Khotbah Jum’at

Hadhrat Khalifatul Masih Vatba

Tanggal 24 Agustus 2007/Zhuhur 1386 HS

Di Masjid Baitun Nur, Belanda

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ فَأَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

 

“Lalu, apakah orang-orang yang membuat rencana jahat merasa aman, bahwa Allah tidak akan menghinakan mereka di negerinya sendiri atau akan datang kepada mereka azab dari arah yang sama sekali tidak mereka sadari?” (Surah Al-Nahl [16]: 46)

Dewasa ini, akibat materialisme, akibat dari kedambaan pada benda-benda material, orang-orang menjadi jauh dari nilai-nilai akhlak, jauh dari agama dan sedang menjauh dari Tuhan dan sangat jarang sekali yang mengerti akan kenyataan itu, bahwa semua nikmat-nikmat/anugerah-anugerah dan barang-barang segala sesuatu yang manusia manfaatkan, itu merupakan ciptaan yang Allah telah ciptakan dan karena manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang terbaik, maka Allah Ta’ala telah menundukkan segenap benda itu untuk manusia. Dan kemudian pikiran/akal yang Allah telah anugerahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik ini, dengan menggunakannya, dan dengan melakukan penemuan-penemuan baru, manusia dapat mencari jalan-jalan kemudahan dan perlindungan untuk dirinya. Jadi ini hendaknya merupakan hal yang mengingatkan manusia bahwa hendaknya manusia menjadi orang yang bersyukur kepada Tuhan-nya, memahami akan tujuan penciptaannya, yang adalah untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa itu, Yang telah menyediakan semua nikmat/hadiah ini, Yang telah menciptakan keseluruhan sistem ini dan telah Dia khidmatkan bagi manusia. Tetapi, sebagaimana yang telah saja katakan bahwa sangat sedikit sekali yang mengerti akan kenyataan ini. Bahkan sebaliknya, jumlah orang-orang yang tidak hanya sekedar tidak mengerti itu tengah bertambah, bahkan mereka berjalan melawan kenyataan itu dan dalam dambaan mereka terhadap materialisme dan dalam penyembahan terhadap barang-barang material sudah sedemikian rupa majunya, sehingga bukan saja mereka itu tidak memiliki hubungan dengan agama, tetapi mereka itu tengah menjadi orang-orang yang tengah memperolok-olokan terhadap agama; mereka merupakan orang–orang yang memperolok-olokkan para Nabi dan di antara mereka ada juga kalangan yang bukan saja mengingkari akan keberadaan Tuhan, tetapi juga merupakan orang yang memperolok-olokkan-Nya. Buku-buku ditulis terkait tentang keingkaran terhadap Tuhan dan buku-buku itu terhitung sebagai buku-buku best seller/buku-buku terlaris, menjadi termasuk dalam katagori buku-buku yang paling diminati. Di Eropa dan di negara-negara Barat, jumlah orang-orang semacam itu tengah meningkat, menjadi bertambah banyak yang pergi menjauh dari Tuhan, yang mengarang literatur-literatur yang sia-sia seperti itu, dan mereka menjadi orang-orang yang sangat menyukai literatur-literatur yang dikarang semacam itu dan dalam hal ini, orang-orang ini juga berada dalam keterpaksaan dan ketidak berdayaan, karena agama mereka tidak memberikan kepuasan hati kepada mereka.

Bukannya Tuhan Yang Tunggal, Yang merupakan sumber segenap kekuatan dan merupakan Pencipta segala sesuatu, ketika dengan meninggalkan-Nya mereka ini tersesat ke sana ke mari, dan mereka memberikan tempat atau mengutamakan adanya berbagai macam paradigma atau pandangan tentang Tuhan, mereka sudah tidak mengetahui akan falsafah do’a dan mukjizat do’a dan tidak memahami akan jalinan atau hubungan dengan Tuhan Yang Hidup. Maka jelas bahwa orang-orang yang berpikiran demikian, otak orang atau akal orang yang berpikiran seperti itu, tentu hal ini akan menambah keresahan dan kegelisahan terkait tentang Tuhan dan agama bahwa kita ini memiliki paradigma atau pandangan agama, tetapi kita tidak memperoleh apa-apa dari agama. Ini karena mereka telah melupakan Tuhan; dan inilah yang tengah membawa mereka jauh dari agama. Dan sebagaimana saya telah katakan bahwa sebagian di kalangan mereka sedemikian rupa mereka telah sampai melanggar batas, sehingga mereka mengingkari konsep akan pandangan keberadaan Tuhan dan tidak hanya sekedar ingkar atau mengingkari, tetapi mereka menggunakan kata-kata yang sangat melecehkan Dzat Allah.

