Khutbah tanggal 23 November 2001 Khu-S

            Hari ini, khutbah akan berkaitan dengan  sifat mujiyb Tuhan. Pemecahannya dari segi lughat saya terangkan di hadapan kalian. Kata jawab di ucapkan/ digunakan sebagai lawan dari  soal atau pertanyaan dan pertanyaan itu ada dua. Satu adalah, meminta secara zahir jawaban sesuatu,maka jawabannya akan  berbentuk ucapan secara zahir.Yakni, kalian  di sutu tempat menanyakan jalan atau ada menanyakan sesuatu yang  tidak diketahui, maka apa  pertanyaan yang ada, itu pula  jawaban secara zahirnya. Yang kedua, ada nikmat yang diminta, bahwa ini berikanlah  kepada saya, maka jawaban nikmat tentu akan dalam corak nikmat itu diberberikan. Misal corak  pertama adalah, ajiybuw daa’iyallaahi-Sambutlah selalu seruan Rasul Allah. Dan misal  kedua adalah qad ujiybu da’watu kuma fastaqiyma.- Yakni,  saya telah memberikan apa yang kamu berdua  telah minta. Dan berkenaan dengan kata al-istijaaba dikatakan bahwa ini juga digunakan  dalam mafhum al-ijaaba- yakni, menjawab Sedangkan arti sebenarnya adalah menjawab  denga benar dan mempersiapkannya. Pemecahan dari segi lughat telah saya terangkan dan  apa yang tadinya saya akan baca, kini saya baca.

Surah Albaqarah ayat 187:”wa idzaa saalaka ‘ibaadi anniy fainni qariyb…yarsyuduwn- Dan, apabila  hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang  Aku, maka sesungguhnya Saya  dekat. Saya menjawab doa orang yang berdoa apabila  dia berdoa kepada-Ku. Maka,  mereka hendaknya menyambut seruan-Ku dan hendaknya beriman kepada-Ku supaya mereka meraih petunjuk”.-Disini intisari/pokok utama  yang perlu direnungkan  adalah bahwa hamba-hamba/orang-orang tatkala  bertanya kepada Rasulullah saw. maka sesungguhnya Saya dekat. Di dalam jawaban   tidak berfirman bahwa engkau jawablah pada mereka bahwa Saya dekat.Bahkan tatkala mereka  bertanya kepada engkau, maka Saya  tengah mendengar, Saya dekat. Dan yang bertanya kepada Rasulullah saw., Allah lebih dekat dengan mereka. Namun, ada beberapa syarat-syaratnya. Ujiybu da’wataddaa i idzaa da’aan Saya mendengar doa/seruan setiap orang yang berdoa tatkala dia berdoa pada  Saya. Tapi, dengan satu syarat.falyastajiybuwli– Diapun juga hendaknya selalu mendengar setiap petunjuk saya dan selalu menyambutnya . walyu’minuwbiy –Dan mereka beriman kepada saya la’allahum yarsyuduwn supaya mereka meraih petunjuk.

Diriwayatkan dari Hadhrat Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: laisa syaiun akrama ‘alallahi subhaanahu minaddu’a. – Hadhrat Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw.bersabda : Disisi Tuhan tidak ada sesuatu yang lebih mulia dari doa.

Fazalah bin Ubaid menerangkan bahwa nabi Saw mendengar seseorang berdoa dalam shalat. Dia tidak mengirim selawat pada beliau.Atas hal itu nabi saw bersabda: Dia telah shalat terburu-buru. Kemudian beliau memanggilnya atau kepada yang lain beliau panggil dan bersabda: Diantara kalian jika ada yang mulai shalat maka mulailah dengan  alhamdulillah dan tsana/ pujian dan kemudian dia hendaknya mengirim shalawat kepada nabi saw dan kemudian sesudahnya berdoalah  apa yang dia inginkan.

 Hadhrat Abu Hurairah meriwaytkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: Setiap orang, apa pun doa yang dia panjatkan kepada Tuhan itu akan didengar. Atau itu di dunia ini untuknya akan disempurnakan atau di akhirat demi untuknya akan dikumpulkan atau sesuai dengan jumlah  doanya, dosa-dosanya  dimaafkan, dengan syarat di dalam doanya itu jangan ada campuran dosa dan pemutusan  tali kekerabatan/tidak berbuat baik pada keluarga atau  dengan syarat dia dalam doa itu tidak terburu-buru. Sahabah bertanya ya Rasulullah saw., apa terburu-buru dalam berdoa itu  ? Bersabda:Dia berkata bahwa saya banyak berdoa kepada Tuhan saya, namun Dia tidak mendengar doa saya. Dalam kaitan ini ada satu riwayat dari para wali  bahwa ada seorang yang sangat terkenal sebagai waliullah dan terkenal  doanya sangat dikabulkan.Maka  seorang muridnya telah menzahirkan keinginannya bahwa sayapun juga berikan izin untuk shalat bersama Tuan. Saya pun ingin melihat bagaimana Tuan berdoa.Maka dia sedemikian rupa berdoa yang kurang lebih dengan suara yang sedikit tinggi,maka yang orang yang mendengar pun mendengar.dan di  akhirnya jawaban yang diterima  dari Tuhan itupun sang murid  dengar, Maka untuk memberikan pengertian padanya Tuhan mengilhamkan sedemikian rupa yang mana  suaranyapun terdengar pula oleh si murid. Dan jawabnya adalah bahwa doa kamu  tidak ada yang Saya kabulkan. Atas hal itu orang itupun kurang lebih mau menjadi murtad. Dia berkata, ini bagaimana  anehnya seorang ulama  seperti ini yang  terus menerus saya ikuti. Allah ta’ala  mengatakan bahwa tidak ada doamu yang Saya kabulkan, tapi kenapa  kemudian  terus menerus saja berteriak-teriak berdoa.Atas hal itu wali itu berkata hai Allah, saya merupakan hamba yang (tugasnya)meminta, saya tidak pergi  dari pintu rumah-Mu ini. Engkau berkehendak, silahkan  terus  menolaknya. Atas hal itu  turun ilham padanya: Sampai hari ini seberapa doa yang telah engkau minta, itu semua saya kabulkan”.Jadi,  di dalam doanya terdapat  tanda kesabaran dan putus asa merupakan  dosa. Setiap manusia yang memanjatkan doa, dia hendaknya ingat, bahwa tidak ada  dosa yang lebih besar dari (dosa) putus asa .  Iblis sendiri adalah   nama dari putus asa. Jadi, sabarlah dalam doa-doa. Dan jika tidak juga didengar maka dengan banyak cara-cara sebagaimana selanjutnya  nanti akan datang di kutipan Hadhrat Masih Mauud a.s. yang mana doa-doa itu dalam satu dan lain cara akan dikabulkan.

