terhadap agama dengan usaha ini akhlaq Islam yang tinggi dapat diketahui dunia dan jalan yang sebenarnya untuk menegakkan keselamatan duniapun dapat diketahui pula.

Hukum Allah swt didalam Al-Qur’an mengatakan bahwa dasar keselamatan dunia adalah keadilan dan bagaimanakah setandar keadilan itu? Tentang ini Allah swt berfirman didalam surah Al Maidah ayat 9 sebagai berikut :

يَاَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْاكُوْنُوْاقَوَّامِيْنَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلاَيَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاَنُ قَوْمٍ

عَلَى اَلاَّ تَعْدِلُوْا اِعْدِلُوْاهُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوْا اللهَ اِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

 

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu berdiri teguh karena Allah, menjadi saksi dengan adil; dan janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil. Berlakulah adil; itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.

            Dalam menjelaskan ayat ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : Permusuhan Kaum yang memusuhi kalian, jangan menghentikan kalian dari bersikap adil terhadap mereka. Tetaplah berdiri diatas keadilan karena disitulah letaknya Taqwa.

Bersabda lagi; saudara-saudara tentu maklum bahwa betapa susahnya berlaku adil terhadap bangsa-bangsa yang membenci tanpa hak, menyakiti, menumpahkan darah dan mengusir dan membunuh anak-anak dan perempuan-perempuan, seperti yang dilakukan oleh orang-orang kafir Mekkah terhadap orang-orang muslim. Akan tetapi Al-Qur’an tidak menyia-nyiakan hak mereka sekalipun hendak membunuh, bahkan mewasiyatkan untuk berlaku adil dan jujur terhadap mereka. Aku berkata dengan sesungguhnya bahwa berlaku baik terhadap musuh mudah sekali, namun menjaga hak-hak musuh dan bersikap adil terhadap mereka adalah pekerjaan yang sangat susah dan hal itu merupakan pekerjaan orang-orang pemberani. Berbicara sambil santai dan dengan sopan terhadap musuh adalah pekerjaan mudah saja. Akan tetapi bersikap adil terhadap mereka dan melupakan permusuhan mereka adalah pekerjaan yang sungguh besar dan susah. Pekerjaan yang memerlukan jantung hati yang betul-betul kuat dan tegar.

            Hazrat Masih Mau’ud a.s juga bersabda, didalam ayat ini Allah swt tidak membahas masalah kecintaan akan tetapi standar kecintaan yang dibahas. Maka orang yang berlaku adil terhadap musuh yang sekalipun hendak membunuhnya dan ia tidak memberi ma’af terhadapnya ia tidak dapat mencintainya dengan sesungguhnya. Dan memang Allah swt tidak memerintahkan agar mencintainya, namun standar kecintaan kalian harus ditunjukkan walaupun musuh itu sudah melampaui batas kejahatannya seperti perlakuan orang-orang musyrik Mekah terhadap orang mu’min dan terhadap Rasulullah saw, mereka menyiksa, menganiaya dan membunuh orang-orang mu’min. Namun demikian firman-Nya, terhadap orang-orang demikianpun kalian harus berlaku adil. Dengan cara demikian kecintaan dapat tumbuh berkembang. Itulah kecintaan sejati yang akan mampu mengembangkan amanat kedamaian dan keselamatan yang sesungguhnya keseluruh dunia.

            Demikianlah standar ajaran Islam yang sejati. Apabila kecintaan sejati dan tuntutan keadilan dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya maka keselamatan Islam sejatipun dapat dikembangkan. Tauladan yang sangat indah Rasulullah saw-lah  disaat terjadi fatah Mekkah yang telah menarik pembesar-pembesar kuffar Mekah masuk kedalam pangkuan Islam. Tauladan suci beliau itu telah menjadi sumber keselamatan bagi musuh-musuh beliau.

Pengumuman yang beliau kumandangkan :

لاَ تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ

 

Tiada celaan lagi atas kamu pada hari ini !!

keselamatan sejati semakin harum semerbak memenuhi lorong-lorong kota Mekah dan keharumannya berlanjut semerbak kemana-mana.

            Itulah sarana yang diperlukan untuk menegakkan kedamaian dan keselamatan dunia. Kalau tidak, berapapun banyaknya negara-negara besar dunia yang mencintai keadilan, namun mereka hanya menjadi alat persekongkolan belaka dan mereka hanya menjadi kaki-tangan negara-negara kuat yang menguasai ekonomi dunia. Sekalipun secara teori mereka menyerukan dan menggembor-gemborkan untuk menciptakan keamanan dan kedamaian dunia, akan tetapi praktek sebenarnya, mereka telah menciptakan berbagai macam kerusuhan dan keresahan baik didaratan maupun dilautan.

            Itulah beberapa butir hukum-hukum Islam yang sangat indah telah saya jelaskan kepada saudara-saudara. Semoga Allah swt segera menegakkan negara-negara didunia yang menampilkan ajaran-ajaran Islam yang hakiki dan indah ini. Dan semoga Allah swt menjadikan kepala-kepala negara orang-orang muslim yang bernaung dibawah perisai Asyiq Shadiq Nabi Muhammad saw Imam Zaman, Hazrat Masih Mau’ud a.s. yang membantu menyebar luaskan amanat kedamaian dan keselamatan Islam keseluruh dunia, yang melangkah diatas jalan ketaqwaan.

            Untuk meraih hal itu semua, adalah tugas dan tanggung jawab orang-orang Ahmadi untuk memanjatkan do’a banyak-banyak kepada Allah swt. Semoga Allah swt mengabulkan do’a-do’a kita semua, semoga Allah swt menjadikan dunia ini tempat kecintaan, keamanan dan kedamaian dan semoga hanya satu yang menjadi kecintaan dan pelindung mereka yakni Allah swt. Amin !!!

* * *