Kemudian ada satu kalangan yang sedemikian rupa marah dan bencinya terhadap Islam, sehingga setiap hari mereka berupaya melakukan serangan dengan cara-cara baru terhadap Islam, Pendiri Islam dan Al-Qur’an; mereka menisbahkan/mengaitkan hal-hal keji semacam itu kepada Rasulullahs.a.w. dan Kitab Suci Al-Qur’an, yang tidak ada hubungan dengan ajaran Al-Qur’an dan amal Rasulullahsaw sama sekali. Jadi bagaimana pun juga, orang-orang ini dan tipe orang-orang pertama yang telah saya sebutkan, yang sudah jauh dari agama dan tidak mempercayai akan konsep keberadaan Tuhan, mereka pun menjadikan hal ini untuk sebagai sasaran kritikan mereka, kebanyakan mereka memberikan contoh-contoh dari sumber Islam dan orang-orang Islam. Pada kenyataannya, semua orang itu mengetahui bahwa jika ada ajaran yang mengemukakan konsep akan agama yang benar dan konsep tentang Dzat Allah yang benar, maka kini adalah hanya dan hanya ajaran Islam, dan ajaran Al-Qur’an. Dari sebagian kalangan kemarahan dan kebencian terhadap Islam dan Rasulullahsaw sedemikian rupa, sehingga setelah melihat itu kita sedemikian rupa terheran-heran bahwa di zaman seperti sekarang ini, di kalangan bangsa-bangsa yang terpelajar itu, di negara-negara Barat, yang mendakwakan diri mereka merupakan orang-orang yang telah maju dan mendakwakan diri mereka sebagai pemegang panji-panji kebebasan dan mendakwakan diri merupakan orang-orang yang tidak campur tangan dalam urusan orang lain, disini ada orang-orang yang seperti itu yang telah melompati segenap ambang batas dan rasa permusuhan terhadap Islam telah membutakan mereka sama sekali.

Baru-baru ini ada seorang Pemimpin Politik bernama Geert Wilders yang telah memberikan pernyataannya, dimana dia meng-ekspresikan kebencian dan kedengkiannya. Tentang perolok-olokannya barangkali banyak di antara saudara-saudara yang sudah mendengarnya. Supaya dunia juga mengetahui ucapannya itu, ia menulis: “Saya menginginkan agar orang-orang melihat sendiri kebenaran.” (Hudhur bersabda) Ini merupakan karakter-karakter dajjal yang sangat berbahaya, dari orang-orang itu. Kemudian dia (Geert Wilders) mengatakan bahwa permulaan hal ini mulai dari Muhammadsaw., sebagaimana kebanyakan orang-orang Islam menggambarkan pribadinya (beliausaw) merupakan pribadi yang penuh dengn cinta, pada hakekatnya dia tidaklah seperti itu – selama dia tinggal di Mekkah, dan disini bagian Kitab Suci Al-Qur’an baru beberapa bagian – sampai pada waktu itu, di dalam kepribadiannya terdapat cinta tetapi seiring dengan umurnya yang bertambah dan khususnya tatkala pada zaman tinggal di Medinah, ia secara bertahap cenderung pada sikap ekstremisme. (Na’udzubillah)

Kemudian dia menulis bahwa di dalam Surah 9 ayat 5, kalian melihat bahwa bagaimana terhadap orang-orang Kristiani, orang-orang Yahudi, orang-orang musyrik dan kepada orang-orang murtad supaya dilakukan pemaksaan atau dilakukan tindak kekerasan terhadap mereka. Kebanyakan ayat-ayat bertentangan satu dengan yang lain, menurut dia. Kemudian dia memuji Bible. Baiklah, itu merupakan topik bahasan yang terpisah, saya tidak menyinggung itu.

Kemudian dia menulis bahwa di dalam Al-Qur’an tidak ada konsep ke-terpisah-an atau terpisahnya agama dan pemerintahan, dari itu kalian tidak akan bisa mengingkari bahwa tidak hanya Muhammad(s.a.w.) (na’udzubillah) seorang ekstrimis, bahkan Al-Qur’an sendiri berasaskan pandangan yang ekstrim.