Hadhrat Abu Musa  menerangkan   bahwa beliau sedang melakukan perjalanan bersama Rasulullah saw. maka pada waktu itu  beliau mulai berdoa dengn suara tinggi.Atas hal itu Rasulullah saw. bersabda: Kamu tidak memnggil seorang yang tuli dan bisu,bahkan kamu tengah menyeru wujud yang dekat dan Yang Menjawab/mengabulkan dan Dia mendengar doa kamu dan mengabulkannya. Kemudian beliau berasbda: Hai Abu Musa,apakah kamu saya jangan beritahukan  akan hazanah dari hazanah-hazanah surga dan hazanah itu adalah la haula wala quwwata illabillahi. La haula wala quwwata illa billah merupakan doa yang sangat lengkap dan maksudnya adalah bahwa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. la haula .Namun  hendaknya hanya takut kepada Allah dan kepada siapapun jangan hendaknya takut. Dan sama sekali tidak ada kekuatan  dalam diri manusia,  namun apa yang  dianugerahkan dari Tuhan. Jadi, ini merupakan doa yang lengkap dan merupakan cara Rasulullah saw. bahwa tatkala waktu azan maka dikatakan hayya ala shshalah hayya ‘alal falah ini apabila dua dua kali dikatakan, maka Rasulullah saw. bersabda: laa haula wala quwwata illa billa hil ‘aliyyil ‘azhiym laa haula wala quwwata illa billa hi ‘aliyyil ‘azhiym.

Diriwayatkan dari Hadhrat Sulaiman r.a.bahwa Rasulullah saw. bersabda:Tidak ada yang bisa mencegah ketetapan /takdir namun doa dan tidak ada yang bisa memanjangkan umur kecuali  kebaikan. Kini, disini hal yang perlu dimengerti adalah bahwa  qadha dan qadar jika ada yang bisa merubah maka itu  bisa berubah dengan  doa dan inipun/doapun merupakan bagian dari qadha dan qadar.Jadi, syafaat merupakan topik yang terpisah dan  doa yang dipanjatkan dengan hati yang khusyuk itu banyak kali menjauhkan musibah-musibah yang datang yang  tidak terfikirkan oleh manusi.Kepada sayapun datang surah-surat doa semaam ini. Sebagian orang menderita kanker yang menurut dokter tidak ada obatnya kecuali persiapan untuk menunggu ajal.Kini  tampa suatu  pengobatan apapun dan tampa obat zahir Allah memberikan habar suka padanya dan kanker itu menjadi sembuh. Jadi, penyakit-penyakit kadangkala  menjadi jauh juga dan juga bisa jauh  tampa pengobatan.Namun, bersandar dan beriman pada doa perlu .Kedua, tidak ada yang bisa memanjangkan umur, namun kebaikan. Maksud dari ini adalah bahwa ketika kalian melakukan kebaikan maka mereka mendoakan. Oleh karena itu kebanyakan di dalam doa-doa  itu panjang umur termasuk didalamnya. Jadi, dari sisi ini kamu teruslah melakukan kebaikan. Jika merupakan keinginan kamu bahwa apapun yang telah menjadi ketentuan, seberapa yang kamu bisa mencapai  batasnya maka akibat  kamu melakukan kebaikan orang –orang akan mendoakan kamu Dan doa-doa itu Tuhan  pasti akan  kabulkan.

.an zaidibni aslama an abihi anna umar abnal khattab radhiyallahu ta’ala ‘anhu ista’mala maula lahu yud’a hunayyan (Bukhari Kitabuljihad)Hadhrat Zaid bin Aslama meriwayatakan dari bapaknya bahwa Hadhrat umar r.a. telah menetapkan  Hunai,sahaya yang  telah dia merdekakan sebagai pengawas/ hakim tempat gembala  terjaga dan beliau berkata kepadanya, hai Hunai, cegahlah tangan kamu dari orang-orang Islam dan menghindarlah  dari doa buruk orang-orang teraniaya,karena doa orang yang terniaya pasti terkabul..

