Ringkasan Khotbah Jumat

Sayyidina Amirul Mu’minin, Hadhrat Mirza Masrur Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz                         23 Oktober 2015 di Baitul Futuh – London, UK.

“Assalamu-Alaikum wa Rahmatullah”

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

أما بعد فأعوذ بالله من الشيطان الرجيم. ]بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ[، آمين.

Semata-mata karunia dan kebaikan Allah Ta’ala bahwa di setiap kunjungan saya, Dia senantiasa menunjukan tanda-tanda pertolongan dan kekuasaan-Nya. Terkadang timbul kekhawatiran bahwa ada Jemaat yang tidak memiliki pengalaman untuk menyelenggarakan suatu acara dan terkadang harus mengadakan suatu program yang mana tidak hanya Jemaat saja yang ada di sana melainkan bekerja sama dengan pihak-pihak non Jemaat lainnya. Jelaslah, di acara yang diselenggarakan bersama pihak non Jemaat, pertama perlu diumumkan dengan suatu cara agar orang-orang yang hadir dapat mengetahuinya. Dikhawatirkan, dengan niat buruk, para penentang kita mencoba menunjukan rasa permusuhan sehingga menciptakan ketidaknyamanan dalam acara tersebut. Perlu diperhatikan, hendaknya acara tersebut diselenggarakan dengan tingkat yang sangat tinggi.

Namun, kita tidak akan pernah cukup untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala atas segala tanda pertolongan dan dukungan-Nya yang senantiasa membuat kita merasa terheran-heran. Setiap saat Allah Ta’ala senantiasa menunjukan berbagai corak dalam memenuhi janji-janji-Nya terhadap Hadhrat Masih Mau’ud as.

Para tamu pun memberikan pujian yang sedemikian rupa terhadap acara tersebut sehingga setiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan acara tersebut pun menjadi bertanya-tanya apakah benar acara yang telah mereka selenggarakan sedemikian baiknya sehingga menuai pujian yang luar biasa. Pujian tersebut bukan hanya secara lahiriah saja namun terlahir dari dalam lubuk hati mereka. Mata dan wajah mereka mencerminkan perkataan mereka. Ketika seseorang menyaksikan pemandangan ini, ia senantiasa akan memuji Allah Ta’ala di dalam hatinya karena Dia senantiasa menutupi segala kesalahan dan kelemahan kita sehingga program ini dapat berjalan dengan sukses.

Beberapa hari yang lalu, saya (Hudhur atba) mengadakan kunjungan ke Belanda dan Jerman. Jemaat Jerman cukup besar dan terkelola dengan baik. Para anggotanya memiliki hubungan yang sangat erat dengan setiap lapisan masyarakat.

Media Jerman sangat menyadari keberadaan Jemaat Jerman, mengenalnya dengan baik dan meliput kegiatan Jemaat secara ekstensif. Melihat kemajuan Jemaat, beberapa surat kabar dan media lainnya juga menulis laporan negatif mengenai Jemaat. Beberapa politisi juga mencoba menentang Jemaat dari waktu ke waktu. Sesekali mereka mengadakan kampanye. Namun secara keseluruhan, para pejabat pemerintah serta penduduk Jerman yang mengenal Jemaat berpandangan positif terhadap Jemaat. Karena itu, mereka menerima gambaran Islam yang hakiki. Cara yang digunakan anggota Jemaat Jerman ini juga merupakan suatu cara untuk menampilkan gambaran Islam kepada warga Jerman.

Namun, Jemaat di Belanda cukup kecil dan mereka juga belum melakukan upaya serupa yang membuat Ahmadiyah dan Islam sejati dapat dikenal melalui media. Jemaat Belanda juga belum memiliki hubungan yang luas dengan para diplomat, pejabat pemerintah atau cendikiawan dimana mereka belum memiliki pengetahuan mengenai Jemaat dan mengenal kita sebagai wakil dari Islam.

Tetapi, dengan karunia Allah, ada seorang anggota Parlemen dari Nunspeet, Belanda, tempat pusat Jemaat Belanda berada. Allah Ta’ala telah memberikan taufik kepadanya untuk menyelenggarakan suatu acara di Parlemen Belanda. Beliau telah diperkenalkan mengenai Jemaat beberapa tahun lalu. Juga telah bertemu dengan saya di Jalsah Belanda. Beliau ini juga Kepala Sementara Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Belanda. Melalui beliau, acara ini dapat diselenggarakan dan berlangsung di salah satu ruangan di gedung parlemen di bawah bantuan Komite Urusan Luar Negeri.

Tn. Amir Belanda menulis surat kepada saya bahwa acara sedang disusun. aya diundang untuk hadir. Oleh karena itu, saya pun bersedia datang. Saya berpikiran hanya beberapa orang saja yang akan hadir karena Jemaat tidak begitu dikenal di negara ini sehingga orang-orang tidak akan datang. Selain itu, Jemaat juga tidak punya pengalaman menyelenggarakan acara seperti ini. Dengan karunia Allah, dengan melihat kondisi Jemaat Belanda seperti ini, namun acara ini dapat berjalan dengan sangat baik. Sebanyak 89 pejabat pemerintah hadir dalam acara ini yang terdiri dari para anggota parlemen, duta besar dan perwakilan pemerintah lainnya dari Belanda, Spanyol, Irlandia, Swedia, Kroasia, Montenegro, Albania, Prancis, Swiss, Belgia, Jerman, India, Filipina, Denmark dan Siprus.