Kemudian dia menulis di dalam suratkabar lain bahwa saya (politisi itu) terus menjadi sebal mendengar orang beribadah kepada Tuhan, dalam memberikan keterangan di dalam surat kabar ia tidak hanya sekedar melakukan tuntutan supaya dilakukan pelarangan terhadap Kitab Suci Al-Qur’an, bahkan kepada para politisi pun dia melakukan kritikan bahwa mereka yakni para politisi itu memberikan tempat/memberikan kebebasan kepada orang-orang Islam ekstrimis untuk melakukan apa maunya. Yakni, yang kasihan ini (Geert Wilders) semuanya dia pukul rata, besar-kecil dia samakan. Kemudian dia mengatakan bahwa saya (politisi itu) bosan dengan Islam, kini hendaknya jangan ada orang Islam yang datang berimigrasi ke sini, saya sudah terus (langsung) menjadi sebal mendengar orang-orang beribadah kepada Tuhan di Belanda, saya menjadi bosan mendengar orang-orang membicarakan tentang Al-Qur’an di Belanda, Na’udzubillah, hendaknya kitab yang tidak senonoh itu dilarang beredar di sini. Padahal ungkapan atau kata-kata yang tidak senonoh itu, malah dia sendiri yang mengeluarkannya.

Kini, dia menyatakan keberatannya yang pertama kepada Rasulullahsaw bahwa sebagaimana seiring dengan umurnya yang terus bertambah ‑na’udzubillah‑ dia terus cenderung pada karakter/sikap yang ekstrim; jelas bahwa rasa dengki dan rasa iri-lah yang telah membuatnya buta sedemikian rupa, sehingga ia (politisi itu) tidak mau menyusahkan dirinya untuk membaca Kitab Suci Al-Qur’an. Dan memang, orang-orang itu juga sama sekali tidak membaca Al-Qur’an, mereka itu hanya mengatakan apa yang mereka dengar dari sana-sini dan Al-Qur’an, singkatnya, tidak akan mereka baca, bahkan mereka ini berusaha menghapuskan sejarah. Orang-orang Kristiani yang lebih berilmu dari mereka, mereka yang tidak bisa keberatan, telah menyatakan keberatan padanya. Tidak diketahui dari mana-mana saja mereka menemukan keberatan. Surah Al-Ma’idah bukan hanya merupakan Surah Madaniah/yang turun di Madinah, bahkan berkenaan dengan itu, semua riwayat menunjukkan bahwa surah ini adalah turun pada tahun terakhir kehidupan Rasulullahsaw. Dan di dalam surah itu terdapat ajaran yang begitu indah, bagaimana melenyapkan permusuhan, kekerasan dan untuk menegakkan keadilan? Beliau (politisi) ini mengatakan bahwa setelah datang di Madinah kekerasan atau sifat ekstrismisme menjadi bertambah. (Cobalah perhatikanlah!) Ini merupakan surah terakhir yang turun di akhir hayat Rasulullah s.a.w., apa ajarannya? Allah berfirman:

… Ÿwur öNà6¨ZtB̍ôftƒ ãb$t«oYx© BQöqs% #’n?t㠞wr& (#qä9ω÷ès? 4 (#qä9ωôã$# uqèd Ü>tø%r& 3“uqø)­G=Ï9 …

“Dan janganlah kebencian suatu kaum mendorong kalian bertindak tidak adil. Berlakulah adil, itu lebih dekat kepada takwa.” (Surah Al-Maa-idah ayat 9). Sekarang perlihatkanlah kepada kami, di mana terdapat ajaran cantik ini, di dalam agama mereka atau dalam agama-agama lain manapun? Tetapi orang-orang yang rasa dengki dan rasa benci telah membutakan matanya, barang yang ada di depan mata pun tidak akan tampak pada mereka. Allah sebelumnya telah mengatakan bahwa kepada mereka yang buta, kalian tidak akan pernah bisa memperlihatkan jalan kepada mereka, kalian tidak akan bisa memperlihatkan cahaya kepada mereka; sekalipun kalian berusaha, kalian tidak akan dapat memperlihatkannya.