Ada satu riwayat Hadhrat Abu Hurairah r.a. dalam Tirmidzi Kitabulbir bahwa Rasulullah saw. bersabda: Di dalam ini tidak ada keraguan bahwa doa-doa  tiga orang yang  dikabulkan. Doa orang terniaya,doa orang musafir,dan doa buruk seorang bapak berkenaan dengan  anaknya.Di dalam hadis lain bukannya  walid-bapak,akan tetapi  walidah-ibu disebutkan.Bahwa, ibu apabila dia berdoa buruk untuk anaknya maka tidak begitu saja sia-sia,tampa sebab. Itu pasti dia menderita goncangan/duka yang dalam dari anak-anaknya,baru doa buruknya Allah kabulkan. Jadi disini di dalam hadis yang saya baca kini bukannya walidah-ibu akan tetapi kata walid-bapak..

Hadhrat Abdullah bi Amr bin Al-As r.a. menerangkan bahwa Rasulullah saw. Doa orang  berpuasa ketika berbuka tidak ditolak. Jadi, ketika berbuka puasa hendaknya sambil berbuka membaca doa:  allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthaartu .Dan bersama itu apapun doa baik  yang ada di dalam hati itu dipanjatkan maka itu adalah merupakan waktu pengabulan doa.

Mu’az bin Zuhrah menerangkan bahwa kepada beliau ada riwayat yang sampai   bahwa Rasulullah saw. ketika berbuka puasa beliau selalu membaca doa ini: allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu-(Hai Tuhanku untuk Engkau saya berpuasa dan dengan rezeki Engkau aku berbuka).

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a.bersada: ujiybu da’wataddaa i’ idza da ‘aan, ini bukanlah artinya bahwa apa yang diminta itu yang di dapat, karena di tempat lain   dalam surah Al-An’am ayat 42 difirmankan:bal iyyahu tad ‘uwna fa yaksyifu matad’uwna ‘ilahi insyaa a’  –  Doa apa yang kamu panjatkan Allah mengabulkannya dan Dia menjauhkan kesusahan kamu  insyaa a’– Jika Dia menghendaki.Oleh karena itu beranggapan  bahwa setiap doa itu pasti akan dikabulkan, setiap doa orang yang terdesak  pun tidak bisa terkabul Pandangan Allah tertuju kepada  setiap kondisi.Oleh karena itu jika Dia menghendaki maka doa ini akan terkabul. Disinipun bersama al ke arah ini Dia isyarahkan  falyastajiybuwli wal yu’minuwbiy –Firman-Nya: Seberapa kamu terus  bertambah itaat dan terus maju dalam keimanan senilai  itulah Saya akan mengabukan doa-doa kamu.

Jika orang-orang bertanya bahwa dengan puasa bagaimana bisa mendapatkan kedekatan maka katakanlah olehmu fa inni qariyb ujiybu da’wataddaa ‘i idzaa da’aani fa….yarsydyn-Yakni Saya  dekat dan doa orang-orang yang berdoa di dalam bulan ini Saya akan dengar.Nah, inti inipun hendaknya diingat bahwa ini merupakan ayat umum, namun  secara khas berkaitan dengan Ramadhan yang diberkati dan di dalam bulan ini doa apa yang kamu panjatkan maka itu saya akan dengar .Namun kamu pun sebelumnya harus mengamalkan perintah-perintah yang telah Saya perintahkan dan hendaknya meraih iman supaya kalian bisa sampai pada tujuan yang dari itu  akan banyak  kemajuan.

Hadhrat Khalifatul Masih 1 r.a. bersabda: Sebagaimana puasa merupakan sarana untuk meraih takwa,juga merupakan sarana juga untuk meraih kedekatan pada Tuhan.Oleh karena itu berkaitan dengan bulan Ramdhan bersama itu juga berfirman: waidza……..yarsyuduwn.Disini berfirman sebagaimana puasa  merupakan sarana/perantara  untuk mempelajari  ketakwaan,.begitu juga  merupakan perantara untuk kedekatan pada Tuhan. Secara zahir ini merupakan dua hal yang terpisah. Padahal takwa dan kedekatan kepada Tuhan adalah dua nama dari satu benda.Seberapa banyak kalian bertakwa sebanyak itu juga kedekatan kepada Tuhan akan kalian raih dan seberapa kedekatan pada Tuhan sebanyak itu pula  ketakwaaan yang akan diperoleh.

Bersabda: Adapun ayat ini ini difirmankan berkenaan dengan keagungan bulan Ramadhan. Yakni, waidzaa saalka ‘ibaadiy fainni qariyb.dan dari ini dapat diketahui akan keagungan bulan ini dan rahasia Ilahi bahwa jika dalam bulan ini mereka berdoa maka Saya akan mengabulkannya. Namun diapun juga hendaknya mengabulkan kata-kata Saya dan berimanlah kepada Saya.Manusia seberapa kuat/teguh  mengimani firman-firman  Tuhan begitu juga Tuhan menerima/ mempercayai kata-katanya. Diketahui dari la’allahum yaarsyuduwn bahwa bulan ini  berkaitan khas dengan rusyd-petunjuk dan yanag dinyatakan sebagai perantaraannya adalah beriman pada Tuhan, mengikuti perintah-perintah-Nya dan doa  dan banyak juga hal-hal lain yang dengan itu kedekatan dengan Tuhan.diperoleh.