Sebagaimana yang telah saya sampaikan, Jemaat Jerman dengan anggota banyak dan memiliki hubungan yang luas saja belum dapat menyelenggarakan acara setingkat ini. Memang benar para perwakilan dan pejabat datang ke acara kita dan memberikan pujian atas pekerjaan dan pengkhidmatan kita. Mereka menganggap sedang melihat gambaran Islam yang hakiki. Tetapi, acara seperti ini belum pernah terlaksana di Jerman hingga sekarang. Mungkin, alasannya adalah Jerman merupakan negara yang besar sedangkan Belanda lebih kecil secara perbandingan.

Saya berharap meskipun langkah ini telah diambil serta telah dibangun hubungan seperti ini dan bahkan menjangkau berbagai surat kabar dan media, tapi Jemaat Belanda hendaknya terus berupaya mengadakan kemajuan yang jauh lebih baik lagi dan menganggap kesuksesan yang telah diraih dengan acara ini bukanlah hal maksimal yang dapat mereka lakukan.

Pada acara di parlemen tersebut, saya menyampaikan presentasi sekitar lebih kurang 18-20 menit berkenaan dengan Islam serta menyebutkan isu-isu terkini dalam pandangan ajaran Islam. Biasanya, dimanapun serta kapanpun saya mengatakan sesuatu dalam sudut pandang ajaran Islam, orang-orang senantiasa berkata bahwa pertanyaan-pertanyaan mereka telah cukup terjawab. Namun, di sini, 3-4 anggota parlemen dari partai yang berbeda berkata bahwa mereka sekarang juga ingin menyampaikan pertanyaan dan saya berkata, silahkan. Jika anda kurang paham, tentu saja anda boleh bertanya.

Mereka mulai mengutarakan pertanyaan dan yang mereka pertanyakan hanyalah pengulangan saja. Seolah-olah mereka ingin membuat saya mengatakan ajaran Islam itu tidak benar, naudzubillah atau ingin saya mengatakan sesuatu secara tidak sengaja yang kemudian menjadi kesempatan bagi mereka untuk mencela Islam. Hal ini juga dirasakan oleh para anggota parlemen dari negara-negara lain yang hadir pada acara tersebut.

Selesai acara, mereka mengungkapkan sikap satu-dua anggota parlemen yang menyampaikan pertanyaan tersebut tidak benar. Beberapa orang Belanda yang sedang menyaksikan program ini atau yang sedang duduk di sana juga mengungkapkan ketidaksenangan mereka atas sikap tersebut dan menyampaikan rasa malu mereka melihatnya.

Bagaimanapun juga, hal tersebut sedikit pun tidak berpengaruh terhadap kita. Beberapa orang merasa mungkin mereka ingin memancing kemarahan tetapi ini juga merupakan karunia Allah Ta’ala yang hendaknya kita syukuri bahwa Dia telah mengaruniakan kita tingkat kesabaran yang luar biasa. Diantara mereka yang menyampaikan pertanyaan seperti itu, ada yang menyadari ketidakpantasan ini. Pada saat berfoto dengan saya, ia pun menyampaikan permintaan maaf jika pertanyaan yang ia sampaikan kurang pantas.

Rincian acara ini sangat panjang dan kalian mungkin telah melihat atau mendengarnya melalui MTA atau membaca laporan program ini. Namun saya tidak dapat menjelaskan secara rinci pada kesempatan khotbah jumat ini. Namun semua orang yang mendengar program tersebut atau yang ikut serta dalam acara tersebut menerima kesan baik mengenai ajaran Islam. Setelah acara tersebut terpikirkan bahwa sebenarnya pertanyaan-pertanyaan itu dapat saja dijawab dengan suatu cara yang lebih baik tetapi Allah Ta’ala menganugerahkan karunia-Nya terhadap kesempatan tersebut dan memberkati saya dengan respon seperti itu sehingga menuai kesan baik dari orang-orang.

Ini adalah pekerjaan Allah Ta’ala. Dia senantiasa mengendalikan hati manusia dan membungkusnya dengan rasa kagum terhadap-Nya. Upaya manusia tidak dapat menghasilkan apapun. Diadakannya program ini hanyalah karena karunia dan keberkatan Allah Ta’ala. Jika seseorang dari Jemaat Belanda berkata bahwa program ini dapat diselenggarakan karena upayanya atau karena upaya Jemaat Belanda, maka pendapat seperti ini benar-benar salah.

Sungguh, saya yakin kebanyakan diantara mereka akan mengatakan tidak tahu bagaimana acara ini dapat terlaksana. Fakta acara ini diselenggarakan dengan baik dapat diukur dari apa yang dikatakan oleh para anggota Parlemen yang hadir pada acara tersebut terhadap seorang anggota Jemaat sesudahnya. Ia berkata bahwa ia rasa program tersebut hendaknya diliput secara luas melalui media. Meskipun kita menganggap acara tersebut sudah secara luas diliput, namun ia merasa hendaknya acara tersebut diliput lebih luas lagi sehingga beritanya menjadi tajuk utama di halaman depan berbagai surat kabar. Dengan demikian orang-orang di negara tersebut dapat mengenal ajaran Islam sebenarnya. Bagaimanapun juga, ia berkata bahwa ia merasa belum puas dan liputan yang ia harapkan belum terjadi.