Kemudian beliau (Geert Wilders) ini mengatakan bahwa di dalam Surah At-Taubah ayat 5 dilakukan penghasutan untuk melakukan tindak kekerasan terhadap orang-orang Kristiani, Yahudi dan orang-orang Musyrik. (Hudhur bersabda) Jika mereka itu mau membuka saja tutup matanya, lalu membaca Kitab Suci Al-Qur’an dengan hati yang tulus, maka akan tampak sendiri oleh mereka bahwa di dalam ayat ini Allah telah mengizinkan perang melawan orang-orang musyrik yang tidak mau berhenti untuk melakukan penyerangan dan mereka tidak mengadakan perjanjian macam apapun juga, dan mereka tengah melakukan kerusuhan dan kekacauan di dalam negeri. Dan kini, sementara Pemerintahan Islam telah berdiri, maka terdapat perintah bahwa terhadap orang-orang musyrik seperti itu, yang tengah berperang dengan kamu, maka kalianpun berperanglah melawan mereka, karena mereka itu tengah menyulut api fitnah, kekacauan dan api peperangan untuk menghadapi kalian, berbagai suku mereka hasut dan tidak hanya itu sebagaimana beliau ini bersabda bahwa mereka semua harus dibunuh, tetapi di dalam hal itu, ada juga perintah melakukan penahanan yaitu penjarakanlah mereka, kepunglah mereka dan awasilah mereka supaya mereka itu tidak lagi dapat menyulut api fitnah dan kebencian di muka bumi. Jika menurut Geert Wilders dalam kondisi seperti itu pun hendaknya ada kebebasan sebebas-bebasnya, dan jika setiap orang memperoleh izin untuk melakukan tindakan seperti itu, maka beliau yang di dalam negerinya sendiri merupakan seorang pimpinan partai politik yang untuk membebaskan semua orang melakukan tindakan kriminal, hendaknya mengesahkan undang-undang bahwa siapapun bebas untuk melakukan apa saja yang dia inginkan. Para penjahat bukan merupakan penganut atau pengikut salah satu agama, karena pelaku kejahatan atau penjahat terdapat di setiap bangsa dan di setiap agama, lalu mengapa mereka itu hanya mengejar orang-orang Islam yang tinggal hidup dengan damai di dalam negerinya, yang taat hukum dan mengikuti undang-undang negara.

Dan pada akhirnya, ia (politisi itu) telah mengungkapkan rasa kebenciannya dengan jalan yang dari itu menjadi jelas bahwa orang ini ‑Mr. Geert Wilders ini‑ adalah orang yang anti Tuhan dan anti atau menentang Tuhan-nya Islam, Yang Maha Esa dan Yang Hidup. Karena tampak pada mereka bahwa inilah merupakan satu agama yang dapat membungkam mulut setiap orang dengan argumentasi, karena itu jika dengan dalil dan argumentasi menyerangnya (Islam) maka tidak akan ada jalan dan tidak bisa sukses, dalil-dalil itu – singkatnya – tidak ada pada mereka, (maka cara Geert Wilder) hanya (melakukan tuntutan supaya) dengan meloloskan undang-undang negera lalu menempuh cara kekerasan, maka menurutnya barulah perkara ini akan dapat terpecahkan. Jadi inilah ciri khas orang-orang yang kalah. Dia sendiri yang mengakui bahwa dia itu telah kalah. Di Belanda ini kadang-kadang selalu muncul hal-hal yang menentang Islam, senantiasa timbul gejolak. Kadang muncul gejolak penentangan terhadap kerudung tutup/pardah kaum ibu atau kadang mengenai aspek suatu masalah, tetapi bukanlah berarti bahwa seluruh Bangsa Belanda ini sama seperti itu, orang-orang yang santun pun ada di kalangan mereka, di kalangan para pemimpin pun ada orang-orang yang baik, di berbagai macam kalangan pun terdapat orang-orang baik. Dan mereka, atas hal-hal atau kritikan yang orang-orang lontarkan terhadap Al-Qur’an dan terkait dengan Rasulullahs.a.w., mereka pun telah memperlihatkan reaksinya. Seorang anggota Parlemen bernama Halbe Zajlstra, atau siapa pun namanya, ia mengatakan pada Geert Wilders bahwa anda tidak punya hak untuk merampas kebebasan beragama. Kemudian Jeroen Dijselbloem menulis bahwa Wilders merupakan orang yang tersesat dari jalannya atau kehilangan arah. Di Belanda, Anda boleh mempercayai keimanan apa pun yang Anda sukai. Seorang lagi, pimpinan sebuah Partai (beliau ini adalah seorang angota parlemen) menulis bahwa semua batas itu sudah ditinggalkan jauh di belakang, Geert Wilders hendaknya diberi nama sebagai seorang rasialis, orang yang membenci bangsa lain/pendatang yang minoritas. Kemudian ada seorang pengacara yang juga seorang conselor/penasehat di mana atas tindakan Wilders itu, secara pribadi, ia telah mengadukannya kepada polisi. Seorang wanita juga telah menentang pernyataannya itu. Seperti itu pula, ada seseorang yang menulis bahwa membuat pelarangan terhadap buku-buku pada dasarnya merupakan permulaan dari ke-diktator-an. Kabinet di sini pun memperlihatkan reaksi yang keras menentang pernyataan Geert Wilders dengan mengatakan bahwa statemen yang sedemikian itu telah merendahkan dan menghinakan satu mayoritas besar orang-orang Islam yang tinggal di Belanda. Menteri Luar Negeri juga mengatakan bahwa di Belanda, tidak ada pikiran untuk melarang Al-Qur’an. Bagaimanapun juga, di sini terdapat juga orang-orang yang santun, dan orang-orang semacam itu juga.