Hadhrat Masih Mauud a.s. berkenaan dengan hakekat puasa bersabda:Orang-orang pun tidak mengenal akan hakekat puasa.Pada dasarnya di negeri mana manusia tidak pergi dan dengan alam mana  dia tidak kenal, maka apa yang akan dia terngkan mengenai keadaan-keadaannya. Jadi puasa tidaklah hanya sekedar dimana manusia hanya lapar dan haus, bahkan ini  merupakan hakekat dan ada pengaruhnya yang diketahui dengan melewati pengalaman.Terletak dalam fitrah manusia bahwa seberapa kurang makan sebanyak itulah akan terjadi pensucian jiwa.dan bertambah potensi kasyap . Kehendak Tuhan dari ini adalah supaya kurangilah makan dan yang lain kembangkan /perbanyak. Selalulah hendaknya orang yang berpuasa memperhatikan hal ini bahwa tidaklah hanya maksudnya manusia hanya lapar dan haus, bahkan hendaknya dia selalu sibuk dalam berzikir pada Tuhan supaya dapat meraih tabattul dan inqitha (pemutusan hubungan dengan yang selain Tuhan ). Jadi,  inilah maksud puasa bahwa manusia  meninggalkan sebuah roti yang hanya memelihara jisim lalu dia meraih roti yang menibulkan ketenteraman dan kenyangnya ruh. Dan orang-orang yang berpuasa hanya untuk Tuhan dan tidak berpuasa hanya sekedar tradisi belaka maka hendaknya dia terus sibuk dalam memuji dan menyebut Tuhan  yang dengan itu dia meraih makanan yang lain.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda; Hadhrat Rasulullah saw. dalam bulan Ramadhan banyak  beribadah. Di hari-hari itu  setelah bebas dari fikiran makan dan minum, terpisah dari semua keperluan-keperluan manusia  hendaknya meraih tabattul ilallah.

Kemudian Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya mengenai aku maka katakanlah padanya bahwa saya  dekat. Jadi apabila orang-orang yang beriman pada Allah dan Rasul mereka ingin menanyakan alamat/tanda  ini bahwa apa yang Tuhan anugerahkan pada kita ? ,dan apa yang khas bagi kita dan yang tidak didapatkan pada orang lain ? Maka katakanlah padanya bahwa saya  dekat.Yakni, di dalam kamu dan orang lain inilah perbedaannya bahwa kalian adalah orang yang khas/istimewa, orang yang dekat dan orang  lain adalah orang yang ditinggalkan serta jauh. Apabila dari antara kalian orang yang berdoa berdoa,  maka saya menjawabnya.Yaitu sesungguhnya  Saya menjadi bercakap-cakap  dengannya dan dengan dia Saya berbicara.dan Saya menganugerahi doa-doanya tingkat pengabulan yang tinggi.Maka hendaknya dia menerima perintah-peritah Saya dan beriman supaya memperoleh kebaikan.

Di dalam kata bahwa saya “menjadi berbicara dengannya” Jadi  kebanyakan orang –orang yang berpuasa mereka juga berdoa dengan penuh ikhlas,dia jelasnya tidak bermukalimah/berbicara  dengan Tuhan. Maka disini apa maksudnya ? Ini adalah merupakan keduddukan Hadhrat Masih Mauud a.s sendiri . dan sesungguhnya Allah berbicara dengan beliau dan   banyak sekali berbicara dengan Tuhan .Dibandingkan dengan orang-orang sedemikian rupa beliau  berbicara/bermukalimah dengan Tuhan  yang setelah mendengar doanya, sebelum piengabulannya, dengan perantaraan mimpi memberitahukan bahwa doa kamu ini akan terkabul.Dan meskipun kondisi memperlihatkan gejala-gejala yang terbalik, terbaliknya kondisi yang  nampak merupakan sesuatu yang tidak mungkin itu menjadi kenyataan. Dan apa  yang  Tuhan sebelumnya telah beritahukan dengan doa, itu menjadi sempurna.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda¨Apabila hamba-hamba-Ku bertanya pada engkau tentang Aku mengenai keberadaan wujud Tuhan,dalilnya apa ? Maka jawabannya adalah bahwa Saya  sangat dekat, yakni tidak perlu dalil-dalil  besar.Wujud saya dengan cara yang terdekat dapat dimengerti dan dengan sangat mudah tentang keberadaan saya dalil dapat dibuktikan dan dalil itu adalah bahwa apabila ada yang berdoa berseru pada Saya maka Saya mendengarnya dan dengan ilham  Saya sendiri ,Saya memberi kabar gembira padanya.Yang dari itu tidak hanya sekedar akan yakin pada  keberadaan Saya, bahkan akan kekuasaan Saya pun dia akan menjdia yakin.Namun hendaknya orang-orang hendaknya menciptakan kondisi takwa dan keyakinan penuh terhadap Tuhan bahwa Saya mendengar suaranya dan hendaknya mereka beriman pada Saya.Dan sebelum mereka meraih makrifat yang sempurna, hendaknya mereka mengakui bahwa Tuhan adalah ada dan Dia mempunyai semua kekuatan dan kekuasaan. Karena orang yang beriman maka  dialah  yang akan dianugerahi makrifat Ilahi.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda: Ini merupakan perkara yang benar dan pasti bahwa Tuhan mendengar doa hamba-hamba-Nya dan Dia menganugerahinya derajat  pengabulan,namun tidak kepada setiap orang. Manusia  karena  gejolak hawa  nafsunya dia  berdoa tampa melihat akhir dan akibatnya. Namun Tuhan.yang merupakan tujuan hakiki  dan  merupakan tujuan akhir, dengan mengingat kerugian-kerugian dan akibat-akibat buruk yang  bisa zahir akibat  terkabulnya doa itu, maka Dia menolak doa itu.-Yakni, kadang-kadang manusia karena kelalaian dan karena ketidaktahuan dia meminta doa yang tidak baik untuk diri dan anak-anaknya. Maka Allah menolak doa semacam itu dan tertolaknya doa inilah merupakan pengabulannya yang menjadi penyebab kebaikkan baginya.