Seraya mengungkapkan pandangannya terhadap acara tersebut, pria yang menyelenggarakan acara itu berkata bahwa ia ditanya oleh banyak rekan parlemennya tentang bagaimana ia dapat mengizinkan acara tersebut terjadi. Jadi, tidak hanya sulit bagi kita untuk membayangkan acara tersebut dapat diadakan di parlemen Belanda, bahkan banyak pihak lain merasakan hal yang sama yaitu bagaimana sebuah Jemaat yang kecil dapat menyelenggarakan acara seperti ini.

Anggota parlemen tersebut berkata bahwa acara ini jauh lebih baik dari pada yang diharapkannya dilihat dari para hadirin dan masalah yang didiskusikan. Sungguh ini kesuksesan yang gemilang dan sekarang acara ini akan meraih manfaat yang jauh lebih banyak. Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah memaparkan ajarannya dengan sangat indah. Orang-orang Belanda juga layak diperlihatkan wajah Islam yang penuh kedamaian. Mereka membutuhkan pesan ini. Katanya, ini merupakan langkah awal yaitu pertemuan dengan Khalifatul Masih ini. Mereka akan menyelenggarakan banyak lagi program seperti ini.

Banyak lagi pihak lain yang mengungkapkan rasa syukur mereka atas presentasi ajaran Islam yang hakiki. Mantan Menteri Pertahanan Belanda juga ikut dalam acara itu. Ia bertemu dengan saya dan duduk lama dengan saya setelah acara tersebut. Ia terus mendiskusikan berbagai hal dengan saya. Seraya mengungkapkan perasaannya mengikuti acara tersebut, ia berkata bahwa setelah mendengar pesan saya, ia merasa telah melihat wajah Islam sejati. Ia berkata bahwa sekarang ia berharap agar saya berulang-ulang kali datang ke Belanda sehingga ketakutan yang ada di hati orang-orang tentang Islam menjadi hilang. Kemudian ia berkata bahwa jawaban saya terhadap beragam pertanyaan yang disampaikan memadai bagi orang–orang yang bijak untuk menjernihkan segala mitos tentang Islam.

Duta besar Spanyol juga hadir. Ia berkata bahwa jawaban atas pertanyaan mengenai kebebasan berbicara sangat tepat khususnya terkait dengan penghormatan perasaan keagamaan. Ayat-ayat Al-Quran dan ajaran Islam yang disampaikan di dalam pidato tersebut mengenai kebebasan beragama, toleransi dan persaudaraan antar agama menyentuh hatinya. Ia mendukungnya karena nilai-nilai ini sangat penting bagi perdamaian dan keharmonisan dunia serta pemahaman antar agama.

Seorang anggota Parlemen Spanyol berkata bahwa ia sangat senang mendengar tentang kebebasan dan pesan perdamaian serta kecintaan terhadap Sang Pencipta kita. Di dunia ini, ketidakadilan senantiasa meningkat dan berbagai tragedi senantiasa dilakukan terhadap orang-orang. Oleh karena itu hendaknya kita senantiasa bersyukur atas pesan damai seperti ini. Semua orang yang menginginkan perdamaian hendaknya bersatu dan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap hal-hal lazim di antara kita, alih-alih melihat perbedaan yang ada.

Tiga perwakilan Montenegro hadir. Salah seorang diantaranya anggota parlemen. Ia berkata, “Acara ini merupakan bukti kesuksesan Jemaat. Imam mereka telah mempresentasikan ajaran Islam dengan cara yang sangat indah pada kesempatan yang sangat luar biasa ini.”

Seorang anggota Parlemen Belanda menyampaikan pertanyaan yang sangat agresif. Namun, saya jawab dengan sangat tegas disertai bukti yang kuat. Acara seperti ini sangat diperlukan bagi dunia yang berada dalam kondisi yang sangat bahaya saat ini. Dua wanita perwakilan Pembela Hak Azazi Manusia juga datang dan mengatakan pesan yang disampaikan di parlemen tersebut hendaknya sampai kepada para pembuat kebijakan.

Seorang anggota parlemen partai penguasa Kroasia juga telah hadir ikut berpartisipasi di dalam acara tersebut. Ia berkata bahwa Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah telah mempresentasikan ajaran Islam dengan sangat jelas dan efektif. Ajaran Islam yang disebutkan sangat efektif untuk membangun perdamaian di dunia. Jika semua umat Islam taat dan mengikuti ajaran ini dengan hati yang tulus, barulah dunia dapat menjadi surga yang penuh kedamaian. Kemudian ia berkata bahwa pada kenyataannya bahwa pidato yang disampaikan Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah benar-benar berkesan baginya. Khususnya hal-hal terkait dengan batasan tentang apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang untuk diperbincangkan mengenai Holocaust, sangat mempertegas pendapatnya. Kemudian ia berkata, “Meskipun para Ahmadi dianiaya di Pakistan, Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah tidak berbicara negatif mengenai Pakistan dan hanya memperkenalkan ajaran Islam yang sejati serta mengundang semua orang untuk bersikap sesuai dengan itu. Hal ini sungguh memberikan pengaruh yang sangat luarbiasa.”

Kemudian ia berkata, “Pernyataan untuk membatasi penjualan senjata dan mengakhiri pemberian dana terhadap mereka yang terlibat dalam teror adalah pernyataan yang sangat mendasar sekali. Dan jika negara-negara yang berkuasa di dunia ini menjalankan nasehat ini secara serius dan jujur, barulah dunia dapat kembali kepada kedamaian.”