      Merupakan tugas setiap Ahmadi bahwa hendaknya menjawab sejauh mana keberatan para penentang, memberikan jawaban kepada mereka, nyatakanlah ucapan rasa terima-kasih kalian kepada orang-orang yang santun di sana, yang sampai kini memiliki nilai-nilai akhlak itu. Sampaikanlah kepada mereka ajaran Islam yang cantik (indah). Orang-orang yang di dalam diri mereka terdapat fitrat baik dan sosok manusia yang mencintai keadilan, sampaikanlah amanat Tuhan Yang Esa kepadanya. Kekacau-balauan yang terjadi di dunia hari ini, beri tahukanlah kepada mereka penyebab-penyebabnya bahwa itu terjadi karena kalian jauh dari Tuhan, kenalilah Tuhan yang menciptakan kalian, kepada kalangan mereka pun sampaikanlah amanat Tuhan Yang Esa, beri tahukanlah kepada mereka bahwa ketenteraman dan ketenangan hati bukanlah pada gemerlapnya kilauan harta-benda duniawi dan bukan pada permaianan dan senda gurau, bukan di dalam mabuk-mabukan. Untuk memperoleh ketenteraman hati orang-orang di sini banyak menjadikan mabuk sebagai perlindungan/jalan pintas, mereka mabuk dengan menggunakan segala macam (obat-obatan), mereka menggunakan segala macam obat-obatan yang memabukkan. Katakanlah kepada mereka itu bahwa kedamaian hakiki itu dapat diraih dengan datang kepada Tuhan, karena itu kenalilah Tuhan Yang Esa, yang merupakan Pemilik segala macam kekuatan. Orang-orang yang melanggar batas dan pergi jauh dari agama atau mereka memperolok-olokkan agama khususnya Islam, janganlah kalian itu mengikuti mereka itu. Allah Ta’ala juga akan menghukum orang-orang yang melewati ambang batas. Beri tahukanlah juga kepada orang-orang yang seperti Geert Wilders bahwa jangalah kalian mengundang azab Tuhan dan janganlah menyulut rasa ghairat/kecemburuan dan Kehormatan Tuhan.

Pada hari-hari ini, angin topan dan gempa-gempa bumi yang tengah melanda dunia ini, baik itu berupa topan dibarengi air, topan angin kencang maupun berupa gempa-gempa bumi yang melanda, ini merupakan peringatan bahwa orang-orang yang sudah berlaku melewati ambang batas juga dapat dihancurkan dengan cengkeramannya, tidak ada sebuah negara pun di dunia ini yang terlindungi/aman, tidak ada seorang pun di dunia ini yang terlindungi. Sedangkan Holland merupakan sebuah negara yang keadaannya memang sedemikian rupa di mana kebanyakan tanahnya diambil dari laut atau berasal dari reklamasi (timbunan tanah) pantai, sementara topan tidak tinggalkan (membiarkan) tempat-tempat yang tinggi dan daerah-daerah pegunungan sekalipun tidak, sedangkan Holand ini merupakan tempat yang rata, bahkan ada sebagian hamparan tanahnya yang berada di bawah permukaan laut.