Sabdanya: Tertolaknya doa inilah  merupakan pengabulan doa. Jadi, doa-doa yang dari mana  manusia selalu akan selamat dari bahaya-bahaya Allah mengabulkannya. Namun doa-doa yang merugikan Dia mengabulkannya dalam corak penolakan..Hal inipun   hendaknya mendapatkan perhatian  bahwa untuk pengabulan  doa pun  ada beberapa persyaratan. Diantaranya sebagian berkaitan dengan orang-orang yang berdoa dan sebagian  berkenaan dengan orang yang minta didoakan. Untuk orang yang minta didoakan perlu baginya untuk   memperhatikan rasa takut dan kepada Allah dan  hendaknya selalu takut akan  Maha kayanya Tuhan dan dia menjadikan  damai dan pengabdian kepada Tuhan  dia jadikan sebagai ciri khasnya.Dengan takwa dan kejujuran hendaknya menyenagkan Tuhan Maka dalam corak seperti itu  pintu pengabulan akan dibukakan.

Di dalam kehidupan Hadhrat Masih Mauud a.s. banyak peristiwa-peristiwa seperti itu bahwa para warga  Jemaat menulis surat doa pada beliau. Akan tetapi  beliau bersabda: Kamu juga  berdoalah untuk dirimu sendiri.- Hal ini perlu dicamkan bahwa menganggap seseorang  wali  doanya terkabul, ini tidak bisa memberikan manusia meraih nafs muthmainnah yang hakiki. Bahkan akan menjadikan manusia  pemuja wali.Oleh karena itu beliau selalu bersabda bahwa berdoalah untuk diri sendiri juga.Dan sebagai hasil dari doa-doa itu kadangkala zahir  peristiwa-peristiwa yang mengherankan. Sebagian  sahabah bentuk-bentuk itu kadang-kadang diperlihatkan dalam shalat yang ketika berdoa untuk kesuksesan sidang dia  lihat dalam ru’ya bahwa saya tengah membaca surah ini dan dia sama sekali tidak mengerti bahasa Arab. Sebelum menulis hal ini di hadapan Hadhrat Masih Mauud a.s. dia pergi ke maulvi di kampung itu. Dia berkata bahwa kata-kata ini saya lihat dalam mimpi. ini aneh-aneh. Maka maulvi menjadi heran dan bertanya apakah Tuan tidak mengetahui maksudnya ? Dia berkata saya sama sekali tidak mengetahui apa-apa.-Ini kurang lebih mengenai bapaknya Chaudry Zafrullah Khan Dia berkata, saya tidak mengerti apa-apa.Dia, maulvi berkata bahwa kamu telah menang dalam sidang pengadilan, mengerti atau tidak. Jadi, Allah seperti itulah mengabulkan doanya lalu  kepadanya dengan pengalamannya sendiri Dia diberitahukan akan pengabulan doanya .

Surah Ali-Imran186:fastajaabalahum…..husntstsawaab:Maka Tuhan-Nya memprkenankan doanya dan   berfirman  bahwa Saya  tidak akan menyia-yiakan amal siapapun yang beramal diantaraa kalian, baik laki-laki maupun  perempuan Diantara kalian satu dengan yang lain mempunyai jalinan/ikatan.Maka mereka yang berhijrah dan mereka dikeluarkan dari kampung halaman mereka dan mereka disakiti di jalan kami dan mereka berperang dan mereka dibunuh maka pasti saya akan menjauhkan dari mereka keburukan-keburukan mereka dan Saya pasti akan memasukkan mereka dalam surga yang mengalir  di lerengnya sungai-sungai Ini adalah merupakan ganjaran dari sisi Tuhan. Dan disi Allah-lah  terdapat ganjaran yang terbaik.

Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Doa dan diantara waktu  zaman pengabulannya  kadangkala datang cobaan demi cobaan Jadi kadang-kadang cobaan-cobaan sedemikian  rupa yang   datang sehingga  hampir mematahkan pinggang. Namun orang yang teguh pendirian dan memiliki fitrah yng bersih  di dalam cobaan -cobaan dan kesulitan itu  juga mereka mencium harumnya anuagerah-nanugerah Tuhan mereka dan  melihat dengan pandangan firasat bahwa sesudah itu pertolongan yang akan datang. Di dalam datangnya cobaan-cobaan  itu terselubung semacam rahasia supaya bertambah  gejolak untuk berdoa. Maka seberapa keresahan dan kegelisahan terus bertambah maka akan sedemikian pula  di dalam ruh itu timbul kelembutan  dan ini merupakan sarana-sarana terkabulnya doa. Jadi, jangan sekali pernah khawatir dan janganlah hendaknya berburuk sangka pada Tuhan  dengan memperlihatkan keresahan dan ketidak sabaran. Ini sama sekali jangan hendaknya terfikirkan bahwa doa saya ini tidak  terkabul atau tidak. Keraguan semacam  menjadikan manusia  ingkar akan sifat-sifat Tuhan Yang Maha Mengabulkan doa

Nah, sebagian menulis surat pada saya bahwa kami telah berdoa sedemikian banyak tapi tidak terkabul. Ini  merupakan dosa,merupakan tanda putusasa terhadap doa-doa. Doa hendaknya terus dipankaatkan. Allah dalam corak apa yang Dia anggap lebih baik  Dia mengabulkan doa itu.