Selanjutnya, anggota parlemen yang berasal dari Swedia berkata, “Pidato tersebut sangat indah dan memberikan pengaruh yang luar biasa. Dalam kapasitas sebagai pemimpin agama dunia, Khalifah Ahmadiyah telah menggoncang para pemimpin dunia melalui pesannya. Pidato tersebut penuh dengan kebenaran, kecintaan, keadilan dan persaudaraan. Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah telah menarik perhatian terhadap hal-hal ini dengan sangat sederhana dan terus-terang serta juga telah menyampaikan pesan ini ke seluruh dunia.” Sehubungan dengan pertanyaan yang dilontarkan Komite Urusan Luar Negeri, ia berkata, “Jawaban tersebut sangat padat, masuk akal dan penuh hikmah. Orang-orang Yahudi tetap tidak mengerti meski telah diberikan penjelasan. Sedangkan di negara saya, Swedia, merupakan sebuah kriminal hanya dengan mengenakan lencana Nazi dan dapat dikenakan hukuman denda dan hukuman lainnya.”

Kemudian seorang Penasehat Senior Walikota Tirana, ibukota Albania dan mantan kepala Komite Urusan Agama di sana, berkata bahwa ia bahkan tidak dapat mengira bahwa Jemaat Ahmadiyah sedang menyebarkan ajaran dan pesan Islam dengan cara yang efektif dan luar biasa seperti ini. Imam Jemaat Ahmadiyah telah mempresentasikannya dengan cara yang sangat indah dan efektif.

Seorang Profesor dari Universitas Amsterdam, pakar Buddhisme, Islam dan agama-agama lain berkata bahwa Imam Jemaat Ahmadiyah telah menjelaskan mengenai perdamaian dari sudut pandang ajaran Islam dengan sangat jelas sehingga ia merasa semenjak sekarang dan untuk seterusnya, dalam berbagai dialog antar agama, Jemaat harus diikutsertakan agar memperoleh gambaran sejati mengenai Islam.

Program-program lain di Belanda termasuk berbagai wawancara dan diskusi yang diadakan berkali-kali, masing-masingnya berlangsung 40 menit. Kepada mereka disampaikan mengenai kedudukan Al-Masih, pendakwaan Masih Mau’ud, ajaran Islam, Khilafat, perdamaian dunia, dan lain-lain. Penjelasan yang rinci bisa dibaca namun dengan cara ini, Jemaat diperkenalkan secara sangat luas di Belanda. Para cendikiawan serta masyarakat di sana menyadari dengan baik jika mereka ingin benar-benar memahami dan mempelajari ajaran Islam sejati, mereka harus mengikutsertakan para Ahmadi di berbagai diskusi demikian. Wawancara pertama yakni pada 5 Oktober di RTV ditayangkan langsung dari Masjid Baitun Nur di Nunspeet. Wawancara ini juga dapat didengar melalui siaran langsung ke seluruh dunia. Pada 5 Oktober, wartawan stasiun TV lokal Belanda mewawancarai saya dan melalui mereka, sekitar 2 juta orang menerima pesan saya. Wartawan tersebut berkata bahwa pengaruh mereka di Belanda adalah seperti BBC di UK.

Pada tanggal 6 Oktober, surat kabar nasional Belanda melakukan wawancara. Media cetaknya hanya 50.000 eksemplar namun pembaca via online mencapai ratusan ribu orang. Pada tanggal 7 Oktober, wartawan surat kabar lainnya datang dan mengadakan wawancara dengan saya. Media cetak mereka mencapai 100.000 eksemplar. Kemudian, pada 9 Oktober, seorang wartawan dari surat kabar terkemuka melakukan wawancara. Media cetaknya tersebar luas dan merupakan surat kabar agamis.

Liputan dari berbagai wawancara ini tersebar sangat luas. Dengan demikian, untuk pertama kalinya, Jemaat Belanda diperkenalkan dengan cara seperti ini dan program mereka ini sungguh sangat baik. Tiga surat kabar nasional dan 9 surat kabar lokal menerbitkan berita kunjungan Saya yang mencapai 3 juta orang. Siaran langsung radio RTV mengudara secara global. Radio nasional menyiarkan berita kunjungan saya selama 5 menit pada tanggal 7 Oktober pukul 9 malam. Saluran TV mereka juga menayangkan berita kunjungan tersebut dan berita acara peletakan batu pertama masjid tersebut. Melalui 2 saluran ini, pesan tersebut dapat diterima kira-kira oleh 5 juta orang. Dan secara keseluruhan, termasuk capaian media cetak, mereka telah menyebarkan pesan kita ke 8 juta orang di Belanda.

Jemaat Belanda mendapatkan karunia mengadakan acara peletakan batu pertama pembangunan masjid kedua. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik untuk menyelesaikan pembangunan dengan cepat. Dengan demikian, sebuah masjid yang layak sedang didirikan di sini setelah 60 tahun. Mereka memiliki beberapa pusat namun ini merupakan sebuah masjid yang layak dan merupakan kebutuhan zaman bahwa sebuah masjid hendaknya didirikan. Sekitar 102 tamu hadir pada acara peletakan batu pertama tersebut termasuk Walikota Almere, para hakim, pengacara, dokter, arsitek, pemimpin agama serta dari berbagai lapisan masyarakat. Juga para tamu dari parlemen dan perwakilan berbagai negara juga telah hadir sehari sebelum acara dimulai.