Pada tahun 1953, terjadi sebuah topan yang telah membuat sengsara dan menghancurkan mayoritas penduduk. Setelah itu, orang-orang itu, Pemerintah di sini telah membuat suatu rencana yang besar untuk perlindungan di mana di muara sungai-sungai di dekat lautan telah dibangun penahan–penahan atau bendungan-bendungan, mereka membangun tanggul-tanggul penghalang/pemecah ombak, dibangun bendungan-bendungan, proyek yang dibangun di berbagai tempat itu disebut Delta Works, saya pun pernah pergi ke sana melihatnya, ini merupakan satu usaha (pekerjaan) manusia yang sangat bagus. Tetapi, sebagaimana perihal topan yang melanda dunia dewasa ini, tidak ada satu pun negara yang bisa selamat dari topan itu. Disana seorang guide yang bersama kami mengatakan kepada saya bahwa akibat bendungan ini, sekarang Holland kami telah terlindungi dari kehancuran di masa yang akan datang. Maka saya katakan kepadanya bahwa, katakanlah bahwa upaya terbaik yang bisa kami lakukan untuk melindungi atau perlindungan itu kami telah lakukan. Pada dasarnya, hanya Tuhan Yang mengetahui bahwa untuk sampai kapan kalian melindungi itu dan sampai kapan ini akan tetap dapat terlindungi. Ia mengatakan, sungguh benar yang Tuan katakan. Setelah itu, seberapa pun lamanya dia terus memberitahukan dengan rinci kepada saya dengan kalimat-kalimatnya, dengan setiap kalimat dia terus mengatakan bahwa ini merupakan sebuah usaha, karena angin topan badai yang sedemikian dahsyatnya itu, umumnya datang setelah 200 tahun. Tetapi Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui bahwa kapan topan datang dan sampai seberapa jauh ini bisa terlindungi atau bertahan. Bagaimanapun juga, pada kesempatan itu, kapan saja ia memberikan riciannya sekurang-kurangnya 5 kali dia mengakui akan ketuhanan (kekuasaan) Tuhan dan dia memberikan keterangan, bahwa jika Allah melindunginya maka kita dapat tinggal dengan selamat. Jadi, di sini ada orang-orang, yang jika diberikan pengertian maka dengan serta merta konsep akan keberadaan Tuhan Yang Tunggal tampil ke permukaan. Jadi, apabila manusia itu, manakala dikepung oleh bencana –bencana maka Allah berfirman bahwa pada waktu itu nama-Ku lah yang mereka sebut, tuhan yang lain tidak mereka ingat. Kemudian ia meminta saya untuk menulis kesan-kesan pengunjung pada buku tamu, ia meminta untuk menandatangani, maka inilah yang saya tulis di dalam buku tersebut; bahwa ini merupakan satu upaya manusia yang baik dan dari segi usaha, ini merupakan rencana yang sangat besar untuk melindungi negara, para insinyur telah bangun. Tetapi kalian hendaknya senantiasa mengingat bahwa rencana yang sebenarnya adalah rencana Tuhan dan untuk tetap berada pada perlindungan yang hakiki, ingatan kepada Allah hendaknya senantiasa tertanam di dalam diri manusia.

Jadi bagaimana pun juga, dewasa ini di mana dunia telah terjebak pada penyembahan materialisme dan di dalam hal itu tidak ada yang teristimewakan, Barat pun seperti itu dan Timur pun seperti itu juga, semua telah melupakan Tuhan. Kemudian, sejumlah kalangan yang lebih menonjol ke depan, mereka kemudian merupakan orang-orang yang menyulut ghairat/kecemburuan Allah, tidak hanya sekedar melupakan Tuhan bahkan berkenaan dengan Tuhan, mereka mengatakan kata-kata yang menodai rasa ke-Mulia-an dan ke-Hormat-an Tuhan. Semua hal ini mengundang azab atau kemurkaan Tuhan.

Jadi, menjadi kewajiban setiap Ahmadi bahwa hendaknya bersiap siaga untuk menyempurnakan hujjah di setiap negara di dunia ini. Perlihatkanlah kepada dunia gambaran Islam yang benar. Baik kepada orang-orang Kristiani dan orang-orang Yahudi, maupun kepada orang-orang yang tidak beragama dan juga kepada orang Muslim yang kendati mereka melihat tanda-tanda, mereka masih mengingkari Hadhrat Masih Mau’uda.s..

Hadhrat Masih Mau’uda.s. bersabda bahwa: “Jika aku tidak datang, maka kedatangan bencana-bencana itu datangnya menjadi sedikit terlambat, jadi dengan kedatanganku kehendak tersembunyi dari kemurkaan Allah, yang dari sejak lama terselubung itu, telah menjadi zahir.”[1]

Jika saudara-saudara melakukan survey dalam masa selama 100 tahun terakhir ini, maka jumlah gempa-gempa bumi dan bencana-bencana langit lebih banyak dari pada beberapa ratus tahun sebelumnya. Dalam periode 1100 atau 1200 tahun yang lampau, bencana yang terjadi tidak sedemikian banyak sebagaimana banyaknya yang terjadi pada 100 tahun yang lalu. Pada tahun ini pun, gempa bumi dan topan atau badai telah banyak sekali terjadi, terjadi dan terjadi pada berbagai tempat di dunia, ini merupakan peringatan kepada manusia bahwa kenalilah Tuhan itu. Merupakan tugas setiap Ahmadi bahwa selain mengadakan perubahan di dalam dirinya, beritahukanlah juga kepada dunia bahwa hanya satu obatnya untuk selamat dari bencana-bencana, bahwa kenalilah Tuhan Yang Esa itu dan janganlah jadikan para hamba pilihan-Nya itu sebagai sasaran perolok-olokan dan cemoohan.

Di seluruh dunia dalam beberapa bulan pada tahun ini, bencana alam yang terjadi, secara singkat ringkasan hasil surveynya/analisis singkat, saya akan kemukakan di hadapan kalian, tidak pernah terjadi bahwa dalam beberapa bulan, di setiap belahan dunia ada saja bencana yang melanda, tetapi pada tahun ini kalian akan melihat bahwa di setiap tempat atau di mana-mana sedang terjadi bencana-bencana. Beri tahukanlah kepada mereka bahwa masih ada waktu bagi manusia agar dapat mengenal Tuhan. Bencana-bencana kecil yang terjadi ini pun juga bisa menjadi yang terbesar.