Surat Anfal ayat 10:idz tastagiytsuwna rabbakum …….murdifin: Ingatlah tatkala kamu menyeru kepada Tuhanmu. Dia telah menerima permohonamu bahwa Saya pasti akan menolong kamu dengan seribu malaikat yang berbaris-baris.

Diriwayatkan dari Hadhrat Umar bin Khattab r.a. bahwa Rasulullah saw. melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah seribu orang tentara . Sedangkan sahabah beliau ada 300 dan lebih sedikit. Dan mereka lasykar musuh terdiri dari penunggang-penunggang kuda dan tentara yang lengkap berpengalaman . Bersama mereka perempuan-perempuan pemberi  semangat yang  bernyanyi membangkitkan semangat  mereka  untuk berperang.Dan kondisi orang-orang  muslim adalah di   tangan sebagian mereka hanya ada tongkat.Ada  sebagian diantara mereka  yang pincang juga dan sebagian ada anak-anak juga yang ikut. Merupakan satu waktu yang sangat mengerikan yang  di dalam dimana doa Rasulullah saw. itulah yang terkabul. Kalau tidak janji akan datangnya malaikat  di perang Badar itu  dengan mata zahir orang-orang jelasnya tidak melihat, namun sebagaimana janji sesungguhnya itu telah disempurnakan.

Diriwayatkan dari Hadhrat Umar Khattab r.a. bahwa Rasulullah saw. melihat kepada orang-orang musyrik yang ternyata mereka berjumlah seribu orang. Sedangkan sahabah beliau  berjumlah tiga ratus dan lebih sedikit. Baru  Huzur menghadap ke kiblat sambil menengadahkan tangan beliau dan mulai menyeru Tuhannya Hai Allah-ku,sempurnakanlah janji-Engkau  yang telah Engkau janjikan dengan saya,Hai Allah, jika hari ini Engkau menghancurkan Jemaat kecil orang-orang Islam  ini, maka di bumi ini tidak akan ada penyembahan terhadap Engkau.- Kini ini –naudzubillah min dzaalik – bukanlah ancaman. Maksudnya beliau adalah bahwa sebagaimana apa hal yang  telah saya siapkan,lebih baik dari   itu tidak akan mungkin bisa disiapkan  .Inilah yang telah mempelajari resep-resep/cara-cara ibadah  dari saya. Jika ini terbunuh maka siapa yang akan beribadah pada Engkau.-Beliau seperti itulah  menghadap kiblah sambil mengangkat tangan beliau ke atas berkali-kali menyeru Tuhan beliau. Sehingga selimut beliau jatuh dari pundak beliau yang mulia. Atas hal itu Hadhrat Abu Bakar datang kepada beliau dan mengangkat selimut beliau dan meletakkan  kembali selimut beliau di pundak beliau dan kemudian memeluk beliau dari belakang dan berkata, hai nabi Allah,.Tuan telah cukup lama memohon pertolongan pada Tuhan Tuan. Sesungguhnya apa yang telah Tuan lakukan,  Dia pasti akan menyempurnakan jaji-Nya.Atas hal itu Allah menurunkan ayat (Surah Al-Anfal )ini : idztatagiytsuwna……..murdifiyn

. Hadhrat Masih Mauud a.s. bersabda:Tuhan kami adalah Tuhan Yang hidup dan qayyum-Maha Berdiri sendiri. Dia berbicara pada kami seperti manusia. Dia menanyakan satu hal pada kami  dan kami berdoa maka Dia sendiri dengan kata yang mantap  memberikan jawaban pada kami .Jika rangkaian ini ribuan kalipun terus berjalan maka tetap tidak akan keberatan untuk menjawab. Dia menzahirkan di dalam kalam –Nya  keajaiban demi keajaiban  dan memperlihatkan pemandangan kudrat-Nya yang luar biasa. Sehingga Dia menyakinkan bahwa Dialah yang hendaknya disebut Tuhan. Dia mengabulkan doa dan kepada yang doanya dikabulkan  Dia membertahukan. Dia memecahkan kerumitan-kerumitan  besar dan yang sakit seperti orang mati itupun Dia hidupkan karena banyaknya doa. Dan semua keinginan ini sebelum waktunya Dia beritahukan dengan kalam-Nya. Tuhan, itulah Tuhan Yang merupakan  Tuhan kita. Dia dengan kalam-Nya memberitahukan pada kita kejadian –kejadian yang terdiri dari berbagai peristiwa-peristiwa  di waktu yang akan datang  Dia membuktikan kepada kita bahwa Dia-lah Tuhan langit dan bumi.Dialah yang telah berbicara  kepada saya bahwa Saya akan menyelamatkan engkau dari Taun.Dan juga orang-orang  yang di rumahmu yang melewatkan kehidupan mereka dengan kebaikan dan kesucian  akan Saya selamatkan.Pada zaman itu siapa selain saya yang menyebarkan ilham seperti itu pada zaman itu dan untuk diri sendiri ,anak , istri dan untuk orang-orang baik lainnya dan untuk yang tinggal di empat penjuru itu  Dia telah zahirkan berada dalam tanggung jawab-Nya.