Walikota Almere menyukai pesan saya dan berkata bahwa ini merupakan cara yang efektif untuk membangun perdamaian dan menambahkan hendaknya kita semua bekerjasama untuk mempraktekannya. Ia mengungkapkan harapannya bahwa melalui keberadaan masjid ini, pesan perdamaian tentunya akan tersebar. Kemudian, seorang anggota dewan lokal berkata bahwa pesan ini memberikan bimbingan bagaimana menjalani hidup. Pemimpin partai Liberal berkata bahwa rasanya seolah-olah hanya Jemaat ini yang dapat menjadi penjamin terciptanya perdamaian dunia di masa mendatang.

Ada Radio Muslim Nasional di sana dan juga menyiarkan program mengenai masjid Almere, kebangkitan Islam, kedatangan Islam, kunjungan saya selama 4.5 menit. Mereka memberitahukan kepada para pendengar mengenai kedatangan Al-Masih yang kedua kali serta mengatakan saya sebagai khalifah dari Hadhrat Masih Mau’ud as telah datang untuk tujuan peletakan batu pertama masjid Almere. Radio tersebut juga menyiarkan berbagai komentar dari acara peletakan batu pertama itu. Terlepas dari ini semua, media banyak meliput acara ini.

Selanjutnya, acara peletakan batu pertama untuk dua masjid di Jerman. Banyak masyarakat yang terpelajar dan berpendidikan juga ikut serta dalam acara tersebut. Acara yang sangat bagus ini berlangsung dan bahkan Jemaat diperkenalkan secara lebih luas. Peletakan batu pertama terjadi di masjid Nordhon. Saya diwawancarai oleh sebuah stasiun TV dan juga ditayangkan secara langsung. Seorang mantan Walikota juga telah hadir di sana dan berkata setelah acara tersebut bahwa ia telah mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa kita tidak perlu pergi ke gereja minggu ini karena segala hal yang kita perlukan telah diutarakan oleh Khalifah Jemaat ini. Jadi, ada orang-orang yang juga mengungkapkan pikiran mereka dengan cara seperti ini.

Semoga Allah Ta’ala membuka hati mereka sehingga mereka dapat menerima ajaran Islam serta berjalan di atasnya. Amin.

Seorang wanita Jerman berkata, “Ini benar-benar sebuah pidato yang luar biasa. Saya tidak tahu banyak tentang Islam. Namun hari ini, Khalifatul Masih telah memberikannya pemahaman sehingga saya mempelajari Islam dengan benar.” Kemudian seorang Jerman lainnya berkata bahwa ia adalah seorang Katolik dan hari ini ia telah mempelajari suatu agama yang indah yakni Islam. Dengan mendengarkan pidato Khalifah, keinginannya mempelajari Islam menjadi terpenuhi. Ia mengatakan kepada kita mengenai hakikat Islam bahwa ia mengetahui pokok ajaran Islam adalah berdasarkan pada perdamaian, kecintaan dan kebaikan. Ia berkata bahwa hal yang paling ia sukai adalah bahwa Islam sangat menekankan untuk memenuhi hak-hak para tetangga.

Seorang wanita Jerman berkata bahwa ia bukanlah seorang yang cenderung kepada urusan agama dan tidak percaya kepada agama manapun dan bahkan tidak tahu ada seorang Khalifah di muka bumi ini. Namun ketika ia melihat dan mendengar Khalifah hari ini, tertanam pada dirinya kesan positif mengenai Islam. Ia telah mempelajari bahwa sebuah masjid bukan hanya tempat ibadah namun juga tempat dimana telah diajarkan mengenai akhlak terhadap tamu dan merupakan tempat dimana orang-orang bekerja untuk menciptakan perdamaian. Mereka menjawab setiap ketakutan dan pertanyaan yang orang-orang miliki mengenai Islam melalui pidato Imam Jemaat ini.

Kemudian seorang wartawan berkata, “Saya menyangka akan mewawancarai Imam Jemaat setelah pidatonya. Tetapi, tidak ada hal yang perlu diwawancarai karena semua ketakutan dan pertanyaan yang muncul dalam pikiran saya mengenai Islam, telah terjawab melalui pidato yang Khalifatul Masih sampaikan.”

Seorang wanita berkata bahwa suaminya datang namun menolak masuk menghadiri acara kita. Ia hanya mengantarkannya (istrinya) lalu pergi memarkir mobil. Ia berkata kepadanya, “Ini adalah acara orang Islam. Bisa jadi akan ada sebuah ledakan bom di sana. Saya mencintai kehidupan saya namun jika engkau ingin pergi dan membahayakan diri sendiri maka silahkan saja.” Wanita tersebut berkata di akhir acara bahwa sekarang ia akan pergi mengatakan kepada suaminya bahwa suaminya telah melewatkan sebuah acara yang luar biasa. Tidak ada yang dibahas di dalamnya kecuali perdamaian dan kecintaan. Jadi, orang-orang yang berpikiran demikian pun juga ada.

Ada juga hadir seorang wanita Jerman yang duduk mendengarkan semua yang disampaikan. Ia membenarkan segala yang ia dengar lalu berkata, “Saya pertama kali mengikuti acara seperti ini. Saya kagum melihat pengaturan dan sistem yang dirancang sehingga setiap orang dapat tampak sebagai orang sangat baik yang memiliki tekad kuat.”