Jadi, setiap orang Ahmadi hendaknya menjadi orang yang menyampaikan amanat Allah sampai ke seluruh dunia lebih dari pada sebelumnya. Dari statistik/pengetahuan umum yang telah saya kumpulkan, saya tidak mengetahui apakah sudah lengkap atau belum, namun sesuai dengan itu berdasarkan statistik di dalam bulan February tahun 2007 ini, di Indonesia terjadi banjir, ada 340.000 orang kehilangan tempat tinggal mereka. Kemudian terjadi 2 kali gempa bumi dengan kekuatan 6,4 dan 6,3 Skala Richter. Kemudian dengan tenggang waktu beberapa jam, di Sumatra-Indonesia, terjadi gempa bumi. Kemudian di Kepulauan Solomon, di kepulauan Pasifik terjadi gempa bumi, yang merupakan gempa bumi yang sangat dahsyat, yang telah menciptakan kehancuran besar dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Gempa tersebut berkekuatan 8,1 Skala Richter. Kemudian terjadi banjir di Pakistan, di Karachi, akibat hujan lebat telah mengakibatkan banjir yang sangat besar. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, banyak korban yang berjatuhan, disebutkan bahwa di Baluchistan kurang-lebih 2.500.000 orang yang terkena dampaknya. Delapan puluh ribu rumah hancur, 6.000 desa hancur. Kemudian pada bulan Juni, di Pakistan, telah terjadi ancaman badai Siklon (puting beliung), bagaimanapun juga badai tersebut dapat terelakkan tetapi berpindah ke arah lain menuju ke arah Baluchistan, dan di sana badai tersebut menyebabkan banyak kerugian. Kemudian di dalam bulan Juni, topan yang sangat dahsyat juga terjadi di Bangladesh yang menimbulkan kehancuran besar. Kemudian pada bulan Juli terjadi banjir di India, lalu di bulan Juli juga telah terjadi banjir di UK/Inggris yang karenanya setengah bagian Inggris tenggelam/terendam; sebelum itu terjadi juga terjangan topan, yang dengan itu, Jerman dan tempat-tempat lain menjadi terkena dampaknya. Kemudian di Pakistan, dikarenakan sambaran halilintar telah tejadi kerusakan besar, kemudian terjadi juga gempa bumi di Jepang dengan kekuatan 6,8 Skala Richter. Kemudian dalam bulan Agustus terjadi topan di Amerika, banyak bangunan yang hancur, rubuh. Di China jembatan ambruk, jatuh karena topan; di Korea Utara terjadi kehancuran akibat hujan lebat dan banjir; kemudian terjadi gempa bumi di Peru yang telah membuat banyak kehancuran lain. Sesudahnya kembali terjadi banjir di Pakistan, yang berkenaan dengan itu saya secara singkat telah memberitahukan bahwa ini akan datang (terjadi) dan ini merupakan hal-hal yang menarik perhatian.

Di Australia, akibat topan, telah terjadi kehancuran besar karena angin badai, kapal-kapal besar tenggelam bahkan dibawa hanyut, yang orang-orang di sana tidak dapat membayangkan kejadian seperti itu. Kemudian di Burkina Faso, Afrika, terjadi hujan lebat yang membuat kehancuran mengerikan, di mana terdapat 200.000 orang menderita sebagai akibatnya. Kemudian topan Hurricane menerjang Hawaii yang mengakibatkan terjadinya kehancuran dan bersama itu terjadi juga gempa bumi dan orang–orang memberikan komentar bahwa di Hawaii sangat kecil kemungkinan terjadi angin-angin topan dan gempa-gempa semacam itu. Kemudian terjadi topan di Laut Arabia dan orang-orang memberikan komentar bahwa di lautan yang lainnya biasa terjadi topan seperti itu, tetapi tidak pernah terjadi di Lautan Arabia, itulah topan yang bisa juga menerjang daratan yang biasa disebut Tropical Cyclone (Siklon Tropis). Topan menerjang Alabama (AS), sebelumnya ada peringatan, orang-orang melakukan persiapan, namun kendati demikian topan itu telah menimbulkan kehancuran besar. Diceriterakan bahwa di saat topan atau badai menerjang kawasan itu ada sebuah sekolah menengah lanjutan yang ambruk, orang-orang sebelumnya berlindung di bangunan itu, mereka berlindung di tempat yang lain, bangunan itupun hancur. Dan banyak sekali bangunan seperti itu yang binasa. Di mana orang-orang berlindung, bangunan itu pun hancur juga dengan terjangan tornado itu. Demikian juga Afrika Selatan, topan dahsyat menerjang kawasan itu. Jadi, semua ini memberi tahukan bahwa takdir Allah sedang bekerja dan manusia sedang diingatkan bahwa kenalilah Tuhan Yang Maha Esa itu, janganlah melakukan perbuatan yang melewati ambang batas, janganlah memperolok-olok Tuhan dan para Nabi-Nya.