Dan kenyataannya adalah apa yang ditulis oleh para sejarawan ahmadi yakni orang yang sepenuhnya dapat dipercayai,.mereka berkata bahwa  dirumah Hadhrat Masih Mauud a.s. seekor tikus pun tidak ada yanag mati karena Taun.Sepenuhnya dijaga.Orang-orang  yang ragu pun, keraguannya pun Hadhrat Masih Mauud a.s. sendiri datang kesana untuk menjauhkannya.Sesuai dengan itu berkenaan dengan Hadhrat  Maulvi Muhammad Ali sahib r.a.. bahwa ketika dia sakit karena taun maka keluar bisul kemerah-merahan tanda penyakit taun dan Hadhrat Khalifatul Masih 1 datang untuk mengobati. Beliau melihat dan memberitahukan bahwa  ini mutlak merupakan  tanda taun. Kini tidak ada jalan  diri daari ini. Dan panas sedemikian keras  ibarat berbicara dengan langit.. Dan dibarengi rasa penuh khawatir berkali-kali  memanggil Hadhrat Masih Mauud a.s.. Nah,  sedemikian rupa teegarnya keimanan Hadhrat Masih Mauud a.s. bahwa orang-orang sama sekali tidak dekat dengan orang yang terjangkiti taun, karena dari itu pun ditakuti jangan-jangan nanti diapun akan kena taun. Hadhrat Masih Mauud a.s. atas panggilannya beliau sendiri  datang kesana. Dan sambil  meletakkan  punggung telapak tangan beliau  bersabda:Maulvi Sahib, dimana panasnya maulvi sahib, demam panas sama sekali  tidak ada.-Secara tiba-tiba panas sama sekali  hilang.Bisul menjadi hilang dan Maulvi Muhammad Ali sahib duduk sambil penuh  keheranan.Apa ini yang telah terjadi. Saya sama sekali tidak mersakan  panas apa-apa, tidak ada rasa sakit yang saya rasakan. Jadi, kehidupan Hadhrat Masih Mauud a.s. adalah merupakan mu’jizah dan sedemikian rupa banyaknya tanda-tanda yang Tuhan telah zahirkan yang mana  merupakan hakekat bahwa warga Jemaat Hadhrat Masih Mauud a.s. jika mereka mulai melihat mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda maka tidak akan terbatas, di setiap rumah pasti  ada  tanda Hadhrat Masih Mauud a.s. yang didapatkan. (Malfuzat jilid 1 hal 189.)

Saya katakan dengan sebenarnya bahwa jika jeritan dan keluh kesah kita sedemikian rupa  maka itu akan menjadikan karunia dan rahmat-Nya menjadi bergejolak dan menarik itu. Dan saya katakan dengan pengalaman saya sendiri bahwa  karunia dan rahmat Allah  yang datang karena pengabulan doa saya merasakan itu tertarik bergerak ke arah  saya. Bahkan saya mengatakan bahwa saya melihatnya. Ya, para filosuf yang picik pandangan  di masa kini tidak bisa merasakan dan tidak bisa melihat itu. Tapi kebenaran ini tidak bisa hilang dari dunia ini.Dan khususnya dalam kondisi seperti ini  ketika saya setiap saat siap untuk memperlihatkan tanda pengabulan doa..

 Jadi, menantang kepada seluruh dunia, datanglah kepada saya, lihatlah contoh pengabulan doa.Ini bukanlah hal biasa . Siapa yang punya wewenang  melemparkan tantangan sedemikian besar  dan siapapun mereka yang datang, dengan karunia Tuhan pasti ada saja contoh pengabulan doa yang dilihat tatkala  tinggal disana.

Ayat surah yusuf. (Ayat 34-35)Qala rabbissijnu ahabbu ilayya mimaa yaduwnani ila…’aliym- Dia berkata yakni Hadhrat Yusuf berkata : Hai Tuhanku saya lebih menyukai penjara dari apa  yang kearah itu dia/mereka memanggil  saya Jika Engkau tidak memalingkan/mengelakan  saya dari usaha buruknya, maka saya akan condong kepada nya dan termasuk diantara orang-orang yang jahil.Maka Tuhannya mendengar doanya dan mengelakkan darinya tipu dayanya. Sesungguhnya Dia Maha mendengar dan Maha mengetahui.

Disini Hadhrat Khalifatul Masih 1 mengatakan satu hal yang meskipun secara zahir-naudzubillah mindzaalik– nampak lancang terhadap Hadhrat Yusuf a.s., namun untuk membertahukan keagungan Rasulullah saw.  beliau telah memperbandingkan.  ahabbu ilayya yang Hadhrat Yusuf telah katakan bahwa saya lebih menyukai penjara dan Allah telah memasukkan dia juga di penjara. Namun nabi kita saw tidak pernah mengatakan kata seperti ini dan beliau selalu meminta maaf innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa manusia hendaknya jangan meminta musibah untuk dirinya.

Dari ini bagaimanapun  keagungan Hadhrat Yusuf tidak  berkurang. Karena doa itu mempunyai  ada lagi  pemandangan lainnya. Jika beliau tidak meminta doa masuk penjara, maka dua narapidana bersama beliau yang tengah menjalani hukumun, tidak beliau beritahukan/ta’birkan  akan  mimpinya,dan tidak  pula teman dekat raja setelah memperoleh kebabasan  datang kepada Hadhrat Yusuf  untuk mendenganr ta’bir mimpi.. Jadi ini semua merupakan hikmah yang halus. Yanag terselubung dalam doa  saya lebih senang penjara. Dan jika beliau tidak berdoa  ini, maka semua kemenangan-kemenangan  yang beliau akan peroleh di kemudiannya itupun tidak akan diperoleh. dan tidak pula dapat mengurus roti orang orang yang kelaparan sedemikian rupa.