Kita perlu memastikan segala hal baik yang kita dengar terkait diri kita senantiasa kita lakukan setiap saat, bukan sementara. Dengan demikian kita akan tampak sebagai pemiliki tekad yang kuat. Kita hendaknya selalu menjadikan karakter baik ini abadi di dalam diri kita.

Wanita tersebut kemudian lanjut berkata bahwa dengan rasa pilu, ia mengatakan bahwa warga Jerman sekarang kosong dari akhlak yang luhur. Ia berkata bahwa akhlak yang luhur yang ia ingin ajarkan kepada anak-anaknya di rumah bertentangan dengan yang diajarkan di sekolah. Namun di sini, ia telah melihat kehormatan manusia yang sejati. Orang-orang berpikir anak-anak mereka diajarkan segala macam hal atas nama kebebasan. Mereka yang tinggal di sini merasa sangat sedih dan khawatir mengenai hal tersebut. Jadi kita perllu memberikan perhatian khusus dan mengajarkan serta memastikan bahwa anak-anak kita memahami bahwa segala hal yang mereka dengar di sini tidak benar dan pada dasarnya mereka perlu melihat nilai-nilai yang Islam telah ajarkan kemudian menjalani kehidupan berdasarkan ajaran tersebut.

Demikian pula, seorang pria mengatakan, “Hadir di acara ini telah membuat saya senang. Saya lihat kini agama Kristen telah menjadi agama yang mati. Ini bukan pembicaraan yang dangkal dan tanpa kerohanian. Namun di sini, saya telah melihat suatu agama yang hidup.”

Kemudian ada seorang wanita yang duduk mendengarkan saya yang menyampaikan segala hal yang Jemaat telah lakukan untuk menyediakan air bagi warga Afrika. Wanita tersebut membisikan kepada anaknya yang berumur 7-8 tahun hendaknya kita tidak membuang-buang air. Lalu ia pun mulai mengisyaratkan kepada anak-anak lainnya yang bersamanya agar mendengarkan saya sehingga mereka dapat memahaminya.

Demikian pula, ada sepasang suami-istri duduk dalam acara tersebut yang sedang membahas tentang pardah/hijab. Mereka bertanya mengapa hanya ada kaum pria di sebelah sini dan kaum wanita dipisahkan di sebelah sana. Setelah mendengar pidato saya dan memahami ruh pardah, wanita tersebut berkata, “Di negara Barat, kebebasan bagi wanita hanyalah buat-buatan saja. Itu bukanlah kebebasan sejati. Sekarang Khalifah telah menjelaskan konsep pardah. Saya menyadari di dalamnya terdapat kemuliaan wanita.” Orang-orang mulai memahami ajaran Islam. Jadi hendaknya para anggota Lajnah tidak merasa keberatan terkait dengan pardah. Kepercayaan diri mereka hendaknya tumbuh terhadap hal tersebut, alih-alih mengamalkannya secara dibuat-buat dan dengan rasa keberatan.

Seorang wanita datang bersama suaminya. Ia berkata bahwa ia menyukai semua hal dalam acara tersebut. Ia berkata bahwa ia sangat mencurigai Islam namun sekatang ia telah menyadari Islam berdiri hanya untuk kebaikan. Kemudian ia berkata, “Saya menyukai pernyataan Imam Jemaat bahwa hendaknya kita hidup dengan harmonis dan damai satu sama lain karena kita adalah ciptaan dari Tuhan yang satu dan sama. Hal ini sangat berkesan bagi saya.”

Suaminya menyembunyikan kecurigaan terhadap apa yang saya (Khalifatul Masih) akan sampaikan. Namun setelah mendengarkan pidato saya, ia sekarang berkata bahwa ia setuju dengan setiap pernyataan saya. Sekarang ia menyadari masjid merupakan tempat yang penuh kedamaian. Apapun yang saya sampaikan di dalam pidatonya adalah berkenaan dengan perdamaian. Alih-alih merasa takut, hendaknya setiap orang saling percaya dan mempercayai. Ia berkata bahwa sekarang, setelah mendengarkan hal ini, tidak ada lagi rasa takut di dalam pikirannya berkenaan dengan masjid.

Seorang sahabat telah datang dan berkata, “Saya seorang atheis dan penentang agama. Tetapi, Khalifatul Masih pada hari ini telah membuat jelas bahwa ia merupakan sosok yang toleran terhadap setiap orang. Melalui akhlaknya tampak bahwa Islam merupakan agama yang penuh toleransi. Pesan Khalifah adalah bahwa kita harus mengakhiri segala macam perselisihan dan pertentangan serta perkelahian. Segala hal yang disampaikan Khalifah adalah apa yang sangat dibutuhkan dunia saat ini.”

Seorang wanita berkata bahwa segala hal yang disampaikan oleh Imam Jemaat sangat diperlukan saat ini. Dunia semakin terpecah belah namun pidato Imam Jemaat sedemikian rupa dapat menyatukan setiap orang. Tidak hanya orang-orang Islam saja yang harus mendengarkan Khalifatul Masih. Sungguh, umat Kristen, Yahudi dan setiap orang hendaknya memberikan perhatian terhadap apa yang saya sampaikan. Ia berkata bahwa setelah mendengar saya, segala pikiran negatif tentang Islam telah berubah menjadi positif.