Ayat yang tadi saya baca itu, di dalam ayat itupun Allah berfirman yang terjemahannya adalah bahwa apakah mereka yang membuat rencana itu akan selamat? Apakah Allah itu tidak akan membuat mereka hilang ditelan bumi atau akan ada kutukan yang datang dari Langit, yang mereka itu tidak dapat membayangkannya. Jadi, inilah yang Allah telah beri tahukan, bahwa mereka yang membuat rencana jahat itu tidak akan dapat berdiri berhadapan melawan Tuhan. Jika mereka itu melewati ambang batasnya, maka penggilingan Allah kemudian akan bekerja atau berputar. Jadi, kendati terjadi topan dan badai yang kecil dan gempa-gempa bumi berantai yang terus-menerus di dunia pada tahun ini, hendaknya mereka mengambil pelajaran dari itu, baik mereka yang tinggal di Barat maupun yang tinggal di  Timur dan juga para pemeluk agama manapun. Para penganut agama Islam, dan juga para pengikut agama-agama lainnya. Renungkanlah akan hal itu dan carilah penyebabnya bahwa kenapa kutukan Allah menjadi tersulut. Renungkanlah seruan dari Sang Penyeru (Hadhrat Imam Mahdias) itu yang mana beliau bersabda: ”Jika saya tidak datang, maka kedatangan bencana-bencana itu akan menjadi diperlambat datangnya.” Jadi, jika ingin terhindar dari bencana-bencana itu, maka bagi orang-orang Islam tidak ada cara lain, kecuali harus merenungkan seruan (sang penyeru) yang datang itu, dan orang-orang Kristiani juga harus merenungkannya, dan para pengikut agama-agama lainnya juga harus merenungkannya, dan orang-orang yang tidak beragama pun harus merenungkanya, kalau tidak, inilah deklarasi atau pengumuman dari Sang Penyeru itu bahwa: “Hai penghuni Eropa, kalian pun tidak akan aman dan wahai penghuni Asia kalian juga tidak akan selamat terlindungi dan hai para penghuni pulau-pulau/kepulauan! Tidak ada tuhan palsu yang dapat menolong kalian. Saya melihat kota-kota hancur berjatuhan dan saya mendapatkan penduduk-penduduk negeri menjadi sunyi-sepi. Dia, Tuhan Yang Esa, selama ini hanya diam seribu bahasa, di hadapan Mata-Nya pekerjaan–pekerjaan yang tidak disukai-Nya terus dilakukan dan Dia tetap diam. Tetapi sekarang Dia, dengan kemurkaan, akan memperlihatkan Wajah-Nya. (Hai orang-orang semua) mereka yang memiliki telinga, simaklah, bahwa waktu itu tidak jauh. Saya telah berusaha untuk mengumpulkan semua orang di bawah keamanan atau perlindungan Allah.”

Kemudian beliau bersabda: Allah lambat marah-Nya atau lambat memberikan hukuman-Nya, maka bertobatlah supaya kalian dikasihani. Barangsiapa yang meninggalkan Tuhan, maka dia adalah seekor ulat dan bukan orang dan seseorang yang tidak merasa takut kepada-Nya, maka dia merupakan orang mati, bukan hidup.”[2]

Jadi, ini merupakan amanat yang hari ini setiap orang Ahmadi di dunia, harus sampaikan demi untuk kelanggengan dunia dan untuk menyelamatkan dunia.

Semoga Allah Ta’ala menganugerahi taufik kepada kita untuk dapat mengenal Tuhan dalam arti yang hakiki dan semoga Allah Ta’ala menjadikan kita menjadi orang yang membuat orang lain mengenali Tuhan Yang Tunggal, supaya bukannya kutukan dan hukuman Tuhan yang Esa itu yang didapat, tetapi bisa menjadi orang yang berhak mendapatkan Kasih-Sayang-Nya.

Qamaruddin Syahid/Pipip Sumantri/Syarif Ahmad Lubis

[1] Haqiqatul Wahyi, Ruhani Khazain, jilid 22, hal 268, Edisi London

[2] Haqîqatul Wahyi, Ruhani Khazain, jilid 22, hal 269, Cetakan London