 Jadi Hadhrat Khalifatul Masih 1 hal apa yang beliau katakan ini beliau katakan  dengan mengabaikan hal-hal terselubung lainnya. Hanya karena kecintaan terhadap Rasulullah saw. dan di dalam kefanaan kepada beliau, beliau telah memberikan bukti keunggulan  beliau saw. bahwa beliau tidak berdoa minta penjara. Namun di dalam doa Hadhrat Yusuf banyak sekali hikmat-hikmat  halus yang mempunyai akibat-akibat yang tidak terbatas.

Nah, Hadhrat Masih Mauud a.s. doa-doa yang setiap hari beliau panjatkan beliau sendiri bersabda:Pertama saya berdoa untuk diri saya sendiri supaya, supaya Tuhan Yang Maha Mulia mengambil pekerjaan dari saya/memberikan tugas pada saya  yang dari itu menjadi zahir kemuliaan dan kejalalan-Nya dan menganugerahkan ridha-Nya sepenuhnya.Kedua, kemudian saya meminta doa untuk orang-orang rumah saya supaya mereka dianugerahi penyejuk mata dan berjalan di jalan keredhaan Ilahi .Ketiga, kemudian saya berdoa untuk anak-anak saya supaya semua ini menjadi khadim/ pengkhidmat agama. Keempat, kemudian untuk teman –teman yang mukhlis  nama satu persatu. Kelima, kemudian untuk semua yang ada kaitannya dengan Jemaat  ini,apakah kami  mengenal mereka atau kami tidak mengenal mereka.

Dari antara itu yang ke empat nama satu persatu  teman-teman yang mukhlis, kini sedemikian banyak surat –surat yang datang.sehingga tidak mungkin bagi saya untuk menyebut  nama-nama teman-teman itu satu persatu ,kecuali ketika membaca surat, pada waktu itu saya menyebut dan terus  berdoa dan kemudian di shalaat tahajjud secara umum dari segi jenis/bagian-bagiannya  setelah membagi-bagi  untuk mereka.saya berdoa.

Ilham-ilham Hadhrat Masih Mauud a.s. wa idza saalaka ‘ibaadi ‘anni fainni qaariyb ujiybu da’wataddaa’i idzaa da ‘aani wamaa arsalnaka illa rahmatan lil’aalamin– Dan apabila hamba Saya bertanya pada engkau hamba-hamba –Ku tentang aku maka saya adalah dekat. Saya mengabulkan doa orang-orang  yang berdoa dan Saya oleh karena itu  mengirim engkau supaya Saya mengemukakan sarana rahmat untuk orang-orang.

Kemudian ilham dua Februari 1903: inni ma’al afwaaji aaatiyka bagtatan do’auka mustajaab– Saya akan datang dengan lasykar secara tiba-tiba,doa engkau telah diterima.

Kemudian ada satu ilham 1877 :Saya akan memperkenankan semua doa-doa engkau, namun tidak berkenaan dengan para syuraka/teman-teman.Dalam kaitan ini Hadhrat Masih Mauud a.s. menulis peristiwa doa  beliau berdoa untuk teman-teman/keluarga jauh dan itu tidak dikabulkan dan kepada beliau sebelumnya telah diberitahukan bahwa doa kamu ini  tidak akan dikabulkan. Dan beliau katakan kepada teman-teman  untu menarik diri daari sidang ini karena akan  mendapat kegagalan. Tapi mereka tidak mau berhenti. Perinciannya Hadhrat Masih Mauud a.s. menulis:

Mirza Azhim Beg mantan ektra komisaris dari pihak teman-teman/keluarga jauh  yang tidak ikut campur kepemilikan harta benda  kami telah menuntut kami ke pengadilan . Dan saudara kami Gulam Qadir marhum setelah yakin akan kemengannya, dia sibuk memberikan jawaban. Saya ketika berdoa berkenaan dengan hal itu maka dari Tuhan Yang Maha mengetahui saya memperoleh ilham:

Ujiybu kulla doaika illa fi syurakaaika -Maka saya mengumpulkan semua kerabat dan menerangkan pada mereka  bahwa Tuhan Yang Maha mengetahui memberikan habar pada saya bahwa kaliansama sekali  tidak akan  menang. Oleh karena itu, hendaknya berlepas diri/menghindarakan diri. Tapi dengan mengingat sarana zahir dan yakin pasti akan meraih kemenangan  mereka tidak menghargai kata-kata saya dan mereka mulai meneruskan sidang pengadilan dan di sidanag pengadilan rendah saudara saya juga menang,namun bagaimana bisa bertentangan dengan wahyu Tuhan dan pada akhirnya saudara saya kalah di sidang pengadilan tinggi. Dan dengan demikian kebenaran dari ilham ini sempurna

Jadi pada awal kemenangan yang  mereka dapatkan itu pun merupakan dalil bahwa  Hadhrat Masih Mauud a.s.yakin sepenuhnya  bahwa tidak akan mungkin   kata-kata Tuhan tidak akan sempurna.. Pada waktu itu mungkin mereka  kesenangan, namun ketika sampai ke pengadilan tinggi baru  terjadi keputusan  terakhir pengadilan itu yang sesudahnya tidak ada  lagi keyakinan.untuk menang.

Qamaruddin Syahid