Berita mengenai acara ini juga tersebar di sini. Suratkabar lokal Nordhorn memberitakan mengenai peletakan batu pertama masjid tersebut dan berkata bahwa orang-orang Islam sejati senantiasa menyebarkan perdamaian dan rasa aman. Melalui surat kabar ini, sekitar 320.000 orang menerima pesan kita.

Stasiun TV lokal menyiarkan berita masjid Sadiq dan beberapa juta orang menyaksikannya. Sebuah surat kabar lokal sebanyak 170.000 eksemplar memberitakan peristiwa ini. Berita ini juga disiarkan melalui radio juga. Secara keseluruhan, berita peletakan batu pertama 2 masjid ini mencapai 490.000 orang melalui media cetak. Mereka yang menerima berita melalui TV dan Radio mencapai jutaan orang.

Angkatan pertama Jamiah Ahmadiyah Jerman telah diwisuda. Enam belas (16) orang mubaligh lulus setelah menempuh pendidikan selama 7 tahun. Ini tujuan utama kunjungan ke Jerman. Jamiah ini dimulai pada 2008 dengan sebuah bangunan kecil. Kini Jamiah telah memiliki bangunan lengkap dengan segala fasilitasnya. Bangunan ini cukup indah. Acara Convocation (wisuda) berjalan dengan baik. Semoga Allah memberikan taufik kepada para mubaligh untuk memenuhi waqf mereka dengan cara yang sebaik-baiknya. Amin.

Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda di suatu tempat bahwa Allah Ta’ala telah membuat suatu janji yang agung kepada Jemaat ini. Tidak seorangpun, tidak pula usaha atau sarana duniawi apapun, tidak pula suatu ramalan, hikmah atau pemikian dapat membawa kita untuk memenuhi janji-janji ini. Allah Ta’ala sendiri yang akan menyediakan sarana yang dibutuhkan lalu tugas ini akan sampai pada kesempurnaan.

Kemudian beliau as bersabda, “Saya mengetahui Allah Ta’ala Yang telah mendirikan Jemaat ini. Jemaat ini terus mengalami kemajuan berkat karunia-Nya. Jika Dia menghendaki maka tidak akan ada suatu Jemaat pun yang mengalami kemajuan dan perkembangan. Namun, ketika Allah Ta’ala berkehendak demikian bagi suatu Jemaat maka Jemaat tersebut ibarat sebuah benih. Pada awalnya tidak ada seorang pun yang mengetahui potensi dari benih ini yakni potensi untuk tumbuh dan berkembang. Begitu pula yang orang-orang pikir tentang Jemaat ini pada awalnya. Namun ketika turun ketetapan Allah Ta’ala bahwa hal tersebut akan terjadi, maka segala hal mulai tampak jelas terjadi.”

Dan ada janji Allah Ta’ala kepada Hadhrat Masih Mau’ud as bahwa Jemaat ini akan berkembang dan menyebar serta tumbuh. Kita menyaksikan hal ini sedang terjadi dimana Allah Ta’ala lah yang bekerja terhadap Jemaat ini di setiap tempat.

Laporan yang saya sampaikan ini terjadi merupakan pekerjaan Allah Ta’ala. Hal ini tidak ada kaitannya dengan seseorang atau beberapa orang yang terlibat dalam pengaturannya atau karena kemampuannya. Namun, benar bahwa seraya memahami ketetapan Allah Ta’ala, kita hendaknya berupaya untuk melaksanakan segala hal yang kita bisa sehingga kita menjadi bagian dari hal ini dan menjadi orang-orang yang senantiasa menerima karunia Allah Ta’ala. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk dapat melaksanakannya.

 Setelah shalat Jumat, saya akan memimpin shalat jenazah ghaib bagi Tn. Mirza Azhar Ahmad, putra Hadhrat Mushlih Mau’ud ra yang wafat pada 14 Oktober 2015. إنا لله وإنا إليه راجعون Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Beliau putra terakhir Hadhrat Muslih Mau’ud ra yang masih hidup. Dengan kewafatannya, berakhirlah generasi kedua keturunan Hadhrat Masih Mau’ud ra dari jalur Hadhrat Mushlih Mau’ud ra. Semoga Allah Ta’ala menurunkan keteguhan dalam beragama bagi setiap orang dari generasi ketiga, generasi keempat dan generasi selanjutnya.

Beliau lahir pada 17 Oktober 1930 dari ibunya, Ummi Nasir rh. Beliau menjalani pendidikan di Qadian dan tamat di sana. Beliau masuk Jamiah setelah pemisahan antara Pakistan dan India. Beliau berkhidmat di Tahrik Jadid bidang Tabsyir selama 1 tahun setelah tamat Jamiah. Setelah itu, diperbantukan sebagai naib ketua Baitul Mal di Sadr Anjuman Ahmadiyah. Merupakan keinginan Hadhrat Muslih Mau’ud ra bahwa seorang anak beliau berkhidmat di bidang keuangan. Beliau ra pun memberikan tugas ini kepada almarhum. Beliau melewati sebagian besar hidupnya di bagian keuangan Jemaat. Beliau berkhidmat sepanjang hidupnya di bidang ini dan pensiun pada 1992. Beliau juga mendapat taufik berkhidmat di batalion al-Furqan.

Ikatan beliau dengan Khilafat begitu kuat. Beliau merupakan paman saya dari pihak ibu. Namun demikian beliau menunjukan penghormatan yang sangat kepada saya. Pada Jalsah 2003 yang merupakan pertama pada masa Khilafat saya, saya melihat beliau berdiri dalam keramaian. Beliau melihat saya seraya melambaikan tangan dengan penuh emosi. Saya dapat melihat ketulusan yang luar biasa di dalam diri beliau. Beliau perhatian terhadap kaum fakir. Semoga Allah Ta’ala memperlakukannya dengan rahmat-Nya dan kasih sayang-Nya bagi beliau.

Pada tahun 1956 Hadhrat Khalifatul Masih II ra mengumumkan pernikahan dengan Qaisharah Khanum Sahiba binti Khan Sa’id Ahmad Khan. Beliau dikaruniai 2 putri dan 2 putra, salah seorang menantu beliau berkhidmat di Rabwah sebagai pewakaf dan satunya lagi tinggal di London yakni Dr. Irfan.

Sebagian khotbah nikah oleh Hudhur II ra berkaitan dengan tarikh (sejarah), saya hendak ceritakan: “Pernikahan yang hendak saya umumkan hari ini ialah pernikahan putra saya, Mirza Azhhar Ahmad dengan pengantinnya, Qaisharah Khanum Sahiba putri Tn. Khan Sa’id Ahmad Khan, almarhum. Qaisharah Khanum Sahiba kerabat kami dari dua jalur kekeluargaan, sekarang telah menjadi tiga. Kekerabatan pertama, beliau cucu Brigadir Aushaf Ali, yang merupakan suami saudari Tn. Nawab Muhammad Ali, yang juga merupakan putra bibinya. Tn. Nawab Muhammad Ali menikah dengan putri Hadhrat Masih Mau’ud as. Sementara pada masa Khalifatul Masih I ra, putri Hadhrat Masih Mau’ud as yang kedua (Amatul Hafizh Begum Shahiba) menikah dengan putra Nawab Muhammad Ali Khan, yaitu Nawab Muhammad Abdullah Khan.[1] Kekerabatan segi kedua adalah berdasarkan ilham Allah Ta’ala. Ia cucu (dari jalur ibu) Tn. Abdul Majid, putra Tn. Khan Muhammad Khan Kapurthalwi, sahabat awal Hadhrat Masih Mau’ud as.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra melanjutkan, “Jemaat kita itu sangat malas dalam hal menjaga sejarah mereka. Tidak ada yang semalas dalam hal ini seperti kemalasan Jemaat kita. Perhatikanlah golongan Kristen! Mereka tidak malas menjaga sejarah mereka. Para penulis Muslim telah menceritakan begitu rinci perihal para Sahabat Nabi saw sampai-sampai membahas hingga ribuan halaman. Tapi, Jemaat kita, meski hidup di zaman ilmu pengetahuan dan kebudayaan tetap saja malas menjaga sejarahnya.” (Anggota Jemaat harus sangat menaruh perhatian pada tema bahasan ini. Saya telah mengarahkan perhatian pada upaya keras menjaga sejarah mereka dan sejarah orang tua mereka.)

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra melanjutkan, “Telah saya katakan, Tn. Khan Muhammad Khan Kapurthalwi termasuk sahabat sepuh dari Hadhrat Masih Mau’ud as, yang menyintai Jemaat sampai-sampai saat wafat pada 1 Januari 1904, Hadhrat Masih Mau’ud as bersabda saat shalat Shubuh, ‘Saya mendapat ilham bahwa seseorang dari kalangan Ahli Bait (keluarga seorang Nabi) telah wafat.’ Mereka yang hadir berkata, ‘Sesungguhnya Ahli bait Anda sedang dalam keadaan baik dan sehat, dengan karunia Allah, kepada siapa ilham itu tertuju?’ Beliau as bersabda, ‘Sayyid Khan Muhammad Khan telah wafat, ilham itu terkait dengan beliau, Allah Ta’ala telah memasukkannya kedalam kalangan Ahli Bait.” Kemudian beliau as melafalkan ilham yang artinya putra-putrinya akan diperlakukan dengan perlakuan yang santun.

Hadhrat Mushlih Mau’ud ra bersabda, “Penghormatan Allah Ta’ala dan ilham atas Hadhrat Masih Mau’ud as saat kewafatan Sayyid Khan Muhammad Khan bahwa seseorang dari kalangan Ahli Bait telah wafat diwahyukan secara jelas bahwa beliau secara rohaniah terhitung dari kalangan Ahli Bait dalam pandangan Allah Ta’ala. Kekerabatan Qaisharah Khanum dari segi kedua ialah beliau cucu (pihak ibunya) dari seorang yang terhitung Ahli Bait dalam pandangan Allah Ta’ala.

Saya sampaikan sebagian hal ini guna pemerhatian pada kesejarahan, begitu pula sebagian hal yang penting secara kesejarahan telah saya sebutkan beberapa tahun sebelumnya saat kewafatan istri almarhum. Semoga Allah Ta’ala memberikan rahmat-Nya, mengampuninya dan menempatkannya dan kesayangannya di surga.

[1] Hadhrat Nawab Muhammad Ali Khan Shb ra, sebelumnya sudah menikah dua kali di periode yang berbeda. Kedua istrinya sudah wafat. Putra dari istri pertama, Mehrun Nisa, itulah yang menikah dengan putri kedua Hadhrat Masih Mau’ud as.